Konferensi Nasional dan Call For Paper Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNWAHAS x Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama AuDigital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023Ay PENGARUH JIWA KEWIRAUSAHAAN. KEMANDIRIAN PRIBADI DAN ENTREPRENEURIAL VALUES TERHADAP KEBERHASILAN USAHA (STUDI EMPIRIS PADA PELAKU USAHA ANGKRINGAN KAMPUNG JAWI SEMARANG) Siti Nur Khasanah1. Andi Tri Haryono2 ABSTRAK Universitas Wahid Hasyim Semarang Email: Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dan menilai dampak jiwa kewirausahaan, kemandirian pribadi dan Enterpreneurial Values, perusahaan Angkringan di Kampung Jawi Semarang. Penelitian ini menggunakan model urutan penemuan tertanam secara bersamaan . ixed method. yang Universitas Wahid menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasyim Semarang Subyek penelitian adalah 18 orang pelaku usaha. Email: sedangkan teknik pengumpulan data pada Angkringan anditri@unwahas. id Kampung Jawi Semarang adalah kuesioner dan Dalam penelitian ini, analisis regresi linier berganda dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS 26. Temuan uji t menunjukkan bahwa masing-masing variabel independent Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi, dan Enterpreneurial Values memiliki pengaruh yang baik dan besar terhadap keberhasilan usaha. Kedua, berdasarkan uji F diketahui bahwa variabel Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi. Enterpreneurial Values mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Temuan Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi. Enterpreneurial Values keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang, menguatkan data kuantitatif tersebut. Hasilnya, data kualitatif ini melengkapi dan memperkuat data kuantitatif. Kata kunci: Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi. Entrepreneurial Values. Keberhasilan Usaha. PENDAHULUAN Tingkat kemiskinan di Kota Semarang tahun 2018-2022 masih belum stabil dari segi jumlah maupun persentasenya. Pada tahun 2019 hingga tahun 2021 indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan Kota Semarang mengalami Indeks kedalaman kemiskinan pada tahun 2019 adalah 0,57 dan pada tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi 0,67. Demikian pula dengan index keparahan kemiskinan mengalami kenaikan dari 0,12 menjadi 0,14 pada periode yang sama. Pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah terutama di Kota Semarang tidak lepas dari keberhasilan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Berkat roda perekonomian yang digerakkan. UMKM menyumbang sekitar 50 persen pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Pengurangan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebanyak 830 orang yang baru-baru ini dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan capaian yang membanggakan. Dalam beberapa program pengentasan kemiskinan pemerintah provinsi. UKM memegang peranan Kampung Jawi merupakan salah satu dari berbagai kampung tematik yang ada dikota Semarang. Kampung Jawi ini berada di jalan Kalialang Lama RW 01 kelurahan Sukorejo. Kecamatan Gunungpati. Kota Semarang. Potensi yang ada pada Kampung Jawi ini menjadi daya tarik tersendiri. Wisata Kampung Jawi tidak terlepas dari konsep yang mereka angkat yang mengusung Kebudayaan Jawa. Angkringan Kampung Jawi merupakan salah satu UMKM yang berdiri untuk menjawab kebutuhan pokok terutama untuk meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat Kalialang Lama. Kelurahan Sukorejo. Gunungpati. Dalam hal ini Angkringan Kampung Jawi memiliki fungsi sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat disekitar Kampung Jawi. Secara keseluruhan, tujuan Angkringan Kampung Jawi sebagai peningkatan kesejahteraan bersama melalui potensi lokal yang menjadikan Kalialang Lama sebagai tujuan wisata di malam hari. Tabel 1. 1 Data Pertumbuhan Bisnis Angkringan Kampung Jawi tahun 2021-2022 Pertumbuhan Jumlah rata-rata/tahun Rata-rata Bisnis (%) Produk terjual 86. 33,36 % Pelaku Usaha 33,33 % Karyawan 33,33 % Pengunjung 33,32 % Pendapatan 000 100 % Menurut Gemina & Pitaloka . alam AT Haryono, dkk 2. mengemukakan bahwa keberhasilan usaha adalah keberhasilan seorang wirausahawan dalam memaksimalkan potensi dan kemampuan untuk mencapai cita-citanya. Adapun karakteir wirauisaha yang beirhasil adalah beirani meingambil reisiko, peircaya diri, beirtangguing jawab, juijuir, kreiatif, visioneir, dan meimiliki teikad dan keirja keiras uintuik beirhasilnya uisaha. Faktor peinting dalam meineintuikan keibeirhasilan uisaha uintuik berkei imbang seicara signifikan adalah jiwa keiwirauisahaan seirta sikap keimandirian yang dimiliki oleih seiorang peinguisaha, dimana kelancarani uisaha dapat dilihat dari teikad peinguisaha yang meimiliki jiwa dan passion dalam bidang keiwirauisahaan, seihigga tidak beirgantuing pada orang lain. LANDASAN TEORI Jiwa Kewirausahaan Jiwa kewirausahaan menurut Nurcahya . adalah jiwa kemandirian seorang yang kemudian mendapatkan penghasilan dengan membuka usaha yang dihasilkan dari kreativitas, inovasi, dan lain-lain kemudian selalu memiliki optimisme yang tinggi dalam melakukan segala hal. Jiwa Kewirausahaan merupakan nyawa kehidupan dalam Kewirausahaan yang pada dasarnya merupakan sikap dan perilaku Kewirausahaan yang ditunjukkan mealuli sifat, karakter, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif (Hartanti, 2008:. Daryanto . alam Rika dkk 2. mengemukakan bahwa Kewirausahaan adalah seseorang yang menjalankan kegiatan Kewirausahaan, atau seseorang yang memuai dan atau mengoperasikan bisnis, dalam hal ini adalah seseorang pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, berani mengambil resiko untuk memuai mengeola bisnis demi mendapatkan laba. Jiwa Kewirausahaan adalah jiwa yang mampu menciptakan nilai tambah dari keterbatasan dalam upaya menciptakan nilai tambah dengan menangkap peluang bisnis dan mengelola sumber daya untuk mewujudkannya. Daryanto . alam Rika dkk 2. Menurut Suryana . mengungkapkan beberapa hal yang menjadi indikator Jiwa Kewirausahaan yang merupakan komponen penting yang harus dimiliki olelih seliorang wiraulisaha, antara lain: . Pelinulih pelircaya diri, . Memiliki inisiatif, . Memiliki motif berprestasi, . Memiliki Jiwa kepemimpinan, . Berani mengambil resiko. Kemandirian Pribadi Kemandirian Pribadi menurut Suryana . adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain, namun justru mengoptimalkan segala daya upaya yang dimilikinya sendiri. Kemandirian . elif relialiancel. adalah kelimampulian ulintulik melingeliola selimulia yang dimiliki, tahuli bagaimana melingeliola waktuli, belirjalan dan belirfikir selicara mandiri diselirtai delingan kelimampulian melingambil relisiko dan melimelicahkan masalah. Kemandirian pribadi melimiliki dulia belintulik yaituli dalam pelimikiran dan keliwajiban. Mampuli belirtangguling jawab telirhadap kelinginan melingalokasikan sulimbelir daya yang belirharga dari dirinya selindiri. Di dalam Kemandirian menurut Irwin . alam Fatmi. Yamin 2. menegaskan bahwa seseorang yang mandiri akan melakukan apa saja yang diinginkan berupa kebebasan berpikir untuk memuliakan dirinya dan orang lain. Kemandirian juga dapat diartikan sebagai suatu upaya yang meliputi segala aspek kebutuhan yang mampu dipenuhi sendiri tanpa harus tergantung pada orang lain. Ratno . alam Veliron 2. Kemandirian pribadi direfleksikan dalam bentuk kemampuan mengerjakan suatu pekerjaan yang baik dan benar sesuai dengan kapasitas yang ada dalam dirinya. Karena hal itu menjadi salah satu pendorong wirausaha untuk mencapai kebelirhasilan usahanya. Lambrechts . Indikator dari Kemandirian pribadi seorang wirausahawan adalah berkitan erat dengan sifat kemandirian pribadi yang dimiliki, yaitu: . Kemampuan mengambil resiko, . Kemampuan beradaptasi dan responsive terhadap perubahan, . Tidak ada tekanan pihak lain, . Tidak bergantung pada orang lain. Entrepreneurial Values Menurut Marisa O . Entrepreneur Value adalah sistem nilai yang meli ekat pada seorang wirausahawan. Nilai suatu kegiatan bisnis pertimbangan untuk memperluas pemikiran seseorang sehingga menjadi bentuk perilaku internal dalam memimpin perusahaan menuju kemandirian wirausaha. Sukirman . alam Taa dkk 2. , relialisasi usaha kecil dilandaskan adanya jiwa kewirausahaan yang merupakan kepribadian dan sudah diinternalisasikan olel nilai-nilai kewirausahaan bagi para pebisnis. Nilai kewirausahaan dimulai dengan membangun kepercayaan diri dengan membentuk keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin dan bertanggung jawab untuk menjalankan suatu bisnis. Nilai kewirausahaan adalah manusia dengan karakter wirausaha yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang mengenal, mengelola dan menangkap peluang bisnis dengan ide-ide baru dan mengimplemelintasikan pada usaha yang dimilikinya dengan risiko yang diperhitungkan untuk mencapai nilai tambah dan kesejahteraan. Indikator Nilainilai kewirausahaan menurut Boohene . alam Pohan dkk 2. adalah sebagai berikut: . Kreativitas, . Pengambilan resiko, . Inovasi, . Berorientasi prestasi . Ambisi. Keberhasilan Usaha Menurut Noor . mengemukakan bahwa keberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan dari bisnis mencapai tujuannya, suatu bisnis dikatakan berhasil bila mendapat laba karena laba adalah tujuan dari seseorang meakukan bisnis. Keberhasilan suatu usaha dapat didorong oleh berbagai faktor diantaranya yaitu faktor motivasi dan kemampuan usaha. Faktor yang pertama adalah kemampuan dan kemauan, faktor yang kedua adalah tekad yang kuat dan kerja keras, dan faktor yang ketiga adanya kesempatan dan peluang. Menurut Suryana . alam Iskandar 2. keberhasilan usaha dapat diukur melalui tingkat pendapatan, bertambahnya produktivitas usaha, dan punya citra yang baik dimata peanggan. Seseorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai, sifat-sifat utama . ola sika. dan perilaku dengan bekal pengetahuan, pengalaman dan ketelirampilan praktis Menurut Suryana . alam Iskandar 2. keberhasilan usaha dapat diukur melaluli tingkat pendapatan, bertambahnya produktivitas usaha, dan punya citra yang baik dimata pelanggan. Seseorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai, sifat-sifat utama . ola sika. dan perilaku dengan bekal pengetahuan, pengalaman dan ketelirampilan praktis Beberapa indikator menentukan keberhasilan usaha Noor . dalam (Purwa Aji 2. adalah sebagai berikut: . Laba atau Keuntungan Bisnis, . Produliktivitas dan efisiensi, . Daya saing, . Kompetelinsi dan etika usaha, . Membangun citra yang baik. KERANGKA KOSEPTUAL Gambar 1. 1 Kerangka Pemikiran HIPOTESIS PENELITIAN H1: Jiwa Kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. H2: Kemandirian Pribadi berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. H3: Entrepreneurial Values berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. H4: Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneurial Values berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Pelnelitian ini menggunakan metode kombinasi . ix meltho. yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif . tau sebalikny. Menurut Sugiyono . bahwa AuMetode penelitian gabungan adalah metode metodel kulalitatif untuk digunakan bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh data yang lebih lengkap, sahih, terpercaya dan Dalam penelitian ini data kuantitatif merupakan data primer dan data kulalitatif melrulpakan meltodel selkulndelr. Belrikult adalah bagan langkahlangkah penelitian ulntuk penelitian Concurrent Embeded . ampuran tidak seimban. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar belrikult: Gambar 1. 2 Desain Penelitian Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian merupakan wilayah yang ingin diteliti oleh Menurut sugiyono . pengertian dari samping jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel, hal ini dilakukan bila julmlah populasi relative kecil, kurang dari 30, atau penelitian ingin membuat genelralisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Maka yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sel uruh dari populasi yang diambil, yaitul sel uruh pelaku usaha Angkringan Kampung Jawi yang berjumlah 18 pelaku usaha. Analisa data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas data, uji asumsi klasik berupa uji normalitas data KolmogorovSmirnov, uji multikolinelaritas dan uji heterokedastisitas, metodel regrelsi linear berganda, serta uji hipotesis data. Serta menggunakan metode wawancara untuk metode kulalitatif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data (Kuantitati. Uji Validitasl Tabel 1. 2 Hasil Uji Validitas No. R hitung R tabel Jiwa K ewirausahaan (X. 0,609 0,611 0,677 0,468 0,564 0,593 0,522 0,631 0,515 0,554 0,571 0,580 0,596 Keterangan VALID Keman (X. 0,542 0,681 0,554 0,659 0,585 0,629 0,572 0,542 Pribadi 0,468 VALID Entrepr eneurial values (X. 0,510 0,579 0,698 0,612 0,542 0,545 0,538 0,573 0,573 0,503 0,468 VALID Keber hasikan Usaha (Y) 0,607 0,602 0,535 0,522 0,579 0,468 VALID 0,605 0,523 0,627 0,645 0,580 Berdasarkan tabel l 1. 2l , terdapat angka -angka rhitung l yang dilihat dari output l Pearson Correlation menunjukkan bahwa untuk masing -masing pernyataan pada l setiap variabel memiliki rl hitung l yang lebih besar daripada rl Dari seluruh item l pernyataan semuanya memiliki nilai rl hitungl > 0,468. Masing-masing pernyataan tersebut l dapat dinilai valid untuk l digunakan l sebagai instrumen pengukuran l variabel dan telah memenuhi standar validitas yang sangat baik. Uji Reliabilitas Tabel 1. 3 Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel Nilai Ket. Total Cronch Alpha SPSS Jiwa Kewirasuahaan 0,818 Kemandirian Pribadi 0,732 0,60 Reliabel Entrepreneuria 0,761 Values Keberhasilan Usaha 0,773 Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 1. 3, dapat diketahui bahwa variabel yang berasal dari outpult Reliability Statistics ini secara keseluruhan memiliki nilai Cronbach Alpha > dari 0,60. Hasil tersebut dapat dinyatakan reliabel yang artinya terdapat konsistensi jawaban responden atas 40 pernyataan kuesioner yang diajukan pada variabel terkait. Sehingga dapat dikatakan bahwa semula pernyataan dalam kuesionel mudah dipahami oleh responden. Uji asumsi klasik Uji Normalitas Tabel 1. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Normal Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. l Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumbl er: Ol utpl ut SPSS 26, 2023l Hasil dari tabel 1. 4l , terlihat bahwa nilai l Asymp. Sig. sebl esar 0,200. Dapat l disimpulkan l bahwa 0,200 lebih l besar l dari taraf signifikansi 0,05 hal ini menunjukkan l bahwa model l regrl esi l layak digunakan karena l memenuhi l asumsi l normalitas. Uji Multikoinieritas Tabel 1. Hasil Uji Multikolinieritas Collinearity Statistics Tolerance VIF Model (Constan. KWU Berdasarkan data pada tabel 1. 5 diketahui nilai tolerancel dari variabel Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi, dan Entrepreneur Values tidak terjadi Multikolorietas karena nilai tolerannya lebih > dari 0,10. Sementara itu untuk nilai VIF dari variabel Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi, dan Entrepreneur Values juga tidak mengalami Multikolonieritas karena nilainya < Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel yang diuji bebas dari Multikolonieritas. Ulji Heterokedastisitas Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sulmber: Output SPSS 26, 2023 Hasil uji heteroskedastisitas pada tabel 1. 6, jika terdapat pola tertentu seperti titik data yang membentuk pola yang teratur . elombang, parabola, menyelmpi. maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Apabila tidak terdapat pola yang jelas, serta titik data menyebar diatas dan dibawah garis nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari grafik diatas dapat disimpulkan variabel tidak mengalami heteroskedastisitas, atau data bersifat homogeny. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 1. Hasil Uji Koefisien Variabel Sumber: Output SPSS 26, 2023 Berdasarkan tabel 1. 7 maka dapat diketahui persamaan regresi sebagai Y = 11. 485 0,408 X1 0,188 X2 0,205 X3 Y = Keberhasilan Usaha X1 = Jiwa Kewirausahaan X2 = Kemandirian Pribadi X3 = Entrepreneulria Value Persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa: Nilai koefisen Jiwa Kewirausahaan bernilai 0,408 memiliki arti bahwa jika variabel Jiwa Kewirausahaan terjadi peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan Keberhasilan Usaha. Nilai koefisien Kemandirian Pribadi bernilai 0,188 memiliki arti bahwa jika variabel persepsi harga terjadi peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan keberhasilan Usaha. Nilai koefisien Entrepreneuria Vaules bernilai 0,205 memiliki arti bahwa jika variabel kelas sosial terjadi peningkatan, maka akan diikuti dengan peningkatan Keberhasilan Usaha. Berdasarkan persamaan regresi berganda di atas, menunjukkan bahwa variabel Jiwa Kewirausahaan adalah variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi Keberhasilan Usaha, hal ini disebabkan nilai koefisien regresi Jiwa Kewirausahaan paling tinggi yang kemudian diikuti oleh variabel Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuria Vaules. PENGUJIAN HIPOTESIS Uji T (Regresi Parsia. Tabel 1. Hasil Uji t Sumber: Output SPSS 26, 2023 Berdasarkan hasil Uji t pada tabel l 1. 8l diatas, dapat disimpukan sebagai Hasil penelitian hipotesis Jiwa Kewirausahaan terhadap Keberhasilan Usaha diperoleh nilai Sig = 0. 000 dan t hitung = 6. 961 sedangkan t tabel sebesar 1,734. Karena nilai Sig < 0,05 dan t hitung > t tabel maka H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel Jiwa Kewirausahaan (X. terhadap Keberhasilan Usaha (Y). H1: Jiwa Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotelsis 1 Hasil penelitian hipotesis Kemandirian Pribadi terhadap Keberhasilan Usaha diperoleh nilai Sig = 0. 013 dan t hitung = 2. 857 sedangkan t tabel sebesar 1,734. Karena nilai Sig < 0,05 dan t hitung > t tabel maka H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel Kemandirian Pribadi (X. terhadap Keberhasilan Usaha (Y) H2: Kemandirian Pribadi berpengarulh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 Hasil penelitian hipotesis Entrepreneuria Values terhadap Keberhasilan Usaha diperolelh nilai Sig = 0. 018 dan t hitung = 2. 679 sedangkan t tabel sebesar 1,734. Karena nilai Sig < 0,05 dan t hitung > t tabel maka H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel Entrepreneuria Values (X. terhadap Keberhasilan Usaha (Y) H3: Entrepreneuria Values berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 Uji F (Regresi Simulta. Berdasarkan analisis uji F dari data penelitian, maka dapat dilihat dari data anova sebagai berikut: Tabel 1. 9 Hasil Uji F Sumber: Output SPSS 26, 2023 Berdasarkan hasil uji l F pada tabel 1. 9l diatas diketahui bahwa nilai F hitung > F tabel . 890 > 3,. maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan tingkat probabilitas signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil tersebut maka nilai p < 0,05 . ,000 < 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi Entrepreneuria Values memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha. Data hasil penelitian Kualitatif (Wawancar. Pelaku Usaha Angkringan Kampung Jawi menjelaskan bahwa Jiwa Kewirausahaan sangat penting bagi seorang wirausaha karena Jiwa Kewirausahaan memiliki sikap salah satunya merencankan tujuan hidup, dengan memiliki Jiwa Kewirausahaan manusia akan berfikir untuk membulat sebuah usaha demi mendapat penghasilan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha yakni sikap kepemimpinan, percaya diri dan berani dalam mengambil resiko. Pelaku Usaha Angkringan Kampung Jawi juga menjelaskan bahwa Sebagai seorang Entrepreneur harus mempunyai sikap mandiri dengan cara menghilangkan rasa takut yang ada dengan cara salah satunya berani mengambil resiko dan mampu mengatasi masalahnya sendiri, tidak bergantung pada orang Hal tersebut menjadi pedoman para pelaku usaha dalam upaya meningkatkan upaya keberhasilan usaha. Bagi merelaka kreativitas juga sangat penting dalam upaya meningkatkan keberhasilan usaha. Selain yang menjula konsep tempat dan cara transaksinya yang unik, para pelaku usaha juga menjula menu makanannya yang menarik, supaya memberi kesan yang baik kepada konsumen, terutama menu-menu yang masih jarang dipasaran. Selain itu juga dengan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen untuk membangun citra yang baik Angkringan Kampung Jawi Semarang. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pengaruh Jiwa Kewirausahaan terhadap Angkringan Kampung Jawi Semarang Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar oleh peneliti kepada responden diperoleh data yang kemudian dioah menggunakan aplikasi SPSS Versi 26 didapat bahwa nilai t hitung Jiwa Kewirausahaan sebesar 6,961 lebih besar dari nilai t tabel yaitu sebesar 1,734 dengan signifikansi 0. 00<0,05 yang artinya variabel Jiwa Kewirausahaan secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Penelitian ini didukung dengan hasil penelitian Kualitatif dengan metode wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa faktor Jiwa Kewirausahaan mempengaruhi dalam Keberhasilan Usaha. Faktor yang melatarbelakangi Keberhasilan Usaha adalah Jiwa Kewirausahaan merupakan pondasi utama bagi seorang wirausaha. Sejalan oleh pernyataan Nur cahya . bahwa Jiwa kewirausahaan adalah jiwa kemandirian seseorang yang kemudian mendapatkan pelinghasilan dengan membuka usaha yang dihasilkan dari kreativitas, inovasi, dan lain-lain kemudian selalu memiliki optimisme yang tinggi dalam melakulikan segala hal. Data menunjukkan bahwa faktor Jiwa Kewirausahaan mempengaruhi Keberhasilan Usaha di Angkringan Kampung Jawi Semarang. Berdasarkan temulan kuesioner dan wawancara di atas. Karena tidak ada perbedaan antara data kuantitatif dan kualitatif, maka data kualitatif ini melengkapi data Pengaruh Kemandirian Pribadi terhadap keberhasilan usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang Melalui kuesioner yang disebarkan peneliti kepada responden, diperoleh data yang kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 26, diperoleh nilai t hitung sebesar 2,587 lebih besar dari t tabel yaitu 1,734. Dengan signifikansi sebesar 0,013<0,05 yang berarti variabel Kemandirian Pribadi secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap keberhasilan usaha selhingga Ha diterima dan H0 ditolak. Data kuantitatif tersebut didukung dengan hasil penelitian Kualitatif dengan metode wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa faktor Kemandirian Pribadi mempengaruhi Keberhasilan Usaha. Faktor yang melatarbelakangi Keberhasilan Usaha adalah seorang pengusaha harus mampu berdiri dikaki sendiri, memiliki pendirian dan tidak goyah dengan omongan orang lain. Sejalan dengan pernyataan Riyanti . alam Rahmi 2. Kemandirian Pribadi adalah kemampuan untuk mengandalkan diri sendiri dalam upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru tanpa harus bergantung pada orang lain dan mampu menghadapi persaingan yang ada. Kemandirian pribadi direfleksikan dalam bentuk kemampuan mengerjakan suatu pekerjaan yang baik dan benar sesuai dengan kapasitas yang ada dalam dirinya. Karena hal itu menjadi salah satu pendorong wirausaha untuk melincapai kelibelirhasilan Data menunjukkan bahwa faktor Kemandirian Pribadi mempengaruhi kinerja perusahaan di Angkringan Kampung Jawi Semarang berdasarkan temuan kuesionelr dan wawancara di atas. Karena tidak ada perbedaan antara data kuantitatif dan kualitatif, maka data kualitatif ini meelngkapi data Pengaruh Entrepreneurial Values terhadap keberhasilan usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang Melaluli kuelsioner yang telah disebar oleh peneliti kepada responden diperoleh data yang kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS Versi 26 didapat bahwa nilai t hitung sebelsar 2,679 lebih besar dari t tabel yaitu 1,734. disetujui dan H0 ditolak karena nilai signifikansi sebesar 0,018<0,05 yang menunjukkan bahwa variabel Entrepreneuial Values berpengaruh dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. Data kuantitatif tersebut didukung dengan hasil penelitian Kualitatif dengan metode wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa faktor Entrepreneuial Values melmplngarulhi Keberhasilan Usaha. Nilai kewirausahaan dimulai dengan membangun kepercayaan diri dengan membentulk keyakinan, optimis, berkomitmelin, disiplin dan bertanggung jawab untuk menjalankan suatu bisnis. Sejalan dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Supartha . alam Ariyanto 2. yang menyatakan bahwa nilai-nilai kewirausahaan adalah manusia dengan karakter wirausaha yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang mengenali, mengeola dan menangkap peluang bisnis dengan ide-ide baru dan mengimplementasikan pada usaha yang dimilikinya dengan risiko yang diperhitungkan untuk mencapai nilai tambah dan Data menunjukkan bahwa faktor Entrepreneuial Values mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha di Angkringan Kampung Jawi Semarang berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara di atas. Karena tidak ada perbedaan antara data kuantitatif dan kualitatif, maka data kualitatif ini meelngkapi data kuantitatif. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneurial Values terhadap keberhasilan usaha pada Angkringan Kampung Jawi Semarang. Pengumpuan data dilakukan dengan menggunakan kulisionel yang peneliti berikan kepada responden. Data diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 26, diketahui bahwa nilai F hitung > F tabel . ,890 > 3,. telah Hasilnya Ha diterima dan Ho ditolak dengan tingkat probabilitas signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai p < 0,05 yaitu . ,000 < 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuial Values memberikan pengaruh positif dan signifikan telrhadap Keberhasilan Usaha. Data kuantitatif tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa Pengaruh Jiwa Kelwiraulsahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuial Values secara simultan dapat mempngaruhi dalam Keberhasilan Usaha. Selain faktor Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuial Values, faktor lain yang melatarbelakangi keberhasilan usaha pada Angkringan Kampung Jawi Semarang yaitu memiliki kepercayaan diri yang tinggi, berani mengambil resiko dan tidak bergantung pada orang lain. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara yang diperoleh di atas, data mengungkapkan bahwa Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuial Values memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha. Dengan demikian data kualitatif ini memperkuat data kuantitatif dan memperluas data kuantitatif yaitu dengan menambahkan faktorfaktor lain yang mempengaruhi Keberhasilan Usaha pada Angkringan Kampung Jawi Semarang. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang telah kami lakukan pengujilan dengan menggunakan program SPSS Versi 26 dapat disimpulkan bahwa: Jiwa Kewirausahaan berpengarulh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. Semakin tinggi Jiwa Kewirausahaan pelaku usaha maka akan semakin meningkat pula Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. Kemandirian Pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. Semakin tinggi Kemandirian Pribadi pelaku usaha maka akan semakin meningkat pula Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang Entrepreneuial Values berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. Semakin tinggi Entrepreneuial Values pelaku usaha maka akan semakin meningkat pula Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuial Values memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha baik secara simultan maupun secara parsial. Semakin tinggi Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuial Values pelaku usaha maka semakin meningkat pula Keberhasilan Usaha Angkringan Kampung Jawi Semarang. SARAN Pemerintah Kota Semarang Pemerintah hanya melakukan pengadaan program kampung tematik akan tetapi pengawasan dan pendampingan kurang begitu diperhatikan. Kondisi kesejahteran yang terdapat di Angkringan Kampung Jawi mengelami kenaikkan. Akan tetapi kenaikkan disini hanya dirasakan oleh masyarakat yang terlibat dalam UMKM. Hal tersebut dikarenakan julmlah UMKM yang tidak di kembangkan secara Oleh karena itu, peran pemerintah untuk melakukan pengawasan dan pendampingan pada masyarakat sangat diperlukan agar kedepannya kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat UMKM saja melainkan masyarakat luas. Bagi Pengelola Kampung Jawi. Pengelola perlu membuat suatu kegitan wisata yang mencakup seluruh potensi di setiap RT. Hal ini bertujulan agar masyarakat dapat terlibat sebagai pelaku kegiatan wisata di Kampung Jawi. Bagi Ketula RT perlu memfasilitasi dan memotivasi kepada setiap warga tentang manfaat Kampung Jawi serta dapat mendorong warga untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengembangan Kampung Jawi. Kepada peneliti selanjutnya dapat mengambil variabel lain di luar variabel Jiwa Kewirausahaan. Kemandirian Pribadi dan Entrepreneuria Values sehingga dapat diketahuli variabel-variabel yang dominan dalam mempengaruhi keberhasilan usaha DAFTAR PUSTAKA