DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 1 (Maret 2. Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas Cost Analysis of Using Electronic Medical Records in The Emergency Room at Andalas University Hospital Deyana FriciaA. Adila Kasni AstienaA *. FebrianA Program Studi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang Jl. Perintis Kemerdekaan No. 94 Jati. Kota Padang *Corresponding author : adila@med. Abstract Based on the Minister of Health Regulation Number 24 of 2022 which requires every health service facility to use Electronic Medical Records. Readiness for implementing EMR can be seen from several aspects. One of them is operational preparation. UNAND Hospital has implemented electronic medical records in 2023. Where the units that have just implemented electronic medical records are the emergency installation, intensive care and inpatient rooms. The purpose of this study was to find out how much it costs or budgets to use EMR so that all units can implement it. The type of research used is quantitative research in the form of calculating investment costs, operational costs and maintenance costs. The results of the study showed that the total investment cost was IDR 30,272,582. 6, operational costs were IDR 128,421,834 and maintenance costs were IDR 1,990,000. The total cost of using electronic medical records in the emergency installation of UNAND Hospital was IDR 160,684,417 Keywords: Electronic medical records. Investment costs, maintenance costs, operational costs Abstrak Berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 dimana mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan Rekam Medis Elektronik. Kesiapan penerapan RME dapat dilihat dari beberapa aspek. Salah satunya adalah persiapan operasional. Rumah sakit UNAND sudah menerapkan rekam medis elektronik pada tahun 2023. Dimana unit yang baru menerapkan rekam medis elektronik adalah instalasi gawat darurat, ruang intensive dan rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa biaya atau anggaran dalam menggunakan RME tersebut agar semua unit bisa menerapkannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif berupa perhitungan biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya investasi sebesar Rp 30. 582,6, biaya operasional sebesar Rp 834 dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1. Total biaya pada penggunaan rekam medis elektronik di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND sebesar Rp 160. Kata kunci: rekam medis elektronik, biaya investasi, biaya pemeliharaan, biaya operasional Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 1 (Maret 2. Pendahuluan Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai tempat penyediaan perawatan medis dan beroperasi secara terbuka. Rumah sakit memiliki peran utama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan selalu berinteraksi dengan keseimbangan yang dinamis. Semakin tinggi tingkat kecerdasan, status sosial masyarakat tentang penyakit, biaya, dan upaya penyembuhan akan semakin baik. Oleh karena itu, masyarakat mengharapkan pelayanan kesehatan berkualitas dari rumah sakit. Kualitas pelayanan kesehatan yang baik tidak terlepas dari peran tenaga medis dan nonmedis, tindakan, serta pelayanan lain yang diberikan kepada Penyelenggaraannya di lakukan sebagai bentuk tata tertib administrasi dalam suatu institusi kesehatan. Salah satu aspek penting dalam rumah sakit adalah sistem rekam medis (Ariani, 2. Rekam medis elektronik merupakan suatu teknologi yang penting untuk informasi medis dan berpartisipasi dalam perawatan pasien berkualitas tinggi dan efisiensi manajemen. Efisiensi adalah pendekatan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan sumber daya yang minimal namun menghasilkan hasil yang maksimal (Septiana. Rustiawati. Sari, 2. Penerapan RME ini berdampak pada percepatan akses data pasien dan pengurangan kesalahan klinis dalam pelayanan di fasilitas kesehatan (Ariyanti. Agushybana. Widodo, 2. Rekam Medis Elektronik pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1972 oleh Regenstreif Institute kemajuan besar dalam praktik medis. Dorongan penting datang melalui UndangUndang Pemulihan dan Reinvestasi Amerika tahun 2009, yang dipelopori oleh Barack Obama, yang memberikan insentif kepada pengguna RME (Honavar, 2. Sistem rekam medis elektronik memiliki banyak manfaat, seperti peningkatan kualitas layanan dan pengurangan biaya perawatan yang tidak diperlukan. Namun, salah satu hambatan utama dalam penerapan sistem RME adalah masalah biaya (Choi. Lee. Rhee, 2. Rekam Medis Elektronik dianggap berpotensi menjadi salah satu pendorong transformasi layanan Rekam medis elektronik dari perspektif operasional, harus menghasilkan statistik layanan kesehatan yang penting bagi perencanaan dan pengelolaan layanan Beberapa harapan pengguna RME yaitu dokumentasi pasien yang cermat, pengkodean dan penagihan penyakit, kepatuhan terhadap peraturan, pemanfaatan jalur klinis, alur kerja yang dioptimalkan, pertahanan medis-hukum, konektivitas tanpa batas dengan platform investigasi klinis, kecepatan input di titik masuk, dan yang paling penting, kompilasi data untuk analisis dan penelitian, semuanya dengan efisiensi waktu, dan antarmuka yang ramah antara pengguna dan pasien. Idealnya. RME harus menjadi portabilitas di seluruh rantai rujukan (Honavar, 2. Berdasarkan hal tersebut diatas, dialakukan Analisa terhadap biaya penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND. Metode Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu peneliti melakukan perhitungan terhadap biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan terhadap implementasi Penelitian dilaksanakan di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND, dengan waktu Mei-Juli Cara Data tersebut didapat dengan cara menelaah dokumen rincian biaya Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 1 (Maret 2. penggunaan rekam medis eletronik dalam waktu satu tahun. Hasil dan Pembahasan Biaya Investasi Biaya investasi adalah biaya yang kegunaannya dapat berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Biasanya batasan waktu untuk biaya investasi ditetapkan lebih dari satu tahun. Batas satu tahun ditetapkan atas dasar kebiasaan bahwa anggaran direncanakan dan direalisir untuk satu tahun atau lebih. Biaya infrastruktur fisik dan kapasitas produksi. Akan tetapi, biaya investasi yang digunakan untuk menghitung biaya total tidak menggunakan biaya investasi itu sendiri, melainkan menghitung biaya (Depreciatio. (Bilhaq. Ningrum. Amiril, et al 2. Biaya penyusutan . epreciation cos. , adalah biaya yang timbul akibat terjadinya pengurangan nilai barang investasi . sebagai akibat penggunaannya dalam proses produksi. Setiap barang investasi yang dipakai dalam penyusutan nilai, baik karena makin usang atau karena mengalami kerusakan fisik. Nilai penyusutan barang investasi, seperti perangkat keras, server disebut sebagai biaya penyusutan. Berikut adalah hasil penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND: Tabel 1. Biaya Investasi Biaya Investasi Total Biaya Perangkat Keras Rp 14. Perangkat Lunak Sosialisai Rp 16. Total Rp 30. Sumber: Laporan tahunan 2022 RS UNAND Biaya investasi perangkat keras ini terdiri dari computer, tablet, printer dan Dimana untuk investasi server ini menggunakan rekam medis elektronik di rumah sakit UNAND. Sedangkan untuk biaya investasi perangkat lunak ini tidak ada, dikarenakan pengembangan software ini langsung dilakukan oleh pihak IT rumah sakit UNAND. Jadi untuk total biaya investasi dari penggunaan rekam medis elektronik di rumah sakit UNAND sebesar Rp 30. 582,6. Biaya Operasional Biaya operasional suatu rumah sakit dapat diartikan sebagai biaya yang terjadi dalam kaitannya dengan proses penciptaan mempunyai masa manfaat tidak lebih dari satu tahun. Salah satu hal yang dapat dilakukan rumah sakit yaitu dengan melakukan efisiensi terhadap biaya operasional rumah sakit. Efisiensi biaya dilakukan untuk mengukur sejauh mana rumah sakit untuk menghasilkan profit yang diinginkan dan agar mampu bertahan dalam persaingan bisnis. Biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit dalam beroperasi perlu dikendalikan sebaikbaiknya, karena walaupun operasional dapat berjalan dengan lancar dan baik namun apabila tidak didukung dengan usaha untuk dapat menekan biaya operasional serendahAeserendahnya akan operasional (Ernawati F, 2. Menurut kamus akuntansi yang dibuat oleh Syahrul dan Muhammad Afdi Nizar . 0: . pengertian biaya operasional adalah biaya-biaya yang kegiatan-kegiatan administrasi dan penjualan dari suatu Disebut juga nonmanufacturing expenses merupakan biaya periode yang berkaitan dengan waktu, bukan dengan Biaya ini dibagi atas biaya penjualan dan biaya administrasi umum. Hal ini dipertegas oleh supriyono . yang mengemukakan biaya operasional merupakan suatu pengeluaran yang masa manfaatnya tidak lebih dari satu tahun atau pengeluaran yang dikaitkan secara langsung dengan pendapatan dalam satu periode tertentu atau dengan kata lain Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 1 (Maret 2. merupakan biaya yang dikeluarkan yang hakekatnya dianggap terpakai dalam masa satu tahun. Dalam biaya operasional ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dari penggunaan listrik karena menggunakan komputer serta printer untuk menunjang dalam penggunaan rekam medis elektronik tersebut (Jumirin. Lubis, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Surani et al, 2023 tentang biaya yang harus dikeluarkan implementasi RME di RSUP Surakarta mengalami kenaikan. Listrik merupakan hal yang krusial guna kelancaran terlaksananya RME di rumah sakit, untuk itu merupakan hal yang wajib bagi suatu rumah sakit yang ingin menerapkan RME agar memastikan ketersediaan aliran listrik yang lancar, baik dengan strategi berlangganan listrik premium. Biaya operasional penggunaan rekam medis elektronik di rumah sakit UNAND sebesar Rp 187. 555,6. Menurut Green 2024, dimana biaya operasional pada penggunaan rekam medis elektronik 094$ yang setara dengan Rp 990,6 yang artinya biaya operasional pada penggunaan rekam medis elektronik di rumah sakit UNAND termasuk kedalam kategori besar dikarenakan biaya yang tinggi pada gaji SDM (IT 2 orang petugas rekam medis 4 oran. dan biaya listrik yang dikalikan dalam satu tahun. Berikut adalah hasil perhitungan biaya operasional pada penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND: Tabel 2. Biaya Operasional Total Biaya Operasional Gaji SDM Total Biaya Rp 106. Biaya Listrik Biaya Internet Rp 11. Rp 10. Rp 128. Sumber: Laporan tahunan 2022 RS UNAND Biaya operasional penggunaan rekam medis elektronik di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND terdiri dari gaji SDM . orang IT dan 4 orang petugas rekam medi. , sedangkan untuk biaya listrik ini terdiri dari biaya Listrik penggunaan computer di IGD dan diruangan SIMRS, biaya listrik printer, wifi di IGD serta biaya listrik server. AC presisi. AC split dan lampu diruangan SIMRS. Jadi total biaya operasional pada penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND sebesar Rp 128. Biaya Pemeliharaan Pemeliharaan alat-alat merupakan salah satu fungsi yang sangat penting dalam perusahaan manufaktur. Pemeliharaan merupakan kegiatan untuk menjaga agar alat-alat produksi dapat bekerja secara efektif dengan mengurangi kemacetan-kemacetan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan alat produksi, sehingga umur ekonomis suatu mesin menjadi lebih Untuk keberlangsungan kegiatan produksi dan menjaga fasilitas atau peralatan produksi tetap baik sehingga diperlukan kegiatan pemeliharaan yang teratur antara lain, pengecekan, pelumasan, reparasi atas kerusakan yang ada serta penggantian spareparts yang terdapat pada fasilitas atau peralatan produksi tersebut Dengan adanya kegiatan pemeliharaan, akan Biaya tersebut berbanding lurus dengan aktivitasnya, dengan kata lain semakin tinggi frekuensi aktivitas tersebut semakin tinggi pula biayanya. Tingginya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sangat berdampak pada harga (Ermaya. Fathony. Harismawati, 2. Biaya penggunaan rekam medis elektronik di rumah sakit UNAND terdiri dari pergantian sparepart printer dan jasa serta instal ulang komputer dengan total biaya Menurut Green, 2024 biaya pemeliharaan rekam medis elektronik 000$ yang setara dengan Rp Copyright A2025 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 8 No 1 (Maret 2. pemeliharaan rekam medis elektronik dikategorikan kecil dikarenakan biaya pemeliharaan pada perangkat lunak pemeliharaan perangkat lunak ini langsung dikembangkan oleh IT pihak membutuhkan biaya. Penelitian ini sejalan dengan Septiana et al 2023 tentang Analisa implementasi rekam medis elektronik terhadap efisisensi pembiayan di unit rekam medis rumaj sakit X. dimana untuk biaya pemeliharan perangkat lunak dianggap sebagai bagian dari tugas unit IT, sehingga biaya berkelanjutan dapat dihindari. Berikut pemeliharaan pada penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND: Tabel 3. Biaya Pemeliharaan Perangkat Printer Komputer Total Server Maintenance Sparepart. Instal Ulang Total Biaya Rp 1. Rp 490. Rp 1. Biaya pemeliharaan dari printer yaitu perbaikan sparepart dan jasa serta untuk biaya pemeliharaan computer berupa pemeliharaan sebesar Rp. Total Biaya Pada dasarnya, biaya total merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan output. Dapat dikatakan bahwa biaya total merupakan seluruh biaya atau pengeluaran yang dibayar perusahaan untuk membeli menghasilkan barang atau jasa (Bilhaq et al, 2. Tabel 4. Total Biaya Biaya Biaya Investasi Biaya Operasional Biaya Pemeliharaan Total Jumlah Rp 128. Rp 1. Rp 160. Total biaya dari penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND yang terdiri dari biaya investasi, biaya operasional dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 160. Biaya awal yang tinggi untuk mengadopsi RME menjadi tantangan utama dalam penerapannya secara luas. Namun. Rumah Sakit UNAND akan melakukan penerapan RME secara menyeluruh karena memiliki dampak yang positif dalam jangka menengah dan Penelitian ini sejalan dengan Septiana Nur et all . yaitu dengan setelah implementasi RME, biaya Unit Rekam Medis mengalami penurunan sebesar 37,45ri total biaya sebelumnya. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap biaya dari penggunaan rekam medis elektronik di IGD rumah sakit UNAND, didaptkan biaya investasi sebesar Rp 30. 582,6, biaya operasional sebesar Rp 128. 834 dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk melakukan analisa manfaat yang didapatkan dari penggunaan rekam medis elektronik, apakah dari penggunaan rekam medis elektronik ini menghasilkan manfaat lebih tinggi dari total biaya yang dikeluarkan. Ucapan Terima Kasih