JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehata. Volume 6. No. Agustus 2022. Page 41-46 ISSN: 2579-7913 PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM) TERHADAP KESEMBUHAN GINGIVITIS Theodora*. Enny Willianti. Ayu Cahyani Noviana. Wahyuni Dyah Parmasari. 1,2,4 Departemen Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut. Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Indonesia 3 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Indonesia e-mail : theodora@uwks. Abstrak Salah satu tanaman herbal yang digunakan sebagai obat tradisional dan bersifat antibakteri adalah daun kemangi . cimum sanctu. dengan bahan aktif minyak atsiri yang mengandung senyawa 1,8-cineole, b-bisabolene, methyl eugenol. Senyawa ini dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri sehingga menghambat pertumbuhan Salah satu penyakit mulut yang umum terjadi adalah keradangan pada gingiva atau Tanda klinis gingivitis adalah kemerahan, hiperplasi, berkilat dan mudah berdarah. Penyebab utama adalah plak dan kalkulus. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi . cimum sanctu. terhadap kesembuhan gingivitis. Jenis penelitian true experiment, dengan rancangan pretest and postest control group design. Populasi sejumlah 450 mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan besar sampel 36 mahasiswa yang diambil secara acak dan memenuhi kriteria sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan yang bermakna Gingival Index antara kelompok yang berkumur dengan larutan ekstrak daun kemangi dan kelompok yang berkumur dengan larutan aquadest. Kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi memiliki selisih penurunan nilai rata-rata Gingival index lebih besar dibanding kelompok yang berkumur dengan aquadest yaitu pada kelompok yang berkumur dengan daun kemangi sebesar 1 dan yang berkumur dengan aquadest sebesar 0. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat mempengaruhi kesembuhan gingivitis yang ditunjukkan dengan p value 0,000. Kata kunci: ekstrak daun kemangi . cimum sanctu. , gingivitis. Gingival Index Abstract Basil (Ocimum sanctu. leaves are one of the herbal plants used as traditional medicine and an antibacterial. Essential oil, which comprises the molecules 1,8-cineole, b-bisabolene, and methyl eugenol, is the active component. These substances can harm bacterial cell membranes because they are soluble in ethanol. Bacterial growth is slowed down as a result. Gingivitis, or gingival inflammation, is one of the more typical dental illnesses. Gingivitis is characterized by redness, hyperplasia, shine, and bleeding easily. Plaque and calculus are the main This investigation's goal was to learn how basil leaf extract (Ocimum sanctu. supplementation affected gingivitis recovery. With a pretest and posttest control group design, the research is a legitimate experiment. The population is made up of 450 clinical clerks at the Faculty of Medicine. Wijaya Kusuma University. Surabaya, and the sample size was 36 students who were chosen at random and met the sample requirements. The results showed that there was a significant difference in the Gingival Index between the group that rinsed with a solution of basil leaf extract and the group that rinsed with aquadest solution. The group that gargled with basil leaf extract had a difference in the difference in the average value of the Gingival index that was greater than the group that rinsed with distilled water, namely the group that rinsed with basil leaves was 1 and those who rinsed with distilled water was 0. Basil leaf extract had a positive impact on gingivitis recovery with p value 0. Keywords: Basil (Ocimum sanctu. leaf extract, gingivitis, gingival index -41- Theodora et. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctu. terhadap Kesembuhan Gingivitis PENDAHULUAN Negara Indonesia merupakan negara tropis yang kaya dengan bermacam-macam Terdapat kurang lebih 40. macam tumbuhan, sekitar 1. 300 tumbuhan bermanfaat sebagai obat tradisional (Siregar et al. , 2. Dengan latar belakang suku dan budaya masyarakat Indonesia yang beraneka ragam pula, masyarakat Indonesia memanfaatkan tumbuhan yang dinilai bermanfaat untuk pengobatan dengan pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan ini turun-temurun diwariskan sesuai kebiasaan penduduknya (Siregar et al. , 2. Daun kemangi . cimum sanctu. dimanfaatkan penduduk di Indonesia sebagai obat-obatan tradisonal (Tallama. Tumbuhan ini mempunyai khasiat herbal yaitu dapat berfungsi sebagai antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, analgesik dan juga mengandung minyak esensial yang memiliki sifat antibakteri. Selain itu juga terdapat senyawa aktif yang terkandung didalamnya, yaitu minyak atsiri, saponin, alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, tanin dan fenol (Ramdani & Mambo, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan kandungan flavonoid pada daun kemangi . cimum antioksidan alami karena mempunyai kemampuan menangkap molekul radikal Sedangkan tannin merupakan terganggunya proses sintesis peptidoglikan ((Erviana et al. , 2. Hal ini mengakibatkan tidak sempurnanya proses pembentukan dinding sel bakteri (Agnes. Penelitian lain melaporkan bahwa minyak atsiri yang terkandung dalam daun kemangi memiliki aktifitas antibakteri gram positif dan negatif, jamur dan kapang (Yosephine et al. , 2. Oleh karena itu, dengan kandungan yang demikian, ada kemungkinan daun kemangi sangat berguna untuk mengatasi permasalahan mulut dan gigi termasuk gingivitis. Gingivitis merupakan keradangan pada gingiva yang merupakan awal penyakit yang terjadi pada jaringan periodontal. Secara klinis tampak kemerahan pada tepi gingiva, pembesaran gingiva dan mudah berdarah ((Fatmasari & Lismawati, 2. Faktor penyebab utama adalah adanya plak dan kalkulus yang mengandung bakteri sebagai komponen utamanya. (Fatmasari & Lismawati, 2. Gingival Index (GI) pertama kali diperkenalkan oleh Loe H dan Silness J tahun 1963 sebagai metode untuk menilai keparahan dan kuantitas keradangan Menurut metode ini, pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat periodontal probe sepanjang dinding jaringan lunak dari celah gingiva yaitu bagian fasial, mesial, distal, lingual dan diberi nilai 0 sampai 3 (Ristianti et al. Nilai 0 : gingiva normal Nilai 1 : inflamasi ringan . erubahan warna dan edema ringan, probing tidak berdara. Nilai 2 : inflamasi sedang . ingiva merah. Nilai 3 : inflamasi berat . ingiva merah, edema, ulserasi, berdarah Untuk menghilangkan faktor penyebab terjadinya gingivitis dilakukan dengan cara mekanis . embersihan plak dan kalkulu. dan kimiawi yaitu dengan pemberian obat. Saat ini masyarakat mulai beralih ke pengobatan alternatif yaitu dengan mengkonsumsi tanaman herbal. Keuntungan penggunaan tanaman herbal adalah tidak menimbulkan efek samping dan mudah dalam pembuatannya (Adelina, 2. Selain itu tanaman herbal lebih murah dan mudah didapatkan (Tjay and Rahardja. Berbagai penelitian daun kemangi . cimum sanctu. terhadap pengobatan gingivitis pernah dilakukan. Penelitian oleh Yulianty . menunjukkan dengan berkumur ekstrak etanol daun kemangi 4%menghasilkan penurunan plaque index dan gingival index pada penderita gingivitis kategori sedang, dengan penurunan ini dapat meningkatkan kondisi yang lebih baik dari status gingiva pada penderita gingivitis kategori sedang. Penelitian tentang perbedaan efektifitas obat kumur larutan klorheksidin dengan obat kumur larutan herbal daun kemangi pernah dilakukan oleh (Ristianti et al. , 2. -42- Theodora et. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctu. terhadap Kesembuhan Gingivitis Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara berkumur dengan larutan klorheksidin dan berkumur dengan larutan herbal daun kemangi terhadap penurunan akumulasi Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pemgaruh pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctu. terhadap kesembuhan gingivitis. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah true experiment, dengan rancangan pre test and post test control group design. Terdapat 2 kelompok sampel yaitu kelompok kontrol . erkumur dengan aquades. dan kelompok eksperimen . erkumur dengan ekstrak daun kemang. dengan tingkat kekentalan yang Populasi dalam penelitian ini adalah 450 mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, sementara sampel yang diambil sebanyak 36 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok . orang masuk kelompok eksperimen dan 18 orang masuk ke dalam kelompok kontro. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang ditentukan sebagai berikut: tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan, tidak sedang memakai peranti ortodonsi dan protesa, tidak sedang menggunakan obat kumur, terdapat salah satu tanda gingivitis, yaitu gingiva kemerahan , gingiva membesar, poket gingiva dan terdapat kalkulus. Dengan demikian, jenis kelamin tidak menjadi bahan pertimbangan karena baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap gingivitis. Pengukuran tingkat keparahan gingiva dengan menggunakan Gingival Index (GI). Dengan melakukan pemeriksaan pada gingiva bagian bukal gigi 16 dan 26, bagian fasial gigi 11, lingual 36 dan 46 dan gingiva bagian labial gigi 31. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling (Sugiyono, 2. Pengambilan sampel dengan cara mendata setiap mahasiswa dan memverifikasi mereka apakah memiliki karakteristik dan kriteria yang ditentukan serta apakah mereka bersedia menandatangani informed consent sebagai subyek penelitian. Dalam penelitian ini digunakan data ordinal (Gingival Inde. berpasangan dilakukan uji non parametrik uji Wilcoxon Signed Rank Test (Sugiyono, 2. Pembuatan ekstrak daun kemangi dibuat di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya. Daun kemangi segar yang sudah dipilih ditaruh di atas meja . idak di bawah sinar matahar. kurang lebih 4-5 hari, lalu digiling dengan menggunakan mesin penghalus makanan. Setelah itu dimasukkan dengan larutan etanol 90% sekitar 24 jam. Hasil rendaman ini ditapis ampasnya. Ampas yang dihasilkan dimasukkan dalam larutan etanol 90% yang baru selama 24 jam. Proses ini diulangi hingga sudah benar-benar tidak dapat diekstraksi lagi. Hasil ekstrak yang didapat lalu diuapkan dengan dimasukkan dalam alat rotary evaporator sampai didapat ekstrak dengan konsentrasi lebih pekat tanpa merusak kandungannya. Lalu dibuat ekstrak larutan dengan konsentrasi mencapai 14% dengan cara melarutkan ekstrak kental daun kemangi 14 g/ml ke dalam 100 ml aquadest (Kumalasari & Andiarna, 2. Larutan dikumurkan dengan digerak-gerakkan secara perlahan selama 30 detik, kemudian Penelitian ini sudah dinyatakan No. 41/SLE/FK/UWKS/2022, yang diterbitkan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Gambar 1. Alur Penelitian -43- Theodora et. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctu. terhadap Kesembuhan Gingivitis HASIL DAN PEMBAHASAN . erkumur dengan menggunakan aquades. dan kelompok eksperimen . erkumur Hasil penelitian . terhadap 36 subyek penelitian digambarkan dalam Tabel 1. Tabel 1 menggambarkan hasil pengukuran terhadap kelompok kontrol Tabel 1. Kelompok Aquadest Hasil Pengukuran pada 36 Subyek Penelitian Sebelum dan Sesudah Berkumur dengan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctu. 14% Sebelum Perlakuan Median Min Maks Sesudah Perlakuan Median Min Maks 0,001** Ekstrak 0,001** Daun Kemangi 1,000* 0,000* Keterangan: * signifikan pada = 0,05 (Mann-Whitney tes. ** signifikan pada = 0,05 (Wilcoxon Signed Ring tes. Dari uji Wilcoxon Signed Rank Test didapat nilai p sebesar 0,000 atau kurang dari sehingga Ho diterima atau ada perbedaan yang bermakna antara Gingival Index kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi dan kelompok yang berkumur dengan aquadest. Gambar 2. Gingiva Index (GI) sebelum dan setelah berkumur dengan daun kemangi . cimum sanctu. 14% Kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi . cimum sanctu. memiliki selisih penurunan nilai rata-rata dari Gingival Index yang lebih besar dibanding kelompok yang berkumur dengan Penurunan Skor Median Min Maks 0,00* Rata-rata selisih penurunan Gingival Index untuk kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi . cimum sanctu. sebesar 1, sedangkan kelompok yang berkumur dengan aquadest Temuan utama dalam penelitian ini adalah didapatkannya nilai rata-rata selisih penurunan Gingival Index kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi sebesar 1, sementara selisih penurunan Gingival Index kelompok yang berkumur dengan aquadest sebesar 0. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yang pertama adalah ekstrak daun kemangi mengandung berbagai komponen bahan alami yang bersifat antimikroba. Sehingga dengan berkumur ekstrak daun kemangi, akumulasi pertumbuhan bakteri plak dapat Plak dan kalkulus merupakan faktor utama terjadinya gingivitis karena mengandung bakteri sebagai komponen Oleh karena itu pada kelompok eksperimen, jumlah plak lebih sedikit dari pada yang ada di kelompok kontrol. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian dari Tallama . dan Tondolambung. Edy, & Lebang . yang menyatakan bahwa ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctu. , dengan konsentrasi 14%, memiliki daya hambat yang tinggi terhadap pertumbuhan bakteri penyebab akumulasi plak dengan menggunakan media agar. Yang kedua adalah bahwa ekstrak daun kemangi mengandung etanol yang -44- Theodora et. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctu. terhadap Kesembuhan Gingivitis dapat meningkatkan pH saliva. Sehingga dengan berkumur ekstrak daun kemangi, pH saliva dapat naik atau bertahan pada level normal (Marlindayanti, 2. Oleh karenanya dalam penelitian ini, kadar pH saliva pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada yang ada di kelompok Temuan ini didukung oleh temuan dari Agnes . yang menunjukkan bahwa dengan berkumur larutan ekstrak etanol sebesar 4% dapat meningkatkan pH saliva. pH normal rongga mulut adalah 6,3-7,0. Penurunan pH mulut kurang dari 5,0-5,5 juga dapat mengakibatkan terjadinya proses demineralisasi pada gigi (Hurlbutt et al. , 2010. Suratri. Jovina, & Tjahja, 2. Yang ketiga adalah bahwa ekstrak daun kemangi mengandung minyak atsiri di Minyak atsiri memiliki beberapa komponen yang saling mempengaruhi dalam menimbulkan efek antimikroba. Komponen utamanya adalah 1,8-ciniole, bisabolene dan methyl eugenol. Bahan-bahan tersebut bersifat larut dalam etanol dan bisa mengakibatkan kerusakan pada membran dari sel bakteri. Apabila terjadi kerusakan pada membran sel bakteri, maka akan mengakibatkan protein dan lipid, yang merupakan metabolit penting dalam sel, keluar dan bahan makanan yang diperlukan untuk menghasilkan energi tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga mengakibatkan bakteri tersebut mati (Ningrum, & Waznah. Apabila bakteri mati, maka plak dalam rongga mulut juga akan berkurang. Yang keempat adalah bahwa daun kemangi mengandung senyawa flavonoid. Senyawa ini dapat merangsang sekresi dari mengkonsumsinya karena ada rasa pahit dan kesat yang ditimbulkan dari daun kemangi tersebut (Kumalasari & Andiarna, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Pemberian larutan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctu. berpengaruh terhadap kesembuhan gingivitis dengan menghambat akumulasi plak. Dari peneltian ini dihasilkan nilai rata-rata Gingival Index (GI) sebelum berkumur menggunakan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctu. adalah 1, sedangkan setelah berkumur menggunakan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctu. Saran bagi penelitian berikutnya perlu dibandingkan dengan konsentrasi ekstrak daun kemangi konsentrasi yang optimal. REFERENSI