Penerapan ISAK Nomor 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba pada Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung Marsella Thavitia Makawekes Corresponding author: makawekes2802@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Stanly W. Alexander Sam Ratulangi University - Indonesia Victorina Z. Tirayoh Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords ISAK Nomor 35 financial statement non-profit entity JEL Classification L31 M41 Received 18 July 2025 Revised 3 August 2025 Accepted 4 August 2025 Published 5 August 2025 ABSTRACT Accountable and transparent financial reporting is essential for non-profit-oriented entities, including educational foundations, as a form of responsibility to stakeholders in the use of public funds. The Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) Number 35, issued by the Indonesian Institute of Accountants (IAI), provides specific guidelines for preparing financial statements of non-profit However, in practice, many foundations have not fully understood or implemented this standard consistently. This study aims to evaluate the implementation of ISAK Number 35 at the Finjil Bitung Special Needs School Foundation. A descriptive qualitative method was employed, utilizing in-depth interviews, direct observation, and documentation of the foundationAos financial reports. Data were analyzed by comparing the foundationAos financial reporting practices with the requirements set forth in ISAK Number 35. The results reveal that the financial statements have not been prepared in accordance with ISAK 35, particularly regarding the classification of restricted and unrestricted funds, and the lack of separation between nonprofit and operational activities. These findings indicate a limited understanding of applicable accounting standards among the foundation's financial managers. Theoretically, this study contributes to the literature on ISAK 35 implementation in educational non-profit entities. Practically, it highlights the need for improved human resource capacity and encourages the preparation of financial reports that are more accountable and in line with applicable standards A2025 Marsella Thavitia Makawekes. Stanly W. Alexander. Victorina Z. Tirayoh This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Laporan keuangan merupakan media utama dalam menyediakan informasi keuangan yang andal dan relevan kepada para pemangku kepentingan guna mendukung pengambilan keputusan ekonomi dan kebijakan organisasi. Kewajiban penyusunan laporan keuangan tidak hanya berlaku bagi entitas bisnis berorientasi laba, tetapi juga bagi entitas nirlaba, termasuk yayasan pendidikan sebagai wujud akuntabilitas publik (Budiarso dan Maradesa, 2025. Malasai et al. , 2. Untuk itu. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan ISAK Nomor 35 sebagai panduan penyusunan laporan keuangan bagi entitas nonlaba, yang mencakup lima jenis laporan utama dan pengklasifikasian dana menjadi terbatas dan tidak terbatas (IAI, 2. Namun, implementasi ISAK Nomor 35 masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Studi oleh Afifah dan Faturrahman . , serta Rumagit et al. , menunjukkan bahwa sebagian besar yayasan belum menerapkan klasifikasi dana secara tepat sesuai dengan ketentuan ISAK, dan masih menyusun laporan dengan pendekatan akuntansi entitas bisnis. Turangan et al. dan Husnaini et al. mengidentifikasi bahwa keterbatasan sumber daya manusia, terutama dalam pemahaman standar akuntansi dan teknis pelaporan, merupakan faktor utama rendahnya akuntabilitas laporan keuangan pada entitas nonlaba. Permasalahan ini juga diperkuat oleh Doaly et al. yang menemukan bahwa penyusunan laporan keuangan di sejumlah lembaga sosial keagamaan belum memenuhi prinsip transparansi dan keterbukaan. Penelitian ini merupakan pengembangan dari studi Djailani dan Rondonuwu . , yang mengevaluasi implementasi ISAK Nomor 35 di sektor keagamaan. Penelitian ini fokus ke sektor pendidikan, mengingat masih banyak yayasan sekolah yang belum menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian laporan keuangan Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Finjil Bitung dengan ketentuan ISAK Nomor 35. Tinjauan Organisasi Organisasi nirlaba adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba . Menurut IAI Organisasi nirlaba memiliki ciri- ciri sebagai berikut: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Sumber daya entitas Menghasilkan barang/jasa tanpa bertujuan menumpuk laba Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis Yayasan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, telah diubah dengan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2004. Menurut undang-undang, yayasan adalah badan hukum yang terdiri dari kekayaan khusus dan bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan bidang kemanusiaan. tidak ada Akuntansi keuangan Menurut Bahri . , akuntansi keuangan berhubungan dengan pencatatan transaksi sampai pelaporan keuangan secara periodik dengan berpedoman pada standar akuntansi keuangan. Menurut Kieso . , fungsi akuntansi keuangan ialah memberikan informasi keuangan sebuah perusahaan. Informasi ini dapat digunakan untuk melihat keadaan keuangan yang terjadi didalamnya dan juga bagi pihak manajemen informasi ini sangat berguna untuk pengambilan keputusan Menurut PSAK Nomor 1 (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Dengan diadopsinya IAS 1 Presentation of Financial Statements menjadi PSAK Nomor 1 mengenai penyajian laporan keuangan entitas bisnis, maka Dewan Standar Akuntansi Keuangan menilai bahwa perlu untuk menerbitkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang memberikan pedoman untuk penyajian laporan keuangan bagi entitas nirlaba. Laporan keuangan berdasarkan ISAK Nomor 35 Terdapat lima laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba menurut ISAK Nomor 35 antara lain: Laporan posisi keuangan Pada laporan posisi keuangan ini akan tersedia informasi tentang aset . , liabilitas . tang/kewajiba. dan aset neto. Laporan keuangan yang disajikan sesuai ISAK Nomor 35 pada laporan posisi keuangan ini terbagi menjadi 2 bagian format yang mempunyai kelebihan masing-masing yaitu ada format A dan format B. Adapun perbedaan yang terdapat pada kedua bagian format ini yaitu ada pos penghasilan komprehensif lain di bagian aset neto pada format A, sedangkan hal ini tidak ada disajikan pada format B. Laporan penghasilan komprehensif Pada laporan penghasilan komprehensif menjadi salah satu Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. perbedaan ISAK Nomor 35 dengan PSAK 45. Dalam laporan ini terdapat dua pembagian penghasilan yaitu pendapatan tanpa pembatasan dan pendapatan dengan pembatasan. Berdasarkan ISAK Nomor 35, laporan penghasilan komprehensif ini juga terbagi kedalam 2 format . ormat A dan format B). dari kedua format ini yang menjadi perbedaan dalam penyajian laporan keuangannya adalah kolom di format A berbentuk kolom tunggal sedangkan di format B bentuknya lebih spesifik dari pemberi sumber daya baik itu dengan pembatasan maupun tanpa pembatasan Laporan perubahan aset neto Laporan Perubahan Aset Neto merupakan laporan yang disajikan dalam laporan perubahan kekayaan bersih dengan dikategorikan sesuai dengan klasifikasi kekayaan bersih Laporan arus kas Tujuan dari laporan arus kas adalah untuk memberikan rincian arus kas masuk dan arus keluar sepanjang suatu periode waktu (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2. Aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas keuangan adalah tiga area dimana penyajian arus kas masuk dan arus kas keluar harus dibagi Catatan atas laporan keuangan Fatih menegaskan bahwa catatan atas laporan keuangan yang dikutip oleh Shoimah et al. adalah catatan yang berkaitan dengan laporan keuangan organisasi nirlaba, dimana catatan tersebut menyajikan informasi penting yang belum dimuat dalam laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, atau laporan arus kas. Bukti-bukti empiris Amelia dan Bharata . menunjukkan bahwa Yayasan Hati Gembira telah mengikuti standar akuntansi ISAK Nomor 35 saat membuat laporan keuangan. Akan tetapi. Turangan et al. Effendy dan Nuha . Nur dan Maulidah . Afifah dan Fadli . Husnaini et al. juga menunjukkan bahwa sebagian organisasi nonlaba yang diamati belum menerapkan pelaporan keuangan sesuai ISAK Nomor 35. Penerapan ISAK Nomor 35 sering terkendala oleh kesiapan sumber daya manusia. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada satu entitas spesifik, yaitu Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung, untuk menggali secara mendalam proses penyusunan laporan keuangan serta kesesuaiannya dengan ketentuan dalam Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) Nomor 35. Studi kasus memungkinkan peneliti memahami Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. fenomena dalam konteks nyata secara rinci dan menyeluruh (Yin. Penelitian dilakukan di Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung yang menjadi unit kasus tunggal. Informan utama dalam penelitian ini meliputi bendahara, kepala yayasan, dan staf yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan. Data diperoleh melalui tiga teknik utama: Wawancara mendalam kepada pihak pengelola keuangan dan pimpinan yayasan untuk memperoleh informasi mengenai praktik pelaporan keuangan dan pemahaman terhadap ISAK Observasi langsung terhadap dokumen dan proses pencatatan yang dilakukan di lingkungan yayasan. Dokumentasi, berupa laporan keuangan, bukti transaksi, serta struktur laporan yang telah disusun sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif dari Miles. Huberman, dan Saldana . , yang terdiri dari: Reduksi data, yaitu merangkum, memilih hal-hal pokok, dan memfokuskan pada informasi yang relevan. Penyajian data, berupa narasi deskriptif yang terstruktur dan matriks perbandingan. Penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu membuat interpretasi terhadap data dan membandingkannya dengan ketentuan dalam ISAK Nomor 35. Hasil dan Penyajian laporan keuangan yayasan sekolah luar biasa finjil bitung Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi laporan keuangan pada pihak Yayasan disajikan dalam bentuk laporan bulanan didapat bahwa dalam penyusunan laporan keuangan Yayasan belum mencatat sesuai dengan ISAK NOMOR 35. Sudah seharusnya Yayasan untuk menerapkan ISAK NOMOR 35 dalam penyajian laporan keuangan mereka. Sampai saat ini, yayasan sekolah belum membuat penyusunan laporan keuangan berdasarkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ISAK NOMOR 35. Hal ini terlihat dari belum adanya pemisahan yang jelas antara aset, liabilitas, dan aktivitas yang diperuntukkan bagi kegiatan nonlaba dan laba, serta belum digunakannya klasifikasi dana sesuai dengan ketentuan ISAK NOMOR 35, yaitu dana tanpa pembatasan dan dana dengan Penyusunan laporan keuangan masih menggunakan pendekatan umum sebagaimana entitas bisnis pada umumnya, tanpa mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan pelaporan yang khas bagi entitas nonlaba seperti yayasan Pendidikan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Laporan keuangan yayasan sekolah luar biasa finjil bitung berdasarkan ISAK Nomor 35: Laporan Penghasilan Komprehensif Berdasarkan laporan penghasilan komprehensif diatas dapat diketahui bahwa total pendapatan dari pemberi sumber daya yaitu sebesar Rp243. 000,00. Kemudian untuk total beban dari pemberi sumber daya yaitu sebesar Rp189. 000,00. Sehingga Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung mengalami surplus sebesar Rp53. 000,00. Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung tidak memiliki penghasilan komprehensif lain, sehingga total penghasilan komprehensif Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung yaitu sebesar Rp53. 000,00. Laporan Arus Kas Pada laporan arus kas Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung tahun 2024 yang sesuai ISAK NOMOR 35 memberikan informasi mengenai seluruh dana yang dikelolal pihak Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung yaitu sebesar Rp243. 000,00. , dana tersebut digunakan untuk membiayai seluruh aktivitas Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung sehingga dapat kita ketahui saldo kas akhir Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung sebesar Rp58. 949,000,00. Laporan Perubahan Aset Neto Pada laporan perubahan aset neto Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung dalam laporan keuangan sekolah yang hanya menerima Dana BOS, penggunaan akun "Aset Neto yang Dibebaskan dari Pembatas" tidak diperlukan karena Dana BOS bukan hibah dengan batasan permanen, melainkan dana operasional yang penggunaannya telah ditentukan dalam Petunjuk Teknis (Jukni. BOS (Permendikbud Nomor 63 Tahun 2. Sesuai dengan ISAK Nomor 35, konsep aset neto terikat dan tidak terikat lebih relevan bagi organisasi nonlaba yang menerima donasi dengan pembatasan tertentu, sedangkan sekolah hanya mencatat penerimaan dan penggunaan Dana BOS dalam laporan keuangan tanpa perlu mengklasifikasikannya sebagai aset neto yang dibebaskan dari pembatas. Laporan Posisi Keuangan Pada laporan posisi keuangan Yayasan SLB Finjil Bitung tahun 2024 yang sesuai ISAK Nomor 35 memberikan sebuah informasi bahwa kas dan setara kas yang dimiliki sebesar Rp58. 000,00, selama tahun 2024 Yayasan tidak memiliki aset lancar lain dan tidak memiliki utang sehingga liabilitas yang tercantum pada laporan posisi keuangan kosong. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Catatan Atas Laporan Keuangan Penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh Yayasan SLB Finjil Bitung hanya sebatas pencatatan penerimaan dan pengeluaran Aset yang dimiliki oleh Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung merupakan aset tanpa pembatasan. Hal ini dapat dilihat dari seluruh penerimaan kas karena menggunakan dana Bos sehingga tidak memberi batasan tertentu terkait dengan penggunaan dana yang diberikan untuk keperluan operasional Yayasan SLB Finjil Bitung. Yayasan SLB Finjil Bitung tidak memiliki utang atau kewajiban kepada pihak manapun. Oleh sebab itu, dalam penyusunan laporan keuangan tidak dimunculkan akun liabilitas. Pendapatan Yayasan SLB Finjil Bitung susmber dari Dana Bos dan digunakan untuk keperluan Yayasan. Yayasan SLB Finjil Bitung juga tidak memiliki penghasilan komprehensif lain. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penyusunan laporan keuangan di Yayasan Sekolah Luar Biasa Finjil Bitung masih belum sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam ISAK Nomor 35. Yayasan belum menerapkan klasifikasi dana terbatas dan tidak terbatas, belum menyajikan lima jenis laporan keuangan sebagaimana diatur dalam standar, serta belum mengintegrasikan karakteristik entitas nonlaba dalam pelaporan Ketidaksesuaian ini sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, khususnya pada pengelola keuangan yayasan, yang belum memiliki pemahaman memadai terkait standar akuntansi keuangan untuk entitas nonlaba. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur akuntansi, khususnya pada implementasi ISAK Nomor 35 dalam konteks yayasan pendidikan. Hasil studi ini menguatkan temuan sebelumnya mengenai rendahnya tingkat kepatuhan terhadap standar pelaporan nonlaba dan memberikan landasan empiris untuk mendalami faktor-faktor penghambat implementasi ISAK 35 di sektor pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan yayasan, terutama bendahara atau staf keuangan, melalui pelatihan dan sosialisasi penerapan ISAK Nomor 35. Diperlukan dukungan dari pemerintah daerah atau asosiasi profesi akuntansi untuk mendorong pelaporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai standar. Daftar Afifah. , & Faturrahman. Analisis penerapan akuntabilitas pengelolaan keuangan sesuai Standar Akuntansi ISAK 35 pada Yayasan An-Nahl Bintan. JAFA: Journal of Accounting. Finance Auditing, 3. , https://jurnal. id/index. php/jafa/article/view/1206 Amelia. , & Bharata. Analisis penerapan ISAK No. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. tentang penyajian laporan keuangan organisasi nonlaba pada Yayasan Hati Gembira Indonesia (Happy Hearts Indonesi. Akuntansiku, 1. , 288Ae298. https://doi. org/10. 54957/akuntansiku. Bahri. Pengantar akuntansi. Andi. Budiarso. , & Maradesa. Penerapan ISAK 35 dan akuntabilitas laporan keuangan organisasi nonlaba (Studi kasus pada Gereja Pantekosta di Indonesia Bukit Zaitu. Manajemen Bisnis Dan Keuangan Korporat, 3. , 15Ae26. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan-Bagian A. PSAK Nomor 1. Cetakkan Pertama. Ikatan Akuntansi Indonesia Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan-Bagian A. ISAK Nomor 35. Cetakkan Pertama. Ikatan Akuntansi Indonesia Djailani. , & Rondonuwo. Penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan No. 35 dalam pengelolaan keuangan Masjid Miftahul Jannah Kecamatan Sario Kota Manado. Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum. , 231-240 https://ejournal. id/v3/index. php/lppmekososbudku m/article/view/41844 Doaly. Alexander. , & Rondonuwu. Penerapan ISAK Nomor 35 atas penyajian laporan keuangan GMIM Betlehem Singkil Pancurang Kota Manado. Manajemen Bisnis Dan Keuangan Korporat, 3. , 352Ae372. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Effendy. Citra. , & Nuha. Penerapan PSAK No. 45 tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba pada Lksa Panti Asuhan Nurul Husna Patrang. International Journal Of Social Science And Business, 3. , https://doi. org/10. 23887/ijssb. Husnaini. Puspitosarie. , & Nurhayati. Application of ISAK 35 in the preparation of financial statements at Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ulum Karangduren Malang Regency. Conference on Economic and Business Innovation (CEBI), 3. , https://doi. org/10. 31328/cebi. IAI. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 1: Penyajian Laporan Keuangan. Kieso. Weygandt. , & Warfield. Intermediate accounting: IFRS Edition. John Wiley & Sons. Inc. Malasai. Elim. , & Kalalo . Penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba berdasarkan ISAK Nomor 35 pada Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Mongondow. Manajemen Bisnis Dan Keuangan Korporat, 2. , 295Ae304. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Miles. Huberman. , & Saldana. Qualitative data analysis: A Methods sourcebook. Sage Publication Inc. Rumagit. Karamoy. , & Tangkuman. Penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) Nomor 35 pada laporan keuangan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Tondano. Manajemen Bisnis Dan Keuangan Korporat, 3. , 60Ae73. https://doi. org/10. 58784/mbkk. Safitri. , & Narasti. Penerapan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan sesuai Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK . pada Yayasan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Management Studies and Entrepreneurship Journal. Ae https://journal. com/index. php/msej/article/view/14 Shoimah. Wardayati. , & Sayekti. Adaptasi laporan keuangan pada entitas nonlaba berdasarkan ISAK Nomor 35 (Studi kasus pada Universitas Ibrahym Sukorejo Situbond. Jurnal Akuntansi dan Pajak. , 243-259, https://jurnal. stie-aas. id/index. php/jap/article/view/1388 Turangan. Putong. , & Tangon. Implementasi ISAK No. 35 atas penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba (Studi kasus pada GMIM Bethesda Tatel. https://journal. id/index. php/pkn/article/view/3563 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2004 tentang Yayasan Perubahan atas undang-undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Yin. Studi kasus desain dan metode. Adab.