JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Pemerintah Nida Putri Rahmayantia1*. Ibnu Sa2. Dariaha3 . Muhammad Edwarda4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia. Indonesia 1nidaputrirahmayanti@gmail. * Nida Putri Rahmayantiaa1 Received: 30 July 2025 . Revised: 17 Oktober 2025 . Accepted: 21 Oktober 2025 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh inflasi, tingkat suku bunga, jumlah penduduk, nilai tukar, pertumbuhan ekonomi. Utang negara dan pendapatan perkapita mempengaruhi pengeluaran pemerintah Indonesia. Metode yang di gunakan adalah penelitian deskriptif kuntitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuntitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi Sekunder. Penelitian menggunakan alat statistic Eviews. Secara parsial hanya variabel jumlah penduduk dan variable nilai tukar uang yang memiliki pengaruh terhadap pengeluaran pemerintah Indonesia. Sedangkan lima variabel lainnya yaitu inflasi, tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi, utang negara dan pendapatan perkapita tidak berpengaruh secara parsial terhadap pengeluaran pemerintah Indonesia. Kata kunci - inflasi. suku bunga. jumlah penduduk. nilai tukar. pertumbuhan ekonomi. utang negara. pendapatan perkapita Abstract The purpose of this study is to analyze the influence of inflation, interest rates, population, exchange rates, economic growth, state expenditure and per capita income that affect Indonesian government expenditure. The method used is quantitative descriptive research. The type of data used in this study is quantitative data, with the data collection technique carried out by this study obtained using the Secondary documentation method. The study uses the Eviews statistical tool. Partially, only variable population and variable exchange rate have an influence on Indonesian government expenditure. While the other five variables, namely inflation, interest rates, economic growth, state debt and per capita income do not have a partial effect on Indonesian government Keywords - inflation. interest rate. exchange rate. economic growth. national debt. per capita income How to Cite : Rahmayanti. Dariah. , & Edward. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Pemerintah. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 184Ae192. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 184 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Rahmayanti. Dariah. Edward PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara, memiliki karakteristik ekonomi yang unik dan beragam. Indonesia menjadi salah satu populasi terbesar di dunia, dalam perekonomian terdapat beberapa faktor antara lain jumlah penduduk, nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan per kapita memiliki peranan yang cukup penting dalam menunjukkan arah regulasi dan makro mikro ekonomi. Dalam konteks ini, pengeluaran pemerintah menjadi elemen kunci yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional (Halimah. Wullandari. Rivaldo, & Noviarita, 2. Pengeluaran pemerintah saat ini dipengaruhi oleh kebutuhan untuk memulihkan ekonomi pasca-pandemi, mengatasi inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas, serta memenuhi kewajiban utang publik yang meningkat (Apriska. Irwan. Suprapti, & Jaka , 2. Selain itu, pengeluaran juga diarahkan pada reformasi struktural untuk memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, serta mendukung program kesejahteraan sosial guna melindungi masyarakat yang rentan (Moorcy. Alwi, & Yusuf, 2. Komitmen terhadap stabilitas politik, keamanan, dan upaya mitigasi perubahan iklim turut mempengaruhi alokasi anggaran, dengan tujuan menjaga stabilitas ekonomi dan sosial serta mempersiapkan landasan bagi pertumbuhan jangka panjang (Humairah. Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, 2. Salah satu faktor yang patut diperhatikan dalam konteks ekonomi Indonesia adalah tingkat inflasi yang telah mengalami fluktuasi selama beberapa dekade terakhir. Inflasi, yang mencerminkan kenaikan umum dalam harga barang dan jasa, dapat memberikan tekanan terhadap daya beli Berdasarkan data Bank Indonesia . didapat 2,61 %, dan pada tahun 2010 didapat 69 %. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus berupaya menjaga inflasi pada tingkat yang dapat diterima agar stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. Dalam usaha ini, kebijakan moneter yang melibatkan tingkat suku bunga menjadi alat yang sangat penting. Tingkat suku bunga adalah biaya pinjaman uang atau imbal hasil investasi. Salah satu bank yang menggunakan kebijakan moneter yakni Bank Indonesia, termasuk pengaturan suku bunga, untuk mengendalikan inflasi dan mencapai stabilitas ekonomi. Tingkat suku bunga yang rendah dapat berpengaruh kepada investasi dan konsumsi, sementara itu tingkat suku bunga yang tinggi dapat digunakan untuk memonitor atau pengendalian pada inflasi. Didapat dari data Bank Indonesia . tingkat suku bunga Indonesia terjadi fluktuasi, dimana pada tahun 2010 adalah 6,00%, dan pada 2023 adalah sama yakni 6,00%. Inflasi mengacu pada kenaikan harga di suatau Negara secara merata dalam waktu singkat secara menerus baik itu beruapa barang maupun jasa. Pemerintah Indonesia biasanya mengawasi inflasi untuk menentukan stabilitas harga dan keseimbangan pertumbuhan ekonomi (Astuti & Prasetyanto, 2. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatau perkembangan aktivitas dalam dunia ekonomi, yang mana adanya produksi barang maupun jasa di tengah masyarakat, yang berdampak pada kemakmuran masyarakat (Salim. Fadilla, & Purnamasari, 2. Suatu negara yang maju atau berkembang dapat dilihat dari kondisi perekonomiannya (Helmiyanti & Khoirudin, 2. Permasalahan pertumbuhan ekonomi menjadi hal yang serius jika tidak dilakukan hal-hal untuk meningkatkannya serta menjadi landasan yang penting untuk berjalannya kehidupan ekonomi (Sanjani, 2. Pertumbuhan penduduk adalah faktor lain yang penting dalam ekonomi Indonesia. Dengan populasi yang terus tumbuh, pemerintah harus menghadapi tantangan besar dalam memberikan layanan dasar seperti pendidikan, perawatan kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Jumlah penduduk yang tinggi dapat memberikan dorongan bagi konsumsi domestik, tetapi juga memerlukan investasi lebih besar dalam infrastruktur dan pembangunan sosial. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan yang diperlukan jika meningkatnya jumlah penduduk, secara otomatis akan memicu perekonomian berputar (Rusyda. Effendi, & Lestari, 2. Dikutip dari BPS . bahwa jumlah penduduk Indonesia Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 185 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Rahmayanti. Dariah. Edward terjadi peningkatan dimana data penduduk Indonesia pada 2010 sebanyak 238. 800 jiwa dan pada tahun 2023 sebanyak 278. 190 jiwa. Selain itu, nilai tukar mata uang juga memiliki dampak signifikan pada ekonomi Indonesia, terutama karena negara ini adalah salah satu eksportir terbesar di dunia. Nilai tukar uang digunakan dalam pembayaran atau transaksi yang berlaku saat ini dan mendatang (Purba & Magdalena, 2. Fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi daya saing produk ekspor Indonesia dan perdagangan luar Pemerintah harus beradaptasi dengan perubahan dalam nilai tukar untuk memastikan stabilitas ekonomi (Alfira. Fasa, & Suharto, 2. Nilai tukar mengukur berapa banyak mata uang yang dapat ditukarkan dengan mata uang dari negara lain. Nilai tukar dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perdagangan internasional, ketidakstabilan ekonomi, dan kebijakan moneter. Dikutip dari BPS . bahwa nilai tukar Rupiah terjadi peningkatan dimana data nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika pada 2010 sebanyak Rp. 946 dan pada tahun 2023 adalah Rp. 338,92. Utang negara mencakup utang yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai pengeluaran yang melebihi pendapatan. Pengelolaan Utang negara menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan keuangan negara. Dalam suatu pembangunan perekonomian pemerintah memerlukan adanya APBN yang besar dibanding penerimaan hal ini dilakukan dapat melalui hutang (Humairah, 2. Tetapi, hal lain menjadi perhatian adalah pembayaran bunga hutang negara yang menjadi pengaruh dalam pengeluaran pemerintah (Elisabeth & Sugiyanto, 2. Dikutip dari Bank Indonesia . bahwa Utang negara Indonesia terjadi peningkatan signifikan dimana pada 2010 sebanyak Rp. 413 Triliun dan pada tahun 2023 adalah Rp. 107 Triliun. Peningkatan pendapatan per kapita dapat mencerminkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Muzakky. Suhadak, & Topowijono, 2. Tingkat pendapatan dalam hitungan per kapita yang tinggi dapat mengindikasikan tingkat kemakmuran yang lebih baik bagi masyarakat, dengan kata lain pendapatan per kapita merupakan rata- rata pendapatan masyarakat (Azizah. Sudarti, & Kusuma, 2. Namun, distribusi pendapatan juga penting, karena kesenjangan yang tinggi dapat menjadi sumber ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Dikutip dari BPS . bahwa Pendapatan per kapita terjadi peningkatan signifikan dimana pada 2010 sebanyak Rp. 437 Juta dan pada tahun 2023 adalah Rp. 899 Juta. Penelitian sebelumnya Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang beragam. Dalam jangka panjang, berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya variabel seperti nilai tukar dan jumlah penduduk yang tidak adanya pengaruh pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang akan diujikan kembali, apakah variabel tersebut secara signifikan dapat berpengaruh. H1 : Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia H2 : Tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia H3 : Jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia H4 : Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia H5 : Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia H6 : Utang negara berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia H7 : Pendapatan Perkapita berpengaruh signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Indonesia. METODE Metode penelitian yakni kuantitatif merupakan untuk membuat analisis dari suatu gambar, grafik secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dan hasilnya (Sekaran & Roger, 2. Alat statistik yang digunakan Populasi dalam penelitian ini adalah data terkait dengan Inflasi. Tingkat Suku Bunga. Jumlah Penduduk. Nilai Tukar. Pertumbuhan Ekonomi. Utang Negara. Pendapatan Per Kapita, dari tahun 2017 ke tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini, penulis mengunakan data pemerintah Negara Republik Indonesia dari tahun 2010-2023. Sumber data utama yang menyediakan data ekonomi, termasuk data mengenai inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. BPS merilis data ini secara reguler dalam laporan statistik dan publikasi resmi. Bank Indonesia adalah sumber data penting Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 186 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Rahmayanti. Dariah. Edward mengenai tingkat suku bunga di Indonesia. Data mengenai tingkat suku bunga, termasuk tingkat suku bunga acuan seperti BI Rate, dapat ditemukan dalam publikasi resmi BI PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan statistik yakni uji asumsi klasik Gambar 1 Uji Normalitas Pada hasil uji normalitas diketahui nilai Probability Jarque-Bera 0. 537 yang dimana nilai tersebut > 0. 05 maka bisa dikatan data berdistribusi secara normal (Lolos Normalita. (Sugiyono, 2. Selanjutnya dilakukan uji Multikolinearitas. Apabila adanya korelasi dari variabel independen yang kuat, hal ini dapat menyebabkan masalah estimasi koefisien regresi. Tabel 1 Uji Multikolinearitas Coefficient Uncentered Centered Variable Variance VIF VIF 31E 11 D(X. 34E 08 D(X. 66E 09 D(X. D(X. D(X. 40E 08 D(X. D(X. Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai VIF variable Independen < 10. 00 maka bisa disimpulkan bahwa Uji Multikolinieritas sudah terpenuhi (Ghozali, 2. Selanjutnya Uji Heteroskedastisitas. Uji ini bertujuan untuk melakukan uji apakah pada sebuah model regresi terjadi ketidaknyamanan varian dari residual dalam satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Tabel 2 Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Hal | 187 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Rahmayanti. Dariah. Edward Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 80E 10 06E 09 01E 08 02E 10 39E 08 76E 08 64E 08 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 62E 09 58E 19 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 12E 09 39E 09 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Probability Obs*R-Squared 0. 1376 yang dimana nilai tersebut > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa data tidak terjadi heteroskedastisitas. Adapun uji selanjutnya yakni Uji Autokorelasi. Uji ini dapat mendeteksi autokorelasi yang muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu yang berkaitan satu sama lainnya. Tabel 3 Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags F-statistic Obs*R-squared Prob. Prob. Chi-Square. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. RESID(-. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 188 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Rahmayanti. Dariah. Edward RESID(-. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 86E 10 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 81E-09 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Probability Obs*R-Squared sebesar 0. 0898 yang dimana nilai tersebut > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa data tidak terjadi autokorelasi. Selanjutnya adalah uji hipotesis yakni uji parsial. Tabel 4 Uji Hipotesis Dependent Variable: Y Method: Least Squares Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 37E 10 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Variable X1 yaitu inflasi memiliki nilai thitung 0. 961 < ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 3734 yang mana > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X1 yaitu inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran pemerintah. Variable X2 yaitu tingkat suku bunga memiliki nilai thitung 1. 731 < ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 1341 yang mana > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X2 yaitu tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 189 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Rahmayanti. Dariah. Edward Variable X3 yaitu jumlah penduduk memiliki nilai thitung 6. 078 > ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 0009 yang mana < 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X3 yaitu jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran pemerintah. Variable X4 yaitu nilai tukar memiliki nilai thitung 2. 917 > ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 0267 yang mana < 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X4 yaitu nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran pemerintah. Variable X5 yaitu pertumbuhan ekonomi memiliki nilai thitung -0. 858 < ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 4236 yang mana > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X5 yaitu pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran pemerintah. Variable X6 yaitu utang negara memiliki nilai thitung -1. 597 < ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 1613 yang mana > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X6 yaitu utang Negara tidak berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran pemerintah. Variable X7 yaitu pendapatan per kapita memiliki nilai thitung -1. 597 < ttabell 2,4469 dengan nilai Prob. (Signifikans. 1427 yang mana > 0. 05 maka bisa disimpulkan bahwa variable X7 yaitu pendapatan perkapita tidak berpengaruh signifikan terhadap variable Y yaitu pengeluaran KESIMPULAN Secara parsial hanya variabel . umlah pendudu. dan variable . ilai tukar uan. yang memiliki pengaruh terhadap pengeluaran pemerintah Indonesia. Sedangkan lima variabel lainnya yaitu . ertumbuhan ekonom. , . tang Negar. endapatan perkapit. tidak berpengaruh secara parsial terhadap pengeluaran pemerintah Indonesia. Saran dari penelitian ini ialah: Pemerintah bisa melakukan kerjasama dengan bank sentral untuk menyesuaikan X2 . ingkat suku bung. secara strategis, mengendalikan X1 . dan mempengaruhi X4 . ilai tuka. Suku bunga yang tepat dapat mengurangi tekanan inflasi dan menstabilkan variabel X4 . ilai Pemerintah bisa melakukan penyusunan dan melaksanakan anggaran yang seimbang dengan memprioritaskan pengeluaran untuk investasi produktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi utang negara dilihat pada pembahasan terutama untuk variabel X3 . umlah pendudu. dan X4 . ilai tukar uan. untuk pemerintah bias lebih memperhatikan lagi untuk 2 variabel ini untuk mencari solusi agar kedepannya tidak menjadi signifikan terhadap pengeluaran pemerintah. Untuk peneliti selanjutnya hasil dari penelitian dapat dijadikan referensi mauapun informasi penelitian berikutnya yang lebih mendalam lagi. Daftar Pustaka