Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No. 2 Desember, 2024 : 136-146 PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SECARA OFFLINE DAN ONLINE DI TK BHINNEKA II NOGOSARI TRIRENGGO BANTUL Anisatul Maghfiroh Universitas Alma Ata 221100777@almaata. Fifi Indriyaningsih Universitas Alma Ata 221100840@almaata. Gunar Universitas Alma Ata 221100841@almaata. Fauzan Rasyid Ikhwan Universitas Alma Ata 221100783@almaata. Muhammad Samsul Anam Universitas Alma Ata 221100857@almaata. Abstract Problems in the world of learning always exist, and when a problem arises there must be a solution to overcome it. Therefore, this research aims to find out the problems and solutions that exist in the delivery of Islamic Agma Education learning at Bhinneka II Nogosari Kindergarten. The method used in this research is qualitative. The data collection techniques used are observation, interviews. The results of research at Bhinneka II Nogosari Kindergarten show that Islamic religious education learning there is very good. However, there are several problems that arise in the process of delivering Islamic Religious Education learning both offline and online at Bhinneka II Nogosari Kindergarten. One of the main factors is students' feelings of boredom and laziness. In dealing with this, teachers have several solutions of their own. Namely by taking a more approach to the students. And also invite the parents of these students to play a more active role when accompanying students studying at home. Keyword: Islamic Religious Education. Teachers. Students. Problem. Solution Abstrak Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul Permasalahan dalam dunia pembelajaran pastinya selalu ada begitu pula Ketika muncul suatu masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan solusi yang ada dalam penyampaian pembelajaran Pendidikan Agma Islam di TK Bhinneka II Nogosari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian di TK Bhinneka II Nogosari menunjukan bahwasannya pembelajaran Pendidikan agama islam disana sudah sangatlah baik. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang muncul dalam proses penyampaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam baik secara offline maupun online di TK Bhinneka II Nogosari. Salah satu yang menjadi faktor utama adalah rasa jenuh dan malas yang dimiliki oleh peserta didik. Dalam menghadapi hal tersebut guru memiliki beberapa solusi tersendiri. Yaitu dengan cara melakukan sebuah pendekatan yang lebih kepada peserta didik tersebut. Dan juga mengajak orang tua dari peserta didik tersebut untuk lebih berperan aktif ketika dalam mendampingi peserta didik belajar dirumah. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam. Guru. Peserta Didik. Masalah. Solusi PENDAHULUAN Pendidikan akan terus berubah tatanannya dari waktu ke waktu sesuai dengan mengikuti zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena pendidikan ditujukan untuk menyiapkan peserta didik dalam rangka menghadapi kehidupannya di masa kini dan masa yang akan datang. Satu hal yang harus diketahui yaitu bahwa pendidikan dibutuhkan oleh manusia selama-lamanya sampai akhir hayat . ong lifeeducatio. Pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Secara implisit, di dalam pembelajaran ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 Ayat 6 menyatakan bahwa. Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi Dari pengertian di atas, ada beberapa hal yang dapat digarisbawahi, . Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berarti standar proses pendidikan dimaksud berlaku untuk setiap lembaga satuan pendidikan formal pada jenjang pendidikan tertentu dimanapun. Lembaga pendidikan itu berada secara nasional. Dengan demikian, seluruh sekolah seharusnya melaksanakan proses pembelajaran sesuai seperti yang dirumuskan dalam standar proses pendidikan ini. Standar proses pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, yang berarti dalam standar proses pendidikan berisi tentang bagaimana cara yang sesuai dalam proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, standar proses Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul pendidikan dimaksud dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam pengelolaan . Standar proses pendidikan ditujukan untuk mencapai standar kompetensi Dengan demikian standar proses pendidikan dapat dirumuskan setelah tersusun standar kompetensi lulusan. Pendidikan agama sebaiknya diajarkan sejak anak usia dini. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan, baik intelegensi, sosial emosi, bahasa maupun komunikasi, yang khusus sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Kegiatan Pendidikan tersebut dimulai dalam lingkup keluarga, bahkan sejak anak dalam kandungan . sampai setelah kelahirannya . Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan agama karena orang tua ialah guru pertama dan utama bagi anak usia dini. Selain dalam keluarga, pendidikan agama juga didapatkan dalam masyarakat dan juga sekolah. Guru sebagai salah satu ujung tombak dalam proses pembelajaran harus bisa beradaptasi mengikuti perubahan pola pembelajaran yang ada dimana sebelumnya dilakukan secara konvensional . atap muk. menjadi pendidikan jarak jauh yang dilakukan secara daring . Pembelajaran daring . alam jaringa. merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa yang dilakukan menggunakan jaringan internet . atau memberikan penugasan. Penerapan pembelajaran daring tidaklah dapat berjalan lancar, tetapi ada permasalahan yang muncul. Permasalahan tersebut salah satunya adalah baik guru maupun siswa harus mampu menyesuaikan penggunaan teknologi yang semakin pesat dalam proses pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berjalan kondusif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Usia dini adalah masa yang sangat mendasar dalam rentang kehidupan manusia. Masa perkembangan pada tahap ini terjadi begitu cepat oleh karena itu pada masa ini sering kita sebut dengan masa keemasan AuThe Golden AgeAy. Pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak usia dini selalu disertai dengan munculnya berbagai permasalahan yang mencuat. 4 Permasalahan permasalahan itulah yang menjadi latar belakang bagi kami untuk meneliti lebih lanjut terkait masalah yang dialami oleh guru dalam penyampaian pembelajaran secara offline maupun online. Kami memfokuskan terhadap 3 pertanyaan yaitu . Apakah ada kegiatan khusus dalam pembelajaran Pendidikan agama islam? . Junaedi. Proses pembelajaran yang efektif. JISAMAR (Journal of Information System. Applied. Management. Accounting and Researc. , 3. , 19-25. Ali. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Usia Dini. JURNAL EDUKASI: Jurnal Bimbingan Konseling, 1. , 190-215. Kuncoro. Sukiyanto. Irfan. Amalia. Pusporini. Wijayanti. , & Widodo. Peningkatan literasi digital guru guna mengatasi permasalahan pembelajaran di era pandemi COVID-19. Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 17-34. Kurniati. Permasalahan dan Bimbingan Anak Usia Dini. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul Pelajaran/Materi apa yang diberikan kepada anak TK? . Permasalahan dan Solusi apa yang dihadapi oleh guru TK dalam penyampaian Pendidikan agama islam secara offine dan online? METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan cara observasi dan melalui wawancara. Penelitian tindakan upaya mengetahui permasalahan yang dialami oleh guru atau pengajar dalam proses pembelajaran berlangsung dan merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar yang terjadi dalam sebuah kelas dan sekolahan. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data melalui informan yaitu guru TK Bhinneka II Nogosari. Data yang dikumpulkan yakni dengan cara teknik interview atau wawancara, observasi dan KONSEP DASAR Penelitian yang relevan membahas mengenai kesulitan dalam pembelajaran agama islam yaitu penelitian Lestari Kudadiri A yang berjudul Kesulitan Anak Usia Dini Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dilatar belakangi guru seringkali lebih fokus pada aspek kognitif, yaitu menghafal doa, ayat, dan hadits, tanpa memperhatikan aspek afektif, yaitu pengamalan nilai-nilai Islam. Hal ini menyebabkan anak hanya mengetahui agama Islam, tetapi tidak mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun perbedaan dengan penulis yaitu terletak pada tempat dan fokus. Dimana Lestari Kudadiri A lebih terhadap aspek afektif sedangkan penulis membahas kesulitan dan solusi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berbagai ragam dampak dan tantangan yang dialami dalam melaksanakan proses pembelajaran daring di rumah. Persepsi guru mengenai dampak yang dirasa pada murid ialah ketersediaan anatara sarana dan prasarana yang kurang memadai, perbedaan atmosfir saat belajar dikelas dengan belajar dirumah, yang berpengaruh pada motivasi murid untuk belajar. Serta kecenderungan gaya belajar daring hanyalah visual dan tulisan. Guru dan murid merasakan beban yang sama yaitu pada kuota internet, terlebih lagi jika berada di kawasan yang terganggu oleh sinyal, pemantauan perkembangan anak juga terbatas, guru merasa tidak leluasa dalam melihat perkembangan anak seperti di dalam kelas. Untuk ke depannya mungkin perlu adanya evaluasi mengenai pelaksanaan pembelajaran daring. Sehingga Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul memberikan hasil yang lebih maksimal. Kebijakan pembelajaran jarak jauh dari pemerintah berdampak bagi anak usia dini dalam hal emosi, pengasuhah terhadap anak, kesehatan, serta pembelajaran Oleh karena itu saat ini peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak saat pembelajaran di rumah. Guru di sekolah mengupayakan agar peserta didik tetap belajar selama pandemik dengan membuat lembar kerja siswa, mengadakan kegiatan kelas online, dan lain-lain. Tentu saja untuk anak usia dini yang rentang usianya masih terbilang kecil memerlukan pendampingan yang ekstra saat belajar dari rumah. Sebagian anak didik susah dalam menghafalkan doa-doa dan juga hafalan surah pendek merasa susah dalam menghafalnya, hal ini dikarenakan tingkat konsentrasi setiap anak didik memilki perberdaan, ada yang gampang menghafal dan ada juga yang susah Banyaknya anak didik yang tidak berani . alu-mal. kalau di suruh menghafal ataupun bernyanyi sendiri maju di depan teman temannya. Karena itu, guru mengalami kesulitan dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak didik. Sebagian anak didik kurang bisa mengikuti pelafalan bacaan ayat, sesuai yang dipraktekkan oleh guru. Padahal sudah sering di ulangi oleh guru. Selain itu, ada sebagian anak yang sering hanya diam saja ketika sedang menghafal surah pendek bersama-sama di kelas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di TK Bhineka II Nogosari dengan mewawancarai guru disana yaitu ibu Leny Musilawati. Pd dan ibu Dwi Noor Fathurohmah. Pd , peneliti menemukan bahwa. Kegiatan khusus yang dilakukan pada pembelajaran Pendidikan agama islam di tk menurut hasil dari wawancara yang telah dilaksanakan ialah bahwasannya memang ada beberapa kegiatan khusus diatara lainnya yaitu setiap pagi sebelum kegiatan belajar dimulai anak didik mengaji IqroAo, setiap hari rabu sholat dhuha dimasjid terdekat. Untuk masjid yang dituju itu tidak hanya satu Lokasi melainkan beberapa masjid yang ada. Untuk pelajaran yang didapatkan anak tk yaitu pelajaran pendidikan agama islam yang mendasar seperti halnya dalam bidang fiqih, anak diajari wudhu. Untuk selain fiqih diantara lainnya peserta didiik diajarkan seperti halnya membaca iqroAo, bacaan doa sehari-hari, dan hafalan surat pendek. Untuk bagian permasalahan ada beberapa yang terjadi pada tk tersebut. Setelah kami teliti antara dua narasumber memiliki point yang sama. Permasalahan ketika offline: Anak memiliki rasa jenuh terhadap apa yang dipelajarinya Kejenuhan dalam belajar dapat menyebabkan seseorang cepat marah, mudah terluka dan mudah frustasi. Pemberian tugas yang terlalu banyak dan suasana belajar yang monoton cenderung mendorong sikap sinis dan apatis Dini. Persepsi guru dampak pandemi Covid-19 terhadap pelaksanaan pembelajaran daring di PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 633-640. Ujianti. Suastika. , & Dewi. Tantangan praktek pembelajaran anak usia dini di masa pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9. , 318-324. Kudadiri. Kesulitan Anak Usia Dini pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Madaniyah, 9. , 62-78. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul terhadap pelajaran dengan diberikan, kurang percaya diri dan rendahnya proses memahami pelajaran yang telah diterima. Siswa di TK Bhineka II merasa jenuh dengan materi yang di berikan oleh guru, selain itu anak juga merasa bosan dengan metode belajar yang diberikan kepada siswa yang cenderung itu itu saja. Anak merasa kesulitan terhadap materi yang diajarkan Anak yang merasa kesulitan dengan materi yang diajarkan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya Pemahaman Dasar yang Lemah. Anak mungkin belum menguasai konsep dasar yang diperlukan untuk dapat memahami materi baru. Selain itu anak memiliki Konsentrasi yang lebih Rendah. Anak mungkin memiliki masalah terutama dalam mempertahankan konsentrasi, mungkin karena gangguan di lingkungan belajar atau masalah perhatian. Gaya Belajar anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, seperti visual, auditori, atau kinestetik. Materi yang disampaikan mungkin tidak sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki anak Kemudian Anak mungkin mengalami gangguan stres, kecemasan, atau masalah emosional lainnya yang mengganggu proses memahami Anak malas ketika mendapatkan pelajaran yang sulit Ada beberapa faktor yang membuat siswa merasa malas Ketika mendapat Pelajaran yang diberikan oleh gurunya diantaranya, anak mungkin merasa tidak mampu memahami materi yang sulit, sehingga mereka kehilangan kepercayaan diri dan menjadi malas, yang kedua yaitu anak mungkin takut gagal atau membuat kesalahan, sehingga mereka lebih memilih untuk menghindari pelajaran yang sulit. Yang ketiga Anak mungkin merasa materi tersebut tidak menarik atau tidak relevan dengan minat mereka. Dan yang terakhir yaitu Metode pengajaran mungkin tidak cocok dengan gaya belajar anak, sehingga membuat mereka sulit memahami materi dan kehilangan minat. Anak sibuk bermain Adapun beberapa alas an anak sibuk bermain diantaranya. Anak-anak, terutama yang lebih muda, memiliki energi tinggi dan kebutuhan alami untuk bergerak dan bermain. Yang kedua. Anak-anak biasanya memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dibandingkan orang dewasa. Yang ketiga. Ruang kelas yang penuh dengan distraksi seperti mainan, atau suasana yang tidak mendukung konsentrasi, bisa membuat anak lebih tertarik untuk bermain. Yang keempat Materi pelajaran yang disampaikan dengan cara yang membosankan atau tidak sesuai dengan minat anak, selain itu mungkin merasa tidak terlibat atau tidak sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga mereka mencari hiburan melalui bermain. Anak-anak sering kali memiliki kebutuhan kuat untuk berinteraksi sosial dengan temanteman mereka, dan yang terakhir kurangnya pengelolaan kelas yang efektif bisa menyebabkan anak-anak menjadi tidak teratur dan lebih fokus pada Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul Permasalahan ketika Online: Guru sulit mengetahui perkembangan dari tiap siswanya. Pembelajaran online mengurangi peluang bagi guru untuk mengamati bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan perilaku non-verbal lainnya yang biasanya membantu dalam menilai pemahaman dan keterlibatan siswa. permasalahan lainnya yaitu pada Koneksi internet yang tidak stabil atau lambat bisa menyebabkan siswa terputus dari pelajaran, sehingga sulit bagi guru untuk memantau keterlibatan dan kehadiran mereka secara konsisten. Beberapa siswa mungkin merasa malu atau kurang termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran online, sehingga guru kesulitan menilai pemahaman mereka. Tanpa interaksi langsung, sulit bagi guru untuk memantau kemajuan akademis siswa secara efektif dan memberikan bimbingan tepat waktu. Selain itu tidak semua guru memiliki keterampilan teknologi yang memadai untuk menggunakan platform pembelajaran online secara efektif, serta mereka tidak semua siswa mendapatkan dukungan yang memadai dari lingkungan rumah mereka untuk belajar secara efektif. Pembelajaran online bisa membuat siswa merasa terisolasi, sehingga mereka kurang termotivasi dan guru kesulitan memahami perkembangan sosial dan emosional mereka. Strategi penyampaian materi pembelajaran Strategi penyampaian materi pembelajaran adalah pendekatan atau metode yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan informasi dan mengajar siswa dengan cara yang efektif dan menarik. Tujuan utamanya adalah memastikan siswa dapat memahami dan menginternalisasi materi yang diajarkan. Dengan menerapkan strategi-strategi guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penggunaan kombinasi berbagai strategi juga dapat membantu dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan beragamc. Kurang pahamnya orang tua dari anak didik terhadap Setelah mengetahui berbagai permasalahan yang ada, dari narasumber juga memiliki berbagai solusi yang efektif untuk diterapkan dalam mengatasi hal Yaitu sebagai berikut: Solusi ketika pembelajaran offline Guru harus memiliki sebuah ide kreatif agar anak didik menjadi tertarik Ketika berbicara tentang solusi kreatif untuk membuat anak didik tertarik dalam pembelajaran offline, ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh guru yaitu yang pertama menggunakan permainan atau simulasi untuk mensimulasikan situasi dunia nyata yang memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks praktis. Berperan sebagai karakter atau situasi tertentu untuk memahami sudut pandang yang berbeda atau menghadapi tantangan yang kompleks. Dengan Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul menggunakan ide ide yang kreatif dapat mengurangi rasa bosan atau rasa jenuh pada siswa. Melakukan pembelajaran tersebut secara berulang-ulang Latihan berulang membantu memindahkan informasi dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang, sehingga siswa lebih mampu mengingat dan mengaplikasikan pengetahuan yang dipelajari. Praktik berkali-kali memungkinkan siswa untuk mengasah keterampilan tertentu, seperti pemecahan masalah matematika atau keterampilan bahasa. Dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berulang-ulang yang sistematis dan beragam, guru dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan keterampilan yang kuat dalam materi pelajaran yang diajarkan. Lebih ekstra dalam memahami anak didiknya Ketika berbicara tentang memahami siswa secara ekstra dalam pembelajaran offline, guru dapat mengambil beberapa langkah penting untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan perhatian yang mereka Guru perlu mengmati perilaku dan partisipasi setiap siswa dalam kelas untuk memahami preferensi belajar dan respons terhadap materi. Mengadakan pertemuan dengan orang tua juga penting karena dengan mengadakan pertemuan dengan orang tua dapat berbagi informasi tentang kemajuan akademik dan perilaku siswa di sekolah. Jalin hubungan yang positif dengan setiap siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memotivasi. Selain itu guru juga perlu memahami perasaan dan situasi pribadi siswa yang mungkin mempengaruhi kinerja mereka di Dengan menerapkan strategi-strategi ini, guru dapat memberikan perhatian ekstra kepada setiap siswa, memahami kebutuhan mereka secara individual, dan memastikan bahwa semua siswa dapat mencapai potensi maksimal mereka dalam pembelajaran offline. Solusi ketika pembelajaran Online Perlu kerja sama yang lebih terhadap orang tua anak didiknya. Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dengan memberikan informasi tentang kurikulum, materi pelajaran, dan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Memberikan saran kepada orang tua tentang cara mereka dapat mendukung pembelajaran anak di rumah, misalnya dengan menyediakan lingkungan belajar yang baik atau memberikan bantuan dengan tugas-tugas rumah. Bekerja sama juga dengan orang tua untuk mengevaluasi kemajuan akademik siswa secara rutin. Membagikan hasil evaluasi, umpan balik, dan rekomendasi untuk perbaikan bersama. Dengan memperkuat kerja sama antara guru dan orang tua, pembelajaran online dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta membantu siswa mencapai potensi akademik dan pengembangan pribadi mereka secara Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul Membuat metode yang kreatif Pembelajaran online menuntut kreativitas dalam penyampaian materi agar dapat mempertahankan minat dan keterlibatan siswa. Manfaatkan video pendek, animasi, gambar, dan grafik untuk menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang visual dan menarik. Penggunaan multimedia dapat membantu memecah monoton dalam penyampaian informasi dan menangkap perhatian siswa. Gunakan narasi atau cerita untuk menjelaskan konsep-konsep kompleks atau sejarah dengan cara yang menarik dan mudah diingat. Menghubungkan materi dengan cerita atau kasus nyata juga dapat membantu siswa memahami aplikasi praktis dari apa yang mereka pelajari. Menggunakan teknologi yang semakin berkembang. Menggunakan platform seperti YouTube atau Khan Academy untuk menyediakan video pembelajaran yang dapat diakses secara mandiri oleh Membuat simulasi interaktif yang memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan konsep-konsep yang kompleks dalam lingkungan aman dan terkendali. Dengan mengadopsi teknologi yang semakin berkembang ini, pembelajaran online dapat menjadi lebih dinamis, menarik, dan relevan bagi siswa, serta memungkinkan pengajaran yang lebih efektif dan personalisasi dalam mencapai tujuan pendidikan mereka. Untuk hasil wawancara dari kedua narasumber hasilnya seperti yang diatas. Dapat disimpulkan mungkin permasalahan utama pada peserta didik usia dini ialah rasa jenuh dan malas. Dikarenakan umur yang masih kecil anak tidaklah dapat untuk fokus dalam satu hal secara lama. Apalagi ketika dihadapkan pada suatu hal yang dirasa sangat sulit baginya pasti rasa jenuh dan malas akan muncul. Tantangan yang dihadapi guru pada kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah membuat perencanaan kegiatan pembelajaran yang menarik dengan menyesuaikan bahan kegiatan yang ada di sekitar anak. Guru memantau kegiatan anak melalui whatsapp serta melakukan penilaian terhadap anak melalui video/foto yang dikirimkan oleh anak melalui orang tuanya. Sedangkan orang tua harus selalu mengetahui dan menjaga mood belajar anak, mengajak anak melakukan kegiatan belajar dengan suasana yang menyenangkan, orang tua harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan mendampingi anak belajar dirumah. Berdasarkan hasil penelitian ini, guru dan orang tua harus bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan belajar dirumah. PENUTUP Dini. Tantangan guru dan orang tua dalam kegiatan belajar dari rumah anak usia dini pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 2 No 2. Desember, 2024: 136-146 Anisatul Maghfiroh, dkk: Permasalahan Dan Solusi Guru Dalam Penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di Tk Bhinneka Ii Nogosari Trirenggo Bantul Pembelajaran PAI harus dilakukan dengan cara yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan agar anak usia dini dapat belajar dengan baik dan mencapai tujuan Guru juga harus bisa mengembangkan skill yang dimilikinya. Selain itu guru dan orang tua juga harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak usia dini. Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilaksanakan, bahwasannya masalah dalam dunia pembelajaran selalu ada. Dari hasil tersebut faktor utama dari permasalahan yang ada ialah rasa jenuh dan malas. Baik ketika pembelajaran dilakukan secara offline maupun online masalah yang dihadapi hampir sama. Dimana peserta didik juga mengalami kesulitan dalam memahami materi yang ada. Dikarenakan tiap peserta didik itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Maka disinilah peran guru harus lebih lagi Dari latar belakang yang berbeda tentunya harus ada penanganan atau modul pembelajaran bagi tiap tipe peserta didik. Modul tersebut dapat digunakan untuk acuan dalam mengarahkan peserta didik secara komplek dan fundamental. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik dapat berkembang dengan baik dan teratur. Dan juga dapat menjadikannya suatu pembelajaran yang sesuai untuk mencapai Guru harus berperan aktif dalam hal ini. Dengan berbagai solusi guru diharapkan dapat mengatasi hal ini. Sehingga terciptanya suasana belajar yang nyaman untuk semua yang berada dilingkungan tersebut. Peran orang tua juga tidak lupa dalam hal ini untuk turut mensukseskannya. Karena memang gurulah yang mengajar pada dasarnya saat disekolah tetapi ketika dirumah sudah menjadi tanggung jawab dari orang tua tersebut. Untuk itu perlu adanya sinergitas anatara guru dan orang tua dalam membimbing tumbuh kembang anak. DAFTAR PUSTAKA