Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Sosialisasi Manfaat Eco Enzyme Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Dalam Pengelolahan Limbah Organik di SD Negeri 105327 Pardamean Putri Juwita1 Lasni Roha Tampubolon2 Kenzi Utama Putra3 Khairuna Haflah Maula Hrp4 Lailan Safitri Barus5 Lely Sriwahyuni6 Laurentia N Hutauruk7 Marisa8 Lidia Merda9 Pendidikan Profesi Guru. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Kota Medan. Indonesia Korespondensi: putrijuwita@umnaw. Abstrak Penumpukan sampah organik dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan di Indonesia. Eco Enzyme hadir sebagai solusi inovatif yang menawarkan alternatif pengelolaan limbah organik dan pemupukan yang berkelanjutan. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme telah dilaksanakan di SD Negeri 105327 Pardamean. Kecamatan Tanjung Morawa, dengan melibatkan 15 orang praktisi. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi dan pelatihan praktis pembuatan Eco Enzyme dari limbah sayuran dan buah-buahan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar 81,3% pada peserta setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan. Hal ini mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta untuk memproduksi Eco Enzyme secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan limbah organik yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia sintetis. Kata Kunci: Eco Enzyme. Limbah Organik. Pupuk Organik Abstract The accumulation of organic waste and the excessive use of chemical fertilizers represent significant environmental problems in Indonesia. Eco Enzyme emerges as an innovative solution, offering a sustainable alternative for organic waste management and fertilization. A socialization and training program on Eco Enzyme production was conducted at SD Negeri 105327 Pardamean. Tanjung Morawa District, involving 15 practitioners. The methods employed included material presentations and practical training in Eco Enzyme production from vegetable and fruit waste. The program's evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results. The evaluation results showed an 81. 3% increase in participants' understanding and skills after attending the socialization and training. This indicates the effectiveness of the activity in enhancing participants' knowledge and ability to independently produce Eco Enzyme in household settings. It is expected that this activity can positively contribute to improved organic waste management and reduce reliance on synthetic chemical fertilizers. Keywords : Eco Enzyme. Organic Waste. Organic Fertilizer Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Masalah disebabkan oleh penumpukan sampah organik dan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan menjadi perhatian serius di Indonesia. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menghasilkan gas metana, yang berkontribusi pada pemanasan global dan mencemari lingkungan. Sementara itu, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat merusak struktur tanah Oleh karena itu, penanganan yang tepat terhadap kedua isu ini sangat penting untuk menjaga kesehatan Eco enzyme adalah larutan yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula, dan air yang muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kedua masalah Larutan ini kaya akan enzim dan mikroorganisme yang bermanfaat dalam mempercepat proses dekomposisi bahan organik serta meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian, eco enzyme dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah dan pemupukan Eco enzyme sebagai pupuk organik cair dapat mendorong pertumbuhan tanaman secara signifikan. Contohnya, pada tanaman sawi hijau penggunaan eco enzyme terbukti meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi pupuk eco enzyme . Selain itu, eco enzyme juga berfungsi sebagai pestisida alami yang lebih ramah lingkungan, menggantikan pestisida kimia yang berbahaya. Dalam konteks pengelolaan sampah, produksi eco enzyme dari limbah organik mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir Vol. 9 No. Mei 2025 (TPA). Pernyataan ini sejalan dengan prinsip zero waste dan ekonomi sirkular yang sedang dipromosikan oleh Selain itu, proses produksi eco enzyme tergolong sederhana dan dapat dilaksanakan di tingkat rumah tangga, sehingga memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Meskipun potensi eco enzyme di Indonesia cukup besar, penggunaannya masih terbatas. Salah satu kendala utama adalah kurangnya sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat serta cara pembuatan eco enzyme. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terfokus dalam penelitian, sosialisasi, dan pelatihan mengoptimalkan pemanfaatan eco sebagai solusi tantangan lingkungan. Pengembangan dan penerapan eco enzyme dapat dipandang sebagai solusi inovatif yang tidak hanya penggunaan pupuk kimia, tetapi juga akumulasi sampah di masyarakat. Inisiatif pertanian yang berkelanjutan serta Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, penulis berminat untuk mengenai manfaat eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah organik. Inisiatif ini terciptanya ekosistem pertanian yang berkelanjutan serta lingkungan yang lebih bersih. METODE PELAKSANAAN Kegiatan sosialisasi atau penyuluhan dilaksanakan pada Kamis, 8 Mei 2025 di SD Negeri 105327 Pardamean. Kec. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tanjung Morawa. Kegiatan ini diikuti oleh lima belas praktisi, dan juga dihadiri oleh Ibu Putri Juwita sebagai Dosen Pembimbing Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan yang mendampingi jalannya acara dan delapan mahasiswa PPG Prajabatan UMN Al-Washliyah selaku penyelenggara kegiatan. Sebelum kegiatan dimulai, praktisi diminta untuk mengisi kuesioner . re-tes. guna mengukur pemahaman dan kemampuan awal mereka terkait eco enzyme. Hasil dari kuesioner ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menilai keberhasilan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap utama. Dimana tahap pertama difokuskan pada pemberian pemahaman dan wawasan kepada praktisi melalui presentasi materi mengenai eco enzyme. Pada tahap kedua, peserta diajak untuk pembuatan eco enzyme dari limbah sayuran dan buah. Keterlibatan aktif peserta di setiap tahap diharapkan dapat meningkatkan pemahaman praktis sekaligus memperkuat keterampilan Dengan demikian, setelah pelatihan selesai, diharapkan para praktisi memiliki kemampuan untuk mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri. Vol. 9 No. Mei 2025 kegiatan, termasuk penentuan lokasi dan waktu pelaksanaan, serta penyusunan daftar bahan dan peralatan yang diperlukan. Tahap Pelaksanaan. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi yang membahas tentang eco enzyme. Pelaksanaan langsung mengenai cara pembuatan eco enzyme dari limbah sayuran dan buah, di mana praktisi terlibat aktif dalam proses tersebut. Tahap Evaluasi. Pada tahap ini, peserta diminta untuk mengisi kuesioner . re-tes. sebelum sesi sosialisasi dan pelatihan dimulai, guna mengukur tingkat pemahaman awal mereka terkait materi yang akan Setelah sesi pelatihan selesai, peserta akan diminta untuk mengisi kuesioner . ost-tes. untuk pemahaman mereka. II. Rangkaian Kegiatan Rangkaian kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap yang akan dijelaskan lebih lanjut : Tahap Pra-Survei. Tim . isu-isu khususnya yang berkaitan dengan dampak limbah dan penggunaan pupuk kimia, dengan merujuk pada hasil penelitian yang telah ada Tahap Perencanaan. Tim melakukan diskusi bersama praktisi pengabdian Teknik Pembuatan Eco Enzyme Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan eco enzyme meliputi 1 kg gula aren, 3 kg limbah sayuran dan buah, serta 10 liter air . on-PAM). Selain itu, peralatan yang diperlukan dalam proses pembuatan eco enzyme mencakup drum plastik berkapasitas 25 liter, pisau, talenan, dan ember. Tahapan pembuatan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Tahapan Pembuatan Eco Enzyme Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi/Penyuluhan Penyuluhan merupakan suatu usaha untuk mengubah perilaku individu, kelompok, atau komunitas dengan tujuan agar mereka memiliki pengetahuan, kemauan, dan kemampuan dalam mengatasi masalah yang dihadapi, sehingga dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan bermartabat . Kegiatan sosialisasi/penyuluhan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh lima belas praktisi, dimana kegiatan ini tidak hanya pengetahuan mengenai pelestarian mengingatkan masyarakat bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana. Pada disampaikan berfokus pada pengenalan Eco Enzyme. Tujuan dari penyampaian materi ini adalah untuk memperluas pemahaman mengenai manfaat eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah organik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Elviani et al. bahwa sekitar 62% dari total sampah dihasilkan oleh limbah rumah tangga, di mana 44% di antaranya merupakan sampah organik. Limbah yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sisa sayuran dan kulit buah. Rangkuti et al. berpendapat bahwa upaya pengolahan limbah yang dihasilkan dari kulit buah sangat penting untuk dilakukan guna mencegah timbulnya masalah bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Luthfiah et al. juga menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi eco enzyme bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sampah organik serta memberikan alternatif pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat. Gambar Vol. 9 No. Mei 2025 praktisi sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Praktisi Sosialisasi Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Proses pembuatan eco enzyme dimulai dengan pemilihan bahan baku yang berkualitas, yang terdiri dari 1 kg gula aren, 3 kg limbah organik . eperti sampah buah dan sayu. , serta 10 liter air non-PAM . isalnya air hujan, air sumur, atau air galo. , dengan mengikuti rasio 1:3:10 . Artaya et al. mengungkapkan bahwa gula aren dipilih karena mengandung molase alami yang mikroorganisme serta berperan sebagai sumber karbon utama dalam proses Penggunaan gula alami seperti molase atau gula aren, dianggap lebih efektif dibandingkan dengan gula pasir, mengingat kandungan nutrisinya yang lebih mendukung aktivitas Pada tahap awal, sampah organik dipotong menjadi bagian-bagian kecil, lalu dibersihkan, dan dipisahkan dari bahan yang sudah membusuk . enggunakan sampah yang masih Setelah itu, bahan tersebut Gula aren dipotong kecilkecil agar mudah larut, dan air yang digunakan harus berkualitas baik. Jika menggunakan air tanah, sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama satu Setelah semua bahan siap, sediakan drum plastik yang memiliki penutup, kemudian campurkan limbah organik, gula aren, dan air menjadi satu dengan perbandingan yang sesuai. Pembuatan eco enzyme dapat dilihat pada Gambar 3. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Kegiatan Evaluasi Kegiatan evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan posttest yang diperoleh sebelum dan setelah pelaksanaan sosialisasi serta pelatihan pembuatan eco enzyme, seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Evaluasi Jawaban Pre-Test dan Post-Test Gambar 3. Pembuatan Eco Enzyme Salah satu aspek krusial dalam proses pembuatan eco enzyme adalah tahap pencucian limbah organik. Sebelum limbah tersebut dimasukkan ke dalam drum plastik, pencucian harus dilakukan dengan baik, karena tahap ini berfungsi sebagai filter utama untuk mencegah kontaminasi oleh mikroba patogen. Campuran kemudian ditutup secara rapat, namun dibuka secara berkala, misalnya sekali dalam seminggu pada minggu pertama, untuk melepaskan gas karbon dioksida (COCC) yang terakumulasi. Setelah itu, penutup dapat dibiarkan tertutup selama proses fermentasi yang berlangsung selama 90 hari di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung, guna mendukung pembentukan enzim dan bakteri positif secara optimal. Selama perubahan visual seperti perubahan warna menjadi cokelat keemasan dan munculnya lapisan jamur menjadi indikator bahwa proses biokonversi telah mencapai tingkat optimal. Setelah 90 hari, filtrat atau cairan hasil fermentasi dapat dipanen dengan hati-hati, disaring dari ampas, dan siap digunakan sebagai pupuk organik cair atau sebagai bahan disinfektan, penghilang bau, hingga deterjen alami. Manalu et al menyoroti bahwa eco enzyme memiliki potensi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Hasil Jawaban No. Pertanyaan Peningkatan (%) Post-test Pre-test Tidak Tidak 73,4% 86,7% 86,7% Apakah Anda 6 tentang Eco Apakah Anda 4 bahwa Eco dapat dibuat dari limbah seperti sayur dan buah? Apakah Anda 2 bahwa Eco bahan kimia? Apakah Anda 0 pernah ikut serta dalam EcoEnzyme? Apakah Anda 2 tahu caracara Eco enzyme di rumah? Rataan 81,3% Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Dari tabel tersebut, terlihat bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco enzyme sebesar 81,3%. Hal ini menunjukkan bahwa 15 praktisi yang berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi telah memahami dan mampu memproduksi Eco enzyme di rumah dengan metode yang sederhana. REFERENSI ALrtalyal. Malde. Gede. AL. , & Sengguruh. 4 ). Proses Pembualtaln Eco Enzyme Berbalhaln Salmpalh Orgalnik Rumalh Talnggal Sebalgali Penunjalng Desal Ralmalh Lingkungaln. Maldalniyal. Retrieved https://maldalniyal. id/journalls/cont ents/alrticle/view/759 KESIMPULAN Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco enzyme secara efektif keterampilan praktisi, terbukti dengan peningkatan rata-rata sebesar 81,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi memperkenalkan konsep, manfaat, dan metode pembuatan Eco enzyme kepada Keterlibatan aktif dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan rumah tangga. Elvialni et al . Pengolalhaln Salmpalh Orgalnik Rumalh Talnggal Menjaldi Produk Serbal Gunal (EcoEnzym. Ikhlals : Jurnal Pengalbdialn Kepaldal Malsyalralkalt. Retrieved https://ejournall. id/index. php/ikhlals ALmalnalh. Siti. Penyuluhaln Perikalnaln. Jurnall Penyuluhaln. Retrieved https://doi. org/10. 25015/penyuluhaln. Halndalyalni. Rikal. Sidalrling : Pengolalhaln Salmpalh Orgalnik menjaldi Ecoenzyme (Sidalrling : Processing Orgalnic Walste into Ecoenzym. Jurnall Pemberdalyalaln Umalt (JPU). Retrieved https://doi. org/10. 35912/JPU. Vol. 9 No. Mei 2025 UCAPAN TERIMAKASIH