The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTsN 2 Pangandaran Rama Aditya STITNU Al Farabi Pangandaran . ramaaditya@stitnualfarabi. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 1 January 2025 Hal : 59-67 https://doi. org/10. /staf. Received: 10 January 2025 Accepted: 22 January 2025 Published: 31 Januari 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. rg/licenses/by-sa/4. Abstrak . Management strategy is a plan that can guide managers in a directed manner The leadership of the school principal plays a very important role in the education system. The school principal is responsible not only for managing the school effectively but also for leading and motivating the staff, as well as interacting with students and parents. The issues in the background of this research relate to the implementation of democratic leadership styles on teacher performance, due to suboptimal use of teaching methods with students and low levels of teacher This study aims to understand the implementation of democratic leadership by school principals in enhancing teacher Democratic leadership is a leadership style employed by principals in their efforts to improve teacher performance, including This type of research is qualitative, using a qualitative descriptive research method. The data collection techniques used in the research include: observation, document study, and interviews with the principal, vice principal, and teachers. After obtaining the necessary data, the author describes and then analyses it. The results of the research conducted show that the implementation of democratic leadership by the school principal in improving teacher performance is going well. The strategies implemented include providing rewards, teacher discipline, coaching and training, high trust in subordinates, scheduled planning for professional development, and interventions in management and the learning process. Keywords: Democratic Performance Leadership. School Principal. Teacher Abstrak . Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan. Kepala sekolah bertanggung jawab tidak hanya untuk mengelola sekolah secara efektif, tetapi juga untuk memimpin dan memotivasi staf, serta berinteraksi dengan siswa dan orang tua. Adapaun permasalahan pada latar belakang penelitian ini terkait Implementasi gaya Vol 04 No 1 January 2025 | 59 Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTsN 2 Pangandaran Rama Aditya kemepimpinan demokratis terhadap kinerja guru karena kurang optimal dalam penggunaan metode pembelajaran terhadap siswa dan rendahnya Tingkat kedisipilinan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Kepemimpinan demokratis merupakan gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah dalam usahanya meningkatkan kinerja guru salah satunya Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan: observasi, studi dokumentasi dan wawancara kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru. Setelah mendapatkan data yang diperlukan penulis, data dideskripsikan lalu dianalisis. Adapun hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru berjalan dengan baik. Strategi yang dilakukan meliputi pemberian reward, kedisiplinan guru, pembinaan dan pelatihan, kepercayaan tinggi kepada bawahan, perencanaan terjadwal untuk pengembangan profesi, intervensi dalam manajemen dan proses pembelajaran. Kata Kunci: Kepemimpinan Demokratis. Kepala Sekolah. Kinerja guru Pendahuluan Seorang pemimpin organisasi memiliki andil besar terhadap pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pemimpin yang menentukan arah organisasi dan penggerakan semua elemen yang ada dalam organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan, pemimpin harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. (Dr. Badrudin, 2. Berdasarkan hasil observasi awal dalam faktanya kepala Sekolah yang efektif adalah kepala Sekolah yang peduli dengan guru dalam masalah pembelajaran atau yang lainnya dan kinerja guru di Sekolah dipengaruhi oleh gaya dari seorang pemimpin dalam memberikan pengarahan, dorongan, kepedulian dari pemimpin kepala Sekolah. Kepemimpinan kepala Sekolah di MTsN 2 Pangandaran pada periode ini berjalan dengan baik. (Rostikawati, 2. Hal ini dibuktikan dari berhasilnya kepala Sekolah melaksanakan tugas dan fungsinya. MTsN 2 Pangandaran merupakan salah satu Sekolah Tsanawiyah Negeri di kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran, sehingga menjadi pilihan para lulusan tingkat Sekolah Ibtidaiyah untuk melanjutkan ke Tingkat SLTA (MA/SMA/SMK) khususnya bagi calon peserta didik di daerah cimerak. Maka dari kepala Sekolah berpengaruh terhadap perkembangan dan peningkatan kinerja guru di MTsN 2 Pangandaran. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, kepala Sekolah MTsN 2 Pangandaran. memiliki kepribadian bagus yang dilakukan 60 | Vol 04 No 1 January 2025 yaitu, setiap bertemu siapapun anggota sekolah beliau selalu tersenyum ramah dan menegur sapa untuk menanyakan apa yang dilakukan. (Soesanti, 2. Selain itu kepala Sekolah MTsN 2 Pangandaran selalu terbuka dalam menerima dan mendengarkan saran, pendapat dan bahkan kritikan dari guru-guru. Kepala Sekolah MTsN 2 Pangandaran juga senantiasa melakukan pengamatan berbagai aktifitas yang dikerjakan guru di kelas maupun diluar kelas. Setiap kegiatan yang terdapat di Sekolah kepala Sekolah melakukannya secara kerja tim dengan anggota lainnya. Dari berbagai uraian diatas gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala Sekolah di MTsN 2 Pangandaran adalah gaya kepemimpinan demokratis. Fenomena yang banyak terjadi di berbagai lembaga pendidikan saat ini kenyataannya masih kurang tepat berkaitan dengan kepemimpinan demokratis kepala Hal tersebut seperti kurangnya perhatian kepala sekolah pada potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh para pendidik di sekolah, kurangnya pengalaman dan pengetahuan tentang gaya kepemimpinan seorang pemimpin sehingga menimbulkan banyak kesalah pahaman antara kepala sekolah dengan guru, dan suasana kerja yang kurang baik sebagai tanggung jawab seorang kepala sekolah. Dalam Jurnal Yayat Hidayat Salah Satu Dosen STIT NU Al Farabi Pangandaran dengan Judul Jurnal Implementasi Managerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru disebutkan bahwa Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Guru menjadi faktor utama dalam penciptaan suasana pembelajaran. Kompetensi guru dituntut dalam menjalankan tugasnya secara profesional hal ini menunjukkan fenomena yang semakin kuat menempatkan guru sebagai suatu profesi. Kondisi ini memandang bahwa guru sebagai sebuah profesi, bukan lagi dianggap sebagai suatu pekerjaan biasa yang memerlukan pendidikan tertentu. Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. (Aulia1 et al. , 2. Beberapa hal yang ditemukan peneliti pada observasi disekolah MTsN 2 Pangandaran Kecamatan Cimerak, peneliti mengamati proses interaksi antara kepala sekolah dan guru kemudian mewawancarai secara langsung beberapa guru yang ada di MTsN 2 Pangandaran Kecamatan Cimerak, mengenai gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin dengan memberikan penjelasan mengenai beberapa gaya kepemimpinan yang sering digunakan oleh pemimpin seperti yang telah dikemukakan Vol 04 No 1 January 2025 | 61 Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTsN 2 Pangandaran Rama Aditya sebelumnya tentang gaya kepemimpinan otoriter, demokratis, dan laissez faire. Ratarata guru berpendapat gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah yaitu gaya kepemimpinan demokratis, sebelum para guru mengemukakan pendapatnya peneliti terlebih dahulu menjelsakan indikator dari gaya kepemimpinan demokratis. Observasi awal dilakukan sebelum adanya surat izin penelitian namun, peneliti telah mengunjungi terlebih dahulu sekolah untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang diterapkan. Setelah melakukan observasi awal dari informasi yang telah dikumpulkan beberapa waktu lalu dengan melihat langsung kondisi sekolah, aktivitas warga sekolah maka peneliti menemukan adanya penerapan gaya kepemimpinan demokratis yang diterapkan kepala sekolah pada proses aktivitas yang dilakukan. Fenomena yang terjadi yaitu yang pertama Dalam konteks pendidikan saat ini, terdapat kebutuhan yang mendesak untuk memahami bagaimana guru yang efektif menggunakan berbagai strategi pengajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memastikan hasil pembelajaran yang optimal. Meskipun ada pengakuan umum bahwa metode pengajaran yang beragam, seperti diskusi kelas, proyek kelompok, dan pembelajaran berbasis teknologi, memiliki potensi untuk memfasilitasi proses belajar yang lebih baik, masih belum jelas bagaimana kombinasi spesifik dari metode-metode ini mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Dengan kata lain, terdapat kekurangan pemahaman yang mendalam tentang efektivitas relatif dari masing-masing strategi pengajaran serta bagaimana strategi-strategi tersebut dapat diintegrasikan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam di dalam kelas. Fenomena selanjutnya yaitu kedisiplinan guru dalam ketepatan waktu hadir di sekolah, konsistensi dalam melaksanakan tugas mengajar, serta kepatuhan terhadap aturan dan kebijakan sekolah. Permasalahan muncul ketika terdapat guru yang tidak mematuhi standar kedisiplinan yang ditetapkan, sehingga berdampak pada efektivitas proses pembelajaran dan pencapaian prestasi siswa. Hal ini menyebabkan kurangnya persiapan mengajar, penurunan motivasi siswa, serta menurunnya mutu pendidikan secara keseluran. Berdasarkan identifikasi tersebut melalui penelitian ini peniliti akan mengurai gaya Kepemimpinan Demokratis yang dimiliki kepala sekolah MTsN 2 Pangandaran Kecamatan Cimerak upaya untuk meningkatkan Kinerja Guru, dengan mengakat judul 62 | Vol 04 No 1 January 2025 AuImplementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di MTsN 2 PangandaranAy. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan bentuk metode deskriptif kualitatif, di mana metode ini berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya eksperime. penelitian ini adalah sebagai instrumen kunci. (Sugiyono, 2. Data disajikan dengan analisis deskriptif berbentuk kata-kata, tulisan dalam menjabarkan data dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, dan dianalisis dengan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang meliputi tiga kegiatan yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Diskusi dan Pembahasan Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah MTsN 2 Pangandaran Kepala sekolah MTsN 2 Pangandaran menerapkan gaya kepemimpinan demokratis yang bertujuan meningkatkan kinerja guru dan martabat mereka dalam Kepemimpinan ini ditandai dengan kemampuan kepala sekolah dalam memahami masalah yang dihadapi guru, menjaga komunikasi yang baik, dan menciptakan kerjasama yang efektif. Melalui komunikasi terbuka dan pendekatan individual, kepala sekolah mendorong guru untuk menggunakan nalar dalam menyelesaikan masalah, serta memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik melalui survei dan pemantauan rutin. Kepala sekolah juga berperan aktif dalam mendorong kreativitas dan inovasi guru melalui pelatihan intensif dan dukungan dalam pengembangan profesional. Penghargaan diberikan kepada guru yang menunjukkan prestasi dan kreativitas, seperti dalam kasus guru yang berhasil menyusun buku referensi dan menerima penghargaan Kepemimpinan demokratis ini berbeda dengan gaya kepemimpinan lain dalam hal pemberian apresiasi, yang ditujukan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas guru. Hubungan baik antara kepala sekolah dan guru menjadi kunci keberhasilan program di sekolah. Kepala sekolah menunjukkan teladan dalam berkomunikasi dan Vol 04 No 1 January 2025 | 63 Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTsN 2 Pangandaran Rama Aditya berkoordinasi dengan guru, serta turun langsung untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam proses belajar mengajar. Pendekatan yang diberikan oleh kepala sekolah menciptakan suasana kerja yang nyaman dan meningkatkan kualitas kerja pegawai di sekolah, sehingga tercipta hubungan kerja yang lebih erat dan harmonis. Dalam pengambilan keputusan, kepala sekolah menerapkan prinsip demokratis dengan melibatkan guru dalam proses pengambilan keputusan. Setiap guru memiliki hak untuk berpendapat, dan masukan mereka dihargai. Meskipun terkadang terjadi perbedaan pendapat, kepala sekolah berusaha untuk mendengarkan dan menghargai semua pandangan, terutama yang bersifat konstruktif. Meskipun ada beberapa kendala dalam rapat sekolah, kepala sekolah tetap fokus pada kepentingan bersama dalam setiap keputusan yang diambil. Secara keseluruhan, gaya kepemimpinan demokratis yang diterapkan oleh kepala sekolah MTsN 2 Pangandaran berhasil meningkatkan kinerja dan motivasi guru, menciptakan hubungan kerja yang baik, serta mendorong inovasi dan kreativitas dalam lingkungan sekolah. Pendekatan yang melibatkan seluruh staf dalam pengambilan keputusan dan penghargaan yang diberikan kepada guru yang berprestasi menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan ini. Kinerja Guru Di Sekolah MTsN 2 Pangandaran UU No. 14 Tahun 2005 Bab IV Pasal 8 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, serta kesehatan jasmani dan rohani. Di MTsN 2 Pangandaran, penerapan prinsip-prinsip ini terlihat dalam berbagai aspek kinerja guru. Guru di sekolah ini tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi mengajar, tetapi juga bakat dan minat mereka terus didukung oleh sekolah. Prestasi guru dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, terus diapresiasi dan dikembangkan. Komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 2 Pangandaran sangat Guru-guru di sekolah ini berusaha keras memperbaiki sistem pembelajaran agar efektif dan efisien. Mereka secara rutin terlibat dalam rapat, diskusi, dan pelatihan untuk meningkatkan penguasaan materi dan bahan ajar. Selain itu, dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia, sekolah ini menerapkan kebiasaan religius seperti tadarus Qur'an, pengajian, dan sholat berjamaah, yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. 64 | Vol 04 No 1 January 2025 Kualifikasi akademik guru di MTsN 2 Pangandaran menunjukkan angka yang baik, dengan 82. 82% guru memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan bidang tugas mereka. Dari 27 guru, 21 di antaranya adalah PNS dengan pendidikan mulai dari jenjang S1 hingga S2. Guru honorer di sekolah ini juga sedang dalam proses menjadi pK, yang menunjukkan upaya sekolah dalam memastikan semua guru memiliki kualifikasi yang memadai. Kompetensi guru di MTsN 2 Pangandaran juga sesuai dengan bidang tugas Berdasarkan pengamatan, guru di sekolah ini mengajar sesuai dengan bidang yang dikuasai, menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi akademik yang memadai untuk menjalankan tugasnya secara profesional. Secara keseluruhan. MTsN 2 Pangandaran menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan prinsip-prinsip kinerja guru sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2005. Dukungan terhadap pengembangan bakat dan minat, peningkatan mutu pendidikan, serta upaya meningkatkan keimanan dan akhlak mulia, menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini berusaha mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan baik. Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di MTsN 2 Pangandaran Penerapan gaya kepemimpinan demokratis di MTsN 2 Pangandaran terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja guru. Gaya kepemimpinan ini melibatkan guru dalam pengambilan keputusan, menerima saran dan kritik, serta memberikan penghargaan yang berdampak pada kedisiplinan dan profesionalisme guru. Dengan motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah melalui pendekatan demokratis, guru didorong untuk menggunakan kemampuan kognitif mereka dalam menyelesaikan masalah, berkomunikasi, dan melaksanakan tugas dengan baik. Pemberian penghargaan oleh kepala sekolah MTsN 2 Pangandaran menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kinerja guru. Penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai motivasi bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas diri mereka. Contohnya, penghargaan diberikan setiap semester kepada guru yang menunjukkan kinerja terbaik, seperti menjadi guru teraktif atau yang paling peduli. Hal ini memacu semangat guru untuk tidak hanya menjadi pegawai di sekolah, tetapi juga sebagai sosok penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Kepedulian kepala sekolah terhadap kinerja guru juga menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di MTsN 2 Pangandaran. Upaya ini termasuk Vol 04 No 1 January 2025 | 65 Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTsN 2 Pangandaran Rama Aditya dalam pengelolaan kedisiplinan guru yang diterapkan dengan penuh perhatian, meskipun aturan dan kebijakan yang dibuat mungkin dirasakan berat oleh guru. Pendekatan yang peduli ini menunjukkan dampak positif pada kinerja guru dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. MTsN 2 Pangandaran juga aktif dalam meningkatkan kompetensi guru melalui pembinaan dan pelatihan. Pelatihan membuat media belajar kreatif, misalnya, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang dan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Sekitar 80% guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri setelah pelatihan, yang berdampak pada peningkatan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Kepemimpinan demokratis di MTsN 2 Pangandaran juga memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan profesi mereka. Kepala sekolah mendorong guru untuk terus belajar dan mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan sertifikasi mereka. Prestasi yang dicapai guru, seperti MTsN 2 Pangandaran terpilih sebagai sekolah penggerak, menunjukkan efektivitas kepemimpinan ini dalam meningkatkan kinerja dan kualitas guru. Namun, penerapan gaya kepemimpinan demokratis juga menghadapi beberapa hambatan, seperti resistensi terhadap perubahan dan kurangnya pelatihan. Guru yang terbiasa dengan gaya kepemimpinan lama mungkin merasa tidak nyaman dengan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan. Untuk mengatasi ini, pimpinan sekolah perlu melakukan pendekatan yang komunikatif dan menyediakan pelatihan yang Sumber daya yang cukup dan komunikasi yang efektif juga menjadi faktor pendukung penting untuk keberhasilan implementasi gaya kepemimpinan demokratis. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait Implementasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Mtsn 2 Pangandaran dapat disimpulkan bahwa implementasi kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru berjalan dengan baik. Strategi yang dilakukan meliputi pemberian reward, kedisiplinan guru, pembinaan dan pelatihan, kepercayaan tinggi kepada bawahan, perencanaan terjadwal untuk pengembangan profesi, intervensi dalam manajemen dan proses pembelajaran. 66 | Vol 04 No 1 January 2025 Referensi