Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 01. Januari 2025 pp. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Open Access: https://wiyatamandala. e-journal. id/JBA Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Mauliya1. Siska Dewi2. Anni Safitri3 1,2 ITSNU Pekalongan 3 Politeknik Balekambang INFO ARTIKEL ABSTRAK Tujuan dari riset inii guna mengetahui pengaruhi kualitas audit, ukuran iperusahaan, likuiditas, iprofitabilitas, dan solvabilitasi terhaadap opinii auditi goingi concerni pada perusahaani manufakturi yangi terdaftari di BEI tahun 2018-2022. Jenis penelitian ini adalah Jenisi risetnya yaitu penelitiani asosiatifi kausali dengan pendekatani iHasil riset inii menyatakan kualitas audit tidak memberikan pengaruh Kata Kunci: terhadapi penerimaan opini audit going concern padai perusahaani manufakturi yangi Kualitas audit, ukuran perusahaan, ilikuiditas, terdaftari di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Ukuran iperusahaan, iLikuiditas, iProfitabilitas, dan iSolvabilitas tidak memberikan pengaruh terhadapi penerimaan solvabilitas,iAudit Going opinii auditi going concern padai perusahaan manufakturi yang terdaftari diBursa Efek Concern Indonesiai tahun 2018-2022. Kualitas iaudit, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitasi dan solvabilitas isecara simultani memberikan pengaruh terhadapi Keywords: penerimaan opinii auditi going concern padai perusahaani manufakturi yang terdaftari Auditi quality, company diBursa Efek Indonesia tahuni 2018-2022. size, liquidity. ABSTRACT iprofitability and solvency, iAudit Going The purpose of ithis studyi is toi determinei the effecti of audit quality, companyi size. Concerni liquidity, profitability, andi solvency oni going iconcern auditi opinionsi in manufacturing companiesi listedi on thei IDX ini 2018-2022. Thisi type ofi researchi is DOI: The type of research conducted is causal associative research with a quantitative 52859/jba. Thei results of ithis studyi state thati auditi quality does not affecti thei acceptancei of igoing iconcern iaudit opinionsi in manufacturingi companiesi listedi on the Indonesia iStock iExchange iin 2018-2022. Company size. Liquidity. Profitability, and Solvency do not affect the acceptance of going concerni auditi opinionsi in imanufacturing companiesi listed on thei Indonesia iStock Exchange iin 2018-2022. Auditi quality, company size, liquidity, profitabilityi and solvency simultaneouslyi affecti thei acceptance of igoing concerni auditi opinions in imanufacturing companiesi listedi oni thei Indonesia Stock Exchange in 2018-2022. Riwayat Artikel: Pengajuan: 16-01-25 Revisi: 20-01-25 Penerimaan: 21-01-25 PENDAHULUAN Laporan keuangan merupakan parameter utama yang digunakan untuk menggambarkan kinerja Proses penyusunan laporan keuangan tidak lepas dari berbagai pertimbangan. Hal ini dilakukan supaya laporan keuangan yang disajikan dapat dilihat lebih baik dan berkualitas (Anni Safitri. Tujuan dari fungsi pemeriksaan adalah guna menjamin laporan finansial diungkapkan sesuai dengan pedoman accounting yang berlaku umum (SAK) serta untuk menjamin ketepatan pencatatan. Selain itu, pemeriksaan menyerahkan keyakinan kkepada iinvestor dan pemberi pinjaman atas keadaan financial dalam pperusahaan, sebab financial report yang telah diperiksa Kantor Akuntan Publik (KAP) bersifat tepat dan tidak memihak. Karena pengaruhnya yang signifikan, beberapa perusahaan melakukan manipulasi laporan keuangan perusahaan. Dilansir dari cnbcindonesia. fenomena manipulasi terbesar dan yang paling banyak diingat masyarakat dunia adalah salah satu lima KAP besar yaitu KAP Arthur Andersen memanipulasi laporan keuangan pada perusahaan energi asal Amerika Serikat. Enron dengan membukukan keuntungan meskipun perusahaan mengalami kerugian. Tujuan dari perencanaan tersebut adalah supaya menarik investor untuk berinvestasii dan membeli saham eEnron. Dengan kata lain financial report yang disajikan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Dalam satu tahun audit, auditor harus melihat apakah ada ketidakpastian yang relevan tentang keunggulan perusahaan guna meneruskan keberlanjutan usahanya. Pemeriksa mengeluarkan pendapat going concern ketika hasil pemeriksaan menimbulkan ketidakpastian tentang kemampuan pengelola untuk mempertahankan keberlangsungan bisnisnya. Memiliki tanggung * Penulis Korespondensi: Anni Safitri | annishafitri96@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 jawab yang besar terhadap perhatian kliennya, pemeriksa harus terbebas dari benturan kepentingan dalam penelaahan atas laporan finansial sehingga ia dapat memberikan pandangan yang sejalan dengan kondisi ekonomi perusahaan. Banyak faktor yang dapat memengaruhi pandangan pemeriksaan going concern, salah satunya adalah mutu pemeriksaan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Minerva Lydia . , mutu pemeriksaan berdampak pada pandangan going concern. Dari hasil analisis, dinnyatakan bahwa Kantor Akuntan Publik (KAP) yang tergabung dalam jaringan The Big Four llebih dapat menyatakan level keberlanjutan hidup perusahaan dibandingkan KAP yang belum tergabung dengan The Big Four. Oleh sebba itu tingkatt independensi KAP yang berafiliasii dengan The Big Four lebihh tinggii dibandingkan KAP yang belum berafiliasi. Selain itu dalam penelitian Tohiran . Faktor yang memengaruhi pandangan pemeriksaan going concern adalah situasi finansial perusahaan. Keadaan finansial perusahaan menjadi elemen penting dalam menilai kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan bisnisnya di masa depan. Kondisi ekonomi perusahaan ini juga tercermin pada finansial report yang dikelola oleh managemen. Rasio keuangan dipakai sebagai alat guna menilai performa atau kondisi ekonomi suatu entitas. Indikatornya meliputi ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas dan solvabilitas. Nilai pasar, total aset, dan penjualan adalah beberapa faktor yang dapat menentukan ukuran perusahaan. Menurut Hartono . , ukuran perusahaan dapat diukur dengan menggunakan logaritma natural dan total aset. Minerva dan Lydia . menemukan bahwa opini audit going concern dipengaruhi oleh seberapa besar perusahaan. perusahaan besar maupun kecil memiliki peluang yang sama untuk menerimanya jika ada indikasi krisis keuangan. Namun. Effendi . menyatakan bahwa penerimaan opini audit going concern tidak dipengaruhi oleh ukuran perusahaan, diukur dari total aset. Oleh karena itu, kinerja manajemen lebih dipengaruhi oleh kelangsungan hidup perusahaan daripada jumlah aset yang Perusahaan kecil dengan manajemen yang baik tetap memiliki peluang untuk bertahan dalam jangka panjang dan lebih mungkin menerima opini audit yang menyatakan bahwa mereka menjadi masalah jangka panjang. Opini audit going concern juga dipengaruhi oleh likuiditas. Kemampuan sebuah entitas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya dikenal sebagai likuiditas, menurut Subramanyam . Menurut Zalogo . , perusahaan dengan likuiditas rendah memiliki kesulitan melunasi kewajiban jangka pendeknya, tetapi perusahaan dengan likuiditas tinggi lebih mampu memenuhi kewajibannya tepat waktu, sehingga auditor lebih cenderung memberikan opini positif. Likuiditas yang baik mengurangi risiko masalah keuangan karena menunjukkan pengelolaan aset lancar dan arus kas yang baik. Opini audit yang menjadi perhatian juga dipengaruhi oleh profitabilitas. Faktor-faktor seperti penjualan, total aset, dan ekuitas menentukan tingkat keuntungan perusahaan dari operasinya. Zalogo dan Endrian . menemukan bahwa profitabilitas tinggi menunjukkan bahwa manajemen dapat mengelola aset dengan baik. Akibatnya, auditor lebih percaya pada keberlangsungan bisnis. Solvabilitas adalah indikator berikutnya, yang mengacu pada kemampuan finansial suatu perusahaan untuk mempertahankan likuiditas jangka panjang. Berdasarkan penelitian Zalogo sebelumnya, . menjelaskan bahwa opini audit going concern dipengaruhi oleh solvabilitas yang diukur dengan debt ratio. Jika rasio solvabilitas perusahaan meningkat, proporsi utang perusahaan juga akan meningkat dibandingkan dengan asetnya, yang dapat berdampak negatif pada posisi keuangan perusahaan. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian tentang kelangsungan hidup bisnis karena perusahaan dengan rasio utang tinggi cenderung lebih sulit untuk memenuhi kewajiban jangka panjang mereka. Akibatnya, rasio solvabilitas yang lebih tinggi dapat menyebabkan kinerja financial suatu organisasi menjadi lebih buruk, dan ada kemungkinan lebih besar bahwa opini audit going concern akan diterbitkan. Peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pengaruh kualitas audit, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap opini audit going concern. Ini dilakukan karena ada perbedaan dalam temuan dan temuan penelitian sebelumnya. Peneliti akan menyelidiki " Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI" berdasarkan latar belakang tersebut. Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 TELAAH LITERATUR Teori Keagenan Riset ini memakai teori agensi yang memperkirakan keterkaitan agency tterjadi disebabkan hubungan antara dua ppihak, di mana pihak . membantu pihak lain . guna melakukan kewajiban yang sesuai pada keperluan principal (Jensen dan Meckling, 1. Teorii agency berpendapat bahwaa terdapat asimetri informasii dan ketidaksamaan kepentingani baik agen maupun principal. Principal yang dimaksud yaitu pemegang saham, diperkirakan fokus pada peningkatan laba atau nilai iinvestasi iperusahaan, sementara ageni . anajemen perusahaa. cenderung termotivasii guna meningkatkan keuntungan yang diterima darii pihak iprinciapal, yang mencerminkan kepentingan masing-masing pihak dalam Dengan demikian, agen . anajemeni perusahaa. mempunyai akses ilebih banyaki terhadap informasi perusahaan, diduga dapat berusaha menutupi permasalahan atau ketimpangan di perusahaan, supaya calon investor dan pemilik perusahaan memiliki pandangan positif terhadap kinerja perusahaan. Hal ini menciptakan potensi konflik antara kepentingan principal dan agen yang bisa memengaruhi keputusan-keputusan strategis dalam perusahaan. Agensi teori menyoroti adanya masalah keagenan yang muncul ketika pemilik perusahaan . mengandalkan agen . untuk mengelola perusahaan. Ketidaksesuaian kepentingan antara principal dan agen dapat menyebabkan kekurangan informasi, konflik kepentingan, atau tindakan yang merugikan pemilik. Dalam konteks opini audit going concern, teori agensi dapat membahas bagaimana kualitas audit dapat berfungsi sebagai mekanisme pengurangan masalah keagenan dengan menyediakan informasi independen dan dapat dipercaya kepada pemilik dan pemangku kepentingan. Opini Audit Hany et al . dalam Kurnia. Pipin . going concern didefinisikan sebagai keberlanjutan suatu perusahaan, yang berarti bahwa perusahaan diharapkan dapat terus beroperasi dan menjalankan aktivitas bisnisnya untuk waktu yang lama. Melalui konsep going concern, badan usaha dianggap mampu menjaga kelangsungan operasionalnya dan tidaki akani dihentikan operasinya dalam periode dekat. Petronela . dalam Kurnia. Pipin . mengungkapkan tentang going concern mampu dilaksanakan idengan menganalisis keadaan didalam iperusahaan yang terungkap pada kemampuan menghasilkan laba, kesehatan finansial, atau tanggapan investor terhadap perusahaan. PSA 29 paragraf 11 huruf d menerangkan bahwai keraguan yang signifikan mengenai keahlian suatu perusahaan demi menjaga keberlanjutan operasionalnya . adalah kondisi yang meminta auditor mencantumkan iparagraf penjelasan tambahan pada ilaporan iaudit, namun hal ini tidaki berdampak pendapat Wajar Tanpai Pengecualian/Unqualified Opinion yang diberikan olehi auditor. Opini ini merupakan opinii yangi diberikan guna menilai suatu entitas apakah dapat melangsungkan operasionalnya dalam jangka panjang (SPAP, 2. Auditor melakukan proses audit terhadap kewajaran laporan keuangan yang terdiri dari laporan labarugi,laporan perubahan modal, dan laporan arus kas termasuk catatan atas laporankeuangan yang kemudian akan memberikan pendapat atas pekerjaan auditnya dalam bentuk opini audit (Liliani, 2. Kualitas Audit Menurut Kharismatuti . Kualitas audit merupakan keahlian seorang auditor guna mengidentifikasi dan melaporkani kesalahan atau ketidaksesuaian pada isistem akuntansii klien, berdasarkani pada pedoman auditing yang sudah ditentukan. Menurut De Angelo dalam Kurnia. Pipin . Kualitas audit didefinisikan sebagai iprobabilitas kesalahan dan ketidakwajaran yang dapat terdeteksi dan idilaporkan. Pemangku financial report cenderung lebih mempercayai ilaporan keuangani hasil audit dengan reputasi itinggi dibandingkani auditor iyang ikurang berkualitas, olehkarena itu, para pemangku beranggapan bahwa guna menjaga kualitas perusahaanya, auditor akan lebih teliti selama proses audit untuk menemukan kekeliruan atau fraud. Auditori yang berpengalaman akan melaksanakan audit berdasarkan standar tinggi. Jika memiliki reputasi yang baik, auditor dapat mendeteksi penyajian kesalahan signifikan dan menyampaikan rekomendasi kepada pihak agen. Auditor yang andal akan meningkatkan kepuasan pemegang saham terhadap hasil kerja manajemen (Kurnia. Pipin. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Ukuran Perusahaan Suwito dan Herawati . 5:) mengatakan firmi size adalah Ukuran perusahaan adalah sebuah ukuran yang digunakan untuk mengelompokkan ikecilnya perusahaan dengan beberppa icara, yang dapat dibagi dalam tiga kategori meliputi iperusahaan ibesar, perusahaani menengahi, dan iperusahaan ikecil. Menurut Riyanto . , skala perusahaan menunjukkan besar kecilnya organisasi yang diukur melalui total aset, jumlah penjualan, dan rata-rata penjualan. Sementara itu. Brigham dan Houston . menegaskan bahwa ukuran perusahaan didasarkan pada rata-rata total penjualan bersih selama tahun berjalan yang relevan selama beberapa tahun. Ukuran perusahaan dapat ditentukan oleh itotal iaset, jumlah ipenjualan, dan inilai pasar. Dengan meningkatkan iaset, nilai pasar, dan penjualan, ukuran perusahaan juga akan ibertambah besar. Hartono . menjelaskani bahwa ukurani perusahaani menggambarkan besar kecilnya perusahaani melaluii total iaset dengan menggunakan ilogaritma naturali sebagai ukuran. Selain itu ukuran perusahaan dapat menunjukkan seberapa yang terdapat didalamnya, sekaligus mencerminkan kesadaran dari pihak manajemen mengenai pentingnya informasi (Widdy Kristianto, 2. Likuiditas Sutra Melania . dalam Zalogo . Likuiditas adalah kapabilitas perusahaann dalam memenuhi liabilitas jangkai pendeknnya menggunakan aseti lancar yang dimiliki. Pada konteks ilikuiditas, semakini rendah tingkat likuiditas isuatu iperusahaan, isemakin isedikit jumlah yang dapat dilunasi oleh perusahaan kepada pihak kreditur. Likuiditas menggambarkan keahlian entitas guna menanggung liabilitas jangkai pendeknnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pada kenyataannya, entitas yangi kurang ilikuid iakan mengalami kesulitan dalam membayar ikewajiban ijangka pendeknnya. Keberlanjutan kondisi ini, menyebabkan besar iperusahaan belum tentu mampu ibertahan dan imelanjutkan operasionalnya. Profitabilitas Profitabilitas adalah skala kemampuan perusahaan idalam menghasilkan keuntungan dari berjalannya suatu bisnis perusahaann, yang berkaitan dengan penjualan, total aset, maupun modal sendiri pada jangka waktu yang sudah ada. Profitabilitas menunjukkan besaran profit bersih iyang dapat dicapai iperusahaan selama operasinnya (Melania et al. , 2. dalam Juanda . Profitabilitas juga merujuk pada kesanggupan entitas dalam memperoleh profit sehubungan dengan ipenjualan, totali aset, atau imodal isendiri (Sartono, 2001:. Return On Asset/ROA digunakan untuk menghitung efisiensi iperusahaan idalam memperoleh keuntungan idengan mengoptimalkan aset yangi dimilikinya. Jika Return On Asset (ROA) meningkat, imaka kinerjai perusahaani juga akaniibaik, karena tingkat pengembalian semakin tinggi (Hardiningsih et al. , 2. dalam Juanda . Solvabilitas Solvabilitas adalah rasioi yangi dipakai guna menilai kesanggupan entitas dalam memenuhii kewajibani jangkai panjangnnya. Rasioi inii menggambarkan tingkat ilikuiditas untuk ijangka ipanjang perusahaan, yang tercermin disisi kanan laporan posisi keuangan (Mamduh M. Hanafi, 2018: . Dengan kata lain, solvabilitas adalah rasio iyang idipakai guna menilai seberapa besar iperusahaan menanggung beban hutang idalam rangka memenuhi kebutuhan aset. Perusahaan yang memiliki hutang dalam struktur keuangan akan memulai dan menyelesaikan audit lebih cepat daripada perusahaan yang memiliki hutang lebih sedikit atau tidak memiliki hutang (Regilia, 2. METODE Desain Penelitian Penelitian asosiatif kausal adalah jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antarvariabel (Sugiyono, 2019: . Hubungan ini menunjukkan bahwa ada hubungan kausal antara dua variabel. Populasi Sekaran dan Bouge . mendefinisikan populasi mencakup semua individu, peristiwa, atau entitas yang relevan dengan penelitian. Penelitian ini melihat perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 hingga 2022. Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Sampel Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Sugiono . menyatakan bahwa sampel termasuk dalam populasi yang memiliki ciri-ciri yang berkaitan dengan penelitian. Dalam penelitian ini, persyaratan untuk pengambilan sampel termasuk: Selama periode 2018Ae2022, perusahaan terdaftar di BEI dan menerbitkan laporan keuangan dengan catatan laba bersih setiap tahun dan laporan keuangan ditulis dalam rupiah. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data sekunder, yang berarti informasi yang diperoleh melalui media tertulis atau dari pihak ketiga. Data ini termasuk laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 hingga 2022, yang dapat diakses di situs resmi BEI . Variabel Penelitian Variabel Dependen Pendapat audit going concern adalah variabel dependen dalam penelitian ini. Variabel dummy digunakan untuk mengukur variabel ini. Perusahaan diberi nilai 1 jika tidak menerima opini audit going concern, dan nilai 0 jika menerimanya. Opini audit yang berkaitan dengan masa depan didefinisikan sebagai opini audit yang wajar tanpa pengecualian. Variabel Independen Beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen, seperti: Kualitas Auditor Klasifikasi Kantor Akuntan Publik (KAP) digunakan sebagai variabel dummy untuk mengukur kualitas auditor. Menurut Effendi . The Big Four Auditors Group diberi nilai 1, sementara KAP lainnya diberi nilai 0. Tabel 1 Kap Big Four Di Indonesia Ukuran Perusahaan Menurut Minerva . , ukuran perusahaan adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan keuangan dan ruang lingkup kegiatan perusahaan. Ukuran ini dihitung menggunakan logaritma natural dari semua aset perusahaan. Size = Log Natural(Total Asse. Likuiditas Zalogo . menjelaskan rasio ini dipilih untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi utang yang akan jatuh tempo. Tingkat profitabilitas yang dicapai menunjukkan kinerja dan efektivitas Current Ratio dapat dihitung dengan rumus berikut ycyeiyeiyeIyeiycyeCyeayeEyeCyee ycyc = ycyenyeiyeCyeayeOycyeCyeayeEyeCyee Profitabilitas Profitabilitas penelitian dihitung dengan Return on Assets (ROA) untuk mengetahui kinerja dan efektivitas perusahaan (Juanda,2. , yang dapat dihitung dengan rumus berikut ycyeCyeEyeCycyeIyeeyeiyeOyeO ycycyc = ycyeayeiyeCyesycyeiyeiyeIyei ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Solvabilitas Solvabilitas merupakan ukuran kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi bunga dan hutang jangka panjang sesuai dengan jadwal pembayaran. rasio utang ke total aset adalah salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur solvabilitas. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut: ycyeayeiyeCyesycyeIyeoyeCyeUyeOyeEyeCyea ycycyc = ycyeayeiyeCyesycyeiyeiyeIyei Metode Analisis Data Peneliti menggunakan regresi logistik untuk menentukan di mana variabel dependen mungkin terjadi, variabel independen dapat diperiksa sebab variabel dependen bersifat non-metrik . dan memiliki lebih dari satu variabel independen. Penelitian ini menggunakan model berikut: GC = 1 X1 2 X2 3 X3 4 X4 5 X5 e Dimana: : Opini audit going concern . jika going concern, 0 jika opini non going concer. : Konstanta : Koefisien regresi : Kualitas audit . jika oleh KAP big four, 0 jika non KAPbig fou. : Ukuran : Likuiditas : Profitabilitas : Solvabilitas : Error/Kesalahan Analisis Statistik Data Analisis regresi logistik digunakan untuk melakukan empat jenis pengujian dalam penelitian ini. Ini termasuk matriks klasifikasi, koefisien determinasi . isebut Nagelkerke R Squar. , uji kelayakan model regresi . isebut Goodness of Fi. dan penilaian keseluruhan model (Ghozali, 2018: 332-. Keempat pengujian yang digunakan pada model ini dijelaskan sebagai berikut: Overall Model Fit Hasil pengujian kesesuaian model tercantum dalam tabel berikut ini. Tabel 2 Hasil Uji fit 1 Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Tabel 3 Hasil Uji Fit 2 Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Nilai -2 log likelihood (-2LL) antara blok pertama . dan blok kedua . dibandingkan di Tabel 2 dan 3. Nilai -2LL yang lebih rendah menunjukkan bahwa model regresi blok kedua lebih baik. Uji Kelayakan Model Regresi (Goodness of Fit Tes. Hasil dari Uji Kebermanfaatan Hosmer and Lemeshow dapat ditemukan dalam tabel berikut. Tabel 4 Hasil uji Hosmer and Lemeshow Test Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Dengan nilai signifikansi 0,360 dan df . erajat kebebasa. sebesar 7, nilai kuadrat Chi adalah 7,694, yang menunjukkan bahwa hipotesis nol diterima. Ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara klasifikasi yang diamati dan yang diprediksi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kecocokan data . telah dipenuhi oleh model regresi logistik yang digunakan. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Squar. Dalam regresi logistik, koefisien determinasi dapat dievaluasi melalui Nilai R square Negelkerke. Tabel 5 Hasil Uji Koefisien Determinasi Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Berdasarkan nilai Nagelkerke R Square sebesar 19,1% yang tercantum dalam Tabel 5, dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam model menyumbang sekitar 19,1% terhadap variasi variabel dependen. Sementara itu, faktor lain di luar model penelitian menyumbang 80,9% dari variasi tersebut. Matriks Klasifikasi Tabel 6 Hasil Uji Matrik Klasifikasi Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Tingkat akurasi model untuk mengidentifikasi perusahaan yang menerima opini audit going concern adalah 82,4%. Selain itu, model regresi logistik mampu memprediksi dengan tepat 65 perusahaan . ,5%) yang tidak menerima opini audit going concern, tetapi hanya 14 perusahaan . ,3%) yang menerima opini Tabel 6 juga menunjukkan bahwa model memprediksi dengan benar enam perusahaan yang menerima opini audit going concern. namun, data sebenarnya menunjukkan hanya lima perusahaan, dengan tingkat ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 akurasi 5 dari 6 . ,4%). Selain itu, model memprediksi bahwa 79 perusahaan tidak menerima opini audit going concern, tetapi data sebenarnya menunjukkan 65 perusahaan, dengan tingkat akurasi 65 dari 79 . ,4%). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Wald . Dalam regresi logistik, pengujian Wald menggantikan pengujian t atau pengujian parsial. Jika hasil pengujian Wald menunjukkan angka signifikansi kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi secara signifikan berdampak pada tingkat kepercayaan 5%. Table 7 Hasil Uji Wald Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Hasil pengujian dari Tabel 7 menunjukkan bahwa model persamaan regresi logistik memiliki komponen sebesar 5%. Jadi komponen model persamaan regresi logistic adalah: GC = -1. 847 0,312 X1 Ae 0,039 X2 0,355 X3 Ae 0. 486 X4 1. 369 X5 e Uji Omnibus . Pengaruh total dari variabel independen terhadap variabel dependen ditentukan melalui uji omnibus test dan uji regresi logistik biner secara bersamaan. Tabel 8 Hasil Uji Omnibus Sumber : Data Sekunder yang diolah IBM SPSS 25 Tabel 8 menunjukkan variabel kualitas audit (X. , ukuran perusahaan (X. , likuiditas (X. , profitabilitas (X. , dan solvabilitas (X. memengaruhi opini audit going concern secara bersamaan. Hasil uji omnibus menunjukkan nilai chi-squared 11,349 dan signifikansi 0,045. Tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Pembahasan Pengaruh Kualitas Audit Terhadap Opini Audit Going Concern Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama ditolak. koefisien regresi adalah -0,312 dan signifikansi adalah 0,621, yang merupakan nilai yang lebih besar dari 0,05. Karena KAP berkualitas cenderung tetap jujur demi reputasi mereka. KAP yang tergabung dalam The Big Four maupun non-Big Four memiliki peluang yang sama untuk memberikan opini audit going concern. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Bahtiar Effendi . dan Endrian Zalogo . Hasil penelitian (Arshinta Chandra Putri, 2. Putri, dkk . variabel moderasi kualitas audit terbukti mampu memoderasi pengaruh positif financial stability terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Variabel moderasi kualitas audit tidak mampu memoderasi pengaruh positif nature of industry dan total accrual total assetterhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern Hasil uji hipotesis kedua juga menunjukkan penolakan. koefisien regresi adalah -0,039 dan signifikansi adalah 0,842, yang merupakan nilai yang lebih besar dari 0,05. Jumlah perusahaan, yang dihitung dengan logaritma natural total aset, tidak memengaruhi opini audit going concern. Hasilnya sejalan dengan studi yang dilakukan oleh M. Fitriyani . Pengaruh Likuiditas Terhadap Opini Audit Going Concern Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis ketiga diterima. koefisien regresi adalah 0,355 dan signifikansi adalah 0,018, yang merupakan nilai di bawah 0,05. Likuiditas memengaruhi opini audit going concern, yang menilai bahwa perusahaan dengan likuiditas tinggi memiliki kondisi keuangan yang stabil yang memungkinkan operasinya berjalan dengan baik. Hasil ini mendukung pekerjaan Endrian Zalogo et al. Berbeda dengan penelitian (Indri Septiana, 2. bahwa variabel auditor switching, likuiditas, leverage, disclosuredan financial distresstidak berpengaruh terhadap kemungkinan penerimaan opini audit going concern. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Opini Audit Going Concern Hipotesis keempat tentang pengaruh profitabilitas terhadap opini audit yang mengkhawatirkan ditolak, dengan koefisien regresi -0,486 dan signifikansi 0,911. Data perusahaan manufaktur di BEI pada tahun 2018Ae2022 menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan tidak dipengaruhi oleh penerimaan opini audit going concern. Pengaruh Solvabilitas Terhadap Opini Audit Going Concern Hasil uji hipotesis kelima menunjukkan bahwa solvabilitas berdampak pada pendapat audit yang mengkhawatirkan: koefisien regresi 1,369 dan signifikansi 0,608 . ebih besar dari 0,. Solvabilitas tidak memengaruhi opini audit going concern. Penelitian yang dilakukan oleh Maria Cristanti Nababan . menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki utang besar masih dapat mempertahankan kepercayaan auditor terhadap kemampuan operasional mereka. Pengaruh Kualitas Audit. Ukuran Perusahaan. Likuiditas. Profitabilitas dan Solvabilitas secara simultan Terhadap Opini Audit GoingConcern Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi 0,045 . ebih kecil dari 0,. , yang menunjukkan bahwa kualitas audit, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas berkontribusi secara signifikan terhadap opini audit going concern. Variabel-variabel ini menyumbang 19,1% dari variasi opini audit going concern, berdasarkan nilai Nagelkerke R Square sebesar 19,1%. Di sisi lain, 80,9% dari variasi ini disebabkan oleh elemen lain yang tidak terkait dengan model penelitian. SIMPULAN Menurut penelitian ini, kualitas audit, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas tidak memengaruhi penerimaan opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dari tahun 2018 hingga 2022. Namun, kualitas audit, ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern, meskipun kontribusinya hanya sebesar 19,1%. DAFTAR PUSTAKA