Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 427-434 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Media Bola Warna sebagai Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak di PAUD KB Cahaya Hati Lisda Faryani1. Aris Gundara2 Info Artikel Abstract Keywords: Learning Media. Colored Balls. ChildrenAos Learning Concentration. Learning Innovation. Early Childhood Education. This study aims to examine the effectiveness of using colored ball media as an innovative learning method to improve the concentration of children aged 4-6 years at PAUD KB Cahaya Hati. The background of this research is the low learning concentration among children, as indicated by their lack of attention, focus, and persistence during learning activities. Colored balls were chosen as the media due to their appealing shapes, colors, and playbased characteristics that are attractive to children, thus expected to stimulate their interest and focus during the learning process. This study employed a classroom action research approach using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles with 11 children as the subjects. Data were collected through observation and documentation, and analyzed using a descriptive quantitative approach. The findings indicate that the colored ball media significantly contributed to improving learning concentration among children aged 4-6 years. In the pre-cycle, the percentage of children showing learning concentration was 47%, which increased to 61. 64% in the first cycle and reached 79% in the second Children appeared more focused, active, and interested when participating in learning activities using the colored ball media. Based on the findings, it can be concluded that colored ball media is an effective learning tool for enhancing learning concentration among early childhood students in PAUD settings. It can be used as a fun and innovative learning medium that successfully enhances concentration in young children. Early childhood teachers are encouraged to utilize concrete and engaging learning media to create an optimal learning atmosphere for children. Kata kunci: Media Pembelajaran. Bola Warna. Konsentrasi Belajar Anak. Inovasi Pembelajaran. Pendidikan Anak Usia Dini. Abstrak Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas penggunaan media bola warna sebagai inovasi pembelajaran dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 4-6 tahun di PAUD KB Cahaya Hati. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya konsentrasi belajar anak yang terlihat dari kurangnya perhatian, fokus, dan ketekunan saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Media bola warna dipilih karena memiliki bentuk, warna, dan sifat permainan yang menarik bagi anak, sehingga diharapkan dapat merangsang minat dan fokus mereka selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini. STAI Pelabuhan Ratu. Sukabumi. Indonesia Email: lisdafaryaniefaryanie@gmail. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. STAI Pelabuhan Ratu. Sukabumi. Indonesia Email: gundara. aris999@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 sebanyak 11 anak. Data diperoleh melalui Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi lalu dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif Temuan penelitian menunjukkan bahwa media bola warna berkontribusi signifikan dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 4-6 tahun positif terhadap peningkatan konsentrasi belajar anak. Pada prasiklus, persentase anak yang menunjukkan konsentrasi belajar berada pada angka 47%, meningkat menjadi 61,64% pada siklus I, dan mencapai 79% pada siklus II. Anak tampak lebih fokus, aktif, dan tertarik saat mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan media bola warna. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa media bola warna merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 4-6 tahun di lingkungan PAUD. sebagai inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan mampu meningkatkan konsentrasi anak usia dini. Guru PAUD disarankan untuk memanfaatkan media pembelajaran yang bersifat konkret dan menarik untuk menciptakan suasana belajar yang optimal bagi anak. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 09 Agustus 2025 14 Agustus 2025 07 Desember 2025 13 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Faryani. Gundara. Media Bola Warna sebagai Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak di PAUD KB Cahaya Hati. Jurnal ArRaihanah, 5 . , 427-434, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Lisda Faryani, lisdafaryaniefaryanie@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Konsentrasi belajar merupakan salah satu aspek penting dalam proses perkembangan kognitif anak usia dini (N & A, n. ) Konsentrasi memungkinkan anak untuk fokus, memperhatikan instruksi, serta menyelesaikan tugas pembelajaran secara tuntas (Filtri & Sembiring, 2. Namun. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa anak usia dini cenderung mengalami hambatan dalam mempertahankan fokus perhatian sepanjang kegiatan pembelajaran (Nurhayati, 2. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik anak yang mudah terdistraksi, memiliki rentang perhatian yang singkat, serta membutuhkan pendekatan belajar yang menyenangkan dan menarik (Azizah, 2. Permasalahan konsentrasi belajar juga ditemukan di PAUD Kelompok Bermain Cahaya Hati. Berdasarkan observasi awal, anak cenderung kurang fokus saat mengikuti kegiatan pembelajaran, cepat kehilangan minat, dan sering berpindah perhatian ke hal lain. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberhasilan proses belajar dan pencapaian perkembangan yang diharapkan. Dengan demikian, dibutuhkan penerapan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat serta partisipasi aktif anak, agar konsentrasi belajar dapat berkembang secara maksimal (Setyowati & Watini. Pemanfaatan media pembelajaran yang konkret dan menarik, seperti media bola warna, merupakan salah satu strategi efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan konsentrasi belajar anak usia dini (Siahaan, 2. Bola warna sebagai alat bantu belajar memiliki kelebihan dalam menarik perhatian anak melalui kombinasi warna cerah, bentuk yang mudah digenggam, dan penggunaannya yang dapat dikaitkan dengan aktivitas bermain (Munawaroh & Khotimah, 2. Diharapkan, penggunaan media ini mampu membangun lingkungan belajar yang menyenangkan serta mengembangkan kemampuan fokus anak secara bertahap dan berkelanjutan (Hapsari, 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Nilai utama dari penelitian ini terletak pada kontribusi praktisnya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di PAUD. Media bola warna, yang sederhana namun menarik, terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan serta meningkatkan keterlibatan aktif anak. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini yang lebih efektif melalui pendekatan bermain dan penggunaan alat bantu visual yang konkret. Penelitian ini juga menekankan pentingnya inovasi media sebagai salah satu cara menjawab tantangan rendahnya konsentrasi anak dalam Dari sisi evidence . , penelitian ini didasarkan pada landasan teori perkembangan kognitif anak, terutama Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, pada tahap praoperasional, anak usia dini cenderung lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman langsung yang bersifat konkret dan nyata, sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif mereka pada tahap ini. Penggunaan bola warna yang cerah dan mudah digenggam sangat cocok dengan kebutuhan ini. Selain itu, penelitian sebelumnya (Hapsari, 2020. Siahaan, 2. turut mendukung bahwa media yang menarik dan variatif dapat meningkatkan fokus dan minat belajar anak. Temuan ini memperkuat argumentasi bahwa media bola warna relevan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak secara Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan media bola warna secara spesifik Sebagai upaya untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini di lingkungan PAUD. Dalam upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran anak usia dini diperlukan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka, agar materi dapat diterima dan dipahami secara optimal yang hingga saat ini masih jarang diangkat dalam penelitian serupa. Meskipun media warna-warni telah banyak digunakan dalam pembelajaran anak, fokus penelitian ini bukan sekadar pada pengenalan warna atau permainan motorik kasar, melainkan pada peran bola warna sebagai media untuk melatih konsentrasi belajar secara terstruktur. Ini memberikan pendekatan baru dalam pemanfaatan media sederhana untuk permasalahan kognitif. Selain itu, kebaruan muncul dari integrasi teori perkembangan kognitif Piaget ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari di PAUD. Penelitian ini tidak hanya meneliti penggunaan media, tetapi juga mengaitkannya secara eksplisit dengan tahapan perkembangan anak praoperasional, yang seringkali terlewatkan dalam studi-studi serupa. Ini menunjukkan sinkronisasi antara pendekatan teori dan praktik pendidikan di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 4-6 tahun dengan menerapkan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan media bola warna sebagai alat bantu yang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak (Nurhayati, 2. Melalui pendekatan tindakan kelas penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan solusi terhadap permasalahan rendahnya konsentrasi belajar anak tetapi juga untuk menguji keefektifan media bola warna dalam konteks pembelajaran di lingkungan PAUD. penelitian ini secara teoritis berlandaskan pada pandangan para ahli pendidikan anak usia dini yang menekankan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Salah satunya adalah Jean Piaget, yang menyatakan bahwa pada tahap praoperasional, anak usia dini cenderung lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman langsung yang bersifat konkret dan nyata. Oleh karena itu, pemanfaatan media yang konkret, seperti bola warna, dinilai selaras dengan kebutuhan perkembangan kognitif anak pada usia 4-6 tahun (Alfadhilah & Jauharotina, 2. , anak usia dini berada pada tahap praoperasional, yakni fase perkembangan kognitif di mana pemahaman anak lebih mudah terbentuk melalui pengalaman konkret dibandingkan informasi yang bersifat abstrak. Sejalan dengan pandangan tersebut, pemanfaatan media bola warna Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 diproyeksikan sebagai sarana pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan aktif dan konsentrasi anak selama proses belajar. METODE Penelitian ini menerapkan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model spiral dari Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi secara berulang dua siklus (Machali & Imam, 2. Model ini dipilih karena sesuai untuk meningkatkan praktik pembelajaran di kelas melalui tindakan nyata yang dilakukan oleh guru bersama Lokasi penelitian dilaksanakan di PAUD KB Cahaya Hati, dengan subjek penelitian sebanyak 11 anak berusia 4Ae6 tahun pada kelompok bermain. Subjek dipilih berdasarkan kondisi awal anak yang menunjukkan konsentrasi belajar rendah, seperti kurang fokus saat kegiatan, tidak menyelesaikan tugas, serta mudah terdistraksi. Kehadiran peneliti dalam proses pembelajaran dilakukan secara aktif sebagai pelaksana tindakan, pengamat, dan kolaborator bersama guru kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku anak selama kegiatan belajar menggunakan media bola warna, dengan menggunakan lembar observasi yang dikembangkan berdasarkan indikator konsentrasi belajar, yaitu: . fokus perhatian. minat terhadap kegiatan. ketekunan menyelesaikan tugas (Yusra, 2. Dokumentasi digunakan untuk mendukung data observasi melalui foto dan catatan lapangan yang menggambarkan proses dan dinamika pembelajaran. Instrumen observasi dikembangkan secara khusus oleh peneliti dan telah divalidasi melalui diskusi dengan ahli pendidikan anak usia dini untuk menjamin kesesuaian indikator dan kelayakan penggunaan di lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu dengan menghitung skor hasil observasi berdasarkan indikator konsentrasi anak, lalu mengonversinya ke dalam bentuk persentase. Hasil dari tiap siklus dianalisis untuk melihat peningkatan konsentrasi anak dari pra-siklus ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Keabsahan data diperkuat melalui teknik triangulasi sumber dan metode, serta refleksi bersama guru kolaborator setelah setiap siklus berlangsung. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil observasi lapangan menunjukan bahwa penggunaan media bola warna warni meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 4Ae6 tahun sebagai alat bantu pembelajaran di PAUD KB Cahaya Hati. Data dikumpulkan melalui observasi selama dua siklus, dengan indikator konsentrasi berupa: . ketertarikan anak terhadap kegiatan, . fokus perhatian saat kegiatan berlangsung, . mengikuti arahan guru, dan . Ketekunan dan konsistensi saat pembelajaran. Pada tahap pra-siklus, mayoritas anak menunjukkan tingkat konsentrasi yang rendah. Dari 11 anak, terdapat 5 anak . ,45%) dalam kategori Belum Berkembang (BB) dan 6 anak . ,55%) dalam kategori Mulai Berkembang (MB), sementara tidak ada anak yang masuk kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) maupun Berkembang Sangat Baik (BSB). Nilai rata-rata capaian hanya 7,5 dari skor maksimal 28, dengan persentase 47%. Pada siklus I terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah anak yang berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) meningkat menjadi 4 anak . ,36%), sementara 7 anak . ,64%) masih berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Rata-rata skor capaian naik menjadi 19,73 dari skor maksimal 32, dengan persentase 61,64%. Anak mulai menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap aktivitas mengenal angka menggunakan media bola warna, meskipun sebagian masih mudah terdistraksi oleh stimulus di sekitarnya. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Pada Siklus II, peningkatan terlihat lebih tajam. Tujuh anak berhasil mencapai kategori BSB dan empat anak masuk ke dalam BSH. Tidak ada lagi anak dalam kategori BB maupun MB. Nilai rata-rata meningkat menjadi 25,28 dengan persentase capaian 79%, menunjukkan keberhasilan penggunaan media bola warna dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bola warna efektif meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini secara bertahap. Hal ini terlihat dari peningkatan capaian anak pada tiap siklus. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran visual dan konkret dari Piaget . (Sanjaya. Suarni. , & Margunayasa, n. ) yang menyatakan bahwa anak usia dini lebih mudah memahami konsep melalui benda nyata dan warna yang menarik. Penelitian ini juga sejalan dengan temuan Hamalik . (Candra, n. ) yang menegaskan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar anak. Dengan demikian, penggunaan media bola warna tidak hanya mengonfirmasi teori yang ada, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang sesuai untuk usia dini. Pembahasan Temuan mengenai Peningkatan konsentrasi anak secara signifikan dari pra-siklus hingga siklus II menunjukkan bahwa media bola warna efektif sebagai inovasi pembelajaran di PAUD. Media ini menarik perhatian anak karena bentuk, warna, dan fungsinya yang interaktif serta mendukung pembelajaran yang menyenangkan. Temuan ini sejalan dengan teori belajar anak usia dini menurut Piaget, yang menekankan pentingnya pembelajaran konkret melalui pengalaman langsung (Alfadhilah & Jauharotina, 2. Bola warna sebagai media konkret mampu menstimulasi indera anak dan Membantu mereka melatih dan memahami pentingnya konsentrasi secara lebih nyata dan menyenangkan. Kegiatan bermain sambil belajar mendorong fokus, keterlibatan aktif, dan ketekunan anak dalam mengikuti instruksi. Selain itu, hasil ini juga mendukung teori konsentrasi menurut . lameto, 2. yang menyatakan bahwa perhatian akan muncul jika stimulusnya menarik minat anak. Warna cerah dan aktivitas manipulatif bola warna memenuhi syarat tersebut, sehingga anak lebih mudah berkonsentrasi. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Observasi Peningkatan Konsentrasi Belajar Anak Melalui Media Bola Warna Usia 4Ae6 Tahun PAUD KB Cahaya Hati Kategori capaian Pra Siklus Siklus I Siklus II BSB(Berkembng Sangat bai. BSH(Berkembang MB(Mulai Berkemban. BB(Belum Berkembang Total Scor Rata-rata Persentase Sesuai Penerapan media bola warna di PAUD KB Cahaya Hati terbukti efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap siklus pembelajaran. Pada pra-siklus, persentase anak yang menunjukkan fokus belajar baik hanya mencapai 47%. Setelah penerapan media bola warna pada siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 61,64%, dan kembali naik pada siklus II hingga mencapai 79%. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kenaikan ini menunjukkan bahwa media bola warna berhasil menarik perhatian dan meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan belajar. Warna-warna cerah dan bentuk bola yang menarik membuat anak lebih fokus dan antusias mengikuti pembelajaran. Selain itu, aktivitas pembelajaran dirancang bertahapAidari pengenalan warna hingga permainan yang menuntut konsentrasiAisehingga anak lebih mudah beradaptasi dan terlatih untuk mempertahankan fokus. Peningkatan jumlah Anak yang berhasil mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) pada indikator tersebut konsentrasi belajar menegaskan keberhasilan strategi ini. Media bola warna tidak hanya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga mendukung pencapaian perkembangan kognitif secara optimal. Hasil ini merekomendasikan penggunaan media konkret dan menarik sebagai alternatif efektif dalam pembelajaran PAUD. Gambar 1. Rekapitulasi Persentase Capaian Perkembangan Anak Grafik AuRekapitulasi Persentase Capaian Perkembangan AnakAy menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi belajar anak yang signifikan pada setiap tahapan siklus penelitian tindakan kelas di PAUD KB Cahaya Hati. Pada tahap pra siklus, kondisi awal anak menunjukkan tingkat konsentrasi yang masih Total skor yang diperoleh seluruh anak adalah 83, dengan rata-rata skor per anak sebesar 7,5. Persentase capaian konsentrasi belajar hanya mencapai 47%, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar anak belum mampu mempertahankan fokus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Mereka mudah terdistraksi, kurang memperhatikan instruksi guru, dan belum menunjukkan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Setelah dilakukan intervensi pada siklus I menggunakan media bola warna, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Total skor anak naik menjadi 217, dengan rata-rata skor mencapai 19,73. Persentase capaian meningkat menjadi 61,64%. Pada tahap ini, anak mulai menunjukkan respons positif terhadap pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Warna-warna cerah pada bola serta bentuknya yang mudah digenggam mampu menarik perhatian anak dan membantu mereka tetap terlibat dalam kegiatan. Selain itu, aktivitas yang dilakukan bersifat bermain sambil belajar, yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar anak usia dini. Peningkatan lebih lanjut terlihat pada siklus II. Rata-rata skor anak meningkat menjadi 25,28, dengan total skor keseluruhan mencapai 278. Persentase capaian juga mengalami lonjakan menjadi Ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik dalam hal konsentrasi belajar. Anak tampak lebih mampu mengikuti instruksi dari awal hingga akhir kegiatan, menunjukkan daya tahan perhatian yang lebih panjang, serta lebih fokus saat menyelesaikan tugas yang diberikan. Keberhasilan ini menunjukkan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 bahwa penggunaan media bola warna secara bertahap dan sistematis memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan fokus belajar anak. Secara keseluruhan, grafik tersebut mengilustrasikan bahwa pendekatan pembelajaran dengan media bola warna tidak hanya menarik minat anak, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif mereka, khususnya pada aspek konsentrasi belajar. Penerapan media yang konkret, sesuai usia, dan dikemas dalam bentuk permainan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun keterlibatan aktif anak secara berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi anak usia dini di PAUD. KESIMPULAN Hasil observasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa media bola warna terbukti efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak usia 4-6 tahun di PAUD KB Cahaya Hati, ditunjukkan melalui peningkatan keterlibatan anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Persentase capaian anak meningkat dari 47% pada pra siklus, menjadi 61,64% pada siklus I, dan mencapai 79% pada siklus II. Peningkatan ini membuktikan bahwa media bola warna mampu menarik perhatian anak secara optimal melalui stimulasi visual dan kinestetik yang selaras dengan karakteristik perkembangan mereka. Hasil tersebut mengindikasikan terjadinya peningkatan konsentrasi belajar secara bertahap dan signifikan pada setiap siklus, yang ditandai oleh kenaikan skor capaian dan persentase perkembangan Dengan demikian, media bola warna tidak hanya memperkaya variasi metode pembelajaran, tetapi juga menjadi strategi praktis dan menyenangkan untuk mendukung perkembangan kognitif serta fokus anak di lingkungan PAUD. DAFTAR KEPUSTAKAAN Alfadhilah, & Jauharotina. Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Jean Piaget. Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education 5. 1, 94Ae111. Azizah. Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru dalam Pembelajaran. Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah , 3. , 15Ae22. https://doi. org/10. 36835/au. Candra. Studi Literatur: Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Pembelajaran. Master of Pedagogy and Elementary School Learning, 1. , 9Ae17. Filtri. , & Sembiring. Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di Tinjau dari Tingkat Pendidikan Ibu Di Paud Kasih Ibu Kecamatan Rumbai. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1. , 169Ae178. https://doi. org/10. 31849/paudlectura. Hapsari. Pengembangan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Mengelompokkan Benda Dengan Media Bola Warna. Generasi Emas, 3. , 18Ae24. https://doi. org/10. 25299/jge. Machali, & Imam. Bagaimana melakukan penelitian tindakan kelas bagi guru . Ijar 1. Munawaroh. , & Khotimah. Pengaruh Media Bola Warna Terhadap Kemampuan Mengenal Warna Anak Kelompok A Di Tk Dahlia Jagir Sidoresmo Surabaya Siti. Angewandte Chemie International Edition, 6. , 951Ae952. , 2, 1Ae4. , & A. Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Metode Bermain Warna Pada Anak Usia Dini. Nurhayati. Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Sirkuit Bola Warna-Warni Pada Kelompok B Di RA. Hijrah Al-Ummah Deli Tua Deli Serdang. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Sanjaya. Suarni. , & Margunayasa. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Digital Ditinjau dari Teori Belajar Kognitif Jean Piaget Tahap Operasional Konkret Siswa Kelas 3 SD. Jurnal Pendidikan. Sains. Geologi. Dan Geofisika (GeoScienceEd Journa. , 5. , 134-. Setyowati. , & Watini. Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak melalui Model Bermain Au Asyik Ay ( Reward & Yel- Yel Au Asyik A. d i Tk Mutiara Cemerlang. 6, 2065Ae2072. Siahaan. Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain Bola Warna- Warni Di Ra. 6, 1730Ae1734. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Yusra. Penerapan metode bercerita dalam membentuk karakter keberanian anak usia dini di RA Darul Ulum UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpua.