Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 Analisa Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur Dengan Metode MOORA Dwi Inka Permatasari1,*. Riki Winanjaya2. Irawan3 1,2,3 Program Studi Sistem Informasi. STIKOM Tunas Bangsa. Pematang Siantar. Indonesia Email: 1dwiinka07@gmail. com, 2rikiwinanjaya@amiktunasbangsa. id, 3irawan@amiktunasbangsa. (*: dwiinka07@gmail. Abstrak Sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilai tertinggi hingga terendah di dalam sebuah seleksi. Pada proses pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur melibatkan berbagai kriteria yang dinilai . ersifat multi kriteri. dengan merapkan metode MOORA (Multi-Objektive Optimization by Ratio Analysi. Metode MOORA merupakan metode yang memiliki perhitungan dengan kalkulasi yang sangat Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Gambaran tingkat pengetahuan dalam pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di Desa Dolok Kahean. Hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode Multi Objective Optimization on The Basic of Ratio Analysis (MOORA) dapat diterapkan dalam pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur yang cocok hingga sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan 6 kriteria penilaian yaitu : Harga (C. Kesehatan (C. Usia (C. Riwayat Haid (C. Efek Keberhasilan (C. Jangka Pengguna (C. dan 6 alernatif yaitu MOP (A. IUD (A. Implant (A. Suntik (A. Pil (A. Kondom (A. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, bahwa metode MOORA (Multi Objective Optimization on The Basic of Ratio Analysi. dapat menyeleksi alternative dan melakukan perangkingan dalam melakukan rekomendasi alat kontrasepsi yang cocok hingga sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dimana alternative Pil (A. sebagai alat kontrasepsi pasangan usia subur yang cocok sesuai dengan kebutuhan ialah yang memiliki nilai Yi . tertinggi yakni 0. Kata Kunci: Alat Kontrasepsi. Usia Subur. MOORA. Sistem Pendukung Keputusan. Dolok Kahean Abstract A decision support system is a system that can solve problems that occur in ranking quickly and can find out the highest to lowest scores in a selection. In the process of selecting contraceptives for couples of childbearing age, various criteria are assessed . by applying the MOORA (Multi-Objective Optimization by Ratio Analysi. The MOORA method is a method that has very simple calculations. The purpose of this study was to describe the level of knowledge in the selection of contraceptives in couples of childbearing age in Dolok Kahean Village. The results of the research that have been carried out, it can be concluded that the Multi Objective Optimization on The Basic of Ratio Analysis (MOORA) method can be applied in the selection of contraceptives for couples of childbearing age that are suitable to suit their needs by using 6 assessment criteria, namely: Price (C. Health (C. Age (C. Menstrual History (C. Success Effect (C. User Term (C. and 6 alternatives, namely MOP (A. IUD (A. Implant (A. Injection (A. Pills (A. Condoms (A. The results obtained from the research conducted, that the MOORA (Multi Objective Optimization on The Basic of Ratio Analysi. method can select alternatives and rank in making recommendations for contraceptives that are suitable to suit their needs based on predetermined criteria where alternative pills ( A. as contraceptives for couples of childbearing age that are suitable according to their needs are those with the highest Yi . value of 0. Keywords: Contraceptive Devices. Childhood Age. MOORA. Decision Support Systems. Dolok Kahean PENDAHULUAN Alat kontrasepsi merupakan metode yang bertujuan sebagai pencegahan dalam pembuahan sehingga tidak terjadinya kehamilan. Di Negara Indonesia merupakan penduduk yang jumlah nya besar dalam mendukung program kontrasepsi. Alat kontrasepsi pada umumnya di gunakan sebagai bantu pencegahan ke hamilan, misalnya seperti kondisi tubuh wanita tidak memungkinkan untuk hamil. Pelayanan kontrasepsi ini juga merupakan salah satu jenis layanan program Keluarga Berencana . Sebagian penduduk di Indonesia peserta keluarga berencana masih mengandalkan alat kontrasepsi suntik dan pil dari total penggunaan. Sementara itu pengguna alat kontrasepsi jangka panjang seperti Metode Operasi Wanita. Implan. Spiral. Metode Operasi Pria, hasil yang diperoleh masih di bawah target . , . Hasil penelitian 2021 dari pasangan usia subur mengenai pemilhan alat kontrasepsi diDesa Dolok Kahean atas izin Koordinator Balai Kb (Keluarga Berencan. , jumlah penduduk di Desa Dolok Kahean terdapat 775 Jiwa. Hasil penelitian di tahun 2021 yaitu Metode Operasi Pria 0. Intrauterine Device 0. Implant 0. Suntik 36. Pil 0. Kondom 0. (Sumber:Balai Penyuluh KB Tapian Dolok ). Maka dari itu, pentingnya untuk mengetahui tentang tingkat efektivitas dari setiap alat kontrasepsi agar sesuai dengan kebutuhan pasangan usia subur. Pada saat ini telah tersedia beragam jenis alat kontrasepsi keluarga berencana (KB) untuk membantu mencegah ataupun menundah terjadinya kehamilan. Sedangkan, penggunaan alat kontrasepsi tersebut hanya akan efektif apabila dilakukan dengan Dalam memilih kontrasepsi harus mencocokan dengan kebutuhan serta kondisi pasangan tersebut agar mengetahui alat kontrasepsi mana yang lebih aman dan cocok. Oleh sebab itu pemerintah dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk kepada PUS(Pasangan Usia Subu. harus tetap mendata sasaran dan potensi sumber daya, mengkoordinasi kegiatan atau program, serta mengelola dan membina pasangan usia subur (Program KB) ditingkat Desa Dolok Kahean sehingga data dapat diangkat dan menjadi informasi terbaru. FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index Berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah menjadi rujukan penelitian ini, diantaranya: Penelitian dari . ini ialah seluruh akseptor kontrasepsi dari Januari - November tahun 2020 berjumlah sebanyak 921 jiwa dan sampel berjumlah 30 responden yang diambil secara tenik penetapan contoh dengan pemeriksaan tertentu menggunakan case control dengan perbandingan 15 jiwa pengguna kontrasepsi pil dan 15 jiwa pengguna kontrasepsi hormon selain pil. Menurut hasil analisis yang memilih alat kontrasepsi pil dengan yang tidak memilih alat kontrasepsi seimbang, dimana pil 50%, usia 63,3%, paritas 76,7%, dan pengetahuan 60%. Uji chi-square membuktikan bahwa variabel pada usia . =1. , paritas . =1. , dan pengetahuan . =0,. >. = 0,05, membuktikan tidak ada hubungan antara usia, paritas, dan pengetahuan terhadap pemilihan kontrasepsi pil . Keluarga berencana merupakan layanan kesehatan paling mendasar, terutama bagi wanita maupun pasangan usia subur . Dalam menentukan suatu metode kontrasepsi harus mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi yang rasional, efektif dan efisien. Tujuan penelitian yang ingin diambil adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan saat pemilihan alat kontrasepsi di desa Jejangkit Pasar. Kabupaten Barito Kuala. Menurut dari hasil penelitian, pendapat dalam pemilihan alat kontrasepsi diperoleh signifikansi 0,009. Penelitian selanjutnya oleh . dari hasil penelitian diperoleh bahwa dari 6 jenis alat kontrasepsi tersebut dapat nilai akhir yaitu (Pil KB = 3,. , (Suntik = 36,. , (Implant = 28,. , (IUD = 55,. , (Vasektomi = 48,. , (Tubektomi = 51,. Penelitian ini menunjukan hasil sebuah keputusan dengan metode SMART untuk pemilihan alat kontrasepsi terbaik yaitu jenis Pil dengan nilai 3,7. Nilai terendah ini menentukan hasil dari kuisoner responden yang berarti tidak banyak kendala dalam penggunaan alat kontrasepsi ini . Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian skripsi ini dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dalam pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan pasangan usia subur. METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Pada metodologi penelitian berikut ini akan dijelaskan secara rinci semua urutan dalam pelaksanaan penelitian dan menganalisis serta dalam perancangan sistem yang digunakan. Rancangan Penelitian Penelitian dimulai dari mengumpulkan data awal dalam mengidentifikasi masalah, sehingga dapat ditetapkan kriteria dan alternatif yang akan dinilai. Selanjutnya yaitu menghitung nilai dari tiap criteria. Penerapan Metode MOORA diawali dengan membuat kerangka keputusan lalu melakukan tindakan kriteria selanjutnya matrik ternormalisasi dikalikan dengan bobot kriteria dan mengurangkan nilai dari hasil perkalian antara kriteria dan mengurangkan nilai hasil perkalian antara kriteria benefit dan cost . , . Observasi Dan Wawancara Mencari Masalah Menetukan Kriteria dan Alternatif Menentukan Skala Utama Tiap Kriteria Menghitung Bobot Kriteria Normalisasi Matriks Kriteria Perangkingan Nilai Nilai Perkalian Kriteria Profit-Cost Matriks Normalisasi*Bobot Gambar 1. Rancangan Penelitian Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data pada penulisan skripsi ini yaitu : Penelitian Kepustakaan yaitu memanfaatkan perpustakaan, buku & jurnal sebagai media bahan referensi yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian Lapangan Observasi Pengamatan langsung kepada pasangan usia subur di Desa Dolok Kahean. Wawancara Penulis memperoleh informasi lebih lanjut dengan melakukan wawancara kepada pasangan usia subur Dolok Kahean. Tabel 1. Data Pengguna Alat Kontrasepsi Nama Pasangan Usia Subur Liana Leni Pristiwati Jenis Kelamin Alat Kontrasepsi Yang Di Gunakan Pil Pil Pil Dwi Inka Permatasari | Page 22 FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index A. Nama Pasangan Miskam Mesni Mawar Lestari Riadi Winda Afsari Ika Apriliana Sri Ernani Sudarman Rahma Daniaty Sukesi Lina Jumaidah Suningsih Mislia Susanti Kriswa Jaliana A. Endang Susilawati Dewi Sandra Sri Wahyuni Lis Kurniasari Tri Lestari Nurliana Kalimah Aminah Elvi Paimah Lasiem Mesni Mentari Rika Sri Astuti Nurmala Sri Ramadani Nelly Ratmini Jumiatik Salinawati Dewi Putri Lina Jenis Kelamin A. Alat Kontrasepsi Yang Di Gunakan Mop Pil Pil Mop Suntik Pil Pil Mop Pil Suntik Pil Implan Pil IUD IUD Suntik Pil A. Pil Pil Pil Pil Suntik Suntik Suntik Implan Suntik Pil Implan Pil Pil Suntik Suntik Pil Implan Implan Suntik Suntik Suntik Pil Suntik Analisis Data Deskripsi disini untuk menjelaskan suatu proses ataupun upaya dalam pengolahan data menjadi sebuah informasi baru agar karakter data tersebut menjadi lebih mudah dipahami dan berguna untuk solusi suatu permasalahan, serta dijelaskan dengan beberapa langkah atau bentuk alur agar mudah di pahami. Didalam analisis ini data dan metode perancangan sistem terdapat rancangan yang digunakan dalam membangun sistem ini. Alat yang digunakan dalam penyelesaian masalah yaitu Microsoft Excel . Berikut ini merupakan urutan dari insturmen penelitian untuk pengolahan data pada penelitian ini . Studi Pustaka Pengumpulan Data Rancangan System Pengujian System Kesimpulan Gambar 2. Instrumen Penelitian Dwi Inka Permatasari | Page 23 FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index Penjelasan pada tahap penelitian ini sebagai berikut: Studi Pustaka yaitu mengumpulkan jurnal, dan bacaan-bacaan yang terkait dengan judul penelitian. Pengumpulan Data yaitu dengan cara observasi dan wawancara dari rumah kerumah, dengan melalui persetujuan dari Koordinator Balai KB. Rancangan System yaitu tahap pembuatan system yang diinginkan. Pengujian System dilakukan pengujian sistem pendukung keputusan, lalu hasilnya akan dibandingkan dengan hasil keputusan yang telah ditentukan. Kesimpulan , yaitu tahap akhir. Tahap ini melakukan proses pembuatan dokumentasi penelitian mencakup semua tahapan penelitian. Penyelesaian Metode MOORA Berikut diagram pemodelan metode. , . Start INPUT ALTERNATIF. KRITERIA. BOBOT PEMBENTUKAN MATRIKS NORMALISASI MATRIKS MATRIKS TERNOMALISASI BOBOT KRITERIA HASIL NORMALISASI TERBOBOT DI BENEFIT KURANG HASIL NORMALISASI TERBOBOT DI JUMLAH NILAI PREFENSI End Gambar 3. Flowchart Penyelesaian Metode MOORA Penjelasan Gambar 3 sebagai berikut: Menginput nilai kriteria. Membuat matriks keputusan . Normalisasi pada metode MOORA. Normalisasi bertujuan untuk menyatukan setiap element matriks sehingga element sehingga element pada matriks memiliki nilai yang seragam. Optimalkan Atribut. Untuk optimasi multi obyektif, pertunjukan normal ini ditambahkan dalam hal memaksimalkan . ntuk menguntungkan atribu. dan dikurangi jika terjadi minimisasi . ntuk atribut yang tidak menguntungka. Mengurangi nilai maximax dan minmax untuk menandakan bahwa sebuah atribut lebih penting itu bias dikalikan dengan bobot yang sesuai (Koefisien signifikas. Menentukan ranking dari hasil perhitungan MOORA. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Ini menjelaskan tentang hasil dari penelitian yang dilakukan. Data dalam penelitian ini merupakan pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di desa dolok kahean pada tahun 2021, data yang diperoleh yaitu sebanyak 115 Data yang sudah ada akan dilakukan proses pengolahan dengan metode MOORA secara perhitungan manual serta menggunakan php mysql. 2 Pengelolahan Data 1 Kriteria Tahap awal menyelesaikan studi kasus ini adalah menganalisis kriteria sebagai dasar proses dilakukannya seleksi. Kriteria yang digunakan adalah Harga (C. Kesehatan (C. Usia (C. Riwayat Haid (C. Efek Keberhasilan (C. Jangka Pengguna (C. Data da kriteria tersebut ialah : Tabel 2. Data Kriteria Kriteria Keterangan Bobot Nilai Dwi Inka Permatasari | Page 24 FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index Kriteria Keterangan riwayat haid efek hasil Bobot Nilai Tabel 3. Data Rating Kecocokan Alternatif MOP IUD Implant Suntik Pil Kondom Harga Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 45 Tahun 36 Tahun 36 Tahun 25 Tahun 25 Tahun 41 Tahun Pembobotan Kriteria . Kriteria Harga (C. Tabel 4. Pembobotan Kriteria Harga Harga Rp. 0-Rp. Rp. 000-Rp. Rp. 000-Rp. Rp. 000-Rp. Rp. 000-Rp. Bobot Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Riwayat tidak haid tidak teratur tidak teratur Normal Normal Normal Bobot Tinggi Sedang Rendah Riwayat Haid Tidak haid tidak teratur Normal Bobot Tinggi Sedang Rendah Bobot Rendah Sedang Tinggi . Kriteria Efek Hasil (C. Tabel 8. Pembobotan Kriteria Efek Hasil Efek Hasil 70-80% 81-90% 91-99% Nilai Bobot Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Nilai . Kriteria Jangka (C. Tabel 9. Pembobotan Kriteria Jangka . Kriteria Usia (C. Tabel 6. Pembobotan Kriteria Usia Usia 20-30 tahun 31-40 tahun 41-45 tahun 5-12 Tahun 5-10 Tahun 3 Tahun 12 Minggu 3 Minggu 3-5 Tahun . Kriteria Riwayat Haid (C. Tabel 7. Pembobotan Kriteria Riwayat Haid . Kriteria Kesehatan (C. Tabel 5. Pembobotan Kriteria Kesehatan Kesehatan Efek hasil Jangka 1-12 minggu 3-4 tahun 5-12 tahun Nilai Tinggi Sedang Rendah Setelah melakukan pembobotan pada data tersebut, maka dapat dilihat data kecocokan pada masing-masing alternatif terhadap kriteria yang dapat dilihat pada tabel ini. Tabel 10. Rating Kecocokan Alternatif MOP IUD Implant Suntik Pil Kondom Berikut merupakan langkah penyelesaian metode MOORA: Matriks Keputusan . Matriks Kinerja Ternormalisasi Kriteria 1 C1 =Oo =8. =5/8. 4852=0. =4/8. 4852=0. =5/8. 4852=0. Dwi Inka Permatasari | Page 25 FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index =1/8. 4852=0. =1/8. 4852=0. =2/8. 4852=0. AA. Kriteria 6 C6 =Oo =1/7. 8740=0. =1/7. 8740=0. =3/7. 8740=0. =5/7. 8740=0. =5/7. 8740=0. =1/7. 8740=0. =7. Berdasarkan perhitungan diatas, berikut ini adalah matriks kinerja ternormalisasi yaitu sebagai berikut: Perkalian bobot disertakan pencarian y ternormalisasi. Maka nilai Kemudian setelah melakukan perkalian antara adalah menghitung nilai Yi yang terlihat pada tabel dibawah ini. Tabel 11. Nilai Yi Pada Metode MOORA Alternatif MOP IUD Implant Suntik Pil Kondom Max . 2 c3 c5 c. Min . 1 c. (Max-Min Tabel 12. Prangkingan Alternatif Alternatif MOP IUD Implant Suntik Pil Kondom Yi (Ma. Rangking Pada tabel akhir, maka disimpulkan bahwa alternatif ke-1 dapat direkomendasikan sebagai alat kontrasepsi pasangan usia subur yang cocok sehingga sesuai dengan kebutuhan ialah yang memiliki nilai Yi . tertinggi yakni alat kontrasepsi Pil (A. dengan nilai Yi. =0. Pembahasan Pada tahap ini akan dijelaskan proses pengolahan data yaitu bahasa pemograman PHP dan Mysql, dengan percobaan menggunakan software Adobe Dreamweaver cs6. Coding Nilai Yi dan Nilai Alternatif Dwi Inka Permatasari | Page 26 FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index Gambar 4. Coding Nilai Yi dan Nilai Alternatif Tampilan Hasil Nilai Yi dan Nilai Alternatif di Firefox Gambar 5. Tampilan Nilai Yi dan Nilai Alternatif Gambar 6. Tampilan Hasil Hasil dalam pemilihan terbanyak mengenai alat kontrasepsi pada pasangan usia subur yang memiliki nilai Yi . tertinggi yakni alat kontrasepsi Pil (A. dengan nilai Yi. =0. Dwi Inka Permatasari | Page 27 FATIMAH: Penerapan Teknologi dan Sistem Komputer Vol. 1 No. Mei 2022 e-ISSN x-x (Media Onlin. Page 21-28 https://ejurnal. id/index. php/fatimah/index KESIMPULAN Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat dipastikan bahwa metode Multi Objective Optimization on The Basic of Ratio Analysis dapat diterapkan dalam pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur yang cocok hingga sesuai dengan kebutuhan pasangan. Dalam penelitian ini menggunakan 6 kriteria penilaian yaitu : Harga (C. Kesehatan (C. Usia (C. Riwayat Haid (C. Efek Keberhasilan (C. Jangka Pengguna (C. dan 6 alernatif yaitu MOP (A. IUD (A. Implant (A. Suntik (A. Pil (A. Kondom (A. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, bahwa metode Multi Objective Optimization on The Basic of Ratio Analysis (MOORA) dapat menyeleksi alternative dan melakukan perangkingan dalam melakukan rekomendasi alat kontrasepsi yang cocok hingga sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dimana alternative Pil (A. sebagai alat kontrasepsi pasangan usia subur yang cocok sesuai dengan kebutuhan ialah yang memiliki nilai Yi . tertinggi REFERENCES