Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 INTERAKSI SEORANG MUSLIMAH DENGAN TUHAN DALAM NOVEL TUHAN. IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! KARYA MUHIDIN M. DAHLAN: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Dzar Al Banna Prodi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta albanna@muhammadiyah. ABSTRAK: Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! adalah salah satu novel yang mengangkat konflik batin dan persoalan psikologis dari tokoh utama, yakni Nidah Kirani. Untuk mengetahui konflik tokoh utama dalam interaksi tokoh utama Penelitian ini menggunakan pendekatan atau tinjauan Psikologi Sastra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan, dialog-dialog, seting dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur!. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan Psikologi Sastra. Hasil analisis dari penelitian ini adalah menjelaskan struktur novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! mulai dari plot, alur, penokohan, dan latar. Kemudian menganalisis interaksi tokoh utama sebagai seorang muslimah dengan Tuhannya dengan penggambaran kondisi kejiwaan tokoh Nidah Kirani akan dijabarkan melalui tiga proses yang dialami oleh jiwa seseorang, yang mencakup: proses menerima rangsangan, proses berpikir, dan proses berperasaan. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh utama memiliki konflik batin psikologis yang sangat kuat terhadap dirinya dalam menghadapi KATA KUNCI: interaksi. konflik batin. ABSTRACT: Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! it is one of the novels that raised the inner conflict and psychological problems of the main character. Nidah Kirani. To find out the conflict of key figures in the interaction of the main figure This research uses an approach or review of Literary Psychology. This research uses qualitative research that is descriptive of data in this study in the form of quotations, dialogues, setting in Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! The data collection method used in this study is the library study. The approach used is a review of Literary Psychology. The results of the analysis of this study are e plaining the structure of Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! ranging from plots, grooves, characters, and backgrounds. Then analyze the interaction of the main character as a Muslim with his Lord with a depiction of the psychiatric condition of the Kirani Nidah figure will be described through three processes e perienced by oneAos soul, which include: the process of receiving stimuli, thinking process, and feeling process. From the results of this study concluded that the main character has a very strong psychological inner conflict against her in the face of reality. KEYWORDS: interaction. woman moeslim. inner conflict. Diterima: 10 -06 -2025 Direvisi: 21 -06- 2025 Disetujui: 22-07 -2025 Dipublikasi: 01- 08- 2025 Pustaka : Al Banna. Dzar. AuInteraksi Seorang Muslimah Dengan Tuhan Dalam Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan: Tinjauan Psikologi SastraAy. Frasa : Jurnal bahasa, sastra dan pengajarannya DOI : 10. 36232/frasaunimuda. PENDAHULUAN Karya sastra seperti novel merupakan salah satu ragam prosa di samping puisi dan drama, di dalamnya terdapat peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokohnya secara sistematis serta terstruktur. Hal ini sejalan dengan pemikiran Sudjiman . 8, hlm. yang menyatakan bahwa prosa rekaan yang panjang adalah novel, menyuguhkan tokohtokoh, dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latar belakang secara terstruktur. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 antara karya sastra yaitu puisi dan drama, novellah yang dianggap paling dominan dalam menampilkan unsur-unsur sosial. Alasan yang dapat dikemukakan di antaranya: . novel menampilkan unsur-unsur cerita yang paling lengkap, memiliki media yang paling luas, menyajikan masalah-masalah kemasyarakatan yang paling luas, . bahasa novel cenderung merupakan bahasa sehari-hari, bahasa yang paling umum digunakan dalam masyarakat (Kutha Ratna, 2004, hlm. Dalam menganalisis karya sastra jenis novel tidak terlepas dari unsur pembangun karya sastra yakni intrinsik berupa tema, tokoh, penokohan dan sebagainya. Pada novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan menampilkan aspek penokohan berupa watak dan perilaku yang berkaitan dengan kejiwaan dan pengalaman psikologis yang dialami. Ilmu yang mengkaji aspek kejiwaan dalam karya sastra adalah psikologi sastra (Jumroh, 2. Novel sebagai bahan objek penelitian bukan hal yang asing lagi bagi dunia Di Indonesia sendiri banyak novel terkenal seperti novel Salah Asuhan. Siti Nurbaya. Belenggu. Atheis, dan lain sebagainya menjadi bahan penelitian kemudian menjadi bahan kritik sastra dari para pembacanya. Novel dengan berbagai aspek psikologi sastra, sosiologi sastra dan apresiasi dari pembaca juga merupakan ketertarikan peneliti untuk menjadikan novel tersebut menjadi bahan objek penelitian baik skripsi, tesis dan Novel yang berceritakan tentang perempuan dan pengarang perempuan jumlahnya sudah cukup banyak. Seperti sesudah era kemerdekaan misalnya pengarang dengan nama Arti Purbani yang mengawali periode saat itu lewat novelnya berjudul Widyawati . Pengarang-pengarang wanita lainnya yaitu: Luwarsih. Pringgoadisuryo. Titis Basino. Th. Sri Rahayu Prihatmi. Haryati Subadio. Marianne Katoppo, dan lain-lain. Secara keseluruhan tema novel-novel pengarang wanita masih berkisar pada persoalan dirinya sendiri, masalah wanita yang diceritakan dan diselesaikan oleh tokoh wanita memang masih bermunculan. Tahun 1998 terjadi perubahan dengan munculnya novel Saman oleh Ayu Utami. Dewi Lestari dengan Supernova . dan novel fenomenal yaitu Nayla . oleh Djaenar Maesa Ayu yang mengupas seks secara vulgar (Mahayana, 2008, hlm. Penulis memilih novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan . sebagai objek penelitian karena novel ini mengungkapkan aspek psikologis sastra yang kuat pada seorang perempuan. Apalagi perempuan dalam novel ini digambarkan sebagai perempuan baik-baik dengan iman yang tinggi berubah menjadi perempuan liar dan melanggar aturan agama. Ia mencoba berdialog dengan Tuhannya karena ia merasa doa dan perbuatan baiknya selama ini tidak pernah didengar maka ia mencoba dengan cara lain yaitu melanggar aturan-aturan agama. Penulis juga ingin mengetahui bagaimana cara berinteraksi tokoh tersebut dengan Tuhannya. Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan selain terdapat aspek psikologis juga terdapat aspek religius dan banyak penyimpanganpenyimpangan di dalamnya. Novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin Dahlan merupakan cetakan ketiga belas p ada Juli 2008, sedangkan cetakan pertama Oktober 2003 hanya dalam waktu lima tahun banyak pembaca yang menyukai novel ini. Selain banyak yang menyukai, banyak juga terjadi perdebatan dalam masyarakat karena membawa agama Islam dalam perspektif buruk di novel ini. Muhidin M. Dahlan adalah sastrawan kelahiran Sulawesi Tengah yang merupakan pengarang novel ini sendiri sudah banyak melahirkan karya-karyanya dalam bidang Muhidin M. Dahlan dalam sastra Indonesia dikenal sebagai penulis novel populer. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Karya-karya yang sudah ditulisnya yaitu: Kabar Buruk dari Langit. Terbang bersama Cinta. Adam dan Hawa. Jalan Sunyi Seorang Penulis, dan masih banyak lagi. Dari latar belakang tersebut maka penulis menjadikan novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! ini sebagai bahan kajian atau objek penelitian untuk menambah wawasan dan khazanah penelitian sastra. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menghimpun data-data berupa kutipan, dialog, dan seting dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan. Dalam menganalisis, penelitian ini menggunakan sumber data novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan yang dicetak dan diterbitkan tahun 2008. Metode studi pustaka menjadi metode pengumpulan data-data literatur pada penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini ada beberapa langkah penting yang dilakukan yakni: menganalisis novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan secara intensif dan cermat dalam memahami dan mencari makna isi novel tersebut. melakukan penguraian dan memaknai interaksi tokoh seorang muslimah yakni Nidah Kirani sekaligus pelacur dengan Tuhannya dalam Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! berdasarkan sekuel kejadian atau peristiwa cerita. Selanjutnya, penulis menyimpulkan hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Struktur Sebelum meninjau langsung analisis psikologi sastra novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan, berikut dijelaskan unsur-unsur struktur yang membangun dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan meliputi: Tema Tema dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! ini merupakan tema kontroversial dalam konteks judul ini tema yang ditemukan adalah AuMengambil keputusan hidup yang salahAy, tema tersebut didapatkan karena dengan memutuskan untuk bergabung dengan AuJemaah Daulah IslamiyahAy ajaran Islam garis keras dan dilegalkan oleh pemerintah. Akhirnya Nidah Kirani tokoh utama novel ini berubah dengan Ia membenci Tuhan dan imannya sehingga hidupnya pun ia rusak sendiri. Berikut kutipannya: AuDaulah Islamiyah di Indonesia yang telah melukai nalar sekaligus menghancurkan imanku kepada agama dan TuhanAy (Dahlan, 2008, hlm. Plot Secara keseluruhan plot yang digunakan dalam novel ini berdasarkan kriteria urutan waktu adalah tahap awal-tengah-akhir karena plot tersebut progresif . urus, maj. dan bersifat kronologis. Berdasarkan kriteria urutan waktu plot dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan adalah plot tunggal, karena hanya mengembangkan sebuah cerita yang didominasi oleh tokoh utama yaitu Nidah Kirani. Berdasarkan kriteria kepadatan termasuk plot longgar karena pergantian peristiwa demi peristiwa penting yang satu dengan yang lain diselai oleh berbagai peristiwa tambahan atau berbagai pelukisan tertentu seperti penyituasian latar dan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 suasana, yang semuanya itu dapat memperlambat ketegangan cerita (Nurgiyantoro, 2007. Penokohan . Nidah Kirani, yang terkadang dipanggil Nidah atau Kiran ini adalah tokoh utama dan memiliki karakter tokoh yang kompleks, awalnya ia seorang tokoh yang protagonis kemudian menjadi antagonis. Fisiologis: tidak dijelaskan secara langsung bagaimana fisik Nidah Kirani secara rinci namun, dalam cerita ia banyak disukai para pria artinya dia cantik. memiliki tubuh yang indah (Dahlan, 2008, hlm. Sosiologis: Seorang wanita yang merantau dari Wonosari ke Yogyakarta untuk kuliah di Kampus Barek D3 Pariwisata dan melanjutkan kuliah di Kampus Matahari Terbit jurusan Hubungan Internasional. Berusia kurang lebih delapan belas sampai dua puluh tahunan ke atas . idak disebutkan berapa usianya ditafsirkan dari usia anak kuliaha. Ia anak bungsu dari tiga bersaudara kakak pertamanya berada di luar negeri tepatnya di Los Angeles bersama suaminya. Awalnya ia tinggal di pondok Ki Ageng kemudian pindah ke Pos Jemaah ketika mengikuti Jemaah Daulah Islamiyah, organisasi Islam dengan aliran keras atau Setelah keluar ke Pos Gamping dan masih wilayah Yogyakarta. Psikologis: Menurut Ibunya ia seseorang yang pemarah dan penyendiri. Berbeda dengan pandangan Ayahnya ia seorang yang jahil suka mengganggu dan senang bergaul dengan siapa saja, menurut sahabat kecilnya jika orang tidak mengenalnya ia seorang yang arogan, namun baik hati dan solider (Dahlan, 2008, hlm. Ibunya juga tidak menyangka ia bisa berubah karena sebelumnya ia anak nakal, badung dan tidak suka dipaksa-paksa untuk salat atau mengaji (Dahlan, 2008, hlm . Menurut penulis. Nidah memiliki tokoh yang kompleks dan berubah-ubah. Ketika memutuskan untuk berjilbab dan mendalami agama, ia orang yang penurut, suka Ia menyukai hal-hal baru dalam hidupnya namun juga pembosan, cepat terpengaruh, suka menolong, dan penyemangat. Ketika ia mengetahui bahwa telah dikhianati oleh organisasi yang ia jalani dan ia merasa patah hati sekaligus kecewa ia menjadi orang yang dipenuhi kegelapan yaitu menjadi nekat, pemarah, keras dan pendendam termasuk kepada Tuhannya. Rahmi, adalah tokoh tambahan yang merupakan sahabat Nidah Kirani yang Fisiologis: tidak dijelaskan bagaimana fisik dari Rahmi yang jelas ia adalah seorang wanita yang berhijab Sosiologis: wanita yang berusia kurang lebih delapan belas sampai dua puluh tahunan ke atas . idak disebutkan berapa usianya ditafsirkan dari usia anak kuliahan karena sahabat Kira. Rahmi berasal dari Bandung dan kuliah dan pondok di tempat yang sama dengan Kiran. Psikologis: AuRahmi, yang menjadi kawan cakapku di Pondok Ki Ageng, memang seorang Muslimah yang taat beribadah. Dari gerak-geriknya, aku melihat ada pembawaan yang lain dari teman-teman putriku yang lain yang selama ini Ia tidak banyak bergaya, bersolek sebagaimana perempuan lazimnya. Hidupnya pun sederhana. Apa yang diucapnya itu juga yang dilakukannyaAy (Dahlan, 2008, hlm. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Kutipan di atas menyebutkan kurang lebih ciri psikologis dari tokoh Rahmi, ia seorang yang peduli, baik hati dan lemah lembut. Dahiri, adalah tokoh tambahan yang mempengaruhi Kiran untuk mengikuti organisasi Islam yang keras itu sebenarnya tujuan dan niat untuk memperdalam agama baik namun, caranya yang salah. Secara umum Dahiri sosok tokoh protagonis. Fisiologis: Tidak dijelaskan bagaimana fisik dari Dahiri yang jelas dia adalah seorang pria yang aktif dalam sebuah forum. Sosiologis: Pria yang berusia kurang lebih dua puluh tahunan ke atas . idak disebutkan berapa usianya ditafsirkan dari usia anak kuliahan lebih tua sedikit dari Kiran karena memanggil dengan sebutan AuMasAy, kuliah di Kampus Barek Yogyakarta. Fakultas Hukum. Psikologis: Pintar, suka mempengaruhi orang lain, dan kritis pemikirannya. Sugi, tidak jauh berbeda dengan Dahiri ia adalah tokoh tambahan yang mempengaruhi Kiran untuk mengikuti organisasi Islam yang keras itu sebenarnya tujuan dan niat untuk memperdalam agama baik namun, caranya yang salah. Secara umum Sugi sosok tokoh protagonis. Fisiologis: Tidak dijelaskan bagaimana fisik dari Sugi yang jelas dia adalah seorang pria. Sosiologis: Pria berusia kurang lebih dua puluh tahunan ke atas . idak disebutkan berapa usianya ditafsirkan dari usia anak kuliahan lebih tua sedikit dari Kiran karena memanggil AuMasAy, kuliah di Kampus Barek Yogyakarta. Psikologis: Pintar berkata-kata sehingga menarik apa orang lain apa yang ia katakan retorika dan mudah mempengaruhi orang lain (Dahlan, 2008, hlm. Auliah, teman satu kamar Kiran dalam Pos Jemaah Fisiologis: AuKetika pertama kali bertemu dengannya, berloncatan kesan di benakku, wah cantik juga ini perempuan, suaranya lembut, aura dari wajahnya meronakan Aku kagum. Ia sangat perhatian. Kuliah di Kampus Ungu. Tubuhnya kecilAy (Dahlan, 2008, hlm. dan berjilbab pendek dan modis. Sosiologis: Wanita yang berusia kurang lebih dua puluh tahunan ke atas . idak disebutkan berapa usianya namun, dapat ditafsirkan dari anak kuliahan karena merupakan sahabat Kira. Auliah kuliah di Kampus Ungu Yogyakarta tinggal di Pos Jemaah. Psikologis: Perhatian, bersifat keibuan, peduli dan jika diajak debat tidak suka karena pengetahuannya dalam keagamaan kurang. Hudan, teman Kiran di Kampus Matahari Terbit. Fisiologis: Seorang pria dengan tubuh jangkung dan dagu ditumbuhi rambut. Sosiologis: Pria yang berusia kurang lebih dua puluh tahunan ke atas . idak disebutkan berapa usianya ditafsirkan dari usia anak kuliaha. kuliah di Kampus Matahari Terbit yang sama dengan Kiran. Seorang pengedar narkoba. Psikologis: Ia tidak mempengaruhi Kiran untuk memakai namun. Kiran memaksanya jadi ia merasa aneh dan heran. Ia hanya mengedar narkoba pada . Raniman, sahabat sekaligus teman jalanan Kiran. Fisiologis: Seorang pria tidak disebutkan bagaimana ciri fisiknya Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Sosiologis: Pria yang berusia sebaya dengan Kiran merupakan teman jalanan, perokok, suka begadang dan nongkrong tiap malam dan pemain band. Psikologis: Mempengaruhi Kiran untuk merokok, begadang, nongkrong tiap malam di depan kampusnya sendiri dan banyak hal yang mempengaruhi Kiran yang negative. Daarul Rachim, teman Kiran dalam sebuah forum dan dia yang merampas kegadisan atau keperawanan Kiran, dari pertemuannya dengan Daarul inilah dia jadi hobi seks. Fisiologis: Seorang pria dan tampan. Sosiologis: Pria yang berusia sebaya dengan Kiran adalah Ketua Forum Studi Mahasiswa Kiri untuk Demokrasi, perokok. Psikologis: Pintar, ramah, murah senyum, radikal, kritis, pelindung perempuan termasuk Kiran namun, tidak setia dan kurang bertanggung jawab. Fuad Kumala, teman sekelas Kiran ia kehilangan perjakanya dengan Kiran dan ketagihan melakukan seks yang dilampiaskan ke sahabatnya dan hamil. Fisiologis: Seorang pria tidak dijelaskan ciri-ciri fisiknya. Sosiologis: Pria yang berusia sebaya dengan Kiran adalah teman sekelas Kiran di Kampus Matahari Terbit. Psikologis: Pendiam dan bertanggung jawab. Awaluddin, teman selingkuh atau teman tidur Kiran selama tiga kali dan dalam seminggu ditinggalkan Kiran. Fisiologis: Seorang Pria tidak dijelaskan ciri-ciri fisiknya. Sosiologis: Pria yang berusia sebaya dengan Kiran. Psikologis: Tidak setia, garang dan memiliki nafsu besar. Wandi, teman Kiran pada saat organisasi pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Islam (KMI). Pernah berpacaran namun, tidak melakukan seks karena Wandi mengetahui sifat Kiran. Fisiologis: Seorang pria yang menarik atau bisa dikatakan tampan. Sosiologis: Pria yang berusia sebaya dengan Kiran adalah seorang aktivis. Psikologis: Pintar, tegas, ucapannya dapat memukau banyak orang. Kusywo, seorang penyair yang mengajak tidur Kiran namun. Kiran menolak karena muak dengan kata-katanya. Fisiologis: Seorang pria yang menarik. Sosiologis: Pria yang berusia lebih tua dari Kiran karena Kiran memanggilnya AumasAy, seorang penyair Sufi. Psikologis: Orang yang munafik, tidak terlalu pintar . engetahuannya dengan agama kuran. namun pandai berkata-kata. Rahmanidas Sira, teman Kiran dan mengajak ke Gunung Merapi untuk menentang maut dan Tuhan. Dia juga teman tidur Kiran. Fisiologis: Seorang pria tidak tampan, tubuhnya kecil. Simak kutipan berikut: AuKurasai, tampannya tak selevel dan seranum dengan wajahku. Bodinya juga agak kerdil. Caranya menilai perempuan tak seluas omongannya dalam forum-forum diskusiAy (Dahlan, 2008, hlm. Sosiologis: Pria yang berusia sebaya dengan Kiran dan kuliah di Kampus Putih. Dari kecil sudah tinggal di pesantren, pengajar, dan penyiar radio. Berasal dari Sulawesi Tengah tepatnya Palu. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Psikologis: Pemalu, suka merayu Kiran, rela berkorban demi Kiran, kurang kritis, apa yang ingin dia dapatkan jika tidak terpenuhi maka dia tidak menyerah namun, pasrah juga dengan keadaan. Didi Eka Tanjung, kenal dengan Kiran karena diperkenalkan dengan anak jalanan dan masih teman satu kampus dengan Kiran. Dia juga pernah bermain seks dengan Kiran. Fisiologis: Seorang pria tidak dijelaskan ciri-ciri fisiknya. Sosiologis: Pria yang sebaya dengan Kiran adalah teman satu kampus juga di Kampus Matahari Terbit. Pria berasal dari Palembang. Psikologis: Memiliki sifat yang posesif dan pemarah. Pratomo Adhiprasojo atau Pak Tomo Fisiologis: Seorang pria tidak dijelaskan ciri-ciri fisiknya yang jelas sudah tua. Sosiologis: Pria yang usianya empat puluh tahun dan sudah memiliki istri ini adalah dosen Kiran di Kampus Matahari Terbit. Ia juga seorang germo yang menjadikan Kiran pelacur atas keinginannya sendiri. Psikologis: Mudah dipengaruhi pikirannya dengan rayuan wanita, tidak setia, dan memiliki hawa nafsu yang tinggi. Tuhan, dalam novel ini Tuhan selalu disalahkan oleh Kiran dan seolah-olah Tuhan jahat karena tidak menuruti semua yang sudah dilakukan Kiran. Tokoh sampingan yang hanya sekilas dan tidak secara mendetil diceritakan adalah Sardi. Salimah. Rahdina. Astuti. Eyang Wirjo. Saudara Kiran. Orangtua Kiran. Riana. Yogi. Lilis. Winda. Meli. Lastri. Rudi. Titi. Rahma, dan Nurirati. Latar Latar tempat: Yogyakarta karena disebutkan nama Yogyakarta seperti: Gamping. Kaliurang. Pantai Parangtritis. Kalisat (Merap. Umbulharjo. Malioboro. Gedong Kuning. Wates. Wonosari, dan Jakarta, namun lebih dominan diceritakan di Yogyakarta. Latar waktu: sekitar tahun 2003. Tinjauan Psikologi Sastra Tinjauan Psikologi sastra ialah suatu disiplin ilmu yang memandang sebuah karya sastra sebagai suatu karya yang memuat peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang diperankan oleh tokoh-tokoh faktual (Austin and Wellek, 1993, hlm. Dengan pendekatan Psikologi sastra, tokoh utama dalam sebuah karya sastra kita dapat mengetahui fenomena kejiwaan ketika merespons atau bereaksi terhadap diri dan lingkungannya, artinya gejala kejiwaan pada tokoh utama dapat kita ungkap (Siswantoro, 2016, hlm. Faktor psikologis merupakan salah satu faktor dari banyak faktor dalam hubungannya dengan kondisi kejiwaan seseorang. Kondisi psikologis yang bisa merasakan senang dan tidak senang ini sangat berperan dalam menentukan kesehatan jiwa, cara berpikir serta tingkah laku seseorang. Jika kondisi kejiwaan seseorang telah terbentuk, maka terciptalah kepribadian. Kepribadian adalah semua kualitas pribadi yang membuat orang berbeda satu sama lainnya. Selain itu kepribadian juga merupakan kualitas umum tingkah laku seseorang yang dipengaruhi oleh AuhatiAy. Hal tersebut tidak mewarisi hati ini dari kepribadiannya, tetapi berkembang dengan cara yang didapat dari perlakuan orang-orang lain sejak ia dilahirkan. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Terkait dengan analisis novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur!, karya Muhidin M. Dahlan penggambaran kondisi kejiwaan tokoh Nidah Kirani akan dijabarkan melalui tiga proses yang dialami oleh jiwa seseorang, yang mencakup: proses menerima rangsangan, proses berpikir, dan proses berperasaan. Proses Menerima Rangsangan Pada novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! tokoh Nidah secara sosial dinyatakan mampu menerima rangsangan yang datang dari luar, hal tersebut nampak pada AuSaya punya pengajian yang mengajarkan hal-hal yang demikian, kamu mau ikut Kiran?Ay tanpa pikir panjang aku langsung menyanggupi untuk ikut pengajian itu karena hidupku ingin berubah. Aku ingin membersihkan jiwaku dari segala kekotoroan di dunia ini sebagaimana sebelumnya. Ay (Dahlan, 2008, hlm. AuAku tidak suka kehadiran kupu-kupu itu di hadapanku. Kupu-kupu hanya memperlihatkan keindahan yang melenakan. Warna bulunya yang menyilaukan memberi rangsangan tipuan. Keindahannya terlampau meta. Aku sebetulnya lebih suka pada kalong. Aku suka hitam bulunya. Ay (Dahlan, 2008, hlm. Kutipan-kutipan di atas menunjukkan bahwa tokoh Nidah dapat bereaksi, sehingga timbul reaksi pada Nidah karena adanya rangsangan sosial dan fisik dari luar. Tanggapan Pada novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan melalui penuturan tokoh Nidah, secara kejiwaan dilaksanakan Nidah mampu menunjukkan bahwa ia dapat memberikan tanggapan terhadap berbagai peristiwa yang Hal tersebut membuatnya mampu pula menceritakan secara rinci berbagai pengalaman terutama yang melibatkan dirinya, maupun orang-orang yang ada di Nidah juga menceritakan pendapat dan hasil-hasil pemikirannya tentu hal ini diperkuat dengan melihat usia Nidah yang masih tergolong remaja ke dewasa karena usianya melalui tahap generalisasi yaitu seseorang yang menginjak usia enam belas tahun ke atas sudah tidak lagi berminat pada hal-hal praktis saja tapi juga berminat untuk menemukan konsep-konsep abstrak dengan menganalisis suatu fenomena. Dengan menganalisis fenomena mereka berusaha menemukan dan merumuskan penyebab utama fenomena itu yang kadang mengarah ke pemikiran filsafat untuk menentukan keputusankeputusan moral (Gunarsa, 1985, hlm. Terlihat pada kutipan berikut: AuKenapa sih Jemaah pecah. Kalau pecah kan ada alasannya. Kenapa kita tidak boleh tahu alasannyaA. Dalam konsep kepemimpinan Islam kan perselisihan apa pun tak layak diselesaikan dengan memecah diri dengan membuat kelompok baru. Kukira, usaha mereka yang menyempal dan membuat shaf sendiri itu jelas dilarang oleh IslamAy (Dahlan, 2008, hlm. Proses Berpikir Dalam hal ini terdapat empat proses berpikir yang harus dilalui, yakni: pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, pembentukan keputusan dan pembentukan . kesimpulan (Sujanto, 2004, hlm. Pembentukan Pengertian Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Pengertian menurut pembentukannya yaitu: Pengertian Pengalaman Pengertian pengalaman artinya pengertian itu terbentuk dari pengalamanpengalaman yang terjadi berturut-turut. Dalam hal ini, tokoh Nidah mengerti tentang lingkungan yang sering dia temui, khususnya tempat dia di mana dia Pengalaman yang terjadi pada tokoh Kiran terdapat pada kutipan berikut: AuMasjid Tarbiyah Yogyakarta di pagi hari. Aku baru saja turun dari bus kota ketika di hamparan halamannya luas dan berdebu kulihat perempuanperempuan berjubah besar berjalan berombongan menuju pelataran masjidAy (Dahlan, 2008, hlm. AuTiga bulan aku berdakwah di Pondok, tapi hasilnya tetap nihil. Kuakui, gerakku di pondok tidak leluasa. Sebab sejak awal aku memang sudah tak Maka aku pun memantapkan diri meninggalkan Pondok Ki Ageng dan menuju Pos JemaahAy (Dahlan, 2008, hlm. AuWonosari, kampung di atas bukit kota Yogyakarta. Di sanalah aku dibesarkan, ditumbuhkan, dipenuhkanAy (Dahlan, 2008, hlm. AuTepat jam 10. 00 kami mulai naik. Kami menyusuri Kali Sat, tempat mengalirnya lahar, dengan tanpa peta tanpa pembekalan yang secukupnya layaknya seorang pendakiAy (Dahlan, 2008, hlm. Pengertian Kepercayaan Pengertian kepercayaan artinya pengertian itu terbentuk dari kepercayaan. Dalam hal ini tokoh Nidah memberikan kepercayaannya dengan organisasi, agama dan Tuhan. Berikut kutipannya: AuAku harus bersihkan diriku sebersih-bersihnya karena aku sedang dalam tahap memasuki sebuah Gerakan suci yang punya misi mulia menegakkan Daulah Islamiyah di bumi IndonesiaA tak pernah kuduga bahwa aku adalah salah satu nantinya yang bekerja menyelamatkan akidah umat Islam IndonesiaAy (Dahlan, 2008, hlm. AuDi pondok, setelah prosesi pembaiatanku usai, aku benar-benar menjalani kehidupan sufi. Ya aku menjalani ritus sufi setelah hijrahku dari Mekah ke Madinah. Mekkah adalah masa silamku yang beragama secara tidak benar, setengah kafir setengah Islam, dan kini aku sudah menapaki langkah dalam alam Madinah, yakni usaha-usaha membangun pemerintahan Islam yang diwujudkan dalam bentuk DaulahAy (Dahlan, 2008, hlm. Proses Berperasaan Berikut akan dijelaskan mengenai proses berperasaan dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan khususnya menyangkut perasaan tokoh utama Nidah, yang meliputi: Perasaan Senang dan Tidak Senang Perasaan senang yang dialami tokoh Nidah yaitu pada kutipan: Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 AuAku lihat di serambi masjid sudah penuh, tapi belum terlampau sesak. Kebanyakan Jemaah putri. Masih muda-muda seperti dari wajah-wajah mereka nampak rona keteduhan yang sulit kudapatkan di tempat-tempat yang lain. Aku betul-betul terkesima dibuatnyaAy (Dahlan, 2008, hlm. Perasaan tidak senang yang dialami tokoh Kiran, yaitu pada kutipan: AuAku tidak suka kehadiran kupu-kupu itu di hadapanku. Kupu-kupu hanya memperlihatkan keindahan yang melenakan. Warna bulunya yang menyilaukan memberi rangsangan tipuan. Keindahannya terlampau meta. Aku sebetulnya lebih suka kepada kalong. Aku suka hitam bulunya. Ay (Dahlan, 2008, hlm. Perasaan Kuat dan Tidak Kuat Perasaan kuat yang dialami tokoh Nidah yaitu pada kutipan: AuAku punya kekuatan argumentatif untuk menarik orangAy (Dahlan, 2008, hlm. Perasaan tidak kuat yang dialami tokoh Nidah yaitu pada kutipan: AuAku sadar bahwa aku sangat lemat untuk menghela terjangan yang bertubi-tubiAy (Dahlan, 2008, hlm. Interaksi Seorang Muslimah dengan Tuhan Beberapa komunikasi Nidah dengan Tuhannya yaitu pada kutipan: AuYa Allah, singkapkan wajah-Mu kepada hamba dalam tirai senyap malam yang bergemintang dan bercahayaAy (Dahlan, 2008, hlm. AuYa Allah kalau memang ini kebenaran, berilah ketetapan hatiku. Aku yakin seyakin-yakinnya ya Allah, bahwa hukum Islam itu harus ditegakkan demi tegaknya ayat-ayat-MuAy (Dahlan, 2008, hlm. Nidah memohon kepada Tuhan ketika kondisinya masih labil, baru mempelajari agama dan masih semangat-semangatnya menjalani agama jadi tidak heran doanya seperti di atas. Ketika Jemaah Islamiyah dituduh sebagai Jemaah yang sesat ia memohon kepada Tuhan agar saudaranya mempercayai organisasi tersebut. Ia sudah meyakini organisasi tersebut benar jadi ia merasa heran atas fitnahan orang-orang dikampungnya, berikut kutipannya: AuDuh Gusti Allah, fitnahan apalagi yang mereka sodorkan ini? Mengapa mereka bisa berpikiran seperti itu?. Duh, gusti Allah, bukakanlah hati mereka, pikiran orang-orang kampung yang belum bisa ber-Islam secara kaffah ini!Ay (Dahlan, 2008, hlm. Berikut kutipan ketika ia merasa dikecewakan dengan organisasinya dan ia mengadu kepada Tuhan: AuTuhan, kenapa aku Kau perlakukan seperti ini. Kamu tahu betapa aku bersungguh-sungguh berniat untuk menjadi hamba. Lihatlah Kau apa yang kulakukan selama ini. Aku telah berinfaq sedemikian banyak. Bahkan lebih besar dari yang lain-lain di jalan yang Kau RidaiAy (Dahlan, 2008, hlm. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Kutipan di atas menunjukkan betapa kecewanya ia dengan Tuhan karena apa yang sudah ia lakukan selama ini sia-sia. Ia memiliki tekanan batin dengan Tuhan yang membuatnya patah hati dan membuatnya kecewa. Kemudian ada semacam ungkapan yang memutuskan hubungan baiknya dengan Tuhan, ungkapan tersebut seolah-olah ia bicara dan marah dengan Tuhan, diantaranya: AuTuhan. Dan kukatakan kepada-Mu, aku adalah pecundang. Aku adalah sang Dan aku tidak mau tercampakkan segini rupa di kamar ini. Kalau memang Kau tak mau menyapa lagi, aku pun akan melakukan hal yang sama sepeti yang kau lakukan atasku. Aku juga tak akan menyapa-Mu. Tidak, setitik pun tidak. Bulshit Tuhan, semua-mua bulshit janji pahala, jihad, kesucian yang telah Kau tanam dan tumbuhkan dalam hatiku. Aku tak rela semua jejanji itu tersaji dalam nampan hatiku yang suram ini. Tidak, akan kuhentikan sesaji ibadah yang Kau balas dengan sakit hati ini. Terserah Kaulah kalau Kau marah lalu mengutukku menjadi apa. Bukankah kerjaan-Mu memang kutukmengutuk, bahkan itu sudah berlangsung sejak manusia pula lama adaAy (Dahlan, 2008, hlm. Ungkapan atau keputusan Nidah di atas yang menyebabkan ia makin merusak hidupnya sendiri. Menurut penulis ia tidak memiliki iman yang kuat karena kondisi kejiwaannya masih labil dan masih di uji kehidupannya masih banyak ungkapan lain dalam novel tersebut, namun penulis mengambil intinya saja. KESIMPULAN Kesimpulan pada peneltian analisis struktur dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan meliputi tema, plot, penokohan, dan latar. Temanya adalah AuMengambil keputusan hidup yang salahAy tema tersebut didapatkan karena dengan memutuskan untuk bergabung dengan AuJemaah Daulah IslamiyahAy ajaran Islam dengan garis keras dan diilegalkan oleh pemerintah. Menggunakan plot awaltengah-akhir dan latar yang dibagi menjadi dua tempat Yogyakarta, latar waktu kejadian sekitar tahun 2003. Terkait dengan analisis novel ini, penggambaran kondisi kejiwaan tokoh Kirani sebagai tokoh utama dalam novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! dijelaskankan melalui tiga proses yang dialami oleh jiwa seseorang, yang mencakup: proses menerima rangsangan, proses berpikir, dan proses berperasaan. Beberapa ungkapan atau interaksi Nidah kepada Tuhan yang seperti tidak mengimani Tuhan menyebabkan ia makin merusak hidupnya sendiri. SARAN Berdasarkan proses pembahasan yang sudah dilakukan terhadap novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! dapat diajukan saran sebagai berikut: Pertama, mengingat hasil artikel ini masih jauh dari kata sempurna, maka penulis memberi peluang pembaca untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut. Usaha untuk mengadakan penelitian terus digalakan terhadap novel Tuhan. Izinkan Aku Menjadi Pelacur! ini dengan berbagai Kedua, untuk mengadakan penelitian dengan berbagai pendekatan tersebut, menyarankan agar dalam proses analisis selanjutnya memperbanyak bacaan dengan ilmu pengetahuan yang memadai mengenai penelitian menggunakan pendekatan-pendekatan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 yang terbaru. Tentunya dengan cara memperbaiki kualitas penelitian yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. DAFTAR PUSTAKA