ISSN: x-x Volume X. Nomor X. Bulan 20XX DOI XX-XX Fenomena Health Consciousness Pada Lansia Ananda Lutfia Anisa . Orchidea Khoirun Nisa . Tatik Mukhoyyaroh . Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia 2, 3 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Email: 1anandalutfiaa@gmail. com 2orchidea. kn@gmail. com 3 tatikfpk@uinsby. Abstract The health of the elderly, which is increasingly declining, needs to be anticipated immediately. Seeing the situation in the current era that is getting worse, starting from the surrounding conditions, the cleanliness of the environment, to the increasingly severe levels of air pollution. Therefore, it is very important to make efforts to protect yourself from various diseases, especially in the elderly. This can be started by building awareness of health. This research uses a qualitative descriptive research type using a phenomenological approach. Subjects in this study were elderly aged 60 (MS) and 62 years (MM), able to communicate well and in a fully conscious condition. Data collection was carried out by means of in-depth interviews and using voice recorder media for verbal and field notes for non-verbal. Data analysis was performed using descriptive statistical methods. The results of the study show that knowledge of health awareness is different, especially in terms of their perspectives on food consumption patterns and awareness of the surrounding environment. Therefore, an approach method is needed to disseminate information about the importance of health awareness, especially with regard to the healthy lifestyle of the elderly population. Keyword : Health. Consciousness. Lansia Abstrak Kesehatan lansia yang semakin lama semakin mudah menurun ini perlu untuk diantisipasi dengan segera. Melihat keadaan di era saat ini yang semakin memburuk mulaidari keadaan sekitar, kebersihan lingkungan, hingga tingkat polusi udara yang semakin parah. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan upaya-upaya yang dapat menjaga diri dari berbagai penyakit khusunya pada lansia. Hal tersebut dapat dimulai dengan membangun kesadaran akan Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini merupakan lansia berusia 60 (MS) dan 62 tahun (MM), mampu berkomunikasi dengan baik dan dalam kondisi sadar Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan megguakan media voice recorder utuk verbal dan field note untuk nonverbal. Analisa data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akan keadaran kesehatan berbeda, terutama dalam hal sudut pandang mereka tentang pola konsumsi makanan dan kesadaran akan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pendekatan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya kesadaran kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan gaya hidup sehat penduduk lanjut usia. Kata Kunci : Kesehatan. Kesadaran. Lansia Pendahuluan Sebagaimana yang didefinisikan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia lanjut yaitu 60 tahun atau lebih. Menurut Nugroho & Kusrohmaniah . , pertumbuhan penduduk usia lanjut akan memberikan beberapa dampak, antara lain penurunan fungsi fisik dan psikososial lansia. Beberapa kemampuan fisik dan mental seseorang akan menurun seiring bertambahnya usia. Mengingat organ tubuhseseorang juga akan memburuk seiring berjalannya waktu, hal ini merupakan hal yang wajar (SaAodiyah & Liliek, 2. Seperti lansia sudah tidak bisa menahan ketika ingin buang air kecil maupun besar, pendengaran lansia juga sudah menurun atau tidak berfungsi secara maksimal, penglihatan juga sudah mulai kabur atau Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi buram, mengalami kepikunan serta mudah terserang penyakit. Lansia juga mengalami perubahan sosial sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan pada dirinya hal ini dikarenakan dulunya ditengah masyarakat sebagai pemuka agama atau tokoh utama, sekarang sudah digantikan oleh orang- orang muda yang lebih produktif (Puspitasari et all. , 2. Serta terdapat masalah lainnya yang tak kalah penting menurut Duwi . yaitu masalah kesehatan dan kualitas hidup lansia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021. Indonesia memiliki 29,3 juta orang lanjut usia. Persentase ini sepadan dengan 10,82 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2035, akan ada 41 juta orang yang tinggal di sana, dan pada tahun 2050, akan ada lebih dari 80 juta orang. Orang yang lebih tua sering memiliki masalah kesehatan. Sel-sel tubuh mulai memburuk, yang menyebabkan penurunan fungsi dan resistensi serta peningkatan faktor risiko penyakit. Orang tua sering mengalami kekurangan gizi, masalah keseimbangan, kebingungan mendadak, dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, sejumlah penyakit, seperti osteoporosis, demensia, masalah pendengaran dan penglihatan, serta hipertensi, sering menyerang lansia (Punjastuti, 2. Komponen penting dari kesejahteraan individu adalah kesehatan, khususnya pada Selain sandang, pangan, dan papan, manusia juga memiliki kebutuhan akan Individu yang sehat tidak hanya bebas dari penyakit menular melainkan juga individu yang dalam keadaan sehat fisik, mental, dan social, sehingga mampu beraktivitas secara normal dan produktif (Sugiyono, 2. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan serta motivasi dari berbagai pihak terutama keluarga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal terseut sesuai dengan teori Fiori, dkk . AyIndividuals in the locally integrated, support network characterized by informal help to and form local family friends and neighbors and involvement comunity groups, are the least at risk for mental health problem such as lonliness and depressionAy Artinya bahwa: individu yang terintegrasi secara okal, membutuhkan dukungan komunikasi atau sosial yang ditandai dengan bantuan secara informal terutama dari keluarga inti, teman, dan tetangga, serta kelompok masyarakat yang ada disekitarnya. Apabila hal tersebut tidak terlakasana akan menyebabkan lansia megalami depresi dan kesepian. Gagasan tentang kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kesadaran orang lanjut usia akan nilai kesehatan secara keseluruhan. Kesadaran kesehatan adalah keinginan untuk hidup dengan baik dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam rangka meningkatkan, memelihara, dan mempertahankan kesehatan dan kualitas hidup (Michaelidou & Hassan, 2. Salah satu cara umum untuk melakukan hal ini adalah dengan menerapkan program PHBS, yang mengikuti pola gaya hidup sehat yang mencakup berhenti merokok, sering melakukan latihan fisik yang benar, dan makan makanan yang seimbang atau bergizi (Adnan et al. , 2. Namun yang terjadi pada usia lanjut sangat lah berbeda. Dimana kebanyakan para lansia sudah tidak terlalu memperhatikan akan kebersihan dirinya sediri ataupun Mereka sudah tidak lagi terlalu memikirkan akan bagaimana gaya hidup yang sehat, pola makan yang teratur, kebersihan lingkungannya, kebersihan dirinya Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi sendiri, kesehatan. Tubuh yang sehat adalah harapan semua orang, namun akibat himpitan ekonomi terkadang banyak orang yang menggampangkannya tak terkecuali mereka yang lanjut usia. Di usia lanjut,mereka rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh, penurunan daya ingat . akibat penuaan yang sering disebut Immunosenescence. Oleh sebab itu kesadaran kesehatan pada lansia sangatlah penting untuk mencapai kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera. Dalam penelitian kali ini subjek yang di potret adalah 2 orang lanjut usia. Subjek pertama berumur 62 tahun, yang berjenis kelamin perempuan. Beliau bernama MS tinggal di jombang bersama anak laki-lakinya (P) usianya 37 tahun. MS terkenal di kampungnya dengankehidupan dan kondisi lingkungan rumahnya yang sangat bersih dan tertata rapi, pola hidupnya cukup sehat dan sangat suka berolahraga. MS selalu senang bersihbersih misalnya menyapu halaman rumahnya dan suka sekali menyiram, merapikan tanaman yang ada di halaman rumahnya hampir setiap hari beliau lakukan. Subjek penelitian kami yang kedua berumur 60 tahun, yang berjenis kelamin perempuan. Beliau bernama MM tinggal di Surabaya bersama cucu perempuannya yang bernama (A) usianya 21 tahun. MM terkenal selalu mengantungkan kehidupannya kepada cucunya, semuanya yang beliau lakukan pasti menyuruh cucunya misalnya ketika sampah sudah penuh. MM akan menyuruh cucunya untuk membuangnya. Hal ini terjadi juga apabila MM sedang mengalami gejala sakit selalu tidak dirasakan bahkan tak sering juga cucunya (A) mengetahui bahwa di tempat tidur MM tercecer kotoran akibat buang air besar tidak pada tempatnya. MM juga lebih sering di dalam rumah menonton tv daripada keluar rumah hanya untuk berjemur atau olahraga. Dimana hal tersebut merupakan suatu fenomena yang jarang ditemui dimana dua lansia yang memiliki health consciousness yang berbeda serta masih jarangnya penelitian tentang health consciousness pada lansia sehingga membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yang mana pendekatan ini disesuaikan dengan temuan yang ada di lapangan pada sekelompok lansia. Subjek dalam penelitian ini merupakan lansia berusia 60 dan 62 tahun, mampu berkomunikasi dengan baik dan dalam kondisi sadar Instrumen pertanyaan diperoleh dari Kraft & Goodll . terdiri dari 4 aspek yaitu: sensitive terhadap lingkungan kesehatan, kesehatan fisik, tanggung jawab akan kesehatan pribadi, nutrisi dan manjemen stress. Fenomenologi deskriptif health consciousness pada lansia, menggunakan langkahlangkah pendekatan dari Polit &Beck . yang meliputi bracketing, intuiting, analyzing, serta melakukan describing dan interpretasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan megguakan media voice recorder utuk verbal dan field note untuk non verbal. Analisa data dilakukan menggunakan metode statistik Adapun beberapa pertanyaan dari Kraft & Goodll . yang telah dikembangkan oleh peneliti adalah sebagai berikut: Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Tabel 1. Wawancara Peka Terhadap Apakah anda merasa nyaman dengan kondisi Lingkungan Kesehatan lingkungan rumah yang kotor? Apakah anda menghindari makanan yang tidak sehat atau yang mengandung bahan pengawet? Jika sakit anda lebih sering mengkonsumsi obatobatan herbal atau memilih periksa kedokter? Keseshatan Fisik Apakah anda rajin berolah raga atau jalan-jalanpagi di sekitar kampung? Olahraga apa yang sering anda lakukan? Tanggung Jawab Terhadap Kesehatan Pribadi Pola makan danCoping Apakah anda rutin memeriksa kesehatan anda kedokter? Atau selalu mengikuti posyandu lansia? Apakah anda khawatir dengan kondisi kesehatan Apakah anda selalu memilih makanan yang bergizi? . enghindari makanan yang berlemak, tinggi kolesterol, dan gul. Apakah anda setiap hari makan secara teratur ? Apakah anda menghindari hal-hal yang dapat membuat anda kepikiran? Hasil dan Pembahasan Subjek Pertama (MS) Penelitian ini dilakukan pada dua subjek yang kondisi kebersihan lingkungannya Subjek pertama berada pada lingkungan . yang sangat bersih dan rapi. Hasil dari wawancara subjek MS yang merupakan seorang lansia yang berada di lingkungan bersih dan rapi ialah kebersihan lingkungan rumah dan kerapian rumah merupakan hal sangat penting untuk menciptakan kenyamanan diri. Ketika rumahnya kotor atau berantakan ia tidak betah jika tidak langsung di bersihkan, meskipun sedang sakit ia selalu menjaga kebersihan rumahnya. Untuk kebutuhan nutrision MS termasuk lansia lebih teliti ia menghindari makanan yang banyak mengandung gula, yang berlemak dan mengindari memakai penyedap rasa. MS lebih memilih makanan sayursayuran, kacang-kacangan, umbi-umbian dan juga suka mengonsumsi minuman herbal seperti wedang jahe, sinom dan jamu-jamuan lainnya. MS menuturkan jika ia terserang penyakit langsung pergi ke klinik langganan dekat rumahnya. Kegiatan yang dilakukan MS setiap paginya ia selalu rutin jalan-jalan pagi sekitar komplek setelah pulang dari sholat shubuh berjamaah, di lingkungan tempat tinggal MS juga mengikuti Posyandu Lansia dimana setiap satu bulan sekali rutin dilakukan pengecekan kesehatan. MS juga menuturkan jika dalam satu hari ia makan 3 kali dan juga mengindari berita-berita hoax yang beredar di televisi. MS ketika mengetahui berita-berita ia langsung menanyakan kepada anaknya apakah berita tersebut fakta atau hanya berita hoax. Seperti halnya kejadian yang baru ini yaitu virus covid-19 yang melanda Indonesia 2 tahun silam. MS Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi tetap tenang dan mencari tahu apa yang harus di hindari dan apa yang harus dilakukan contohnya MS tetap rutin melakukan olahraga dan menjaga kebersihannya. Subjek Kedua (MM) Sedangkan hasil dari wawancara yang kedua, dari subjek MM yang merupakan seorang lansia yang berada di lingkungan kurang bersih ia menjelaskan bahwa sebenarnya tidak nyaman, namun MM sudah merasa tua sehingga ia merasa tenaganya sudah tidak seperti dulu jadi MM hanya membersihkan rumahnya ketika ia ingin saja. MM juga tidak pernah menghindari makanan-makanan . idak pilih-pili. , semua makanan rata-rata ia suka apalagi makanan yang dikasih orang selalu ia habiskan asal perutnya masih muat. MM juga selalu ingin mencoba jajajan yang lewat di depan rumahnya bahkan jajajan anak-anak yang bermicin MM pun juga sering membelinya seperti cireng. Bahkan tak jarang MM mengeluhkan sakit tenggorokan atau batuk pilek namun ia menggapnya hal tersebut wajar dan membiarkannya tanpa memeriksakan dan meminum oba-obatan MM percaya bahwa penyakitnya bisa sembuh jika ia istirahat dan minum yang cukup. juga termasuk lansia yang tidak begitu menyukai olahraga ia hanya suka bercocok tanam di halaman rumahnya meskipun tidak begitu kuat ia tetap melakukan kegiatan tersebut karena baginya melihat tanaman subur dapat menumbuhkan rasa bahagia. Dilingkungan tempat tinggal MM juga mengikuti kegiatan Posyandu lansia beliau menuturkan setiap hari satu kali diberi box makanan kotak berisi makanan bergizi dan buah-buahan lalu setiap satu bulan sekali rutinn di adakan cek kesehatan lansia. menjelaskan bahwa ia memiliki riwayat kolestrol namun ia menyikapinya dengan biasa saja bahkan tak jarang apabila kambuh ia hanya meminum obat-obatan seadanya tanpa memeriksakan lebih lanjut. Pola makan MM juga termasuk kategori lansia yang tidak begitu teratur makannya. MM akan makan jika ia merasa perutnya lapar saja. MM juga tidak begitu suka menonton tv, beberapa informasi ia dapatkan dari tetangganya. Health Consciousness kedua subjek Salah satu aspek kehidupan termahal di dunia adalah kesehatan. Didalam UndangUndang Kesehatan Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 mengungkapkan bahwa kesehatan didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik, mental, sosial, dan spiritual yang memungkinkan setiap individu hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Semua orang mengharapkan fisik yang sehat, tetapi ketika mereka sakit, banyak orang cenderung menyepelekannya. Utamanya pada lansia, mereka rentan pada usia ini terhadap sistem kekebalan terkait penuaan dan penurunan kognitif yang dikenal sebagai immunosenescence (Kutresnaningdian & Abari, 2. Jika tidak ditangani secara efektif, dampak yang ditimbulkan dari berbagai perubahan pada lansia cenderung berdampak pada kesehatan mereka secara keseluruhan (Duwi, 2. Oleh karena itu, untuk menjamin kehidupan hari tua yang bahagia, para manula harus sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka. Satu-satunya tingkat keberadaan mental yang dapat kita akses secara langsung adalah kesadaran. Kesadaran akan kesehatan adalah kepedulian dan motivasi untuk menerapkan pola gaya hidup sehat yang akan meningkatkan, mempertahankan serta memelihara kesehatan dan kualitas hidup Hong . memikirkan kembali dimensi yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya dan mengidentifikasi tiga dimensi kesadaran kesehatan, yaitu: . Self-health Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi awareness, kecenderungan untuk menekankan perilaku sehat seperti aktivitas, minat, dan kesehatan yang berorientasi pada opini. Personal responsibility, di mana individu yang sadar akan kesehatannya merasa lebih bertanggung jawab untuk menjaganya dan lebih cenderung terlibat dalam perilaku pencegahan dan peningkatan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. tetapi juga mengambil bagian aktif dalam komunitas medis. Health motivation, ukuran dorongan internal seseorang untuk menjaga kesehatannya dan kesadaran atau tanggung jawabnya untuk hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pendekatan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya kesadaran kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan gaya hidup sehat penduduk lanjut usia. Lansia pada umumnya masih belum memahami dan menghargai pentingnya kesadaran kesehatan (Astriani et al. , 2. Menurut gagasan Bloom. Keadaan kesehatan seseorang diakui secara langsung terkait dengan perilakunya, yang mana semakin baik perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, maka semakin baik pula status kesehatannya, (Umaroh et al. , 2. Selain itu, ada empat aspek kesadaran kesehatan yaitu peduli terhadap kesehatan, kekhawatiran yang kuat bahwa pola makan mempengaruhi kesehatan, penghargaan terhadap makanan sehat alami, dan upaya untuk membuat pilihan makanan yang baik (Amanda & Sadida, 2. Dalam hasil wawancara, subjek MS terlihat memiliki kesadaran akan kesehatan yang tinggi karena dari aspek-aspek tersebut sudah Subjek MS memiliki kepedulian terhadap kesehatan terbukti dari ia menjaga kesehatannya dengan setiap pagi ia selalu rutin jalan-jalan pagi sekitar komplek, makan teratur 3x sehari, dan rutin mengikuti posyandu lansia. Subjek MS juga mempunyai kekhawatiran yang kuat baha pola makan mempengaruhi kesehatan, terbukti dari subjek sebisa mungkin menghindari makanan yang banyak mengandung gula, yang berlemak dan mengindari memakai penyedap rasa. MS lebih memilih makanan sayur-sayuran, kacang-kacangan, umbi-umbian dan juga suka mengonsumsi minuman herbal. Pada aspek penghargaan terhadap makanan sehat alami dan upaya untuk membuat pilihan makanan yang baik juga ditemukan pada subjek MS, terbukti ia termasuk lansia yang lebih memilih memakan makanan yang dimasak sendiri daripada makanan beli ataupun dikasih orang karena menurutnya meminimalisir bahan-bahan masakan yang Sebaliknya, pada subjek MM mempunyai tingkat kesadaran kesehatan yang sangat Dalam hasil wawancara subjek MM lebih menuruti keinginan dirinya dibandingkan dengan menjaga kesehatan dirinya sendiri. Yang dirasakan subjek MM banyak juga terjadi pada kalangan lansia yang lainnya. Mereka sudah tidak lagi memikirkan bagaimana agar tubuhnya tetap sehat, karena mereka masih dalam pemikiran yang salah. Kebanyakan para lansia masih menganggap bahwa sakit yang menimpanya datang karena faktor usia dan itu menjadi hal yang lumrah, padahal halhal yang sedemikian dapat mereka cegah dengan meningkatkan kesadaran kesehatan mereka supaya bisa dapat menjaga kesehatan. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Simpulan Gagasan tentang kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kesadaran orang lanjut usia akan nilai kesehatan secara keseluruhan. Kesadaran kesehatan adalah keinginan untuk hidup dengan baik dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam rangka meningkatkan, memelihara, dan mempertahankan kesehatan dan kualitas Salah satu cara umum untuk melakukan hal ini adalah dengan menerapkan program PHBS, yang mengikuti pola gaya hidup sehat yang mencakup berhenti merokok, sering melakukan latihan fisik yang benar, dan makan makanan yang seimbang atau bergizi. Penelitian ini dilakukan pada dua subjek yang kondisi kebersihan lingkungannya Subjek pertama (MS) berada pada lingkungan . yang sangat bersih dan Lalu Subjek kedua (MM) yang merupakan seorang lansia yang berada di lingkungan kurang bersih. Dari hasil wawancara yang telah peneliti lakukan ternyata pengetahuan akan keadaran kesehatan berbeda, terutama dalam hal sudut pandang mereka tentang pola konsumsi makanan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pendekatan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya kesadaran kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan gaya hidup sehat penduduk lanjut usia. Selain itu, ada empat aspek kesadaran kesehatan yaitu peduli terhadap kesehatan, kekhawatiran yang kuat bahwa pola makan mempengaruhi kesehatan, penghargaan terhadap makanan sehat alami, dan upaya untuk membuat pilihan makanan yang baik. Sebagai hasilnya, untuk menjamin kehidupan hari tua yang bahagia, para manula harus sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka. Referensi