Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia LITERATURE REVIEW : TREN PENELITIAN FRAUD DIAMOND TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DI INDONESIA Ananda Amillia Mutiara1 Universitas Trunojoyo Madura anandaamilliam@gmail. Faweit Effendy2 Universitas Trunojoyo Madura effendyfaweit@gmail. Khayatul Mubasyaroh3 Universitas Trunojoyo Madura moekhayatul@gmail. Dewi Ayongi4 Universitas Trunojoyo Madura ayongidewi@gmail. Rahmat Zuhdi5 Universitas Trunojoyo Madura zuhdi@trunojoyo. Revisions Required 2024-05-31 | Accept Submission 2024-07-03 This study aims to review the development of financial statement fraud research using fraud diamond theory. This research is a literature review using secondary data. Secondary data is obtained by collecting several articles from all national journals that are in accordance with the research topic. The research results found from 28 journals containing 31 articles in various studies on factors affecting financial statement fraud using the fraud diamond theory framework show that the four fraud diamond factors have different levels of influence on financial statement Pressure and opportunity factors have the greatest influence, while rationalization and ability have a relatively small influence on financial statement fraud. This research involves recent articles on financial statement fraud in companies so that it can provide actual insights into how the factors in the fraud diamond have an impact in current situations. Keywords: Literature review. Fraud Diamond. Kecurangan laporan PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah hasil akhir atas prosedur akuntansi yang dibuat sebagai sumber informasi bagi beberapa pihak yang membutuhkan yang diharapkan dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan bisnis (Rasyidi, 2. Dalam dunia bisnis laporan keuangan merupakan dokumen yang sangat krusial untuk mengukur kesehatan keuangan suatu perusahaan dan memberikan informasi kepada pemangku kepentingan seperti investor, kreditor dan Tidak hanya itu, laporan keuangan juga dapat memberikan hasil sebagai pengambilan keputusan manajer dan dasar penilaian terhadap kinerja manajemen. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia Namun, penggunaan laporan keuangan juga bisa dilakukan secara tidak etis atau melanggar hukum untuk menyembunyikan kecurangan atau manipulasi keuangan yang dapat merugikan pemangku kepentingan. Penelitian oleh Julia dan Novel . menjelaskan bahwa skandal mengenai kecurangan laporan keuangan telah terjadi sangat lazim dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu skandal manipulasi laporan keuangan yang terjadi di Indonesia adalah kasus PT Garuda Indonesia. Kasus ini terungkap pada tahun 2019 ketika otoritas keuangan menemukan adanya kejanggalan dalam laporan keuangan perusahaan untuk PT Garuda Indonesia dilaporkan telah memanipulasi pendapatan dengan memasukkan piutang dari PT Mahata Aero Teknologi (MAT) sebagai pendapatan. Manipulasi memperlihatkan kondisi keuangan perusahaan yang lebih baik dari kenyataannya. Penelitian yang dilakukan Annisa Dida Ramadhani & Nurbaiti . kenyataannya, perusahaan masih sering tidak transparan dan lebih memilih untuk keuangan untuk dapat terlihat sebagai perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus. Fraud dalam laporan keuangan dapat memanipulasi informasi perusahaan dengan memperlihatkan nilai material dari laporan keuangan tidak wajar, sehingga mengelabui para pengguna laporan keuangan (Effendy et , 2. Faktanya, terjadinya fraud dalam laporan keuangan di latar belakang dua kondisi seperti konflik antar kepentingan agen dan principal dan perusahaan yang ingin terlihat baik agar dilirik oleh pihak lain. Nikmah & Arjoen, . berpendapat bahwa agen tidak selalu berperilaku baik kepada Terkadang, agen melakukan hal menyimpang demi kepentingan diri sendiri. Kecurangan pada laporan keuangan perusahaa tidak dapat dianggap ringan (Prakoso & Setiyorini, 2. Kecurangan yang terjadi adalah hasil dari niat dan tindakan keuntungan yang tidak terdeteksi oleh pemeriksaan yang memberikan efek yang merugikan pada proses pelaporan keuangan. Awal mula kecurangan laporan keuangan terjadi ketika terdapat salah saji atau kesalahan dalam pengungkapan laba pada laporan keuangan triwulanan yang dianggap tidak material, yang jika didiamkan akan terus berkembang menjadi kecurangan yang fatal secara material (Anas & Ismawati, 2. Tingginya tingkat kecurangan laporan keuangan menjadi pemicu munculnya kerugian umum akibat begitu bergantungnya pengambilan keputusan atas dasar laporan keuangan tersebut (Octariyanti & Zaenuddin. Sehingga perlu dilakukan pendeteksian untuk identifikasi kecurangan yang bisa terjadi pada laporan keuangan. Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menyatakan Fraud diilustrasikan sebuah Fraud Tree atau pohon kecurangan. fraud terbagi menjadi tiga yaitu kecurangan penyalahgunaan aset. Cressey pada tahun 1953 menyatakan teori fraud triangle bahwa alasan seseorang terlibat dalam perilaku curang dapat berasal dari berbagai faktor yakni adanya tekanan . , adanya kesempatan . dan rasionalisasi . (Irawan, 2. Dari tiga teori tersebut kecurangan memiliki dampak yang paling besar. Teori triangle Cressey yang diperluas oleh Wolfe dan Hermanson pada tahun 2004 telah berevolusi menjadi fraud diamond dengan penambahan elemen baru, yaitu kemampuan . yang dimana arti dari unsur ini merupakan tindakan kecurangan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan pihak yang tepat dan mempunyai wewenang atau kekuasaan, dari keempat unsur ini menjadi Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia satu elemen dari teori diamond fraud (Noble. Mencegah tindakan fraud tidak hanya melibatkan terhadap dari tiga elemen triangle, tetapi juga memperhatikan faktor seperti sosial, psikologis dan organisasional yang mendorong individu melakukan fraud, oleh sebab itu, fraud diamond merupakan alat penting dalam upaya kecurangan dalam Penelitian ini merupakan literatur review yang bertujuan untuk menyediakan informasi secara lebih rinci terkait penelitian yang telah dilakukan dengan topik tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk mengembangkan ide untuk melakukan penelitian di masa depan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan artikel yang terkait dengan kecurangan laporan keuangan menggunakan fraud diamond. Selanjutnya, penulis menganalisis artikel yang telah dihimpun dan kemudian menarik kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian dari literatur review ini berfokus untuk mengetahui sejauh mana fraud diamond dapat digunakan sebagai instrumen efektif dalam mengidentifikasi potensi terjadinya fraud dalam laporan keuangan. Tidak hanya itu, penelitian ini akan menganalisis bagaimana faktor faktor terjadinya fraud dalam teori fraud diamond, apakah seseorang melakukan fraud karena adanya tekanan eksternal, target keuangan untuk pribadi, peluang karena mempunyai hak di dalam perusahaan. Kemudian, literatur review ini akan membahas tindakan pencegahan yang bisa diambil oleh perusahaan untuk mengurangi tingkat kecurangan dengan melibatkan faktor faktor dari fraud diamond. KAJIAN PUSTAKA Agency Theory (Teori Keagena. Teori kerjasama antara berbagai pihak yaitu principal . emilik perusahaa. dengan manajemen sebagai agent (Jensen dan Meckling, 1. dalam Ranti . Hubungan principal . emilik perusahaa. dengan agent menimbulkan perbedaan tujuan karena manusia pada umumnya berusaha memaksimalkan manfaat . untuk keuntungannya sendiri (Manurung & Nurbaiti, 2. Dengan adanya perbedaan tujuan ini menimbulkan konflik kepentingan principal . emilik perusahaa. dengan agent. Sebagian manajemen melakukan tindakan yang bersifat oportunistik sehingga dapat meningkatkan potensi kecurangan pelaporan keuangan (Sari & Adnantara, 2. Fraudulent Financial Statement Theory (Teori Kecurangan Laporan Keuanga. Kecurangan laporan keuangan, yang umumnya dikenal sebagai "fraudulent financial statement," merujuk pada tindakan disengaja untuk memanipulasi atau mengubah informasi dengan maksud menghasilkan penyajian yang keliru secara signifikan dalam laporan keuangan suatu entitas atau perusahaan (Annisya et al. , 2. Tujuannya adalah untuk menipu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap entitas tersebut, seperti pemegang saham, kreditur, regulator, atau pihak-pihak lain yang mengandalkan informasi keuangan untuk mengambil International Standard disebabkan oleh salah saji mengenai kecurangan dan kesalahan serta muncul dampak sebagai hasil dari tindakan yang tidak pantas karena terdapat penyalahgunaan atau penyelewengan aset (Prakoso & Setiyorini. Ketidakakuratan yang terjadi tanpa sengaja dalam laporan keuangan dikenal sebagai kekeliruan. Kekeliruan ini dapat Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia pengolahan data, kesalahan dalam estimasi akuntansi, serta ketidaktepatan dalam penerapan standar akuntansi yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan. Penipuan atau kecurangan dalam laporan keuangan termasuk dalam kategori kejahatan kerah Kejahatan kerah putih mencakup tindakan kriminal yang dilakukan oleh individu yang memiliki posisi tinggi atau status sosial yang dihormati dalam lingkungan (Purba, 2. Salah saji yang muncul dari kecurangan laporan keuangan dapat berupa : . Pemalsuan Pendapatan (Revenue Recognition Frau. Hal ini terjadi ketika pendapatan dicatat sebelum benar-benar diterima atau sebelum Misalnya, perusahaan dapat mencatat penjualan palsu atau memasukkan transaksi palsu untuk meningkatkan pendapatan dan mengesankan pertumbuhan bisnis yang tidak sebenarnya. Pemalsuan Aset (Asset Manipulatio. Hal ini melibatkan manipulasi nilai aset seperti persediaan, piutang, atau properti perusahaan. Contohnya adalah menyajikan aset terlalu tinggi . ver statemen. Manipulasi Arus Kas (Cash Flow Manipulatio. : Pernyataan arus kas yang salah dapat digunakan untuk menyembunyikan masalah likuiditas atau masalah kas yang mendasar. Konflik Ketika transaksi dilakukan dengan entitas atau individu terkait, ada potensi konflik kepentingan. Kecurangan dapat terjadi jika transaksi ini tidak diungkapkan atau diungkapkan secara tidak Kecurangan laporan keuangan adalah tindakan ilegal dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi investasi, reputasi, dan kepercayaan publik terhadap perusahaan. Untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan ini, perusahaan harus menerapkan kontrol internal yang kuat, mengadopsi standar akuntansi yang tepat, dan memastikan bahwa proses audit independen dilakukan secara teratur oleh pihak eksternal. Fraud Diamond Theory (Teori Segi Empat Kecuranga. Fraud diamond merupakan bentuk kompleks penyempurnaan dari teori fraud triangle (Faradiza & Suyanto, 2. Fraud Diamond adalah suatu kerangka kerja yang mengidentifikasi potensi kecurangan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Fraud diamond menambahkan satu aspek kualitatif baru, yaitu kemampuan . , yang memiliki dampak yang signifikan terhadap terjadinya fraud (Sabaruddin, 2. Model ini disebut "diamond" karena terdiri dari empat elemen utama yang membentuk pola berbentuk berlian yaitu tekanan . , . , . dan kemampuan . Aspek tekanan mengarah pada kondisikondisi yang mendorong individu atau kelompok untuk terlibat dalam kecurangan (Annisya et al. , 2. Tekanan ini bisa bersifat finansial, seperti masalah utang atau kesulitan keuangan, atau bersifat nonfinansial, seperti tekanan dari atasan atau keinginan untuk mempertahankan gaya hidup yang tinggi. Kesempatan merupakan kondisi yang menciptakan celah bagi individu untuk melakukan kecurangan tanpa sepengetahuan atau deteksi dari pihak lain (Prakoso & Setiyorini, 2. Kesempatan ini bisa muncul dari kelemahan dalam sistem pengendalian internal atau ketidaktahuan manajemen terhadap potensi risiko. Peraturan akuntansi yang terlalu rumit juga dapat menciptakan peluang terjadinya kecurangan dalam pelaporan keuangan. (Setiawan et al. , 2. Rasionalisasi meyakinkan diri sendiri bahwa tindakan kecurangan yang mereka lakukan adalah benar atau dapat dibenarkan. Ini sering melibatkan pembentukan alasan atau Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia (Sabaruddin. Fraud menambahkan elemen yang mempengaruhi terjadinya kecurangan yaitu kemampuan . Kemampuan merujuk pada keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas teknis yang dimiliki individu untuk melaksanakan kecurangan. Ini bisa termasuk pengetahuan tentang kelemahan dalam sistem atau pengetahuan akuntansi yang mendalam (Khairi, 2. Fraud Triangle Model Fraud Diamond dipresentasikan oleh Wolfe & Hermanson . sebagai versi yang diperluas dari Fraud Triangle. Fraud Triangle adalah model yang sering digunakan dalam pengauditan yang bertujuan mendeteksi penyebab atau peluang terjadinya penipuan dan kecurangan di tempat kerja. Biasanya, penipuan ini melibatkan penipuan pelaporan Skousen et al. , . serta (Diany, 2. berteori bahwa ada tiga situasi yang selalu terjadi dalam situasi penipuan pelaporan keuangan. Ketiga situasi tersebut adalah tekanan, peluang dan rasionalisasi yang dikenal sebagai Fraud Triangle. Akibat Tekanan inilah yang membuat memotivasi seseorang untuk melakukan Seringkali motif penipuan adalah kebutuhan finansial, namun banyak orang hanya termotivasi oleh keserakahan. Peluang adalah situasi yang memungkinkan terjadinya kecurangan, umumnya karena kurangnya kontrol internal, kekurangan pengawasan, atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Rasionalisasi merupakan faktor terjadinya fraud karena pelaku Alasan ini bisa muncul ketika menyenangkan keluarga atau orang yang Pelaku kemungkinan sudah lama bekerja di perusahaan dan merasa memiliki hak untuk memperoleh hal-hal yang lebih baik, seperti jabatan, pendapatan, dan kenaikan pangkat dan alasan ini muncul mendapatkan bagian lebih besar dari keuntungan karena perusahaan telah mencapai keuntungan yang signifikan. Etika Pelaporan Keuangan Etika dalam pelaporan keuangan sangatlah penting dalam dunia bisnis dan keuangan (Satyagraha et al. , 2. Kepercayaan publik dan kestabilan pasar keuangan bergantung pada integritas dan transparansi dalam pelaporan keuangan. Berikut adalah beberapa isu-etika dalam pelaporan keuangan dan cara etika perusahaan dapat mempengaruhi kecurangan atau pencegahan kecurangan: Transparansi dan Keterbukaan Etika perusahaan mengharuskan penyajian informasi yang jujur, akurat, dan lengkap dalam laporan keuangan. Keterbukaan keuangan dapat mengurangi risiko kecurangan, karena menyulitkan informasi yang penting. Integritas Manajemen Etika perusahaan menuntut integritas tinggi dari manajemen perusahaan. Manajemen tekanan untuk memanipulasi laporan demi keuntungan pribadi atau . Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Perusahaan harus mengikuti standar akuntansi yang berlaku secara umum. Mencoba menghindari standar atau meragukan dapat dianggap sebagai pelanggaran etika. Pencegahan Konflik Kepentingan Etika kepentingan yang dapat mengarah Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia pada manipulasi laporan keuangan. Manajemen dan auditor harus menghindari situasi di mana mereka mempunyai kepentingan pribadi yang tidak sejalan dengan kepentingan . Peran Auditor Independen Auditor eksternal harus menjalankan peran mereka secara independen dan Etika auditor menuntut mereka untuk mengungkapkan temuan yang mencurigakan atau kecurangan yang mereka temui selama proses . Pelaporan Non-Finansial Etika dalam pelaporan keuangan juga melibatkan pelaporan non-keuangan, seperti informasi lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Perusahaan yang etis akan secara transparan melaporkan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan mereka. Pencegahan Melalui Budaya Perusahaan Etika dalam pelaporan keuangan bukan hanya tentang kepatuhan pada aturan, tetapi juga menciptakan budaya di perusahaan di mana dipromosikan dan dihargai. Pengawasan dan Pelaporan Internal Menerapkan prosedur pengawasan dan pelaporan internal yang kuat dapat membantu mendeteksi dan mencegah kecurangan sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Pengaduan Perlindungan Whistleblower Memberikan saluran bagi karyawan atau pihak yang memiliki informasi melaporkannya tanpa takut represalias adalah langkah etis yang penting. Faktor-Faktor Terjadinya Laporan Keuangan Kecurangan Biasanya, penipuan melibatkan tiga tahap, yakni . tindakan atau langkah, . penyembunyian, dan . Misalnya pencurian barang persediaan merupakan tindak pidana sehingga pelaku akan menyembunyikan tindakan penipuannya, pembelanjaan yang fiktif. Setelah berhasil mencuri dan menerima barang yang dicuri, pelaku kemudian akan melakukan konversi dengan menggunakan atau menjual barang inventaris tersebut. Pada dasarnya, penipuan sering terjadi dalam suatu entitas jika: Pengendalian diterapkan secara efektif Perekrutan karyawan dilakukan tanpa mempertimbangkan tingkat kejujuran dan integritasnya. Karyawan dieksploitasi, diatur, atau mengalami tekanan berat untuk keuangan yang tidak tepat, sehingga mengarah pada perilaku curang. Model bisnisnya sendiri bersifat curang, tidak efisien dan melanggar peraturan perundang-undangan yang Karyawan yang dapat dipercaya menghadapi tantangan pribadi yang sulit diatasi, sering kali terkait dengan permasalahan finansial, keperluan kesehatan keluarga, atau gaya hidup yang berlebihan. Perusahaan berpartisipasi mempunyai riwayat atau praktik penipuan. Rezae . merekomendasikan 10 langkah komite audit untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan sebagai berikut: Menilai kemungkinan penyebab terjadinya kecurangan di tingkat manajemen, seperti tekanan untuk memenuhi target kinerja perusahaan Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia dalam kondisi ekonomi yang tidak . Mengevaluasi hasil audit pengendalian internal yang dilakukan manajemen untuk memitigasi risiko kecurangan . Mengevaluasi hasil tinjauan kinerja anti-fraud audit internal . Memastikan perusahaan melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas manajemen senior (CEO dan CFO) dalam menetapkan nilainilai etika untuk mencegah/mencegah kecurangan dalam Perusahaan . Menyampaikan pesan yang jelas kepada manajemen bahwa komite audit tidak memberikan toleransi terhadap kecurangan sekecil apa pun dan senantiasa mengevaluasi kejujuran . Merekrut auditor internal berkualitas dan kredibel serta memastikan bahwa mereka melapor langsung kepada komite audit tanpa intervensi manajemen . Memastikan audit internal terus memantau pelaporan keuangan dan kecurangan melalui sistem komputer yang andal dan terkini . Laporan direview sebelum dipublikasikan . Untuk perusahaan besar, gunakan alat pendeteksi ketika kejadian yang tidak biasa atau terjadi satu kali saja terjadi di sistem komputer secara real time . Meminta pendapat auditor atau auditor forensik atas akibat keadaan tersebut di atas. Tantangan Identifikasi Keuangan Kelemahan Kecurangan Laporan Proses identifikasi kecurangan dalam pelaporan keuangan tidak selalu mudah, dan ada sejumlah tantangan serta potensi kelemahan yang perlu dipahami. Berikut ini adalah beberapa tantangan dan kelemahan yang bisa Kecurangan yang Terselubung Salah satu tantangan utama adalah bahwa kecurangan dalam laporan keuangan seringkali diselubungi dengan baik oleh pelaku, sehingga sulit untuk terdeteksi. Ini termasuk penggunaan dokumen palsu atau Kecurangan oleh Pihak Berwenang Manajemen perusahaan memiliki akses dan kendali atas proses pelaporan keuangan. Mereka kadangkadang bisa memanipulasi laporan tanpa diketahui oleh auditor atau pihak Ini "management merupakan kelemahan potensial dalam sistem pengendalian. Kolusi dan Konspirasi Kecurangan sering melibatkan kolusi antara beberapa individu atau kelompok baik di dalam atau di luar Kolusi membuat lebih sulit untuk mendeteksi kecurangan, terutama jika mereka berusaha untuk menghindari deteksi. Kurangnya Bukti yang Kuat Untuk membuktikan kecurangan dalam laporan keuangan, seringkali Kekurangan bukti yang memadai dapat menjadi hambatan dalam mengidentifikasi kecurangan. METODE PENELITIAN Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang melibatkan kajian literatur. Pada penelitian ini, peneliti memilih beberapa temuan penelitian tentang teori fraud diamond dalam keuangan yang diperoleh dari berbagai jurnal nasional yang diterbitkan dalam 28 jurnal Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia nasional terakreditasi Sinta dengan periode rentang waktu 2016 sampai Maret 2023. Tabel 1 menyajikan daftar jurnal yang digunakan oleh peneliti. Untuk memperoleh studi sebelumnya mengenai fraud diamond sebagai instrumen dalam identifikasi kecurangan dalam laporan keuangan. Beberapa pencarian dilakukan melalui database elektronik. Populasi yang menjadi fokus dalam artikel ini mencakup semua penelitian sebelumnya tentang kecurangan laporan keuangan dengan penerapan teori fraud diamond. Sampel dipilih melalui empat tahap. Langkah pertama melibatkan analisis informasi terkait penelitian dari 40 jurnal. Tahap kedua melibatkan pengumpulan literatur yang relevan dengan topik penelitian, berupa jurnal yang dapat diakses secara Peneliti menggunakan keyword Aufraud diamondAy Aukecurangan keuanganAy jika artikel tidak ditemukan maka kami mengeluarkan dari populasi menjadi 28 jurnal dari populasi awal yang terdiri dari 40 Tujuannya adalah memadukan hasil yang memiliki kesamaan topik sebagai kajian pendahuluan dengan kajian terkini (Esnawati & Primasari, 2. Ketiga, peneliti mengunduh setiap artikel yang ada pada jurnal Langkah terakhir adalah peneliti berdasarkan judul, penulis, nama jurnal dan sitasi serta menyusun ringkasan hasil kajian literatur menggunakan variabel penelitian terdahulu serta teori yang terkait lainnya dengan tujuan supaya membentuk kerangka pengetahuan dan informasi yang lebih sesuai dengan topik penelitian. Tabel 1. Daftar Nama Jurnal Nama Jurnal Institusi Jumlah Artikel Universitas Udayana bekerjasama dengan IAI Bali E-Jurnal Akuntansi (EJA) Jurnal Akuntansi. Ekonomi dan Manajemen Politeknik Negeri Batam Bisnis (JAEMB) Jurnal Ilmia Ekonomi dan Bisnis (JER) Universitas Dehasen Bengkulu Jurnal Akuntansi dan Perpajakan (JAP) Universitas Merdeka Malang Jurnal Manajemen (JM) Universitas Ibn Khaldun Bogor Diponegoro Journal of Accounting (DJA) Universitas Diponegoro Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi STIE Totalwin Terapan (JIMAT) Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE) Universitas Lampung Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Universitas Udayana (JAAI) Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Akuntans. (JIMEA) Muhammadiyah Bandung Jurnal Eksplorasi Akuntansi (JEA) Universitas Negeri Padang Jurnal Bisnis dan Akuntansi (JBA) STIE Trisakti SENASSET Universitas Serang Raya Jurnal Media Wahana Ekonomika (JMWE) Universitas PGRI Palembang Jurnal Informasi. Perpajakan. Akuntansi Universitas Trisakti dan Keuangan Publik (JIPAK) Jurnal Ekonomi dan Bisnis (JDEB) STIE Nasional Banjarmasin Jurnal Akuntansi dan Auditing (AKUDITI) Universitas Diponegoro The Indonesian Accounting Review (TIAR) Stie Perbanas Surabaya Jurnal Akuntansi (JARA) Katolik Indonesia Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Institut Manajemen (JIAK) Indonesia Koperasi Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Stie AAS Surakarta Jurnal Akuntansi Riset (JASET) Universitas Pendidikan Indonesia Jurnal Idea Syntax Ridwan Istitute Jurnal Syarikah: Jurnal Ekonomi Islam Universitas Djuanda (JSEI) Jurnal Ekonomi Trisakti (JET) Universitas Trisakti Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan Universitas Pancasila (JRAP) Journal Of Accounting. Entrepreneurship Universitas Ciputra And Financial Technology (JAEF) Jurnal Akuntansi Trisakti (JAT) HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan 31 artikel yang didapatkan dari 28 jurnal nasional terakreditasi yang sesuai dengan kriteria yang Universitas Atma Jaya Universitas Trisakti ditetapkan oleh peneliti. Berikut nama jurnal, perbandingan rentang waktu dan presentase dari setiap jurnal disajikan pada lampiran di Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia Tabel 2. Deskripsi Sampel Nama Jurnal EJA JAEMB JER JAP DJA JIMAT JBE JAAI JIMEA JEA JBA SENASSET JMWE JIPAK JDEB AKUDITI TIA JARA JIAK JIE JASET SYNTAX JSEI JET JRAP JAEF JAT Total 2016 s/d 2023 2016 s/d 2019 2020 s/d Maret 2023 Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Tabel 2 menunjukkan bahwa sampel penelitian yang digunakan sesuai dengan rentang periode rentang waktu pengamatan yaitu 2016 Ae Maret 2023, terdapat 3 jurnal yang mendominasi diantaranya EJA 10%. DJA 10% dan JASET 10% masing-masing Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia jurnal tersebut berisi 2 artikel yang terkait mengenai fraud diamond. Dalam tabel 2, rata-rata perbandingan antara dua periode, yakni periode pertama dari tahun 2016 hingga 2019 dan periode kedua dari tahun 2019 hingga Maret 2023, menunjukkan adanya peningkatan dalam jumlah artikel mengenai fraud diamond, yaitu dari 10 artikel menjadi 21 artikel. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat kemajuan yang cukup signifikan dalam pembahasan mengenai fraud diamond di setiap periode tersebut. Tabel 3. Daftar Perusahaan yang diteliti Sektor yang dipilih Perusahaan BUMN Perusahaan Manufaktur Perusahaan Perkebunan Perusahaan Pembiayaan Perusahaan Perbankan Perusahaan Properti Perusahaan Industri Perusahaan Transportasi Perusahaan Tambang Perusahaan Farmasi Perusahaan Makanan dan Minuman Total Jumlah Persentase Sesuai pada tabel 3 memperlihatkan bahwa terdapat 3 perusahaan yang paling banyak diteliti dalam penelitian tentang teori fraud diamond terhadap kecurangan laporan keuangan adalah perusahaan manufaktur 35%, perusahaan perbankan 13% dan perusahaan industri 13% yang masing-masing terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tabel 4. Persentase Perusahaan yang Diteliti dengan Daftar Perusahaan yang Terdaftar di BEI Sektor yang Dipilih Perusahaan BUMN Perusahaan Manufaktur Perusahaan Perkebunan Perusahaan Pembiayaan Perusahaan Perbankan Perusahaan Properti Perusahaan Industri Jumlah Artikel yang Diteliti Jumlah Perusahaan yang Terdaftar di BEI Persentase 2,74% 2,29% 1,16% 2,18% 3,15% 0,83% 0,59% Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia Perusahaan Transportasi Perusahaan Tambang Perusahaan Farmasi Perusahaan Makanan dan Minuman Total Mengacu pada tabel 4 menunjukkan bahwa perbandingan persentase jumlah perusahaan yang diteliti dengan jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI yang diklasifikasikan dalam sektor menunjukkan hasil yang signifikan. Data perusahaan yang terdaftar di BEI tersebut diakses pada com tanggal 22 November Persentase perbandingan sektor perusahaan yang diteliti dengan perusahaan yang terdaftar di BEI terdapat 3 sektor yang 1,35% 1,12% 2,85% 19,01% 0,77% perbankan 3,15%, perusahaan farmasi 2,85% dan perusahaan BUMN 2,74%. Total keseluruhan perusahaan yang diteliti dengan jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI sebesar 3,77%. Berdasarkan dari 31 artikel tersebut dapat disusun tingkat faktor fraud diamond yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan pada tahun 2016 Ae Maret 2023. Gambar 1. Faktor fraud diamond yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan pada tahun 2016 - Maret 2023 Hasil penelitian yang ditemukan dari 28 jurnal yang memuat 31 artikel dalam berbagai faktor-faktor memengaruhi kecurangan laporan keuangan dengan menerapkan kerangka teori fraud diamond menunjukkan variasi tingkat pengaruh yang berbeda-beda dari keempat faktor tersebut terhadap kecurangan laporan Faktor tekanan dan kesempatan memiliki pengaruh yang paling besar, sedangkan rasionalisasi dan kemampuan memiliki pengaruh yang cenderung kecil terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil temuan menunjukkan bahwa perusahaan yang menghadapi stabilitas keuangan atau memiliki target keuangan yang sulit dicapai cenderung lebih rentan terhadap praktik kecurangan. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia Selain itu, pengawasan internal yang efektif, seperti komite audit yang aktif dan jumlah rapat komite audit, dapat berperan dalam mengurangi peluang kecurangan. Terdapat temuan yang menyoroti pentingnya pengawasan yang efektif dapat mengurangi peluang kecurangan. Rasionalisasi dalam bentuk perubahan auditor dan kemampuan yang diukur melalui perubahan direksi mungkin tidak selalu mencerminkan faktor rasionalisasi serta kemampuan yang cukup untuk mendukung kecurangan. Meskipun demikian, kualitas audit juga memainkan peran dalam memoderasi pengaruh beberapa faktor terhadap kecurangan laporan keuangan. Dalam praktiknya, mengintegrasikan empat elemen Fraud Diamond yakni tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kemampuan memungkinkan organisasi untuk membentuk pertahanan yang kokoh terhadap potensi kecurangan dalam laporan keuangannya. Pertama-tama, penting untuk mengidentifikasi dan memahami tekanan yang mungkin dihadapi oleh individu atau pihak terkait. Hal ini bisa meliputi analisis masalah finansial pribadi atau tekanan eksternal dari pihak luar. Selanjutnya, perlu diperhatikan kesempatan atau celah yang ada dalam sistem pengendalian internal perusahaan. Evaluasi menyeluruh terhadap proses akuntansi dan pelaporan keuangan dapat membantu mengidentifikasi potensi terjadinya fraud. Sementara itu, memahami dan mengelola rasionalisasi adalah langkah kunci dalam mencegah potensi kecurangan laporan Di samping itu, tindakan pencegahan juga dapat dilakukan dengan membangun budaya etika dan integritas yang Selanjutnya, mengamati keahlian teknis dari anggota tim keuangan dan memastikan akses yang sesuai dapat mengurangi risiko dari segi capability atau kemampuan. Dengan pendekatan efektif yang memadukan keempat elemen ini, organisasi dapat meminimalisir risiko kecurangan dan memastikan keandalan laporan keuangannya untuk kepentingan semua pemangku kepentingan. SIMPULAN Hasil penelitian yang ditemukan dari 28 jurnal yang memuat 31 artikel dalam berbagai faktor-faktor mempengaruhi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan kerangka teori fraud diamond menunjukkan bahwa keempat faktor fraud diamond memiliki tingkat pengaruh yang berbeda-beda pada kecurangan laporan Faktor tekanan dan kesempatan memiliki pengaruh yang paling besar, sedangkan rasionalisasi dan kemampuan memiliki dampak yang cenderung kecil terhadap kecurangan laporan keuangan. Selain itu, pengawasan internal yang efektif, seperti komite audit yang aktif dan jumlah rapat komite audit, dapat berperan dalam mengurangi peluang kecurangan. Terdapat temuan yang menyoroti pentingnya pengawasan yang efektif dapat mengurangi peluang kecurangan. Rasionalisasi dalam bentuk perubahan auditor dan kemampuan yang diukur melalui perubahan direksi mungkin tidak selalu mencerminkan faktor rasionalisasi serta kemampuan yang cukup untuk mendukung kecurangan. Meskipun demikian, kualitas audit juga memainkan peran dalam memoderasi pengaruh beberapa faktor terhadap kecurangan laporan keuangan. SARAN PENELITIAN Penelitian selanjutnya mengenai "Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan di Indonesia Tahun 2016 - 2023" dapat mengarah ke beberapa arah penelitian yang menarik. Salah satunya adalah fokus pada pengembangan metode pengukuran yang lebih kompleks dan akurat untuk masing-masing faktor dalam fraud diamond . ressure, opportunity, rationalization, dan capabilit. Penelitian selanjutnya juga dapat melihat dasar empiris dari teori fraud diamond di Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Ananda Amillia Mutiara et al / Literature Review : Tren Penelitian Fraud Diamond Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Di Indonesia berbagai konteks seperti analisis lebih lanjut mengapa kecurangan laporan keuangan lebih umum dalam industri tertentu dan menunjukkan hasil persentase yang berbedabeda. Selanjutnya juga dapat dianalisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor fraud diamond yang paling besar atau paling kecil pengaruhnya terhadap kecurangan laporan REFERENSI