ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS DAN SWOT UNTUK OPTIMALISASI PENGEMBANGAN USAHA EF. INDUSTRIES Youwilda Tri Andrian. Tanti Prita Hapsari 2 Program Studi Kewirausahaan. Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta email: youwilda@students. Keywords: Business Development. Ef. SWOT. BMC Article Info: Submitted: 20/07/2025 Revised: 25/07/2025 Published: 05/08/2025 ABSTRACT Enjoy Furniture Industries is a furniture business that provides highquality and artistic furniture products from Jepara, using primary materials such as teak or mahogany wood. Given the growing demand for teak furniture in the local market. Enjoy Furniture Industries identifies customer satisfaction and trust in the quality of Jepara furniture products as the primary challenges faced by consumers. Therefore, as a native of Jepara, the author took the initiative to assist professional craftsmen who possess high skills, reliability, and dedication in producing a product. The goal is to expand the target market network and provide satisfaction and trust to customers regarding the quality of Jepara furniture. The aim of this research is to enhance the development strategy of Enjoy Furniture Industries using the Business Model Canvas (BMC) approach and SWOT analysis (Strengths. Weaknesses. Opportunities, and Threat. The BMC approach is considered effective in the business development process. Additionally. SWOT analysis can be used to identify the business's strengths, weaknesses, threats, and opportunities. It is hoped that the BMC approach and SWOT analysis will assist EF. Industries in creating a well-rounded business development strategy to achieve both shortterm and long-term goals. ABSTRAK Enjoy Furniture Industries merupakan bisnis furniture yang menyediakan produk-produk furniture berkualitas serta bernilai seni dari jepara, dengan material utama kayu jati, trembesi, atau kayu Dengan adanya permintaan pasar yang meningkat untuk produk mebel jati di pasar lokal. EF. Industries melihat kepuasan dan kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk furniture Jepara adalah masalah utama yang dihadapi konsumen. Oleh karena itu, sebagai penduduk asli Jepara, penulis mengambil inisiatif untuk membantu para pengrajin profesional yang memiliki keterampilan, kehandalan, dan totalitas yang tinggi dalam menghasilkan suatu produk. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan target pasar dan memberikan kepuasan dan kepercayaan kepada pelanggan tentang kualitas furniture Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan strategi pengembangan Enjoy Furniture Industries dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities, and Threat. Pendekatan BMC dinilai efektif dalam proses pengembangan bisnis. Selain itu, analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang bisnis. Pendekatan BMC dan analisis SWOT harapannya akan membantu EF. Industries dalam membuat strategi pengembangan bisnis yang matang untuk mencapai tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. PENDAHULUAN Industri furniture merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan nyaman. Dalam era digital saat ini, platform e-commerce seperti Tokopedia menjadi salah satu jalur utama distribusi produk furniture ke konsumen. Namun demikian, tingginya volume transaksi dan ekspektasi konsumen yang semakin meningkat, juga menimbulkan permasalahan yang perlu segera diatasi oleh pelaku usaha di sektor ini. Berdasarkan survei terhadap keluhan konsumen di Tokopedia pada periode September 2024 hingga Februari 2025, terdapat tiga permasalahan utama yang dominan, yaitu kualitas produk yang tidak sesuai, layanan pelanggan yang kurang memadai, serta kebijakan garansi yang tidak jelas. Permasalahan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara mendalam dengan konsumen, yang mengungkapkan keluhan tambahan seperti ukuran furniture yang tidak sesuai dengan ruangan, kualitas material yang rendah, ketidaksesuaian antara produk dan foto katalog, biaya pengiriman yang mahal, serta prosedur garansi yang membingungkan. Menanggapi tantangan tersebut. EF. Industries hadir sebagai solusi alternatif dengan menawarkan produk furniture berkualitas tinggi yang dibuat dari bahan baku pilihan seperti kayu jati, mahoni, dan trembesi. Melalui pendekatan yang mengedepankan transparansi bahan, layanan konsultasi desain ruang, proses produksi yang terstandar, serta pelayanan purna jual yang responsif dan profesional. EF. Industries bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menciptakan loyalitas jangka panjang. Lebih dari sekadar bisnis. EF. Industries memiliki noble purpose yang berorientasi pada transformasi bahan baku lokal menjadi produk bernilai tinggi, pemberdayaan pengrajin lokal di Jepara, serta penguatan citra Jepara sebagai pusat produksi furniture berkualitas tinggi. Hal ini diwujudkan melalui visi menjadi mitra terkemuka dalam menciptakan ruang yang indah dan fungsional, serta misi membangun jaringan luas dan strategi pemasaran yang kreatif untuk pasar domestik dan internasional. Dengan dasar tersebut. EF. Industries tidak hanya menjawab permasalahan yang dihadapi konsumen, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui inovasi produk, kualitas layanan, dan komitmen terhadap keberlanjutan industri furniture di Indonesia. PEMBAHASAN Business Model Canvas EF. Industries menggunakan Business Model Canvas sebagai alat dalam analisa rancangan usaha (Hendarsih, 2. BMC dapat membantu tujuan dan fokus untuk mencapai keinginan seorang pengusaha dikarenakan BMC merupakan acuan yang sama untuk menggambarkan, menilai, mengubah, dan memvisualisasikan model bisinis. BMC dalam usaha ini digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Business Model Canvas Ukuran Pasar Dengan mempertimbangkan banyaknya permintaan pasar dan peluang yang terdapat di dalamnya. EF. Industries menargetkan restoran dan coffe shop yang berada di daerah Semarang sebagai Total Addressable Market (TAM) atau pasar potensial secara keseluruhan. Selanjutnya. EF. Industries secara realistis menjangkau segmen coffee shop dan restoran sebagai Serviceable Obtainable Market (SOM), yaitu pasar yang benar-benar dapat dilayani berdasarkan kapasitas dan sumber daya yang dimiliki saat ini. Dalam konteks ini, ketersediaan infrastruktur fisik dan non fisik, seperti transportasi, energi, dan sumber daya alam, menjadi faktor kunci yang mendorong peningkatan produktivitas, profitabilitas, penjualan, serta jumlah pelanggan (Perdana et al. , 2. Dukungan infrastruktur yang baik juga memungkinkan EF. Industries untuk memperluas Serviceable Available Market (SAM) secara bertahap, menjangkau lebih banyak segmen pasar secara konsisten dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi kompetitif dalam industri furnitur lokal. Oleh karena itu, ukuran pasar dari persaingan bisnis EF. Industries dengan menggunakan metode TAM. SAM. SOM adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Pemerintah Kota Semarang Kategori Pariwisata & Budaya No. Elemen Data Jumlah Coffee Satuan Unit Shop No. Elemen Data Satuan Jumlah Restoran Unit Jumlah Unit Sumber: https://data. id/data/list/4 TAM: Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa pada tahun 2024 jumlah coffe shop 127 unit dan jumlah restoran yang terdapat di daerah Semarang sebanyak 1. 742 unit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa TAM dari EF. Industries sebanyak 1. 869 yang terdiri dari restoran dan coffe shop. SAM: Berdasarkan tabel diatas, asumsi pasar yang dapat dijangkau 35% karena keterbatasan minat lokal dan distribusi. Dari total unit pada tahun 2024 jumlah coffee shop dan restoran yang terdapat di daerah Semarang sebanyak 1. 869 unit. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa SAM dari EF. Industries sebanyak 654 unit restoran. SOM: Target pangsa yang bisa diraih : 3% pada 3 tahun pertama SOM = SAM x Target Pangsa Pasar SOM = 654 x 3% SOM = 19,6 OO 20 Unit Coffe Shop dan Restoran Strategi Pengelolaan EF. Industries Strategi pemasaran Product . EF. Industries menghadirkan produk furniture berbahan dasar kayu Jati. Mauni, dan trembesi dengan karakteristik kayu yang berbeda. Masing masing bahan dasar kayu diubah menjadi produk furniture. Produk EF. Industries memperhatikan estetika, kontruksi, dan fungsional agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin selektif. Price . Produk EF. Industries tergolong kualitas furniture premium dengan kualitas bahan baku yang digunakan, namun harga tetap kompetitif dipasar. Untuk pemesanan dalam skala banyak/project besar EF. Industries menerapkan DP sebesar 60% dari harga yang telah ditentukan. Kursi bar dengan harga Rp 500. 000, kursi heroshima Rp 750. bangku Stool Rp 290. Perbedaan bentuk dan ukuran mempengaruhi harga yang EF. Industries mengikuti furniture yang diinginkan konsumen. berikut tabel perhitungan HPP produk EF. Industries. Tabel 2. HPP Stool Trembesi Kategori Biaya Bahan Baku Rincian Kayu Trasnportasi Upah Internet TOTAL Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Biaya Rp4. Rp350. Rp5. Rp10. HPP per pcs Laba yang diinginkan Total HPP/Jumlah Produk Rp87. Sumber: Dokumen Pribadi Rp202. Rp290. Tabel 3. HPP Kursi Heroshima Kategori Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead HPP per pcs Rincian Biaya Kayu Rp140. Finishing Rp135. Trasnportasi Rp20. Upah Rp75. Pengrajin Rp100. Internet TOTAL Rp488. Total HPP/Jumlah Produk Rp488. Laba yang diinginkan Rp262. 000 Rp750. Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4. HPP Kursi Bar Kategori Biaya Bahan Baku Upah Biaya Overhead Rincian Kayu Finishing Pengrajin Trasnportasi Internet TOTAL Biaya Rp100. Rp100. Rp125. Rp20. Rp18. Rp363. HPP per pcs Rp363. Laba yang diinginkan Total HPP/Jumlah Produk Rp500. Rp137. Sumber: Dokumen Pribadi Place (Tempat/distribus. EF. Industries meraih pangsa pasar melalui strategi distribusi yang efektif dan bervariasi, guna memenuhi kebutuhan pelanggan. EF. Industries melakukan penjualan melalui platform Instagram, dan WhatsApp. Rencana untuk memperluas pasar dilakukan dengan menambah platform Tiktok, memanfaatkan platform ini dalam media promosi untuk menarik audiens yang lebih luas berikut ini link media sosial dari EF. Industries: Instagram: https://w. com/ef. WhatsApp https://api. com/send/?phone=6285867635714&text&type=phone_number &app_absent=0 Promotion (Promos. Promotion (Promos. Promosi EF. Industries melalui media sosial Instagram menggunakan fitur Iklan Instagram. Gambar 2. Promosi Iklan Instagram People Team EF. Industries meliputi marketing, keuangan, pengrajin, fhinising, dan pelayanan pelanggan melalui whattshap. proses ini dilakukan guna kelancaran bisnis. Proses Pemesanan melalui telfon atau chat WhatsApp dan pengiriman melalui jasa ekspedisi Physical Ecidence EF. Industries memberikan kesan profesional dan membangun kepercayaan konsumen terhadap merek dan layanan melalui logo, katalog, dan poster. Strategi Operasional dan Produksi Pada proses operasional. EF. Industries melakukan perencanaan pembelian bahan baku, pengolahan bahan baku, quality control, hingga proses pemasaran. Pada setiap prosesnya dilakukan secara bertahap sesuai alur produksi dan penjadwalan produksi barang, sehingga tahapan produksi berjalan dengan efesien dan kualitas produk terjaga. Proses produksi berawal dari pemilihan kayu utuh sebagai bahan dasar utama. Kayu dipotong menjadi bentuk persegi panjang, disertai dengan pengukuran yang tepat dan gambar pola sesuai dengan desain produk yang diinginkan. Setelah pola ditetapkan, kayu dipotong mengikuti pola tersebut untuk dijadikan dasar produk. Dilanjutkan dengan pasah, yaitu proses penghalusan bentuk kayu agar lebih presisi sebelum masuk ke tahap pengukiran, di mana detail ukiran mulai terbentuk. Selanjutnya, pola-pola tersebut dihaluskan dengan mesin gerinda untuk mendapatkan hasil yang lebih tegas dan rapi. Produk kemudian melalui proses penghalusan dengan amplas gerinda untuk menghilangkan serat-serat kasar dan memberikan hasil akhir yang halus. Setelah semua tahapan selesai, produk dinyatakan selesai dan siap untuk proses finishing atau langsung berikut table dokumentasi proses produksi. Tabel 5. Proses Produksi Proses Produksi Dokumentasi Kayu Utuh Potong persegi panjang, pengukuran, dan gambar pola Pemotongan sesuai pola No Proses Produksi Dokumentasi Pasah produk Pemahatan Merapikan pola dengan pisau gerinda Menghaluskan amplas gerinda Produk jadi No Proses Produksi Dokumentasi Analisis SWOT Analisis SWOT dengan metode EFAS (External Factors Analysis Summar. dan IFAS (Internal Factors Analysis Summar. merupakan pendekatan sistematis untuk mengevaluasi faktor eksternal berkaitan dengan peluang dan ancaman dan faktor internal meliputi kekuatan dan Analisis SWOT digunakan EF. Industries untuk memberikan gambaran strategi yang tepat dalam pengambilan keputusan bisnis. Strategi perusahaan merupakan alat fundamental yang tersusun untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar sasaran tersebut (Kosidin and Wibbowo, 2. EF. Industries melakukan penelitian dengan menggunakan kuisioner melalui google from terhadap 30 responden, dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa: Tabel 6. Analisis SWOT FAKTOR STRENGHT WEAKNESSES INTERNAL Produk EF. Industries telah Popularitas merk EKSTERNAL menggunakan jenis kayu Jati, belum banyak dikenal Trembesi, dan mahoni yang Produk furniture kayu jati berat dan susah Kualitas produk dengan harga yang ditawarkan sesuai OPPORTUNITIES STRATEGI SO STRATEGI WO Perkembangan teknologi dan Memanfaatkan bahan baku Memanfaatkan patner desain membuka peluang untuk berkualitas untuk kerja untuk mitra dalam menghasilkan furniture lebih meningkatkan daya tahan proses produksi inovatif, fungsional, dan estetik. produk dan nilai furniture Uptodate desain Peningkatan pembangunan Berpartisipasi dalam modern furniture rumah, kantor, maupun pagelaran pameran furniture komersial memberikan efek dan menjalin hubungan dengan permintaan furniture tinggi dengan desain yang efesien dan THREAT STRATEGI ST STRATEGI WT Pesaing perusahaan besar yang 1. Melakukan sistem R&D 1. Memperkuat saluran bergerak lebih dahului Berebut pasokan bahan baku konsumen terkini dengan pesaing. Pengemasan produk safety ditengah dinamika pasar. dan menarik tren distribusi dan promosi Pengembangan yang ergonomis menyesuaikan aspek kondisi konsumen. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan bisnis furniture sangat penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memperkuat posisi usaha di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Melalui BMC dan pendekatan analisis SWOT, bisnis furniture mampu mengidentifikasi kekuatan utama seperti kualitas produk, desain yang menarik, serta penggunaan bahan baku lokal yang bernilai tinggi. Sementara itu, kelemahan seperti keterbatasan modal dan sumber daya manusia yang belum optimal harus segera ditangani dengan strategi pengembangan yang tepat. Peluang yang terbuka luas, seperti meningkatnya permintaan akan produk furniture lokal berkualitas dan tren desain minimalis modern, dapat dimanfaatkan dengan melakukan inovasi produk, meningkatkan pemasaran digital, serta menjalin kerja sama strategis dengan mitra bisnis. Adapun ancaman dari kompetitor besar dan perubahan tren pasar harus diantisipasi dengan riset pasar yang berkelanjutan dan fleksibilitas dalam proses produksi. Secara keseluruhan, strategi yang direkomendasikan untuk pengembangan bisnis furniture ini adalah diferensiasi produk, peningkatan branding melalui media sosial, perluasan saluran distribusi, serta penguatan manajemen operasional dan keuangan. Dengan penerapan strategi yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan bisnis furniture ini dapat tumbuh secara signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA