PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN SIRI DAN GI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI SISTEM PENCERNAAN Nurkarima1 UIN Alauddin Makassar, nrkarima02@gmail. Ummul Hasanah2 UIN Alauddin Makassar, ummul. hasanah@uin-alauddin. Ahmad Ali3 UIN Alauddin Makassar, ahmad. ali@uin-alauddin. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan model SIRI (Stimulation. Investigation. Review, and Inferenc. dan GI (Group Investigatio. terhadap hasil belajar peserta didik materi sistem pencernaan kelas XI SMA Negeri 2 Jeneponto. Jenis penelitian ini eksperimen semu . uasy eksperimenta. menggunakan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI berjumlah 332 peserta didik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 peserta didik dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas eksperimen 1 (XI C) dan kelas eksperimen 2 (XI D), menggunakan teknik multi stage random sampling. Instrumen penelitian berupa 30 butir soal pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor hasil belajar 88,30 pada kelas eksperimen 1 dan 72,05 pada kelas eksperimen 2. Analisis statistik inferensial diperoleh nilai sig. 0,000, menunjukan bahwa sig. = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari model pembelajaran SIRI dan GI terhadap hasil belajar peserta didik materi sistem pencernaan kelas XI SMA Negeri 2 Jeneponto. Abstract This study aims to determine the comparison between the SIRI model (Stimulation. Investigation. Review, and Inferenc. and the GI (Group Investigatio. model on studentsAo learning outcomes in the digestive system topic among 11th-grade students of SMA Negeri 2 Jeneponto. This research employed a quasi-experimental design using a non-equivalent control group design. The population consisted of all 11th-grade students, totaling 332 learners. The sample comprised 40 students divided into two groups: the first experimental class (XI C) and the second experimental class (XI D), selected through multi-stage random sampling. The research instrument was a multiple-choice test consisting of 30 items. Data analysis techniques included descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that the average learning outcome score was 30 in the first experimental class and 72. 05 in the second experimental class. Inferential statistical analysis revealed a significance value of 0. 000, indicating that sig. = 0. 000 < 0. Therefore. Ho was rejected and H1 was accepted. This indicates that there is a significant difference between the SIRI and GI learning models on studentsAo learning outcomes in the digestive system topic among 11th-grade students of SMA Negeri 2 Jeneponto. Kata kunci: GI, hasil belajar. SIRI, sistem pencernaan Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI yang mengarah pada peserta didik dalam PENDAHULUAN Pendidikan mencapai tujuan pembelajaran (Anas, et pengetahuan belajar yang terjadi dalam merencanakan dan mengatur kegiatan Pendidik memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan setiap makhluk individu. melalui model pembelajaran. Model Pendidikan pembelajaran yang dilaksanakan oleh perencanaan yang digunakan pendidik pendidik, pengajaran yang diberikan pada peserta didik bukan saja dari langkah-langkah dan tindakan yang pendidikan formal, namun dalam hal ini dilakukan guru dan peserta didik, sistem fungsi keluarga serta masyarakatlah pendukung pembelajaran dan metode yang penting dan menjadi wadah pembinaan yang bisa membangkitkan perkembangan belajar peserta didik (Sundari, 2. Kualitas (Pristiwanti et al. , 2. Pendidikan mempunyai peran ditandai oleh adanya peserta didik yang penting dalam mewujudkan anak bangsa sehat, lingkungan sehat, nyaman dan yang cerdas dan mampu menghadapi aman, isi atau kurikulum yang relevan, berbagai tuntutan perubahan yang terjadi pembelajaran berpusat pada peserta di zaman modern ini. Pendidik perlu terintegrasi mencakup pengetahuan, pembelajaran yang tepat sehingga tujuan keterampilan dan sikap (Setyosari. Pembelajaran Berdasarkan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat pendidik dan peserta didik SMA Negeri menumbuhkan dan mendorong peserta 2 Jeneponto, proses pembelajaran telah menggunakan metode pembelajaran (Rohmah, 2. ceramah, presentasi, dan kelompok, memfasilitasi dan menciptakan kondisi sebagian besar peserta didik mengalami Pendidik Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI membaca, menulis, memahami dan pendapat dan menjawab pertanyaan bekerja sama, hal tersebut termuat terkait materi yang dipelajari. Sejumlah dalam model pembelajaran GI . Pada peserta didik masih kurang aktif dalam intinya, kedua model pembelajaran proses pembelajaran, sementara hanya sedikit yang aktif dalam berpartisipasi, keaktifan peserta didik, pembelajaran baik dengan mengajukan pertanyaan yang berpusat pada peserta didik, dan maupun memberikan jawaban. Kondisi ini menyebabkan sebagian peserta didik mandiri jawaban dari suatu masalah merasa bosan karena lebih banyak yang dipertanyakan. Oleh karena itu mencatat dan kurangnya games dalam perlu menerapkan model pembelajaran proses pembelajaran. Oleh karena itu SIRI pendidik perlu menggunakan model penaruhnya terhadap hasil belajar. pembelajaran yang dapat meningkatkan Model SIRI (Stimulation. Investigation. Review, and Inferenc. memudahkan mereka dalam memahami merupakan model pembelajaran yang materi pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat yang berpusat pada peserta didik. dilakukan dengan penggunaan model Model ini dapat membentuk pola pikir pembelajaran yang inovatif yang mampu peserta didik menjadi terarah dan melibatkan peserta didik secara aktif memiliki tujuan. Dapat menjadikan keterampilan komunikasi, dan sebagai SIRI terdiri dari beberapa tahapan yang pertama yaitu tahap merealisasikan ide kreatif peserta didik, stimulation, investigation, review, dan hal tersebut termuat dalam model pembelajaran SIRI. Selain itu terdapat dalam model pembelajaran ini dapat pula model pembelajaran yang berpusat menstimulus daya ingat, membentuk pola pikir, dan dapat membentuk Tahapan melibatkan peserta didik dalam proses (Jamaluddin et al. , 2. Model GI . roup investigatio. Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI kelompok, kemandirian dalam mencari aktifitas peserta didik untuk mencari sendiri materi . pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan dilibatkan sejak perencanaan hingga tersedia, misalnya melalui dari buku penyajian hasil. Dengan demikian, pelajaran atau melalui internet. Model perbandingan kedua model ini penting ini dapat melatih peserta didik untuk untuk melihat sejauh mana masing- Peserta didik dilibatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kemandirian belajar peserta didik. menentukan topik maupun cara untuk Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau Peserta didik terlibat secara aktif mulai dari tahap pertama sampai tahap terakhir Hal ini akan memberikan kesempatan peserta didik untuk lebih SIRI dan GI pada materi sistem mempertajam pemahamannya terhadap pencernaan kelas XI SMA Negeri 2 materi (Amin & Linda, 2. Jeneponto. Sejalan Model SIRI dan GI sama-sama tersebut, kebaruan dari penelitian ini menekankan keterlibatan aktif peserta terletak pada fokus perbandingan kedua didik dalam proses pembelajaran, namun model, di mana model SIRI yang relatif keduanya memiliki fokus yang berbeda baru dan masih jarang digunakan dalam sehingga menarik untuk dibandingkan. konteks pembelajaran IPA di sekolah Model SIRI lebih menekankan pada dasar maupun menengah dibandingkan dengan model GI yang sudah lebih sistematis melalui tahapan stimulasi, dikenal, sehingga hasil penelitian ini sehingga peserta didik diarahkan untuk kontribusi baru dalam pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan Sementara itu, model GI relevan dengan kebutuhan peserta Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI peserta didik yang seimbang serta METODE PENELITIAN karakteristik yang homogen sehingga Bagian dalam penelitian ini eksperimen semu . uasy eksperimenta. dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu semua peserta didik pada kelas XI SMA Negeri 2 Jeneponto yang berjumlah 332 peserta Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 peserta didik dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas (XI eksperimen 2 (XI D), menggunakan teknik multi stage random sampling. Kelas eksperimen 1 yang diajar dengan menggunakan model SIRI dan XI D sebagai eksperimen 2 yang diajar dengan menggunakan model GI karena peneliti menggunakan teknik multi stage random sampling, yaitu memilih dua kelas dari sepuluh kelas yang ada secara acak agar setiap anggota populasi Dari hasil perhitungan dengan rumus Slovin, diperoleh total sampel kemudian dibagi rata antara XI C dan XI D . asing-masing 20 sisw. Kedua kelas ini dipilih karena memiliki jumlah layak dijadikan sampel penelitian. Instrumen dalam penelitian ini untuk mengukur hasil belajar sebanyak 30 butir soal pilihan ganda. Selain itu instrumen tersebut telah diuji coba pada kelas yang non-sampel pada kelas XI. 1 SMA Negeri 1 Gowa sebanyak 30 menentukan validitas dan reliabilitas pada instrumen tersebut. Berdasarkan hasil uji coba sebanyak 35 butir soal hasil belajar, dinyatakan 5 soal tidak valid dan 30 soal yang valid, sehingga hanya 30 soal yang digunakan pada penelitian ini. Uji reliabilitas dari soal hasil belajar yang dianalisis dengan Cronbach alpha memperoleh nilai t hitung yaitu 0,953 dan diperoleh nilai reliabilitas pada soal hasil belajar yaitu 0,953>0,349. Sehingga disimpulkan yakni instrumen soal hasil belajar dapat dinyatakan reliabel. Penelitian ini dilakukan analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik Pengujian analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi Menurut Dine et al. , . menentukan kategorisasi hasil belajar Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI dibagi ke dalam lima tingkat yaitu pada kategori sangat tinggi. Pada sangat tinggi, tinggi, cukup tinggi, posttest terjadi perubahan frekuensi rendah, dan sangat rendah. Adapun dimana terdapat 4 peserta didik pada kategorisasi hasil belajar peserta didik kategori tinggi dan 16 peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut: pada kategori sangat tinggi. Artinya Tabel 1. Kategorisasi Hasil Belajar belajar peserta didik. Peserta Didik Interval Kategorisasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan terdapat peningkatan nilai dari tes hasil Tabel 3. Analisis Statistik Deskriptif Kelas Eksperimen 2 Parameter Nilai Pretest Nilai Maksimum Nilai Minimum Rata-rata Standar Deviasi Varians Nilai Posttest 39,45 10,495 72,05 6,493 110,155 42,155 yang dilakukan menggunakan tes hasil belajar, maka diperoleh hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Jeneponto sebagai berikut: Adapun sebaran hasil belajar peserta didik kelas eksperimen 2 dimana pada pretest terdapat 2 peserta didik pada kategori sangat rendah, 7 peserta Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif didik pada kategori rendah, dan 11 Kelas Eksperimen 1 peserta didik pada kategori sedang. Pada Parameter Nilai Pretest posttest terjadi perubahan frekuensi Nilai Maksimum Nilai Minimum Rata-rata Standar Deviasi Varians Nilai Posttest kategori sedang, 17 peserta didik pada 66,80 10,304 88,30 7,935 106,168 62,958 Adapun sebaran hasil belajar dimana terdapat 1 peserta didik pada kategori tinggi, dan 2 peserta didik pada kategori sangat tinggi. Artinya terdapat peningkatan nilai dari tes hasil belajar peserta didik. peserta didik kelas eksperimen 1 dimana Berdasarkan pada analisis data pada pretest terdapat 6 peserta didik pada kategori sedang, 11 peserta didik pada kategori tinggi, dan 3 peserta didik independent sample t-test didapatkan Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI thitung sebesar 7,088 dan ttabel sebesar 0,312. Nilai ttabel diperoleh dari tingkat meningkatkan hasil belajar peserta signifikansi yang sesuai dengan nilai Df Hasil pada pengujian yang didapatkan menunjukkan bahwa thitung > dimulai dengan stimulation untuk ttabel . ,088>0,. Dengan demikian hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima pada taraf eksploratif, review sebagai refleksi terhadap temuan, dan inference sebagai 0,. ,000<0,. Hasil belajar yang tinggi pada Tahapan Pendekatan ini terbukti efektif dalam SIRI (Stimulation. Investigaion. Review, and Inferenc. dikarenakan peran aktif peserta didik keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran (Wahyudi, 2. Model Group Awal Investigation (GI) juga efektif dalam meningkatkan hasil belajar, namun apersepsi dan orientasi terkait materi lebih menitikberatkan pada kolaborasi dan kerja tim dalam penyelidikan suatu meningkatkan atau menimbulkan sikap GI memberikan kebebasan bagi antusias, motivasi dan rasa ingin tahu kelompok untuk menentukan subtopik. Pemberian materi oleh pendidik merupakan salah satu cara melatih tanggung jawab bersama dan keterampilan sosial. Namun, dalam memiliki pengetahuan awal yang sama praktiknya, peserta didik yang kurang atau hampir mirip (Al-muwattho et al. aktif atau dominasi anggota tertentu dalam kelompok dapat mengurangi Hal Model SIRI pemerataan pemahaman. Meskipun GI (Stimulation. Investigation. Review, and dapat meningkatkan motivasi dan Inferenc. Nurkarima, et. al, 2026: Model Pembelajaran Siri dan GI Oleh karena itu, meski memberikan dukungan dan bimbingan selama pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA kedua model mampu meningkatkan hasil SIRI memberikan hasil yang lebih tinggi (Rahman. KESIMPULAN Penggunaan model SIRI dan GI signifkan terhadap hasil belajar peserta didik pada materi sistem pencernaan kelas XI SMA Negeri 2 Jeneponto. Hal ini terlihat dari perolehan rata-rata nilai kelas eksperimen 1 (XI C) yang diajar menggunakan model SIRI sebesar 88,30 sedangkan pada kelas eksperimen 2 (XI D) yang diajar dengan menggunakan model GI sebesar 72,05. Dengan SIRI terhadap hasil belajar pserta didik. UCAPAN TERIMA KASIH