E-ISSN : 2797-1910 Vol. No. Desember 2023. Hlm. DOI: 10. 37274/ukazh. Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Bahasa Arab di SDIT Al-Ihsan Colomadu Luci Indriani*. Toto Suharto. Muhammad Nanang Qosim Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Indonesia luciindriani@gmail. Abstrak Kondisi dan keadaan dunia pendidikan saat dilanda covid 19 mencetuskan kebijakan kementrian pendidikan dan kebudayaan yang merubah kurikulum darikurikulum2013 menjadi kurikulum merdeka dengan tujuan siswa dapat belajar secara mandiri dan menggunakan media digital namun dalam masa peralihan mengalami beberapa problematika sehingga artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja ploblematika yang terjadi dalam mengimplematisikan kurikulum merdeka khususnya di SDIT Al-Ihsan yang berada di Colomadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Problematika implementasi kurikulum merdeka yang terjadi di SDIT Al-Ihsan ialah kurangnya persiapan dari pihak sekolah seperti perencanaan pembelajaran, buku bahan ajar bahasa Arab dan kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka. Pembelajaran Bahasa Arab. Problematika Abstract The conditions and circumstances of the world of education when hit by Covid 19 sparked a policy from the Ministry of Education and Culture which changed the curriculum from the 2013 curriculum to an independent curriculum with the aim of students being able to learn independently and using digital media, but during the transition period they experienced several problems, so this article aims to describe what problems are occurring occurred in implementing the independent curriculum, especially at SDIT Al-Ihsan in Colomadu. This research uses qualitative field methods with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The problem with implementing the independent curriculum that occurs at SDIT Al-Ihsan is the lack of preparation from the school such as lesson plans. Arabic language teaching materials and teachers' ability to design lessons. Key words: problems, implementation of the independent curriculum. Arabic language learning PENDAHULUAN Kurikulum sebagai tolak ukur keberhasilan perkembangan pendidikan pada masa dahulu maupun yang sedang dijalankan. Kurikulum sebagai komponen dasar yang berperan menjadi pedoman dalam implementasi pembelajaran pada setiap tingkat Diserahkan: 07-10-2023 Disetujui: 03-11-2023. Dipublikasikan: 28-12-2023 Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Bahasa Arab di SDIT Al-Ihsan Colomadu (Paud. Pamungkas. Syamsudin, & Maryatun, 2. Kurikulum didesain agar para pendidik memiliki arahan dalam mengembangkan proses pembelajaran yang baik sehingga tujuan pendidikan yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik dan maksimal (Kamelia, n. Kurikulum memiliki sifat dinamis, selalu mengalami perubahan dan evaluasi sesuai dengan perkembangan zaman, teknologi, ilmu pengetahuan serta kebutuhan pendidikan. (Fitriani, 2. Peran kurikulum begitu penting dalam upaya mewujudkan sebuah tujuan pendidikan. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kurikulum meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode belajar, teknik penilaian, media pembelajaran, karakteristik siswa serta kearifan lokal setempat. Kurikulum berkembang sesuai kebutuhan pendidikan. Upaya penyempurnaan kurikulum dilakukan secara terus menerus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi. Struktur dan muatan pada kurikulum memberikan peluang pada anak untuk memperoleh hak dan pengalaman belajar. Keberhasilan kurikulum tidak terlepas dari proses yang panjang bermula dari mencari gagasan dan konsep ide tentang (Kelompok, 2. Kurikulum sebagai rencana menuju tujuan Pendidikan Nasional mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Redesain kurikulum ini didasarkan pada relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Zaman yang kini terus berubah, dan hal tersebut juga berlaku untuk kurikulum yang harus sesuai dengan keadaan waktu dan tempat sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan pandangan hidup manusia. Di Indonesia, telah terjadi beberapa kali perubahan kurikulum, yaitu Kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013 dan yang terakhir adalah Kurikulum Merdeka yakni Kurikulum 2022. (Usaid Uzza. Sunan Kalijaga Yogyakarta Dwi Setia Kurniawan, & Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2. Kurikulum Merdeka merupakan program pendidikan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbu. yang memberikan satuan pendidikan yang memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada peserta didik untuk membuat kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan. Sesuai dengan kebutuhan lokal, karakteristik mahasiswa, dan tantangan global yang dihadapi. Sebagai bagian dari kurikulum belajar mandiri, guru bebas membuat konten pembelajaran yang mendidik dan menghibur. Penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Al-Ihsan bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, kecerdasan sosial, keterampilan siswa, serta memantapkan nilai-nilai cinta tanah air dan kebangsaan. Namun penerapan Kurikulum merdeka juga menimbulkan beberapa permasalahan. Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa kendala yaitu kurikulum ini terkesan dipaksakan dengan keadaan pasca covid 19 Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Indriani. Suharto. Qosim sehingga tidak semua guru menyambut baik adanya sosialisasi pengajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka, seperti halnya dalam penelitian (Hariani. Puteri, & Silaban, 2. yang mengatakan bahwa sekolah masih belum sepenuhnya memahami kebijakan kurikulum merdeka baik dalam hal administrasi pembelajaran, sarana dan prasarana yang belum mendukung dan lain sebagainya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkap problematika problematika peralihan kurikulum merdeka khususnya pada mata pelajaran bahasa Arab yang terjadi di SDIT Al-Ihsan. II. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang tidak menggunakan skala numerik dan mendeskripsikan hasil data lapangan secara fakta sebagaimana yang terjadi di lapangan. Mengenai teknik pengumpulan data yang digunakan, peneliti mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh berasal dari observasi langsung di SDIT Al-Ihsan Colomadu, peneliti menyelidiki problematika peralihan kurikulum bahasa Arab dari kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka dengan mengobservasi, dan mewawancarai secara langsung kepala sekolah, bagian kurikulum dan guru guru bahasa Arab yang mengajar di SDIT Al-Ihsan. Hal ini dilakukan agar informasi yang diterima benar-benar valid dan dapat dipertimbangkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan penelitian Berdasarkan analisis data, peneliti memperoleh beberapa problematika implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran bahasa Arab di SDIT Al-Ihsan diantara ialah : pertama pada tahap perencanaan, sekolah sebelum mengimplementasikan kurikulum merdeka hendaknya melakukan perencanaan yang memuat pemahaman kebijakan kurikulum merdeka, perbedaan kurikulum merdeka dan kurikulum sebelumnya dan persiapan menyusun dokumen dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam implementasi kurikulum merdeka seperti perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan persiapan guru untuk mengajar dengan megimplementasikan kurikulum merdeka. Namun dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka terdapat kendala kendala yang dihadapi oleh para guru dikarenakan guru guru belum memahami sepenuhnya kebijakan kurikulum merdeka dan masih merasa enggan beralih ke kurikulum merdeka karena telah merasa nyaman dengan kurikulum2013. SDIT Al-Ihsan sudah mengupayakan mengantisipasi problem tersebut dengan mengikuti workshop dan pelatihan kurikulum merdeka namun yang ikut pelatihan hanya wali kelas saja. Hal tersebut didukung oleh pernyatan subjek pertama bahwa implementasi kurikulum di SDIT Al-Ihsan dimulai dengan mengikuti workshop dan pelatihan kurikulum merdeka bagi para wali kelas yang akan Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Bahasa Arab di SDIT Al-Ihsan Colomadu mengimplementasikan kurikulum merdeka padatahun ajaran tersebut seperti kelas 1,2,4 dan 5. Ay (Kristiono, kepala sekolah SDIT Al-Ihsan, 4 desember 2. Dalam tahap perencanaan sekolah belum maksimal karena tidak mengikutsertakan semua guru untuk mengikuti pelatihan kurikulum merdeka sehingga para guru khususnya guru bahasa Arab belum memahami kebijakan kebijakan yang terdapat dalam kurikulum Problematika implementasi kurikulum merdeka yang kedua yakni kurangnya persiapan sekolah dalam hal sarana dan prasarana sehingga mengakibatkan mis komunikasi dengan penerbit yang menerbitkan buku buku mata pelajaran tambahan seperti bahasa Arab, bahasa Inggris. TIK dan lain sebagainya. Penerbit masih mencetak buku bahan ajar bahasa Arab dengan kurikulum 2013 hal tersebut didukung dengan pernyataan subjek ketiga bahwa buku bahan ajar bahasa Arab yang digunakan untuk tahun pelajaran ini masih menggunakan kurikulum merdeka karena penerbit belum menyiapkan buku yang menggunakan kurikulum merdeka (Wiria Sutisna, waka kurikulum SDIT Al-Ihsan, 4 desember 2. Mata pelajaran bahasa Arab di SDIT merupakan mata pelajaran tambahan sehingga pihak sekolah dalam persiapan bahan ajar tidak memperhatikan kesiapan nya sehingga pembelajaran masih menggunakan bahan ajar kurikulum 2013 namun dalam penilaian mengikuti format penilaian kurikulum merdeka hal tersebut didukung dengan pernyataan subjek ketiga yang mengatakan bahwa tahun ajaran 2023/2024 ini ananda masih menggunakan buku bahasa Arab kurikulum 2013 dengan memuat KI,KD, indikator dan lain sebagainya namun dalam tahap perencanaan guru bahasa Arab dituntut untuk memput modul pembelajaran yang memuat capaian dan alur tujuan pembelajaran sebagaimana kebijakan kurikulum merdeka dan juga dalam tahapan asesment guru dituntut untuk membuat instrumen instrumen tes, tahap evaluasi dan input nilai yang sesuai dengan kurikulum merdeka(Melati Sukmawati, guru bahasa Arab SDIT Al-Ihsan, 5 desember 2. Problematika implementasi kurikulum merdeka yang ketiga yakni didalam pembelajaran kurikulum merdeka, guru harus mendesain pembelajaran yang kreatif dan inofatif akan tetapi guru bahasa Arab yang merupakan guru guru muda yang baru saja lulus dan tidak mengikuti pelatihan dan workshop, mengakibatkan guru kesulitan dalam mendesain bahan ajar menjadi bentuk digital. IV. KESIMPULAN Problematika implementasi kurikulum merdeka yang terjadi di SDIT Al-Ihsan ialah tidaksemua guru mengikuti pelatihan dan workshop kurikulum merdeka, kurangnya persiapan sekolah dalam halsarana pra sarana yang mendukung pembelajaran dengan mengimplemetasikan kurikulum merdeka dalam hal bahan ajar dan media ajar, dan guru yang gagap teknologi sehingga kesulitan dalam membuat media pembelajaran yang menarik. Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Indriani. Suharto. Qosim DAFTAR PUSTAKA