Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Website Jurnal : http://ojs. id/index. php/jimik/ ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media Sosial Masyarakat Desa Bligo. Kecamatan Ngluwar. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah Social Media Usage Patterns in The Community of Bligo Village. Ngluwar Sub-District. Magelang District,Central Java Sudarman Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta Alamat: Jl. Magelang Km 6 Yogyakarta 55284 *Email korespondensi: sudarmanpadmosumitro@gmail. Diterima: 10 Juli 2024 || Revisi: 28 Oktober 2024 || Disetujui: 31 Desember 2024 Abstract The aim of this research is to describe the social media usage patterns of the Bligo Village community. Social media is a communication medium that is widely used by the public. With various features and applications that continue to grow, making this social media one of the mainstay media for people around the world. , in which from this social media the world economy, and even communication becomes very easy, with the various advantages that this media has. Behind all the conveniences offered by the media, making social media an inseparable part of society, both urban and rural communities. The ease of accessing social media among this community, makes people waste a lot of their time, since they have got addicted in accessing social media content. This research employed descriptive qualitative research method, which describes the current conditions. Then, the research results state that the pattern of social media usage of the Bligo village community, does not show excessive use of social media and is still a necessity, with a pattern of using one to two hours during the day and night, and only a small portion that utilizes more than 4 . hours each day. In terms of application usage. WhatsApp application is the first choice before TikTok. In terms of media content patterns, news information becomes community consumption, and religion content becomes the choice of Bligo village community. Keywords: Social Media. Usage Pattern. Bligo Village Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan Pola penggunaan media sosial masyarakat Desa Bligo. Media sosial merupakan media komunikasi yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Dengan berbagai fitur dan aplikasi yang terus bertambah, menjadikan media sosial ini menjadi salah satu media andalan masyarakat di seluruh dunia, yang mana dari media sosial inilah perekonomian dunia, dan bahkan komunikasi menjadi sangat dipermudah, dengan berbagai macam kelebihan-kelebihan yang dimiliki media ini. balik semua kemudahan yang ditawarkan oleh media tersebut, menjadikan media sosial menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan oleh masyarakat, baik masyarakat kota maupun desa. Mudahnya mengakses media sosial dikalangan masyarakat ini, menjadikan masyarakat banyak waktu yang sia-sia, karena terbius oleh konten media sosial yang menjadikan candu dalam kehidupan sehari-harinya. Metode Penelitian deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan kondisi saat itu. Hasil penelitian: Pola penggunaan media sosial masyarakat desa Bligo, tidak menunjukan adanya penggunaan media sosial yang berlebihan dan masih batas kebutuhan, dengan pola penggunaan waktu satu sampai dengan dua jam pada siang maupun malam hari, dan hanya sebagian kecil yang memanfaatkan waktu lebih dari 4 . jam pada Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. setiap harinya. Pola penggunaan aplikasi WhatsApp masyarakat menjadi pilihan utama sebelum tik tok. Dalam hal pola content media, informasi berita menjadi konsumsi masyarakat dan agama menjadi pilihan masyarakat desa Bligo. Kata Kunci: Media Sosial. Pola Penggunaan. Desa Bligo PENDAHULUAN Media sosial dewasa ini menjadi media masyarakat luas dari semua kalangan, media sosial sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan berkomunikasi bertransaksi maupun sosialisasi dan hiburan dan mendapatkan informasi yang sangat luas dan luwes di setiap saat. Menurut Dave Kerpen, 2011 dalam bukunya bertajuk Likeable Social Media, definisi Media Sosial adalah sebagai suatu tumpat kumpulan gambar, video, tulisan hingga hubungan, baik itu antar individu, antar kelompok seperti Organisasi (Nand. Media sosial menjadi salah satu media yang tidak mungkin untuk bisa dihindari di era Globalisasi ini. Dimana masyarakat menjadikan media sosial bagian dari sebuah kebutuhan. Media sosial ini terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan memenuhi tuntutan pasar. Sebagian besar masyarakat di dunia media sosial ini sudah menjadi tren masyarakat di belahan bumi dimana manusia itu berada, dengan jangkauan yang sangat luar sampai ke pelosok desa teknologi ini Dengan perkembangan teknologi dan khusus nya media sosial menjadi hal yang sangat memberikan pengaruh yang sangat luar biasa, karena menyentuh dari kalangan anakanak hingga orang tua, masyarakat bawah sampai masyarakat atas Sebagian besar menggunakan media ini, untuk digunakan dengan berbagai macam aktivitas masyarakat itu Media sosial sudah menjadi candu bagi masyarakat tidak sekedar kebutuhan lagi akan komunikasi, mendapatkan informasi, akan tetapi lebih dari itu, banyak perubahan dalam hidupnya, dari cara berkomunikasi, bertindak dan berperilaku, dampak media social ini. Berbagai perubahan dari berbagai aspek kehidupan menjadikan masyarakat semakin Menurut Khairuddin, 2002, semua perubahannya masing-masing. Ada satu masyarakat yang berubah dengan pesat, ada juga perubahan dengan lambat, bahkan ada juga yang tidak kelihatan perubahannya, tetapi paling tidak berubah dalam hal kualitasnya. Pada perkembangan media sosial tentu diharapkan perubahan terjadi pada kehidupan sehari-hari masyarakat lebih baik, karena media sosial sudah menjadi bagian dari kebutuhan. Dalam menerima kehadiran media ini agar masyarakat tidak ketinggalan akan informasi dan pengetahuan khususnya, sehingga mampu menjadikan perubahan masyarakat semakin Banyak aplikasi yang ditawarkan dalam media sosial ini yakni antara lain: Facebook. Instagram. Line. Twitter, dan lain Media sosial ini digunakan karena sarana komunikasi yang relatif murah dan bisa di jangkau oleh masyarakat luas. Kecenderungan orang memilih media sosial ini di samping biaya yang sangat murah bisa digunakan atau dilakukan dimana saja dan kapan saja. Namun yang lebih familiar dalam komunikasi saat ini kecenderungan menggunakan media aplikasi. Aplikasi Media Sosial sangat mendukung kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi, bertransaksi, memperoleh informasi, hiburan maupun bisnis online yang sangat simple dan sangat luas yang dilakukan secara rutin baik komunikasi individu, kelompok, maupun organisasi lainnya. Menurut Antony Giddens 2003, dalam bukunya The Constitution of Society (Teori Strukturasi untuk Analisis Sosia. , rutinitas dalam kehidupan sehari-hari sangat penting bagi bentuk-bentuk organisasi yang sangat luas. Aktifitas sehari-hari individu-individu berjumpa satu sama lain dalam konteks interaksi-interaksi dengan orang lain yang secara fisik hadir bersamaan . o-presen. Dalam hal ini media sosial yang menjadi salah satu media yang menjembatani secara cepat dalam mewujudkan terjadinya interaksi tersebut. Perkembangan teknologi Media Sosial menjadikan kebutuhan akan informasi dan transaksi masyarakat menjadi semakin mudah. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. karena fasilitas media sosial sangat lengkap sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan masyarakat luas. Hal ini yang menjadi aplikasi Media Sosial menjadi media massa yang sangat banyak penggunanya. Pilihan sampel penelitian: . Ibu-ibu rumah tangga di Desa Bligo, . Memiliki smartphone, . Bisa membaca dan menulis, . Pengguna media sosial aktif. Selain itu Desa Bligo Kecamatan Ngluwar, menjadi sasaran penelitian ini, dimana masyarakatnya sebagian besar bermata pencaharian bertani, yakni dari 5. orang, dengan jumlah Kepala Keluarga 1. KK, dengan 3. 309 orang bermata pencaharian . rofil Desa Bligo:2. Dengan kondisi ini masyarakat desa Bligo tidak menjadi desa yang jauh dari perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa Bligo banyak yang menggunakan atau memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi, informasi maupun pengetahuan. Seiring dengan perkembangan media sosial saat ini, masyarakat menjadi ketergantungan dengan media sosial, sehingga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat terkuras oleh waktu demi memanfaatkan media sosial dan tidak jarang memperhatikan pola penggunaannya. Pola penggunaan media sosial menjadi penting dalam kehidupan sosial saat ini, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Namun dibalik itu, perkembangan media sosial yang tidak terpenjarakan oleh media sosial yang merupakan salah satu perkembangan teknologi ini. Dalam jangka waktu 24 jam setiap harinya masyarakat tidak terlepas dari media sosial khususnya Handphone (HP), dan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp andalannya, kapan dan dimana saja masyarakat itu berada. Media sosial menjadi sarana komunikasi yang efektif di era modernisasi, modernisasi merupakan sangkar besi . ick iro. system rasional dimana tiada lubang untuk melepaskan diri darinya (George Ritzer. Douglas J. Goodman. , sehingga mau tidak mau kita tidak bisa lepas diri dari dunia modern ini agar tidak tertinggal, namun kita sendiri yang harus mampu secara bijak dalam pemanfaatannya. Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp pada media sosial bagi masyarakat paling banyak digunakan, baik oleh individu, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan maupun lembaga pemerintah. Menurut Riskyta, dalam Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial - Vol. 1 No. 2 Tahun 2017, komunikasi organisasi yang dilakukan oleh pegawai di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo sangat dibantu oleh aplikasi WhatsApp. Aplikasi WhatsApp memiliki peran penting dalam mendukung fungsi komunikasi organisasi yang meliputi fungsi produksi, pengaturan, pembaharuan, pemeliharaan, tugas, perintah, dan fungsi relasional tetap dapat terkomunikasikan, percepatan, dan efisiensi dari fasilitas aplikasi WhatsApp yang ditawarkan. Hasil Penelitian ini bisa dijadikan rujukan bagi masyarakat dalam memanfaatkan media sosial terhadap pola penggunaannya. Hal ini agar tidak menjadi sia-sia, baik dalam memanfaatkan waktu maupun dalam memenuhi kebutuhan komunikasi maupun informasi. Dengan mampu memanfaatkan pola penggunaan media sosial diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam KAJIAN PUSTAKA Media Baru (New Medi. Untuk komunikasi dan mendapatkan informasi masyarakat dalam memanfaat media social telah disuguhkan media yang sangat mendukung, yakni media sosial, sebagai media baru adalah salah satu sarana yang sangat membantu masyarakat dalam memberikan informasi serta dan media sosial adalah Seperti saat ini masyarakat sudah sangat familiar dengan handphone (HP) yaitu telepon genggam dikenal dengan smartphone . elepon pinta. dan jaringan internet lainnya melalui peralatan komputer maupun laptop. Untuk membedah masalah yang terkait dengan topik tersebut di atas, teori yang menjadi pisau analisis kajian penelitian ini adalah media baru. Media baru . ew medi. merupakan istilah yang ditengarai kemunculan digital. Media Baru merupakan istilah yang dimaksud, mencakup kemunculan teknologi digital seperti komputer Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. dan jaringan teknologi informasi, yang muncul di akhir abad ke 20. (Nurul Nadia Y, 2. Teknologi yang digolongkan sebagai media baru adalah digital, memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan padat, interaktif dan tidak memihak. Sederhananya media baru adalah media yang terbentuk dari interaksi antar manusia dengan komputer dan internet secara termasuk di dalamnya adalah web, blog, online social network, online forum dan lain-lain Everett M. Rogers merangkumkan perkembangan media komunikasi terbagi ke dalam 4 . era: Au. Era komunikasi tulisan, . Era komunikasi cetak, . Era telekomunikasi, dan . Era komunikasi interaktif. Media baru adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif. Menurut Ron Rice, 2018, media baru adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya . aik mainframe. PC maupun Noteboo. yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan (Abrar, 2003:17-. McQuail dalam Shatider Ikhwan, 2014, menyatakan, media baru adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi. distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat. Media Sosial Media sosial merupakan platform digital yang memberikan fasilitas pada penggunanya untuk saling bersosialisasi dan berinteraksi, baik itu berkomunikasi, membagi konten berupa kata-kata, foto atau audio dan video. Segala konten yang dibagikan tersebut akan terbuka untuk publik secara realtime. Hal tersebut karena media sosial adalah aplikasi yang dibantu internet, sehingga selama pengguna tersambung dengan koneksi internet yang baik maka proses penyebaran konten bisa dilakukan pada saat itu juga. Beberapa ahli pernah menyampaikan definisi mereka terhadap teknologi yang satu ini yaitu media sosial. Berikut sejumlah pengertian media sosial menurut para ahli: . Menurut B. Lewis . , media sosial adalah suatu label yang merujuk pada teknologi digital yang bisa memungkinkan orang-orang untuk saling melakukan interaksi, produksi dan bagi pesan. Chris Brogan . , menyatakan media sosial adalah satu perangkat alat komunikasi yang di dalamnya memungkinkan untuk terjadi jenis interaksi baru. Media sosial adalah tempat kumpulan gambar, video, teks serta hubungan interaksi dalam jaringan antara individu atau kelompok seperti organisasi. Dave Kerpen . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian mengenai pola penggunaan media sosial pada masyarakat Desa Bligo. Metode kualitatif adalah langkahlangkah penelitian sosial untuk mendapatkan data deskriptif berupa kata-kata dan gambar (Moleong, 2. Pemilihan pendekatan penelitian kualitatif dilakukan atas dasar spesifikasi subjek penelitian dan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan mencakup realitas sosial. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder, sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2. Teknik pengambilan sumber data yang digunakan adalah purposive sampling dimana pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu memahami tentang pola penggunaan media sosial pada masyarakat Desa Bligo. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Untuk analisis data dalam penelitian ini dilakukan pada saat proses pengumpulan data berlangsung, mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan Data yang telah diperoleh dari lapangan, di analisis secara interpretatif untuk menjelaskan dan membandingkan teori yang digunakan sebagai pendekatan dengan data yang sudah diolah. Dengan demikian pendekatan berfikir yang digunakan dalam menyimpulkan hasil penelitian ini adalah pendekatan berfikir Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penggalian data proses penggalian data tidak mengalami kesulitan yang berarti, keramahan masyarakat menjadikan penggalian data berjalan dengan lancar. Dalam penggalian data lapangan di lokasi penelitian, yang dapat penulis lakukan terhadap informan yang dapat diperoleh sejumlah 32 informan yang aktif berkomunikasi melalui media sosial. Sehingga dengan kondisi tersebut dalam penggalian data tidak ada hambatan yang Metode pengumpulan data: . Observasi lapangan dilakukan melalui pengamatan lapangan sebelum penggalian data lapangan, . Dokumentasi melalui penggalian data dokumen desa sesuai dengan tema penelitian. Wawancara bebas dan dibantu dengan interview Untuk mengetahui hasil penggalian data lapangan, penulis mendapatkan data-data lapangan baik data sekunder maupun primer yang dilakukan dengan wawancara, sementara data sekunder diperoleh melalui dokumen desa Bligo. Data hasil penelitian tersebut tersaji sebagai berikut: Kepemilikan Smartphone Semua informan secara keseluruhan memiliki smartphone yakni 32 informan menyatakan menggunakan Handphone (HP) dalam menggunakan media sosial, sedang yang menggunakan Laptop maupun personal komputer 1 responden, dapat dilihat pada diagram. informan dan yang lebih dari 4 jam ada 5 informan, dapat dilihat pada diagram 2. Gambar 2. Waktu Penggunaan Siang Hari Sumber: Olahan Peneliti Waktu Penggunaan media sosial malam hari Waktu penggunaan media sosial pada malam hari masyarakat Bligo, yang menggunakan 1 jam ada 15 informan, 2 jam ada 11, 4 jam ada 2 informan dengan waktu penggunaan media sosial lebih dari 4 jam ada 2 informan, dapat dilihat pada diagram 3. Gambar 3. Waktu Penggunaan Media Malam hari Sumber: Olahan Peneliti Konten Media Yang Sering Ditonton Konten media sosial yang sering ditonton masyarakat Bligo, yaitu Berita informasi ada 20 informan. Berita 18 informan. Agama 9. Jualan online 8, bahan tugas sekolah 1 dan lain lain memasak 1 informan, dapat dilihat pada diagram 4. Gambar 1. Diagram Kepemilikan Media Sosial Sumber: Olahan Peneliti Penggunaan Media Sosial Siang Hari Waktu penggunaan media sosial pada siang hari masyarakat Bligo yang menggunakan media sosial 1 jam ada 29 informan, 2 jam 5 informan, 4 jam 2 Gambar 4. Konten Media Sosial Yang Sering Ditonton Sumber: Olahan Peneliti Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. Aplikasi yang sering digunakan Aplikasi media sosial yang sering digunakan masyarakat Bligo yakni: WhatsApp 31 informan. Instagram 3 informan. Facebook 14 informan, twitter 1 informan. Tik Tok 13 informan, google map 3 informan, dan Telegram serta youtube masing-masing 1 responden, dapat dilihat pada diagram 5. Gambar 5. Aplikasi Media Sosial Yang Sering Digunakan Sumber: Olahan Peneliti Perubahan perilaku Pola perubahan selama menggunakan media sosial semenjak menggunakan media sosial masyarakat Bligo, yakni menambah pengetahuan dan 25 informan, dalam rangka mencari teman ada 6 informan, pekerjaan menjadi terbengkalai ada 6 informan, luoa waktu ada 5 informan, boros kuota ada 5 informan, dan usahanya sukses ada 4 Dapat dilihat pada diagram 6. Gambar 6. Perubahan Semenjak Menggunakan Media Sosial Sumber: Olahan Peneliti Berdasarkan hasil perolehan data lapangan sebagaimana dalam penggalian data dapat diperoleh sesuai dengan kondisi lapangan, dalam hal ini penulis melakukan penggalian data lapangan dengan jumlah sampel sebanyak 32 Pada kesempatan penggalian data dengan menggunakan interview guide kepada seluruh informan sebagai sasaran penelitian dalam melakukan penggalian data lapangan. Dalam penggalian data lapangan penulis menggunakan 6 . pertanyaan yang sesuai dengan tema penelitian yang berjudul AuPola Penggunaan Media sosial Masyarakat DesaAy. Pada saat penggalian data lapangan tidak ada kesulitan yang berarti, dan berjalan lancar sesuai dengan harapan penulis. Pada saat penggalian data lapangan menunjukan bahwa dari semua informan yang menjadi sasaran penelitian, secara keseluruhan memiliki media sosial . sebagai sarana sumber informasi dan komunikasi, dan hanya ada 1 . informan selain berkomunikasi dan mendapatkan informasi menggunakan personal komputer selain menggunakan handphone. Kondisi ini dikarenakan sebagian besar informan ibu-ibu rumah tangga yang berperan aktif dalam kegiatan ibu-ibu di desa Bligo, yang butuh komunikasi langsung maupun menggunakan WhatsApp dalam mengirim informasi maupun berkomunikasi, selain pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga yang cenderung aktif bermedia sosial selain guna memantau anak-anaknya yang sedang bersekolah, dan hanya satu informan kunci bapak-bapak yang bekerja sebagai aparat desa, sehingga dalam kegiatannya sering berhadapan dengan personal komputer maupun Pola Penggunaan Media Sosial Pola waktu masyarakat Bligo dalam bermedia sosial pada siang hari ada . ua puluh sembila. informan yang sebagian besar informan perempuan, dan dari 29 informan menyatakan bahwa dalam memanfaatkan media sosial pada siang hari dengan lama waktu 1 . jam dan 5 . informan dalam bermedia sosial pada siang hari hanya 2 jam. Sedangkan yang memanfaatkan media sosial dengan waktu 4 jam lebih pada siang hari ada 5 informan. Berdasar analisis penulis bahwa, kesibukan ibu rumah tangga dan kepedulian terhadap keluarga menjadikan pola waktu penggunaan media sosial masyarakat desa Bligo kecenderungan lebih Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. pendek, hal ini disebabkan kegiatan siang hari jauh lebih banyak, sehingga tidak selalu menggunakan media sosial. Pola waktu masyarakat desa Bligo pada malam hari, ada 15 informan yang memanfaatkan media sosial pada malam hari durasi 1 . jam, dan 11 informan memanfaatkan waktu 2 . jam, sedang dalam memanfaat waktu dengan durasi waktu 4 . jam lebih hanya 2 informan. Hal ini berdasar analisa penulis malam hari adalah waktu untuk bercengkrama dan istirahat, sehingga kecenderungan ibu-ibu dalam memanfaat waktu 1 sampai 2 jam tidak lebih dari itu yaitu ada 15 dan 11 informan dan hanya ada 2 informan yang memanfaatkan waktu lebih dari 4 . Berdasarkan data pola penggunaan waktu dalam bermedia sosial masyarakat desa Bligo yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga dalam memanfaatkan media sosial tidak berlebihan dan berdasar pengamatan penulis masih sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan, walau ada yang memanfaatkan waktu bermedia sosial lebih dari 4 . Hal ini juga disebabkan masyarakat desa Bligo khususnya ibu-ibu masih memperhatikan kegiatan lain yang jauh lebih dibutuhkan, dari pada sia-sia membuang waktu yang kurang bermanfaat dalam kehidupan sosialnya, seperti merawat anak, pekerjaan rumah tangga yang yang lebih diperhatikan. Pola Pemanfaatan Konten Media Sosial Dalam memanfaatkan dari isi atau content acara, kecenderungan masyarakat Desa Bligo pengetahuan melalui informasi dan berita yang disampaikan oleh media sosial, yaitu ada 20 informan yang menyatakan hal itu. Sedang untuk content yang berkaitan dengan agama juga menjadi bagian yang mendapat perhatian dari informan, yakni ada 9 . informan, dan kecenderungan ada 8 informan yang memanfaatkan sebagai media berjualan online. Dan hanya ada 1 . informan yang tertarik dengan acara memasak. Berdasarkan data tersebut penulis melihat ada kecenderungan masyarakat desa Bligo lebih mementingkan atau pengetahuan dalam memanfaatkan media sosial, selain pengetahuan agama dan sarana bisnis online yang diminati dari pada content acara yang lain. Kondisi ini menurut penulis bahwa masyarakat Desa Bligo lebih ingin membuka wawasan dan mendapat informasi yang mampu memberikan informasi dan kondisi dinamika sosial masyarakat bangsa dan negara dewasa ini. Selain kebutuhan akan keutamaan mendapatkan pengetahuan tentang agama menjadi sesuatu yang harus dijalankan. Aplikasi Yang Sering Digunakan Aplikasi WhatsApp menjadi salah satu situs yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Bligo. Hal ini menurut penulis, karena situs ini memberikan kemudahan dalam berkomunikasi melalui telepon maupun video call, serta mendapatkan informasi dan transaksi informasi menggunakan audio visual, dokumen-dokumen lainnya dengan mudah. Selain WhatsApp, aplikasi Facebook juga menjadi salah satu situs pilihan, karena mampu mengirim pesan dan gambar yang seimbang jaga dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan suara. Sementara itu selain whatsApp dan Facebook, tik tok jua menjadi bagian situs yang menjadi pilihan masyarakat desa Bligo. Karena menurut penulis situs tik tok sangat menginformasi, yaitu banyak memberikan informasi yang sangat banyak dan sangat mudah didapat dengan jumlah informasi pendek yang padat berupa tek, audio dan video. Pola perubahan perilaku masyarakat desa Bligo Pengetahuan menjadi sebuah perubahan pola perilaku masyarakat desa Bligo, dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan menambah pengetahuan dan Berdasar hal tersebut bahwa memanfaatkan media sosial mampu mendorong pola perilaku masyarakat. Dengan pengetahuan menumbuhkan pola perilaku positif dalam menyikapi kehidupan dalam bermasyarakat. Pola ini disebabkan oleh diperolehnya pengetahuan-pengetahuan baru yang didapatkan di berbagai bidang, seperti bidang, pendidikan, kesehatan, agama, bisnis, pertanian, hiburan, informasi serta pengetahuan, sesuai kebutuhan Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. Dengan bermedia sosial menjadi bertambah teman, walau adanya hal-hal negatif yang tidak diinginkan, seperti halnya terbengkelainya pekerjaan bagi sebagian kecil Namun demikian adanya kesuksesan masyarakat selama memanfaatkan media sosial sebagai sarana bisnis online yang cukup menggairahkan dalam semangat hidupnya. Berdasarkan hasil temuan-temuan dari data lapangan, bahwasannya masyarakat desa Bligo, khususnya ibu-ibu rumah tangga media sosial sudah menjadi kebutuhan, sebagai sarana komunikasi, transaksi, sumber informasi, pengetahuan, maupun hiburan. Namun demikian masyarakat Bligo khususnya ibu-ibu rumah tangga maupun kader desa dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi, transaksi dan sumber informasi dalam memenuhi kebutuhan akan sarana prasarana komunikasi salah satunya ini masih sebatas yang wajar dan kecenderungan tidak berlebihan. Hal ini berdasar analisis data lapangan yang ditunjukan pada diagram di atas pada pola penggunaan waktu penggunaan media sosial, khususnya ibu-Ibu rumah tangga baik siang maupun malam hari sebagian besar memanfaatkan waktu 1 . jam pada siang hari dan 1 . jam pada malam hari. Namun demikian ada sebagian kecil informan ibu dan bapak yang memanfaatkan waktu 2 . jam baik siang maupun malam hari, serta 4 . jam lebih sebagaimana dapat dilihat pada gambar diagram 1 pada penyajian data di atas, karena sebagian dari informan tersebut ada yang memanfaatkan media sosial sebagai bentuk usaha bisnis online. Pola penggunaan waktu dalam memanfaatkan media sosial bagi ibu-ibu yang memanfaatkan 2 . jam baik waktu siang atau malam hari, hal ini dikarena kesibukan sebagai ibu rumah tangga juga disebabkan akan berdampak pada anak-anak dibawah umur yang cenderung akan menurutnya, hal ini sebagian alasan yang Sehingga berdasarkan data tersebut pola penggunaan media sosial masyarakat Desa Bligo khususnya ibu-ibu rumah tangga tidak berlebihan, sesuai memanfaatkan media sosial yang relatif tidak berlebihan mampu menekan atau membatasi ruang gerak anak-anak dalam memanfaatkan media sosial, dan hal ini akan mempengaruhi keberlangsungan pendidikan anak-anak. Selain itu dalam pola pemanfaat content media sosial, masyarakat Desa Bligo khususnya ibu-ibu rumah tangga, lebih pada kebutuhan akan berita dan informasi, hal ini untuk mengetahui perkembangan pembangunan daerah maupun informasi-informasi yang mampu memberikan pengetahuan maupun informasi tentang masalah-masalah lain yang berhubungan dengan kebutuhan hidupnya. Selain itu konten masalah pendidikan agama dan bisnis online menjadi pilihan masyarakat, agama menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia, karena agama mampu menjadi benteng kehidupan manusia, bisa mengarahkan manusia untuk selalu bersyukur kepada sang Pencipta, serta mampu mengarahkan kepada perbuatan yang baik dan terpuji. Di era media sosial yang terus berkembang bisnis online juga menjadi pilihan masyarakat desa Bligo dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Media sosial sudah menjadi trend masyarakat luas dalam pembangunan usaha yang sangat mudah dilakukan dan tidak banyak membutuhkan tempat dengan waktu yang sangat fleksibel. Sementara itu masyarakat desa Bligo pola penggunaan aplikasi WhatsApp menjadi salah satu yang sering dimanfaatkan sebagaimana yang telah penulis sajikan dan bahas di atas, hal ini menurut penulis dikarenakan situs whatsApp lebih mampu memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam memanfaat fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh situs ini, dari komunikasi dengan berbagai model, maupun pengiriman pesan dengan berbagai bentuk dokumen yang sangat bisa diandalkan sesuai dengan keinginan masyarakat dalam kebutuhan akan informasi berupa dokumen yang kompleks ini. Selain situs whatsApp, situs tik tok menjadi pilihan setelah whatsApp, titok menjadi pilihan sebagian masyarakat, hal ini dikarenakan titok memberikan informasi pendek dan cukup memberikan informasi lebih banyak dan kompleks, serta hiburan singkat yang sangat Situs tik tok selain mampu memberikan informasi pendek yang kompleks dan inspiratif juga mampu memberikan sebuah inovasi, yang dapat membuka pengetahuan dan Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 8 No. 2 Desember 2024 ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Pola Penggunaan Media A. wawasan masyarakat dalam membangun kesejahteraan dari informasi yang diadopsi, sebagai usaha bisnis online yang sangat mampu merangsang masyarakat untuk tertarik. Selain itu Facebook, menjadi pilihan Sebagian ibu-ibu rumah tangga muda, tidak beda jauh situs ini dengan situs yang lain, yaitu mampu berkomunikasi secara langsung, tukar informasi, persahabatan, serta menampilkan beberapa informasi audio visual yang sangat efektif dalam membangun kolega, mitra dan bersilaturahmi dengan keluarga. SIMPULAN Media sosial sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat desa Bligo sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya ibu-ibu rumah tangga di Desa Bligo dalam memenuhi kebutuhan akan informasi dan pengetahuan, hiburan selain komunikasi. Karena tuntutan kebutuhan tersebut, sarana komunikasi kepemilikan HP (Handphon. sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Pola penggunaan waktu dalam bermedia sosial khususnya ibu-ibu rumah tangga sebagian besar dalam memanfaatkan media sosial tidak Masyarakat desa Bligo khususnya ibu-ibu masih memperhatikan kegiatan lain yang jauh lebih dibutuhkan, masyarakat Desa Bligo lebih ingin membuka wawasan dan mendapat informasi yang mampu memberikan informasi dan kondisi dinamika sosial masyarakat bangsa dan negara dewasa ini. Kebutuhan akan keutamaan mendapatkan pengetahuan tentang agama menjadi perhatian. Aplikasi WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang sering dimanfaatkan oleh ibu-ibu rumah tangga masyarakat Desa Bligo. Aplikasi WhatsApp. Facebook juga menjadi salah satu situs yang banyak diminati, karena mampu mengirim pesan dan gambar yang seimbang jaga dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan suara. Pola perilaku masyarakat desa Bligo dalam memanfaatkan media sosial sebagai salah satu dalam membangun kesejahteraan masyarakat, berdasar hal tersebut bahwa memanfaatkan media sosial mampu mendorong pola perilaku masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat mampu menumbuhkan pola perilaku positif dalam menyikapi kehidupan dalam bermasyarakat. Pola ini diperolehnya melalui pengetahuanpengetahuan baru yang didapatkan di berbagai bidang, seperti bidang, pendidikan, kesehatan, agama, bisnis, pertanian, hiburan dan informasi Keberhasilan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat selama memanfaatkan media sosial sebagai sarana bisnis online cukup menggairahkan semangat hidupnya. Implikasi dalam pola penggunaan media sosial masyarakat desa Bligo khususnya ibu rumah tangga, terjadinya peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Media sosial menjadi salah satu media yang mampu memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai transaksi ekonomi pasar. Proses komunikasi menjadi lebih terkoneksi dengan cepat dan mudah. Interaksi dan integrasi sosial secara langsung lebih cepat dilakukan, dan permasalahan sosial dapat ditindaklanjuti dengan cepat. DAFTAR PUSTAKA