JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Nurul Makrifah Institut Bahri Asyiq Galis. Bangkalan. Indonesia ryfa93@gmail. Nur Fauzi Institut Syaichona Moh Cholil. Bangkalan. Indonesia fauzi87@gmail. Abstract The purpose of this study is to describe the role of the Principal at UPTD SDN Longkek 1, as well as to describe the Principal's efforts in improving the quality of education at UPTD SDN Longkek 1. Data collection techniques in this study are through observation, interviews, and documentation. While data analysis in this study uses qualitative descriptive with data reduction steps, data presentation, and conclusion The results of the study show that the Principal at UPTD SDN Longkek 1 carries out several roles including, first, the Principal as an educator, proven by improving the quality of learning, providing encouragement, and advice to teachers. Second, the Principal as a manager, this is seen from the way the Principal empowers Education Personnel through Cooperation, providing opportunities for teachers to improve their Third, the Principal as an administrator by driving teacher performance Fourth, the Principal as a supervisor. Fifth, the Principal as a supervisor by compiling educational supervision programs at school. controlling teaching and learning activities, utilizing the results of supervision that has been implemented. Sixth, the Principal as a Leader. Seventh, the principal acts as a motivator, as evidenced by the physical environment, work atmosphere, discipline, encouragement, and recognition. Meanwhile, the principal's achievement in improving educational quality is evident in achievement, which is a competency measured by knowledge, success created by learning and school management, and a positive impact that significantly influences student learning Keywords: The role, principal, education quality. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan peran Kepala Sekolah di UPTD SDN Longkek 1, serta mendeskripsikan upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di UPTD SDN Longkek 1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskripstif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya Kepala Sekolah di UPTD SDN longkek 1 melakasanakan beberapa peran diantaranya adalah, pertama. Kepala Sekolah sebagai pendidik, terbukti dengan cara meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan dorongan, dan nasehat kepada para guru. Kedua. Kepala Sekolah sebagai manajer, hal ini terlihat dari cara Kepala Sekolah memberdayakan Tenaga Kependidikan melalui Kerjasama, memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan profesinya. Ketiga. Kepala Sekolah sebagai administrator dengan cara menggerakkan peningkatan kinerja guru. Keempat. Kepala Sekolah sebagai supervisor. Kelima. Kepala Sekolah sebagai pengawas dengan melakukan penyusunan program supervisi pendidikan disekolah. melakukan kontrol terhadap kegiatan belajar mengajar, memanfaatkan hasil supervisi yang telah terlaksana. Keenam. Kepala Sekolah sebagai Leader. Ketujuh Kepala sekolah sebagai motivator, hal ini dibuktikan dengan pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, dan penghargaan. Sedangkan pencapaian Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan terlihat dari Prestasi yang mana merupakan kompetensi yang diukur dengan pengetahuan, kesuksesan yang diciptakan oleh pembelajaran dan manajemen sekolah, serta dampak positif yang berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Kata kunci: peran, kepala sekolah, mutu pendidikan. Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai suatu unsur yang vital. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sistem pendidikan menurut Peter F. Oliva JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi terdiri dari empat sistem, yaitu sistem penyelenggaraan sekolah, sistem guru, sistem pengawasan, penasehat dan semua sistem itu berhubungan satu sama lain. Dari hal tersebut bisa kita pahami bahwa pendidikan merupakan salah satu bagian aspek utama dalam membentuk tatanan kehidupan manusia, dengan pendidikan seseorang dapat memperoleh ilmu dari pengalaman-pengalaman dan lingkungan sebagai sumber ilmu dalam kehidupan. Untuk mencapai kehidupan masyarakat yang berkualitas dan berkemajuan, pendidikan harus diberikan kepada generasi bangsa dengan sistem yang sempurna, untuk bisa sampai pada tujuan tersebut, butuh partisipasi yang melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk satu sistem yang saling mempengaruhi. Pada tingkat dan skala makro, pendidikan merupakan segala sosial yang mengandalkan interaksi manusia sebagai sesama . yang masing-masing bernilai setara. Tidak ada perbedaan hakiki dalam nilai orang perorang karena interaksi antar pribadi . nter persona. itu merupakan perluasan dari interaksi internal dari seorang dengan dirinya sebagai orang lain. Pada skala makro tersebut di atas, masyarakat melaksanakan pendidikan generasi sosial yaitu pelimpahan harta budaya dan pelestarian nilai-nilai luhur dari suatu generasi kepada generasi muda dalam kehidupan masyarakat. Diharapkan dengan adanya pendidikan dalam arti luas maka perubahan sosial dan kestabilan masyarakat berlangsung dengan baik dan hidup bersama-sama dalam ikatan ukhuwah wathoniyah, ukhuuwah basyariyah dan ukhuwah besyariyah. Sebagaimana termaktub dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya Olif Peter F. Longman. Supervision For TodayAos Schools (New York : 1. , 30. Tedi Priatna. Reaktualisasi Paradigma Pendidikan Islam. Pustaka Bani Quraisy. Bandung,2004,hal. Abdul Rahmat. Pd, pengantar pendidikan Teori. Konsep, dan Aplikasi (Gorontalo: Ideas Publishing, 2. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan demikian pendidikan harus diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dalam arti menguasai ilmu pengetahuan dan mampu bersaing, berbudi pekerti luhur serta memiliki akhlak mulia. Untuk sampai pada tujuan ini maka penyelenggaraan, pengelolaan, dan strategi pendidikan di sekolah harus dilakukan secara komprehensif, konsisten dan kontinu. Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di sekolah pada dasarnya meliputi kegiatan: perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. 5 Kegiatan-kegiatan tersebut saling berkaitan dan merupakan fungsi pokok dari kegiatan manajemen pendidikan sebagai upaya menciptakan proses belajar mengajar siswa dikelas yang efektif dan efisien. Proses belajar mengajar merupakan inti dari sistem pendidikan, sistem pendidikan yang berjalan dengan baik akan menghasilkan kualitas proses belajar mengajar yang sangat mendukung hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk selalu memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan efektif. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola semua sumber daya yang ada di sekolah. Keberhasilan suatu sekolah terletak pada kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan tugastugasnya. Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah melalui peningkatan mutu pendidikan oleh kepala sekolah. Secara umum tugas dan peran kepala sekolah memiliki lima dimensi, yaitu: Standar Kepala Sekolah, ditegaskan bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. 6 Semua kompetensi tersebut mutlak harus dimiliki oleh kepala sekolah agar mampu mewujudkan pembelajaran yang bermutu dalam rangka mencapai pendidikan yang berkualitas di sekolah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, http://kemenag. id/file/dokumen/UU2003. pdf diunduh pada hari Rabu, 12/12/2023 30 WIB. Engkoswara. Paradigma Manajemen Pendidikan Menyongsong Otonomi Daerah (Bandung: Yayasan Amal Keluarga, 2. , 2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007 JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar atau terjadinya interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang menerima 7 Oleh sebab itu kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah harus selalu mengadakan pemantauan dan bimbingan kepada guru-guru dalam upaya peningkatan profesionalisme guru. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga di suatu sekolah memiliki peran yang cukup besar dalam membina kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Untuk membuat guru menjadi profesional tidak semata-mata hanya meningkatkan kompetensinya baik melalui pemberian penataran, pelatihan maupun memperoleh kesempatan untuk belajar lagi namun perlu juga memperhatikan guru dari segi yang lain seperti peningkatan disiplin, pemberian motivasi, pemberian bimbingan melalui supervisi. Salah satu program yang dapat diselenggarakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran adalah pelaksanaan bantuan kepada guru atau yang lebih di kenal dengan istilah supervisi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah mempunyai tugas di bidang supervisi. Supervisi yang dimaksud adalah suatu usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. 8 Dengan demikian mereka dapat menstimulasi dan membimbing pertumbuhan tiap murid secara kontinu. Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dilihat bahwa dalam usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah bertugas menyelenggarakan serta melaksanakan kegiatan supervisi. Supervisi kepala sekolah sebagai Jamal MaAomur Asmani. Tips Menjadi Kepala Sekolah Profesional (Banguntapan Jogjakarta, 2. , h. Piet A. Sahertian. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Reneka Cipta, 2. , h. Ngalim Purwanto. MP. Administrasi dan Supervisi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda karya Offset, 2. , h. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi proses pengawasan dan penilaian yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap proses belajar mengajar di sekolah seharusnya dapat diterapkan secara maksimal di setiap sekolahsekolah tanpa adanya perbedaan dan sekat perbandingan baik di sekolah yang terdapat di kota maupun di desa, sehingga pendidikan yang diberikan kepada siswa dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. dan sebagai bekal pula bagi setiap unsur sekolah dalam mengidentifikasi untuk menyelesaikan masalah yang mungkin muncul dan yang sedang terjadi. Namun, dalam praktiknya, sebagaimana hasil pengamatan penulis dibeberapa lembaga sekolah dasar, bahwa implementasi supervisi kepala sekolah sering kali menemui beberapa hambatan. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain adalah kurangnya pemahaman tentang pentingnya supervisi, kurangnya waktu dan sumber daya, dan kurangnya keterampilan supervisi. Selain itu, sering kali di temukan bahwa supervisi yang dilakukan cenderung bersifat administratif dan kurang berfokus pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan oleh penulis tepatnya di SDN Longkek 1 untuk mengkaji peran kepala sekolah terhadap peningkatan mutu Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah qualitatif research, yaitu penelitian yang bermaksud untuk mengambarkan dan memahami fenomena yang dialami subyek penelitian. Temuan penelitian ini lebih menekankan pada makna dari pada generealisasi. Metode Pengumpulan Data Pengumplan data dilkakukan dengan observasi, wawancara dan Observasi adalah pengalaman dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala dalam obyek penelitian, dengan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Wawancara adalah proses interaksi yang dilakukan oleh orang yang arah pembicaraannya sesuai permasalahan yang akan dikaji atau diteliti. Wawancara digunakan sebagai tehnik pengumpulan data untuk mengetahui hal-hal dari 10Dokumentasi mengumpulkan data-data dengan cara mengambil dan mengumpulkan dokumen-dokumen . arang-barang yang tertuli. yang berhubungan dengan apa yang akan diteliti. Teknik Analisis Data Mells and Humberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Adapun langkah-langkah yang paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Kepala Sekolah Sebagai Pendidik Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sebagai pendidik Kepala Sekolah harus berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor pengalaman akan sangat mempengaruhi profesionalisme Kepala Sekolah, terutama dalam mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah atau menjadi anggota kemasyarakatan sangat Sugiono. Metode penelitian pendidikan, pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D (Bandung,: Alfabeta. , 194. Nana Syaodih sukmadinata. Metode penelitian pendidikan, (Bandung PT . Remaja Rosdayakarta, 2. , 221. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi pekerjaannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah Iklim sekolah sudah berjalan dengan kondusif itu dapat dilihat dari adanya toleransi antara kepala sekolah guru pegawai maupun siswa dalam menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan kondusif. sekolah yang aman dan nyaman diperlukan kerjasama atau hubungan yang harmonis antara seluruh warga sekolah dan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah semata. Hubungan dan interaksi antar warga sekolah sudah terjalin dengan baik dan harmonis. Kepala Sekolah, guru, staf, maupun siswa dapat menjalin rasa saling menghargai dan mempercayai. Dibuktikan dengan adanya rasa kekeluargaan dan kebersamaan diantara civitas sekolah sehingga tercipta kerja sama yang harmonis. Iklim sekolah yang positif ini dapat meningkatkan keadaan aman dan nyaman dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, kepala sekolah harus dapat menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar perlu didukung oleh iklim sekolah yang kondusif karena akan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang efektif yang lebih menekankan pada belajar mengetahui ( learning to kno. , belajar berkarya ( learning to do ), belajar menjadi diri sendiri ( learning to be ), dan belajar hidup bersama secara harmonis Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Guru . earning to live togethe. Dan untuk kepentingan tersebut, sekolah perlu dilengkapi oleh sarana dan prasarana pendidikan, serta sumber-sumber belajar yang memadai. Hal ini juga merupakan teori yang dipaparkan oleh Mulyasa . dalam melakukan fungsinya sebagai pendidik. Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan disekolahnya yaitu dengan menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Memberikan Dorongan dan Nasehat Kepada Para Guru JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Dari hasil wawancara menunjukkan bahwa Kepala Sekolah sudah memberikan dorongan dan nasehat berupa pengarahan kepada para guru agar selalu menggunakan waktu secara efektif yaitu dengan mengarahkan para guru agar tidak meninggalkan ruang kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan maksimal. Dalam setiap proses kegiatan maupun belajar mengajar setiap guru melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing guru sebagai tenaga pengajar melaksanakan fungsinya untuk mengajar dan tidak dibarengi dengan kegiatan yang lain sehingga berdampak positif bagi kualitas mengajar maupun kualitas kerja Dalam memberikan dorongan dan nasehat Kepala Sekolah melakukan pengarahan kepada semua pihak agar melakukan tugas dan fungsinya masingmasing. Hal ini sesuai degan apa yang dikatakan oleh Mulyasa . bahwa sebagai pendidik Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan disekolahnya yaitu memberikan dorongan dan nasehat kepada para guru maupun warga Menurut Usman mengarahkan, dan membimbing hasil pembelajaran, melakukan penelitian dan mengabdi untuk masyarakat. Tugas utama kepala sekolah salah satunya yaitu menjadi seorang pendidik. Sehingga kepala sekolah juga dituntut mempunyai kemampuan khusus menjadi seorang pendidik. Keahlian kepala sekolah menjadi seorang pendidik bernilai sama dengan kompetensi guru sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2015 mengenai Guru dan Dosen. Namun bedanya, objek pendidik bukan siswa saja, melainkan seluruh elemen pendidikan di sekolah. Pimpinan sekolah harus memiliki langkah-langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas kinerja guru. Strategi dapat diartikan dengan upaya yang dibuat dan dilaksanakan seorang pimpinan guna mencapai suatu tujuan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi yang ingin dicapai. Salusu . menyatakan bahwa strategi merupakan seni memanfaatkan kemampuan dan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan. Cara yang dilakukan kepala sekolah sebagai pendidik untuk meningkatkan kompetensi guru ialah dengan melibatkan guru ikut serta melaksanakan pelatihan, meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran guru, dan terus mengupayakan peningkatan keahliannya. Melaksanakan pelatihan terhadap guru disekolah, khususnya yang berkaitan dengan rendahnya kinerja guru. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Kegiatan belajar mengajar adalah hal utama dalam proses suatu pendidikan karena guru merupakan pelaku utama serta pengembang kurikulum di sekolah. Pimpinan sekolah yang memiliki komitmen tinggi dan fokus pada pengembangan kurikulum serta kegiatan belajar mengajar di sekolahnya akan memperhatikan tingkat capaian kompetensi gurunya dan terus malakukan perbaikan yang dilaksanakan secara terus-menerus. Mengevaluasi dan mendorong kemampuan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar terlaksana secara efektif dan efisien. Ada beberapa peran kepala sekolah sebagai edukator di sekolah antara lain: merencanakan program kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru, dan membuat program bersama dengan perwakilannya dan penilaian ini memberikan informasi yang dapat dijadikan masukan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Kepala Sekolah Sebagai Manajer Memberdayakan Tenaga Kependidikan Melalui Kerjasama. Dari hasil wawancara menunjukkan bahwa Kepala Sekolah UPTD SDN Longkek I sudah mampu bekerjasama dengan guru maupun pegawai di Terlihat dari kekompakkan dan kebersamaan yang terjalin di JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi sekolah serta selalu memusyawarahkan hal-hal yang memang harus dikerjakan bersama. Bekerjasama tidak selalu berarti harus melaksanakan setiap kegiatan secara bersama-sama. Namun melakukan kegiatan sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati juga merupakan bentuk kerjasama. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mulyasa . bahwa dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif. Yang dimaksudkan Kepala Sekolah mementingkan kerja sama dengan tenaga kependidikan dan pihak lain yang terkait dalam melaksanakan setiap kegiatan. Sebagai manajer. Kepala Sekolah harus mau dan mampu mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan mencapai tujuan. Kepala Sekolah harus mampu bekerja mempertanggungjawabkan setiap tindakan. Kepala Sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah, berpikir secara analitik dan konseptual, dan harus senantiasa berupaya untuk menjadi juru penengah dalam memecahkan dalam berbagai masalah yang dihadapi oleh para tenaga kependidikan yang menjadi bawahannya, serta berusaha untuk mengambil keputusan yang memuaskan bagi semua. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Memberi Kesempatan Kepada Para Guru Untuk Meningkatkan Profesinya Sebagai manajer Kepala Sekolah harus meningkatkan profesi secara persuasif dan dari hati ke hati. Dalam hal ini. Kepala Sekolah harus bersikap kependidikan untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Misalnya memberi kesempatan kepada bawahan untuk meningkatkan profesinya melalui berbagai penataran dan lokakarya sesuai dengan bidangnya masingmasing. Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa Kepala Sekolah dalam perannya sebagai manajer sudah mampu mengayomi para tenaga kependidikan yang ada di SDN Longkek I, hal itu dapat dilihat dari sikap Kepala Sekolah yang mensupport dan memfasilitasi pegawainya agar dapat mengikuti setiap pelatihan maupun penataran-penataran yang akan Dengan adanya dukungan dari kepala sekolah yang mensupport dan memfasilitasi pegawainya, guru-guru dapat menambah pengetahuan dan memperoleh informasi-informasi baru dalam mendidik, sehingga guru-guru tersebut mengetahui perkembangan ilmu pendidikan. Setelah mengikuti Diklat dan Sertifikasi. Kualitas mengajar guru semakin meningkat, hal itu dapat dilihat dari kinerja guru yang menjadi semakin bersemangat dalam mengajar, menjadi semakin termotivasi untuk terus menambah wawasan / pengetahuan guru dan profesionalisme dalam dunia pendidikan. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mulyasa . Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan Kepala Sekolah adalah melaksanakan pengembangan profesi Dalam hal ini. Kepala Sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan di luar sekolah seperti kesempatan melanjutkan Kepala sekolah sebagai administrator Meningkatkan kinerja guru Pimpinan sekolah memerlukan cara pandang, visi-misi dan wawasan yang luas serta serta kemampuan profesional yang sesuai dalam merencanakan dan mengorganisasikan, melaksanakan dan memantau pembelajaran. Kepala sekolah harus mampu menjalin kerjasama yang harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pendidikan sekolah. Administrasi merupakan serangkaian kegiatan dimana sekelompok orang menjalankan suatu kegiatan secara terorganisir dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan, pada sisi lain, administrator yaitu orang yang mendorong kegiatan administrasi itu sendiri. Peran kepala sekolah sebagai administrator mempunyai dua tanggung jawab utama. Pertama, kepala sekolah adalah manajer struktur organisasi sekolah, artinya kepala sekolah JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi mengontrol kinerja setiap guru, tata usaha dan semua warga. Kedua, meliputi manajemen kemahasiswaan, sumber daya manusia, keuangan, hubungan masyarakat, dan manajemen umum. Peran kepala sekolah sebagai administrator erat kaitannya dengan proses pengelolaan sumber daya yang ada. Hal ini juga mencakup bagaimana kepala sekolah mengembangkan hubungan dengan dunia luar untuk mengelola sekolahnya dengan sebaik-baiknya. Peran kepala sekolah sebagai administrator seharusnya mampu memberikan bimbingan dan arahan kepada tenaga pendidik mengenai kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, kepegawaian, dan keterkaitannya sekolah dengan masyarakat Mutu suatu sekolah sangat bergantung pada kepala sekolah sebagai administrator dan kepala sekolah sebagai administrator. Pemimpin sekolah harus mampu mengkoordinir dan meningkatkan sumber daya peserta didik yang ada untuk membangun budaya organisasi yang positif. Seluruh aspek pembelajaran hendaknya dikelola oleh kepala sekolah sebagai administrator, yang kemudian bertugas memantau kinerja guru. Berikut hasil penelitian peranan kepala sekolah selaku Administrator: Melengkapi Adminstrasi dan mengontrol Kelengkapan KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. Bertanggung jawab atas Kesiswaan. Keuangan. Sarpras. Humas. Persuratan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi . Pengecekan rutin perpustakaan dan laboratorium . Kelengkapan administrasi sekolah dan laporan kegiatan . Adminstrasi dalam Kurikulum . Peran admin pimpinan dimaksudkan untuk mendukung aktivitas kita, karena tanpa manajemen, bukti fisik aktivitas tidak akan ada. Oleh karena itu, tata kelola menjadi penting karena akuntabilitas kita kepada pemerintah dan masyarakat mempunyai bukti nyata. Kepala sekolah sebagai supervisor Peran kepala sekolah sebagai supervisor adalah memberikan bimbingan, dukungan, supervisi, dan bimbingan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang lebih baik tentang masalah yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan dan perkembangan pendidikan, peningkatan program pengajaran dan pelaksanaan kegiatan pendidikan. Ada tiga keterampilan dasar yang dibutuhkan manajer untuk menjalankan tugasnya: Auhubungan manusiaAy. manajemen dan evaluasi. Keterampilan penilaian yang diperlukan berkaitan dengan peran pengawas itu sendiri sebagai pembimbing dan asisten dalam pengembangan profesi guru. Memberikan bimbingan dan dukungan memerlukan informasi dan materi yang tepat yang mengatasi akar penyebab masalah yang dihadapi guru. Kepala sekolah sebagai pengawas Kepala sekolah sebagai pengawas bertugas memantau kinerja guru guna mengetahui efektif tidaknya proses belajar mengajar yang dilakukan guru. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi dengan kata lain apakah tujuan pembelajaran tercapai sesuai isi Jika kepala sekolah sudah mengetahui kinerja guru, kepala sekolah memberikan pembinaan kepada guru dengan memanggil guru dan memberikan pembinaan, dan aspek pengawasan yang dilakukan kepala Peran kepala sekolah adalah menciptakan suasana untuk menjamin kerjasama yang baik antara seluruh staf yang terlibat dalam kegiatan pengawasan ini sehingga tersedia semua data dan informasi yang diperlukan untuk upaya perbaikan lebih lanjut. Tak kalah penting, kepala sekolah harus mampu memotivasi gurunya, terutama untuk selalu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. 361Hal ini disebabkan menurut Glickman (Sagala, 2. , tujuan kegiatan supervise pembelajaran adalah membantu guru belajar bagaimana meningkatkan keterampilan dan kemampuannya sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkannya (Sagala. Matt Modrein (Sahardan, 2. menyatakannya lebih jelas bahwa supervisor memiliki empat fungsi penting yang harus dilakukan dalam setiap pekerjaan: fungsi manajemen, proses evaluasi, fungsi pendidikan, dan peran Dalam penelitian ini beberapa peran kepala sekolah sebagai supervisor Melaukan penyusunan program supervisi pendidikan disekolah Melakukan kontrol terhadap kegiatan kbm Melakukan kontrol terhadap perangkat pembelajaran disekolah JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Memanfaatkan Pemantauan ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan proses belajar mengajar di kelas atau sekolah, serta membantu guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Layanan ini akan meningkatkan hasil belajar siswa dan mutu pendidikan di kedua lembaga pendidikan tersebut. Kepala Sekolah Sebagai Leader Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang memotivasi sekolah untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasarannya melalui program pelaksanaan yang terencana dan bertahap. Sehingga kepala sekolah sebagai pendidikannya sendiri. Muhammad Fatih mengibaratkan pemimpin dengan kepala suatu tubuh. Karena manajerlah yang dengan bantuan keterampilan tertentu menentukan tujuan, memperoleh pengetahuan, belajar dan berpikir, dengan tujuan memberikan petunjuk dan petunjuk serta mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Dengan sifat kepemimpinan seperti itu maka pekerjaan dapat berjalan pada jalur yang benar dan sesuai tujuan (Fathi, 2. Pemimpin sebagai pengelola lembaga pendidikan Islam mempunyai fungsi dan peran yang unik. Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah/madrasah. Semangat bekerja, kerjasama yang harmonis, berkembangnya minat terhadap pengembangan pendidikan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Kepala sekolah sebagai motivator Menurut Irfan Fahmi, motivasi adalah suatu aktivitas perilaku yang bertujuan untuk memuaskan suatu kebutuhan yang diinginkan. Motivasi menyelesaikan atau menghentikan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Sebagai pendidik, guru tentunya membutuhkan motivasi internal dan eksternal. Dalam hal ini Kepala sekolah memegang peranan penting dalam memberikan motivasi. Oleh karena itu, kepala sekolah harus mempunyai cara untuk memotivasi guru agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satu cara kepala sekolah untuk penghargaan berupa sertifikat dan plakat kepada guru yang berprestasi dan yang aktif menjalankan tugasnya serta dapat menjadi teladan bagi semua. Pimpinan sekolah harus mempunyai strategi yang tepat untuk memotivasi tenaga kependidikan dalam melaksanakan berbagai tugas dan Jiwa semangat kepala sekolah akan membawa pengaruh yang baik terhadap anggota masyarakat yang ada disekolah. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus menjadi orang yang memberikan motivasi. Ia dapat berperan sebagai motivator, memberi semangat kepada guru, staf, siswa dan orang tua untuk berusaha dan mendukung pencapaian tujuan Sebagai seorang motivator ada beberapa strategi yang dapat JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi kepala sekolah, berikut merupakan hasil penelitian yang didapat dari peran kepala sekolah sebagai motivator antara lain: Pengaturan Lingkungan Fisik Lingkungan yang mendukung akan lebih mendorong adanya motivasi bagi tenaga kependidikan pada saat melaksanakan tugas yang diberikan. Sehingga kepala sekolah seharusnya mampu menumbuhkan dan membangunkan rasa motivasi setiap tenaga pendidikan yang ada disekolah agar dapat menyelesaikan tugas secara maksimal dan optimal. Pengaturan fisik ini antara lain mengenai ruang kerja yang mendukung, ruang belajar, ruang perpustakaan, lab, dan menata lingkungan sekolah agar terasa nyaman dan Pengaturan Suasana Kerja Suasana membangunkan kinerja dari setiap tenaga pendidik. Maka dari itu kepala sekolah seharusnya mampu menciptakan jalinan kerja yang damai dengan para tenaga kependidikan, dan melahirkan lingkungan sekolah yang damai, tentram, tenang dan menyenangkan. Disiplin Disiplin dalam lingkungan sekolah sangat penting dalam meningkatkan professional tenaga kependidikan disekolah. Disini kelapa sekolah harus menumbuhkan sikap disiplin untuk semua anggotanya agar meningkatkan produktifitas sekolah. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan kepala JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi sekolah dalam menumbuhkan sikap disiplin tenaga kependidikan disekolah diantaranya adalah membantu semua tenaga kependidikan mananamkan dan meningkatkan pola perilakunya atau meningkatkan standar perilaku dan mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. Dorongan Dorongan/ motivasi inilah yang sangat amat penting dalam peran kepala sekolah sebagai motivator. Dorongan ini akan berpengaruh kearah efektifitas kerja, motivasi penggerak dan pengarah dalam meningkatkan kualitas dari sekolah. Penghargaan Penghargaan/rewards ini merupakan hal yang pentng dalam meminimalisir kegiatan yang kurang produktif. Pemberian penghargaan ini dapat diberikan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan semangat bekerjanya secara prosuktif dan positif. Hasil akademik yang tinggi merupakan cita-cita dan harapan sekolah yang dapat diwujudkan oleh guru sebagai faktor utama penentu proses pembelajaran. Kepala sekolah berkomitmen kuat terhadap pengembangan guru dengan mengembangkan kurikulum yang lebih berkualitas berdasarkan kebutuhan sekolah. Pencapaian Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Prestasi merupakan kompetensi yang diukur dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan berupa interaksi aktif antara subjek belajar dengan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi objek belajar dalam proses belajar mengajar untuk mencapai hasil keluaran atau tujuan pembelajaran. Faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan akademik adalah faktor yang berasal dari dalam diri sendiri . dan faktor luar diri . Selain kedua faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut, terdapat fasilitas pembelajaran (Salsabila & Puspitasari. Untuk mencapai hasil belajar siswa, selain guru, orang tua juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam memotivasi anaknya untuk mencapahasil belajar yang baik. Kesuksesan diciptakan oleh pembelajaran dan manajemen sekolah. Keberhasilan akademis di sekolah dinyatakan dalam nilai rata-rata ujian Siswa berhasil meraih juara dalam olimpiade matematika, olimpiade sains, dan lomba karya ilmiah. Menghasilkan hasil akademik berupa lomba mewarnai, pembacaan puisi, olah raga, terkoordinasi dengan baik dengan program pertanian untuk menumbuhkembangkan semangat gotong royong, kedisiplinan datang ke sekolah tepat waktu, toleransi dan saling menghargai guru. Asih & Artajaya . berpendapat bahwa manajemen kemahasiswaan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan pekerjaan yang dilakukan secara sistematis dalam suatu organisasi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien, sehingga pengelolaan kesiswaan menjadi hal yang sangat penting. dampak positif dan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dan tidak terjadi JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi tumpang tindih atau pemborosan waktu dalam proses pengelolaan siswa di Simpulan Hasil penelitian mengenai peran Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar UPTD SDN Longkek 1 menunjukan bahwa terdapat beberapa peran yang telah diterapkan oleh Kepala Sekolah. Di antara peran tersebut adalah, pertama. Kepala Sekolah sebagai pendidik, terbukti dengan cara meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan dorongan, dan nasehat kepada para guru. Kedua. Kepala Sekolah sebagai manajer, hal ini terlihat dari cara Kepala Sekolah memberdayakan Tenaga Kependidikan melalui Kerjasama, memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan profesinya. Ketiga. Kepala Sekolah sebagai administrator dengan cara menggerakkan peningkatan kinerja guru. Pimpinan sekolah memerlukan cara pandang, visi-misi dan wawasan yang luas serta serta kemampuan profesional yang sesuai dalam merencanakan dan mengorganisasikan, melaksanakan dan memantau pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kepala Sekolah diantaranya melengkapi adminstrasi dan mengontrol kelengkapan KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. bertanggung jawab atas kesiswaan, keuangan, sarpras, humas, pengecekan rutin perpustakaan dan laboratorium. kelengkapan administrasi sekolah dan laporan kegiatan. adminstrasi dalam kurikulum. Keempat. Kepala Sekolah sebagai supervisor. Kelima. Kepala Sekolah sebagai pengawas dengan melakukan penyusunan program supervisi pendidikan disekolah. melakukan kontrol terhadap kegiatan belajar mengajar, melakukan kontrol terhadap perangkat pembelajaran di sekolah, memanfaatkan hasil supervisi yang telah terlaksana. Keenam. Kepala Sekolah sebagai Leader. Ketujuh Kepala sekolah sebagai motivato, hal ini dibuktikan dengan pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, dan penghargaan. Sedangkan pencapaian Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan terlihat dari Prestasi yang mana merupakan kompetensi yang diukur dengan pengetahuan, kesuksesan yang diciptakan oleh pembelajaran dan manajemen sekolah, serta dampak positif yang berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Daftar Pustaka