Prive. Volume 3. Nomor 2. September 2020 http://ejurnal. id/index. php/prive Online ISSN 2615-7314 Printed ISSN 2615-7306 APAKAH GOOD CORPORATE GOVERNANCE PERSPEKTIF DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY INDEKS BERPENGARUH TERHADAP KINERJA KEUANGAN? Anandita Zulia Putri1 Ningrum Pramudiati2 Universitas PGRI Yogyakarta Anandita. zp@upy. Abstract This study aims to determine the effect of the implementation of Good Corporate Governance perspective and Corporate Social Responsibility on financial performance in mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2018. Good Corporate Governance consists of audit committee, the size the board of directors, the proportion of independent directors, and the number of board of commissioners. The research uses 12 samples in mining sector companies from 2015-2018 who did not have negative profit. The research sampling technique uses purposive sampling method while for data analysis uses multiple linear regression. The results show that the proxy committee variable proxy and the size of the board of directors have a significant effect on financial performance which is proxied by the ROE variable. As for the proxy variable, the proportion of independent directors and the number of board of commissioners do not significantly influence the financial performance that is proxied by ROE. Variable Corporate social responsibility index shows the results do not affect the financial performance which is proxied by the ROE variable. This research is important to be carried out as a study material for the mining industry on the importance of implementing GCG and CSR Keywords: Good Corporate Governance. Corporate Social Responsibility. Financial Performance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Good Corporate Governance perspektif dan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor industri pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2015-2018 dengan jumlah sampel 12 perusahaan. Teknik pengambilan sampel penelitain menggunakan metode purposive sampling sedangkan untuk analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proksi variabel komite audit dan ukuran dewan direksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan variabel ROE. Sedangkan untuk proksi variabel proporsi komisaris independen dan jumlah dewan komisaris tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang di proksikan dengan ROE. Variabel Corporate social responsibility indeks menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan variabel ROE. Penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai bahan kajian industri pertambangan akan pentingnya penerapan GCG dan CSR. Kata Kunci: Good Corporate Governance. Corporate Social Responsibility. Kinerja Keuangan A. PENDAHULUAN Tata kelola perusahaan telah menjadi topik diskusi populer di negara maju dan Saat ini tata kelola perusahaan telah menjadi masalah dunia, dan perkembangan praktik tata kelola perusahaan telah menjadi masalah utama di semua negara di dunia (Palaniappan 2. Perkembangan dunia bisnis mengalami perkembangan dengan pesat mengharuskan perusahaan lebih kompeten dalam mempertahankan bisnisnya. Kehadiran tata kelola perusahaan yang baik atau lebih dikenal dengan Good Corporate Governance (GCG) dapat membantu perusahaan untuk membangun kerpercayaan stockholders and shareholders (Mahrani and Soewarno 2. GCG merupakan jembatan dan solusi yang mengatur hubungan antara pemegang saham dengan dewan direksi, karena selalu ada faktor ketidakpastian yang diwakili oleh pemegang saham tentang bagaimana dewan direktur mengarahkan perusahaan dan apakah mereka mengelolanya untuk kebaikan bersama atau tidak (Emile 2. Para pemegang saham juga tidak selalu mengetahui teknik manajemen yang digunakan oleh direktur sehingga memerlukan solusi untuk mengurangi kesenjangan antara pihak yang berkepentingan dan perusahaan yang diwakili oleh jajaran direktur (Emile 2. Perlindungan sistem yang efektif akan memberikan kepercayaan kepada pemegang saham bahwa manajemen perusahaan bertindak secara wajar dan efisien demi keberlangsungan serta keuntungan perusahaan (Mahrani and Soewarno 2. Beberapa perusahaan kelas dunia banyak yang mengalami kegagalan seperti Enron. Anderson. Skandia. Lehman Saudara dan Worldcom merupakan bukti bahwa perusahaan harus menjalani modifikasi lebih lanjut dalam perusahaan terkait atat kelola perusahaan agar tidak runtuh dengan adanya krisis. GCG yang baik sangat penting untuk melindungi dan menjaga pemangku kepentingan perusahaan yaitu terkait untuk kontrol, pencegahan keruntuhan, dan depresi ekonomi jangka panjang (Olayiwola et. , 2. Semakin banyak perusahaan publik yang memperkenalkan sistem GCG sebagai cara mengatur hubungan manajemen perusahaan dengan stakeholders (Michelberger 2. Banyak penelitian terkait GCG terhadap kinerja keuangan namun terdapat hasil yang inkonsistensi diantaranya penelitian Mahrani & Soewarno . yang menunjukkan bahwa mekanisme GCG berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan earnings management sebagai variabel moderasi. Penelitian Olayiwola et. , . menyatakan bahwa terdapat pengaruh negatif signifikan antara dewan direksi dan kinerja perusahaan. Penelitian ini berbeda dengan penelitian Emile . yang menyatakan bahwa GCG berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja. Penelitian Mirchandani & Gupta . menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara dewan direksi dengan kinerja keuangan Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE), sedangkan ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap profitabilitas (Muchtar and Darari 2. Penelitian Muchtar & Darari . menyatakan bahwa komite audit, ukuran dewan komisaris, dan komisaris independen berpengaruh terhadap ROA, sedangkan dewan direksi, komite audit ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap ROE. Penelitian Muchtar & Darari . juga memberikan hasil terkait variabel dewan direksi tidak berpengaruh terhadap ROA dan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap ROE. Perusahaan yang baik tidak hanya dilihat dari GCG saja, namun harus memberikan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan melalui penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) (Mahrani and Soewarno 2. Bisnis perusahaan untuk dapat berkembang tidak hanya membutuhkan investor tetapi juga membutuhkan kerjasama dan membina hubungan baik dengan pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan masyarakat (Kamatra and Kartikaningdyah 2. Menurut UU No. 40 Tahun 2007 dalam pasal 74 ayat . Auperusahaan menjalankan kegiatan usahannya di lapangan dan terkait dengan sumber daya alam diperlukan untuk mengimplementasikan tanggung jawab lingkungan. Aktivitas perusahaan sering bertentangan dengan kepentingan pihak lain, oleh karena itu perusahaan tidak hanya fokus pada kepentingan pihak perusahaan tetapi banyak pertimbangan lain di luar Di Indonesia kesadaran melestarikan lingkungan sudah mulai berkembang. Perusahaan harus memperhatikan kinerja keuangan, kinerja lingkungan dan kinerja sosial atau yang lebih dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) secara bersama-sama. Penerapan CSR dapat meningkatkan performance perusahaan sebagai reputasinya dalam meningkatkan daya saing (Mahrani and Soewarno 2. Penelitian tentang CSR terhadap kinerja keuangan sudah banyak dilakukan namun terdapat inkonsistensi hasil penelitian. Penelitian Mahrani & Soewarno . menyatakan bahwa CSR berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Penelitian (Mansaray. Yuanyuan, and Brima 2. di Afrika di berbagai industri dari tahun 2005-2015 hasil empiris menunjukkan bahwa CSR disclosure mempengaruhi kinerja keuangan jangka pendek ROA sedangkan untuk kinerja keuangan jangka panjang ROE tidak memberikan dampak yang signifikan. Penelitian Miura et. , . menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara CSR dengan kinerja keuangan perusahaan. Menurut penelitian Abraheem et. , . dan Boonnual et. , . CSR disclosure mampu mempengaruhi kinerja dan memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Tujuan dari riset ini ialah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara komite audit, ukuran dewan direksi, komisaris independen, dewan komisaris, dan CSR terhadap kinerja kontribusi yang diharapkan dalam riset ini ialah mampu memberikan tambahan bukti empiris bagi periset lain yang tertarik melakukan riset GCG dan CSR serta memberikan kontribusi praktis bagi pembaca serta masukan bagi industri pertambangan di Indonesia. Ketidakkonsistenan hasil penelitian dan adanya berbagai fenomena didunia bahwa penerapan GCG dan CSR merupakan hal yang penting dan mendasar bagi perusahaan agar tetap sustainable, maka peneliti tertarik untuk melakukan riset dengan judul AuAPAKAH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BERPENGARUH TERHADAP KINERJA KEUANGANAy. KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Peran komite audit dalam tata kelola perusahaan merupakan hal yang penting karena komite audit memainkan peran penuh antara auditor internal, auditor eksternal, pejabat eksekutif dan pemegang saham. Dengan adanya pemisahan kepemilikan manajemen akan menciptakan banyak masalah dan konflik keagenan. Salah satu hal terburuk ketika manajer mulai bertindak menentang kepentingan pemilik. Situasi ini dapat diatasi dengan adanya komite audit dalam perusahaan. Peran komite audit disini sebagai wali dalam sistem tata kelola yang membantu mengurangi asimetri dan mengurangi masalah keagenan. Jumlah komite audit mungkin akan efektif untuk mempengaruhi kinerja keuangan karena komite audit lebih fokus untuk membahas masalah keuangan yang dihadapi perusahaan (Ashari and Krismiaji 2. Komite audit dalam perusahaan akan membantu menjaga transparasi, membantu dewan direksi, mencegah dan mengendalikan prkatik bisnis yang tidak memadai, dan mengawasi proses pelaporan keuangan sehingga kinerja keuangan dalam perusahaan akan semakin baik (Mohammed 2. , (Bouaziz and Triki 2. dan (Alqatamin 2. H1: Komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Perusahaan yang memiliki dewan direksi yang semakin banyak akan memberikan dampak positif bagi stakeholder, dikarenakan pembagian tugas dewan direksi berjalan dengan baik dan jelas antara masing-masing anggotanya. Hak yang dimiliki dewan direksi yaitu berkaitan dengan berbagai urusan baik yang berada didalam perusahaan maupun diluar perusahaan. Penelitian Rahmawati, et. , . menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara ukuran dewan direksi dengan kinerja keuangan. Dewan direksi dapat mengelola kekayaan sumberdaya yang dimiliki perusahaan dengan lebih bijaksana karena terpisah dengan peran dewan Jumlah anggota dewan direksi yang semakin banyak dapat memiliki relasi yang luas sehingga kinerja perusahaan semakin baik. Dewan direksi akan melakukan segala cara untuk memberikan keuntungan yang stabil dan sustainable bagi para pemegang saham (Topal 2. H2: Ukuran dewan direksi berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Komisaris independen dalam perusahaan akan mengurangi masalah keagenan dan memiliki lebih banyak keselarasan dengan pemegang saham (Emile 2. Komisaris independen dalam GCG dengan profesionalisme yang tinggi akan menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan mewujudkan efektifitas dalam mengawasi manajer, sehingga pengambilan keputusan yang dilakukan bukan untuk kepentingan pihak tertentu melainkan untuk para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja keuangan (Fernandes H3: Komisaris independen berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Dewan komisaris dapat menjadi menjembatan antara agent dengan principal. Dewan komisaris tidak memiliki wewenang langsung ke dalam perusahaan tetapi memiliki fungsi untuk mengawasi kinerja dari dewan direksi perusahaan. Semakin banyak anggota dewan komisaris mengindikasikan bahwa kontrol terhadap dewan direksi semakin baik sehingga kinerja perusahaan akan berdampak baik pula. Penelitian Rahmawati, et. , . menyatakan bahwa dewan komisaris berpengaruh terhadap kinerja keuangan. yang dilakukan oleh dewan komisaris akan dapat memberikan kepastian bahwa corporate governance telah berjalan sesuai aturan serta masukan dan pertimbangan untuk dewan direksi menjadi lebih bervariasi. H4: Dewan komisaris berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Industri saat ini tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan perusahaan saja namun harus lebih luas dari itu yaitu terkait pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan maka perlu pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan pengungkapan CSR ialah untuk membangun brand image yang baik bagi perusahaan sehingga stakeholders tertarik untuk melakukan investasi dan kinerja keuangan juga akan meningkat. Akhir-akhir ini para investor lebih tertarik berinvestasi ke perusahaan yang menerapkan program CSR sebagai bentuk pertanggungjawabnnya. Hasil penelitian Giannarakis et. , . menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara CSR dengan kinerja keuangan. penelitian Boonnual, et. , . menyatakan bahwa terdapat pengaruh CRS dengan kinerja keuangan yang diproksikan dengan return on assets (ROA). H5: CSR berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015 sampai dengan 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Kriteria perolehan sampel penelitian ini ialah sebagai berikut: Tabel 1. Sampel Penelitian Perusahaan industri pertambangan yang terdaftar di BEI selama periode pengamatan dari 2015 sampai 2018 Perusahaan industri pertambangan tidak menerbitkan laporan keberlanjutan/sustainability report berturut-turut selama periode pengamatan 2015 sampai 2018 Perusahaan industri pertambangan yang laba negatif selama periode pengamatan 2015 sampai 2018 Jumlah sampel akhir kurun waktu 4 tahun . Sampel dalam penelitian ini yaitu 12 perusahaan dengan tahun pengamatan dari 2015 sampai tahun 2018. Hipotesis dalam riset ini menggunakan uji regresi linier berganda, dengan persamaan sebagai berikut: : Koefisien : Proksi Komite Audit : Proksi Dewan Direksi : Proksi Komisaris Independen : Proksi Dewan Komisaris : Proksi Komponen CSR yang diungkapkan : Error Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh peneliti dari situs resmi w. id dan web resmi perusahaan masing-masing. Peneliti menggunakan data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka. Pengolahan data dalam riset ini menggunakan alat analisis data SPSS dengan pengujian regresi linier berganda yang memiliki tahapan sebagai berikut, yaitu: . Uji Normalitas, . Uji Multikolinearitas, . Uji Autokorelasi, . Uji Heteroskedastisitas, . dan Uji Regresi Linier Berganda. Variabel Penelitian Variabel Dependen (Y) Penelitian ini menggunakan variabel dependen profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Return on Assets merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah total keseluruhan kekayaan yang tersedia dalam Penghitungan ROA menggunakan rumus: Variabel Independen (X) Penelitian ini menggunakan variabel independen Good Corporate Governance (GCG) yang diproksikan dengan Komite Audit (X. Ukuran Dewan Direksi (X. Ukuran Komisaris Independen (X. Ukuran Dewan Komisaris (X. dan Corporate Social Responsibility (X. Komite Audit (X. Komite audit merupakan variabel independen dalam penelitian ini. Komite audit (X. memiliki peran penting sebagai salah satu organ perusahaan yang mutlak harus ada dalam penerapan good corporate governance . Komite audit dibentuk dan memiliki tanggung jawab kepada Dewan Komisaris serta membantu tugas dan fungsi Dewan Komisaris. Perhitungan Komite Audit menggunakan rumus: Dewan Direksi (X. Dewan Direksi menurut peraturan UU No 40 Tahun 2007 Auadalah Organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan, kepentingan perseroan, mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan dan disesuikan dengan anggaran dasarAy. Perhitungan Dewan Direksi menggunakan rumus: Komisaris Independen (X. Komisaris Independen ialah komisaris yang berada diluar perusahaan yang berfungsi sebagai pemonitor dan bersifat independen. Semakin banyak komisaris independen dalam perusahaan lebih efektif karena dapat memantau kinerja direksi yang ada dalam perusahaan. Perhitungan Komisaris Independen menggunakan rumus: Dewan Komisaris (X. Dewan komisaris memiliki posisi yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat menjebatani antara kepentingan principal di perusahaan. Tugas dewan komisaris yaitu dapat memberikan pengawasan dan masukan kepada direksi secara langsung yaitu pengawasan kelengkapan dan kualitas informasi. Perhitungan komposisi Dewan Komisaris menggunakan Corporate Social Responsibility (X. Corporate Social Responsibility merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban perusahaan dalam ekonomi yang berkelanjutan. Menurut GRI G4 menyatakan bahwa terdapat 91 item pengungkapan yang terdiri dari indikator kinerja ekonomi, lingkungan, tenaga kerja dan pekerjaan yang layak, hal asasi manusia dan tanggung jawab produk . Perhitungan CSR menggunakan rumus GRI G4 dimana untuk setiap item yang diungkapkan maka akan diberi skor AusatuAy dan AunolAy untuk yang tidak Perhitungan CSR menggunakan rumus: HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk membandingkan nilai minimum, nilai maximum, nilai rata-rata, dan standar deviasi. Berikut merupakan hasil nilai dari analisis statistik deskriptif. Tabel 2. Statistik Deskriptif Min Max 48 0,00 0,21 ROA 48 0,30 0,60 Komite Audit 48 0,48 0,90 Dewan Direksi 0,17 1,00 Proporsi Komisaris Independen 48 0,30 0,95 Dewan Komisaris 48 0,18 0,76 CSR Variabel Mean 0,785 4,775 7,029 4,295 6,422 0,4210 Std. Deviasi 0,06240 0,08910 0,11313 0,14592 0,13913 0,12939 Dari variabel kinerja kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROE yang merupakan variabel dependen dalam penelitian menunjukkan rata-rata nilai 7,85% yang artinya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah total keseluruhan kekayaan yang tersedia dalam perusahaan sebanyak 7,85%. Variabel komite audit memiliki rata-rata nilai sebesar 4,775 yang berarti bahwa rata-rata perusahaan industri pertambangan memiliki rata-rata komite audit sebanyak 5. Variabel dewan direksi rata-rata nilai sebesar 7,029 yang memiliki arti bahwa di perusahaan tambang jumlah dewan direksi rata-rata sebanyak 7 Variabel proporsi komisaris independen memiliki rata-rata 4,295 yang memiliki arti bahwa di perusahaan tambang rata-rata jumlah komisaris independennya sebanyak 4 orang. Variabel dewan komisaris memiliki rata-rata 6,422 yang artinya rata-rata dewan komisaris dalam perusahaan tambang sebanyak 6 orang. Sedangkan untuk variabel terakhir yaitu CRS memiliki nilai rata-rata 0,4210 yang artinya perusahan pertambangan sudah melakukan pengungkapan CSR sebanyak 42%. Pengujian Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan sebelum pengujiam persamaan regresi. Uji asumsi klasik merupakan mengujian untuk mengetahu ada atau tidak gangguan di dalam variabel penelitian seperti permasalahan normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Uji Normalitas Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan signifikansi nilai KolmogorovSmirnov. Data dikatakan normal ketika Kolmogorov-Smirnov menunjukkan signifikansi nilai diatas 0,05. Hasil nilai dari Kolmogorov-Smirnov dalam penelitian ini dapat di lihat dari tabel dibawah ini. Tabel 3. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Nilai 0,587 Kolmogorov-Smirnov z 0,882 Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 3 memberikan hasil bahwa signifikansi nilai dari KolmogorovSmirnov ialah sebesar 0,882 dan berada diatas 0,05 yang berarti bahwa uji normalitas model regresi memenuhi dan dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja keuangan terhadap variabelvariabel independennya. Uji Autokorelasi Pengujian autokorelasi menggunakan Durbin-Watson Statistic. Hasil pengujiam autokorelasi dalam penelitian ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini. R Square 0,280 Tabel 4. Hasil Uji Durbin-Watson Adjusted R Square Durbin-Watson 0,194 2,084 Berdasarkan Tabel 4 memberikan hasil bahwa nilai Durbin-Watson (DW) sebesar 2,084. Nilai DW akan dibandingkan dengan nilai tabel signifikansi 5%, jumlah sampel 48 . , dan variabel independen 5 . DW menghasilkan nilai 2,084 terletak diantara nilai du 1,826 dan 4-du . -1,8. berarti tidak terjadi autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan uji Gleyser. Hasil pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini dapat dlihat dari tabel dibawah ini. Tabel 5. Hasil Uji Gleyser Nilai Signifikansi 0,346 Komite Audit 0,568 Dewan Direksi 0,499 Proporsi Komisaris Independen 0,958 Dewan Komisaris 0,293 CSR Variabel Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas dimana dapat dilihat dari signifikansi uji Gleyser > 0,05. Hasil uji menunjukkan bahwa riset ini tidak terjadi heteroskedastisitsas atau data dalam riset ini homoskedastisitas. Uji Multikoloniaritas Berdasarkan uji Multikolinearitas, data dikatakan tidak mengalami multikoleniaritas ketika nilai VIF variabel bebas <10 dan nilai tolerance >0,10. Hasil pengujian dalam riset ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini. Tabel 6. Uji Multikoleniaritas Variabel Tolerance VIF 0,551 1,815 Komite Audit 0,849 1,178 Dewan Direksi 0,843 1,186 Proporsi Komisaris Independen 0,721 1,387 Dewan Komisaris 0,697 1,435 CSR Berdasarkan hasil pengujian Tabel 6 menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas, karena nilai VIF <10 dan nilai tolerance >0,10. Sehingga variabel independen dapat digunakan sebagai prediktor dalam riset ini. Hasil Uji Hipotesis Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan hasil sebagai berikut. Tabel 7. Uji Hipotesis Variabel 0,624 Komite Audit (X. 2,678 Dewan Direksi (X. -1,020 Proporsi Komisaris Independen (X. 0,302 Dewan Komisaris (X. 0,974 CSR (X. Signifikansi 0,023 0,011 0,313 0,764 0,336 Penelitian ini menggunakan 7 variabel independen dalam penelitian yaitu komite audit, dewan direksi, proporsi komisaris independen, dewan komisaris, dan CSR. Dari ke lima variabel independen hanya terdapat 2 variabel yang berpengaruh terhadap kinerja yaitu variabel komite audit yaitu dengan signifikansi 0,023 dan dewan direksi sebesar 0,011. Berdasarkan hipotesis pertama yaitu komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan menunjukkan hasil signifikansi 0,023 yaitu lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis pertama Penelitian ini sejalan dengan penelitian Muchtar & Darari . Ferial et al. , dan Mohammed, . Hal ini mendukung adanya teori agency yaitu dengan adanya komite audit dalam perusahaan maka itu sebagai pengontrol dan penjembatan bagi pihak manajemen internal perusahaan . dan principal agar kinerja yang dicapai oleh perusahaan lebih baik. Perusahaan yang memiliki komite audit didalamnya akan menjadi relatif lebih handal untuk berinvestasi, dan ini akan meningkatkan kinerja perusahaan. Berdasarkan hipotesis kedua yaitu dewan direksi berpengaruh terhadap kinerja keuangan menunjukkan hasil signifikansi 0,011 yaitu lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis kedua Penelitian ini sejalan dengan penelitian Fitriani & Hapsari . Masitoh & Hidayah . yaitu dengan bertambahnya jumlah dewan direksi maka efektivitas pengelolaan dan pemantauan perusahaan dapat semakin meningkat. Hal ini akan mengurangi agency cost dan memberikan dampak yang baik kepada kinerja keuangan perusahaan. Semakin banyak dewan direksi didalam sebuah perusahaan, maka pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan baik sehingga akan berakibat pada peningkatan kinerja di perusahaan (Siallagan and Januarti 2. Berdasarkan hipotesis ketiga yaitu komisaris independen berpengaruh terhadap kinerja keuangan menunjukkan hasil signifikansi 0,313 yaitu lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ketiga tidak didukung. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Fitriani and Hapsari 2. komisaris independen dalam perusahaan belum efektif sehingga belum bisa berperan menjadi penengah ketika terjadi konflik. Berbeda dengan hasil penelitian Mirchandani & Gupta . yang menyatakan bahwa proporsi komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan karena ada peraturan yang harus dipenuhi terkait jumlah minimal komisaris independen sebesar 50% dari total dewan komisaris. Berdasarkan data perusahaan industri pertambangan dalam penelitian ini jumlah komisaris independen kurang dari 50% dibandingkan dengan total dewan komisaris. Berdasarkan hipotesis keempat yaitu dewan komisaris berpengaruh terhadap kinerja keuangan menunjukkan hasil signifikansi 0,764 yaitu lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis keempat tidak didukung. Penelitian ini sejalan dengan Melawati, et. , . semakin banyak jumlah dewan komisaris dalam perusahaan maka akan menyebabkan kesulitan dalam melaksanakan perannya yaitu terkait komunikasi dan koordinasi sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja. Jumlah dewan komisaris yang terlalu tinggi dapat menyebabkan beban operasional terkait biaya gaji menjadi tinggi sehingga kinerja perusahaan akan menurun (Fitriani and Hapsari 2. Berdasarkan hipotesis kelima yaitu CSR berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan menunjukkan hasil signifikansi 0,366 yaitu lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ke lima tidak didukung. Penelitian ini sejalan dengan Miura et al. , . Fitriani & Hapsari, . hal tersebut disebabkan manfaat adanya CSR tidak dapat secara langsung dirasakan oleh perusahaan namun memerlukan waktu yang relatif lama untuk dapat merasakan adanya dampak perusahaan melakukan CSR terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Boonnual, et. , 2. , (Fitriani and Hapsari 2. , (Kamatra and Kartikaningdyah 2. , dan (Akben-Selcuk 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan, yaitu variabel Good corporate governance yang di proksikan dengan variabel komite audit, ukuran dewan direksi, proporsi komisaris independen, dan jumlah dewan komisaris menunjukkan hasil bahwa hanya proksi variabel komite audit dan ukuran dewan direksi yang berpengaruh signifikan ter-hadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan variabel ROE pada industri Sedangkan untuk proksi variabel proporsi komisaris independen dan jumlah dewan komisaris tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang di proksikan dengan ROE pada perusahaan industri pertambangan. Variabel Corporate social responsibility menunjukkan hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan variabel ROE pada perusahaan industri pertambangan. Penelitian selanjutnya agar mendapatkan hasil yang konsisten dapat menggunakan periode pengamatan dengan waktu yang lebih panjang. Penelitian selanjutnya bisa menggunakan proksi variabel good corporate governance yang lain, seperti GCG principle dan governance ownership seperti dalam penelitian (Siallagan and Januarti 2. Kemudian, penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan variabel mediasi yaitu earning management untuk mengetahui pengaruh GCG dan CSR terhadap kinerja keuangan (Mahrani and Soewarno DAFTAR RUJUKAN Abraheem. Anber. Petra Jordan. Petra Jordan, and Dr- Khaled K Alafi. AuThe Impact of Corporate Social Responsibility toward Employees on Company Performance : A Jordanian Study Faculty of Finance and Administrative Science Faculty of Finance and Administrative Science. Ay Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business 6: 255Ae70. Akben-Selcuk. Elif. AuCorporate Social Responsibility and Financial Performance: The Moderating Role of Ownership Concentration in Turkey. Ay Sustainability 11. : 3643. Alqatamin. Rateb Mohammad. AuAudit Committee Effectiveness and Company Performance: Evidence from Jordan. Ay Accounting and Finance Research 7. : 48. Ashari. Sidiq, and Krismiaji Krismiaji. AuAudit Committee Characteristics and Financial Per formance: Indonesian Evidence. Ay EQUITY 22. : 139. Boonnual. Chutimant. Wanchai Prasertsri, and Panarat Panmanee. AuCorporate Social Responsibility and Firm Performance in Thailand. Ay Journal of Business & Retail Management Research 12. : 169Ae77. Bouaziz. Zied, and Mohamed Triki. AuThe Impact of the Presence of Audit Committees on the Financial Performance of Tunisian Companies. Ay IJMBS InternatIonal Journal of ManageMent & BusIness studIes 2. : 2230Ae9519. Emile. Rimon. AuThe Effect of Corporate Governance on Firm Performance. Evidence from Egypt. Ay Asian Economic and Financial Review 4. : 1865Ae77. Ferial. Suhadak, and S. Handayani. AuPENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN EFEKNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Badan Usaha Milik Negara Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2. Ay Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya 33. : 146Ae53. Fernandes. Nuno. AuEC: Board Compensation and Firm Performance: The Role of AIndependentA Board Members. Ay Journal of Multinational Financial Management 18. 30Ae44. Fitriani. Luthfilia Desy, and Dini Wahyu Hapsari. AuPengaruh Good Corporate Governance Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Ay eProceding of Management 2. : 3458Ae74. Giannarakis. Grigoris. George Konteos. Eleni Zafeiriou, and Xanthi Partalidou. AuThe Impact of Corporate Social Responsibility on Financial Performance. Ay Investment Management and Financial Innovations 13. : 171Ae82. Kamatra. Novrianty, and Ely Kartikaningdyah. AuEffect Corporate Social Responsibility on Financial Performance. Ay International Journal of Economics and Financial Issues 5. 157Ae64. Mahrani. Mayang, and Noorlailie Soewarno. AuThe Effect of Good Corporate Governance Mechanism and Corporate Social Responsibility on Financial Performance with Earnings Management as Mediating Variable. Ay Asian Journal of Accounting Research 3. : 41Ae60. Mansaray. Amidu P. Liu Yuanyuan, and Sesay Brima. AuThe Impact of Corporate Social Responsibility Disclosure on Financial Performance of Firms in Africa. Ay International Journal of Economics and Financial Issues 7. : 137Ae46. Masitoh. Novi Syiti, and Nurul Hidayah. AuPENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empirik Pada Perusahaan Perbankan Di BEI Tahun 2014 Ae 2. Ay TEKUN: Jurnal Telaah Akuntansi dan Bisnis 9. : 49Ae59. Melawati. Siti Nurlaela, and Endang Masitoh Wahyuningsih. AuPENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE. CSR. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN Melawati 1 SitiNurlaela . EndangMasitoh Wahyuningsih 3 Ay 4. Michelberger. Knut. AuCORPORATE GOVERNANCE Effects on FIRM PERFORMANCE: A Literature Review. Ay Regional Formation and Development Studies 20. : 84Ae95 Mirchandani. Anita, and Namrata Gupta. AuImpact of Ownership Structure and Corporate Governance on the Performance: A Case of Selected Banks in UAE. Ay International Journal of Economics and Financial Issues 8. : 197Ae206. Miura. Marcela. Ljerka CeroviN, and Vesna Buterin. AuRelationship between Corporate Social Responsibility and Business Success: Case of the Global Tobacco Industry. Ay Management Journal of Contemporary Management Issues 23. : 157Ae71. Mohammed. Ahmed Maqsad. AuThe Impact of Audit Committee Characteristics on Firm Performance: Evidence from Jordan. Ay Academy of Accounting and Financial Studies Journal 22. Muchtar. Susy, and Elsa Darari. AuPengaruh Corporate Governance Terhadap Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Ay Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa 6: 109Ae32. Olayiwola, and Temitope Khafilat. AuThe Effect Of Corporate Governance On Financial Performance Of Listed Companies In Nigeria. Ay European Journal Of Accounting. Auditing and Finence Research 6. : 85Ae98. Palaniappan. AuDeterminants of Corporate Financial Performance Relating to Board Characteristics of Corporate Governance in Indian Manufacturing Industry. Ay European Journal of Management and Business Economics 26. : 67Ae85. Rahmawati. Rikumahu. Brady. , dan Dillak. AuPengaruh Dewan Direksi. Dewan Komisaris. Komite Audit Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Ay Jurnal Akuntansi dan Ekonomi 2. : 54Ae70. Siallagan. Hamonangan, and Indira Januarti. AuThe Effect of Good Corporate Governance Implementation and Proportions of State Ownership on Banking Firms Market Value. Ay International Journal of Business. Economics and Law 5. : 28Ae37. Stuebs. Marty, and Li Sun. AuCorporate Governance and Social Responsibility. Ay International Journal of Law and Management 57. : 38Ae52. Topal. Yusuf. mesut dogan. AuImpact of Board Size on Financial Performance: The Case of BIST Manufacturing Industry *. Ay International Journal of Business Management and Economic Research (IJBMER) 5. : 74Ae79.