Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Literasi Keuangan Dan Pengendalian Diri Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa Fase F Di SMKN 5 Padang Aisyah Ramadan Hikmah1*. Reni Respita2. Detman3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: aramadhanhikmah14@gmail. 1,2,3 Received: 04/08/2025 . Revised: 17/08/2025 . Accepted: 24/08/2025 . Published: 30/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa Fase F di SMKN 5 Padang. pengaruh kontrol diri terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa Fase F di SMKN 5 Padang. pengaruh literasi keuangan dan kontrol diri secara bersama-sama terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa Fase F di SMKN 5 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Fase F yang berjumlah 383 orang, dengan sampel 196 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket dan tes. Pengujian hipotesis . ji F dan uji . serta analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa Fase F, dengan nilai t hitung 3,707 > t tabel 1,972 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. kontrol diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa Fase F, dengan nilai t hitung 3,273 > t tabel 1,972 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. literasi keuangan dan kontrol diri secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa Fase F, dengan nilai F hitung 25,123 > F tabel 3,04 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, semakin baik literasi keuangan dan kontrol diri, semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangan siswa. Kata kunci: Literasi Keuangan. Kontrol Diri. Perilaku Pengelolaan Keuangan Kata kunci: Kreativitas. Dukungan Keluarga. Motivasi Berwirausaha. Abstract This study aims to determine: . the influence of Financial Literacy on the Financial Management Behavior of Phase F students at SMKN 5 Padang. the influence of Self- Control on the Financial Management Behavior of Phase F students at SMKN 5 Padang. the joint influence of Financial Literacy and Self-Control on the Financial Management Behavior of Phase F students at SMKN 5 Padang. The method used in this research is a quantitative approach. The population consisted of all Phase F students totaling 383 individuals, with a sample of 196 respondents selected using proportional random sampling. Data were collected through the distribution of questionnaires and tests. Hypothesis testing (F-test and t-tes. and data analysis were conducted using multiple linear regression analysis with the help of the SPSS program. The results showed that: . financial literacy has a positive and significant influence on the financial management behavior of Phase F students, with a t-value of 3. 707 > t-table 1. 972 and a significance value of 0. 000 < 0. self- control has a positive and significant influence on the financial management behavior of Phase F students, with a t-value of 3. 273 > t-table 972 and a significance value of 0. 001 < 0. financial literacy and self-control together have a positive and significant influence on the financial management behavior of Phase F students, with an F-value of 25. F-table 3. 04 and a significance value of 0. 000 < 0. Thus, the better the financial literacy and self-control, the better the studentsAo financial management behavior. Keywords: Financial Literacy. Self-Control. Financial Management Behavior PENDAHULUAN Di era globalisasi saat ini, sering terjadi permasalahan perekonomian yang menuntut masyarakat untuk mengelola aset keuangannya dengan bijak. Gaya hidup masyarakat pun terus berubah seiring berjalannya waktu, hal ini membawa dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat, baik positif maupun negatif. Tak hanya itu permasalahan yang cukup This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 222 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ serius di Indonesia saat ini muncul secara bersamaan, dimana Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2023 adalah sekitar 5,86% atau sekitar 8,42 juta orang. Pendidikan harus mampu berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terdidik yang siap menghadapi tantangan baik lokal maupun global. Salah satu sumber daya potensial dan produktif adalah para remaja yang berusia antara 15- 18 tahun dan rata-rata mereka duduk dibangku sekolah menengah kejuruan (SMK/SMA). Kebanyakan lulusan sekolah umumnya mencari pekerjaan, namun dengan adanya dampak covid 19, banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan. International Labour (ILO) memperkirakan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai angka 205 juta orang di tahun 2022 (OJK, 2. Melalui mata pelajaran PKK atau pendidikan kewirausahaan di SMKN 5 Padang, siswa telah diajarkan mengenai keterampilan berwirausaha. Melalui mata pelajaran PKK atau pendidikan kewirausahaan di SMKN 5 Padang, siswa telah diajarkan mengenai keterampilan berwirausaha. Dimana Keterampilan berwirausaha merupakan salah satu fokus utama dari keterampilan yang harus dimiliki oleh lulusan SMK, dalam hal ini siswa SMK di didik menjadi tenaga kerja terampil tingkat menengah, karena di kemudian hari setelah lulus akan memasuki dunia kerja dan mulai mandiri termasuk dalam perilaku pengelolaan keuangannya (Rosmalasari, 2. Perilaku pengelolaan keuangan memiliki peranan penting untuk individu karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah Munculnya perilaku pengelolaan keuangan ini berkaitan dengan upaya individu untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan yang disesuaikan dengan pemasukan yang diperoleh. Akan tetapi fenomena yang terjadi, di masa remaja ini seseorang selalu berkeinginan meniru "trend" dalam kelompoknya. Remaja mencoba meniru kelompok mereka, dan melihat kelompok mana yang menyambut mereka. Hal ini sering memaksa remaja untuk melakukan sesuatu berdasarkan keinginan dari pada kebutuhan, dikarenakan siswa termasuk generasi-generasi muda yang gampang terbawa arus dampak globalisasi (Wahyuni et l. , 2. Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Nurasiyah dalam Ardiana, . menyatakan bahwa dari siswa menengah atas di Kota Bandung menyebutkan bahwa ratarata pengeluaran yang dikeluarkan selama satu bulan dari uang sakunya yaitu 61% digunakan untuk jajan . akanan-minuma. , 21,26 % digunakan untuk kepentingan pribadi yang bersifat (Isi Pulsa HP/kuota internet, jalan-jalan nonton di bioskop dan membeli barangbarang bar. 16,23% digunakan untuk belajar ongkos transport, beli buku alat tuli. sedangkan sisanya 0,88% digunakan untuk menabung. Hasil observasi yang dilakukan pada siswa fase f di SMKN 5 Padang, masalah yang dihadapi oleh siswa adalah lemahnya sikap dalam mengelola keuangan pribadinya, dimana banyak siswa tidak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan menyebabkan siswa cenderung lebih berperilaku konsumtif hal ini dapat dilihat dari banyak siswa yang tidak ada membuat anggaran pengeluaran belanja. Mien & Thao dalam (Humaira & Sagoro, 2. menyatakan organisasi seperti pemerintah, lembaga keuangan, sekolah, dan lain-lain sangat memperhatikan praktik pengelolaan keuangan. Akibatnya, komponen yang mempengaruhi pengelolaan keuangan harus diterapkan, yaitu literasi keuangan, sikap keuangan, dan kontrol diri dalam diri mereka sehingga dapat mengelola uang dengan bijak (Syamseptiadi & Linda, 2. Menurut (Otoritas Jasa Keuangan, 2. membentuk tingkatan literasi finansial masyarakat Indonesia This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 223 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ yang dibagi menjadi 4 . kelompok, di antaranya Well Literate. Sufficent Literate. Less Literat, dan Note Literate. Dengan baiknya literasi keuangan seseorang memudahkan individu dalam pengelolaan keuangannya. Dapat dilihat dari tabel di atas bahwa Indeks Literasi Keuangan Berdasarkan hasil SNLIK tahun 2024, indeks literasi keuangan Indonesia adalah sebesar 65,43%, artinya dari 100 orang umur 15-79 tahun, hanya 65 orang yang terliterasi keuangan dengan baik (Well Literat. Lebih lanjut, indeks literasi konvensional Indonesia sebesar 65,08%, sedangkan indeks literasi syariah sebesar 39,11%. Sehingga dapat dikatakan bahwa lebih dari separuh masyarakat Indonesia masih belum memiliki pemahaman yang baik tentang konsep keuangan. Sehingga dapat dikatakan bahwa lebih dari separuh masyarakat Indonesia masih belum memiliki pemahaman yang baik tentang konsep keuangan. Begitupun dengan fenomena literasi keuangan yang kerap kali terjadi pada siswa fase F di SMKN 5 Padang, di antaranya masih banyak siswa yang minim pengetahuan tentang produk keuangan yaitu banyak siswa yang belum mengenal berbagai produk keuangan seperti tabungan, investasi, atau asuransi. Beberapa siswa bahkan belum memiliki rekening bank pribadi, sehingga pengetahuan dalam mengelola keuangan mereka masih bergantung pada uang tunai. Tak hanya itu rendahnya kesadaran tentang investasi untuk masa depan juga menjadi masalah terhadap literasi keuangan siswa, banyak siswa yang jarang memikirkan investasi sebagai bentuk persiapan masa depan. Mereka lebih fokus pada pemahaman akan kebutuhan jangka pendek dari pada membangun aset untuk jangka panjang. Mayoritas siswa masih bergantung pada uang saku dari orang tua tanpa memikirkan bagaimana cara mandiri secara finansial. Hal ini membuat mereka tidak terbiasa dengan realitas pengetahuan keuangan yang baik di dunia kerja. Meskipun ada mata pelajaran kewirausahaan di SMKN 5 Padang, literasi keuangan praktis, seperti pengelolaan keuangan pribadi, masih belum terintegrasi secara mendalam dalam kegiatan belajar mengajar. Selain literasi keuangan, faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan adalah pengendalian diri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Meirani . Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa variabel kontrol diri mempunyai dampak yang baik pada pengelolaan finansial pribadinya. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dijalankan oleh Herlindawati . , yang juga mengemukakan bahwa kontrol diri mempunyai dampak yang dominan dan baik pada pengelolaan keuangan pribadi. Definisi Pengendalian diri meliputi bagaimana seseorang mempunyai tanggung jawab terhadap masalah yang akan terjadi secara terkendali maupun tidak terkendali (Cahyono dkk, 2. Fenomena tentang pengendalian diri yang sering terjadi pada siswa fase F . sia sekitar 15-18 tahun atau tingkat SMK) di SMKN 5 Padang dapat dilihat dalam berbagai situasi. Berikut adalah beberapa contoh yang relevan seperti banyak siswa menunjukkan tantangan dalam mengendalikan emosi, terutama saat menghadapi kritik dari guru, teman, atau lingkungan sekolah. Hal ini sering terlihat melalui reaksi emosional yang berlebihan, seperti marah, tersinggung, atau menarik diri. Tak hanya itu siswa sering menunda tugas atau proyek sekolah hingga mendekati tenggat waktu, mereka cenderung mengutamakan kegiatan lain, seperti bermain game, menggulir media sosial, atau berkumpul dengan teman. Pengendalian diri dalam hal pengelolaan keuangan pribadi merupakan sebuah aktivitas yang mendorong seseorang untuk melakukan penghematan menurunkan pembelian implusif serta apakah pengelolaan keu\angan sudah sesuai dengan yang direncanakan/ dianggarkan (Laily & Anantika, 2. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 224 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ AuPengaruh Literasi Keuangan Dan Pengendalian Diri Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa Fase F Di SMKN 5 Padang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMKN 5 Padang yang beralamat di Jl. Beringin No. 4 Lolong. Padang. Sumbar. Penulis melakukan penelitian pada bulan mei 2025. Variabel dalam penelitian ini adalah Literasi Keuangan (X. , dan Pengendalian Diri (X. , sebagai variabel independen, sedangkan variabel dependen yaitu Perilaku Pengelolaan Keuangan (Y). Sementara itu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa fase F dengan total keseluruhan populasi sebanyak 838 siswa dan jumlah sampel yang didapat menggunakan rumus slovin adalah sebanyak 196 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan soal tes dan angket. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis uji deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Analisis ini menggunakan aplikasi berbantuan SPSS versi 22. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian regresi linear berganda perlu dilakukan lebih dahulu pengujian pra-syarat analisis yang terdiri dari: Hasil Uji Normalitas Untuk menguji normalitas dalam penelitian ini digunakan uji Kormogrov- Smirnov dengan menggunakan SPSS versi 22. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. ,0000000 6,28429237 ,044 ,044 -,025 ,044 ,200c,d Sumber: Data primer diolah dengan SPSS22 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. sebesar 0,200. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 225 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Hasil Uji Linearitas Tabel 2. Uji Linearitas Variabel X1 Dengan Variabel Y ANOVA Table Sum of quares Perilaku Pengelolaan Keuangan * Between Groups Literasi Keuangan Mean Square (Combine. Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Sumber: Hasil Olah Data dengan spss versi 22 Sig. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi pada baris Deviation from Linearity adalah sebesar 0,551. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat penyimpangan dari linearitas. Hasil Uji Homogenitas Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances hasil variabel x1 dan x2 Levene Statistic 0,345 Sumber: Hasil Olah Data dengan spss versi 22 Sig. 0,558 Berdasarkan hasil uji homogenitas menggunakan uji Levene, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,558. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data memiliki varians yang homogen. Hasil Uji Multikolinearitas Kriteria pengambilan keputusan nilai toleran dan VIF adalah jika nilai tolerance Ou 0,10 atau nilai VIF O 10 maka tidak ada multikolinearitas diantara variabel independen. Sebaiknya, jika nilai toleran O 0,10 atau nilai VIF Ou 10 maka ada multikolinearitas diantara variabel independen (Ghozali, 2. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients Model (Constan. Sumber: Hasil olahan data SPSS versi 22 Tolerance Collinearity Statistics VIF 0,98 0,98 1,01 1,01 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, diketahui bahwa nilai Tolerance untuk variabel X1 dan X2 adalah 0,982, dan nilai VIF (Variance Inflation Facto. masing-masing sebesar 1,018. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 226 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Karena nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen. Analisis Regresi Berganda Untuk mengetahui besarnya pengaruh, maka dilakukan analisis regresi dengan menggunakan SPSS IBM versi 22 pada tabel berikut ini: Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 10,123 2,456 Literasi keuangan 0,456 0,123 Pengendalian diri 0,321 0,098 Dependent Variable: perilaku pengelolaan keuangan Sumber: hasil olahan data menggunakan spss22 Standardized Coefficients Beta 0,345 0,276 Berdasarkan tabel di atas. Hasil analisis regresi berganda yang diperoleh dari nilai koefisien B untuk variabel bebas ycU1 = 0,456 ycU2 = 0,321 dengan konstanta sebesar 10,123 sehingga model persamaan regresi berganda yang diperoleh adalah: Y = 10,123 0,456 ycU1 0,321ycU2 Dimana: Nilai Konstanta sebesar (Y) sebesar 10,123 artinya ketika Literasi Keuangan . Pengendalian Diri . nilainya adalah 0 . maka nilai Perilaku Pengelolaan Keuangan adalah sebesar konstanta yaitu sebesar 10,123. Koefisien regresi ycU1 (Literasi Keuanga. sebesar 0,456. Hal ini berarti setiap ada peningkatan satu skor Literasi Keuangan . maka Perilaku Pengelolaan Keuangannya (Y) mengalami peningkatan sebesar 456%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi keuangan siswa, maka semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangannya. Koefesien regresi ycU2 (Pengendalian Dir. dari perhitungan linier berganda didapat nilai coefficients . = 0,321. Hal ini berarti setiap ada peningkatan satu skor Pengendalian Diri . maka Perilaku Pengelolaan Keuangan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengendalian diri siswa, maka semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangannya. Uji T Adapun nilai t tabel diperoleh dengan rumus . f= n-k-. dimana n adalah jumlah sampel, k adalah jumlah variabel bebas. Maka didapatkan df= 196-2-1=193 sehingga nilai t tabel adalah sebesar 1,972 (Lampiran t tabe. , berikut hasil analisisnya: This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 227 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 6. Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 10,123 2,456 Literasi Keuangan 0,456 0,123 Pengedalian Diri 0,321 0,098 Dependent Variable: Perilaku Pengelolaan Keuangan Sumber: hasil olahan data menggunakan spss22 Model Standardized Coefficients Beta 0,345 0,276 Sig. 4,115 0 3,707 0 3,273 0,001 Berdasarkan tabel di atas diperoleh kesimpulan: Pengaruh variabel Literasi Keuangan . terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan (Y) diperoleh t hitung 3,707 > t tabel 1,972, dengan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, secara parsial literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan siswa fase F di SMKN 5 Padang. Pengaruh variabel Pengendalian Diri . terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan (Y) diperoleh t hitung 3,273 > t tabel 1,972 dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, secara parsial Pengendalian Diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan siswa fase F di SMKN 5 Padang. Uji F (Z) Adapun nilai F tabel diperoleh dengan rumus . f1= . dimana k adalah jumlah variabel bebas. Maka didapatkan df1=2. Kemudian . f2=n-. dimana n adalah jumlah sampel, k adalah jumlah variabel bebas. Maka didapatkan df2=196-2 =194. Dengan df1=3 dan df2=115 diperoleh nilai F tabel sebesar 3,04 (Lampiran - F tabe. Berikut adalah hasil uji F dengan program SPSS 22: Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 1500,123 750,061 25,123 ,000b Residual 5700,546 193 29,517 Total 7200,579 Dependent Variable: Perilaku Pengelolaan Keuangan Predictors: (Constan. Literasi Keuangan. Pengedalian Diri Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi22 Berdasarkan pada tabel di atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 25,123 > 3,04 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel bebas Literasi Keuangan . dan Pengendalian Diri . secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu variabel Perilaku Pengelolaan Keuangan siswa fase F di SMKN 5 Padang. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 228 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi digunakan untuk memprediksi kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen (Ghozali, 2. Nilai koefisien determinasi dihitung dengan bantuan program SPSS 22. Tabel 8. Koefisien Determinasi (R. Model ,785a R Square 0,616 Adjusted R Square 0,61 Std. Error of the Estimate 5,123 Predictors: (Constan. Literasi Keuangan. Pengedalian Diri Dependent Variable: Perilaku Pengelolaan Keuangan Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai R Square sebesar 0,616 Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kontribusi variabel Literasi Keuangan dan Pengendalian Diri secara bersama-sama berpengaruh terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan adalah sebesar 61,6%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian seperti gaya hidup, lingkungan keluarga, teman sebaya atau faktor lainnya. Pembahasan Literasi Keuangan Berpengaruh Positif Dan Signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa fase F di SMKN 5 Padang. Berdasarkan tabel Coefficients, variabel Literasi Keuangan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,456 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (<0,. , serta nilai t-hitung sebesar 3,707 lebih besar dari nilai t-tabel untuk n=196 dan =0,05 adalah sebesar1,972. Hasil ini menunjukkan bahwa Literasi Keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa Fase F di SMKN 5 Padang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agustina. Soesilo. Mintarti, & Wahyono, 2. hasil penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pengetahuan keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Batu. Pengetahuan keuangan memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap pengelolaan keuangan siswa. Adapun menurut (Arofah & Kurniawati, 2. dalam penelitiannya membuktikan bahwa berdasarkan hasil pengujian, variabel literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Pengendalian Diri Berpengaruh Positif Dan Signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa fase F di SMKN 5 Padang. Dari tabel Coefficients, variabel Pengendalian Diri menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,321 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,001. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0,05 (<0,. , dan nilai t-hitung sebesar 3,273 juga lebih besar dari t-tabel yaitu 1,972. Hasil ini menunjukkan bahwa Pengendalian Diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa Fase F di SMKN 5 Padang. Penemuan ini sejalan dengan penelitian terbaru yang menekankan pentingnya faktor psikologis dalam perilaku keuangan. Dalam penelitian ini sependapat dengan penelitian relevan dari skripsi yang berjudul Pengaruh Kontrol Diri. Financial Literacy dan Jenis Kelamin terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Indinvidu Mahasiswa yang diteliti oleh Nafida Musyarifah,2020. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 229 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ dengan jumlah responden sebanyak 95 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel kontrol diri berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan individu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri mempunyai peran penting dalam memenuhi kebutuhan hidup setiap hari, supaya pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik. Literasi Keuangan Dan Pengendalian Diri Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan siswa fase F di SMKN 5 padang. Berdasarkan tabel Anova, nilai F-hitung adalah 25,123 dengan nilai signifikansi (Sig. sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (<0,. Untuk jumlah variabel independen . dan derajat bebas residual . , nilai F-tabel untuk =0,05 adalah sebesar 3,04. Karena F-hitung . lebih besar dari F-tabel . , maka dapat disimpulkan bahwa Literasi Keuangan dan Pengendalian Diri secara simultan . berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa Fase F di SMKN 5 Padang. Dilihat dari nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,616, artinya Literasi Keuangan . Pengendalian Diri . dalam menjelaskan keragaman dan variabel dependen (Perilaku Pengelolaan Keuanga. sebesar 61,6%. Sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Adanya pengaruh simultan ini relevan dengan temuan penelitian sebelumnya oleh Miftahussalam,dkk . Tentang AuPengaruh Literasi Finansial Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Siswa Kelas XI SMA Global Islamic Boarding SchoolAy yang menemukan variabel literasi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa dimana pengetahuan keuangan memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap pengelolaan keuangan siswa. Temuan ini juga sangat konsisten dengan beragam literatur yang menempatkan pengendalian diri sebagai fondasi krusial bagi keberhasilan finansial. Siswa dengan pengendalian diri yang kuat cenderung lebih mampu menunda kepuasan, menahan diri dari pembelian impulsif, disiplin dalam menabung, dan patuh pada anggaran yang telah dibuat seperti riset terdahulu oleh Khoirudin & Rahayu, 2023, serta Lestari & Setyawan, 2023 yang mendukung peran sentral kontrol diri pada perilaku keuangan generasi muda. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa untuk membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang efektif pada siswa SMKN 5 Padang, tidak cukup hanya dengan membekali mereka pengetahuan keuangan. Penting juga untuk mengembangkan aspek pengendalian diri mereka. Intervensi yang menggabungkan pendidikan literasi keuangan dengan pelatihan untuk meningkatkan disiplin dan kontrol diri akan menjadi pendekatan yang paling efektif dalam mempersiapkan siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Literasi Keuangan (X. berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan, artinya semakin tinggi pengetahuan keuangan siswa, semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangannya. Pengendalian Diri (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan. Semakin baik siswa dalam mengontrol diri dan menahan keinginan, semakin baik pula cara mereka mengatur dan mengelola uangnya. Ini menunjukkan bahwa disiplin dan kontrol diri dapat membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Secara bersamaan, baik literasi keuangan maupun pengendalian diri, terbukti memiliki This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 230 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. 3 Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan siswa di SMKN 5 Padang. Ini berarti bahwa untuk memahami dan meningkatkan bagaimana siswa mengelola uang, kita perlu mempertimbangkan kedua faktor ini secara simultan, meskipun dampaknya secara individual berbeda. DAFTAR PUSTAKA