Ferdiansyah, dkk / Tropical Animal Science 7. :160-165 pISSN 2541-7215 eISSN 2541-7223 Tropical Animal Science. November 2025, 7. :160-165 DOI: 10. 36596/tas. Tersedia online pada https://ejournal. id/index. php/tas KANDUNGAN LIGNIN DAN SELULOSA PADA TUMPI JAGUNG YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN DUA JENIS PROBIOTIK YANG BERBEDA LIGNIN AND CELLULOSE CONTENT IN CORN TUMPI FERMENTED USING TWO DIFFERENT PROBIOTIC TYPES David Rifai Ferdiansyah1. Sri Sukaryani2* Program Studi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Indonesia 2Fakultas Pertanian. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Indonesia Kampus Jl. Letjend S. Humardani No 1 Jombor Sukoharjo. Telp . 593156 *E-mail korespondensi: srisukaryani@gmail. ABSTRAK Tumpi jagung merupakan limbah hasil perontokan jagung, memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif namun kandungan lignin dan selulosa yang tinggi menghambat pencernaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi tumpi jagung menggunakan dua jenis probiotik yang berbeda, yaitu EM4 dan MA11, terhadap kandungan lignin dan selulosa. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 3 macam perlakuan dan 8 kali ulangan, dengan fermentasi selama 7 hari. Perlakuan yang diterapkan adalah T0: 250gram tumpi jagung 2gram urea 5 cc tetes. T1: 250gram tumpi jagung 2% MA11 2gram urea 5 cc tetes. dan T2: 250gram tumpi jagung 2% EM4 2gram urea 5 cc tetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kandungan selulosa pada P0 sebesar 23,54 %. P1 sebesar 15,95 % dan P2 sebanyak 14,18 %, sedangkan rerata kandungan lignin yang dicapai oleh perlakuan P0 sebanyak 23,54 %. P1 sebesar 18,09 % dan P2 sebesar 18,63 %. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik MA-11 dan EM4 dalam fermentasi tumpi jagung mampu menurunkan kandungan selulosa dan lignin secara sangat nyata. Kata Kunci: EM4. Fermentasi. Lignin. MA-11. Selulosa ABSTRACT Corn tumpi is a waste from threshing corn, has the potential as an alternative feed material but the high lignin and cellulose content inhibits digestion. The research aims to determine the effect of corn tumpi fermentation using two different types of probiotics EM4 and MA11 on lignin and cellulose content. The experimental desaign used was a Completely Randomized Design (CRD) with a one-way pattern with 3 types of treatments and 8 replications, with fermentation for 7 days. The treatments applied were T0: 250 grams of corn tumpi 2 grams of urea 5 cc molasses. T1: 250 grams of corn tumpi 2% MA11 2 grams of urea 5 cc molasses. and T2: 250 grams of corn tumpi 2% EM4 2 grams of urea 5 cc molasses. The results showed that the average cellulose content in P0 was 23. P1 was 15. 95% and P2 was 14. while the average lignin content achieved by the P0 treatment was 23. P1 was 18. 09% and P2 was Ferdiansyah, dkk / Tropical Animal Science 7. :160-165 This research can be concluded that the use of probiotics MA-11 and EM4 in corn tumpi fermentation can reduce cellulose and lignin content very significantly (P < 0,. Keywoards: Cellulose. EM-4. Fermentation. Lignin. MA-11 PENDAHULUAN Pakan ternak merupakan komponen utama dalam keberhasilan usaha peternakan karena berperan penting dalam pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas hewan ternak. Namun, penyediaan pakan yang berkualitas dan cukup jumlahnya sering menghadapi berbagai kesulitan, terutama di Indonesia. Salah satu faktor utama yang menyebabkan kesulitan pakan adalah fluktuasi ketersediaan pakan yang sangat dipengaruhi oleh musim. Penyediaan pakan berkualitas merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk mencapai keberhasilan dalam usaha peternakan (Rumjayadi et al, 2. Pada ketersediaannya sangat melimpah tetapi pada musim kemarau jumlah dan kualitas pakan menjadi sangat terbatas. Biaya pakan dapat mencapai 60-70% dari total biaya produksi peternakan, sehingga membuat peternak cenderung merugi dan kesulitan dalam Pemecahan masalah tersebut dapat diatasi dengan mencari eksplorasi sumber bahan pakan alternatif yang lebih murah, mudah didapatkan, dapat menekan biaya pakan, memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, tersedia dalam jumlah banyak serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, dan harganya murah. Bahan pakan alternatif yang dapat diguanakan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain adalah dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian berupa tumpi jagung. Tumpi jagung merupakan limbah yang dihasilkan dari perontokan jagung dan mudah ditemukan, harga murah, dan tidak bersaing dengan manusia. Ketersedian tumpi jagung cukup melimpah, namun dalam penggunaannya sebagai pakan ternak terdapat keterbatasan, hal ini karena rendahnya kandungan nutrisi dalam tumpi jagung. Kandungan nutrien yang terdapat dalam tumpi jagung terdiri dari bahan kering (BK) 88,28%, protei kasar (PK) 8,04%, serat kasar (SK)11,70%, dan total digestible nutrien (TDN) 51,16% (Yahya et al. Tumpi jagung dapat meningkat daya gunanya jika dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Upaya yang dapat dilakukan meningkatkan nilai nutrisi tumpi jagung dapat melalui teknologi fermentasi (Wulandari et al. Proses memperpanjang masa simpan bahan pakan mikrobia, mempertahankan gizi yang di kehendaki, dan menciptakan kondisi yang kurang memadai untuk mikrobia kontaminan (Nurhafni Novianty, 2. Perubahan yang terjadi selama proses fermentasi inilah yang menjadikan manfaat fermentasi sebagai salah satu metode pengawetan dan dapat memperpanjang masa umur simpan . helf life produc. (Ropikoh et al , 2. EM-4 (Effective Microorganism. merupakan campuran dari berbagai kultur mikroba, seperti Lactobacillus, bakteri fotosintetik. Actinomycetes, khamir, dan jamur Microbacter Alfaafa (MA-. adalah super dekomposer mikroba yang mampu merombak rantai organik dengan cepat serta mengembalikan kesehatan dan kegemburan tanah (Saleh et al, 2. MA-11 Ferdiansyah, dkk / Tropical Animal Science 7. :160-165 tersusun dari bakteri Rhizobium sp yang dipadukan dengan berbagai bakteri yang diambil dari rumen sapi yaitu bakteri selulolitik, bakteri proteolitik, dan bakteri Bakteri dari rumen sapi bertugas merombak selulosa agar mudah dikonsumsi oleh bakteri Rhizobium sp yang beraktivitas mengikat nitrogen bebas. Keberhasilan proses pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Faktor-faktor tersebut akan memberikan kondisi yang berbeda pada setiap jenis bakteri tergantung pada habitatnya masing-masing sehingga mempengaruhi kinetika fermentasi. Selain itu, setiap jenis bakteri akan menunjukkan perbedaan pola pertumbuhan, lama waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh dan beradaptasi, serta metabolit yang dihasilkan (Yuliana, 2. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang fermentasi tumpi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi tumpi jagung menggunakan dua jenis probiotik yang berbeda, yaitu EM4 dan MA11, terhadap kandungan lignin dan selulosa. T2: 250gram tumpi jagung 2 % EM4 2gram urea 5 cc tetes MATERI DAN METODE Keterangan: a = Berat sampel e = Berat residu ADF dan lignin setelah di oven dalam desikator dan ditanur d = Berat sampel setelah di oven dan desikator. Jenis penelitian ini menerapkan menganalisis tumpi jagung yang difermentasi dengan bioaktivator MA-11 dan EM4, serta ditambahkan urea dan molase. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Veteran Bangun Nusantara. Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan. Metode Eksperimen yang digunakan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 macam perlakuan dan 8 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah: T0: 250gram tumpi jagung 2gram urea 5 cc T1: 250gram tumpi jagung 2 % MA11 2gram urea 5 cc tetes Penetapan merupakan lanjutan dari analisis ADF, dimana residu ADF . direndam dengan H2SO4 72% selama 3 jam, kemudian dibilas dengan air panas dan terakhir dengan aseton. Residu tersebut dikeringkan dalam oven pada suhu 1350C selama 2 jam, kemudian didinginkan dalam desikator dan ditimbang . (Mulya et al, 2. ycaOeycc Rumus: % selulosa = x 100 % yca Keterangan: a = Berat sampel c = Residu ADF d = Berat sampel setelah di oven dan desikator Penentuan kadar lignin merupakan lanjutan dari analisis selulosa, dimana residu selulosa . dibakar dalam tanur pada suhu 525oC selama 3 jam, kemudian didinginkan dalam desikator dan ditimbang . sisa dari pembakaran tersebut . adalah silika dan bagian yang hilang adalah lignin. (Mulya et al, 2. Rumus: % selulosa = x 100 % Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan analisis ragam Analysis of Variance (ANOVA) menurut Garsperz. Jika perlakuan ada yang berpengaruh nyata maka selanjutnya dilakukan Uji Duncan. Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 16 for Windows. (Jamaluddin et al, 2. ) Prosedur ini menggunakan tumpi jagung dengan penambahan MA-11 dan EM 4: menyiapkan bahan - bahan yang akan digunakan untuk fermentasi seperti: Lalu menyiapkan tumpi jagung. MA-11 dan EM4. Ferdiansyah, dkk / Tropical Animal Science 7. :160-165 urea dan molase . , timbangan digital, wadah untuk tempat fermentasi, nampan untuk tempat pencampuran ) Tahap pembuatan fermentasi tumpi jagung: bagi tumpi jagung ke dalam 3 . plastik fermentasi . atu untuk masing-masing perlakua. , tambahkan komponen mikrobia dan perlakuan sebagai berikut hingga merata ke tumpi jagung. T0: 250gram tumpi jagung 2gram urea 5 cc tetes. T1: 250gram tumpi jagung 2 % MA 11 2gram urea 5 cc tetes. T2: 250gram tumpi jagung 2 % EM 4 2gram urea 5 cc tetes. Aduk campuran hingga merata. Tutup wadah fermentasi dan disimpan di tempat dengan suhu yang sesuai . - 37AC). Lakukan pengukuran pH setiap 24 jam untuk memantau kondisi fermentasi. Kemudian di inkubasi selama 7 hari di plastik fermentasi ) Tahap Pemanenan Setelah 14 hari sampel di buka dan diangin-anginkan . ikeringkan di bawah sinar matahar. Kemudian dihaluskan dengan di belender. Siap di analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 1 dibawah, menunjukkan bahwa menggunakan MA-11 dan EM-4 berpengaruh sangat nyata (P < 0,. menurunkan kandungan lignin yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena EM-4 dan juga MA-11 merupakan probiotik yang bakteri asam laktat, ragi, dan bakteri Kedua probiotik ini juga dapat menghasilkan enzyme selulolitik yang dapat mendegradasi serat yaitu memecah selulosa, hemiselulosa dan lignin (Yunus et al, 2. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa bioaktivator tersebut secara signifikan mempengaruhi kandungan nutrisi tumpi jagung, khususnya dalam menurunkan kadar lignin dan selulosa. Menurut pendapat (Sudirman et al. , 2. semakin rendah kadar lignin dari suatu bahan pakan maka akan menghasilkan kecernaan pakan yang lebih baik dan semakin positif peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan pakan, sedangkan penggunaan EM-4 juga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas nutrisi tumpi jagung sebagai pakan ternak. Berdasarkan hasil penelitian yang ditampilkan pada Tabel 1 dibawah, bahwa menggunakan probiotik MA-11 dan EM-4 menunjukkan pengaruh yang sangat nyata menurunkan terhadap kandungan selulosa yang dihasilkan (P < 0,. Hal ini mikroorganisme yang digunakan dalam bakteri selulolitik memanfaatkan kabohidrat yang terlarut sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhannya hal ini sesuai dengan pendapat (Nurkhasanah et al, 2. mikroba rumen merombak pakan dan merubah sifat fisiknya menjadi partikel yang lebih kecil dan sifat kimianya menjadi senyawa yang berbeda dengan nutrien asalnya Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Hasibuan et al, 2. bahwa jumlah mikroba selulolitik semakin banyak maka aktivitas enzim selulase yang dihasilkan semakin tinggi, sehingga kemampuan mendegradasi selulosa semakin tinggi. Tabel 1. Kandungan Lignin Dan Selulosa PadaTumpi Jagung Yang Difermentasi Menggunakan Ma11 Dan EM4 Parameter Rerata Perlakuan Lignin 16,15 a A1. 15,95 a A1. 14,18 b A1. Selulosa 23,54 a A2. 18,09 b A1. 18,63 b A2. Keterangan : superskrip yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,. Ferdiansyah, dkk / Tropical Animal Science 7. :160-165 Proses perbedaan signifikan pada degradasi atau perubahan kandungan selulosa dalam tumpi Hal ini diduga karena adanya bakteri selulolitik yang terdapat pada proses Bakteri menghasilkan ezim selulase dimana enzim selulase berfungsi untuk mendegradasi selulosa menjadi glukosa. Sejalan dengan pendapat ( Deasy et al, 2. yang menyatakan bahwa enzim selulase merupakan salah satu enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berfungsi untuk mendegradasi selulosa menjadi glukosa. Fermentasi dengan MA-11 dan EM-4 memberikan hasil yang berbeda dalam hal efisiensi pemecahan selulosa. Mikroorganisme MA-11 cenderung menghasilkan aktivitas enzimatis yang lebih tinggi, sehingga mampu menguraikan selulosa dan mendegradasi selulosa hal ini sesuai dengan pendapat (Dewiyanti et al. , 2. yang mengatakan proses degradasi selulosa secara enzimatik dapat dilakukan dengan cara fermentasi pada bahan baku sehingga dihasilkan pakan memanfaatkan mikroorganisme selulolitik yang menguraikan molekul kompleks seperti selulosa pada pakan hijauan menjadi molekul gula yang lebih sederhana dan lebih efektif dibandingkan EM-4. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh karakteristik spesifik masingmasing mikroorganisme, seperti kemampuan produksi enzim selulase dan kondisi optimal Selain itu, proses fermentasi yang berlangsung memungkinkan terjadinya perubahan struktur serat pada tumpi jagung, kandungan selulosa. Penurunan ini penting untuk meningkatkan kecernaan bahan pakan, hal ini sejalan dengan pendapat (Liu et al, 2. menyatakan aktivitas mikroba rumen yang tinggi menyatakan aktivitas mikroba rumen yang tinggi sehingga fermentasi dengan meningkatkan nilai nutrisi tumpi jagung sebagai bahan pakan ternak KESIMPULAN Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik MA-11 dan EM-4 dalam fermentasi tumpi jagung mampu menurunkan kandungan selulosa dan lignin secara sangat DAFTAR PUSTAKA