FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L. ) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Mayang Ramadani. Sapri*. Murtiyana Sari* Universitas Mulia Email: mayangramadani3@gmail. Abstrak Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami adalah kulit bawang merah. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu (True Experimental Researc. dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Jenis penelitian ini merupakan salah satu jenis desain eksperimen yang digunakan untuk mengamati pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan untuk menilai efek intervensi. Hasil formulasi sediaan hand body lotion dengan ekstrak terpurifikasi menghasilkan tiga formula dengan konsentrasi berbeda, yaitu konsentrasi 0,005% (F. , konsentrasi 0,025% (F. , dan konsentrasi 0,05% (F. Hasil uji antioksidan menghasilkan persen inhibisi di atas 50% pada konsentrasi rendah . sudah menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup baik. Pada konsentrasi 0,25% dan khususnya 0,50%, persen inhibisi mendekati atau melebihi 85%, yang berarti ekstrak tersebut mempunyai potensi antioksidan yang tinggi. Keywords: Allium cepa L. Antioksidan. Hand Body Lotion. Quercetin Abstract One plant that has the potential to be used as a natural antioxidant is red onion skin. This type of research is a quasi-experimental study with a Pretest-Posttest Control Group Design. This type of research is one of the experimental designs used to observe measurements before and after treatment to assess the effects of the intervention. The results of formulating hand body lotion with purified extract produced three formulas with different concentrations: 0. 005% (F. , 0. 025% (F. , and 0. 05% (F. The antioxidant test results showed an inhibition percentage above 50% at low concentrations . , indicating good antioxidant activity. concentrations of 0. 25% and especially 0. 50%, the inhibition percentage approached or exceeded 85%, which means the extract has high antioxidant Keywords: Allium cepa L. Antioxidants. Hand Body Lotion. Quercetin Pendahuluan Antioksidan merupakan senyawa yang menanggulangi radikal bebas terutama dapat meregenerasi kulit dan menghilangkan kerutan akibat penuaan dini. Terdapat dua macam antioksidan menurut jenisnya, yaitu antioksidan sintetik dan alami (J. Rohmah Antioksidan berasal dari hasil sintesis secara kimia disebut dengan antioksidan Sedangkan antioksidan yang diperoleh dari hasil ekstraksi bahan alam yang berpotensi menangkap radikal bebas disebut dengan antioksidan alami. Penggunaan antioksidan sintetik seperti BHT . utylated hydroxytoluen. , asam benzoat. BHA . utylated hydroxyanisol. , dan TBHQ . pada berbagai produk kosmetik, obat, makanan maupun minuman, dapat memberikan efek toksik dan (Rohmah,2. Hasil menunjukkan bahwa BHT dan BHA jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan tumor dan kerusakan hati pada hewan uji (Rohmah, 2. Upaya untuk menghindari efek samping tersebut dengan penggunaan antioksidan alami (Rohmah. Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami adalah kulit bawang merah. Kulit bawang merah (Allium cepa L. ) merupakan limbah pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu flavonoid golongan polifenol (Rahayu et al. Senyawa bioaktif utama kulit bawang merah adalah rutin, quercetin, dan glikosida Quercetin merupakan senyawa utama pada kulit bawang merah, sedangkan quercetin-4-glucoside merupakan senyawa utama pada umbinya (Yovita et al, 2. Kuersetin memiliki aktivitas farmakologi terhadap kulit seperti, antioksidan, antibakteri, anti-melanogenesis (Sapri et al. , 2. , antikusam, anti-aging (Nugrahani et al. disebabkan oleh berbagai rangsangan, termasuk radiasi UV, anti-alergi, atau kontak dengan bahan kimia yang menyebabkan iritasi, serta efek menenangkan kulit dan meredakan peradangan atau sensitivitas pada kulit (Ansary et al. Untuk memanfaatkan ekstrak terpurifikasi dari ekstrak kulit bawang merah sebagai antioksidan dalam sediaan hand and body lotion maka perlu dilakukan penelitian 0mengenai formulasi sediaan hand and body Hand and body lotion memiliki keuntungan yaitu nilai estetika yang cukup tinggi dan tingkat kenyamanan dalam penggunaan yang cukup baik. Disamping itu, sediaan lotion sebagai pelembut kulit menurut United States Pharmacopeia . adalah sediaan cair atau semi-cair yang biasanya mengandung air, minyak, dan agen pengemulsi yang bekerja untuk menjaga kelembapan kulit dan melindungi dari iritasi (The United States Pharmacopeial Convention Berdasarkan latar belakang di atas perlunya dilakukan penelitian tentang formulasi dan uji stabilitas hand body lotion dengan menggunakan ekstrak terpurifikasi kulit bawang merah (Allium cepa L. ) sebagai Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu (True Experimental Researc. dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Jenis penelitian ini merupakan salah satu jenis desain eksperimen yang digunakan untuk mengamati pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan untuk menilai efek intervensi. Hasil dan Pembahasan Pembuatan Ekstrak Terpurifikasi Kulit Sediaan Hand Body Lotion bawang merah Pembuatan formulasi sediaan hand body lotion dengan ekstrak terpurifikasi kulit bawang merah (Allium Cepa L) dibuat dalam volume 100 ml untuk setiap sediaan, menghasilkan konsentrasi berbeda, yaitu konsentrasi 0,005% (F. , konsentrasi 0,025% (F. , dan konsentrasi 0,05% (F. Hasil penelitian menunjukkan lotion yang dihasilkan bersifat homogen dan stabil, serta tidak menunjukkan adanya iritasi. Evaluasi Sediaan Hand Body Lotion Uji Organoleptis Uji ini dilakukan menggunakan alat indra dengan mengamati sediaan meliputi bentuk, warna, dan bau sediaan. Hasil rata-rata dari uji organoleptis di tunjukkan pada tabel dibawah Parameter Bentuk Warna Aroma Formula Hasil Semi solid Semi solid Semi solid Putih kekuningan Putih jingga Putih merah bata khas ol. khas ol. khas ol. Uji Hedonik Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan kepuasan pengguna terhadap produk lotion yang diformulasikan. Uji Homogenitas Uji memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan tercampur secara merata. Hasil rata-rata dari uji homogenitas di tunjukkan pada tabel berikut : Uji pH Derajat keasaman . H) digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu sediaan, yang penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penggunaan, terutama pada kulit. Hasil rata-rata uji pH dapat dilihat dalam tabel berikut. Rentang pH 4,5Ae8,0 dianggap optimal agar lotion tidak menyebabkan iritasi, gatal, atau kulit kering. pH ini juga relatif netral sampai sedikit basa ringan, yang membantu menjaga pemakaian (Hi Saraha et al. , 2. Uji Viskositas Uji viskositas pada lotion berfungsi untuk mengetahui tingkat kekentalan dan sifat alir sediaan lotion, yang sangat penting untuk menjamin kualitas, kenyamanan, serta efektivitas produk saat diaplikasikan pada Lotion dengan viskositas yang optimal mudah dioleskan dan menyebar rata tanpa rasa lengket berlebih. Viskositas yang sesuai membantu lotion menempel lebih lama sehingga zat aktif dalam lotion dapat diserap dengan optimal. Uji Daya Lekat Syarat waktu daya lekat untuk sediaan topikal, harus minimal 4 detik (Vinaeni et al. Uji Daya Sebar Pengujian ini bertujuan mengetahui kemampuan lotion untuk menyebar secara merata di permukaan kulit saat digunakan. Daya sebar yang baik akan memudahkan aplikasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu efikasi distribusi zat aktif pada area kulit yang lebih luas (Anwar et al, 2. Berdasarkan SNI 16-3499-1996, rentang daya sebar lotion yang ideal adalah 5Ae7 cm. Daya sebar dalam rentang ini dianggap cukup untuk memudahkan aplikasi, tanpa membuat tekstur terlalu cair atau terlalu kental. 50 gr 6 cm 5,1 cm 5,9 cm 6,3 cm 5,77A0,61 cm 5 cm Beban . Rata-rata A SD 150 gr 6,3 cm 7,3 cm 6,53A0,68 cm 5,7 cm 6,1 cm 5,6 A 0,56 cm Uji Tipe Emulsi Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah lotion tergolong emulsi minyak dalam air (M/A) atau air dalam minyak (A/M). Mayoritas lotion modern menggunakan tipe emulsi minyak dalam air (M/A) karena tekstur lebih ringan, mudah dibersihkan dengan air, lebih nyaman dan tidak terlalu lengket saat digunakan, mendukung penyerapan bahan aktif berbasis air maupun minyak (Widyasanti et al. , 2. Formula hand body lotion Warna Biru Merata Biru Merata Biru Merata Uji Tipe Emulsi M/A M/A M/A Uji Antioksidan Uji antioksidan pada lotion bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan lotion tersebut memiliki kemampuan menangkap atau menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel kulit. Dengan kata lain, tujuan uji ini adalah untuk mengukur potensi antioksidan lotion sebagai pelindung kulit dari kerusakan Dari data ini, terlihat adanya peningkatan persen inhibisi seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dari 0,05% menjadi 0,25% dan 0,50%. Persen inhibisi di atas 50% pada menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup baik. Pada konsentrasi 0,25% dan khususnya 0,50%, persen inhibisi mendekati atau melebihi 85%, yang berarti ekstrak tersebut mempunyai potensi antioksidan yang Persen inhibisi pada uji antioksidan berfungsi sebagai parameter utama untuk menunjukkan kemampuan quercetin atau lotion dalam menghambat atau menangkap radikal bebas. Semakin tinggi persen inhibisi, semakin besar kapasitas antioksidan sampel dalam menetralkan radikal bebas (Senja et al. Kesimpulan Lotion dengan ekstrak kulit bawang merah memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dengan peningkatan persen inhibisi radikal bebas seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, menunjukkan potensi perlindungan kulit dari Semua menunjukkan homogenitas yang baik, pH dalam rentang aman dan nyaman untuk kulit, serta viskositas, daya lekat, dan daya sebar yang memadai. Formula 3 menunjukkan keunggulan dalam menangkal radikal bebas karena kandungan ekstrak quercetin yang lebih tinggi. Persen inhibisi sebesar 88,97% menandakan kemampuan antioksidan yang sangat kuat, di mana formula ini mampu menghambat aktivitas radikal bebas DPPH secara efektif. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Mulia yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk fasilitas, pendanaan, maupun bantuan lain yang diselesaikan dengan baik. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dalam penelitian maupun penulisan artikel ini. Daftar Pustaka