ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA LAUNDRY Dahlan Gunawan1. Andi Ipaljri Saputra2. Aplan Jumadi3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dahlangunawan@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, andiipaljri@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, 61120024@univbatam. ABSTRACT Background: Low Back Pain is a common health problem worldwide that often results in activity limitations and absenteeism from work. Methods: The method of this research is an observational analytical sample ninth in this study using nonprobability sampling method with accidental sampler technique with a sample number of 97 respondents. Data is the primary data of the questionnaire. Data analysis using univariate and bivariate analysis. with accidental sampling technique with a sample size of 97 Results: The results of the study showed several factors that cause Low Back Pain in laundry workers: age, body position, and repetition that causes low back pains. The p-value is obtained in a sequence of p = 0. 795, p = 0. 010, p = 0,001. Significant factors affecting the occurrence of Low Back Pain are body position and repetition, while age is not significant. Conclusion: Based on the Chi-Square correlation results, there is a significant relationship between body position and repetition with Low Back Pain incidents, whereas age has no significant relationship to low back pains in laundry workers. Keywords: Low Back Pain. Laundry worker ABSTRAK Latar Belakang: Low Back Pain merupakan permasalahan kesehatan umum di seluruh dunia yang sering kali mengakibatkan keterbatasan aktivitas dan absensi dari pekerjaan. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional pengembilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Data merupakan data primer dari kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan beberapa faktor yang menyebabkan kejadian Low Back Pain pada pekerja laundry yaitu: usia, posisi tubuh, dan repetisi yang menyebabkan kejadian low back pain. Didapatkan hasil p-value berturut-turut p = 0,795, p = 0,010, p = 0,001. Faktor yang signifikan mempengaruhi kejadian Low Back Pain adalah Posisi Tubuh dan Repetisi, sedangkan Usia tidak signifikan. Simpulan: Berdasarkan hasil korelasi Chi-Square Terdapat hubungan yang signifikan antara Posisi Tubuh Dan Repetisi dengan kejadian low back pain, sedangkan Usia tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian Low Back Pain pada pekerja laundry. Kata Kunci: Low Back Pain. Nyeri Pinggang Bawah. Pekerja Laundry. Universitas Batam Page 91 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 PENDAHULUAN belakang atau Low Back Pain menjadi Low Back Pain permasalahan kesehatan yang banyak permasalahan kesehatan umum di seluruh dijumpai dimasyarakat. Low Back Pain dunia yang sering kali mengakibatkan merupakan penyakit kedua yang paling keterbatasan aktivitas dan absensi dari umum terjadi pada manusia setelah influenza. Meskipun Low Back Pain Berdasarkan informasi dari Direktorat sendiri tidak mengarah pada kematian. Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian namun dampaknya membuat individu Kesehatan Republik Indonesia pada Tahun 2018 (Kemkes RI), prevalensi Low Back Pain produktivitas, menyebabkan beban di Indonesia mencapai 18% ( Amelia Hasby ekonomi yang signifikan bagi individu, et al 2023. KEMENKES, 2. keluarga, masyarakat, dan pemerintah Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Lia Dheka Arwinno, 2018. Ricca Sahara Ricca Sahara dan Terry Y. R Pristya pada & Terry Y. Pristya, 2. Beradasarkan data hasil dari The perbandingan dari jurnal-jurnal yang Global Burden of Disease Study 2017 membahas faktor-faktor yang terkait dengan menunjukkan bahwa Low Back Pain kejadian Low Back Pain. Ada banyak faktor menduduki peringkat pertama sebagai yang memengaruhi kemunculan Low Back penyebab utama kecacatan pada tahun Pain, diantaranya usia, jenis kelamin, indeks 1990 dan 2017. Penyakit ini merupakan massa tubuh, lama kerja, posisi kerja, masa salah satu dari sepuluh penyakit dengan kerja, repetisi, beban kerja, merokok, stres, luka muatan tertinggi, dengan jumlah aktivitas fisik, dan riwayat penyakit. Pada rata-rata DALY (Disability Adjusted Life penelitian ini juga memaparkan bahwa Year. lebih tinggi daripada HIV, faktor yang paling berpengaruh terhadap Diabetes Melitus, tuberkulosis (TBC), kejadian Low Back Pain adalah posisi kerja. kanker paru-paru, penyakit paru Salah satu sektor industri yang obstruktif kronik, dan komplikasi berpotensi menghadapi risiko keluhan Low kelahiran prematur (Nur Aini & Devi Back Pain adalah industri laundry. Saat ini. Intan Silvia, 2019. Raihan Kenang Tiasna industri ini mengalami pertumbuhan yang & Anik Setyo Wahyuningsih, 2. pesat dan dapat dengan mudah ditemukan. Prevalensi Low Back Pain terutama di kota-kota besar. Awalnya, usaha diperkirakan terjadi pada sekitar 568 juta laundry hanya dijalankan oleh hotel atau orang di seluruh dunia. Low Back Pain rumah sakit. Namun, seiring berjalannya merupakan penyebab kecacatan di 160 negara dan diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Sebagai rumahan menjadi peluang bisnis yang tambahan Prevalensi penderita Low Back terbuka bagi masyarakat umum ( Joice Sari Pain hampir 70-80% penduduk di negara Tampubolon, 2024. Arista Ardiningrum et maju pernah mengalaminya. Sekitar 15al, 2. 45% dewasa mengalami keluhan tersebut Proses kerja di industri laundry dimulai setiap tahunnya. Dan satu diantara 20 penderita harus dirawat di Rumah Sakit pengeringan, finishing, dan pendistribusian. karena serangan akut (Cieza A et al. Pekerja laundry umumnya terlibat dalam Ilma Helmalia Putri et al 2. kegiatan seperti mendorong . Sedangkan di Indonesia, nyeri punggung menarik . , melipat . Page 92 Universitas Batam ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 mengangkat . , dan mengangkut penelitian yang dilakukan oleh Tiyas Hal-hal Desinta . , yang mengungkapkan meningkatkan risiko terjadinya keluhan bahwa sebagian besar pekerja di industri Low Back Pain (Joice Sari Tampubolon, laundry di wilayah Tlogosari adalah Nimas Ayu Herawati & Ida Bagus perempuan, mencapai persentase sebesar Weda Wigena, 2. 94,0%. Sedangkan pekerja laki-laki hanya ditemukan di 3 laundry dengan peran khusus METODE PENELITIAN dalam bagian pencucian dan penjemuran. Jenis dan Desain penelitian ini adalah masing-masing dengan satu pekerja (Desinta, 2. pendekatan CrossAesectional (Sugiyono. Penelitian ini tidak sejalan dengan hasil Populasi dalam penelitian ini penelitian pada tahun 2014 terhadap penjahit adalah pekerja Laundry yang berjumlah di sektor usaha informal CV. Wahyu 97 Orang. Dalam penelitian ini, penulis Langgeng. Jakarta, yang menemukan menggunakan teknik accidental sampling adanya hubungan signifikan antara jenis untuk menentukan sampel penelitian. kelamin dan keluhan Low Back Pain. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dengan tingkat hubungan yang sangat kuat. Tahun 2024. Jenis data yang digunakan Penelitian tersebut mencatat bahwa dalam penelitian ini adalah data Primer. kekuatan otot seseorang dapat dipengaruhi Instrumen penelitian ini menggunakan oleh jenis kelamin, di mana kekuatan otot Pada penelitian ini untuk perempuan cenderung lebih rendah daripada melihat hubungan antara variabel kekuatan otot laki-laki. Perbedaan ini dapat dilakukan analisis menggunakan uji mempengaruhi ketahanan otot pada lakikorelasi chis quare. laki, yang kemungkinan mengalami kelelahan dan nyeri menjadi lebih rendah. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Usia Karakteritik Responden Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Tabel 1. 0 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempua Frekuens i . Persentas e (%) Total Berdasarkan Tabel 1. 0 dapat diketahui bahwa dari total 97 responden, 84 di antaranya atau 86,6% adalah Sementara itu, responden laki-laki berjumlah 13 atau 13,4% dari total responden. Dari data ini, terlihat jelas bahwa pekerja laundry didominasi oleh perempuan. Penelitian ini sejalan dengan Universitas Batam Tabel 1. 1 Distribusi Frekuensi Usia Usia < 35 tahun Ou 35 tahun Total Frekue nsi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 1. 1 dapat diketahui bahwa dari total 97 responden, 56 di antaranya atau 57,7% berusia 35 tahun ke Sementara itu, responden yang berusia di bawah 35 tahun berjumlah 41 orang, yang merupakan 42,3% dari total responden. Data ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja laundry termasuk kelompok usia yang lebih dewasa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Tampubulon dan Adiatmika . , yang mencatat bahwa dari 30 responden yang terlibat, 19 orang . ,33%) berusia di bawah 35 tahun. Page 93 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 sementara 11 orang . ,66%) berusia 35 dari total 97 responden, 48 di antaranya atau tahun ke atas. Keluhan pada otot rangka 49,5% melaporkan berada pada tingkat umumnya mulai dirasakan saat usia kerja, ketidaknyamanan sedang saat bekerja. yaitu antara 25 hingga 65 tahun. Umumnya. Sementara itu, 25 responden atau 25,8% keluhan pertama kali muncul sekitar usia 35 mengalami ketidaknyamanan tinggi, dan 24 tahun, dan tingkat keluhannya cenderung 24,7% meningkat seiring bertambahnya usia. ketidaknyamanan sangat tinggi. Data ini Fenomena ini terjadi karena di usia setengah mengindikasikan bahwa hampir setengah baya, kekuatan dan ketahanan otot cenderung menurun, meningkatkan risiko ketidaknyamanan tubuh pada tingkat keluhan pada otot. Pada rentang usia 50-60 tahun, penurunan kekuatan otot mencapai Penelitian ini sejalan dengan penelitian 25%, sementara kemampuan sensorisyang dilakukan oleh Remon dkk, . motoris turun sebanyak 60%. Oleh karena pada petani sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 74 responden yang memiliki posisi tubuh salah, sebanyak pekerjaan seseorang (Tampubulon, 2. 65 di antaranya mengalami Low Back Pain. Penelitian ini tidak sejalan dengan sementara 9 responden lainnya tidak penelitian yang dilakukan oleh Andi Saputra mengalami low back pain. Hasil uji Chipada tahun 2020 terhadap 36 pekerja Square untuk hubungan antara posisi tubuh pembatik di Sanggar Batik Semarang. saat bekerja dengan kejadian Low Back Pain Penelitian tersebut menunjukkan adanya pada petani sawit menunjukkan nilai p-value hubungan signifikan antara usia dengan sebesar 0,000 . < 0,. Nilai p-value yang terjadinya Low Back Pain dengan nilai prendah menunjukkan adanya hubungan yang value sebesar 0,020 . < 0,. Temuan ini signifikan antara posisi tubuh saat bekerja menunjukkan bahwa pekerja yang berusia dengan kejadian Low Back Pain pada 35 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi populasi yang diteliti. untuk mengalami Low Back Pain. Distribusi Frekuensi Repetisi Analisis Univariat Tabel 1. 3 Distribusi Frekuensi Repetisi Distribusi Frekuensi Posisi Tubuh Frekuensi Persentase Repetisi . (%) Tabel 1. 2 Distribusi Frekuensi Posisi > 4 kali/menit Tubuh O 4 kali/menit Posisi Frekuensi Persentase Total Tubuh . (%) Berdasarkan Tabel Sedang bahwa dari total 97 responden, 72 di Tinggi 74,2% Sangat Tinggi melakukan repetisi gerakan lebih dari 4 kali Total per menit. Sementara itu, 25 responden atau Berdasarkan Tabel 1. 2 dapat 25,8% melaporkan melakukan repetisi diketahui bahwa terdapat variasi dalam gerakan sebanyak 4 kali per menit atau tingkat ketidaknyamanan posisi tubuh Data ini mengindikasikan bahwa yang dipertahankan oleh para pekerja. sebagian besar pekerja laundry terlibat Pada tabel di atas menunjukkan bahwa dalam aktivitas yang sangat repetitif, yang Universitas Batam Page 94 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 dapat meningkatkan risiko kelelahan Kartika Widyasari et al. Hasil penelitian otot dan masalah kesehatan terkait tersebut menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan berulang bagian tubuh yang posisi tubuh yang janggal dengan keluhan Low Back Pain pada penjahit di sektor usaha Informa Penelitian ini sejalan dengan penelitian di CV. Wahyu Langgeng. Jakarta. Pergerakan yang dilakukan oleh Nurhayati . berulang atau repetitif menyebabkan Low Back pada pekerja penempaan di sektor industri Pain karena penggunaan otot-otot yang sama Gamelan di Sukoharjo. Nurhayati secara terus-menerus. Repetisi ini menjadi salah satu faktor signifikan yang menyebabkan keluhan low back pain, terutama ketika dilakukan bersamaan dengan posisi tubuh yang menggunakan tangan mengalami keluhan Low Back Pain sebanyak 74,5%. Hasil Teori menunjukkan bahwa Low Back Pain penelitian tersebut menunjukkan adanya merupakan masalah kesehatan yang umum kekuatan korelasi sedang antara gerakan terjadi di masyarakat, baik di Amerika Serikat repetisi dan keluhan Low Back Pain, maupun di Indonesia. Di Amerika Serikat, lebih dengan arah korelasi positif yang dari 80% penduduk pernah mengeluhkan Low signifikan . -value = 0,. dan korelasi r Back Pain, sedangkan diperkirakan jumlahnya sebesar 0,434. tinggi lagi di Indonesia, dimana sekitar 90% Distribusi Frekuensi Kejadian Low kasus nyeri pinggang bawah bukan Back Pain Tabel 1. 4 Distribusi Frekuensi melainkan oleh kesalahan posisi tubuh saat Kejadian Low Back Pain bekerja (Putranto, 2. Analisis Bivariat Low Back Frekuensi Persentase Pain . (%) Hubungan Antara Usia Dengan Kejadian Ringan Low Back Pain Sedang Tabel 1. 5 Hubungan Antara Usia Dengan Berat Kejadian Low Back Pain Total Total PUsia Low Back Pain Value Ringan Sedang Tinggi Berdasarkan Tabel 1. 4 yang dapat O 35 diketahui bahwa dari total 97 responden, 42 di antaranya atau 43,3% mengalami nyeri > 35 0,795 punggung bawah dengan tingkat ringan. Sebanyak 28 responden atau 28,9% Total melaporkan nyeri dengan tingkat sedang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dan 27 responden atau 27,8% mengalami nilai P-Value sebesar 0. Nilai ini lebih besar nyeri dengan tingkat berat. Data ini dari tingkat signifikansi = 0. 05, yang berarti mengindikasikan bahwa hampir setengah tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dari pekerja laundry menderita Low Back dengan kejadian Low Back Pain di kalangan Pain ringan, namun terdapat juga proporsi pekerja laundry. Dengan kata lain, kejadian Low signifikan yang mengalami nyeri sedang Back Pain yang dialami oleh pekerja laundry hingga berat. tidak dipengaruhi secara signifikan oleh usia Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beauty Hasil penelitian menunjukkan bahwa Universitas Batam Page 95 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 tidak ada hubungan yang signifikan nyeri berat. antara usia dengan kejadian Low Back Hasil analisis korelasi Chi-Square Pain di kalangan pekerja laundry di menunjukkan bahwa kejadian Low Back Kecamatan Batam Kota tahun 2024. Pain yang dialami oleh pekerja laundry sebagaimana dibuktikan oleh nilai Pdipengaruhi secara signifikan oleh posisi Value sebesar 0. 795, yang lebih besar dari tubuh, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai tingkat signifikansi = 0. Meskipun P-Value yang lebih kecil dari tingkat proporsi nyeri ringan sedikit lebih tinggi signifikansi = 0. Dengan kata lain, pada kelompok usia di bawah 35 tahun, semakin tinggi tingkat ketidaknyamanan kejadian nyeri berat lebih banyak dialami posisi tubuh, semakin besar persentase oleh kelompok usia 35 tahun ke atas. Hal kejadian Low Back Pain berat. Kelompok ini mengindikasikan bahwa pekerja yang dengan posisi tubuh sedang memiliki lebih tua cenderung mengalami nyeri persentase tertinggi untuk nyeri ringan, punggung bawah yang lebih parah, sedangkan kelompok dengan posisi tubuh namun tidak secara signifikan. sangat tinggi memiliki persentase tertinggi untuk nyeri berat. Hubungan Antara Posisi Tubuh Dengan Kejadian Low Back Pain Hubungan Antara Repetisi Dengan Tabel 1. 6 Hubungan Antara Posisi Kejadian Low Back Pain Tubuh Dengan Kejadian Low Back Tabel 1. 7 Hubungan Antara Repetisi Pain Dengan Kejadian Low Back Pain Posisi Tubuh Total Low Back Pain Ringan Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sangat Tinggi Total Hasil analisis korelasi Chi-Square menunjukkan bahwa nilai P-Value 010, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi = 0. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian Low Back Pain yang dialami oleh pekerja laundry dipengaruhi secara signifikan oleh posisi Data ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat ketidaknyamanan posisi tubuh, semakin besar persentase kejadian Low Back Pain berat. Kelompok dengan posisi tubuh sedang memiliki persentase tertinggi untuk nyeri ringan, sedangkan kelompok dengan posisi tubuh sangat tinggi memiliki persentase tertinggi untuk Universitas Batam PValue 0,010 Repetisi Total Low Back Pain Ringan Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sangat Tinggi Total PValue 0,010 Hasil uji statistik menggunakan analisis korelasi Chi-Square menunjukkan nilai PValue sebesar 0. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi = 0. 05, yang menunjukkan adanya pengaruh frekuensi repetisi gerakan yang signifikan terhadap kejadian Low Back Pain di kalangan pekerja laundry di Kecamatan Batam Kota tahun Data ini mengindikasikan bahwa pekerja yang melakukan repetisi gerakan lebih dari 4 kali per menit cenderung mengalami Low Back Pain ringan hingga sedang, sedangkan mereka yang melakukan repetisi gerakan 4 kali per menit atau kurang cenderung mengalami nyeri berat. Hasil Chi-Square Page 96 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 Januari 2025 menunjukkan adanya pengaruh frekuensi . ,9%) melaporkan nyeri sedang, dan 27 repetisi gerakan yang signifikan terhadap orang . ,8%) melaporkan nyeri berat. Usia kejadian Low Back Pain di kalangan pekerja tidak menjadi faktor risiko yang signifikan laundry, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai terhadap kejadian Low Back Pain. P-Value yang lebih kecil dari tingkat Posisi tubuh merupakan faktor risiko signifikansi = 0. Hal tersebut yang signifikan terhadap kejadian Low Back menunjukkan bahwa kejadian Low Back Pain pada pekerja laundry. Semakin tinggi Pain . yeri punggung bawa. bervariasi tingkat ketidaknyamanan posisi tubuh, tergantung pada frekuensi repetisi gerakan semakin besar risiko mengalami Low Back yang dilakukan oleh para pekerja laundry di Pain. Repetisi gerakan merupakan faktor Kecamatan Batam Kota tahun 2024. risiko yang signifikan terhadap kejadian Low Kelompok yang melakukan repetisi gerakan Back Pain pada pekerja laundry. Pekerja lebih dari 4 kali per menit yang melakukan repetisi gerakan lebih dari 4 cenderung mengalami Low Back Pain kali per menit memiliki risiko lebih tinggi ringan hingga sedang, sementara mengalami Low Back Pain. kelompok yang melakukan repetisi gerakan 4 kali per menit atau kurang DAFTAR PUSTAKA