Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Restoran Berbasis Web Pada Restoran Oemah Bu Liek Gwalk Bintang Surya Aprilian Mogot1. Emmy Wahyuningtyas2 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya1. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya2 Email: 1 harunbintangmogot07@gmail. com, 2emmy@uwks. *Penulis Koresponden Abstrak Industri restoran terus mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan layanan makanan dan minuman yang cepat serta berkualitas. Namun, selain kepuasan pelanggan, keberhasilan restoran juga sangat dipengaruhi oleh efektivitas manajemen operasional internal, terutama dalam hal pengelolaan inventaris dan perhitungan gaji karyawan. Di Restoran Oemah Bu Liek Gwalk, pencatatan inventaris masih dilakukan secara manual, sehingga mempersulit pemantauan stok, penentuan prioritas penggunaan bahan, serta pengelolaan sisa barang dan barang jadi termasuk masa kedaluwarsanya. Kondisi ini mengakibatkan data stok tidak akurat dan perhitungan keuntungan menjadi kurang transparan. Begitu pula sistem penggajian yang masih berbasis manual menimbulkan inefisiensi dan rentan kesalahan dalam menghitung gaji pokok, lembur, dan potongan keterlambatan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi manajemen restoran berbasis web menggunakan PHP. Laravel, dan Bootstrap, dengan fitur manajemen inventaris untuk mencatat stok secara akurat serta menangani sisa bahan, dan modul presensi karyawan yang mengotomatiskan perhitungan jam kerja, keterlambatan, serta proses penggajian. Kata kunci: Sistem Informasi. Manajemen Restoran. Website. Inventory. Sistem Penggajian Otomatis Abstract The restaurant industry continues to experience significant growth as demand for fast and high-quality food and beverage services rises. However, beyond customer satisfaction, a restaurantAos success also depends on the effectiveness of its internal operational management, particularly inventory control and payroll calculation. At Oemah Bu Liek Gwalk Restaurant, inventory is still recorded manually, complicating stock monitoring, prioritization of ingredient usage, and management of leftovers and finished goods, including their expiry dates. This situation leads to inaccurate stock data and opaque profit calculations. Similarly, the payroll system remains manual, resulting in inefficiencies and susceptibility to errors when calculating basic salary, overtime, and late-penalty deductions. This study develops a web-based restaurant management information system using PHP. Laravel, and Bootstrap, featuring an inventory management module for accurate stock recording and handling of leftover items, alongside an attendance and payroll module that automates the calculation of work hours, tardiness, and salary processing. Keywords: Restaurant Management. Information System. Website. Inventory Management. Automated Payroll System PENDAHULUAN Restoran adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan dan minuman untuk umum . Industri restoran mengalami perkembangan pesat, baik dalam negeri maupun luar negeri. Perkembangan ini juga seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap layanan makanan dan minuman yang cepat, praktis, dan berkualitas. Hal ini dikarenakan Masyarakat Indonesia sangat gemar makan di luar dibanding dengan masak sendiri di rumah. Disamping itu, industri restoran menjadi pilihan karena permintaan terhadap makanan dan minuman yang merupakan kebutuhan dasar manusia selalu tinggi. Di era digitalisasi sekarang dengan berkembangnya teknologi, pihak manajemen restoran memanfaatkan pihak ketiga yaitu sistem POS atau kasir, presensi pegawai, sistem inventaris, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan restoran untuk memiliki sistem manajemen restoran yang lebih efektif dibandingkan dengan cara manual sehingga pelanggan akan merasa puas dengan pelayanan karyawan restoran. Meskipun kepuasan pelanggan merupakan hal penting bagi keberhasilan sebuah restoran, ada tantangan yang lebih mendasar, yaitu manajemen operasional seperti pengelolaan inventaris dan penggajian karyawan, yang harus diutamakan untuk memastikan kelancaran operasional sebelum memikirkan strategi peningkatan kepuasan pelanggan. Halaman - 254 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Manajemen secara manual dalam dua aspek ini dapat menyebabkan kerugian, seperti pemborosan bahan baku, ketidaktepatan pencatatan stok, serta ketidakjelasan dalam pemberian upah karyawan. Seperti pada Restoran Oemah Bu Liek Gwalk yang masih menggunakan cara manual dalam mengoperasikan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi didapatkan permasalahan Sistem inventaris yang masih dilakukan secara manual dengan mengumpulkan nota belanja dan mencatat di kertas sehingga pihak manajemen restoran kesulitan untuk menemukan jumlah stok yang sebenarnya, terutama tidak adanya pengingat untuk barang rusak atau barang sisa. Sehingga pegawai tidak mengetahui bagaimana kualitas dari makanan yang sudah jadi yang akan diberikan kepada customer atau bahan sisa yang akan masuk ke dalam tahap produksi. Hal ini juga membuat tidak adanya prioritas penggunaan bahan yang akan diproduksi menjadi makanan jadi. Selain itu, ketika ada makanan jadi yang sisa di hari tersebut, pegawai tidak mengetahui kapan kadaluwarsa setelah produksi dilakukan dan sudah berapa lama makanan jadi tersebut Masalah yang kedua adalah mengenai sistem gaji karyawan. Pada hal ini terdapat masalah, karena sistem presensi dan penggajian dilakukan secara manual yaitu menggunakan buku tulis dan pensil, yang mengharuskan pemilik restoran merekap data secara tradisional. Ini menimbulkan kendala dalam menghitung gaji, lembur, dan potongan keterlambatan, yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Dimana ketika waktunya hari penggajian, pemilik restoran harus merekap dan menghitung semua data presensi karyawan secara manual, lalu memberikan gaji sesuai dengan pekerjaan para karyawan. Selain itu, pemilik restoran kesulitan mengetahui mana karyawan yang sudah memenuhi minimal presensi untuk menerima gaji pokok. Penelitian ini penting untuk dilakukan untuk membantu restoran Oemah Bu Liek Gwalk dalam mengatasi masalah manajemen operasional restoran dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis Berdasarkan permasalahan yang ada, maka restoran Oemah Bu Liek Gwalk memerlukan sistem manajemen restoran berbasis website yang dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Pembuatan sistem manajemennya akan dibuat mencakup 2 fitur utama yaitu adanya sistem inventaris supaya pihak manajemen restoran dapat mengetahui data stok barang dengan benar, dapat membuat produksi makanan baru, dapat mengetahui umur dari barang jadi yang sisa, dan menentukan apakah ini masih layak dipakai atau tidak. Yang kedua adalah sistem presensi karyawan dengan fitur yang membuat karyawan dapat melakukan presensi secara presisi, menghitung jumlah jam kerja yang akan dikonversi ke dalam rupiah, menentukan batas berapa menit untuk presensi masuk, menunjukkan jumlah gaji yang harus dipotong pemilik restoran berdasarkan keterlambatan karyawan. II. METODE PENELITIAN Kerangka Penelitian Kerangka penelitian merupakan penjelasan atau proposisi mengenai konsep dasar untuk menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi atau dirumuskan. Berikut adalah daftar detail dari kerangka penelitian laporan ini : Identifikasi Masalah Pada tahap ini, akan dilakukan observasi langsung ke lapangan dengan melakukan wawancara dengan pemilik restoran dan pegawai restoran untuk menemukan titik-titik permasalahan yang menjadi penyebab manajemen operasional internal yang rumit. Masalah yang akan dipecahkan dirumuskan berdasarkan kebutuhan sistem informasi untuk manajemen restoran Oemah Bu Liek. Wawancara dengan pemilik restoran akan dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang memerlukan solusi. Sehingga dari proses ini akan menghasilkan titik-titik permasalahan dan alasan mengapa masalah tersebut perlu diselesaikan. Masalah yang diangkat mencakup tantangan dalam pengelolaan inventaris, presensi karyawan, dan proses penggajian yang saat ini masih dilakukan secara manual. Masalah ini perlu diselesaikan karena jika pengelolaan inventaris dilakukan secara manual, pemilik restoran akan kesulitan mengelola data stok dan mengetahui stok sebenarnya serta tidak mengetahui perbedaan antara stok yang digunakan untuk operasional restoran atau pribadi. Selain itu jika proses penggajian masih dilakukan secara manual, maka ini akan membuat pemilik restoran kesulitan dalam menghitung gaji setiap karyawan dan kesulitan menghitung jumlah presensi karyawan. Pengumpulan Data Pada tahap pengumpulan data, diperlukan terlebih dahulu menemukan titik-titik permasalahan Halaman - 255 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 yang ada. Karena akan dilakukan studi literatur yang mencari kajian-kajian pustaka pada artikel-artikel atau penelitian-penelitian yang berhubungan dengan penelitian penulis yang terdapat pada bab 2. Selain itu akan akan dilakukan observasi langsung ke lapangan untuk mengamati secara detail tempat Restoran Oemah Bu Liek Gwalk. Pada tahap ini juga perlu dilakukan wawancara langsung dengan pemilik restoran dan pegawai restoran sebanyak 1 kali. Wawancara akan dilakukan dengan memberikan form untuk diisi serta secara lisan, dimana penulis akan menanyakan beberapa pertanyaan berkaitan dengan masalah yang ada serta alur bisnis dari Restoran Oemah Bu Liek Gwalk. Hasil dari wawancara ini akan digunakan untuk dapat memahami proses bisnis dan tantangan yang dihadapi, sehingga akan ditemukan sebuah solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, akan dilakukan juga dokumentasi data seperti mengumpulkan data menu, data resep, data transaksi stok barang, data bahan mentah, data karyawan, dan foto produk. Sehingga hasil yang diharapkan dari tahap ini adalah mengetahui proses bisnis Restoran Oemah Bu Liek Gwalk, fitur yang dibutuhkan, dan referensi yang mendukung pembuatan sistem. Analisis Tahap ini sangat penting dalam pembangunan sistem informasi, karena akan dilakukan analisis kebutuhan sistem, tenaga ahli yang ada, dan user yang akan terlibat dalam pengembangan sistem. Untuk melaksanakan tahap analisis, diperlukan terlebih dahulu proses bisnis, fitur yang dibutuhkan, dan referensi yang mendukung pembuatan sistem. Berdasarkan hal-hal tersebut, akan dilakukan analisis literatur terkait masalah yang ada, analisis data atau informasi yang relevan, identifikasi kebutuhan pengguna dan sistem . nalisis kebutuhan fungsional dan non-fungsiona. , analisis proses bisnis (Business Process Modelin. dan menggali data melalui wawancara dengan pengguna sistem. Sehingga dari proses ini akan menghasilkan dokumen analisis kebutuhan yang terdiri dari fitur-fitur yang harus dimiliki oleh sistem, batasan-batasan yang ada, spesifikasi, dan dokumentasi kebutuhan pembuatan sistem. Analisis Kebutuhan Sistem Analisis sistem merupakan salah satu langkah dalam pengembangan sistem informasi yang fokus pada memahami kebutuhan dan permasalahan dalam sistem yang sedang berjalan, sekaligus menentukan solusi untuk diterapkan pada sistem baru. Proses ini mencakup mengenali kebutuhan pengguna, mengusulkan fitur sistem, serta merumuskan spesifikasi yang menjadi acuan dalam tahap perancangan dan implementasi sistem. Perancangan Untuk melaksanakan tahap perancangan, diperlukan fitur sistem dan dokumentasi kebutuhan pembuatan sistem. Pada tahap ini, akan dirancang arsitektur sistem dan desain antarmuka (UI/UX), desain database untuk mendukung pembangunan sistem yang akan datang dan akan dibuat rencana jadwal dan anggaran pembuatan sistem. Proses kegiatan pada tahap ini adalah merancang proses bisnis Restoran Oemah Bu Liek menggunakan Figjam. Merancang DFD menggunakan Figjam. Merancang basis data menggunakan PowerDesigner. Microsoft Word, dan Power Designer. Mulai dari membuat CDM. PDM, sampai membuat struktur tabel dari basis data. Merancang tampilan antarmuka pengguna (UI/UX), baik admin maupun pegawai menggunakan Figma. Merancang arsitektur perangkat lunak dengan memilih menggunakan framework bootstrap untuk bagian front-end dan bagian back-end menggunakan framework laravel. Menggunakan bahasa pemrograman PHP. CSS. JavaScript, dan Bahasa markup HTML. Sehingga berdasarkan proses perancangan yang dilakukan, ada beberapa hasil yang didapat yaitu desain database, layout sistem, flowchart system, dan DFD. Implementasi Implementasi yaitu menerapkan semua rancangan yang telah dibuat sebelumnya melalui coding. Pada tahap ini, diperlukan terlebih dahulu desain database, layout system, dan DFD. Setelah itu, akan dilakukan implementasi desain database ke dalam Sistem Manajemen Basis Data (DBMS), yaitu MySQL dan melakukan coding untuk membuat program. Pada tahap pembuatan program, tools yang akan digunakan adalah Visual Studio Code untuk membantu dalam pembuatan website. Dengan menggunakan tools tersebut diharapkan dapat mempermudah penulis menyelesaikan pembuatannya. Metode yang akan diadopsi untuk membuat sistem informasi manajemen restoran Oemah Bu Liek Gwalk adalah Metode Halaman - 256 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Dari semua proses tersebut, akan dihasilkan sebuah Prototype system berupa sistem informasi manajemen restoran berbasis website yang responsif. Pengujian Pada tahap ini diperlukan prototype system untuk memulai sebuah proses uji coba yang akan menguji perangkat lunak untuk memastikan tidak ada bug dan bahwa perangkat lunak bekerja sesuai dengan persyaratan Pengujian kelayakan sistem akan menggunakan Black box testing yang mencakup berbagai jenis pengujian berikut : Fungsionalitas, yaitu menguji apakah setiap fitur berjalan sesuai Kinerja (Performanc. , yaitu menguji kecepatan, skalabilitas, dan respons sistem. Kompatibilitas, yaitu menguji sistem pada perangkat atau browser berbeda. Hasil dari proses pengujian adalah berupa dokumentasi yang mencatat kesesuaian sistem dengan rancangan yang telah dibuat, masalah atau bug jika ada, dan perbaikan yang diperlukan. Pembuatan Laporan Pada tahap ini, laporan akhir akan disusun dengan mencakup semua tahapan, mulai dari identifikasi masalah hingga pengujian sistem. Laporan ini akan dibuat menggunakan aplikasi Microsoft Word dan Google Docs untuk memastikan kemudahan dalam pengelolaan dan kolaborasi. Bahan-bahan yang akan digunakan dalam penyusunan laporan mencakup serta identifikasi masalah, hasil pengujian sistem. DFD, proses bisnis, database, tangkapan layar hasil implementasi. Laporan akhir akan mencakup elemen-elemen utama seperti metodologi, hasil, pembahasan, dan Selain itu, rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut atau aplikasi praktis dari hasil penelitian akan disediakan. Hasil akhir dari proses ini adalah dokumen laporan final yang menyeluruh dan komprehensif sebagai hasil penelitian ini. Setiap tahap penelitian tersebut dapat dituangkan ke dalam sebuah diagram alur. Diagram ini menggambarkan urutan proses mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, perancangan, implementasi, hingga pengujian dan pembuatan laporan. Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Halaman - 257 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan berisi tentang pembahasan pengujian yang dilakukan dan menganalisis Pada bagian ini penulis dapat menjelaskan hasil penelitian dan pembahasan secara komprehensif. Hasil penelitian dapat dimuat dalam gambar, grafik, tabel, dan bentuk lainnya agar pembaca dapat memahaminya dengan mudah. Pembahasan dapat ditulis dalam beberapa sub-bab. Hasil dan pembahasan seharusnya merupakan bab yang paling banyak isinya pada sebuah paper. Isi Hasil dan Pembahasan dapat mencapai 40-60% dari keseluruhan paper. Proses Bisnis Gambar 2. Proses Bisning . Halaman - 258 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Gambar 3. Prosess Bisnis . DFD (Data Flow Diagra. DFD menggambarkan aliran data antar proses, penyimpanan, dan entitas eksternal dalam sistem. Setiap level DFD (Level 0 hingga Level . memecah fungsi sistem secara bertahap, sehingga memudahkan pemahaman proses bisnis dan interaksi data sebelum implementasi. Halaman - 259 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Gambar 4. Data Flow Diagram CDM (Entity Relationship Diagra. CDM memetakan konsep-konsep bisnis utama dan hubungan antar-entitas dalam bentuk ERD tingkat Model ini menjelaskan entitas . isalnya Pegawai. Inventaris. Transaks. dan kardinalitas relasi tanpa membahas detail atribut atau tipe data, sehingga fokus pada struktur logis bisnis. Halaman - 260 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Gambar 5. Entity Relationship Diagram PDM (Entity Relationship Diagra. Hasil dan PDM menerjemahkan CDM ke dalam struktur basis data fisik yang siap diimplementasikan, lengkap dengan tabel, kolom, tipe data, kunci primer, kunci asing, serta indeks. PDM menjelaskan detail teknis yang diperlukan untuk pembuatan skema database pada sistem manajemen basis data (DBMS). Gambar 6. Entity Relationship Diagram Implementasi Sistem Menu Home Halaman awal yang berfungsi untuk memberikan informasi seputar sistem sebelum nantinya mulai proses login ke sistem dengan antarmuka yang sederhana dan mudah dipahami. Halaman - 261 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Gambar 7. Menu home Login Fitur ini memungkinkan pengguna untuk masuk ke sistem menggunakan akun yang valid dan sebagai penentu tampilan yang berbeda berdasarkan role-nya. Gambar 8. Menu Login Halaman Daftar Data Halaman yang menampilkan seluruh entri data dalam bentuk tabel atau daftar yang terstruktur, dilengkapi dengan fitur pencarian, penyortiran. CRUD, dan paginasi untuk memudahkan pengguna dalam menemukan dan meninjau informasi yang dibutuhkan. Gambar 9. Halaman daftar harga Halaman - 262 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Menu Navigasi Bagian antarmuka yang menyediakan tautan atau tombol menuju berbagai modul dan halaman dalam Menu ini dirancang responsif dan konsisten pada setiap tampilan sehingga mempermudah akses pengguna ke fitur-fitur utama. Gambar 10. Menu navigasi Halaman Dashboard Halaman awal setelah login yang menyajikan ringkasan metrik penting dan indikator kinerja utama (KPI), seperti jumlah total data, status proses, grafik singkat, dan notifikasi. Dashboard memberikan gambaran sekilas tentang kondisi sistem secara real-time. Gambar 11. Halaman dashboard Halaman Tambah Data Formulir interaktif yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan data baru ke dalam sistem. Halaman ini dilengkapi validasi input, petunjuk isian, dan tombol aksi AuSimpanAy atau AuBatalAy untuk memastikan data yang dimasukkan lengkap dan benar sebelum disimpan. Halaman - 263 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Gambar 12. Halaman tambah data Halaman Lihat Data Tampilan detail yang menampilkan seluruh atribut dari satu entri data secara lengkap dan terstruktur. Halaman ini biasanya menyertakan opsi untuk kembali ke daftar, serta tautan cepat untuk mengedit atau menghapus data jika diperlukan. Gambar 13. Halaman lihat data Halaman Edit Data Formulir serupa halaman tambah data, namun telah terisi . re-fille. dengan nilai existing yang dapat Pengguna dapat memperbarui satu atau beberapa field, kemudian menyimpan perubahan melalui tombol AuPerbaruiAy atau membatalkan proses dengan tombol AuBatal. Ay Gambar 14. Halaman edit data Halaman - 264 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Peringatan Hapus Data Kotak dialog atau halaman konfirmasi yang meminta persetujuan pengguna sebelum data dihapus secara Menyertakan informasi ringkas entri yang akan dihapus dan dua tombol aksi: AuYa. HapusAy untuk melanjutkan penghapusan dan AuTidakAy untuk membatalkan operasi. Gambar 15. Halaman hapus data IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Restoran ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan operasionalnya, terutama terkait dengan manajemen inventaris, presensi karyawan, dan pemberian gaji yang masih dilakukan secara manual. Masalah ini menyebabkan ketidakefisienan dalam operasional harian, dimana pengelolaan stok dan data presensi menjadi rumit dan rawan kesalahan. Sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dirancang antarmuka dari sebuah Sistem Informasi Manajemen Restoran berbasis web. Antarmuka ini dirancang untuk mendukung pengelolaan inventaris, pencatatan presensi, dan pengelolaan penggajian secara lebih terstruktur. Walaupun sistem secara keseluruhan belum dibangun, rancangan antarmuka ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem yang akan membantu mengatasi permasalahan operasional restoran di masa mendatang. REFERENSI