MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Januari, 2023 e-ISSN: 2988-3997 Copyright A 2023 Imron Gozali, et al. Bimbingan Teknis Manajemen Masjid sebagai Upaya Mengoptimalkan Fungsi Masjid Imron Gozali*1 Sobirin Bagus2. Muhammad Imam SyafAoi3 *e-mail korespondensi: imronghozali619@gmail. 1,2,3STAI Sangatta Kutai Timur. Indonesia Abstract The focus of this service is to carry out technical guidance on mosque management as an effort to optimize mosque functions for mosques under the guidance of the East Kutai Mosque and Musholla Coordinating Board. The aim is to provide suggestions and input for improvements to mosque administrators in managing and prospering the mosque. The method used is participatory action research where the author is actively involved in direct service activities. The result is that with the existence of the mosque management technical guidance activities, the understanding of mosque administrators about mosque management is better, they get input to carry out mosque functions, and there are more forms of service in mosques, both physical and non-physical services. Keywords: Technical guidance. Mosque Management. Mosque functions Abstrak Fokus pengabdian ini adalah melakukan kegiatan bimbingan teknis manajemen masjid sebagai upaya pengoptimalan fungsi masjid pada masji-masjid yang berada dibawah bimbingan badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) Kutai Timur. Tujuannya adalah untuk memberikan saran dan masukan perbaikan bagi para pengurus masjid dalam mengelola dan memakmurkan Metode yang digunakan adalah participatory Action Research dimana penulis terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian secara langsung. Hasilnya adalah dengan adanya kegiatan bimbingan teknis manajemen masjid tersebut maka pemahaman pengurus masjid tentang manajemen masjid menjadi lebih baik, mendapatkan masukan-masukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi masjid, dan bertambahnya bentuk-bentuk pelayanan di masjid-masjid, baik pelayanan fisik maupun non fisik. Kata Kunci: Bimbiingan Teknis. Manajemen Masjid. Fungsi Masjid Pendahuluan Masjid merupakan sarana ibadah bagi umat Muslim. Keberadaanya sangat dibutuhkan di dalam kehidupan beragama dan kehidupan sosial. Rasulullah sendiri saat melakukan hijrah, maka yang pertama kali dibangun pada saat itu adalah Masjid (Kurniawan, 2. Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun masjid juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan (Ifendi, 2. , balai pertemuan, sebagai cagar budaya (Mutaqin & Putri, 2. Pusat kegiatan dakwah (Ilyas, 2. , pusat pembinaan remaja (Fauzi, 2. , pusat pembinaan umat (Ali, 2. , pusat kegiatan dan layanan sosial (Arsyad. Dek, & Zulpiar, 2. , pusat ekonomi (Dalmeri, 2. , sebagai baitul maal (Alwi, 2. , bahkan masjid juga berfungsi sebagai benteng dalam peperangan, dan sebagai pusat perlawanan terhadap kolonialisme belanda (Mirdad, 2. Dengan demikian maka masjid harus dikembalikan fungsinya seperti yang telah dilakukan pada zaman Rasulullah Muhammad SAW. https://miftahul-ulum. id/ojs/index. php/mayara/index Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 Sebuah masjid tidak mungkin bisa mengurus dirinya sendiri, sehingga membutuhkan kelompok masyarakat yang akan menjadi pengurusnya. Pengurus masjid merupakan pelayan bagi masyarakat, bukan malah sebagai penguasa bagi masjid tertentu. Masjid menjadi milik semua masyarakat Muslim, tanpa membedakan suku, etnis, golongan (Mubarok, 2. dan perbedaan madzhab, sehingga mampu menjadi salah satu upaya dalam mencegah radikalisme dalam beragama (Mubarok & Bakri, 2. Dengan demikian maka masjid akan menjadi role model dalam pelaksanaan resolusi konflik, mediasi, demokrasi, kemanusiaan, perbedaan budaya, dan toleransi (Mubarok, 2. Pengurus masjid harus mengambil peran dalam pelaksanaan pendidikan Islam (Mubarok, 2. karena pada dasarnya masjid bukan hanya sebagai tempat melakukan ritual ibadah. Kenyataannya, masyarakat berbondong-bondong membangun masjid, namun masjid sepi dari aktivitas ibadah shalat lima waktu berjamaAoah. Apalagi jika menilik lebih jauh tentang fungsi masjid yang begitu banyak, maka kondisi tersebut semakin Kemerosotan aktivitas memakmurkan masjid terjadi dikarenakan kurang intensnya pengurus masjid dalam mengurus masjid, kurangnya pemahaman pengurus tentang manajemen masjid, atau bisa jadi karena kurangnya pelibatan masyarakat dalam kepengurusan masjid. Pengabdian lain yang berkaitan dengan manajemen masjid dilakukan oleh (AsAo adi & Muttaqin, 2. dimana dalam pengabdiannya melakukan pendampingan kegiatan keagamaan di masjid Al-Falah. Hasilnya adalah adanya peningkatan jumlah jamaAoah shalat lima waktu, minat anak-anak meningkat dalam kegiatan keagamaan di masjid, petugas shalat lima waktu seperti azan, iqamah, dan imam dilakukan olehmasyarakat sekitar secara bergiliran, serta terjadinya perubahan materi khutbah maupun ceramah dalam kegiatan dakwah di Masjid. Pengabdian selanjutnya dilakukan oleh (Mannuhung. Tenrigau, & Didiharyono, 2. dimana tujuan pengabdiannya dilakukan untuk meningkatkan wawasan tentang pengelolaan masjid dan remaja masjid di kota Palopo. Hasil pengabdiannya yang berkaitan dengan manajemen masjid menunjukkan bahwa adanya perbaikan manajemen kepengurusan, kesekretariatan, keuangan, bidang usaha, pembinaan, dan manajemen pendidikan dan pelatihan. Sedangkan hasil pengabdiannya yang berkaitan dengan manajemen remaja masjid adalah pembentukan struktur pengurus remaja masjid, kaderisasi, serta melakukan kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan sebagai upaya mendukung kegiatan pengurus masjid. Sedangkan penelitian yang berkaitan dengan fungsi masjid pernah dilakukan oleh (Suryawati, 2. dimana dalam penelitiannya memfokuskan bahasan pada konsep pemberdayaan masjid, fungsi-fungsi masjid, dan optimalisasi pemberdayaan masjid. Hasilnya adalah konsep pemberdayaan masjid merupakan cerminan dari fungsi-fungsi Adapun fungsi masjid dalam penelitiannya antara lain: Masjid sebagai tempat mobilisasi majelis taklim, pembinaan remaja, penyelenggaraan seminar, pengkaderan, dan pelatihan, sebagai pusat ilmu pengetahuan, pemberdayaan fakir miskin, dan pusat Dalam mengupayakan pengoptimalan pemberdayaan masjid maka dapat dilakukan dengan cara perbaikan manajemen masjid, mengoptimalkan bidang-bidang dalam susunan kepengurusan masjid. Berdasarkan fenomena dan fakta di atas, baik yang berkaitan dengan pengabdian maupun penelitian manajemen masjid maka dijumpai berbagai permasalahan yang dialami oleh pengurus masjid dalam mengelola masjid. Oleh karena itu bimbingan teknis manajemen masjid sebagai upaya mengoptimalkan fungsi masjid perlu untuk Jadi, fokus pengabdian ini adalah melakukan kegiatan bimbingan teknis manajemen masjid sebagai upaya pengoptimalan fungsi masjid pada masjid-masjid yang berada dibawah bimbingan badan Koordinasi Masjid dan Musholla Kutai Timur. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan saran dan masukan perbaikan bagi para pengurus masjid dalam mengelola dan memakmurkan masjid. Metode Pelaksanaan Metode Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research dimana penulis terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian secara langsung (Syaribanun, 2. baik sebagai pemateri maupun sebagai pelaksana kegiatan. Dalam metode Participatory Action MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Research terdapat tiga pilar dalam pengablikasiannya, yaitu: metodologi riset, adanya aksi, dan partisipasi (Soedjiwo, 2. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kompleks Pondok Pesantren Aura Panca Bhakti Kutai Timur. Jln. AW. Syahrani,KM. 3,5 Sangatta Utara. Kutai Timur, bekerja sama dengan lembaga dakwah Badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) Kutai Timur. Pengabdian ini dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada hari Sabtu, 24 Desember tahun 2022. Acara dimulai pada pukul 08:00 sampai dengan selesai. Adapun peserta bimbingan teknis manajemen masjid adalah masjid-masjid yang berada di bawah bimbingan lembaga dakwah Badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) Kutai Timur. Masing-masing masjid dimohon untuk mengutus satu orang pengurus. Boleh diwakili langsung oleh ketua pengurus, sekretaris, bendahara, maupun bidang lain yang terlibat dalam kepengurusan Hasil dan Pembahasan Kegiatan bimbingan teknis manajemen masjid merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membantu para pengurus masjid dalam memperbaiki pengelolaan masjid. Manajemen masjid adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pengurus masjid bersama dengan bidang-bidangnya serta masyarakat setempat melalui aktivitas yang positif untuk memakmurkan masjid (Imanuddin et al. , 2. Adapun filosofi manajemen masjid tertuang di dalam Al-QurAoan Surat At-Taubah Ayat 18: a AuaIacIa O I IA a A a cEEa II II aacEEa OEeO OaIA AAEaa aOaO IA AOIA AE a aOaCa aI E IA a aAcEEa Aa a aO eaOEaA c A uaEIA a eaAEaEa aOaEe aOA ea a c a a e a c a AE aI Oa aEOIaOe I aI Ee aI eNaA a a aa ea Artinya: Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut . epada siapapu. selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Berdasarkan ayat di atas maka akan muncul misi masjid, diantaranya: . Menjadikan masyarakat beriman kepada Allah, . Menjadikan masyarakat beriman kepada hari akhir (Yaumul Qiyama. , . Menjadikan masyarakat yang tunduk kepada Allah SWT dengan melaksanakan shalat, . Mensejahterakan masyarakat termasuk pelayanan di dalam masjid melalui zakat, . Menjadikan masyarakat merdeka dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT, . Turunnya hidayah Allah SWT. Dengan melaksanakan misimisi yang telah disebutkan. Kegiatan Pembukaan Kegiatan pembukaan dalam pengabdian ini dilaksanakan di Masjid Keramat. Masjid Keramat sendiri merupakan salah satu masjid yang berada di kompleks Pondok Pesantren Aura Panca Bhakti Kutai Timur. Masjid Keramat juga termasuk salah satu masjid yang berada di bawah bimbingan Badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) Kutai Timur. Hadir dalam acara pembukaan yaitu dewan Pembina Pondok Pesantren Aura Panca Bhakti Kutai Timur. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Kutai Timur. Dewan Pakar Lembaga Dakwah Badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) kutai Timur Ustadz Zakari Ulinuha. Pd. Ketua BKMM Kutai Timur Ustadz Muhyiddin Mf. Ketua dan sekretaris panitia, para daAoI BKMM Kutai Timur dan para peserta utusan dari masingmasing masjid yang berada dibawah binaan lembaga dakwah BKMM Kutai Timur. Acara dibuka oleh pembawa acara. Setelah memberikan salam pembuka dan penghormatan kepada para hadirin, pembawa acara membacakan susunan acara. Adapun acara pertama yaitu pembukaan dengan mengajak para hadirin untuk membaca Ummul Kitab secara bersama-sama. Acara kedua dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci AlQurAoan. Adapun pembacaan ayat suci Al-QurAoan dibacakan oleh QoriAo Ustadz Zahrowi Ilyas. Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 Gambar 1. Pembacaan ayat suci Al-QurAoan oleh Ust. Zahrowi Ilyas Setelah pembacaan ayat suci Al-QurAoan, selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyampaian laporan ketua panitia. Dalam laporannya, ketua panitia menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah ikut terlibat dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis Manajemen Masjid. Tidak lupa pula ketua panitia menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan bimtek tersebut terdapat kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena keterbatasan sumber daya, sumber dana, maupun keterbatasan waktu persiapan kegiatan bimtek manajemen masjid. Segala bentuk pengeluaran yang dikeluarkan dalam acara tersebut merupakan bantuan dari berbagai pihak, termasuk bantuan konsumsinya. Panitia bimtek manajemen masjid juga mengirimkan permohonan bantuan konsumsi kepada berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi menyukseskan acara bimtek manajemen masjid tersebut. Gambar 2. Sambutan ketua panitia bimtek manajemen masjid Begitu juga dengan sambutan dari Ketua BKMM Kutai Timur, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan bimbingan teknis tersebut terdapat kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena keterbatasan sumber daya, sumber dana, maupun keterbatasan waktu persiapan kegiatan bimbingan teknis manajemen masjid. Lembaga dakwah BKMM Kutai Timur sendiri merupakan lembaga dakwah yang mengkoordinir penjadwalan khutbah jumAoat selama beberapa tahun. Penjadwalan tersebut merupakan bentuk bimbingan BKMM Kutai Timur kepada masjid-masjid melalui para daAoi yang dimilikinya. Bertepatan dengan berakhirnya penjadwalan khutbah jumAoat periode Juli s/d Desember maka ketua BKMM Kutai Timur mengkonfirmasi ulang kepada para pengurus masjid terkait penjadwalan khatib yang dilakukan untuk memastikan tidak adanya kesalahpahaman dalam penjadwalan terutama kesalahan dobelnya jadwal salah satu khatib pada masjid yang Pada samutannya juga ketua BKMM Kutai Timur memohon kepada para pengurus masjid untuk komunikasi aktif untuk mengingatkan jadwal para khatib yang bertugas di masjdinya masing-masing. MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Gambar 3. Sambutan oleh ketua BKMM Kutai Timur Setelah selesainya rangkaian acara pembukaan, maka acara pembukaan ditutup secara resmi untuk kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bimbingan teknis manajemen masjid. Adapun lokasi penyampaian materi bimbingan teknis manajemen masjid berbeda dengan lokasi acara pembukaan. Jika acara pembukaan bimbingan teknis manajemen masjid dilakukan di masjid, maka penyampaian materi bimbingan teknis manajemen masjid dilakukan di salah satu ruang kelas Pondok Pesantren Aura Panca Bhakti Kutai Timur. Kegiatan Inti Kegiatan inti acara bimbingan teknis manajemen masjid ini adalah penyampaian materi yang berkaitan dengan manajemen masjid. Yang bertindak sebagai pemateri pada acara ini adalah Drs. Sobirin Bagus. MM. dan yang bertindak sebagai moderator dan operator adalah Imron Gozali. Hum. Gambar 4. Penyampaian materi bimbingan teknis manajemen masjid Gambar 5. Moderator & peserta bimbingan teknis manajemen masjid Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 Materi-materi bimbingan teknis yang disampaikan oleh pemateri antara lain tentang: kedudukan pengurus masjid sebagai pelayan umat, dan bukan sebagai penguasa masjid, . Masjid menjadi milik semua umat Islam tanpa membedakan golongan atau madzhab apapun, . Mengembalikan fungsi masjid, . Filosofi manajemen masjid berdasarkan surat At-taubah Ayat 18, . Luruskan niat dalam mengurus masjid, . Menjadi karyawan Allah SWT. Dengan mengurus masjid, . Fungsi-Fungsi Masjid, . Ukuran kemakmuran suatu masjid, . Anjuran masuk masjid, . Memaparkan target pengurus masjid, . Pengurus masjid melakukan pemetaan wilayah jamaAoahnya, . Memberikan pelayanan ekstra kepada jamaAoah, . Memberikan masyarakat peran di dalam manajemen masjid, . Bentuk-bentuk pelayanan dalam manajemen masjid, . Kesimpulan Gambar 6. Materi bimbingan teknis manajemen masjid dalam bentuk Power Point Setelah pemateri selesai memaparkan materinya, kemudian moderator membuka sesi Tanya jawab yang berkaitan dengan manajemen masjid. Pada sesi diskusi tersebut terdapat beberapa pengurus masjid yang merasa ingin mengetahui lebih jelas dan lebih terperinci serta bagaimana mengaplikasikan apa yang telah dipaparkan oleh pemateri. Dengan materi yang telah dipaparkan tersebut tentu para pengurus masjid semakin termotivasi untuk mendalami manajemen masjid sebagai upaya para pengurus untuk mengoptimalisasikan fungsi masjid sebagai upaya untuk memakmurkan masjid. Kegiatan Penutup Kegiatan penutup dilakukan setelah acara penyampaian materi dan diskusi. Kegiatan selanjutnya yaitu pembacaan doAoa supaya ilmu yang didapatkan pada acara bimbingan teknis manajemen masjid tersebut dapat bermanfaat dan barokah untuk diaplikasikan di masjid masing-masing. Pembacaan doAoa dipimpin langsung oleh ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Timur. Setelah pembacaan doAoa selesai, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Namun, tidak semua peserta ikut serta dalam acara makan bersama, mengingat acara selesai sekitar A30 menit sebelum tiba waktu shalat zuhur. Artinya sebagian pengurus masjid, para daAoi, dan Imam masjid memohon izin pulang terlebih dahulu mengingat tugas untuk menyelenggarakan rangkaian shalat zuhur berjamaAoah di masjid masing-masing. Para-panitia, peserta pengabdian, dan beberapa pengurus lembaga dakwah BKMM Kutai Timur tetap tinggal di lokasi acara untuk melaksanakan shalat zuhur berjamaAoah di masjid Keramat kompleks Pondok Pesantren Aura Panca Bhakti Kutai Timur. Setelah shalat zuhur berjamaAoah selesai kemudian diadakan evaluasi terkait kegiatan bimbingan teknis manajemen masjid yang telah dilaksanakan. Diantara permasalahan yang dijumpai adalah . Kurangnya partisipasi pengurus masjid untuk mengutus peserta, . Masukan untuk pembawa acara, . masukan untuk panitia, dan . agenda lanjutan yang berkaitan dengan manajemen masjid. MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Kesimpulan Kegiatan pengabdian berkaitan dengan bimbingan teknis manajemen masjid ini diperuntukkan kepada masjid-masjid yang berada dibawah bimbingan badan Koordinasi Masjid dan Musholla Kutai Timur. Dengan adanya bimbingan teknis manajemen masjid ini menghasilkan pemahaman yang baik kepada pengurus masjid tentang manajemen masjid. Pengurus masjid juga mendapatkan masukan-masukan berkaitan dengan fungsi-fungsi masjid, seperti masjid berfungsi sebagai sebagai lembaga pendidikan, balai pertemuan, sebagai cagar budaya, pusat kegiatan dakwah, pusat pembinaan remaja, pusat pembinaan umat, pusat kegiatan dan layanan sosial, pusat ekonomi, sebagai baitul maal, bahkan masjid juga berfungsi sebagai benteng dalam peperangan, dan sebagai pusat perlawanan terhadap kemungkaran sosial. Hasil lain dari pengabdian ini adalah bertambahnya bentuk-bentuk pelayanan di masjid-masjid, baik pelayanan fisik maupun non fisik. Referensi