w. id/dedikasi Jurnal DEDIKASI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA KONSEP ELASTISITAS DI KELAS XI MAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Nuraini Fatmi Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas FKIP. Universitas Malikussaleh Cot Teungku Nie. Reulet. Aceh Uatara, email: putrifarisa@ymail. Abstract: Based on the results of field observations to study physics, discovered the problem that when the learning process is still on going in other words the student center still conventional. The process of teaching and learning by teachers is an activity students store information in a passive mind and considered vacant, students only received verbal information from books and teachers. Though the learning of physics is based on the scientific principles of good processes, products and scientific attitude should be oriented guided inquiry. The research objective was to determine: . increase students' critical thinking skills using guided inquiry models, . the activity of teachers in the learning process by using a model of guided inquiry, . the activity of students in the learning process by using a model of guided inquiry, . The response of students to the learning model in teaching and learning classroom XI IPA1 MAN Darussalam academic year 2015/2016 amounted to 24 students. Data were obtained from the tests, observation and questionnaires, the research methods class act. The technique of data analysis using descriptive statistics with percentage formula. Based on the results of this study indicated that: . critical thinking skills test results obtained value . in the first cycle, . in the second cycle and . in the third cycle. the activity of the dominant teacher appears that aspects of planning and carrying out simple investigations and communicate the results of the investigation . 6%). the dominant activity of students appearing is formulate aspects of the problem and communicate the results of the investigation . 6%). The response of students feel that the inquiry learning model to increase critical thinking skills using guided inquiry learning model achieving the highest percentage of 94. Keywords : Critical Thingking, guided inquiry. Elastivity consep Abstrak: Berdasarkan hasil observasi dilapangan terhadap pembelajaran fisika, ditemukan permasalahan bahwa saat proses belajar mengajar berlangsung masih belum student center dengan kata lain masih Proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru tersebut merupakan aktifitas menyimpan informasi dalam pikiran siswa yang pasif dan dianggap kosong, siswa hanya menerima informasi verbal dari buku dan guru. Padahal pembelajaran fisika didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah baik proses, produk mau pun sikap ilmiah yang harus berorientasi pada inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian adalah mengetahui : . Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, . Aktifitas guru dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, . Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, . Respon siswa terhadap model pembelajaran dalam proses belajar mengajar kelas XIIPA 1 MAN Darussalam tahun ajaran 2015/2016 berjumlah 24 siswa. Data penelitian diperoleh dari tes, observasi dan angket, yakni menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriptif dengan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa: . hasil tes keterampilan berpikir kritis diperoleh nilai . pada siklus I, . pada siklus II dan . pada siklus i. aktifitas guru yang dominan muncul yaitu aspek merencanakan dan melaksanakan penyelidikan sederhana dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan . ,6%). Aktifitas siswa yang dominan muncul adalah aspek merumuskan masalah dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan . ,6%). Tanggapan siswa merasa terbantu dengan adanya model pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing mencapai persentase tertinggi 94,21%. Kata kunci : Keterampilan Berpikir Kritis. Model Inkuiri Terbimbing. Konsep Elastisitas. Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Pembelajaran fisika merupakan kegiatan untuk memikirkannya serta menimbulkan rasa pembelajaran yang dirancang untuk memberikan keingintahuan dan berusaha untuk menemukan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental juga menjelaskan sehingga akan menghasilkan dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, suatu pemahaman konsep dan teori baru. Untuk peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber mencapai tujuan pembelajaran fisika diperlukan belajar lainnya dalam mencapai kompetensi dasar. model pembelajaran yang dapat mengembangkan Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud keterampilan berpikir anak, maka salah satunya melalui penggunaan pendekatan pembelajaran adalah keterampilan berpikir kritis yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Keterampilan bepikir kritis merupakan suatu Pembelajaran fisika yang dikehendaki adalah pembelajaran yang didasarkan pada prinsip-prinsip mengevaluasi informasi. Halpen mengemukakan ilmiah baik proses, produk maupun sikap ilmiah bahwa: Berpikir kritis adalah memberdayakan (Depdiknas,2. fisika tidak saja memahami kumpulan fakta-fakta, tetapi juga mengajarkan (Arif Achmad, cara berfikir dan bekerja ilmiah agar dapat Selanjutnya, menurut Anggelo: Berpikir kritis memecahkan suatu masalah yang dihadapi. adalah mengaplikasikan rasional yang meliputi Menurut BSNP pembelajaran fisika seharusnya kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenal dilakukan melalui interaksi antara peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar Dengan demikian, untuk menjadi lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi siswa yang berkompetensi itu harus mampu Dengan demikian, ilmu fisika akan lebih berpikir kritis karena keterampilan berpikir kritis mudah di pahami jika dalam proses belajar berguna dalam mengembangkan kreatifitas anak mengajar guru menggunakan model pembelajaran didik dalam memahami materi elastisitas, yang inkuiri terbimbing. merupakan mata pelajaran di sekolah menengah Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan suatu model pembelajaran yang Materi elastisitas merupakan salah satu materi diterapkan sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang di mulai dengan menekankan siswa pada SMA/MAN, karena sifat elastisitas suatu bahan proses berfikir secara kritis dan analitis untuk sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, mencari serta menemukan sendiri jawaban dari terutama yang berkaitan dengan kelenturan. suatu masalah yang dipertanyakan. Dengan Adapun pengertian dari elastisitas adalah sifat demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing kelenturan yang dimiliki oleh suatu bahan jika menuntut guru untuk sengaja memilih peristiwa ditarik atau ditekan akan berubah bentuk dan akan yang menimbulkan keheranan dan membuat siswa kembali kebentuk semula jika gaya berhenti Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Dengan demikian, dalam proses belajar yang sesuai dengan kompetensi dasar dan standar isi maka seorang guru memegang peranan yang pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam sangat penting dalam proses belajar mengajar dan memahami materi yang diajarkan guru. Maka pengelolaan kelas. Kualitas guru yang demikian model pembelajaran inkuiri terbimbing sesuai jika hanya akan diperoleh jika guru tersebut disiapkan digunakan untuk mengajarkan materi elastisitas. secara matang dan terlatih, oleh karena itu guru Berdasarkan hasil observasi awal yang telah penulis lakukan ke MAN Darussalam pada tanggal merupakan penyambung untuk mewariskan ilmu dari satu generasi ke generasi berikutnya. 23 April 2016, penulis mendapatkan informasi dari Berdasarkan bukti empiris dan teoritis di atas, guru bidang studi Fisika bahwa di MAN maka penggunaan model pembelajaran inkuiri Darussalam, terbimbing dapat menjadi daya tarik siswa untuk berpikir kritis dengan menggunakan model meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pembelajaran inkuiri terbimbing belum pernah terhadap pelajaran fisika khususnya materi Adapun hasil wawancara lanjutan yang Dengan demikian penulis sangat tertarik penulis lakukan di MAN Darussalam dengan guru untuk meneliti dan mengkaji permasalahan ini bidang studi Fisika pada tanggal 27 April 2016, menunjukkan bahwa saat proses belajar mengajar AuPeningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa berlangsung siswa terlalu berpedoman ke materi Dengan yang diajarkan oleh guru sehingga hasil ulangan Inkuiri Terbimbing Pada Konsep Elastisitas Di siswa pada materi elastisitas di semester ganjil Kelas XI MAN Darussalam Kabupaten Aceh 2014/2015 BesarAy. Menggunakan Model Pembelajaran memuaskan, yaitu dengan nilai rata-rata 50 sedangkan KKM bernilai 70. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang selama ini terjadi masih belum student center dengan kata lain masih Pembelajaran belajar mengajar yang dilakukan oleh guru tersebut merupakan aktifitas menyimpan informasi dalam pikiran siswa yang pasif dan dianggap kosong, siswa hanya menerima informasi verbal dari buku dan guru. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berorientasi pada inkuiri diperlukan guru Fisika yang berprofesional dan memahami hakikat sains serta mengetahui cara belajar sains yang benar, karena untuk mencapai tujuan pembelajaran Fisika KAJIAN PUSTAKA Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan suatu model pembelajaran yang diterapkan sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang di mulai dengan menekankan siswa pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari serta menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing menuntut guru untuk sengaja memilih peristiwa yang menimbulkan keheranan dan membuat siswa untuk memikirkannya serta menimbulkan rasa keingintahuan dan berusaha untuk menemukan juga menjelaskan sehingga akan menghasilkan Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi suatu pemahaman konsep dan teori baru. Untuk penelitiannya, namun secara garis besar terdapat mencapai tujuan pembelajaran fisika diperlukan empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu . model pembelajaran yang dapat mengembangkan perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, . keterampilan berpikir anak, maka salah satunya refleksi ( Suharsimi, 2. adalah keterampilan berpikir kritis Gambaran dari tahap-tahap penelitian digambar Keterampilan bepikir kritis merupakan suatu dalam siklus sebagai berikut: mengevaluasi informasi. Halpen mengemukakan bahwa: Berpikir kritis adalah memberdayakan (Arif Achmad. Refleksi Selanjutnya, menurut Anggelo: Berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenal Refleksi Dengan demikian, untuk menjadi siswa yang berkompetensi itu harus mampu berpikir kritis karena keterampilan berpikir kritis Refleksi berguna dalam mengembangkan kreatifitas anak didik dalam memahami materi elastisitas, yang merupakan mata pelajaran di sekolah menengah Perencan SIKLUS Pengamat Perencan SIKLUS Pelaksanaan Pengamat Perencan SIKLUS i Pengamat Pelaksanaan Lapor Pelaksana Pelaksana Pelaksana Gambar 1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di sekolah Madrasah Aliyah Negeri Darussalam letaknya dijalan Tgk. Glee Iniem Tungkop Maka instrument penelitian yang digunakan adalah berupa: Tes Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Tes adalah sejumlah soal yang dibuat sesuai pada tanggal 24-30 September 2016. Adapun yang dengan kurikulum dan buku paket yang dijadikan menjadi sampel pada penelitian ini adalah seluruh sebagai data tertulis. Soal tes yang diuji yaitu siswa kelas II IPA MAN Darussalam Tahun sejumlah soal yang dibuat sesuai dengan RPP dan Ajaran 2015/2016 yang mempunyai kemampuan buku paket yang dijadikan sebagai data tertulis. yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan Soal-soal pilihan ganda yang berkaitan dengan materi elastisitas dibuat dengan menggunakan penelitian yang valid maka sebelum melaksanakan indikator berpikir kritis dan sebelum soal diberikan penelitian terlebih dahulu dibuat rancangan kepada siswa terlebih dahulu soal divalidasi oleh PTK. Untuk Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi tim penelaah, dimana peneliti mengambil penelaah HASIL DAN PEMBAHASAN guru bidang studi fisika di MAN Darussalam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah setelah divalidasi selanjutnya peneliti memilih soal dilaksanakan di MAN Darussalam pada tanggal 24 yang relavan untuk diberikan kepada siswa XI - 30 September 2016. Analisis hasil penelitian ini IPA1 MAN Darussalam. dilakukan dengan statistik persentase Pedoman observasi Pedoman observasi berupa lembaran pengamatan aktivitas siswa dan aktivitas guru, lembaran pengamatan ini digunakan untuk mengamati kemampuan guru dan siswa dalam melaksanakan setiap tahap pembelajaran. Angket pengamatan kegiatan belajar mengajar berupa keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis terbimbing pada pokok bahasan elastisitas. Hasil penelitian diperoleh dalam tiga siklus Angket digunakan untuk mengetahui pembelajaran yang dilakukan pada proses belajar respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran mengajar di kelas dengan rincian waktu 6 jam dalam bentuk pertanyaan tertulis dan jawaban yang Pertemuan 1 dan 2 alokasi waktu 3 x 45 diberikan juga dalam bentuk tertulis yaitu: dalam menit, pertemuan 3 alokasi waktu 3 x 45 menit. bentuk isian, simbol atau tanda. Pada penelitian ini, diamati oleh dua orang Teknik pengumpulan data dapat dilakukan pengamat yaitu Ibu Zakiati S. Ag guru bidang studi dengan mengumpulkan data pada setiap siklus fisika dan Dra. Nuraini guru di MAN Darussalam yang memuat data hasil peningkatan keterampilan yang membantu penulis dalam kritis siswa, data observasi dan data hasil respon aktivitas guru dan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung, sedangkan yang bertindak Tahap pengolahan data merupakan tahap sebagai guru pada saat penelitian adalah penulis yang paling penting dalam suatu penelitian, karena Tahap-tahap tersebut diuraikan sebagai pada tahap ini hasil penelitian dapat dirumuskan setelah data terkumpul. Analisis ini berguna untuk mengetahui perkembangan siswa, data yang dianalisis yaitu: tes menggunakan rumus Perencanaan Perencanaan merupakan tindakan yang yeN P = y yayaya % ycA Dan lembar observasi juga di analisis dengan melakukan penelitian, yaitu perangkat instrumen menggunakan rumus yang telah disetujui oleh pembimbing berupa yeN ycA Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) untuk P = y yayaya %. siklus I. II dan i, lembar kerja siswa (LKS), lembar observasi guru dan siswa untuk setiap Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi pertemuan, lembar respon siswa dan soal tes inti, penulis kembali menjelaskan materi yang akan peningkatan berpikir kritis siswa saat proses belajar dibahas pada jam tersebut dalam keadaan siswa Peneliti juga melakukan pendekatan tetap dalam kelompoknya, pada pertemuan kedua ini guru langsung melakukan pembelajaran yang pertanyaan sehingga keaktifan siswa dalam belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing, namun karena jam pelajaran fisika hampir habis, maka peneliti menyelesaikan Pelaksanaan Pelaksanaan . dilakukan setelah perencanaan dipersiapkan, siklus I berlangsung pada hari sabtu tanggal 24 September 2016. Pada kegiatan awal, yang dilakukan adalah guru memulai pelajaran dengan salam, menyampaikan materi yang akan dibahas dan tujuan yang akan dicapai serta melakukan apersepsi sesuai dengan penelitian hingga langkah kelima dari langkahlangkah pembelajaran inkuiri terbimbing, yang akan dilanjutkan pada tanggal 30 September 2016 dengan membagikan soal tes tahap II. Pada siklus II belum semua siswa mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis,oleh karena itu peneliti harus melakukan siklus i untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus II. RPP, kegiatan ini berlangsung 5 menit. Selanjutnya pada kegiatan inti siswa dibagi dalam 4 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 atau 6 orang. Setelah siswa dibentuk dalam kelompok kecil seperti yang telah diatur sebelumnya, kemudian guru menjelaskan secara umum tentang materi elastisitas yang disesuaikan dengan langkahlangkah pembelajaran inkuiri terbimbing, diakhir pelajaran peneliti mengevaluasi siswa dengan membagikan soal tes keterampilan berpikir kritis tahap I, pada siklus I belum semua siswa mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis, oleh karena itu peneliti harus melakukan Siklus i dilakukan pada tanggal 30 September 2016, dalam siklus ini kegiatan awal, inti dan akhir yang peneliti lakukan sama dengan siklus I dan II. Pada kegiatan akhir siklus ini peneliti juga membagikan soal tes tahap i pembelajaran inkuiri terbimbing. Kegiatan akhir kesimpulan tentang materi elastisitas yang telah dipelajari dan akhir pembelajaran guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. Pada siklus i ini dapat dilihat dari hasil tes tahap I. II dan i pada Tabel 4. siklus II untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I. Siklus II dilakukan pada tanggal 24 Observasi Lembar pengamatan yang telah diisi oleh September 2016 pada tanggal yang sama dengan siklus 1, langkah awal yang penulis lakukan berlangsung, penulis memperoleh data tentang mengingat kembali tentang materi sebelumnya dan aktivitas guru dan siswa. Aktivitas kegiatan melakukan apersepsi sesuai dengan RPP, kegiatan penelitian peningkatan keterampilan berpikir kritis ini berlangsung 5 menit. Selanjutnya pada kegiatan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi terbimbing pada materi elastisitas siklus I dan II Tabel 3. Hasil Peningkatan Aktivitas Guru dilakukan pada tanggal 24 September 2016 dan Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Merencanakan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Mengumpulkan Data Menganalisis Data Mengkomunika Hasil Penyelidikan siklus i dilakukan pada tanggal 30 September Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru pengamatan ini dilakukan oleh dua orang pengamat selama tiga kali pertemuan, pada setiap pertemuan dilengkapi dengan satu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) perangkat dalam proses belajar mengajar yaitu: RPP-I. RPP-II dan RPP-i, hal ini merupakan Siklus Meni i Meni 1,00 3,50 0,50 4,00 0,50 3,50 0,50 4,00 1,00 3,00 0,50 3,50 0,50 3,00 1,00 4,00 0,50 3,50 0,50 4,00 unsur yang paling penting dalam menentukan efektivitas pembelajaran. Adapun secara ringkas Berdasarkan Tabel 3 di atas diperoleh data aktifitas guru dan siswa selama PBM peningkatan dari siklus I ke siklus II, perolehan berlangsung dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2. nilai tertinggi terdapat pada aspek merumuskan masalah dan mengumpulkan data sebesar 1,00 dan Tabel 1. Hasil Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Masalah Siklus I Ratarata 3,00 2,00 2,50 4,00 2,00 3,00 Merencanakan dan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Mengumpulkan Data 2,00 2,00 2,00 Menganalisis Data 2,00 3,00 2,50 Mengkomunikasikan Hasil Penyelidikan 4,00 2,00 3,00 peningkatan dari siklus II ke siklus i, perolehan nilai tertinggi terdapat pada aspek menganalisis data sebesar 1,00. Tabel 4. Hasil Pengolahan Data Akhir Aktivitas Guru Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Merencanakan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Tabel 2. Hasil Pengamatan Aktivitas Guru Siklus i Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Masalah Merencanakan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Mengumpulkan Data Menganalisis Data Mengkomunikasikan Hasil Penyelidikan Volume 1. No. Juli 2017 Siklus i 4, 4. Ratarata 4,00 4,00 3,50 4,00 4,00 Mengumpulkan Data Menganalisis Data Mengkomunikasi kan Hasil Penyelidikan i Rat 4,00 3,33 4,00 3,50 3,50 2,83 4,00 3,16 4,00 3,50 Siklus 2,50 3,00 2,00 2,50 3,00 Perse (%) Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa persentase rata-rata aktifitas guru dari siklus-I, siklus-II dan siklus-i. Nilai persentase Jurnal DEDIKASI id/dedikasi tertinggi 14,6 % terdapat pada kegiatan guru Berdasarkan Tabel 6 di atas diperoleh merencanakan dan melaksanakan penyelidikan peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II, perolehan nilai tertinggi terdapat pada aspek Selanjutnya, diikuti oleh kegiatan mengumpulkan data sebesar 1,00 dan dari siklus II ke siklus i, perolehan nilai rata 0,50 terdapat pada memperoleh nilai sebesar 13,9 %. Diikuti oleh kegiatan lainnya yang bernilai sebesar 13,2 % yaitu semua aspek inkuiri terbimbing. dalam kegiatan menganalisis data, kemudian Tabel 7. Hasil Pengolahan Data Akhir Aktivitas Siswa memperoleh persentase terendah yaitu 11,8 %. Maka jelaslah bahwa guru merupakan sebagai pemicu bagi siswa untuk lebih aktif mencari Tabel 5. Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Masalah Merencanakan dan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Mengumpulkan Data Menganalisis Data Mengkomunikasikan Hasil Penyelidikan i Rat 3,00 3,50 4,00 3,50 2,50 3,00 3,50 3,00 2,00 3,00 3,50 2,83 3,00 3,00 3,50 3,16 3,00 3,50 4,00 3,50 Siklus Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Merencanakan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Mengumpulkan Data Menganalisis Data Mengkomunika Hasil Penyelidikan Perse (%) Siklus I 3,00 3,00 Ratarata 3,00 2,00 3,00 2,50 2,00 4,00 2,00 2,00 2,00 3,00 bahwa persentase rata-rata aktifitas siswa dari 4,00 2,00 3,00 siklus-I, siklus-II dan siklus-i. Nilai persentase Berdasarkan Tabel 7 di atas dapat dilihat tertinggi 14,6 % terdapat pada kegiatan siswa Tabel 6. Hasil Peningkatan Aktivitas Siswa Aspek Inkuiri Terbimbing Merumuskan Merencanakan Melaksanakan Penyelidikan Sederhana Mengumpulkan Data Menganalisis Data Mengkomunikas Hasil Penyelidikan Siklus Menin 0,50 0,50 1,00 0,00 0,50 merumuskan masalah dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan. Selanjutnya, diikuti oleh Menin i 0,50 4,00 kegiatan lainnya yaitu siswa menganalisis data memperoleh nilai sebesar 13,2 %. Diikuti oleh kegiatan lainnya yang bernilai sebesar 12,5 % yaitu merencanakan dan melaksanakan penyelidikan 0,50 3,50 mengumpulkan data yang memperoleh persentase 0,50 3,50 0,50 3,50 0,50 4,00 terendah yaitu 11,8 %. Maka jelaslah bahwa guru merupakan sebagai pemicu bagi siswa untuk lebih aktif mencari informasi. Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Refleksi KESIMPULAN DAN SARAN Refleksi mengingat kembali pembelajaran pada tiap-tiap Kesimpulan Berdasarkan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa menyempurnakan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian aktivitas guru dapat dilihat pada Tabel 1, terbimbing diperoleh kesimpulan yaitu: 2, 3 dan aktivitas siswa pada Tabel 4, 5, 6, 7. Keterampilan berpikir kritis siswa dengan respon siswa pada lampiran dan hasil tes siklus I. II dan i. Maka untuk memperoleh peningkatan mengalami peningkatan melalui perolehan rata- keterampilan berpikir kritis siswa tidaklah mudah rata 56,45 di siklus I mengalami peningkatan di dapat begitu saja, tetapi memerlukan perbaikan- 8,33 kemudian 63,96 di siklus II mengalami perbaikan secara bertahap. Perbaikan dilakukan peningkatan 10,63 dan disiklus i diperoleh oleh peneliti pada tiap-tiap siklus. Pada siklus I rata-rata 72,70. keberhasilan yang diperoleh belum mengalami Aktifitas guru dalam proses belajar mengajar peningkatan berpikir kritis, karena pada siklus ini yang dominan muncul adalah pada aspek siswa masih bingung pada model pembelajaran melaksanakan penyelidikan sederhana dan inkuiri terbimbing, dilihat dari keterampilan siswa dalam mengerjakan soal tes tahap I, sehingga sebesar14,6 %. penelitian dilanjutkan lagi pada siklus ke dua. Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar Pada siklus II keberhasilan yang diperoleh yang dominan muncul adalah pada aspek dari data aktivitas guru dan siswa, respon, serta merumuskan masalah dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan sebesar 14,6 %. Respon siswa setelah diterapkannya model sebahagian siswa, namun dalam hal ini perlu inkuiri terbimbing menunjukkan respon yang positif dan hendaknya model ini dapat pembelajaran masih belum sampai pada tahap diterapkan pada pembelajaran untuk konsep yang diharapkan. i Pada siklus i keberhasilan yang diperoleh dari data aktivitas guru dan siswa, respon, serta peningkatan yang sangat baik dibandingkan dengan siklus I dan II, dengan demikian penelitian ini dicukupkan pada siklus i saja karena nilai siswa sudah mengalami peningkatan dalam keterampilan berpikir kritis. DAFTAR PUSTAKA