Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 625-645 Available at: https://journal. id/index. php/jmdb EISSN: 2797-9555 Analisis social return on investment program CSV berbasis ekonomi sirkular untuk pemberdayaan UMKM Catur Prasetya Wibowo*. Dian Ekowati Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Airlangga. Indonesia *) Korespondensi . -mail: ctr. prasetya@gmail. Abstract Creating Shared Value (CSV) offers a transformative approach to aligning business performance with societal progress. This study examines a CSV initiative by Universitas Airlangga that integrates circular economy principles to empower Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in maggot and oyster mushroom cultivation in Surabaya. Indonesia. Conducted from February to May 2025, the program combined waste-to-resource innovation with community capacity building, directly targeting Sustainable Development Goals (SDG. on poverty reduction, responsible production, and partnerships. Employing a mixed-method case study and the Social Return on Investment (SROI) framework, data were obtained through interviews, field observations, and financial analysis. The program achieved an exceptional SROI ratio of 32. 02:1, indicating over thirty-two times the investmentAos value returned as social benefits. Key outcomes include income growth, improved waste management, skill enhancement, and stronger community cohesion. This research advances the empirical understanding of CSVAecircular economy integration and underscores the pivotal role of higher education institutions in catalyzing local-level social innovation. Keywords: Social Return on Investment. Creating Shared Value. Circular Economy. MSMEs. Sustainable Development Goals (SDG. Abstrak Creating Shared Value (CSV) menawarkan pendekatan transformatif yang menyelaraskan kinerja bisnis dengan kemajuan sosial. Penelitian ini mengkaji sebuah inisiatif CSV oleh Universitas Airlangga yang mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular untuk memberdayakan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) pada budidaya maggot dan jamur tiram di Surabaya. Indonesia. Dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2025, program ini memadukan inovasi pengelolaan limbah menjadi sumber daya dengan penguatan kapasitas masyarakat, secara langsung menargetkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. terkait pengentasan kemiskinan, produksi berkelanjutan, dan Dengan menggunakan pendekatan studi kasus metode campuran dan kerangka Social Return on Investment (SROI), data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis keuangan. Program ini menghasilkan rasio SROI sebesar 32,02:1, yang menunjukkan bahwa setiap satuan investasi memberikan manfaat sosial lebih dari tiga puluh dua kali lipat. Capaian utama meliputi peningkatan pendapatan, perbaikan pengelolaan limbah, peningkatan keterampilan, dan penguatan kohesi komunitas. Penelitian ini memperkaya pemahaman empiris tentang integrasi CSVAeekonomi sirkular serta menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong inovasi sosial di tingkat lokal. Kata kunci: Social Return on Investment. Creating Shared Value. Circular Economy. UMKM. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. How to cite: Wibowo. , & Ekowati. Analisis social return on investment program CSV berbasis ekonomi sirkular untuk pemberdayaan UMKM. Journal of Management and Digital Business, 5. , 625Ae645. https://doi. org/10. 53088/jmdb. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 626 Pendahuluan Dalam beberapa dekade terakhir, dunia mengalami transformasi yang cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Fenomena ini dikenal dengan istilah VUCA. Volatility . Uncertainty . Complexity . , dan Ambiguity . , yang menjadi ciri utama lingkungan bisnis dan sosial dewasa ini (Afkarina et al. , 2. Di tengah situasi ini, perubahan bukan lagi suatu pilihan, melainkan keniscayaan. Organisasi, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dituntut untuk beradaptasi secara cepat agar tetap relevan, berdaya saing, dan berkelanjutan (Robbins et al. , 2. UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia memiliki peran vital dalam penciptaan lapangan kerja, distribusi pendapatan, serta penguatan ekonomi Namun demikian, banyak pelaku UMKM . udidaya maggot dan jamur tira. , khususnya di wilayah Kelurahan Sambi Kerep. Kota Surabaya, masih menghadapi berbagai tantangan mendasar. Beberapa di antaranya adalah rendahnya literasi keuangan, termasuk pencatatan pembukuan yang sederhana dan akuntabel serta keterbatasan dalam strategi pemasaran dan pengembangan jiwa kewirausahaan. Pemberdayaan UMKM menjadi langkah strategis dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDG. , yakni agenda pembangunan global yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. SDGs bertujuan mengatasi isu-isu mendesak seperti kemiskinan, ketimpangan, dan perubahan iklim melalui 17 tujuan yang saling terintegrasi. Beberapa tujuan yang paling relevan dengan pemberdayaan UMKM adalah: Tujuan 1 (Tanpa Kemiskina. Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. , serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Ikli. (Usman et , 2. Dalam konteks ini, keterlibatan sektor swasta juga menjadi penting. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah konsep Creating Shared Value (CSV), yang diperkenalkan oleh Porter & Kramer . CSV mendorong perusahaan untuk menciptakan nilai ekonomi yang selaras dengan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar. Pendekatan ini menekankan bahwa isu-isu sosial bukanlah beban eksternal, melainkan peluang strategis bagi inovasi dan pertumbuhan bisnis yang CSV dapat diimplementasikan melalui berbagai cara, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor, seperti antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dalam kerangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat menjadi wahana strategis untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Sejalan dengan semangat tersebut, mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menggagas program pemberdayaan ekonomi UMKM bertajuk AuCircular Economy. Empowering UMKMAy, yang juga mendukung target SDGs Kota Surabaya. Konsep circular economy menawarkan alternatif terhadap model ekonomi linear dengan menekankan efisiensi sumber daya melalui praktik reuse, repair, dan recycle. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 627 berkontribusi dalam memperpanjang umur produk dan meningkatkan efisiensi Dalam konteks pemberdayaan UMKM, penerapan prinsip circular economy tidak hanya berdampak pada efisiensi bisnis, tetapi juga mendorong inovasi, penguatan daya saing lokal, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, konsep CSV mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas lokal untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus sosial secara berkelanjutan. Namun demikian, efektivitas penerapan prinsip CSV dan circular economy dalam konteks pemberdayaan UMKM masih memerlukan evaluasi yang terukur, khususnya terkait sejauh mana program tersebut memberikan manfaat ekonomi relatif terhadap biaya investasi yang dikeluarkan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai Social Return on Investment (SROI) dari program CSV berbasis circular economy yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: AuSejauh mana program CSV berbasis circular economy memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang sebanding atau bahkan melampaui biaya investasi yang dikeluarkan?Ay Tinjauan Pustaka Social Return on Investment (SROI) SROI adalah kerangka kerja untuk mengukur dan memperhitungkan nilai yang lebih luas yang diciptakan oleh program, proyek, atau organisasi. Dikembangkan dari analisis biaya-manfaat tradisional dan metode akuntansi sosial. SROI memberikan nilai moneter pada hasil sosial, lingkungan, dan ekonomi, sehingga memungkinkan perhitungan rasio yang mencerminkan nilai yang dihasilkan per unit investasi (Nicholls et al. , 2. Gambar 1. Tahapan metode SROI (Sumber: Banke-Thomas et al. , 2. Menurut Banke-Thomas et al. langkah-langkah dalam melakukan analisis SROI adalah . Identifikasi dan Pemetaan Stakeholder, pada tahap ini di Identifikasi semua pihak yang terlibat atau dipengaruhi oleh program atau proyek yang akan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 628 . penentuan Indikator Dampak Sosial, pada tahap ini di pilih indikator dampak sosial yang relevan dan dapat diukur untuk setiap kelompok pemangku kepentingan . Pengumpulan Data, yaitu mengumpulkan data tentang biaya yang dikeluarkan dan data dampak sosial yang terkait dengan program atau Data ini dapat berupa data kualitatif dan kuantitatif. Monetisasi Dampak Sosial, mengkonversi data dampak sosial ke dalam nilai finansial dengan menggunakan metode monetisasi yang sesuai. Ini dapat melibatkan teknik seperti metode Willingness to Pay, penghitungan nilai-nilai sosial, atau penggunaan data pasar . Menghitung Biaya. Hitung semua biaya yang terkait dengan program atau proyek, termasuk biaya operasional, investasi awal, dan biaya overhead. menghitung SROI dan membuat laporan SROI dalam bentuk yang ringkas dapat dilihat pada Gambar 1. Tahap Analisis Social Return on Investment Analisis SROI Semuanya harus dilakukan dalam empat tahap: deadweight dan displacement, attribut, drop-off, dan kalkulasi dampak. Berikut ini tabel tahapan dari pada Evaluasi dampak. Tabel 1. Persentase Indikator SROI Indikator Deadweight Tanpa program/aktivitas dampak tidak akan ada Tanpa program/aktivitas sebagian kecil dampak tetap ada Tanpa program/aktivitas sebagian dampak tetap ada Tanpa program/aktivitas sebagian besar dampak tetap ada Tampa program/aktivitas dampak tetap ada Attribution Dampak ada karena program/aktivitas yang diteliti dan bukan karena program / pihak lain. Dampak ada karena adanya sedikit kontribusi dari program / pihak lain. Dampak ada karena kontribusi dari program / pihak lain. Dampak ada karena kontribusi yang signifikan dari program / pihak lain. Dampak ada hanya karena program atau pihak lain. Displacement Dampak yang ada tidak menggantikan dampak yang lain Dampak yang ada sedikit menggantikan dampak lain Dampak yang ada sebagian menggantikan dampak lain Dampak yang ada secara signifikan menggantikan dampak lain Dampak yang ada menggantikan dampak lain Droff-off Dampak akan dirasakan selama waktu yang ditentukan Dampak menurun 25% pertahun mulai dari tahun ke-2 Dampak menurun 50% pertahun mulai dari tahun ke-2 Dampak menurun 75% pertahun mulai dari tahun ke-2 Dampak tidak akan dirasakan ketika program/aktivitas selesai Persentase (%) Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 629 Keterangan dalam analisis SROI mencakup beberapa komponen penting. Deadweight merupakan ukuran yang melihat seberapa besar suatu dampak akan terjadi tanpa adanya bantuan program atau tindakan. Attribution memberikan informasi bahwa terdapat program lain yang memiliki kontribusi erhadap dampak tersebut. Kontribusi ini bisa saja berasal dari program pemberdayaan lainyang diterima oleh penerima manfaat. Displacement digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah program atau aktivitas yang sedang diteliti tergantikan oleh aktivitas lain yang Drop-off digunakan untuk melihat sejauh mana suatu dampak masih dirasakan oleh penerima manfaat pada jumlah yang sama pada saat diberikan program atau dampak berkurang setelah program pemberdayaan berlangsung selama 2 tahun. Persentase pada drop-off akan menunjukkan besar kecilnya persentase dari penurunan nilai dampak yang dirasakan oleh penerima manfaat setiap tahun. Metode Penelitian Perhitungan Social Return on Investment (SROI) digunakan untuk menghitung nilai relative benefit yang dibandingkan dengan biaya investasi dalam Program CSV dengan tema AuCircular Economy. Empowering UMKMAy. Perhitungan nilai manfaat dengan menggunakan SROI ini dilakukan oleh Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang didanai dari sponsorship dan partnership beberapa perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan penjabaran data bersifat deskriptive eksplorative (Noor, 2. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih narasumber untuk kelompok masyarakat yang telah menerima dana untuk Program CSV AuCircular Economy. Empowering UMKMAy. Metode ini digunakan untuk mempertimbangkan kebutuhan peneliti tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok masyarakat yang telah diberikan pendanaan Program CSV. Penarikan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 5 orang dengan kriteria sebagai pengurus kelompok UMKM dan tokoh masyarakat Kelurahan Sambikerep. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara, observasi lapangan, dan analisis keuangan. Data yang dikumpulkan dari lapangan kemudian dikelompokkan menggunakan metode tabulasi yang terstruktur, dan analisis dilakukan menggunakan analisis yang Menurut pedoman yang dikeluarkan oleh SROI Network UK . ikenal sebagai Social Value UK). Lebih lanjut, evaluasi SROI harus dilakukan dalam enam fase (Banke-Thomas et al. , 2. SROI, dibangun berdasarkan pada ilmu akuntansi sosial dan analisis biaya manfaat, merupakan suatu kerangka kerja berdasarkan prinsip akuntansi sosial yang berlaku Social Generally Accepted Accounting Principles (SGAAP). Hal Ini bertujuan untuk mempermudah mengelola dan memahami hasil perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan (Purwohedi, 2. SROI menggunakan pendekatan yang berorientasi pada stakeholders untuk menghitung manfaat keseluruhan dari suatu program berdasarkan tiga perspektif yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan (Astuti, 2. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 630 Peta dampak . mpact ma. dapat digunakan untuk menghitung nilai relative benefit terhadap biaya investasi dalam Program CSV AuCircular Economy. Empowering UMKMAy melalui pendekatan perhitungan SROI secara sistematis. Data dampak program dianalisis untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi setiap manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Selanjutnya, digunakan nilai proxy keuangan sebagai representasi kuantitatif dari manfaat sosial yang tidak selalu dapat diukur secara langsung melalui pasar. Dalam konteks ini, biaya pelatihan UMKM dipilih sebagai proxy untuk mewakili peningkatan kapasitas dan keterampilan penerima manfaat. Penggunaan biaya pelatihan sebagai proxy memiliki dasar validitas yang kuat, karena sejumlah studi menunjukkan bahwa akses terhadap pelatihan secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya saing, dan peluang ekonomi pelaku UMKM (McKenzie & Woodruff, 2014. Cho & Honorati, 2. Selain itu, menurut standar pengukuran dampak yang diterapkan dalam praktik SROI, validitas proxy dapat diterima apabila terdapat keterkaitan logis yang jelas antara nilai proxy dan perubahan sosial yang diharapkan (Nicholls et al. , 2. Oleh karena itu, penggunaan biaya pelatihan sebagai nilai proxy dalam perhitungan SROI ini didasarkan pada asumsi yang sahih dan telah diakui dalam praktik evaluasi dampak Nilai proxy tersebut dihitung hingga diperoleh net present value (NPV) dari dampak program. Tahap akhir adalah menghitung rasio SROI, yakni perbandingan antara total manfaat sosial terukur dengan total investasi yang telah dikeluarkan, sebagaimana dirumuskan oleh Millar & Hall . ycIycIycCya ycIycaycycnycu = ycAycEycO ycOycaycoycyce ycuyce yaycuycyycyc Hasil perhitungan nilai relative benefit terhadap biaya investasi yang digunakan pada Program CSV AuCircular Economy. Empowering UMKMAy dengan perhitungan SROI dapat menunjukkan apakah biaya investasi pada program pemberdayaan sosial layak untuk dipertahankan kegiatanya di masyarakat. Hasil perhitungan SROI juga mampu memberikan informasi bermanfaat untuk stakeholder yang tergabung dalam pelaksanaan program dan pengelola program atau proyek, yang dapat membantu menentukan apakah suatu investasi layak untuk mempertahankan keberlangsungan SROI juga dapat membantu dalam mengidentifikasi komponen program atau proyek yang memberikan dampak sosial terbesar. Ini dapat membantu dalam mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik ke area yang memiliki dampak sosial yang signifikan. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Penelitian Tahap I SROI Menurut Sari & Premananto . langkah pertama yang dilakukan dalam penghitungan SROI adalah mengidentifikasi siapa saja pemangku kepentingan, misalnya orang-orang yang berpartisipasi dalam sebuah program, komunitas di mana Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 631 sebuah program dijalankan, penyedia program, pemberi dana program, pembayar pajak, dan program-program lain yang terpengaruh oleh operasi program. Lebih lanjut, memetakan peran pemangku kepentingan sebagai apa dan dampak yang diperoleh dari Program CSV AuCircular Economy. Empowering UMKMAy. Tabel 2 merupakan stakeholders yang terkait dengan program ini: Tabel 2. Identifikasi Stakeholders Stakeholders (*) Alasan 1 Panitia pelaksana Merupakan penerima manfaat utama. Mahasiswa MM Unair sekaligus perancang dan pelaksana kegiatan kelas E2M 2 Prodi S2 MM Unair Merupakan penerima manfaat utama. sekaligus perancang dan pelaksana kegiatan CSV seluruh MM UNIAR 3 Peserta Kegiatan CSV Penerima manfaat utama. mitra belajar sekaligus pihak yang menerima 4 Warga sekitar Memperoleh dampak tidak langsung lewat kegiatan CSV 5 Sponsorship Memperoleh dampak yang tidak signifikan lewat kegiatan CSV . emakin dikenal 6 Baitul Maal Muamalat Memperoleh dampak yang signifikan dan (BMM) relevan, lewat kegiatan CSV . emakin dikenal dan mendapatkan benefit sebagai amil zaka. 7 Narasumber Memperoleh dampak yang yang signifikan dan relevan, meskipun pembicara terlibat dalam bagian kegiatan selama beberapa jam 8 Pemerintah Daerah Tidak Tidak memperoleh dampak yang signifikan (RW 06 Kel. dan relevan, hanya menggunakan sarpras Sambikere. beberapa jam saja untuk kegiatan 9 Bank sampah Tidak Tidak memperoleh dampak yang signifikan dan relevan. karena tidak berpengaruh kepada ada tidaknya kegiatan Note: (*) dilibatkan dalam perhitungan SROI Tahap II dan i SROI Setelah mengidentifikasi pemangku kepentingan atau stakeholders terkait program ini, tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan hasil program, yang dinyatakan dalam satuan mata uang, diukur dari satu atau lebih perspektif yang mungkin (Yates & Marra, 2. Setiap indikator kemudian dihitung dengan menggunakan nilai proxy yang disertai dengan pembenaran rasional atas penggunaan nilai proxy tersebut. Penetapan nilai proxy didasarkan pada pertimbangan berbagai faktor dan dapat berasal dari nilai rupiah yang didokumentasikan dengan baik, seperti kuitansi atau nota, berdasarkan pengamatan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, atau berdasarkan asumsi yang telah diatur secara logis, rasional, dan dapat Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 632 dipertanggungjawabkan oleh penulis (Hariadi, 2. Dampak program untuk setiap pemangku kepentingan serta pendekatan perhitungan dan pendekatan monetisasi yang ditunjukkan melalui pada Lampiran 1. Perhitungan dan monetisasi dampak pemangku kepentingan mempunyai makna bahwa program AuCircular Economy. Empowering UMKMAy ini memengaruhi setiap pemangku kepentingan yang dampaknya dapat diukur melalui pendekatan Tahapan i adalah perhitungan outcome SROI dengan intervensi dari atribusi deadweight, attribution, drop-off yang didapatkan dari Program Circular Economy tersaji pada Lampiran 2. Tahap IV SROI Pada tahap IV SROI yaitu menetapkan dampak program CSV. Tahap ini dilakukan dengan menghitung nilai Present Value of Impact, yang kemudian diproyeksikan sesuai dengan estimasi durasi dampak yang dirasakan oleh para stakeholders. Sementara itu, sumber daya yang digunakan atau diinvestasikan dalam pelaksanaan program dinyatakan dalam satuan mata uang sebagai value of input, yang merepresentasikan initial investment dari Program CSV AuCircular Economy. Empowering UMKMAy. Rincian nilai input ini dapat dilihat pada Lampiran 3. Tahap V dan VI SROI Tabel 3. Proyeksi Outcome dan Perhitungan NPV Tahun ke-0 Tahun ke-1 Tahun ke-2 Initial Investment Panitia pelaksana Mahasiswa MM Unair Prodi S2 MM Unair Peserta Kegiatan CSV Warga sekitar Sponsorship Baitul Maal Muamalat (BMM) Narasumber Total Discount Rate:10,48% PV (R. NPV (R. Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahap V dan VI SROI adalah perhitungan dan pelaporan SROI. Tahapan ini dimulai dengan menentukan Weighted Average Cost of Capital (WACC), yang digunakan sebagai faktor diskonto dalam perhitungan nilai Net Present Value (NPV) Program CSV AuCircular Economy. Empowering UMKMAy. Perhitungan WACC disajikan pada Lampiran 4. Setelah dilakukan perhitungan WACC, tahap akhir dari proses perhitungan SROI adalah membagi nilai Net Present Value (NPV) dengan value of Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 633 input, sehingga diperoleh nilai SROI akhir. Hasil perhitungan SROI berdasarkan Tabel 3 sebagai berikut SROI = ycAycEycO = 32. ycycaycoycyce ycuyce ycnycuycyycyc Pembahasan Nilai Relative Benefit terhadap Biaya Investasi Berdasarkan hasil perhitungan, nilai SROI Program AuCircular Economy. Empowering UMKMAy mencapai 32,02. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sosial setara Rp32,02. Nilai ini tergolong sangat tinggi dan menunjukkan efektivitas program dalam menciptakan dampak sosial yang signifikan, khususnya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi komunitas budidaya maggot dan jamur tiram di Kelurahan Sambi Kerep. Surabaya, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. Jika dibandingkan dengan hasil studi sebelumnya, nilai SROI ini jauh melampaui rata-rata. Millar & Hall . melaporkan SROI berkisar antara 2:1 hingga 8:1 pada berbagai program pemberdayaan komunitas di sektor sosial dan kesehatan. Demikian pula, studi oleh (Nicholls et al. terkait inisiatif kewirausahaan di negara berkembang menunjukkan nilai SROI umum berada di kisaran 3:1 hingga 10:1. Dengan demikian, capaian SROI sebesar 32,02:1 dalam penelitian ini tidak hanya mengindikasikan efektivitas program, tetapi juga menunjukkan potensi besar integrasi prinsip circular economy dan CSV dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Beberapa implikasi dan manfaat yang bisa disoroti adalah: Pentingnya pemberdayaan pelaku UMKM: Menekankan pentingnya memberikan akses dan kesempatan yang sama dalam pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM. Hal ini tidak hanya relevan secara etis tetapi juga strategis dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kontribusi terhadap SDGs: Penelitian ini menunjukkan bahwa program seperti AuCircular Economy. Empowering UMKMAy, khususnya komunitas budidaya maggot dan budidaya jamur tiram, memiliki potensi besar dalam mendukung beberapa target SDGs yaitu nomor 1 . engurangan kemiskina. dan nomor 13 (Penanganan Perubahan Ikli. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM adalah bagian penting dari agenda global untuk pembangunan berkelanjutan. Investasi yang menghasilkan dampak besar: SROI yang tinggi menekankan bahwa investasi dalam pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM tidak hanya bermanfaat bagi kelompok tersebut, tetapi juga bagi masyarakat secara Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip SDGs yang menekankan pentingnya investasi yang menghasilkan dampak sosial positif. Relevansi Temuan dengan Konsep CSR dan CSV Hasil ini konsisten dengan prinsip CSR yang menekankan keterkaitan erat antara keberadaan perusahaan atau institusi dengan masyarakat sekitarnya (Ramadhani et , 2020. Selcuk & Kiymaz, 2. Dalam kerangka CSV, kontribusi universitas terhadap penyelesaian masalah sosial dan lingkungan sejalan dengan pandangan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 634 Freeman et al. bahwa praktik bisnis yang berkelanjutan bertumpu pada penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Program ini mencerminkan citra positif institusi sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pemangku kepentingan melalui pencapaian manfaat ekonomi dan sosial (Niresh & Silva, 2. Tingginya rasio SROI menunjukkan keberhasilan mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan sehingga manfaat jangka panjang tercapai dan dampak negatif dapat diminimalkan. Lebih lanjut. Camilleri et al. Porter & Kramer . melengkapi perspektif tersebut dengan mengusulkan bahwa CSV merupakan bentuk CSR yang dirancang secara strategis untuk menghasilkan nilai bersama bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Keterlibatan aktif berbagai pihak . UMKM, pemerintah daerah, dan komunita. mencerminkan dua aspek kunci keterlibatan pemangku kepentingan: dimensi bisnis dan dimensi sosial (Uzoma, 2. Sinergi ini tidak hanya menciptakan hubungan saling menguntungkan, tetapi juga mengurangi potensi konflik dan menutup kelemahan masing-masing pihak (Khatulistiyawati et al. , 2. Dengan demikian, program CSV Universitas Airlangga membuktikan bahwa integrasi CSR, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan UMKM mampu menghasilkan dampak sosial-ekonomi yang signifikan, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan tinggi sebagai katalis inovasi sosial di tingkat lokal. Kesimpulan Berdasarkan perhitungan SROI, maka implementasi CSV pada pelaku UMKM budidaya maggot dan budidaya jamur tiram di Kelurahan Sambi Kerep Kota Surabaya dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam pencapaian SDGs. Misalnya. melalui upaya yang terfokus dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs nomor 1 (Tanpa Kemiskina. karena yang menjadi lokus kegiatan AuCircular Economy. Empowering UMKMAy adalah masyarakat dengan penghasilan di bawah rata-rata dan merupakan ibu rumah tangga. Harapannya, dengan kegiatan CSV ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan ekstrim. Lebih lanjut, berkontribusi pada pencapaian SDGs nomor 13 (Penanganan Perubahan Ikli. , berkenaan dengan terpilihnya lokus kegiatan sebagai pemenang Program Kampung Iklim (ProKli. Kategori Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. ProKlim bertujuan untuk meningkatkan aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat. Hal ini selaras dengan Program AuCircular Economy. Empowering UMKMAy yang menciptakan komunitas masyarakat peduli dan berbudaya lingkungan hidup sebagai salah satu indikator SDGs nomor 13. Input yang di dalamnya dipengaruhi oleh kolaborasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, perusahaan, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal sangat penting dalam membangun nilai bersama pelaku UMKM Salah satunya, menjadi hal penting untuk memperhatikan aspek keberlanjutan jangka panjang dengan melakukan integrasi CSV dengan program Universitas. Lebih lanjut, hal Ini melibatkan integrasi prinsip-prinsip ekonomi, sosial. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 635 dan lingkungan yang berkelanjutan dalam setiap kegiatan dan keputusan yang Analisis dalam penelitian ini menyediakan dasar yang kuat bagi praktisi, pengambil kebijakan, dan peneliti untuk menerapkan konsep CSV dan memperluas pemahaman tentang hubungan antara CSV dan SDGs. Dengan mengakui pentingnya inklusi sosial dan lingkungan dalam upaya pembangunan berkelanjutan, kegiatan CSV dengan tema AuCircular Economy. Empowering UMKMAy pada pelaku UMKM budidaya maggot dan jamur tiram ini, dapat menjadi model yang berpotensi untuk mencapai SDGs secara holistik. Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dari program pemberdayaan UMKM berbasis circular economy, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu dicermati dalam interpretasi temuan. Pertama, penelitian ini menggunakan ukuran sampel yang relatif kecil dan terbatas pada komunitas budidaya maggot dan jamur tiram di Kelurahan Sambi Kerep, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk konteks UMKM yang lebih luas. Kedua, perhitungan nilai SROI sangat bergantung pada penggunaan nilai proxy, khususnya biaya pelatihan sebagai representasi manfaat sosial yang dihasilkan. Meskipun nilai proxy ini didasarkan pada kajian literatur dan logika program, tetap terdapat risiko bias atau ketidakakuratan dalam merepresentasikan seluruh manfaat sosial secara utuh. Dengan mempertimbangkan keterbatasan tersebut, diperlukan studi lanjutan dengan cakupan sampel yang lebih besar, variasi sektor UMKM yang lebih luas, serta pendekatan triangulasi data yang lebih komprehensif untuk meningkatkan validitas dan keandalan hasil perhitungan SROI. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga atas fasilitas dan dukungan yang diberikan selama proses penelitian. Referensi