Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Pendampingan Guru dalam Penerapan Pembelajaran Berbasis Lesson Study di SMA Negeri 2 Palopo Irwan Ramli1*. Nurasia2. Khaerati3 Prodi Fisika. Fakultas Sains. Universitas Cokroaminoto Palopo Prodi Pendidikan Biologi. Universitas Cokroaminoto Palopo Prodi Kimia. Fakultas Sains. Universitas Cokroaminoto Palopo *irwan@uncp. Abstrak Kegiatan pendampingan guru dalam penerapan pembelajaran berbasis lesson study di SMA Negeri 2 Palopo bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang proses pembelajaran di dalam kelas berbasis lesson study dan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diawali dengan Fokus Group Discussion (FGD) terkait permasalahan guru di sekolah serta berkoordinasi dengan pelaksanaan workshop. Workshop berfokus pada konsep lesson study dan perancangan pembelajaran berbasis lesson study. Tindak lanjut dari workshop ini yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan mengadopsi lesson study yang dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan, do, and see. Proses pembelajaran berbasis lesson study dilakukan sebanyak empat siklus. Adapun hasil kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan guru dalam penerapan pembelajaran berbasis lesson study dan meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Lesson study, pembelajaran, pendampingan. Dikirim:18 Oktober 2023 Direvisi: 20 Maret 2024 Diterima: 23 April 2024 PENDAHULUAN Seiring perkembangan zaman, tantangan di dunia pendidikan juga semakin kompleks yang menuntut transformasi dalam bidang pendidikan menjadi sebuah Hadirnya pandemi COVID-19 membawa hikmah tersendiri yang salah satunya masifnya penggunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Hal ini menuntut guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan kompetensinya dalam mendesain proses pembelajaran. Untuk mengembangkan kompetensi guru, saat ini banyak tersedia pelatihan daring, tetapi hal ini dirasakan kurang efektif. Kekurangan dalam pelatihan daring karena guru tidak mempunyai teman diskusi ketika menghadapi persoalan. Salah satu konsep dalam pengembangan kompetensi guru yang pertama kali diperkenalkan di Jepang dan telah banyak diadopsi oleh berbagai negara yaitu lesson study (Gero, 2015. Junaid & Baharuddin, 2020. Junaid & Santaria, 2016. Schipper et al. , 2. Lesson study merupakan salah satu pendekatan pengembangan kompetensi guru secara kolaboratif. Guru secara kolaboratif merencanakan, mengajar, mengamati, mengevaluasi dan merevisi pembelajaran berdasarkan hasil belajar siswa secara berkesinambungan guna memperbaiki proses pembelajaran. Tahapan ini dibagi dalam tiga tahapan yang dikenal dengan plan, do, dan see. Pada tahapan plan. Guru pertama-tama menetapkan tujuan pembelajaran dan merancang pembelajaran untuk memfasilitasi siswa mencapai tujuan pembelajaran ini. Selanjutnya guru mengimplementasikan dan mengobservasi proses pembelajaran pada tahapan do. Tahapan selanjutnya see atau melihat, yaitu secara bersama-sama guru merefleksi Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Penerapan Pembelajaran Berbasis Lesson Study A | 74 proses pembelajaran dan perbaikan proses pembelajaran selanjutnya (Alamri, 2020. Godfrey et al. , 2019. Iksan et al. , 2. Harapannya siklus plan, do dan see bisa dilakukan secara berkesinambungan guna pengembangan kompetensi guru secara berkesinambungan sehingga guru bisa menciptakan proses pembelajaran yang adaptif (Khaerati. , 2015. Schipper. , et al. , 2. Kondisi mitra yaitu SMA Negeri 2 Palopo, berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada guru Biologi. Fisika, dan Kimia. Dalam proses pembelajaran, guru secara individu merencanakan dan melakukan pembelajaran di kelas, sehingga perbaikan proses pembelajaran belum terlihat secara signifikan. Kurangnya inovasi dalam pembelajaran menyebabkan siswa jenuh dan bosan sehingga hasil belajar kurang memuaskan. Hasil wawancara dengan guru di SMA Negeri 2 Palopo, guru secara individu merancanakan pembelajaran dan hamper tidak pernah dilakukan diskusi terkait perancangan pembelejaran sesame guru mata pelajaran yang sama, sehingga perbaikan proses pembelajaran belum dirasakan maksimal. UNCP telah berpengalaman melaksanakan lesson study yang tidak terbatas hanya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, tetapi implementasinya diperluas ke Fakultas lain seperti Fakultas Sains dan Fakultas Teknik Informatika. Semua tim pengusul pernah terlibat dalam implementasi lesson study di Universitas Cokroaminoto Palopo baik sebagai Dosen Model maupun sebagai observer. Selain itu pengusul telah mempublikasi hasil penelitian yaitu Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Melalui Model Pembelajaran Kolaboratif berbasis lesson study (Junaid & Santaria, 2016. Khaerati, 2. Beberapa dosen telah tergabung dalam World Association of Lesson Study (WALS). Sehingga pada kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan konsep lesson study dan pendampingan penerapa lesson study guna peningkatan kualitas proses pembelajaran yang muaranya pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. METODE PELAKSANAAN Adapun metode dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh tim untuk mengatasi permasalahan mitra adalah sebagai berikut. Tahap persiapan Pada tahap persiapan ini, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengelaborasi lebih lanjut permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Pada tahapan ini juga akan dilakukan studi literatur lebih jauh terkait lesson study. Selain itu pada tahapa ini juga dilakukan sosialisasi teknis pelaksanaan PkM kepada guruguru SMA Negeri 2 Palopo. Tahap Pelaksanaan Pada tahapan pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua bagian yaitu: A Bagian Pertama: Pelaksanaan workshop pengenalan konsep lesson study. Selanjutnya guru dibagi kedalam tim yang terdiri dari 4-5 orang untuk membuat lesson plan dan melakukan persentasi terkait lesson plan yang sudah A Bagian kedua: Guru mengimplementasi lesson study melalui tahapan plan, do dan see. Pada tahapan plan guru model dan observer secara bersama-sama merancang pembelajaran. Selanjutnya masuk pada tahapan do, guru model melakukan open class dan dilakukan observasi oleh 4 orang observer yang melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. 75 | Ramli. Nurasia. Khaerati Selanjutnya pada akhir kegiatan masuk pada tahapan see melalui diskusi untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan menyusun rencana perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Pada tahapan pelaksanaan open class ini dilaksanakan dalam 4 siklus kegiatan. Evaluasi dan Keberlanjutan program Pada tahapan akhir PkM, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dalam bentuk wawancara hasil pelaksanaan kegiatan. Adapun yang akan terlibat yaitu Kepala Sekolah. Guru, dan Siswa. Untuk keberlanjutan program ini akan dilakukan publikasi melalui media online dan media cetak untuk berbagi best practice lesson study bagi guru-guru di Kota Palopo. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan observasi awal dengan pihak sekolah dalam rangka pembahasan terkait kebutuhan dan permasalahan sekolah. Dalam kegiatan ini tim bertemu langsung dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah dan wakil, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh guru diantaranya penggunaan multimedia berbasis teknologi yang belum maksimal serta proses pembelajaran masih kurang melibatkan siswa secara maksimal. Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan Focus Group Discussion yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cokroaminoto Palopo dengan SMAN 2 Palopo. Gambar 1: Koordinasi Pelaksanaan Workshop dan Pelaksanaan FGD PkM dilanjutkan dengan workshop terkait sosialisasi lesson study dan pendampingan penyusunan lesson plan bagi guru. Pada kegiatan tersebut terlihat antusias para guru karena lesson study ini belum diterapkan di sekolah. Gambar 2: Pelaksanaan Woskshop Lesson Study Penerapan Pembelajaran Berbasis Lesson Study A | 76 Open class merupakan kegiatan selanjutnya, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan mengadopsi pendekatan lesson study yang terdiri dari tiga tahapan: plan, do, dan see. Pada tahapan plan, guru model dan observer bersama-sama mendiskusikan rencana pelaksanaan atau desain pembelajaran di dalam kelas. Setelah itu, dilanjutkan dengan presentasi rencana pembelajaran oleh guru, yang kemudian disimak oleh observer. Gambar 3: Penyusunan dan Persentasi Lesson Plan Pada open class guru model melaksanakan proses pembelajaran berdasarkan lesson plan yang telah disusun sebelumnya. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, masing-masing observer yang terdiri dari 4 orang observer memantau aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Hasil yang ditemukan pada saat observasi dituliskan dalam lembar obervasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Temuan yang didapatkan dari hasil observasi selanjutnya akan menjadi refleksi setelah proses pembelajaran berlangsung pada tahapan see. Gambar 4: Pelaksanaan open class oleh guru dan diobservasi oleh observer Gambar 5: Aktivitas siswa dalam proses open class 77 | Ramli. Nurasia. Khaerati Setelah pelaksanaan tahapan do dilanjutkan dengan tahapan see yang mana pada tahapan ini merupakan refleksi dari pelaksanaan kegiatan open class yang telah Kegiatan open class yang dilaksanakan sebanyak 4 siklus Dari hasil refleksi pada siklus 1 masih ditemukan siswa yang kurang fokus pada saat proses pembelajaran dilaksanakan. Sebagian siswa belum termotivasi untuk mengerjakan LKPD. Begitupun pada saat proses pembahasan masih terdapat siswa yang enggan untuk melakukan persentasi hasil pengerjaan LKPD yang telah dilaksanakan dari hasil diskusi dengan teman kelompoknya. Proses pembelajaran masih terkesan kurang aktif. Salah satu yang disarankan untuk pelaksanaan open class selanjutnya adalah penggunaan model pembelajaran cooperatif tipe talking stick agar siswa lebih aktif dan fokus dalam mengerjakan LKPD yang telah Hasil refleksi pada siklus 2 sampai siklus 4 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick sudah terlihat peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Siswa menjadi lebih termotivasi untuk berkompetisi dan siap untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompoknya secara individu didepan teman-temannya. Siswa juga terlihat lebih semangat dan aktif berdiskusi saat proses pembelajaran berlangsung. Sudah tidak ditemukan lagi catatan siswa yang bermain pada saat diskusi dilaksanakan. Gambar 6: Kegiatan refleksi hasil pembelajaran Hasil refleksi dari aktivitas siswa pada tahap 1 sampai dengan tahap 4. Pada tabel tersebut terlihat peningkatan yang cukup signifikan dimana pada siklus satu ratarata persen keaktifan siswa yakni 60% dan pada siklus keempat rata-rata aktivitas siswa 85%. Tahapan terakhir dari kegiatan pengabdian adalah evaluasi dan keberlanjutan program. Berdasarkan hasil pengamatan pada aktivitas siswa didapatkan peningkatan aktivitas siswa dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Pengamatan aktivitas Siswa Aktivitas Siswa Perhatian Siswa Keaktifan dalam kelompok Keaktifan dalam presentasi (Bertanya, menanggap. Mencatat Menyelesaikan LKPD Siklus Lesson study (Pertemuan ke-) Penerapan Pembelajaran Berbasis Lesson Study A | 78 Selain itu evaluasi juga dilakukan dalam bentuk wawancara yang dilakukan dengan siswa, guru dan kepala sekolah. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran berbasis lesson study mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Diakhir proses pelaksanaan pembelajaran lesson study selama 4 siklus, guru model sangat merasakan manfaatnya. AuKekurangan yang selama ini kami tidak sadari dikelas, bisa kami perbaiki. Kita secara terbuka bisa mendiskusikannya dan saling memberi masukan. Lesson-study ini sangat bagus dan kami sangat merasakan manfaatnyaAy papar Bernadeth Tukan. P . uru mode. Hal senada disampaikan oleh kepala sekolah Aukarena adanya kegiatan pengabdian ini guru memiliki keterampilan dalam proses pembelajaran, guru memiliki pengalaman baru dalam menyusun pembelajaran dan menggunakan multimedia interaktif. Guru juga mendapatkan ilmu dan pengalaman baru terkait pelaksanaan lesson study. Harapannya agar guru-guru disekolah mampu mengadaptasi proses pembelajaran yang telah dilaksanakanAy. Beberapa siswa juga menyampaikan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih menarik, guru yang hanya biasanya hanya menjelaskan didepan kelas, kini mempunyai banyak variasi metode dalam proses pembelajaran. Gambar 8: Wawancara dengan Kepala Sekolah. Guru dan Siswa SIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis lesson study bagi guru SMAN 2 Palopo dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pembelajaran didalam kelas. Hal ini terlihat dari peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran serta berdampak pada peningkatan pemahaman siswa. Guru mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru dalam pelaksanaan lesson study. Adapun saran dari pelaksanaan kegiatan ini, dapat dilakukan diseminasi kepada guru-guru mata pelajaran yang lain sehingga kedepannya SMAN 2 Palopo dapat menjadi sekolah percontohan dalam pelaksanaan pembelajaran melalui penggunaan multimedia berbasis lesson study. UCAPAN TERIMA KASIH