Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 624 - 636 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Juniriang Zendrato1. Mega Natalia SambonwamanA Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Pelita Harapan E-mail: juniriang. zendrato@uph. edu1, mn70021@student. Abstrak Keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi di dalam kelas menjadi tantangan setiap dosen di dalam mewujudkan pendidikan yang holistis. Sehubungan dengan hal tersebut, proyek pembuatan video pembelajaran sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi dosen diadakan untuk kemudian diteliti dan dilihat dampak pengiringnya pada sekelompok mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak pengiring proyek video pembelajaran dan mendeskripsikan langkah pelaksanaan proyek video pembelajaran bagi mahasiswa tingkat ke-2 di mata Studi Kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pelita Harapan. Metode penelitian survei digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang diberikan kepada 46 mahasiswa, wawancara kepada 10 mahasiswa, observasi kelas sebanyak 12 kali, dan studi dokumen mengajar Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. dampak pengiring proyek video pembelajaran yang dirasakan oleh para mahasiswa adalah meningkatnya minat . %), perhatian . %), dan motivasi belajar mahasiswa . %). meningkatnya pemahaman konsep materi . %), ingatan terhadap poin-poin pembelajaran . %), keterampilan berpikir . %). dan meningkatnya kreativitas . %). Adapun tahapan yang dilakukan di dalam mengerjakan proyek video pembelajaran ini adalah tahap persiapan yang terdiri dari 7 langkah, tahap pelaksanaan yang terdiri dari 8 langkah, dan tahap evaluasi yang terdiri dari 2 langkah. Kata kunci: pendidikan holistis, dampak pengiring, media pembelajaran Abstract Teaching skills and communication skills are challenges faced by teachers in implementing holistic learning. In responding to the situation, video project training program was designed to improve teaching and communication skiils to identify and to research the nurturant effect. The research purposes at describing nurturant effect and steps on video project training program of the 2 nd year students in Curriculum Studies learning at Elementary Teacher and Education study program of Universitas Pelita Harapaan. This is a survey research with questionnaire, interview and classroom observation as its instruments. The questionnaire was distributed to 46 students, the interview was conducted to 10 students, the classroom observation was conducted for 12 times, and document study analysis was conducted on the teaching administration. The findings revealed that the improvement on studentsAo interest . %), studentsAo engagement . %), and studentsAo motivation . %), understanding theoretical concept . %), remembering on learning materials . %), thinking ability . %), and creativity . %). The three stages carried out in working on this video project training program were the preparatory stage consisting of 7 steps, the implementation stage consisting of 8 steps, and the evaluation stage consisting of 2 steps. Keywords: holistic education, nurturant effect, teaching media Copyright . 2020 Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman A Corresponding author : Address : ISSN 2580-3735 (Media Ceta. Email : ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Phone : DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ada personal touc. Dalam hal ini, kepribadian PENDAHULUAN Korthagen (Miller Nigh, dosen yang kaku, inkonsisten terhadap peraturan menyatakan bahwa pada umumnya pendidikan yang sudah ditetapkan, meremehkan kemampuan bertujuan untuk meningkatkan pemikiran dan mahasiswa, dan tidak memiliki perhatian terhadap pemahaman, namun faktor kesadaran merupakan pribadi mahasiswa juga memiliki dampak pada aspek yang selama ini kurang dihargai dalam motivasi belajar mahasiswa. Selain itu, 49% proses belajar mengajar. Ada kecenderungan untuk mahasiswa merasa bahwa mata kuliah yang melupakan bahwa pembelajaran merupakan suatu diajarkan tidak menarik karena strategi, metode, proses menuju keadaan pada saat ini melalui dan teknik mengajar yang diterapkan oleh dosen kehadiran dan kesadaran, sebuah proses yang belum tepat untuk konteks kelas mereka. Dosen berhubungan dengan pusat diri kita. Inilah juga tidak menyebutkan tujuan pembelajaran pembelajaran yang membawa transformasi atau secara spesifik di tiap pertemuan kelas, sehingga Pembelajaran yang mampu membawa mahasiswa tidak mendapati pembelajaran di mata perubahan hidup pada diri murid yaitu menjadi kuliah tersebut bermakna untuk hidup mereka. orang yang memiliki kepribadian yang baik. Hasil survei di atas secara keseluruhan berpikir tidak hanya untuk dirinya melainkan menunjukkan bahwa keterampilan dosen di dalam orang lain, merupakan tujuan dari pendidikan mengajar dan komunikasi interpersonal dosen Pendidikan semacam ini tidak hanya perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, peneliti berfokus pada peningkatan aspek kognitif dan psikomotorik saja, tetapi yang terutama adalah pembelajaran di mata kuliah Studi Kurikulum aspek afektif. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Konsep holistis mendorong Universitas Pelita Harapan (Prodi PGSD UPH) peneliti untuk melihat berbagai tantangan yang dihadapi oleh para mahasiswa calon guru di dosen mengajar dan komunikasi interpersonal Universitas antara dosen dengan mahasiswa yang dilihat dari mengetahui masalah belajar mahasiswa di kelas dampak pengiring yang akan dirasakan oleh para disebarkan pada Agustus 2019 untuk mendapatkan Pelita Harapan. Angket gambaran yang lebih jelas. Angket ini diisi oleh 51 Adapun rumusan tujuan penelitian ini mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas adalah untuk mendeskripsikan dampak pengiring Pelita proyek video pembelajaran dan mendeskripsikan menunjukkan bahwa 59% mahasiswa merasa tidak langkah proyek video pembelajaran di mata kuliah diperhatikan oleh dosen selama pembelajaran di Studi Kurikulum Prodi PGSD UPH. Dengan kata kelas berlangsung. Para mahasiswa merasa tidak lain, penelitian ini akan berfokus pada dampak diberi kesempatan untuk bertanya ketika mereka pengiring dan video pembelajaran. Harapan (FIP UPH). Hasil ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dosen Fokus yang pertama berbicara tentang hanya memberi perhatian pada mahasiswa yang dampak pengiring. Dampak pengiring adalah terlihat aktif dampak ikutan atau harapan yang tersembunyi, di dalam menanyakan kemajuan belajar mahasiswa baik kepada kelas atau individual, dosen hanya melainkan akan dirasakan kemudian. Dengan kata berfokus pada penyampaian materi di kelas . idak lain, dampak pengiring adalah tujuan tersembunyi Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. dari setiap aktivitas atau kebijakan. Secara Namun demikian, dampak pengiring konseptual dampak pengiring ini bersifat positif. pembelajaran saintifik secara kuantitatif mampu Dampak pengiring memberikan dukungan kuat mengembangkan sikap spiritual dan sikap sosial 2007:. dengan tingkat pencapaian masing-masing sebesar Berdasarkan pemikiran Djamin ini, proyek video 88% dan 92% (Sutarto, 2. Dari penelitian ini pembelajaran di mata kuliah Studi Kurikulum terlihat bahwa komunikasi interpersonal . spek Prodi PGSD UPH diharapkan akan memberikan afekti. para guru dengan murid tergolong baik dampak pengiring terhadap para mahasiswa yaitu dengan bukti bahwa sikap spiritual dan sosial meningkatnya motivasi belajar. hampir seluruh murid Neville (Djamin, (Newberry 2013:21Ae. keterampilan mengajar guru . spek kognitif dan berpendapat bahwa banyak teori belajar dan psikomotori. belum meningkat secara signifikan. pembelajaran yang mengesampingkan peran emosi Dalam proses pembelajaran, dosen adalah di dalam kelas, menganggap bahwa emosi pribadi yang diberikan tugas dan tanggung jawab merupakan produk limbah yang menghalangi untuk menguasai kelas. Menurut Anwar . 8, h. fungsi otak yang lebih penting seperti kognisi, memori, pengambilan keputusan, dan perencanaan. Padahal sesungguhnya emosi membentuk apa yang motivator, agen perkembangan kognitif, dan dilihat dan didengar oleh murid dan cara Oleh karena itu, para pendidik dipaparkan oleh Anwar, seorang dosen yang perlu memberikan perhatian pada hal tersebut. mampu bertanggung jawab atas tugasnya akan Pernyataan Neville ini menegaskan bahwa emosi membawa dampak positif terhadap mahasiswa. atau aspek afektif di dalam belajar yang sering Salah satu tugas dosen di atas adalah sebagai agen disebut dengan kurikulum tersembunyi memegang perkembangan kognitif atau membantu mahasiswa peranan yang sangat penting di dalam meraih memahami konsep materi yang ingin disampaikan. tujuan pembelajaran atau menjadi kesuksesan Di kelas tidak dapat dipungkiri bahwa masing- belajar di suatu kelas. Hal ini dapat dikatakan masing mahasiswa memiliki kecerdasan majemuk bahwa pernyataan Djamin di atas tentang dampak dan gaya belajar yang berbeda-beda. Untuk itu dibutuhkan kreativitas dosen dalam mengelola tersembunyi yang disebutkan oleh Neville. Kunci berbagai perbedaan ini. Perbedaan ini tidak akan pendidikan holistis adalah nilai-nilai hidup yang menjadi masalah apabila dosen dapat memahami dibangun melalui kurikulum tersembunyi ini. natur mahasiswa dan mengelola kelas dengan Salah Memakai Sutarto adalah ciptaan Tuhan yang sangat khusus dan unik (Zendrato dkk. , 2019:47-. Oleh karena itu, mengembangkan sikap spiritual dan sosial murid. dosen yang kreatif adalah dosen yang dapat Hasil penelitian terhadap para guru SMKN Paket menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk Keahlian Teknik Gambar Bangunan se-DIY belajar dan memberikan dukungan menunjukkan bahwa kemampuan guru di dalam kecerdasan dan gaya belajar mahasiswa yang berbeda-beda. Dalam hal ini, dosen dapat memakai bijaksana, karena pada dasarnya tiap mahasiswa alat bantu pembelajaran untuk mengakomodasi Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. perbedaan kecerdasan dan gaya belajar para tidak hanya memberikan dampak instruksional. Menurut Ulfah dan Soenarto . , tetapi juga memberikan dampak pengiring positif peran media di dalam suatu proses pembelajaran, (Widiasworo, 2017:. Dampak pengiring positif dapat berupa motivasi, perhatian, dan minat meningkatkan kemampuan hasil belajar murid. Motivasi Fokus yang kedua membahas tentang video mengakibatkan seseorang memiliki keinginan dan Video pembelajaran merupakan kerelaan untuk mengerjakan tugas dan tanggung salah satu media pembelajaran. Media adalah jawab yang diberikan, sehingga dapat mencapai segala sesuatu yang dapat merangsang pikiran, tujuan yang telah ditetapkan (Suparji, 2. Tinggi keterampilan pelajar, sehingga dapat mendorong berdampak pada proses dan hasil belajar (Farozin, terjadinya proses belajar pada peserta didik Ketika murid memiliki tingkat motivasi (Nomleni & Manu, 2. Media digunakan oleh yang tinggi, murid akan merasa senang untuk guru dalam proses pembelajaran. Pembelajaran belajar, sehingga materi yang disampaikan oleh adalah proses pembentukan pengetahuan yang guru akan diterima oleh long term memori murid. menuntut keaktifan guru dan murid dalam Selain motivasi, dampak pengiring yang kedua Media yaitu perhatian. Perhatian adalah aktivitas psikis pembelajaran adalah alat bantu yang dipakai yang tertuju pada satu objek (Ngalimun, 2017: pendidik dalam kegiatan belajar untuk mencapai Dalam proses belajar, perhatian atau fokus tujuan pembelajaran (Anugraheni & Kristin. Media pembelajaran dapat menyamakan Mahasiswa akan memiliki perhatian, bila dosen persepsi murid yang berbeda dan mengkonkritkan mampu menyajikan sesuatu yang baru atau konsep-konsep menarik perhatian mahasiswa. Dampak pengiring memudahkan murid memahami materi (Lestari, positif yang terakhir yaitu minat. Minat adalah Media pembelajaran juga adalah suatu alat dorongan dari dalam diri seorang murid untuk yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk belajar tanpa ada paksaan dan hal ini ditunjukkan meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk dengan adanya perasaan senang selama proses mencapai tujuan pembelajaran (Prastono & Aqib, pembelajaran berlangsung (Paseleng & Arfiyani, 2017:. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di Mahasiswa akan memiliki minat belajar atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ketika termotivasi dan memiliki perhatian penuh adalah alat bantu yang dapat dipakai oleh dosen terhadap konsep materi yang disampaikan oleh untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, (Nurdin, kemampuan, dan keterampilan para mahasiswa Ketika serta memudahkan mereka memahami konsep pengiring positif dalam pembelajaran, mereka materi yang disampaikan dalam rangka mencapai dapat mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itulah tujuan pembelajaran. dosen harus mampu menciptakan suatu proses Media pembelajaran ini akan membantu terwujudnya pembelajaran yang efektif dan efisien ketika digunakan sesuai dengan kebutuhan para Menurut Haerana mahasiswa di kelas. Pembelajaran yang efektif keefektifan pembelajaran merupakan hasil guna . Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar (Wuryanti beberapa fungsi ini, menurut Febriani . Selain Selain media video menyajikan animasi, gambar, dan meningkatkan proses pembelajaran yang efisien. suara sehingga dapat disimpan pada memori Menurut KBBI, efisien adalah tidak membuang jangka panjang. Pendapat Febriani ini selaras waktu, tenaga, dan biaya serta kemampuan dengan pendapat Purwanto dan Rizki . yang Dalam mengatakan bahwa video pembelajaran adalah pembelajararan yang efisien, mahasiswa dapat media pembelajaran yang berisi suara, gambar, belajar untuk mengatur waktu dengan baik. Dari gerak, dan teks yang dikemas dengan singkat, pendapat di atas terkait efektivitas dan efisiensi padat, dan jelas. Dari beberapa pendapat ahli di dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang atas terkait dengan fungsi media audio visual atau efektif dan efisien adalah pembelajaran yang dapat media video dapat disimpulkan bahwa fungsi media audio visual atau media video yaitu pembelajaran dengan pemilihan strategi, metode, memotivasi dan menarik perhatian mahasiswa, dan teknik yang tepat. Melalui hal ini, mahasiswa serta mempermudah mereka memahami konsep materi melalui visualisasi yang disampaikan oleh Kartowagiran. Media Berikut ini disajikan dua penelitian yang beberapa jenis yaitu media audio, media visual, berbicara mengenai media audio visual. Yang dan media audio visual. Dari ketiga jenis media ini, media yang dapat membantu mahasiswa penelitian mengenai proyek media audio visual memahami materi dan mencakup gaya belajar pada pelajaran Pendidikan Kewarnegaraan Murid mereka adalah media audio visual. Menurut Kelas IV SD Negeri 016 Bangkinang Kota. Hasil Virgiana & Wasitohadi, media audio visual adalah penerapan 2 siklus Penelitian Tindakan Kelas media yang mempunyai unsur suara dan unsur (PTK) gambar yang dapat didengar dan dilihat . peningkatan nilai rata-rata kelas pada aspek Media audio visual atau media video ini dapat kognitif dari 7,1 menjadi 8,00, aspek afektif dari merangkul gaya belajar auditorial, visual, dan 7,8 menjadi 8,5, dan aspek psikomotorik dari 6,4 kinestetik apabila digunakan dengan metode yang menjadi 7, 9. (Ananda, 2. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa media audio visual tergolong Fungsi media audio visual atau media video yaitu mempermudah murid memahami materi Ananda. Ananda efektif untuk meningkatkan hasil belajar di ketiga ranah pendidikan. sekaligus menangkap stimulus yang diberikan oleh Yang kedua adalah Muhyiddin dkk. guru (Niswatuzzahro dkk. , 2. , menghilangkan yang melakukan penelitian mengenai Keefektifan verbalisme atau mampu menvisualisasikan materi Model Role Playing Berbantu Video Animasi pelajaran (Agustiningsih, terhadap Kemampuan Berbicara Murid Kelas V materi pelajaran (Muhyiddin dkk. , 2. , menarik SD Negeri 01 Terban Kudus. Hasil penelitian perhatian murid (Ananda, 2. , membantu guru menunjukkan bahwa model role playing berbantu menyampaikan materi sekaligus memotivasi dan media video animasi efektif untuk meningkatkan menarik perhatian murid pada saat belajar di kelas kemampuan berbicara murid kelas V SD Negeri 01 Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Terban Kabupaten Kudus. Hal ini dapat dilihat adanya video pembelajaran yang digunakan di dari peningkatan kemampuan berbicara pada kelas dalam perkuliahan. setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model role playing berbantu video animasi METODE Penelitian ini adalah penelitian survei yang dibanding dengan pembelajaran konvensional. difokuskan untuk mengetahui apa yang dirasakan, pembelajaran sangat tinggi pada saat proses dipikirkan, dan dilakukan oleh para mahasiswa . ampak pengirin. sehubungan dengan proyek pembelajaran role playing. Dari penelitian ini terlihat bahwa para murid mendapat stimulus Kurikulum Prodi PGSD UPH dan mengetahui untuk berbicara ketika melihat video animasi Hal ini berarti bahwa setiap murid memberikan dampak pengiring. Ada dua jenis data memiliki kapasitas untuk mengembangkan seluruh yang didapatkan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan dari instrumen angket berbicara ketika mendapat rangsangan yang tepat. yang diberikan kepada 46 orang mahasiswa tingkat Harapan dan manfaat dari penelitian yang ke-2 Prodi PGSD yang terdiri dari mahasiswa laki- Studi Video laki sebanyak 9 orang dan perempuan sebanyak 35 Pembelajaran pada Mata Kuliah Studi Kurikulum Jumlah responden ini merupakan 66% dari di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar jumlah seluruh populasi mahasiswa PGSD UPH Universitas Pelita Harapan ini adalah sebagai tahun ke-2. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara kepada 10 mahasiswa dan Dosen menyadari tugas tanggungjawabnya observasi kelas yang dilakukan sebanyak 12 kali untuk mewujudkan pendidikan yang holistis yang dilakukan selama 3 bulan yaitu pada dan transformatif . erubahan hidu. melalui September-November 2019 di Universitas Pelita penekanan yang seimbang pada aspek kognitif. Harapan. Tangerang. Selain itu, studi dokumen psikomotorik, dan afektif di dalam mencapai juga dilakukan terhadap catatan mengajar dosen tujuan pembelajaran. yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan Dampak Pengiring Proyek Dosen mampu memilih media pembelajaran yang tepat untuk tiap konteks kelas dan evaluasi setiap pertemuannya. Teknik menggunakannya dengan strategi, metode, dan pengembangan instrumen dalam penelitian ini ada teknik yang tepat. empat yaitu angket, observasi, wawancara, dan Dosen memikirkan secara matang dampak Angket digunakan oleh peneliti untuk pengiring untuk media pembelajaran yang mendapat tanggapan dari mahasiswa tentang Dosen dan mahasiswa memiliki komunikasi menggunakan video pembelajaran di dalam kelas. yang saling membangun di dalam proses Angket ini berisi 7 pertanyaan tertutup yang harus dijawab oleh responden. Peneliti juga melakukan Mahasiswa memiliki minat, perhatian, dan motivasi belajar yang lebih tinggi dengan Peneliti menggunakan alat bantu checklist dengan kolom Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Wawancara dilakukan oleh peneliti kepada 10 Setiap Gambar pertanyaan terbuka dan hasil wawancara direkam dilakukan oleh mahasiswa setelah mengikuti kelas dalam bentuk audio. Ringkasan langkah-langkah Studi Kurikulum selama 1 semester dengan pengajaran didapat dari mempelajari instruksi yang tertuang dalam dokumen tertulis yang diberikan responden yang mengisi angket, 83% mahasiswa kepada para mahasiswa mengenai kegiatan video . merasakan minat belajar mereka Ada 87% mahasiswa . yang Dari Seluruh data yang diperoleh baik secara tertarik perhatiannya untuk belajar melalui video kuantitatif dan kualitatif menjalani 3 proses. Proses yang diberikan. Ada 96% mahasiswa . pertama yaitu seluruh data disunting, diberi kode, yang merasakan motivasi belajarnya meningkat. dan data dimasukkan ke dalam tabel. Proses kedua, 74% mahasiswa . merasa terbantu di data dalam tabel dianalisis. Proses ketiga, laporan dalam memahami konsep materi. 83% mahasiswa hasil analisis data ditulis (Cohen dkk. , 2. terbantu untuk dapat mengingat poin- Ketiga proses tersebut disajikan pada Gambar 1 di poin pembelajaran. Ada 76% mahasiswa . bawah ini. berpikirnya berkembang. Ada 83% mahasiswa . merasa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kreativitas melalui pembuatan video Berdasarkan mahasiswa Prodi PGSD UPH tahun ke-2 diperoleh data yang lebih detail mengenai dampak pengiring proyek video pembelajaran di mata kuliah Studi Gambar 1. Teknik Analisis Data Survei Kurikulum. Data dikategorikan ke dalam 3 aspek. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1. Hasil Wawancara pertanyaan tertutup yang membutuhkan jawaban YA atau TIDAK yang sudah dibagikan kepada 46 mahasiswa PGSD UPH tingkat ke-2 diperoleh hasil seperti pada Gambar 2 berikut ini. Gambar 2. Dampak Pengiring No. Aspek Minat, perhatian, dan Dampak Pengiring Meningkatkan menyajikan ulang poinpoin Mempermudah belajar dibagikan setelah kelas dapat diputar ulang secara mandiri oleh mahasiswa setiap waktu. Menarik komentar dan refleksi singkat dari mahasiswa pembuat video yang ditayangkan di dalam Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Keterampilan Kreativitas video tersebut. Menambah belajar para mahasiswa melalui tampilan video yang menarik . eperti background music, fotofoto kegiatan belajar, animasi, dl. Membantu suasana pembelajaran di pertemuan sebelumnya foto-foto kegiatan yang dipilih. Meningkatkan kemampuan menyajikan poin-poin penting . nti sari pembelajara. di dalam video. Memikirkan video secara keseluruhan Mengakomodasi belajar mahasiswa yang audio visual. Meningkatkan keterampilan mengedit Meningkatkan kemampuan membuat video yang menarik bagi mahasiswa lain. Meningkatkan motivasi belajar, memahami konsep materi, menangkap poin-poin penting pembelajaran, dan Mengembangkan menanti-nanti dengan bertanya kepada Begitu juga saat sesi kuliah selesai, para mahasiswa berkomentar bahwa jam perkuliahan SKS dengan begitu cepat merasa masih antusias untuk belajar melalui berbagai kegiatan kelas. Hal ini dibuktikkan dengan adanya berbagai mahasiswa di dalam menjawab pertanyaanpertanyaan dosen di mereka di dalam diskusi dan kegiatan kelompok Hal ini dibuktikkan pembelajaran di setiap Di dalam Tabel 3 di bawah ini disajikan ringkasan instruksi dosen di dalam memberi arahan tentang pembuatan video pembelajaran Data hasil observasi kelas yang dilakukan Studi sebanyak 12 kali disajikan dalam tabel 2 di bawah pengajaran ini bertujuan untuk mendeskripsikan Observasi kelas ini bertujuan untuk melihat langkah-langkah dosen di dalam berinteraksi beberapa bukti dampak pengiring yang dirasakan dengan mahasiwa mengenai proyek pembuatan Hasil dikategorikan ke dalam 3 aspek. Aspek Menambah minat belajar dan menarik Bukti Kondisi tidak mengantuk di kelas dan tetap fokus selama belajar terutama saat pemutaran video Bahkan para mahasiswa sangat Hasil dikategorikan ke dalam 3 aspek. Tabel 3. Hasil Studi Dokumen Tabel 2. Hasil Observasi No. No. Tahap Persiapan Langkah Kegiatan Dosen tujuan pembelajaran di awal semester. Dosen salah satu bentuk review konsep materi di setiap pertemuan yaitu dengan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pelaksanaan pertemuan sebelumnya. Dosen kesempatan bagi seluruh mahasiswa terutama yang memiliki bakat dan minat untuk membuat video. Dosen kesempatan di setiap untuk 1 mahasiswa saja untuk membuat video atau paling banyak kolabarasi 2 Dosen mengambil 1 atau 2 foto saja untuk tiap kegiatan di kelas, sehingga mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan secara penuh. Dosen panduan untuk konten video yaitu minimal harus berisi poin-poin penting singkat dan komentar foto/video berbagai kegiatan di kelas . eperti diskusi kelompok, ice breaking, presentasi, dl. dan mencantumkan nama si pembuat video, kelas, dan angkatan pada akhir tayangan video Teknis video berdurasi 1-5 menit. Dosen menekankan bahwa kegiatan pembuatan video knowledge di kelas ini kognitif/psikomotorik Kegiatan ini tidak berorientasi pada nilai secara akademik formal, tetapi lebih kepada belajar melalui minat dan bakat yang dibagikan . Mahasiswa . embuat vide. mengambil foto atau video singkat per bentuk kegiatan di kelas. Evaluasi Mahasiswa . embuat vide. tetap mengikuti perkuliahan secara penuh. Mahasiswa video di luar kelas. Mahasiswa . embuat beberapa hari sebelum pertemuan selanjutnya. Dosen mengecek konten maupun teknis pemutaran Mahasiswa video kembali bila ada revisi mengenai konten atau kendala teknis. Dosen memutar video di Sebelum pemutaran video, dosen memberikan kata pengantar terlebih dahulu. Seluruh pembuat video. Dosen meminta umpan balik dari para mahasiswa kelebihan-kelebihan dari video yang ditayangkan baik dari sisi konten maupun teknis. Dosen mahasiswa pembuat video dan memberi semangat untuk terus berkarya lebih Tiap tahapan memiliki beberapa langkah. Hal ini menandakan bahwa setiap pengajaran membutuhkan pertimbangan yang matang yang tertuang dalam panduan yang rinci. Panduan ini memudahkan pengerjaan proyek bagi dosen dan mahasiwa serta melihat hasil yang diharapkan. Melihat ulang kembali empat data yang telah diperoleh, di bawah ini adalah uraian analisis dan interpretasi dari setiap data. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Berdasarkan angket terlihat bahwa dampak kuliah dapat disimpulkan bahwa ada kesuksesan di pengiring yang berupa peningkatan motivasi dalam belajar para mahasiswa tersebut (Wuryanti & Kartowagiran, 2016:. yaitu 96% pemahaman konsep materi menduduki posisi Hasil terendah yaitu 74%. Hal ini berarti bagi mahasiswa gambaran besar mengenai dampak pengiring yang yang paling utama dibutuhkan di dalam belajar dirasakan mahasiswa. Dampak pertama adalah adalah ranah afektif yaitu suatu keinginan yang pada aspek minat, perhatian, dan motivasi belajar. Dampak kedua adalah pada aspek keterampilan Dampak ketiga pada aspek kreativitas. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Dari hasil ini terlihat bahwa dampak pengiring proyek video pembelajaran ada pada ketiga ranah pendorong yang mengakibatkan seseorang mau dalam pendidikan yaitu kognitif, psikomotorik, dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam dan afektif. Hal ini sejalan dengan teori yang bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga, dan disampaikan oleh Synmez . bahwa tak waktu untuk menyelenggarakan berbagai tanggung satupun perilaku belajar yang tidak berhubungan satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, mencapai rangkaian tujuan yang telah ditetapkan dampak pertama tergolong dalam ranah afektif, . Keinginan dari dalam tersebut di dampak kedua dalam ranah kognitif, dan dampak dalam penelitian ini dapat muncul salah satunya ketiga dalam ranah psikomotorik. Melihat hal ini karena ada rangsangan dari luar yang berupa video pembelajaran merupakan salah satu kegiatan kelas Suparji Keinginan Namun pengiring rendah bila sudah ada target tertentu untuk mewujudkan pendidikan yang holistis. yang harus dicapai seperti kognitif. Hal ini Berdasarkan studi dokumen pengajaran disebabkan karena tidak semua mahasiswa merasa dosen diperoleh data bahwa dosen memiliki tiga bahwa aspek kognitifnya cukup tinggi di beberapa tahap di dalam memberi tugas pembuatan video mata kuliah apalagi dengan standar nilai kelulusan yang cukup tinggi bagi mereka untuk diraih. persiapan yang dilakukan oleh dosen. Tahap kedua Yang Dari data hasil observasi kelas diperoleh adalah pelaksanaan yang melibatkan dosen dan beberapa bukti sikap mahasiswa sebagai bentuk Tahap terakhir adalah evaluasi yang adanya dampak pengiring. Adapun sikap-sikap dilakukan oleh dosen di dalam kelas. Dari ketiga mahasiswa yang terlihat adalah sebagai berikut: tahap tersebut di atas terlihat adanya kerjasama para mahasiwa bersemangat di dalam mengikuti antara dosen dan mahasiswa di dalam usaha kuliah . etap fokus belajar, tidak mengantuk, aktif di dalam kegiatan kela. , merespons pertanyaan- Dengan kata lain, komunikasi interpersonal dosen harus selalu dibangun terutama di dalam mengajar perkuliahan, dan ada kemauan serta inisiatif untuk dan berkomunikasi dengan para mahasiswa. berkontribusi terhadap perkuliahan dengan cara Seperti yang diungkapkan oleh White bahwa membuat video pembelajaran. Dari perilaku- proses belajar mengajar yang efektif ditentukan perilaku yang berkarakter yang ditunjukkan oleh oleh kualitas komunikasi antara dosen dan para mahasiswa di dalam kelas saat mengikuti mahasiswa . Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 The Nurturant Effects of Learning Video Project in Curriculum Students Course in Primary Teacher Education of Universitas Pelita Harapan Ae Juniriang Zendrato. Mega Natalia Sambonwaman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Dari keseluruhan data yang didapat, analisis Ucapan terima kasih disampaikan kepada data, dan intepretasi data dapat disimpulkan bahwa Prodi PGSD FIP UPH yang telah memberikan proyek video pembelajaran di mata kuliah Studi kesempatan kepada peneliti untuk mengambil data Kurikulum bagi mahasiswa tingkat ke-2 Prodi penelitian dari 2 kelas Studi Kurikulum mahasiswa PGSD UPH memiliki tiga dampak pengiring. tahun ke-2 pada semester ganjil 2019-2020. Yang perhatian, dan motivasi belajar. Yang kedua adalah meningkatkan keterampilan berpikir. Yang ketiga adalah meningkatkan kreativitas. Adapun sikap mahasiswa di dalam mengikuti perkuliahan di kelas sebagai hasil dari dampak pengiring adalah mengikuti perkuliahan dengan fokus, menjawab pertanyaan dosen, dan menyediakan diri untuk membuat video pembelajaran. Ada tiga tahap dengan beberapa langkah yang dilakukan di dalam membuat proyek pembuatan video pembelajaran Tahap pertama yaitu persiapan yang dilakukan oleh dosen. Tahap kedua yaitu pelaksanaan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Tahap ketiga yaitu evaluasi yang dilakukan oleh dosen. SIMPULAN Simpulan dari penelitian yang berjudul Dampak Pengiring Proyek Video Pembelajaran pada Mata Kuliah Studi Kurikulum di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pelita Harapan adalah sebagai berikut. Dampak pengiring proyek video pembelajaran adalah meningkatnya minat, perhatian, dan pemahaman konsep materi, ingatan terhadap poin-poin pembelajaran, keterampilan berpikir . %). dan meningkatnya kreativitas. Ada tiga tahap yang dilakukan di dalam mengerjakan proyek video pembelajaran ini, yaitu tahap persiapan yang terdiri dari 7 langkah, tahap pelaksanaan yang terdiri dari 8 langkah, dan tahap evaluasi yang terdiri dari 2 UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR PUSTAKA