JIPM: Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Volume . Nomor . , 2024 PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING (IBL) PADA MATA PELAJARAN FIQH KELAS X MA MIFTAHUL ULUM ALISLAMY KEDUNGDUNG BANGKALAN Nur Fitriana. Stitmu Bangkalan e-mail:nurfitrinana03@gmail. Abstract The Inquiry based learning (IBL) model is a series of learning activities that emphasize the process of critical and analytical thinking to find and find answers to a problem in a given problem, so the Inquiry based learning (IBL) model needs to be applied in Fiqh subjects. Seeing students of MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan who are accustomed to an environment that is so harsh on juvenile delinquency. Therefore, students are trained to be active and think critically through the application of the Inquiry based learning (IBL) Model. This study aims to describe the Inquiry Based Learning Model. This type of research is descriptive research with qualitative research methods. The location of the research is at the Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan Islamic Boarding School. The data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the Implementation of the Inquiry Based Learning (IBL) Model in the Fiqh Subject of Class X MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan. with the implementation stages consisting of initial activities, core activities according to the stages of the Inquiry Based Learning (IBL) Model, namely . roup formation, curriculum materials, assumption stage, question stage, research stage, and presentation and finally closing. Student responses after the Inquiry Based Learning (IBL) Model was implemented in the Fiqh Subject of Class X MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan. Students are freer to express their opinions. Keywords ModelInquiry Based Learning (IBL),jurisprudence. PENGANTAR Seorang guru dituntut mampu memilih sebuah model pembelajaran yang efektif dan efisien agar bisa mengubah hasil belajar peserta didik yang sesuai. Salah satu model yang cocok dan sesuai dengan permasalahan ini yaitu Model Inquiry Based Learning (IBL) adalah model pembelajaran dimana peserta didik harus mampu berpikir secara kritis dan informatif untuk menemukan jawaban dari sebuah permasalahan (Hamdayana, 2. Model ini merancangkan pembelajaran yang menjadikan siswa terlibat secara aktif selama pembelajaran berlangsung. Siswa dituntun untuk menemukan solusi atau memecahkan permasalahan yang muncul. Boruch menyatakan model inkuiri merupakan pembelajaran dengan basis mencari pengetahuan, informasi dan kebenaran akan permasalahan yang Siswa akan lebih mengeksplor keterampilan yang ada pada diri mereka dan dapat mereka pakai untuk memahami segala sesuatu yang ada di dunia ini serta lebih banyak bertanya kepada guru yang memiliki peran sebagai fasilitator saja di dalam (Nurmayani J. Said and Dkk, 2. Selain itu Wilson menyatakan bahwa Model Inquiry based learning (IBL) adalah sebuah model proses pengajaran yang el-Aulad:Jurnal Pendidikan Agama Islam https://e. id/index. php/elaulad/index berdasarkan atas teori belajar dan perilaku. Model Inquiry based learning (IBL) merupakan suatu cara mengajar murid-murid bagaimana belajar dengan menggunakan keterampilan, proses, sikap, dan pengetahuan berpikir rasional (Farid Wajdi 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif maksudnya Dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Seperti yang dikatan oleh (Lexy j Meleong, 2. bahwa metode kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Sehingga yang menjadi tujuan dalam penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realitas empiris dibalik fenomena yang ada secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itu pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mencocokkan antara realitas empirik dengan teori yang berlaku. kejadian yang terjadi saat sekarang dan memusatkan perhatian pada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena- fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia (Borahima, 2. Fenomena itu dapat berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena Maka penelitian ini diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dan gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual tentang Model Inquiry based learning (IBL) dengan memusatkan pada penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada Mata Pelajaran Fiqih. Dalam metode ini dilakukan perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan temuan penelitian menjelaskan bahwa persiapan merupakan suatu tindakan yang sangat menentukan dalam proses belajar dan pembelajaran, mulai dari apa yang harus disiapkan, siapa yang perlu menyiapkan dan bagaimana proses belajar akan Persiapan merupakan rancangan yang penting bagi seorang pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan serta memudahkan seorang pendidik dalam kegitan pelajar dan pembelajaran karena di dalam persiapan terdapat beberapa hal yang dapat mewujudkan tujuan pembelajaran. pendekatan yang terstruktur namun tetap berpusat pada siswa dalam persiapan dan pelaksanaan pembelajaran. Ia mempertimbangkan kebutuhan individual siswa sambil tetap mengikuti pedoman kurikulum yang ada. Pendekatan yang digunakan oleh Anti Niswatun selagu guru fiqih mencerminkan komitmennya untuk memberikan pengajaran yang efektif dan bermakna bagi para siswanya. Dengan memadukan perencanaan yang terstruktur, fokus pada pemahaman siswa, dan akomodasi terhadap keragaman Nur Fitriana kemampuan, ia berupaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif dalam konteks pembelajaran Fiqih Menurut (Suharsimi Arikunto, 2. Pendekatan pembelajaran yang efektif harus memadukan struktur dan fleksibilitas. Beliau menekankan pentingnya perencanaan yang sistematis, namun tetap berpusat pada kebutuhan siswa. Arikunto berpendapat bahwa guru perlu menyusun rencana pembelajaran yang terorganisir dengan baik, sambil tetap memberikan ruang untuk penyesuaian berdasarkan respon dan perkembangan siswa selama proses belajar. sesuai dengan teori yang disampaiakn oleh buku terbitan kementrian pendidikan dan kebudayan dengan judul Disquiry inquiry learning Yaitu sebagai berikut : Guru memberikan pengenalan ke siswa. Guru mengidentifikasi topik pada konten sumber belajar dan pembelajaran yang dapat dikemas dengan model pembelajaran discovery-inquiry learning. Guru merumuskan stimulus untuk diberikan kepada siswa dalam mengawali/ mengantar siswa mengikuti pembelajaran. Guru menentukan aneka sumber belajar yang tersedia di sekolah yang bisa dimanfaatkan siswa. Guru mengidentifikasi ketersediaan sarana dan prasarana. Guru mengintegrasikan langkah-langkah . model pembelajaran discoveryinquiry lerning. Guru membagi kelompok siswa dengan menggabungkan semua level kognitif . endah, sedang dan tinggi ) . Berdasarkan analisis data penelitian melalui wawancara, observasi dan dokumentasi di MA Miftahul Ulum Al Islamy yang menjadi patokan dalam persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru Fiqih pada materi Qurban dan Akikah sebagai berikut : Memberikan penguatan pada siswa. Mengidentifikasi topik. Merumuskan stimulasi untuk diberikan kepada siswa. Menentukan aneka sumber belajar yang ada disekolah. Mengidentifikasi sarana prasarana. Mengintegrasikan langkah-langkah . model inquiry dalam rpp. Tahap pelaksanaan adalah melaksanakan kegiatan proses belajar dan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan interaksi dalam proses belajar dan pembelajaran antara pendidik dan peserta didik. Dalam penerapan Model Inquiry based learning (IBL) hal ini berpengaruh dalam proses belajar dan pembelajaran. Ketika model pembelajaran tepat maka peserta didik akan lebih antusias dan semangat dalam proses Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasannya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Pelaksanaan pembelajaran (RPP), yang meliputi kegiatan inti dan penutup (Akramunnisa, 2. Nur Fitriana Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi di MA Miftahul Ulum AlIslamy, penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran fiqih materi qurban dan akikah sebagai berikut : Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan penutup Penilaian Hasil Penerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy Kedungdung Bangkalan tentang Penilaian formatif membahas aspek penting dalam pembelajaran fiqih, khususnya untuk materi qurban dan akikah. Pertama, menekankan pentingnya penilaian formatif dalam pembelajaran fiqih. Penilaian ini dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan umpan balik yang tepat waktu kepada siswa. Tujuannya adalah untuk memantau kemajuan belajar siswa secara terus-menerus. Hal ini sejalan dengan pendapat (Black dan Wiliam, dalam jurnalnya yang berjudul AuFormative assessment and optimistic but incomplete visionAy yang menyatakan bahwa penilaian formatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa secara signifikan. Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Model Inquiry based learning (IBL) Pada Pembelajaran Fiqih di MA Miftahul Ulum al-Islamy Kedungdung Bangkalan yakni : Faktor Pendukung Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh para siswi di Madrasah Aliyah adalah latar belakang mereka sebagai santri. Pengalaman ini memberikan mereka fondasi pengetahuan yang kuat, terutama dalam mata pelajaran yang serupa dengan yang dipelajari di pesantren. Kesamaan latar belakang ini menciptakan suatu kondisi yang kondusif untuk pembelajaran yang lebih mendalam. Para siswi dapat dengan lebih mudah memahami dan mengikuti materi pelajaran baru, karena mereka telah memiliki pengetahuan dasar yang relevan. Faktor Penghambat Namun, di balik keunggulan tersebut, terdapat pula tantangan yang cukup Salah satu hambatan utama dalam pembelajaran fiqih di lingkungan pesantren adalah terbatasnya alokasi waktu belajar. Hal ini terjadi sebagai konsekuensi dari padatnya kegiatan pesantren yang harus diikuti oleh para santri. Rutinitas pesantren yang intensif, mulai dari kegiatan ibadah, hafalan Al-Qur'an, hingga berbagai program pengembangan diri, menyebabkan waktu yang tersedia untuk belajar secara mendalam menjadi sangat terbatas. Akibatnya, para pengajar sering kali menghadapi dilema. Mereka dituntut untuk menyampaikan materi pembelajaran yang kompleks dan luas dalam waktu yang semakin sempit. Situasi ini tentu berdampak pada kualitas pemahaman santri terhadap ilmu fiqih, yang notabene merupakan salah satu pondasi penting dalam pendidikan Islam di Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa proses pembelajaran di Madrasah Aliyah merupakan suatu keseimbangan yang rumit. Di satu sisi, latar belakang santri menjadi kekuatan yang memudahkan penyerapan ilmu. Namun di sisi lain, keterbatasan waktu akibat padatnya kegiatan pesantren menjadi tantangan besar Nur Fitriana dalam mewujudkan pembelajaran yang optimal, khususnya untuk mata pelajaran penting seperti fiqih. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang AuPenerapan Model Inquiry Based Learning (IBL) dalam Pembelajaran Fikih Kelas X di MA Miftahul Ulum Al-IslamyAy menunjukkan bahwa Persiapan penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024 diawali dengan menyusun program pembelajaran diantaranya membuat RPP/Modul materi pelajaran Qurban dan aqiqah dengan menggunakan sintaks yang sesuai untuk diterapkan model inquiry based learning, memberikan penguatan pada siswa, mengidentifikasi topic, merumuskan stimulasi yang diberikan kepada siswa, menentukan aneka sumber belajar yang ada di sekolah, mengidentifikasi sarana dan prasarana, mengintraksikan langkah-langkah . model Inquiry based learning. Disamping itu guru menyiapkan buku referensi dan media pembejaran yang relevan. Pelaksanaan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024 dilaksanakan oleh guru mata materi pelajaran Qurban dan aqiqah. Guru melaksanakan sesuai dengan sintaks IBL dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dan Penilaian hasil penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024 yang dilaksanakan melalui Asesmen formatif menunjukkan bahwa penerapan Model Inquiry based learning (IBL) telah berhasil meningkatkan minat belajar siswa. Adapun faktor pendukung dan penghambat penerapan Model Inquiry based learning (IBL) pada mata pelajaran Fiqh di kelas X MA Miftahul Ulum Al-Islamy tahun ajaran 2023/2024. Faktor Pendukung yaitu siswi notabeni santri yang belajar di Madrasah Diniyah dengan mapel yang sama. Faktor penghambat yaitu alokasi waktu belajar mapel fiqih dikurangi dikarenakan padatnya kegiatan pesantren. Berdasarkan kesimpulan di atas, saran kepada Peserta didik sebagai generasi penerus mampu meningkatkan belajarnya demi mencapai hasil belajar yang lebih baik serta selalu aktif dan disiplin dalam belajar agar dapat dimengerti dan dikuasai dengan baik. Bagi guru Hendaknya selalu berupaya untuk memperkaya wawasan terkait dengan pembelajaran Inkuiri seperti dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan. DIKLAT dan membaca buku-buku pendidikan sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta mampu mengaplikasikannya dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pijakan untuk menentukan kebijakan dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga sekolah mampu mengoptimalkan Model Inkuiri Based Learning (IBL)pada mata pelajaran Fikih. BIBLIOGRAFI Nur Fitriana Akramunnisa, . pengaruh penerapan strategi pembelajaran inqury lerning terhadap hasil belajar PAI peserta didik SMA negri 10 gowa. Skripsi UIN ALAUDIN. Makassar. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Peneliltian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta. Black dan Wiliam, . AuFormative assessment Ae an optimistic but incomplete visionAy Jurnal internasional, 22 https://journals. com/doi/10. 1177/1356336X241237398 Borahima. Fungsi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Aparatur Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Katalogis, 8. , 172Ae183. Hamdayana. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Moleong, aLexy. Remaja Rosdakarya. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Said. Nurmayani J. and Dkk. AuPeran Model Pembelajaran Inkuiry Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri Polewali. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung. Wajdi. Farid. Asep Saepulloh. Ade Afiq Hilmi, and Anisa. AuImplementasi Metode Inquiry Dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran Mata Pelajaran FikihAyJurnal Manajemen AaPendidikan Islam,7 . https://w. com/id/publications/377705/ Nur Fitriana