Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Volume 11. Nomor 1 (Oktober 2. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . https://w. id/e-journal/index. php/dunamis DOI: 10. 30648/dun. Submitted: 11 Agustus 2025 Accepted: 13 November 2025 Published: 2 Juni 2026 Model Relasi dan Multiplisitas Pribadi: Pedagogi Karakter Kristen pada Peserta Didik di Daerah Konflik Yosep Iswanto Padabang STT Arastamar Wamena yosepiswanto3@gmail. Abstract Conflict-prone personalities directly and indirectly impact the success of character education in This situation raises the question of what educational model Christian educators should implement to develop students' character. In the context of students exposed to conflict, understanding (Christia. character is not only limited to striving for an active relationship with God, but also the fellowship of personality becomes important to consider. I argue that to develop a character education model in conflict areas, educators need to understand students' personalities as diverse and possessing fellowship values. Drawing on the thinking of Jorge Lopez Gonzalez, in this study. I discuss the concept of character education in the face of multiplicity and the model of fellowship to restore personality. Keywords: diversity. fellowship personality. Abstrak Kepribadian yang rentan terhadap konflik secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh terhadap keberhasilan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang model pendidikan apa yang sebaiknya diterapkan oleh pendidik Kristen untuk mengembangkan karakter peserta didik. Pada konteks peserta didik yang terpapar konflik, pemahaman tentang karakter (Kriste. tidak hanya dibatasi pada upaya memperjuangkan relasi aktif dengan Tuhan, namun kerapuhan kepribadian pun menjadi penting untuk diperhatikan. Saya berargumen bahwa untuk membangun model pendidikan karakter di daerah konflik, pendidik perlu memahami pribadi peserta didik sebagai pribadi yang beragam dan memiliki nilainilai kerapuhan. Dengan memanfaatkan pemikiran Jorge Lopez Gonzalez, dalam penelitian ini, saya mempercakapkan konsep pendidikan karakter dalam wajah multiplisitas dan model persekutuan untuk memulihkan kepribadian. Kata Kunci: keragaman. 1 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 PENDAHULUAN Karakter pendidik Kristen seringkali menjadi topik yang tak hentinya mendapatkan perhatian. Gambaran tentang karakter ini dapat terlihat pada keteladanan dan kesetiaan pendidik saat mengajar, sekaligus menun- dikan berkualitas, pendidik Kristen perlu menjadi teladan iman dan memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada dimensi akademik, tetapi juga melibatkan pembentukan karakter sesuai dengan nilainilai iman Kristen. Karakter pendidik sering dihubung- tun peserta didik menuju kepribadian yang utuh berdasarkan nilai-nilai iman Kristen. kan dengan tanggung jawab untuk mem- Pertanyaan tentang karakter pendidik Kris- bimbing peserta didik dalam nilai-nilai iman ten pun kerap kali mendapatkan beragam ja- Kristen, menjadi teladan, sekaligus sebagai waban, misalnya Mark A. Pike yang berko- penuntun pertumbuhan karakter peserta di- mentar bahwa pendidik yang berkarakter ada- 3 Dalam konteks kekristenan, hal ini di- lah pendidik yang memahami dirinya seba- peruntukkan pada proses memelihara kehi- gai pribadi imago dei melalui anugerah ilahi dupan di dunia, termasuk menghadirkan ke- dari Allah dalam kebajikan moral, yang di- utuhan hidup yang berfokus pada mempero- hidupi dalam etos kerja Kristen. 1 Pemaha- leh kepastian menikmati kehidupan kekal man tentang pribadi imago dei yang dihidu- bersama Yesus Kristus. Tujuan pendidikan pi dalam etos kerja Kristen dapat dilihat da- karakter Kristen adalah proses penyelarasan lam kedisiplinan dan keseriusan pendidik antara iman dan pilihan perilaku moral yang untuk terlibat menuntun dan mengembang- akan dilaksanakan dalam perilaku peserta kan karakter. Debby Lierman berargumen 4 Terlihat jelas bahwa pendidikan mo- bahwa pendidik Kristen memiliki tugas uta- ral Kristen tidak dapat dipisahkan dari nilai- ma yaitu, membentuk karakter Kristus da- nilai dalam ajaran iman Kristen. Keterliba- lam diri setiap peserta didik sebagaimana tan pendidik Kristen dalam mendidik karak- yang Paulus perjuangkan dalam membawa ter seperti model dua sisi, yaitu antara peri- orang-orang percaya kepada kedewasaan ro- laku dan ajaran iman Kristen harus seim- hani (Kol. 2 Di tengah tuntutan pendi- bang dan berjalan bersama-sama. Mark A. Pike. AuThe AoImage of GodAo and the Schooling of Virtue: Christian-Ethos Schools of Character for the Whole Community,Ay Journal of Beliefs & Values 47, no. 1 (January 2, 2. : 182Ae97, https://doi. org/10. 1080/13617672. Debby Lierman. AuCharacter Education and Christian Education: Is It Really Happening?Ay (ERIC, 1. , 5. Ki Hajar Dewantara. Karya Ki Hajar Dewantara Bagian Pertama: Pendidikan (Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 2. , 21. JarosCaw Horowski. AuChristian Religious Education and the Development of Moral Virtues: A NeoThomistic Approach,Ay British Journal of Religious Education 42, no. : 447Ae58, https://doi. 1080/01416200. 2 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Pertanyaan yang sering dijumpai pa- dupkan terkadang tidak hanya terjadi di luar da tataran praktis dan perlu dicapai oleh diri namun terjadi juga di dalam diri yang pendidik Kristen adalah, bagaimana mem- kemudian terhubung dengan perilaku Kris- buat peserta didik berperilaku baik, mema- Misalnya. Sabine Trepte dan Laura S. hami nilai-nilai moral iman Kristen, seperti Loy menggunakan istilah Aukategorisasi diriAy menghormati pendidik atau orang yang le- berargumen bahwa, individu dapat meng- bih tua, mengasihi teman sebaya, tidak me- identifikasi dirinya sebagai anggota dari ke- lakukan tindakan kekerasan pada sesama, lompok tertentu, yang dapat bervariasi ter- dan beragam perilaku etis lainnya. James gantung pada konteks sosial yang ada. Arthur dengan tegas melalui pendekatan an- Berangkat dari argumen Arthur, tropologi Kristen berargumen bahwa, satu- agaknya konsep antropologi Kristen kurang satunya cara untuk memahami dan memba- memberi pengakuan terhadap multiplisitas ngun karakter adalah pendidik memiliki gam- pribadi yang mengakui bahwa diri memiliki baran yang jelas tentang apa tujuan dan banyak aspek identitas. Arthur berargumen makna hidup yang sesungguhnya. Dengan bahwa bagi pendidik Kristen perkembang- melihat manusia sebagai segambar dan se- an manusia tidak dapat dipisahkan dari hu- rupa dengan Allah (Imago De. , pendidik bungan aktif melalui Tuhan dan manusia dapat mengajarkan nilai-nilai moral dengan yang memerlukan konsekuensi moral bagi baik dalam beragam proses pendidikan. 7 Pada konteks peserta didik yang Argumen Arthur memperlihatkan terpapar terhadap konflik saya berargumen bahwa pada konteks pendidikan Kristen, bahwa, pemahaman pendidik Kristen ten- perkembangan moral peserta didik tidak da- tang perkembangan karakter tidak dapat di- pat dipisahkan dari sebuah relasi aktif yang pisahkan dari karakteristik keberagaman pri- melibatkan Tuhan, sekaligus dapat mendo- badi, yang timbul dalam diri peserta didik rong beragam kemajuan nilai-nilai moral. akibat konflik yang dialami. Konflik yang Namun beberapa tanggapan menjadi mung- saya maksudkan dalam penelitian ini adalah kin untuk diberikan, bahwa relasi yang men- terjadinya perang suku dan tindakan keke- jadi ruang untuk nilai-nilai karakter dihi- rasan seperti perampokan, perkelahian dan International Encyclopedia of Media Effects (Hoboken. NJ. USA: John Wiley & Sons. Inc. , 2. , 2. Arthur. A Christian Education in the Virtues: Character Formation and Human Flourishing. James Arthur. A Christian Education in the Virtues: Character Formation and Human Flourishing (New York. NY: Taylor & Francis, 2. , 15-16. Sabine Trepte and Laura S Loy. AuSocial Identity Theory and SelfAacategorization Theory,Ay in The 3 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 pembunuhan di lingkungan masyarakat, dan Saya berargumen bahwa cara terba- telah menjadi sebuah kebiasaan dalam ma- ik dalam membangun nilai-nilai kebajikan syarakat sosial termasuk peserta didik yang melalui pendidikan Kristen pada peserta di- merupakan bagian dari komunitas sosial dik yang terpapar konflik adalah memahami diri peserta didik sebagai pribadi yang tum- Dalam konteks yang sedikit dilema- buh dalam multiplisitas pribadi yang memi- tis inilah, saya berargumen bahwa sering- liki nilai-nilai kerapuhan. Saya memanfaat- kali pendidik terlalu memaksakan peserta kan pemikiran Jorge Lopez Gonzalez yang didik untuk memahami dirinya agar menca- menjelaskan bahwa kerentanan sebagai kon- pai nilai-nilai karakter Kristen, tanpa mem- disi untuk berkembang dalam ekspresi ak- beri ruang untuk mendiskusikan keberaga- tivitas menuju kesempurnaan pribadi mela- man dalam pribadi peserta didik yang men- lui kacamata persekutuan dengan Allah. Da- jadi hambatan dalam mencapai kesempur- lam penelitian ini saya akan mempercakap- naan pribadi. Agaknya kurang tepat jika da- kan proses pembentukan kepribadian mela- lam konteks pendidikan karakter Kristen lui kebajikan wajah multiplisitas pribadi dan yang dilihat hanya hubungan atau relasi de- sebagai bagian dari formasi karakter Kris- ngan Tuhan, sementara keberadaan pribadi ten untuk memulihkan kepribadian peserta dan relasi antar pribadi diabaikan. Padahal didik yang terpapar konflik. Dengan meli- pada sisi tertentu perkembangan karakter hat peserta didik yang melewati beragam dalam diri peserta didik sangat dipengaruhi proses pembentukan kepribadian, pendidik oleh keberadaan keberagaman pribadi. Ar- Kristen perlu menyadari bahwa beragam gumen ini membuka ruang untuk konsep peristiwa konflik yang membentuk kepriba- pendidikan karakter yang memperlihatkan dian peserta didik dapat dipulihkan kembali keberadaan pribadi yang terdiri dari multi- melalui proses pendidikan karakter yang plisitas pribadi menjadi penting untuk didis- berbasis pada multiplisitas pribadi. Saya ber- kusikan, khususnya bagi para pendidik yang argumen bahwa kehadiran pendidikan ka- peduli terhadap pertumbuhan nilai-nilai ka- rakter Kristen tidak hanya berfokus pada rakter Kristen pada peserta didik yang ren- perubahan perilaku, namun dapat menguat- tan berhadapan dengan konflik. kan dan menumbuhkan multiplisitas pribadi yang merupakan bagian dari kesempurnaan pribadi dalam peserta didik. 4 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 METODE PENELITIAN kelas teologi sistematika dan juga mata ku- Melalui pendekatan komparatif teo- liah yang berkaitan dengan penciptaan ma- ri,8 penelitian ini menggunakan sebuah me- Pada konteks pendidikan karakter tode kerja yang memperlihatkan konstruksi Kristen, menurut Arthur, segambar dengan teori yang menjembatani terbangunnya kon- Allah . mago De. merupakan inti dari selu- sep pembentukan karakter melalui pende- ruh konsep antropologi Kristen dalam pen- katan multiplisitas pribadi. Selanjutnya, me- didikan karakter Kristen. Imago Dei adalah lalui kajian literatur penelitian berfokus pa- dasar bagi upaya membangun kapasitas re- da pemikiran tentang pendidikan karakter lasional manusia dan sesama sekaligus de- yang dapat dijadikan sebagai argumen kun- ngan Tuhan yang memiliki implikasi etis ci utama untuk membangun pemikiran ter- sebagaimana yang terlihat dalam karakter kait pendekatan multiplisitas pribadi dalam 9 Arthur berargumen bahwa pem- konsep pendidikan karakter. Melalui kajian bentukan karakter tidak boleh dipahami se- pustaka, penelitian ini memperlihatkan ke- bagai sesuatu yang diberikan kepada sese- unggulan yang dapat dimanfaatkan untuk orang, melainkan sebagai sarana autentik membangun pelaksanaan pendidikan karak- untuk memfasilitasi pencarian makna dan ter yang lebih baik, secara khusus pada pe- tujuan pribadi melalui pengembangan hu- serta didik korban konflik. bungan dengan Tuhan yang transenden. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembentukan Karakter Model Relasi Mengembangkan kehidupan etis dalam teologi Kristen merupakan bagian dari tujuan pendidikan Kristen, karena peserta didik di- Pemahaman tentang manusia yang panggil untuk dapat mengenal Tuhan seba- dicipkan menurut gambar dan rupa Allah gai sesuatu yang kekal, melampaui kebera- merupakan konsep yang ditemukan dalam daan pribadinya. teologi Kristen. Sejak sekolah minggu hal Bagi Arthur, membangun relasi de- ini sering diajarkan oleh pendidik-pendidik ngan Tuhan merupakan kunci untuk menca- sekolah minggu di gereja. Dalam konteks pai kepribadian yang unggul dalam iman kelas formal, konsep segambar dan serupa Kristen. Pertama, seseorang perlu menya- dengan Allah sering ditemukan juga dalam dari bahwa setiap situasi memiliki aspek John W. Creswell. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif. Kuantitatif Dan Campuran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. Arthur. A Christian Education in the Virtues: Character Formation and Human Flourishing, 21. Arthur, 27. Arthur, 28. 5 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 moral yang dapat menuntutnya untuk mela- menciptakan lingkungan atau budaya yang kukan hal yang benar melalui praktik keba- memungkinkan peserta didik membangun Kedua, situasi ini dapat memicu ke- dan memperdalam hubungannya dengan inginan dalam diri seseorang sehingga ia Tuhan. Selanjutnya, sekolah juga dapat me- perlu mengenali dan mengendalikannya. Ke- numbuhkan budaya akademis yang bertuju- tiga, seseorang perlu untuk mengidentifika- an untuk mengejar kebenaran, yang secara si kebajikan yang dapat membimbing emosi aktif mempromosikan pertumbuhan kebaji- sehingga dapat menuntunnya pada tindakan kan Kristen. 14 Sekolah Kristen memiliki ke- yang benar sekaligus membawa kebaikan. wajiban untuk mengajarkan pemahaman Keempat, seseorang perlu mempertimbang- tentang kebajikan moral, untuk menetapkan kan setiap pilihan yang ada dengan mema- beberapa komitmen moral bagi peserta di- hami aspek moral dari satu situasi sehingga dik untuk dipelajari. Norma-norma dalam dapat mempertimbangkan aspek moral yang kebajikan moral ini, diharapkan menyata- 12 Pada intinya Arthur memahami bah- kan sifat-sifat karakter dan tindakan yang wa relasi sebagai kunci dalam mencapai ke- terpuji dan dapat dibenarkan melalui sifat pribadian yang unggul dapat terlihat ketika kondusif bagi kehidupan Kristen dan keber- seseorang melakukan hal yang benar, pada adaan pribadi yang bermakna dalam hubu- waktu yang tepat, dengan cara yang benar, ngannya dengan Tuhan. Pembentukan inte- dan untuk alasan yang benar. gral dari pribadi merupakan keserupaan de- Berkaitan dengan proses keberhasi- ngan Kristus melalui iman. Sebab Kristus lan pendidikan karakter. Arthur mengata- adalah model dan contoh tertinggi sekaligus kan bahwa pendidikan perlu menyediakan menjadi contoh pribadi untuk ditiru. intervensi yang ditargetkan sehingga dapat Pendidikan kebajikan Kristen bertu- memperkuat karakter moral. Pembentukan juan sekaligus memposisikan peserta didik moral peserta didik merupakan salah satu untuk menghayati iman dan bertumbuh da- tujuan mendasar dari pendidikan yang ber- lam kebajikan yang digerakkan oleh kasih. upaya membentuk karakter yang dijiwai Kebajikan dapat menjadi alasan mengapa oleh kompas etika yang kuat. 13 Oleh karena seseorang melakukan tindakan baik dengan itu, peran pertama sekolah Kristen adalah lebih mudah, sekaligus merupakan tanda pe- Arthur, 93. Arthur, 103. Arthur, 104-5. Arthur, 105. 6 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 nyebab kebaikan seseorang. 16 Pembentu- yang diasimilasi dan dipupuk melalui kon- kan karakter Kristen juga bukanlah sebuah tak dengan orang-orang dalam komunitas proses mekanistik atau statis, dan juga tidak Komunitas iman yang hidup, sadar, ada titik akhir di dunia, namun selalu ada dan aktif ini mendorong para anggotanya dalam proses perjalanan. 17 Pendidik Kristen untuk mengadopsi cara hidup Kristen dan adalah seorang yang membantu membentuk memajukan kebaikan bersama. Selanjutnya, peserta didik guna meningkatkan pengeta- komunitas Kristen diharapkan dapat me- huan dan keterampilan dalam relasi yang ningkatkan dan memperkuat kebajikan ka- sesuai dengan sifat sejati dan kebaikan ter- rakter individu Kristen, serta membangun Peran pendidik adalah untuk mewu- komunitas orang-orang yang berbudi luhur. judkan sintesis antara iman dan pengala- Pendidikan Kristen memanfaatkan keberha- man, iman dan budaya, dan iman dan kehi- silan komunitas Kristen di masa lalu, bela- dupan sehingga pendidik membimbing dan jar dari keberadaan budaya Kristen, terma- mendorong peserta didik menuju hubungan suk musik, arsitektur, dan seni visual. aktif dengan Tuhan. 18 Sekolah Kristen me- Pembentukan karakter Kristen adalah ten- layani motivasi dan tujuan teologis karena tang pertobatan dan transformasi, yang ti- berupaya membantu peserta didik dalam dak memerlukan pelajar yang pasif, tetapi pembentukan karakter berdasarkan hubung- peserta didik yang aktif, terlibat, dan reflek- an peserta didik dengan Yesus Kristus. Pem- Peserta didik memerlukan pendekatan bentukan karakter yang berpusat pada mem- yang luas dan komprehensif terhadap pem- bangun relasi dengan Kristus pada akhirnya bentukan karakter yang mempertimbang- menjadi inti dari setiap anggota komunitas kan lingkungan, etos kerja, kurikulum, dan sekolah, sehingga memiliki etos Kristen yang metode pengajaran. Hal ini dilakukan ber- autentik dan terus memiliki pengaruh men- sama dengan pembelajaran melalui contoh dalam pada pengembangan karakter peserta dan pemberian kesempatan untuk praktik. Pendidikan karakter Kristen adalah mendiPendidikan karakter Kristen mendo- dik seseorang menjadi pribadi sejati dan rong peserta didik untuk bertumbuh dalam utuh, dan bukan sekadar menjadikan sese- iman yang diterima melalui baptisan. orang sebagai pribadi profesional tertentu. Arthur, 143. Arthur. Arthur, 144. Arthur, 145. Arthur, 147. Arthur, 150. Arthur, 151. 7 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 Pemikiran Arthur mengenai konsep ngat penting. Namun, ruang diskusi yang pendidikan karakter Kristen yang mengede- lebih terbuka dan melihat diri peserta didik pankan relasi dapat dijalankan dalam keba- adalah pribadi yang diciptakan menurut gam- jikan Kristen. Melalui lembaga pendidikan bar Allah yang memiliki keberagaman pri- Kristen para pendidik diharapkan dapat badi, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu menjalankan tugasnya sebagai pribadi yang sebelum proses pendidikan karakter dilak- melihat diri peserta didik sebagai pribadi yang segambar dan serupa dengan Allah. Jika tugas utama dalam membangun Namun beberapa argumen dapat saya beri- karakter adalah menghidupkan keberagaman kan untuk mempertajam maksud dan tujuan relasi dalam diri peserta didik, maka ba- saya dalam penelitian ini. Pertama, jika pen- gaimana dengan peserta didik yang berada didikan karakter Kristen bertujuan untuk dalam situasi rentan terhadap konflik yang membawa peserta didik menuju pada priba- memiliki multiplisitas pribadi akibat terpa- di yang diciptakan menurut gambar dan ru- par oleh beragam konflik. Atas dasar inilah, pa Allah, terkadang memberi ketegangan saya berargumen bahwa perlu untuk men- pada proses pendidikan karakter. Pendidik diskusikan model keberagaman pribadi da- melihat dirinya lebih sempurna daripada pe- lam diri peserta didik sebagai bagian dari serta didik sehingga memperlihatkan model pendidikan karakter Kristen yang lebih ter- hierarki yang memberi ruang bagi pendidik buka dan sekaligus cocok bagi peserta didik untuk bertindak sesukanya, tanpa memberi yang rentan terhadap konflik, sesuai dengan ruang bagi peserta didik untuk mengekspre- konteks tulisan ini. sikan keberadaan pribadi. Kedua, jika pen- Konsep Keberagaman Pribadi pada Ke- didikan karakter Kristen bertujuan untuk utuhan Perilaku mencapai kesempurnaan segambar dengan Pertanyaan menarik yang saya gu- Allah, lantas bagaimana dengan gambar diri nakan untuk mengawali pembahasan ini Allah yang sesungguhnya ada dalam diri adalah, bagaimana perkembangan kepriba- manusia itu sendiri, tentu menjadi dilema dian peserta didik yang terpapar konflik, dan tersendiri yang mestinya diselesaikan da- bagaimana keberagaman pribadi muncul da- lam diskusi teologis yang tepat. Ketiga, sa- lam konteks ini. Pada konteks pendidikan, ya memahami bahwa membangun relasi yang istilah kepribadian sering dihubungkan de- aktif dengan Tuhan sebagai bagian dari pro- ngan pendidikan karakter. Misalnya oleh ses pendidikan karakter adalah hal yang sa- Doni Koesoema yang mengemukakan bah- 8 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 wa pendidikan karakter adalah sebuah usa- dengan proses penciptaan yang identik de- ha sadar dalam mengembangkan keseluru- ngan manusia diciptakan menurut gambar han dinamika relasional antarpribadi de- Allah yang memiliki hubungan yang tidak ngan berbagai macam dimensi, baik di da- Joas Adiprasetya menjelaskan lam maupun di luar dirinya, agar pribadi ter- bahwa segala ciptaan dapat berelasi dengan sebut dapat menghayati kebebasan dan se- Allah melalui sang Anak (Kristu. di dalam makin bertanggung jawab atas pertumbu- Roh Kudus. 26 Tentu dalam relasi ini kebera- han dirinya. 23 Menariknya, dalam konteks daan manusia dapat dihidupkan melalui ke- multiplisitas pribadi keberadaan diri sese- beragaman Pribadinya yang tidak dapat ter- orang tidak hanya pada tatanan relasi, na- pisahkan dengan Allah sebagai Pencipta. mun terdiri dari beragam pribadi. Yang ber- Dalam konteks psiko-teologi, keberadaan arti bahwa, satu diri manusia memiliki bera- manusia tidak hanya mewarisi relasi dan gam pribadi. Misalnya oleh Amy Bentley hubungan pribadi dengan Allah namun me- Lamborn yang berkomentar bahwa kesatu- lalui Roh Kudus, dalam keseluruhan Priba- an dan keberagaman dapat bertahan dalam di yang multiplisitas ini. Allah tetap ada dan dialektika generatif dan saling menembus hadir sebagai Pencipta. antara yang satu dengan lainnya sekaligus Pribadi mencerminkan identitas unik berkembang dalam satu kesatuan yang tran- seseorang yang berkembang melalui penga- senden dalam proses menjadi satu yang aba- laman, latar lingkungan, dan interaksi sosial. Dalam pandangan yang sedikit ber- Pada dasarnya, identitas pribadi menyang- beda. Joyo Salgado dan Hubert J. Hermans kut tiga komponen besar, yaitu keanggotaan, berargumen bahwa keberagaman pribadi keyakinan, dan kesiapan, yang mana ketiga- merujuk pada dinamika identitas yang mun- nya dapat saling berkontribusi dan mem- cul melalui proses dialogis antara individu bentuk identitas pribadi menuju kesiapan dengan dirinya sendiri dan orang lain. bertindak, yang juga melibatkan kesiapan Dalam konteks teologi Kristen ke- untuk mengambil tindakan yang sesuai de- beradaan manusia tidak dapat dipisahkan ngan pencapaian tujuan identitas yang di- A Doni Koesoema. Pendidikan Karakter: Utuh Dan Menyeluruh (Yogyakarta: Kanisius, 2. , 57. Amy Bentley Lamborn. AuAoFiguringAo the Self: Unity and Multiplicity in Clinical and Theological Imagination,Ay Pastoral Psychology 57 . : 17Ae23, https://doi. org/10. 1007/s11089-008-0156-8. Joyo Salgado and Hubert J M Hermans. AuThe Return of Subjectivity: From a Multiplicity of Selves to the Dialogical Self,Ay EJAP (Tes. 1, no. 3Ae13. Joas Adiprasetya. Berteologi Dalam Iman: DasarDasar Teologi Sistematika Konstruktif (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 74. 9 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 inginkan, dan menghindari yang tidak di- Jika pribadi tidak tunggal dan me- 27 Albert Bandura berargumen bah- miliki keterkaitan yang sangat erat dalam wa tindakan seseorang sangat dipengaruhi tindakan, maka yang tunggal itu terdiri dari oleh keberadaan pribadinya melalui self- apa saja dan bagaimana prosesnya menuju sense of self, self- regulation system, dan sebuah tindakan atau perilaku, dapat menja- sense of self efficacy, yang mana ketiganya di pertanyaan penting yang perlu diselesai- memberikan peran signifikan terhadap pem- kan melalui sub pokok bahasan ini. Saya bentukan perilaku yang didorong oleh mo- memahami bahwa pribadi adalah sesuatu tivasi dalam diri. yang berada dalam diri seseorang, bukan Keterhubungan antar tindakan dan termasuk tubuh fisik yang terdiri dari dua konsep diri juga diperlihatkan oleh Butt dan aspek, yaitu dapat diamati oleh orang di luar rekan-rekannya dalam penelitian psikotera- dirinya, dan hanya dapat dialami, dimenger- pi bahwa konsep diri yang terpadu dapat men- ti, dan dirasakan oleh orang yang memiliki jadi bentuk kontrol sosial sekaligus menja- diri tersebut. Dalam pandangan psikoanali- dikan individu lebih teliti dalam mengenda- sis Sigmund Freud, kepribadian manusia likan diri sendiri, dan dapat memberi penga- merupakan sebuah sistem yang terdiri dari ruh pada kontrol di luar diri yang tidak begi- id, ego, dan super ego. Id berisi dorongan tu diperlukan. 29 Tidak dapat dipungkiri bah- insting dan keinginan primitif. ego berfung- wa pada konteks tertentu, pribadi beragam si sebagai penengah antara id dan realitas. memiliki kesatuan dengan tindakan nyata serta superego merepresentasikan nilai mo- yang dapat dipahami sebagai kesatuan orga- ral dan norma sosial, membentuk perilaku nisasi yang bersifat dinamis. Kepribadian sesuai dengan standar etika masyarakat. Ji- dapat menentukan kemampuan dalam pe- ka demikian, maka melalui salah satu pe- nyesuaian diri yang bersifat unik terhadap mikiran ini, serangkaian keberagaman pri- lingkungan di sekitarnya. badi dapat disebutkan. Dalam pandangan Freud, proses menuju tindakan dapat terli- Daphna Oyserman. AuIdentity-Based Motivation: Implications for Action-Readiness. ProceduralReadiness, and Consumer Behavior,Ay Journal of Consumer Psychology 19, no. : 250Ae60, https://doi. org/10. 1016/j. Albert Bandura. AuSocial Foundations of Thought and Action,Ay in The Health Psychology Reader, ed. David Marks (London: SAGE, 2. , 20. David Lester. A Multiple Self Theory of Personality. (New York City: Nova Science Publishers, 2. Lawrence A Pervin. The Science of Personality (New York. NY: Oxford University Press, 1. , 11. 10 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 hat pada fase super ego, dan di sinilah tepat- Kembali pada konsep multiplisitas nya pendidikan moral dan karakter selalu pribadi, dalam pandangan psiko teologis dibicarakan, secara khusus mengenai, mo- Lamborn dijelaskan bahwa dalam satu ke- del dan teknik pendidikan karakter. satuan diri kita tidak dapat terhindar dari ke- Konsep Freud mengenai ego ber- beragaman yang juga memungkinkan sese- fungsi menyeimbangkan dorongan naluriah orang untuk mendekatkan diri pada gamba- id dengan nilai-nilai moral superego, yang ran ilahi Tuhan yang terus dihidupi dalam diperoleh sejak usia 3-5 tahun melalui aja- imajinasi dan keseharian. 31 Selanjutnya da- ran orang tua dan lingkungan. Superego lam kesatuan dan keberagaman ini, sese- membentuk batasan baik dan buruk, meme- orang dimungkinkan untuk menyadari bah- ngaruhi citra diri ideal. Konsep ini terhu- wa pemahaman tentang Allah Trinitas ada- bung dengan pendekatan multiplisitas pri- lah kesatuan dalam keberagaman manifes- badi dalam pendidikan karakter karena me- tasi pribadi Allah yang Ilahi sekaligus men- nekankan bahwa kepribadian manusia tidak jadi sebuah proses yang keluar dari diri-Nya bersifat tunggal, tetapi terdiri dari berbagai dan kembali pada diri-Nya sendiri. 32 Saya aspek yang saling berinteraksi dan konteks memahami bahwa keberagaman pribadi men- yang berbeda. Dengan memahami konsep cerminkan berbagai aspek kepribadian yang Freud, model ini dapat membantu peserta berinteraksi membentuk keutuhan perilaku, didik mengelola dan mengintegrasikan ber- dalam nilai yang di internalisasi, sekaligus bagai aspek kepribadian dalam nilai-nilai menciptakan dinamika antara identitas yang iman Kristen. Pendidikan karakter yang ber- berbeda dalam diri seseorang. Meskipun be- basis pada multiplisitas pribadi tidak ber- ragam, keutuhan perilaku tercapai melalui in- usaha menekan salah satu aspek kepribadian, tetapi mengarahkan setiap bagian terse- tegrasi aspek-aspek tersebut, yang membuat individu bertindak konsisten dan adaptif. but agar berkontribusi pada pertumbuhan Kerentanan dan Kesempurnaan Pribadi karakter dan spiritual yang lebih utuh. Se- Pokok diskusi saya pada sub judul bagaimana hal ini juga memungkinkan pe- ini secara konsisten dinarasikan berdasar- serta didik untuk beradaptasi dengan berba- kan pemikiran Jorge Lopez Gonzalez dalam gai tantangan hidup tanpa kehilangan iden- tulisannya yang berjudul AuVulnerability. Per- titas dan prinsip iman Kristen. fection and Christian Education. Ay Tesis uta- Lamborn. AuAoFiguringAo the Self: Unity and Multiplicity in Clinical and Theological Imagination. Ay Paul Tillich. Systematic Theology. Volume 3 (Chicago: University of Chicago Press, 2. , 293. 11 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 ma yang dikemukakan Gonzales adalah jika ratkan kebutuhan untuk memberi dan ber- kesempurnaan dianggap sebagai persekutu- 37 Gonzalez melihat bahwa kerentanan an, maka kerentanan tidak merupakan ham- adalah bagian dari kesempurnaan pribadi batan menuju kesempurnaan. 33 Gonzalez sehingga kerentanan dan kesempurnaan pri- berargumen bahwa seseorang dapat hidup badi selalu berjalan bersama dalam perse- seutuhnya dalam persekutuan untuk berkem- Lebih lanjut Gonzalez berargumen bang sepenuhnya sebagai pribadi. Model bahwa dalam sudut pandang Kristen, ke- persekutuan dalam pribadi ini juga misal- sempurnaan dipahami sebagai persekutuan nya dalam pandangan Lamborn adalah ke- melalui ungkapan kasih, sehingga kesem- satuan dan keberagaman dapat bertahan da- purnaan Kristen adalah buah dari anugerah lam dialektika generatif dan saling menem- 38 Kerentanan adalah bagian bus antara yang satu dengan yang lain. dari multiplisitas pribadi, yang ada dalam Dengan kata lain, dalam satu diri seseorang satu keutuhan diri peserta didik. Dengan terdapat sebuah persekutuan dengan Allah menghadirkan kasih Allah melalui kebaji- Trinitas. Misalnya. Paul Tillich memahami kan persekutuan, keberagaman pribadi da- bahwa dalam kesatuan dan keberagaman di- pat diberikan ruang untuk menuju perilaku ri manusia, manusia diberikan kesempatan kasih yang dapat terlihat dalam tingkah laku untuk memahami bahwa Allah Trinitas men- peserta didik dalam keseharian. cerminkan kesatuan dalam berbagai wujud Jika Gonzalez menjelaskan bahwa pribadi Allah yang ilahi yang sekaligus ber- cara mendamaikan kerentanan dan kesem- sama dengan manusia. purnaan adalah melalui sebuah pertimbang- Gonzalez memahami bahwa dalam an bahwa efektivitas yang rentan bukanlah diri setiap manusia, apapun kondisi fisik, kekurangan tetapi kesempurnaan, yang me- mental, dan moralnya perlu mengenali apa rupakan bagian dari kasih Tuhan, 39 maka yang seharusnya dilakukan, sebagaimana saya, dalam pendekatan multiplisitas priba- panggilan untuk persekutuan dengan sesa- di, berargumen bahwa kepribadian yang ren- Panggilan untuk bersekutu ini menyi- tan hanya dapat dihidupkan melalui perse- Jorge Lypez Gonzylez. AuVulnerability. Perfection and Christian Education,Ay Journal of Disability & Religion 27, no. : 400Ae410, https://doi. 1080/23312521. Gonzylez. Lamborn. AuAoFiguringAo the Self: Unity and Multiplicity in Clinical and Theological Imagination. Ay Tillich. Systematic Theology. Volume 3. Gonzylez. AuVulnerability. Perfection and Christian Education. Ay Gonzylez. Gonzylez. 12 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 kutuan, dan dalam proses ini keberagaman kan karakter Kristen. Kerentanan adalah ba- pribadi yang lain dapat saling berkolaborasi gian dari kesempurnaan pribadi, baik dalam untuk saling menguatkan. Pada konteks pri- konteks persekutuan yang bukan saja pada badi yang lain inilah saya juga melihat bah- tindakan namun juga merupakan tujuan. wa peran kehadiran pribadi ilahi melalui Memunculkan pertanyaan tentang bagaima- Trinitas Allah dapat menolong kepribadian na membangun kepribadian yang rentan ter- yang rapuh dan rentan ini. Kehadiran Pri- hadap konflik melalui pendidikan karakter badi Trinitas Allah yang saya maksudkan Kristen dengan mempertimbangkan model disini adalah keterlibatan Allah Bapa. Anak, keberagaman ini adalah sebuah dilema yang dan Roh Kudus dalam membimbing, meno- dapat dijawab dalam narasi selanjutnya. pang, dan mentransformasi kepribadian yang rapuh agar dapat menemukan kekuatan dalam persekutuan. Allah Bapa sebagai sum- Pedagogi Karakter Kristen: Wajah Multiplisitas Pribadi ber kasih, memberikan perlindungan serta Perkembangan konsep pendidikan tujuan hidup bagi pribadi yang merasa ren- karakter hingga saat ini selalu melihat an- Yesus Kristus melalui karya penebu- tara dua relasi yang tidak terpisahkan. san-Nya dalam penderitaan manusia, mem- kepribadian dan perilaku. Jika Arthur ber- buat setiap pribadi yang lemah dapat mene- argumen bahwa pendidikan karakter yang mukan harapan dan identitas baru dalam tidak dapat dipisahkan dengan konsep ma- kasih karunia-Nya melalui kehadiran Roh nusia yang segambar dan serupa dengan Kudus setiap waktu. Allah, dan tujuan pendidikan karakter ada- Pemikiran Gonzalez mengenai pri- lah membawa peserta didik menuju gambar badi yang rentan adalah bagian dari kesem- Allah yang sejati melalui relasi yang aktif purnaan yang melihat bahwa kedua dimensi dengan Tuhan, maka Gonzalez melihat ke- ini ada dalam sebuah model persekutuan. rentanan pribadi seperti yang dialami oleh Pemahaman ini sangat menolong saya da- peserta didik yang rentan terhadap konflik lam memahami bahwa sesungguhnya da- sebagai bagian dari kesempurnaan melalui lam multiplisitas pribadi diri, peserta didik Singkatnya. Arthur mengabai- dapat mencerminkan dirinya memiliki ke- kan kerentanan pribadi dan mengutamakan sempurnaan hidup yang perlu dijaga dan di- relasi dalam persekutuan dengan Allah, se- hidupkan selalu dalam nilai-nilai pendidi- mentara Gonzales menampilkan kerentanan Gonzylez. 13 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 sebagai bagian dari kesempurnaan melalui berbeda, tanpa kehilangan identitas inti yang persekutuan dengan Allah. Hal ini memberi menyatukan semuanya. Misalnya. Joyo ruang bagi saya, dalam konteks pendidikan Salgado dan Hubert J. Hermans berargu- karakter Kristen, untuk melihat pribadi yang men bahwa keberagaman pribadi merujuk rentan atau terpapar oleh konflik perlu men- pada dinamika identitas yang muncul mela- jadi salah satu dimensi penting dalam mem- lui proses dialogis antara individu dengan bangun relasi dengan Tuhan. Dengan ber- dirinya sendiri dan orang lain. basis pada konteks wajah multiplisitas pri- Secara sederhana saya memahami badi saya berargumen bahwa membangun bahwa pendidikan karakter Kristen bagi pe- persekutuan menjadi salah satu model pen- serta didik yang terpapar konflik dalam wa- didikan karakter yang perlu dipertimbang- jah multiplisitas pribadi adalah sebuah pro- kan oleh pendidikan karakter Kristen dalam ses holistik yang dilakukan melalui perse- membangun karakter peserta didik. kutuan oleh pendidik dan peserta didik un- Sebelum menuju pada model peda- tuk mencapai proses pemulihan pribadi yang gogi karakter Kristen melalui persekutuan terwujud dalam karakter yang sesuai de- yang hendak saya usulkan, pertanyaan me- ngan norma dan nilai-nilai ajaran iman ngenai apa itu pedagogi karakter menurut Kristen. Melalui upaya memulihkan kebe- saya penting untuk dinarasikan terlebih da- ragaman pribadi yang lain dari peserta di- Lickona berargumen bahwa pendidi- dik, pendidik dapat diharapkan untuk meli- kan karakter adalah sebuah proses holistik hat diri peserta didik memiliki keberagaman yang dapat dimanfaatkan untuk mengem- pribadi, saling mempengaruhi, dan saling bangkan sisi moral dan sosial peserta didik, berkolaborasi sehingga proses pendidikan yang juga tidak hanya bertujuan untuk mem- karakter pada konteks ini difokuskan untuk bentuk rasa tanggung jawab tetapi juga me- menolong proses kolaborasi antar pribadi ngembangkan pemikiran kritis, empati, dan Hal ini penting untuk dilakukan karena Sedangkan multiplisitas ada- peserta didik yang terpapar konflik memili- lah suatu keadaan di mana seseorang memi- ki beragam kepribadian yang menjadi peng- liki berbagai dimensi atau aspek kepriba- hambat dalam proses keberhasilan pendidi- dian yang beragam yang dapat muncul da- kan karakter. Sebagaimana dalam model per- lam situasi, peran, atau konteks sosial yang sekutuan ini tidak hanya berkaitan dengan Salgado and Hermans. AuThe Return of Subjectivity: From a Multiplicity of Selves to the Dialogical Self. Ay 14 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 persekutuan dalam komunitas, namun me- tuan sebagai landasan dalam memahami ke- rujuk juga pada persekutuan dalam diri pe- rentanan sebagai kesempurnaan,42 pada pe- serta didik melalui bimbingan dan pengara- nelitian ini menggunakan persekutuan seba- han dari pendidik. gai model pemulihan multiplisitas pribadi Dalam model persekutuan ini, saya dalam diri peserta didik yang terpapar kon- melihat ada tiga aspek yang menjadi kunci Model ini dipandang sesuatu yang pen- keberhasilan proses ini. Pertama. Tuhan ting dalam pendidikan karakter karena da- melalui pribadi Trinitas-Nya. kedua, peser- lam persekutuan pendidik peserta didik da- ta didik yang memiliki multiplisitas pribadi pat terlibat dalam pengalaman spiritual yang itu sendiri. dan ketiga pendidik yang meno- dapat memulihkan multiplisitas pribadi pe- long, menuntun dan berkolaborasi untuk me- serta didik. ngembangkan kepribadian melalui proses Model ini dikembangkan dalam tiga Dengan demikian konsep pendidi- komponen utama yang saling berkaitan. kan karakter Kristen tidak hanya menuntut Pertama, persekutuan pemulihan yang di- peserta didik untuk memenuhi nilai-nilai rancang sebagai ruang bagi peserta didik kebaikan, tetapi perlu memperhatikan diri untuk mengekspresikan berbagai aspek ke- yang mengalami kerentanan tersebut. pribadian dan menemukan kesatuan di da- Model Persekutuan dalam Pendidikan lam Kristus. Melalui refleksi diri, peserta Karakter Kristen didik diajak untuk melihat bagaimana peng- Pada bagian ini saya mengusulkan alaman konflik telah membentuk dirinya model pendidikan karakter Kristen melalui dan bagaimana firman Tuhan dapat menun- Beberapa prinsip yang dapat tunnya kepada pemulihan. Diskusi dalam saya perlihatkan dalam model ini adalah, kelompok kecil menjadi sarana memba- pertama, persekutuan dapat dipahami seba- ngun empati dan menerima perbedaan, se- gai bagian dari proses pemulihan pribadi. dangkan berdoa dan penyembuhan luka ba- Kedua, persekutuan dapat menuntun peser- tin membantu peserta didik untuk menemu- ta didik memahami kehadiran Kristus da- kan penghiburan dalam Kristus. Kedua, ber- lam keberagaman pribadinya. Berbeda de- fokus pada bagaimana peserta didik dapat ngan Gonzalez yang mengusulkan perseku- menghidupi nilai-nilai kasih, pengampunan. Gonzylez. AuVulnerability. Perfection and Christian Education. Ay 15 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 dan rekonsiliasi dalam komunitas. Studi Keberhasilan model ini dapat diukur Alkitab tentang perdamaian dan keadilan, melalui perubahan sikap peserta didik, pe- simulasi penyelesaian konflik, serta peliba- ningkatan empati dan toleransi, serta pe- tan dalam proyek sosial berbasis komunitas nguatan hubungan sosialnya dalam komu- menjadi bagian dari proses ini. Melalui pe- Dengan demikian, pendidikan karak- ngalaman langsung, peserta didik belajar ter melalui persekutuan multiplisitas priba- bahwa keberagaman pribadi dalam dirinya di ini bukan hanya sekadar membangun in- bukan hambatan tetapi anugerah yang dapat dividu yang memiliki nilai-nilai moral yang memperkaya kehidupan bersama dalam ka- baik, tetapi juga menciptakan pribadi peser- sih Kristus. Ketiga, relasi dengan Kristus ta didik dalam komunitas yang mampu hi- sebagai inti pendidikan karakter, yang me- dup damai, menerima keberagaman sebagai mastikan bahwa dalam perjalanan pemuli- anugerah, serta terus bertumbuh dalam per- han dan pembentukan karakter ini peserta sekutuan dengan Kristus. didik selalu diarahkan kepada hubungan KESIMPULAN yang semakin dalam melalui penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus. Dalam tulisan ini saya mengusulkan sebuah kerangka pendidikan karakter Kris- Penerapan model ini memerlukan ten yang melihat bahwa diri peserta didik dukungan dari berbagai pihak, terutama se- adalah pribadi yang memiliki multiplisitas kolah, gereja, dan keluarga. Sekolah Kris- Dalam konteks peserta didik yang ten dapat mengintegrasikan pendekatan ini terpapar terhadap konflik, multiplisitas pri- ke dalam kurikulum dengan memberikan badi menjadi salah satu hambatan dalam ruang bagi refleksi pribadi dan pembelaja- pencapaian tujuan pendidikan karakter. Un- ran berbasis komunitas. Gereja dan sekolah tuk itu fokus pendidikan karakter tidak ha- Kristen sebagai pusat spiritual, dapat me- nya pada proses relasi dan perbaikan perila- nyediakan lingkungan persekutuan yang ku tetapi juga pada kerentanan kepribadian. aman bagi peserta didik untuk bertumbuh Dengan melihat diri peserta didik yang me- dalam iman dan karakter. Pendidik Kristen, miliki multiplisitas pribadi, termasuk berba- mentor, dan pembina rohani memiliki peran gai kerentanan seperti, trauma, kegelisahan, penting sebagai fasilitator yang membantu dendam dan hilangnya motivasi untuk bela- peserta didik dalam memahami dan mene- jar sebagai akibat dari terjadinya konflik rima keberagaman pribadi melalui kasih yang belum selesai, peran pendidik Kristen Kristus. dalam konteks ini adalah memulihkan me- 16 CopyrightA 2026. Dunamis. ISSN 2541-3937 . , 2541-3945 . Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. Oktober 2026 lalui persekutuan, untuk mengharmoniskan beragam ketegangan dalam diri yang berakibat pada kehilangan nilai-nilai moral Kristen dalam perilaku. DAFTAR PUSTAKA