Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik Fanina Adji1 Abstract The objective of this research is developing a model of Chinese language reading material based on authentic materials. This research was conducted at Chinese Language Program. BSI Foreign Language Academy. The method used in this research is the researh and development (R and D) which was initiated by Jolly and Bolitho. The steps were: . need identification, . exploration of need, . model analysis, . pre-development analysis, . production of material, . student use of learning material, and . evaluation of learning material. The research findings are as follows: documents observation and needs analysis saw the exist models was not attractive and the syllabus already contains a good topics for students but not good enough for the teachers, the needs analysis also shows the need for authentic material given in the chinese language learning. the exist model of materials have not provided an authentic material. the design of material model according to the leraning needs is adopted authentic material from newspaper and brochure that could create model of material that focus on reading skill. the expert judgement show that the model of Chinese reading learning material developed appropriate to be used. the result of the implementation of the model shows that the students have good perception on the model. the Chinese reading learning material model based on authentic material developed is effective to raise studentsAo competence in learning Chinese language. Keywords: authentic material, material model, material development Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan sebuah model materi ajar membaca bahasa Mandarin yang berbasis pada bahan otentik. Penelitian ini dilakukan di program studi Bahasa Cina ABA BSI Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development/ R&D) yang dikemukakan oleh Jolly dan Bolitho. Langkah-langkahnya: identifikasi kebutuhan, . eksplorasi kebutuhan, . analisis model, . analisis pra-pengembangan, . produksi materi ajar, . uji materi ajar, dan . evaluasi materi ajar. Hasil dari penelitian ini: . hasil analisis dokumen dan analisis kebutuhan didapatkan bahwa materi ajar yang digunakan belum memenuhi kebutuhan mahasiswa dan topik-topik dalam silabus sudah baik menurut mahasiswa, tetapi kurang menarik menurut dosen, pemberian bahan otentik sangat diperlukan dalam pembelajaran. model materi ajar yang ada belum memberikan contoh bahan otentik. desain model materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran diadopsi dari bahan otentik bersumber dari surat kabar dan brosur yang dikreasikan menjadi model materi ajar fokus pada keterampilan membaca. penilaian ahli menunjukkan bahwa model materi ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan. hasil uji coba materi ajar menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang baik mengenai model materi ajar. model materi ajar membaca bahasa Mandarin berbasis bahan otentik yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Kata kunci: bahan otentik, model materi ajar, pengembangan materi ajar Jurusan Akuntansi dan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jakarta Fanina Adji : Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik Pendahuluan kan Wong. Kwok, dan Choi . alam Day, 2003: . berpendapat bahwa penggunaan bahan otentik merujuk pada bahan yang digunakan dalam komunikasi yang nyata pada dunia sebenarnya. Dapat dikatakan bahwa bahan otentik dalam pembelajaran bahasa adalah teks lengkap yang ditulis dengan bahasa komunikasi yang nyata untuk penutur asli dengan tujuan agar pembaca dapat menerima pesan penulis. Cina merupakan salah satu satu negara maju di dunia dan dikenal dengan negara super power masa depan dalam perekonomian dunia. Begitu besar peran dan pengaruh Cina di dunia, maka secara tidak langsung juga berpengaruh pada bahasanya. Saat ini, bahasa Cina menjadi bahasa yang AuwajibAy dikuassai selain bahasa Inggris. Dapat dikatakan bahasa Cina atau biasa juga disebut dengan bahasa Mandarin menjadi bahasa Selain itu, mahasiswa jurusan internasional kedua setelah bahasa Ing- Bahasa Cina di akademi ini juga kurang termotivasi dalam belajar. Hal ini terlihat dari ketidaksiapan mahasiswa untuk Di Indonesia, khususnya di Ja- menerima materi pelajaran yang akan karta, banyak lembaga pendidikan for- diberikan. Banyak mahasiswa yang mal maupun informal yang membuka belum mempersiapkan bunyi huruf han program studi bahasa Mandarin. Salah . ynzi/ O) dan artinya pada materi di satunya adalah Akademi Bahasa Asing buku teks ataupun modul yang akan di Bina Sarana Informatika. Program studi bahas di kelas. Penggunaan bahan otenbahasa Cina di Akademi Bahasa Asing tik juga dapat memotivasi mahasiswa Bina Sarana Informatika Jakarta dibuka dalam belajar. Seperti yang dikatakan sejak tahun 2002. Berdasarkan penelitian oleh Phillip dan Shettlesworth. Clarke, pendahuluan yang dilakukan di lembaga dan Peacock dalam Richards (Richards, pendidikan ini, didapatkan hasil bahwa 2005: 252-. bahwa bahan otentik pembelajaran bahasa Mandarin di Aka- memiliki efek positif pada motivasi pedemi ini dinilai kurang efektif. Hal ini belajar, karena pada hakekatnya bahan terlihat pada kemampuan sebagian besar otentik lebih menarik dan memotivasi. mahasiswa yang hanya dapat membaca Bahan otentik dapat berupa surat kasebagian huruf bahasa Mandarin . ynzi/ bar, majalah, brosur, kemasan, petunjuk O) dan tidak memahami isi teks yang manual, teks lagu, dan lain sebagainya. diberikan, baik teks yang terdapat da- Misalnya saja bahan otentik berupa brolam buku teks yang digunakan, terlebih sur wisata atau brosur perjalanan, kelagi teks pada bahan otentik yang ada di masan brosur yang menarik tentu akan Untuk meningkatkan pem- menarik minat dan keingintahuan untuk belajaran bahasa Mandarin, dilakukan melihat dan membaca isinya. Selain terdengan pemberian bahan otentik dalam motivasi akan bahasa yang digunakan Bahan otentik . uthen- dan pemahaman isi teks, pebelajar juga tic material. mengacu pada berbagai akan termotivasi untuk mengunjungi bahan yang tidak secara khusus diper- tempat yang ada dalam brosur tersebut. siapkan dalam pembelajaran. Menurut Selain itu, pemberian bahan otentik juga Scarcella dan Oxford . alam Day, 2003: memberikan berbagai hal positif da. , secara umum, bahasa yang otentik lam pembelajaran, seperti memperkaya adalah bahasa tanpa edit, teks lengkap perbendaharaan kosakata mahasiswa, yang ditulis untuk penutur asli. Sedang- memberikan wawasan kepada maha- Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 siswa, tidak hanya pengetahuan berbahasa tetapi juga pengetahuan budaya, serta mempersiapkan mahasiswa untuk terjun dalam dunia nyata dan dunia kerja. Untuk itu, penelitian ini mencoba mengembangkan model materi ajar membaca bahasa Mandarin yang berbasis pada bahan otentik. Model materi ajar yang dikembangkan diberikan pada mahasiswa tingkat akhir, karena mahasiswa tingkat akhir sudah memiliki dasar yang cukup dalam berbahasa Mandarin. Model materi ajar yang dikembangkan juga berdasarkan kesesuaian tingkat HSK (Hynyi Shuapyng Kaoshy/ O AE. yang ingin dicapai. HSK adalah suatu standarisasi ujian bahasa Mandarin yang diadakan oleh Departemen Pendidikan RRC yang ditujukan kepada pemakai bahasa Mandarin dari luar RRC. Pemahaman bahasa Mandarin akan bahan otentik berada pada tingkat ujian HSK V dengan kriteria diharapkan pebelajar dapat membaca koran Mandarin dan majalah, menonton film Mandarin dan drama, dan memberikan pidato panjang penuh dalam bahasa Mandarin. Kajian Teoritik . Analisis Kebutuhan Richards . berpendapat bahwa analisis kebutuhan adalah prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan pebelajar. Hal ini mencakup tujuan yang ingin dicapai oleh pebelajar, latar belakang, dan kemampuan pebelajar, serta alasan pebelajar mengikuti program pembelajaran. objektif adalah hal-hal yang dapat diukur, dihitung, atau ditentukan dengan persetujuan pihak sekolah ataupun lembaga pendidikan . ihak pengaja. terhadap apa yang menjadi kebutuhan yang ditetapkan. Kebutuhan objektif ini dapat dianalisia melalui data uji . asil pembelajaran bahasa pebelajar/ sisw. , hasil kuesioner, laporan pengajar/ guru, observasi, dan wawancara terhadap pengajar dan pebelajar. Sedangkan kebutuhan subjektif adalah kebutuhan yang dilihat pada keinginan pebelajar dalam kebutuhan subjektif ini lebih sulit untuk diperoleh, tetapi dapat terlihat pada wawancara, kuesioner, persepsi pengajar, observasi, dan opini atau pendapat para ahli. Pengembangan Materi Ajar Materi ajar merupakan komponen penting yang dapat mengantarkan pebelajar pada tujuan pembelajaran. Tomlinson . 7: . menyatakan bahwa materi ajar mencakup segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran bahasa. Sedangkan pengembangan materi ajar adalah segala sesuatu yang digunakan penulis, pengajar, atau pebelajar untuk memberikan sumber masukan berbagai pengalaman yang dirancang untuk meningkatkan pembelajaran, dalam hal ini pembelajaran bahasa. Materi ajar dapat berbentuk: . materi ajar cetakan,seperti buku, buku kerja. materi non cetakan, seperti kaset atau materi audio, video, ataupun materi berbasis komputer. materi ajar yang menggabungkan sumber cetakan dan non cetakan, seperti materi ajar di internet (Richards, 2005: . Materi ajar memgang peranan Brown . 7: . menyatakan ada dua jenis kebutuhan yang harus di- penting, karena materi ajar merupaidentifikasi, yaitu kebutuhan objektif kan salah satu syarat terjadinya proses dan kebutuhan subjektif. Kebutuhan pembelajaran. Peran materi ajar dalam Fanina Adji : Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik pembelajaran adalah: . sebagai sumber penyajian materi, baik dalam berbicara dan menulis. sebagai sumber kegiatan untuk latihan pebelajar dan interaksi komunikasi. sebagai sumber referensi pebelajar dalam tata bahasa, kosakata, pelafalan, dan sebagainya. sebagai sumber stimulasi dan ideide untuk kegiatan di kelas. sebagai silabus, dimana materi mencerminkan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. sebagai pendukung untuk para pengajar yang kurang berpengalaman untuk membangun kepercayaan diri (Cunningsworth, 1995: . Selain itu, materi ajar juga berfungsi sebagai sumber bahasa, sebagai pendukung dalam pembelajaran, sebagai motivator dan stimulator, dan sebagai referensi dalam Dilihat dari peran dan fungsinya, materi ajar membantu pengajar dan pebelajar dalam menyampaikan dan mendapatkan pembelajaran. Materi ajar juga berperan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, materi ajar dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Dalam mengembangkan materi ajar, ada beberapa prisnsip yang harus diperhatikan, yaitu: materi ajar harus jelas terhubung dengan kurikulum yang digunakan, . materi ajar harus otentik dilihat dari jenis teks dan latihannya, . materi ajar harus interaktif, . materi ajar harus membuat pebelajar fokus pada aspek kebahasaan, . materi ajar harus mendorong pebelajar untuk mengembangkan keterampilan belajarnya, dan . materi ajar harus mendorong pebelajar untuk mengaplikasikan keterampilan yang sudah mereka pelajari di luar kelas (Tomlinson, 2007: . Pada intinya, materi ajar dibuat dan dikembangkan harus mengacu pada aturan kuriku- lum, dibuat sedemikian rupa agar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan motivasi pebelajar, serta mendorong pebelajar pada penggunaan bahasa secara nyata. Beberapa strategi dilakukan untuk mengembangkan materi, yaitu adopsi, adaptasi, dan kreasi. Adopsi berarti mengambil atau memilih materi ajar yang ada dan dirasa cocok digunakan dalam pembelajaran. Adaptasi adalah memperbaiki materi yang sudah ada agar lebih cocok digunakan dalam pembelajaran. Kreasi adalah menulis sendiri materi ajar yang akan digunakan dalam . Bahan Otentik (Authentic Material. dalam Pembelajaran Bahasa Terdapat dua macam penyajian bahan dalam pembelajaran bahasa, yaitu bahan ciptaan . reated material. dan bahan otentik . uthentic material. (Richards: 2005: . Bahan ciptaan mengacu pada buku teks dan sumber instruksional yang dibangun secara khusus. Bahan ciptaan sengaja dirancang sebagai sumber pembelajaran, sehingga isi dari bahan ciptaan ini mencakup hal-hal yang dianggap penting dalam sedangkan bahan otentik mengacu pada berbagai bahan yang tidak secara khusus dipersiapkan. Bahan otentik adalah teks lengkap yang ditulis dengan bahasa komunikasi yang nyata untuk penutur asli dengan tujuan agar pembaca dapat menerima pesan penulis. Bahan otentik yang digunakan dalam pembelajaran bahasa berupa teks, film, foto, dan sebagainya. Teks pada bahan otentik digunakan karena dianggap menarik, menyenangkan. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 mencerahkan secara kultural, relevan, dan memotivasi. Dengan teks otentik, pebelajar mengetahui bahgaimana bahasa yang dipelajari digunakan dalam dunia nyata. Teks otentik adalah naskah yang pernah ditulis, dibuat, disampaikan oleh seseorang atau suatu lembaga untuk keperluan yang sebenarnya. Bahan yang termasuk ke dalam teks otentik adalah pengumuman, artikel, petunjuk manual, brosur, kemasan, dan lain sebagainya. Pembelajaran bahasa dengan memanfaatkan teks otentik juga dapat mengikis kebosanan dalam belajar. Pemanfaatan bahan otentik dalam pembelajaran memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah: . memiliki efek positif pada motivasi pebelajar, . memberikan informasi kultural otentik tentang budaya target, . memberikan paparan bahasa nyata, . berhubungan lebih dekat dengan kebutuhan pebelajar karena memberikan hubungan antara kelas dan kebutuhan pebelajar di dunia nyata, . mendukung pendekatan yang lebih kreatif dalam Selain keuntungan, bahan otentik juga memiliki kekurangan. Kekurangan penggunaan bahan otentik bahan otentik dalam pembelajaran bahasa adalah: . bahan otentik sering mengandung bahasa yang sulit dan kosakata yang tidak dibutuhkan, . bahan otentik dapat menjadi beban untuk guru, karena belum disederhanakan ataupun ditulis mengikuti panduan leksikal atau linguistik, dan bahan otentik sering berisi bahasa yang mungkin di luar kemampuan pebelajar. Semakin relevan bahan otentik dengan dunia pebelajar, maka semakin efektif pembelajaran bahasa tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di program studi Bahasa Cina Akademi Bahasa Asing Bina Sarana Informatika Jakarta mulai bualan Januari Ae Juni 2013 menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R & D). Pendekatan kualitatif digunakan dalam menganalisis data-data yang berasal dari catatan ahli dan wawancara informal, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil dari angket penelitian. Metode penelitian dan pengembangan digunakan dalam penelitian ini karena melibatkan proses penelitian dan pengembangan materi ajar membaca berbasis bahan otentik di lingkungan sebagai sumber belajar bahasa Mandarin. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Jolly dan Bolitho dengan langkah-langkah sebagai berikut: . identifikasi kebutuhan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah meneliti atau mengobservasi dokumen yang menyangkut pembelajaran bahasa Mandarin yang sedang digunakan. Dokumen tersebut meliputi silabus, dan materi ajar yang sedang digunakan. Selain analisis dokumen, juga dilakukan studi pustaka tentang teori yang terkait. Selain itu, hal terpenting yang Pada tahap ini dapat digunakan metode juga harus diperhatikan dalam penggu- analisis isi. Hasil analisis ini akan naan bahan otentik adalah adanya keter- menunjukkan perlu tidaknya materi kaitan isi. Bahan otentik harus memuat baru dalam pembelajaran. eksploraistilah, konsep, dan kerumitan linguistik si kebutuhan. Pada tahap ini, dilakukan yang mencerminkan latar belakang pe- analisis kebutuhan terhadap pengajar. Fanina Adji : Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik pebelajar, dan alumni tentang materi ajar bahasa Mandarin. Analisis dilakukan dengan memberikan angket yang disesuaikan dengan pedoman angket analisis kebutuhan. analisis model. Tahap ini dilakukan studi literatur tentang pengembangan model materi ajar bahasa Mandarin berbasis materi otentik. Kemudian dilakukan analisis antara studi literatur dengan data-data yang didapat dari analisis dokumen dan analisis kebutuhan yang untuk selanjutnya dijadikan pedoman dalam pengembangan model. pra-pengembangan. Pada tahap ini, data-data yang dihasilkan dari studi pustaka, observasi analisis dokumen dan analisis kebutuhan digunakan dan dideskripsikan untuk kebutuhan perencanaan pengembangan model materi ajar membaca bahasa Mandarin. produksi materi ajar. Setelah diperoleh data-data akurat dari hasil identifikasi kebutuhan, eksplorasi kebutuhan, dan analisis model dilakukan produksi materi ajar. uji materi ajar. Produk materi ajar yang dihasilkan kemudian diuji kelayakannya dengan cara uji pakar dan rekan sejawat. Setelah mendapatkan saran dan masukan dari pakar dan rekan sejawat, kemudian dilanjutkan dengan proses revisi materi ajar berdasarkan saran yang diberikan oleh pakar dan rekan Revisi model materi ajar atas saran pakar dan rekan sejawat kemudian diujicobakan pada mahasiswa, dengan cara menggunakan materi tersebut dalam proses pembelajaran bahasa Mandarin di kelas. evaluasi materi Setelah proses uji coba/ implementasi, mahasiswa diberikan angket untuk dapat memberikan masukan/ saran mengenai materi ajar yang telah diberikan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana persepsi pengguna terhadap model materi ajar yang dikembangkan. Hasil angket tersebut kemudian dianalisis dan dijadikan sebagai pedoman penilaian efektivitas model materi ajar tersebut dan sekaligus dijadikan dijadikan model final materi ajar yang dikembangkan. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan model materi ajar yang dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan, diantaranya adalah: . dari hasil analisis kebutuhan didapatkan bahwa secara keseluruhan isi materi ajar belum memenuhi kebutuhan mahasiswa, sehingga perlu ditingkatkan. Kompetensi yang diinginkan adalah kompetensi di bidang kebahasaan secara umum. Materi ajar yang diberikan kurang berkaitan dengan dunia nyata. Untuk itu, sangat diperlukan pemanfaatan dan pemberian bahan otentik dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Kemampuan pemahaman mahasiswa baru cukup baik setelah melalui proses pembelajaran terlebih dahulu, dengan hasil pembelajaran mencapai tingkat memuaskan . ilai B). Oleh karena itu, dengan pemanfaatan bahan otentik dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Mandarin, sekaligus membiasakan mahasiswa pada penggunaan bahasa Mandarin dalam kehidupan nyata. materi ajar masih belum memberikan contoh bahan otentik dalam penggunaan bahasa di dunia nyata kepada mahasiswa. Model materi ajar yang sedang digunakan pada mata kuliah Bahasa Cina enam di program studi Bahasa Cina Akademi Bahasa Asing Bina Sarana Informatika sudah mencakup empat keterampilan berbahasa dan dua unsur pendukung, tetapi keterampilan membaca dan kosakata lebih Tata bahasa juga tidak banyak tercakup dalam materi dan tidak diberikan penjelasan secara mendetail. teks Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 dalam materi ajar diambil dari bahan otentik bersumber dari surat kabar, brosur, dan tiket. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa topik-topik dalam materi ajar sudah cukup menurut mahasiswa, tetapi kurang menarik menurut Isi materi ajar secara keseluruhan juga kurang menarik. Untuk itu, peneliti membuat model materi ajar sesuai dengan topik dalam silabus dan menambahkan satu topik lain di luar silabus. menurut pakar dan rekan sejawat model materi ajar membaca bahasa Mandarin yang dikembangkan layak untuk digunakan. Untuk melihat kelayakan model materi ajar yang dikembangkan dilakukan serangkaian uji kelayakan dan proses uji coba. Uji kelayakan dilakukan dengan cara uji pakar dan uji rekan sejawat, sedangkan proses uji coba dilakukan dengan cara memberikan model materi ajar yang telah direvisi atas saran pakar dan rekan sejawat kepada mahasiswa. persepsi mahasiswa terhadap materi ajar yang dikembangkan cukup Hal ini dinilai berdasarkan hasil angket uji coba mahasiswa yang menunjukkan bahwa model materi ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan. Angket diberikan kepada mahasiswa setelah model materi ajar yang dikembangkan diujicoba. model materi ajar yang dikembangkan efektif untuk Keefektivitasan model materi ajar dapat dilihat pada hasil angket uji coba mahasiswa yang diberikan setelah implementasi model. Hasilnya menunjukkan bahwa model materi ajar yang dikembangkan sudah sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan sudah cukup efektif . ean = 2. Desain Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin yang Sesuai Kebutuhan Berdasarkan hasil dari penelitian pendahuluan, dirumuskan model materi ajar membaca bahasa Mandarin berbasis bahan otentik dengan kerangka kerja seperti berikut: Bagan 1 Kerangka Kerja Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Fanina Adji : Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik Pada kerangka kerja di atas, menunjukkan bahwa tujuan materi ajar yang dikembangkan disesuaikan dengan silabus. Bahan otentik dipilih dan digunakan dalam materi ajar sebagai sumber belajar. Teks yang berisi topiktopik tersebut diadopsi dari bahan otentik, berupa surat kabar dan brosur. Artikel diambil pada surat kabar Harian Indonesia (Yynny Xngzhsu Rybyo/ s ouO. pada tanggal 26 Maret 2013. Brosur yang digunakan adalah brosur dari Bandar Udara Internasional Hongkong (Hongkong International Airport/ XiAnggang Guyji JchanguoIu. Berikut ini beberapa bahan otentik yang dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Mandarin: Bahan Otentik yang Diambil dari Brosur Teks artikel dalam bahan otentik yang dimanfaatkan, dapat memberikan pembelajaran membaca dalam bahasa Mandarin. Walaupun model materi ajar fokus pada keterampilan membaca, tetapi tidak terlepas dari keterampilan lainnya, seperti menulis, meyimak, dan berbicara, serta dua unsur lainnya, yaitu kosakata dan tata bahasa. Dari kegiatan membaca teks, dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kegiatan, seperti pemahaman terhadap isi teks, pelafalan kosakata, pemahaman tata bahasa dan penerjemahan, dan penulisan huruf han . ynzi/O ) dalam bahasa Mandarin. Model Awal Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Bahan Otentik yang Diambil dari Surat Kabar Harian Indonesia AOsouOu20133uO26uAU Model awal materi ajar membaca bahasa Mandarin yang dikembangkan terdiri dari tiga unit dengan topik yang berbeda. Topik-topik tersebut adalah pendidikan . iyoyy/ ioC), transportasi OjiAotsng/ AoO, dan budaya Owynhuy/ nNUnO. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 Unit 1 membahas tentang budaya . ynhuy/ nNU. , unit 2 membahas tentang pendidikan . iyoyy/ ioC), dan unit 3 membahas tentang transportasi OjiAotsng/ AoO. Masing-masing unit terbagi menjadi empat bagian, yaitu bagian I adalah kosakata . hengcy/ i. , bagian II baca dan terjemahkan . uydy yi fAnyyoIa. , bagian i tata bahasa . ifa/ . , dan bagian IV latihan . iynxy/ E ). Kosakata . hengcy/ i. diberikan pada bagian awal pembelajaran agar mahasiswa mengenal dan mengetahui terlebih dahulu kosakata beserta pelafalan dan artinya sebelum memasuki tahapan membaca teks. Bagian ini juga terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu yang pertama adalah membaca kosakata dengan pelafalan yang benar beserta artinya, dan yang kedua adalah membaca kosakata dengan pelafalan yang benar dan mencari arti dari kosakata tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih pelafalan berbahasa Mandarin dan menambah pengetahuan mahasiswa terhadap arti kosakata bahasa Mandarin. benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Pada bagian ini mahasiswa juga diberikan latihan menerjemahkan ke dalam bahasa Mandarin sesuai denga tata Bagian keempat adalah latihan . iynxy/ E). Terdapat dua macam latihan dalam bagian ini, yaitu mencari ide pokok dari setiap paragraf yang ada pada teks. Pada bagian latihan mencari ide pokok setiap paragraf pada isi teks, diberikan agar dapat melihat pemahaman mahasiswa terhadap isi teks yang dibacanya, serta memberikan pembelajaran kepada mahasiswa dalam menulis hynzi(O) sekaligus pembelajaran penggunaan tata bahasa . Selanjutnya, mahasiswa diminta memilih dan mencocokkan kosakata dengan gambar. Selain itu, pada bagian ini mahasiswa secara berkelompok juga diminta untuk mencari satu teks atau artikel tentang topik yang sedang dibicarakan dengan mengacu pada sumber berbagai bahan otentik yang ada di lingkungan sekitar mereka, kemudian mahasiswa diminta menuliskan dalam bahasa Mandarin dengan bahasa mereka sendiri. Hal ini diberikan agar dapat memperkuat pengetahuan mahasiswa di bidang kosakata, tata bahasa, dan pemahaman terhadap isi teks. Bagian kedua adalah baca dan terjemahkan . uydy yi fAnyy/ oIa . Pada bagian ini terdapat tiga bagian, yaitu pertama membaca teks dengan pelafalan yang benar dan menerjemahkan, dan kedua adalah menjawab 3. pertanyaan yang diberikan berdasarkan Ketiga, membaca Kelayakan Model. Persepsi Pengguna, dan Efektivitas Model Model awal materi ajar yang didapat dan dikembangkan diuji kelayakannya dengan cara uji pakar, dan uji rekan sejawat. Pada uji pakar, peneliBagian ketiga adalah tata ba- ti meminta penilaian pakar mengenai hasa . ifa/ . Tata bahasa yang model materi ajar yang telah dikemdiberikan adalah tata bahasa yang ser- bangkan. Pakar yang memberi masukan ing muncul pada teks berikut contoh terhadap model materi ajar ini adalah penggunaannya di dalam kalimat. Tata Alexandra Sawitri. Pd. Beliau bahasa diberikan agar mahasiswa dapat adalah dosen Bahasa dan Sastra Cina berbahasa Mandarin dengan baik dan dan menerjemahkan teks percakapan/ dialok. Fanina Adji : Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik Universitas Darma Persada. Pada uji rekan sejawat, peneliti meminta masukan dan tanggapan terhadap model materi ajar kepada dosen pengampu mata kuliah Bahasa Cina enam di program studi Bahasa Cina Akademi Bahasa Asing Bina Sarana Informatika Jakarta. Berikut adalah saran dan masukan yang diberikan oleh pakar dan rekan sejawat: secara keseluruhan, materi ajar sudah memenuhi dan sesuai dengan tes kemampuan berbahasa Mandarin/ Cina HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi/ O AE. , . beberapa instruksi ku- rang jelas, . tambahkan kegiatan yang dapat memperdalam lagi pemahaman mahasiswa, . kegiatan latihan tentang mencari budaya Cina yang berkembang di Indonesia terlalu luas dan menjadi tidak fokus, . latihannya ditambahkan dengan tes secara lisan. Model materi ajar yang telah direvisi atas saran pakar dan rekan sejawat kemudian diujicobakan kepada Selesai dilakukan uji coba, langkah selanjutnya adalah meminta pendapat mahasiswa atau persepsi peng- guna mengenai materi ajar yang telah diberikan dengan cara memberikan angket. Hasil angket uji coba mahasiswa yang dinilai berdasarkan prinsip materi ajar yang dikemukakan oleh Tomlinson. Prinsip-prinsip tersebut dijabarkan ke Berdasarkan saran dari pakar dan rekan sejawat, dilakukan perbaikan pada model materi ajar yang dikembangkan. Berikut beberapa hal yang diperbaiki sesuai dengan saran pakar dan rekan sejawat: Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Juli 2017 dalam 15 pertanyaan. Hasilnya adalah sebagai berikut: . materi ajar harus jelas terhubung dengan kurikulum yang digunakan . ean = 2. , . materi ajar harus otentik dilihat dari jenis teks dan latihannya . ean = 2. , . materi ajar harus interaktif . ean = 2. , . materi ajar harus membuat mahasiswa fokus pada aspek kebahasaan . ean = . , . materi ajar harus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan belajar . ean = 2. , dan . materi ajar harus mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan keterampilan yang sudah mereka pelajari di luar kelas . ean = 2. ajar yang dikembangkan juga dapat dilihat berdasarkan hasil angket uji coba Berdasarkan data-data di atas, dapat disimpulkan bahwa model materi ajar yang dikembangkan layak digunakan, persepsi pengguna terhadap materi ajar yang dikembangkan juga cukup baik, dan materi ajar cukup efektif . , serta dapat diterima dalam pembelajaran. Pada proses penelitian dan pengembangan model materi ajar, peneliti juga menemukan faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung dalam pengembangan model materi ini adalah cukup banyaknya Selain menjawab pertanyaan, maha- bahan otentik yang ada di lingkungan siswa juga diminta untuk memberi- sekitar pembelajaran yang dapat dijadkan pendapatnya mengenai model ikan bahan dalam pembelajaran bahasa materi ajar yang diberikan. Berikut Mandarin, sehingga mempermudah daini beberapa pendapat mahasiswa: lam mencari mencari dan memilih bahan/ materi yang sesuai atau setidaknya Materi dapat menambah perbenda- mendekati kebutuhan pembelajaran baharaan kata dalam bahasa Mandarin, hasa Mandarin. dan menambah pemahaman terhadap tata bahasa. Artikel dalam bahan otentik yang cukup panjang dengan kosaka3. Materi cukup bagus karena dapat ta yang sebagian besar belum dikenal memberikan contoh penggunaan ba- oleh mahasiswa, awalnya menjadi kenhasa Mandarin di dunia nyata. dala dalam penggunaan model materi Materi dapat meningkatkan kemam- ajar ini. Namun, dengan motivasi dan puan saya dalam berbahasa Manda- keingintahuan mahasiswa akan penggunaan bahasa Mandarin dalam dunia nyarin. ta, hal tersebut dapat teratasi. Materi cukup bagus, tetaKekuatan model materi ajar ini pi metode belajarnya dibuat lebih menyenangkan agar tidak membosank- terletak pada pemakaian bahan otentik yang ada di sekitar lingkungan pembean. lajaran yang dapat dijadikan bahan atauHasil angket uji coba dan pun sumber belajar membaca. Bahan pendapat mahasiswa ini kemudian di- otentik tersebut dapat berupa surat kajadikan acuan dalam merevisi model bar, majalah, brosur, kemasan makanan, materi ajar draft ketiga dan dianggap kemasan obat, teks lagu, dan petunjuk sebagai model final materi ajar mem- manual. Pada penelitian pengembangan baca Bahasa Mandarin berbasis bahan model kali ini, artikel dalam surat kabar Keefktivitasan model materi atau koran dipilih dan digunakan dalam Fanina Adji : Model Materi Ajar Membaca Bahasa Mandarin Berbasis Bahan Otentik materi ajar karena surat kabar mudah yang ada belum memenuhi kebutudidapatkan. Selain itu, bahan otentik han mahasiswa. juga dapat membuat mahasiswa menjadi terlatih dan terbiasa dalam membaca 3. Materi ajar yang ada belum memberikan contoh bahan otentik dalam dan memahami bahasa Mandarin yang digunakan dalam dunia nyata. Kekuatan lain dalam 4. Teks dalam materi ajar yang dikembangkan diambil dari bahan otentik model materi ajar ini adalah model mayang bersumber dari surat kabar dan teri ajar membaca ini juga memberikan tugas dan latihan dengan mengintegrasikan keterampilan lainnya. Tugas 5. Menurut pakar dan rekan sejawat, dan latihan dan latihan terbagi menmodel materi ajar membaca bahasa jadi tugas individu dan tugas kelomMandarin yang dikembangkan laypok. Tugas individu dapat membantu akuntuk digunakan. mahasiswa mengukur kemampuannya sendiri, sedang tugas kelompok dapat 6. Persepsi mahasiswa mengenai modmembantu mahasiswa berinteraksi dan el materi ajar yang dikembangkan berlatih bahasa Mandarin, serta bersocukup baik. sialisasi antar mahasiswa. Berdasarkan hasil angket uji Namun, tidak dapat di- coba, model materi ajar yang dikempungkiri bahwa model materi ajar mem- bangkan efektif digunakan dalam pembaca bahasa Mandarin berbasis bahan belajaran dan efektif dalam meningkatotentik yang dikembangkan juga memi- kan kompetensi mahasiswa. liki kekurangan. Kekurangan materi ajar ini terletak pada jumlah sampel yang tidak terlalu banyak dan wilayah Daftar Pustaka