Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Sukin. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak. sukinibima@gmail. , bayu. indaryantoo@gmail. , abdurrozak58@gmail. Universitas Widya Dharma. Klaten, . Universitas Widya Dharma. Klaten Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon Abstrak. Tujuan penelitian ini ialah untuk meningkatan kemampuan menulis puisi pada mahasiswa PBSI semester II Universitas Widya Dharma dengan menerapkan model pembelajaran Pedagogi Genre dalam pembelajaran puisi. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi dengan diterapkannya model pembelajaran pedagogi genre. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam belajar, komunikatif, terjadi scaffolding, dan terjadi peningkatan kemampuan menulis puisi. Nilai KKM dalam menulis puisi 80, ketuntasan klasikal Pada masa prasiklus nilai rata-rata mahasiswa 72, tingkat ketuntasan 0%. Setelah diterapkan model pedagogi genre pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 79, yang nilainya sama atau lebih dari KKM Pada siklus II nilai rata-rata mahasiswa 85 yang nilainya sama atau lebih dari KKM 88%. Jadi, penerapan model pembelajaran Pedagogi Genre dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa PBSI. Kata Kunci: model pembelajaran, pedagogi genre, menulis puisi Pendahuluan Di era society 5. 0, di kala pertumbuhan digital berkembang sangat pesat. Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Nadiem Makarim, meluncurkan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka bagi sekolah dan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) bagi pendidikan tinggi. Hal itu dilakukan untuk menyikapi perubahan sosial dan budaya yang berkembang seiring perkembangan teknologi informasi di era digital. Dari tahun 2020 hingga sekarang sudah banyak kajian ilmiah mengenai kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang telah terbit, baik dalam bentuk artikel jurnal maupun makalah dalam Dari banyak kajian itu, masih jarang artikel yang mengaitkan kajian tentang kebijakan Merdeka Belajar- Kampus Merdeka dengan pembelajaran pendidikan bahasa dan sastra Indonesia (Sudaryanto, dkk. Dengan kata lain, para akademisi di bidang pendidikan bahasa . an sastr. Indonesia belum banyak mengkaji keterkaitan konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dengan bidang ilmu yang digelutinya selama ini. Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka terwujud ke dalam delapan contoh bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu . pertukaran pelajar, . magang/praktik kerja, . asistensi mengajar di satuan pendidikan, . penelitian/riset, . proyek kemanusiaan, . kegiatan wirausaha, . studi/proyek independen, dan . membangun desa/kuliah kerja nyata tematik (Dirjen PT Kemendikbud, 2. Sesuai dengan bentuk kegiatan pembelajaran yang ketiga, yaitu asistensi mengajar di satuan pendidikan melalui program PLP, dalam penelitian ini diterapkan model Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. pedagogi genre dalam pembelajaran menulis puisi agar kelak mahasiswa dapat melaksanakan asistensi mengajar dengan lancar, komunikatif, menyenangkan dan efektif. Diketahui bahwa model utama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah adalah pedagogi genre atau model pembelajaran inovatif lainnya yg efektif dan sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu (Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, 2. Oleh karena itu, dipandang relevan apabila dalam pembelajaran menulis puisi diterapkan model pedagogi genre. Dengan diterapkannya model pembelajaran pedagogi genre, selain meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi, juga dapat menambah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang penerapan model pembelajaran tersebut agar dalam melaksanakan asistensi mengajar di sekolah menengah kelak berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Selain itu, tingkat literasi mahasiswa harus senantiasa dibina dan dikembangkan melalui budaya menulis sehingga dapat memunculkan ide-ide kritis dan kreatif dalam bentuk literasi yang lebih tinggi (Yulistio dan Fhitri, 2. Sementara itu, keaktifan dan kreativitas mahasiswa jurusan PBSI semester II . Universitas Widya Dharma (Unwidh. selama ini dalam pembelajaran menulis, khususnya dalam menulis puisi termasuk dalam kategori kurang. Manakala sudah diberi penjelasan tentang pengertian puisi, ciri-ciri, serta contoh-contoh puisi dari puisi lama hingga puisi kontemporer dengan jelas, mahasiswa kurang bersemangat ketika mengerjakan tugas menulis puisi. Mahasiswa menjadi tergugah semangatnya dalam menulis puisi setelah dimotivasi oleh dosen melalui berbagai narasi. Berdasarkan realitas itu, dipandang perlu apabila dalam pembelajaran menulis puisi digunakan model pembelajaran inovatif agar mahasiswa aktif, bersemangat, kreatif dan senang dalam pembelajaran menulis puisi sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa semester II PBSI Unwidha melalui penerapan model pembelajaran pedagogi genre. Menulis puisi adalah kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, imajinasi . engalaman bati. penulis melalui bahasa yang estetis dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batin puisi. Raimes . 7: . menyatakan bahwa menulis adalah proses ide-ide diciptakan dan dinyatakan, merupakan proses yang tidak sederhana. Oleh karena itu, agar dapat menghasilkan puisi, kreativitas dalam berpuisi perlu diasah dan ditingkatkan terus-menerus. Kreativitas seseorang dalam menulis puisi akan tampak pada puisi hasil karyanya. Dalam menulis puisi, penyair memiliki keleluasaan yang disebut sebagai licentia poetica (Teeuw, 1983:. , yaitu kebebasan dalam mengubah atau menyimpang dari kaidah bahasa untuk struktur lahir dan struktur batin puisi sehingga sering dijumpai adanya penyimpangan-penyimpangan kaidah bahasa dalam puisi. Oleh karena itu, penyimpangan bahasa dalam puisi bukan akibat kelalaian ataupun ketidakpedulian penyair terhadap kaidah-kaidah tatabahasa bahasa Indonesia (Darwis, 2011:. Selama ini hasil penelitian tentang menulis puisi yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain sebagai berikut. Penelitian Marni Nayu berjudul Peningkatan Kemampuan dalam Menulis Puisi Melalui Metode Bengkel Sastra Siswa Kelas Vi SMP Negeri 14 Palu dalam e-Jurnal Bahasantodea. Volume 3 Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Nomor 2. April 2015 hlm 36-49. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan workshop Desain studi, menggunakan desain penelitian Kemmis dan MC. Tagar, dilaksanakan dalam 2 siklus. Indikator kriteria keberhasilan individu sebesar 70% dan kriteria keberhasilan klasikal sebesar 75%. Aspek yang dinilai dalam menulis puisi. objek, diksi, rima, majas, dan Hasil penelitian pada siklus I diperoleh prestasi individu 43,63%, dan prestasi klasikal adalah 0%. Pada siklus II terjadi peningkatan nilai dalam menulis puisi: rata-rata prestasi individu mencapai 75,45% dan ketuntasan klasikal 90,90%. Disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan metode workshop sastra, kemampuan siswa kelas Vi SMP Negeri 14 Palu dalam menulis puisi dapat ditingkatkan. Penelitian Ari Kusmiatun . berjudul Model Pembelajaran Puisi AuCipit BaruAy Sebuah Inovasi Pembelajaran Sastra Berbasis Multikultural. Dikemukakan bahwa pembelajaran puisi yang berbasis multikultural dapat dilakukan dengan berbagai model. Salah satu model inovasi pembelajaran puisi yang di dalamnya memuat pendidikan multikultural adalah Aucipit baruAy yang mencakup langkah-langkah yang dimulai dari pracipta puisi, penciptaan puisi, dan pascacipta Model ini menggunakan pendekatan berpikir dan berbasis masalah. Masalah yang disajikan adalah terkait multikultural. Penelitian Lisdwiana Kurniati berjudul Pemanfaatan Youtube sebagai Media Sosial dalam Pembelajaran Mata Kuliah Menulis Puisi dalam Prosiding Samasta UMJ, 2020. Berdasarkan penelitiannya diketahui bahwa penggunaan youtube sebagai media pembelajaran menulis puisi merupakan upaya dosen dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang berkualitas serta mencapai tujuan mata kuliah menulis puisi di perguruan tinggi. Selanjutnya, berikut penelitian tentang pedagogi genre. Penelitian Rosdiana dan Mukhtar . berjudul Penerapan Pedagogi Genre dalam Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge. Bahwa tahapan pedagogi genre merupakan tahapan yang dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersumber dari bahan ajar untuk melatih keterampilan mengonstruksi pengetahuan dalam beragam konteks dan aktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik konten analisis. Hasil penelitian adalah: . tersaji aktivitas-aktivitas atau visualisasi membangun konteks dengan beragam variasi visualisasi sesuai kompetensi dasar yang dikembangkan, . Terdapat variasi pemodelan teks dengan beragam tema teks, struktur teks dengan pengembangan gagasannya, . terdapat aktivitas mengkonstruksi teks secara berkelompok dalam bentuk diskusi . dengan memunculkan keterampilan berpikir kritis, . menyajikan bentuk mengomunikasikan dalam bentuk kolaborasi dengan menyampaikan atau mempresentasikan hasil diskusi, . terdapat sajian aktivitas mengkonstruksi teks secara kreatif dan mandiri sehingga diharapkan melalui petunjuk aktivitas ini menghasilkan produk tulisan sesuai jenis teks, . penggambaran pemilihan bahan ajar dan aktivitas yang memanfaatkan ketersediaan teknologi informasi dalam beragam platform aktivitas sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan, . Pendeskripsian penyajian bahan ajar dilihat dari relevansi pengembangan materi sesuai kompetensi dasar, . Penggambaran penerapan pedagogi Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. genre secara menyeluruh untuk semua pengembangan kompetensi dasar, . ketersajian aktivitas yang berkenaan dengan terapan keterampilan berbahasa . endengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan memirs. Penelitian Yulistio & Fhitri . : Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Menggunakan Model Pembelajaran Pedagogi Genre. Saintifik. Dan Clil (Content And Language Integrated Learnin. pada Siswa Kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu. Ruang lingkup penelitian mencakup aspek . kesesuaian isi dengan tema, . struktur teks cerpen, . pilihan Kata . , . penggunaan kalimat . aya bahasa cerpe. , dan . jaan dan tulisan tanga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kuantitatif dan model PTK (Penelitian Tindakan Kela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis cerpen melalui model pembelajaran Pedagogi Genre. Saintifik, dan CLIL pada siswa kelas XI IPA-C SMAN 2 Kota Bengkulu. Pada siklus I diperoleh rerata sebesar 70,21 dengan kategori baik dan meningkat pada hasil pembelajaran siklus II dengan rerata sebesar 80,14 dengan kategori sangat Aktivitas siswa mencakup aspek disiplin, bertanggung jawab, kerjasama dan mandiri dengan kategori cukup aktif pada siklus I meningkat menjadi sangat aktif pada siklus II dalam materi pembelajaran mendeskripsikan struktur teks, nilai-nilai kehidupan, dan struktur pembangun cerpen. Di antara penelitian yang sudah ada, metode yang sudah digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah metode bengkel sastra, pengenalan model Aucipit baruAy dalam pembelajaran menulis puisi berbasis multikultural, pemanfaatan Youtube sebagai media sosial dalam pembelajaran mata kuliah menulis puisi. Selama ini pedagogi genre diterapkan dalam pengembangan bahan ajar dan dalam pembelajaran menulis cerpen. Hal itu dilakukan oleh Rosdiana dan Mukhtar . melalui penelitian AuPenerapan Pedagogi Genre dalam Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Technological Pedagogical Content KnowledgeAy. Dalam penelitian Rosdiana dan Mukhtar disajikan tahapantahapan pedagogi genre dalam bahan ajar Bahasa Indonesia agar peserta didik mampu mengonstruksi teks secara mandiri sesuai dengan berbagai jenis teks yang telah dikonstruksi Dari penelitian Yulistio & Fhitri . melalui Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Menggunakan Model Pembelajaran Pedagogi Genre. Saintifik, dan Clil (Content And Language Integrated Learnin. pada Siswa Kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu diketahui bahwa model Pembelajaran Pedagogi Genre. Saintifik, dan Clil (Content And Language Integrated Learnin. pada siswa kelas XI IPA-C SMAN 2 Kota Bengkulu dapat meningkatkan proses dan hasil menulis Dari penelitian-penelitian tersebut diketahui bahwa selama ini belum pernah ada penelitian yang menggunakan pedagogi genre sebagai model dalam pelaksanaan pembelajaran menulis puisi. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian penerapan model pedagogi genre dalam pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa Program Studi PBSI semester II Universitas Widya Dharma. Model pembelajaran Pedagogi Genre merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang siklus belajar-mengajarnya dilakukan melalui bimbingan dan interaksi yang mengutamakan Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. teknik pemodelan teks dan pembangunan-teks secara terbimbing bersama . oint constructio. sebelum dlakukan aktivitas membangun teks secara mandiri. Bimbingan dan interaksi dosen dengan mahasiswa menjadi penting dalam proses pembelajaran (Agusrida, 2. Makna perancah . , dukungan dari Aoyang lebih tahuAo dalam Pedagogi Genre sangat bermakna dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa (Mulyana, 2. Hal ini perlu dipahami benar oleh dosen dan mahasiswa untuk membangun kompetensi mahasiswa agar mengalami peningkatan. Model pembelajaran Pedagogi Genre terdiri atas empat tahapan pembelajaran, yaitu penjelasan untuk membangun konteks . xplaining, building the contex. , pemodelan . , pembimbingan . oint constructio. , dan pemandirian . ndependent constructio. (Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, 2. Keempat tahapan model pembelajaran Pedagogi Genre dalam menulis puisi dalam penelitian ini, sebagai berikut. Membangun Konteks Tahap membangun konteks digunakan untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke materi yang akan dipelajari. Yang digunakan dosen dalam tahapan membangun konteks dalam penelitian ini adalah sekilas cerita tentang perpuisian Indonesia dan manfaatnya dalam kehidupan sosial. Pemodelan Pada tahap ini dosen memberikan model genre atau tipe teks puisi tertentu yang mewakili tiap periode perpuisian Indonesia: puisi lama, puisi modern/baru, puisi kontemporer. Dari model yang disampaikan, secara berkelompok mahasiswa dianjurkan mengenali dan memahami judul, tema, isi, ciri-ciri puisi dan beragam estetika puisi yang dijadikan model. Pemodelan diperluas melalui keterampilan reseptif dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa untuk mempelajari buku atau melakukan pencarian melalui smartphone masing-masing dari berbagai sumber yang Dari sana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang puisi model. Membangun/mengonstruksi Teks Bersama Pada tahap ini 17 mahasiswa dibagi ke dalam 3 kelompok, tiap kelompok beranggotakan mahasiswa yang memiliki kemampuan yang beragam: ada yang kemampuan dalam memahami puisi cukup baik, baik, sedang dan kurang baik. Hal itu dilakukan agar terjadi kolaborasi tiap kelompok dan mahasiswa yang kemampuannya bagus, menuntun teman yang kemampuannya kurang karena dalam Pedagogi Genre makna perancah . menempel pada proses belajar Melalui diskusi juga elaborasi, mahasiswa memahami ciri-ciri teks puisi model dan puisi lain yang seangkatan, baik dari segi isi maupun kebahasaan yang membangun estetika puisi. Mereka mengonstruksi/membangun puisi . esuai puisi model dan sesuai dengan pembagian tugas per kelompo. bersama teman sekelompok masing-masing. Dalam mengonstruksi teks bersama ini, dosen melakukan supervisi pada tiap kelompok mahasiswa dan memberi motivasi serta bimbingan agar mahasiswa tetap bersemangat, aktif, dan kreatif sehingga dapat mengonstruksi teks bersama dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai, mereka diminta mempresentasikan teks puisi hasil mengonstruksi-bersama dan didiskusikan dalam diskusi kelas. Dengan demikian, akan diketahui kekurangan dari teks puisi yang dibangun bersama kelompok masing-masing. Selain itu, secara tidak langsung menumbuhkan semangat meningkatkan kemampuan-produktif lainnya dalam berbahasa, yaitu keterampilan berbicara. Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Mengonstruksi/Membangun Teks Mandiri Pada tahapan ini mahasiswa membangun teks puisi secara mandiri setelah mengetahui selukbeluk puisi model melalui tahapan mengonstruksi-bersama. Berikut bagan tahapan Pedagogi Genre. Bagan 1 Tahapan model Pedagogi Genre (Sumber: https://w. com/2019/07/pendekatan-clil-dan-pedagogi-genre. Beberapa aspek yang dinilai dari mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan model Pedagogi Genre, yaitu: . ketangkasan mahasiswa dalam merenspons petunjuk dosen. ketekunan dalam melaksanakan kegiatan. kecakapan dalam menangani kesulitan selama proses. sikap, dan . keterampilan dalam menyampaikan hasil diskusi dan elaborasi. kualitas puisi yang dihasilkan dan ketepatan waktu dalam mengerjakan tugas. Kemampuan menulis puisi dievaluasi berdasarkan beberapa aspek berikut. Tabel 1. Pedoman Penilaian Menulis Puisi Aspek Keterangan Skor Kepaduan makna antara baris dan bait SANGAT BAIK: gagasan jelas, ada kepaduan makna dalam tiap baris dan bait puisi. BAIK: gagasan jelas, makna dalam tiap baris dan bait puisi ada yang kurang padu. CUKUP BAIK: gagasan kurang jelas, makna dlm tiap baris & bait puisi kurang padu. KURANG BAIK: gagasan tidak jelas, makna dalam tiap baris dan bait puisi tidak SANGAT BAIK: antara tema, judul dan isi pusi sangat sesuai, penentuan judul puisi BAIK: antara tema, judul, dan isi puisi cukup sesuai, penentuan judul kurang kreatif. CUKUP BAIK: antara tema, judul dan isi puisi kurang sesuai, penentuan judul kurang KURANG BAIK:antara tema, judul, dan isi puisi tidak sesuai, penentuan judul tidak Kesesuaian tema dengan judul dan isi Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. Diksi Gaya bahasa Citraan/ imaji Rima Amanat/ pesan . -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. SANGAT BAIK: pemilihan kata tepat, efektif, dan estetis. BAIK: pemilihan kata tepat, efektif, kurang estetis CUKUP BAIK: pemilihan kata kurang tepat, kurang efektif, dan tidak estetis. KURANG BAIK: pemilihan kata tidak tepat, tidak efektif, tidak estetis SANGAT BAIK: menggunakan lebih dari 1 gaya bahasa, penggunaan tepat, sangat mengekspresikan pikiran yg diungkapkan. BAIK: menggunakan minimal 1 gaya bahasa, penggunaannya tepat, bisa mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. CUKUP BAIK: menggunakan gaya bahasa namun kurang dapat mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. KURANG BAIK: tidak menggunakan gaya bahasa. SANGAT BAIK: penggunaan lebh dari 1 imaji, tepat, sangat memunculkan imaji dan daya khayal. BAIK: penggunaan minimal 1 imaji, tepat, sangat memunculkan imaji dan daya khayal CUKUP BAIK: menggunakan imaji tetapi kurang tepat dan tak memunculkan imaji dan daya khayal. KURANG BAIK: tidak menggunakan kata-kata yang memunculkan imaji dan daya SANGAT BAIK: adanya penggunaan minimal 2 variasi rima, memunculkan rima yang menarik dalam puisi. BAIK: adanya penggunaan minimal 1 variasi rima, memunculkan rima yang menarik dalam puisi. CUKUP BAIK: menggunakan 1 variasi rima, namun tidak memunculkan rima yang menarik dalam puisi. KURANG BAIK: tidak menggunakan variasi rima, tidak memunculkan rima yang menarik dalam puisi. SANGAT BAIK: adanya penyampaian amanat, jelas, dapat dimengerti. BAIK: adanya penyampaian amanat, kurang jelas, kurang dapat dimengerti. CUKUP BAIK: adanya penyampaian amanat, tidak jelas, tidak dapat dimengerti. KURANG BAIK: tidak ada penyampaian amanat. Sumber: Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra (Nurgiyantoro, 2. dengan modifikasi. Metode Berdasarkan masalah yang dibahas, penelitian ini menggunakan pendekatan dekriptif Penerapan model pembelajaran Pedagogi Genre dipandang perlu dan sejalan dengan Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. kebijakan dalam kurikulum merdeka. Dengan menggunakan model Pedagogi Genre, pembelajaran berpusat pada mahasiswa/sudent-centered sehingga mahasiswa menjadi aktif dan kreatif, menimbulkan suasana gembira dalam belajar, terjadi perancah/scaffolding, kemampuan mahasiswa dalam menulis puisi mengalami peningkatan. Selain itu, penerapan model Pedagogi Genre secara tidak langsung juga menambah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa dalam menerapkan model pembelajaran tersebut agar dalam melaksanakan asistensi mengajar di sekolah menengah kelak tidak mengalami hambatan. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis penelitian ini: penerapan model pembelajaran Pedagogi Genre dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi bagi mahasiswa PBSI. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan salah satu bentuk strategi penelitian kualitatif yang berparadigma konstruktivis. Penelitian melibatkan peneliti sekaligus dosen yang menerapkan model tersebut dalam pembelajaran menulis puisi di PBSI Universitas Widya Dharma. Subjek penelitian adalah mahasiswa PBSI semester II yang berjumlah 17 mahasiswa . mahasiswa 13 mahasisw. Penerapan model pembelajaran pedagogi genre dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022. PTK dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas tahapan: . perencanaan, . pelaksanaan tindakan, . observasi, dan . Untuk mengumpulkan data selama proses pembelajaran, peneliti menggunakan alat pengumpulan data berupa: . Pedoman wawancara, yang digunakan untuk mewawancarai mahasiswa tentang penerapan model pedagogi genre dalam pembelajaran menulis puisi dan mengetahui kendala yang dihadapi mahasiswa dalam pelaksanaan . Lembar observasi digunakan untuk mengukur aktivitas mahasiswa selama dan . Tes, digunakan untuk mengukur hasil belajar mahasiswa dalam menulis puisi. Teknik analisis data dengan cara kualitatif meliputi analisis proses dan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran puisi dengan model Pedagogi Genre. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini, yaitu: dalam proses pembelajaran mahasiswa lebih bersemangat, lebih aktif, kreatif dan lebih senang dalam melaksanakan pembelajaran, 80% mahasiswa memperoleh nilai sama atau lebih dari KKM yaitu 80. Jadi, nilai kemampuan menulis puisi mahasiswa harus Ou 80. Sementara itu, ketuntasan belajar klasikal dapat dikatakan tercapai apabila paling sedikit 80% mahasiswa di kelas tersebut telah mencapai KKM. Hasil dan Pembahasan Prasiklus Pada masa prasiklus kemampuan mahasiswa dalam menulis puisi kurang memuaskan dengan nilai rata-rata 72 sedangkan KKM-nya 80, jadi tingkat ketuntasannya 0 %. Selama proses pembelajaran sebenarnya mahasiswa tampak menyimak penjelasan dosen dengan baik namun demikian keaktifan mahasiswa kurang bahkan ketika dosen melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, tidak ada mahasiswa yang merespons pertanyaan dosen. Mahasiswa menyampaikan jawaban atas pertanyaan dosen apabila ditunjuk secara langsung oleh dosen. Jadi, keaktifan dan kekreatifan mahasiswa dalam pembelajaran puisi Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. masih dalam kategori kurang, karya puisi mahasiswa juga belum mencapai KKM 80. Berikut kemampuan menulis-puisi masa prasiklus. Tabel 2. Hasil Kemampuan Menulis Puisi Prasiklus Nama Jumlah = 51 Nilai Puisi Mahasiswa Per Aspek Dik GB Cit Rim Total 309:17 = 18,2 jika dimodifikasi = B, memenuhi ketuntasan 0% KM = Kepaduan makna bait dan baris KT = Kesesuaian tema, judul, isi DIK = Diksi GB = Gaya bahasa CIT = Citraan/Imaji Rim = Rima AM = Amanat/Pesan Perolehan nilai dan modifikasinya ke sistem penilaian di Univ. Widya Dharma: 29 Ae 35 = A -----> 22 Ae 28 = AB -----> 15 Ae 21 = B -----> < 15 = BC -----> 90 - 100 80 - 89 70 - 79 60 - 69 Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Dari hasil prasiklus diketahui bahwa nilai rata-rata masih B, belum memenuhi KKM sehingga nilai ketuntasan 0%. Oleh karena itu, kemampuan menulis puisi ditingkatkan dengan menerapkan model pedagogi genre dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Pedagogi Genre dilaksanakan dalam dua siklus sebagai berikut. Siklus I Penerapan pedagogi genre dalam pembelajaran pada siklus I dilaksanakan pada Selasa, 19 & 26 April 2022 dengan jumlah peserta didik 17 mahasiswa. Pembelajaran dilaksanakan pada jam kedua, yaitu pukul 9. 20 Ae 11. 00 WIB. Pembelajaran siklus I dilaksanakan dalam empat tahapan. Tahap pertama, tahap perencanaan. Pada tahap perencanaan dilakukan persiapan pembelajaran mencakup: . penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai tahapan model pembelajaran pedagogi genre . menyusun materi pembelajaran puisi, . menyusun tugas yang harus dikerjakan mahasiswa, . menyusun media pembelajaran, . menyusun pedoman pengamatan aktivitas mahasiswa, dan . menyusun pedoman penilaian proses pembelajaran. Tahap kedua, tahap pelaksanaan. Pada tahap ini dilakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran pedagogi genre yang telah dirancang. Mula-mula dosen menyiapkan pembelajaran baik secara fisik maupun psikis, memberi motivasi belajar, menyampaikan manfaat menulis puisi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan model pembelajaran yang akan digunakan beserta tahap-tahapnya, menyampaikan penilaian selama proses pembelajaran. Mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok, tiap kelompok terdiri atas 5-6 mahasiswa dengan kemampuan yg beragam. ada yg kemampuannya sangat baik, baik, sedang, dan kurang agar terjadi scaffolding/ perancah yang bermakna dalam kolaborasi tiap kelompok. Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, mahasiswa per kelompok diminta mendalami puisi model dan mencari pengetahuan dan pemahaman tentang puisi model . uisi lama, puisi baru/ modern, atau puisi kontemporer sesuai model yang diberikan kepada tiap kelompo. dari berbagai sumber yang valid menggunakan media cetak atau media digital melalui smartphone masing-masing. Tahap ketiga. Pengamatan/observasi. Pengamatan dilakukan melalui kolaborasi peneliti dengan dosen PBSI lainnya. Tujuan pengamatan adalah untuk mengamati proses pembelajaran yang dilakukan mahasiswa dalam menerapkan tahapan model pedagogi genre dalam pembelajaran. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran: secara umum mahasiswa cukup aktif dalam pembelajaran, dalam berdiskusi dan berelaborasi mereka berusaha mencari informasi yang valid dari berbagi sumber yang bisa direferen, baik dari buku maupun dari internet. Agar mahasiswa tidak tersasar ke informasi-informasi yang kurang valid, dosen mengingatkan agar mahasiswa memastikan kevalidan sumber yang direferen melalui stategi yang disampaikan oleh dosen. Mahasiswa berdiskusi, bekerja sama/berkolaborasi dengan kelompok masing-masing dengan baik, tercipta kemandirian dalam menemukan informasi dari berbagai sumber, masing-masing kelompok ada yang meringkas hasil temuan sebagai dasar dalam mengonstruksi-bersama berdasarkan model yang diberikan. Selama proses pembelajaran, tidak ada kendala yang berarti. Tepat ketika waktu diskusi dan elaborasi selesai, semua kelompok mengakhiri kegiatannya dan semua telah menyiapkan teks puisi hasil mengonstruksi-bersama. Namun demikian, baru satu Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. kelompok yang mempresentasikan puisi hasil mengonstruksi-bersama, waktu pembelajaran selesai. Dua kelompok lainnya mempresentasikan dan mendiskusikan puisi hasil mengonstruksi-bersama seminggu kemudian, yaitu pada 26 April 2022. Tahap keempat Refleksi, bahwa pada akhir kegiatan pembelajaran siklus I dapat dideskripsikan sebagai berikut. Proses pembelajaran sudah dapat terlaksana dengan baik tetapi belum maksimal, tiap kelompok masih terfokus pada materi hasil diskusi elaborasi yang dipresentasikan kelompok masing-masing sehingga pada siklus I belum ada mahasiswa yang bertanya/menanggapi kelompok lain dari teks hasil konstruksi bersama yang dipresentasikan. Hasil pembelajaran menulis puisi pun belum memenuhi KKM 80. Berikut hasil kemampuan menulis puisi pada siklus I. Tabel 3. Hasil Kemampuan Menulis Puisi Siklus 1 Nama Jumlah = 64 Nilai Puisi Mahasiswa Per Aspek Dik GB Cit Rim Total 361:17 = 21,6 jika dimodifikasi = 79, yang memenuhi ketuntasan 25% Dari siklus I diketahui bahwa nilai rata-rata 21,6 atau 79 dan secara klasikal mahasiswa yang memenuhi KKM dalam menulis puisi baru 25% sehingga dilanjutkan pada tindakan siklus II. Kelemahan-kelemahan yang ditemukan pada siklus I, yaitu: kelompok ysng tidak melakukan presentasi tidak aktif menanggapi informasi yang disampaikan kelompok lain, puisi-puisi karya mahasiswa pada siklus I belum banyak yang menggunakan gaya bahasa dan citraan untuk mendukung makna dan keindahan puisi. Pembelajaran menulis puisi dengan model Pedagogi Genre pada siklus II mengangkat kekurangan yang ada pada pelaksanaan pembelajaran siklus I tersebut. Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Siklus II Penerapan pedagogi genre dalam pembelajaran puisi siklus II dilaksanakan pada Selasa, 9 & 23 Mei 2022 pukul 09. 20 Ae 11. 00 WIB. Tahap pertama. Tahap Perencanaan. Pada tahap perencanaan dilakukan persiapan pembelajaran puisi, mencakup: . penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai tahapan model pembelajaran pedagogi genre . menyusun materi pembelajaran puisi, . menyusun tugas yang harus dikerjakan mahasiswa, . menyiapkan pedoman pengamatan aktivitas mahasiswa, dan . menyiapkan pedoman penilaian proses Tahap kedua. Tahap pelaksanaan. Pada tahap ini dosen menyiapkan pembelajaran baik secara fisik maupun psikis, memberi motivasi belajar, menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan beserta tahap-tahapnya, menyampaikan penilaian selama proses pembelajaran. Dosen membagi mahasiswa ke dalam tiga kelompok, tiap kelompok terdiri atas 5-6 mahasiswa dengan kemampuan yang beragam. ada yg kemampuannya bagus, sedang, dan kurang agar terjadi scaffolding/ perancah yang bermakna dalam kolaborasi tiap kelompok. Model teks puisi yang dielaborasi dan dipelajari, dibuat berbeda dengan siklus I namun masih mempelajari tentang puisi lama, puisi modern, dan puisi kontemporer agar diperoleh pemahaman yang mendalam perbedaan corak ketiga periodisasi puisi tersebut. Kelompok yang pada siklus I mempelajari puisi lama, pada siklus ke II mempelajari puisi kontemporer. Yang semula mempelajari puisi kontemporer, pada siklus II mempelajari puisi baru/modern. Yg semula mempelajari puisi modern, pada siklus II mempelajari puisi lama. Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, mahasiswa diminta mencermati model puisi yang disampaikan. Mahasiswa per kelompok diminta berdiskusi dan melakukan elaborasi, mencari pengetahuan dan pemahaman lebih mendalam tentang puisi . esuai model teks puisi yang diberikan pada tiap kelompo. secara kolaboratif dari berbagai sumber yang valid dengan berselancar menggunakan smartphone masing-masing. Tahap ketiga, pengamatan/observasi. Pengamatan dilakukan melalui kolaborasi peneliti dengan dosen PBSI lainnya. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran: mahasiswa tampak lebih aktif dalam berdiskusi dan melakukan elaborasi dengan memanfaatkan berbagai sumber yang valid yang bisa direferen. Komunikasi antarmahasiswa dalam tiap kelompok cukup harmonis. Dosen secara periodik mengamati perkembangan pembelajaran per kelompok dan menanyakan kesulitan/hambatan yang ditemui. Selama itu tidak ada kendala yang berarti. Rata-rata mahasiswa mengalami kendala pada penggunaan internet yang kurang lancar. Mereka menyiasati kendala tersebut dengan mereferen buku yang telah dipersiapkan oleh tiap kelompok atau mencari sumber yang relevan dari perpustakaan. Sifat kolaboratif dan kebersamaan dalam mengonstruksi-bersama teks puisi yang hendak dipresentasikan tampak dengan jelas. Mereka berupaya secara aktif agar dapat menghadirkan puisi sesuai dengan tugas yang diberikan, dengan penuh kemandirian. Dosen memantau terus perkembangan belajar mahasiswa dan menanyakan kesulitan yang dihadapi mahasiswa, menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan mahasiswa dengan penuh keramahan dan berusaha terus-menerus memberikan motivasi kepada mahasiswa. Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Ketika waktu pelaksanaan diskusi elaborasi kurang 10 menit, dosen menyampaikan informasi tersebut. Tepat ketika waktu berdiskusi elaborasi selesai, semua kelompok telah siap dengan teks puisi yang hendak dipesentasikan. Ketika kelompok I selesai membacakan puisi hasil mengonstruksi-bersama, waktu perkuliahan berakhiar. Oleh karena itu, aktivitas presentasi dan diskusi dilaksanakan satu minggu berikutnya, yaitu tanggal 23 Mei 2022. Keempat Tahap Refleksi, bahwa pada akhir kegiatan pembelajaran siklus II proses pembelajaran sudah dapat terlaksana dengan baik, mahasiswa semakin aktif dalam berdiskusi dan berelaborasi, tercipta kolaborasi dan kemandirian dalam belajar, komunikasi atarmahasiswa terjalin secara harmonis, terjadi perancah yang bermakna. Ketika tahap mengonstruksi-bersama usai, tiaptiap kelompok siap dengan teks puisi yang hendak disampaikan. Ketika diadakan presentasi per kelompok, kelompok peserta aktif bertanya/menanggapi puisi yang disampaikan presenter . iap kelompok diwakili 2 mahasisw. Kelompok yang dituju berusaha menjawab/menanggapi pertanyaan/komentar kelompok lain hingga kelompok penanya/penanggap merasa puas dengan jawaban kelompok presenter. Demikian seterusnya hingga semua wakil tiap kelompok maju mempresentasikan hasil mengonstruksi-bersama. Walaupun tiap kelompok diwakili 2 mahasiswa yang maju, semua anggota kelompok memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu turut memikirkan tanggapan/pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. Kelompok presenter yang tidak maju dan ingin menjawab, cukup pengangkat tangan lalu berdiri menyampaikan jawaban atau tanggapannya. Pada tahap mengonstruksi-bersama juga diikuti kegiatan presentasi untuk meningkatkan pula keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, yaitu berbicara. Dengan demikian, mahasiswa menjadi termotivasi untuk mengekspresikan kemampuan diri melalui puisi karya bersama . erdasarkan mode. dan berbicara berdasarkan hasil diskusi dan elaborasi. Demikian seterusnya hingga pembelajaran selesai dan dosen merefleksi serta mengevaluasi berlangsungnya pembelajaran, menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya, dan menutup Pada penerapan model Pedagogi Genre siklus II diperoleh hasil pembelajaran menulis puisi sebagai berikut. Nama Tabel 4. Hasil Kemampuan Menulis Puisi Siklus II Nilai Puisi Mahasiswa Per Aspek Total KM KT Dik GB Cit Rim Am Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Jumlah= 68 447:17= 26,2 jika dimodifikasi = AB, memenuhi ketuntasan 88,2% Dari siklus II diketahui bahwa nilai rata-rata mahasiswa 26,2 jika dimodifikasi ke sistem penilaian di Unwidha, nilai berada pada kisaran 80 Ae 89, dalam kategori nilai AB. Mahasiswa yang memenuhi KKM dalam menulis puisi mencapai 88,2 % sehingga pembelajaran dinyatakan tuntas. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pembelajaran puisi dengan model Pedagogi Genre pada mahasiswa PBSI dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan model pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada mahasiswa dapat menumbuhkan semangat belajar, menumbuhkan rasa senang mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran sehingga mahasiswa menjadi aktif, kreatif dan bersemangat dalam melaksanakan pembelajaran, tidak merasa bosan/jenuh. Dosen melakukan supervisi, sebagai motivator dan fasilitator yang berpartisipasi aktif di dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan lancar dan hasil pembelajaran meningkat secara optimal. Di Era digital sekarang ini sebagian besar mahasiswa belum memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran. Sebagian mahasiswa masih memanfaatkan berbagai aplikasi di smartphone untuk hal-hal yang kurang mendukung pembelajaran, seperti bermain games online, mendengarkan musik, melihat film, bahkan ada yang melakukan cyber crime. Oleh karena itu, perlu dikondisikan agar penggunaan smartphone dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam belajar melalui berbagai strategi yang sesuai dengan materi ajar dan karakteristik mahasiswa yang diajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Lisdwiana . bahwa penggunaan youtube sebagai media pembelajaran menulis puisi merupakan upaya dosen dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang berkualitas serta mencapai tujuan mata kuliah menulis puisi di perguruan tinggi. Penerapan model pembelajaran Pedagogi Genre mampu memotivasi mahasiswa memanfaatkan smartphone untuk meningkatkan pengetahuan tentang puisi dan kemampuan mahasiswa dalam berpuisi. Meningkatnya pengetahuan diketahui manakala berada di tahap mengonstruksi-bersama mahasiswa aktif berdiskusi berelaborasi dan dalam tahapan tersebut terjadi scaffolding/perancah yang bermakna dengan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber baik dari buku maupun dari smartphone. Dari media buku dan smartphone mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang model puisi yang disampaikan sehingga bisa mengkonstruksi-bersama teks puisi sesuai model yang disajikan dengan lancar dan dapat memperoleh berbagai informasi penting tentang kategori puisi model. Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Dalam menulis puisi, mahasiswa juga sudah memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhi keindahan puisi, seperti gaya bahasa, imaji, dan rima sehingga selain karya puisi yang dihasilkan bermakna, juga memenuhi unsur estetika puisi. Hal ini bisa diketahui dari hasil penelitian berturut turut dari masa prasiklus, siklus I, hingga siklus II. Pada masa prasiklus nilai rata-rata mahasiswa dalam menulis puisi 72, belum ada mahasiswa yang mencapai KKM=80 jadi tingkat ketuntasan masa prasiklus 0%. Pada siklus I kemamppuan menulis puisi mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 79, yang memenuhi ketuntasan 25% sedangkan pada siklus II kemampuan tersebut mengalami peningkatan lagi hingga nilai rata-rata 85 lebih . Ae . jika dimodifikasi ke dalam penilaian di Unwidha, bernilai AB, persentase ketuntasan klasikal mencapai Hal itu sejalan dengan penelitian Yulistio & Fhitri . bahwa model pembelajaran Pedagogi Genre. Saintifik, dan CLIL dapat meningkatkan proses dan hasil menulis cerpen pada siswa kelas XI IPA-C SMAN 2 Kota Bengkulu. Pada siklus I nilai rerata siswa 70,21 dengan kategori baik dan pada hasil pembelajaran pada siklus II meningkat dengan rerata sebesar 80,14 dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa: disiplin, bertanggung jawab, kerjasama dan mandiri dengan kategori cukup aktif pada siklus I meningkat menjadi sangat aktif pada siklus II dalam materi pembelajaran mendeskripsikan struktur teks, nilai-nilai kehidupan, dan struktur pembangun Berikut strategi dosen sebelum model pembelajaran diterapkan: pada tahap membangun konteks, langkah-langkah model pembelajaran Pedagogi Genre sudah dijelaskan secara memadai sehingga penerapan model tersebut dalam pembelajaran dapat berjalan lancar pada tiap tahapan Berkenaan dengan hal itu, dapat dipetik hikmah bahwa langkah-langkah pembelajaran inovatif yang akan diterapkan perlu disampaikan secara runtut dengan sejelasjelasnya agar proses dan hasil pembelajaran meningkat secara optimal. Dalam proses pembelajaran, dosen perlu melakukan supervisi yang senantiasi memotivasi, mengarahkan mahasiswa agar mengetahui hambatan atau kesulitan yang dihadapi mahasiswa dan dapat memberi bantuan/arahan kepada mahasiswa yang memerlukan arahan sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar, hasil belajar bisa tercapai dengan optimal. Simpulan Penerapan model Pedagogi Genre dalam pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa PBSI dapat meningkatkan proses dan hasil belajar menulis puisi. Sebelum diterapkan model pembelajaran tersebut . asa prasiklu. , keaktifan dan kekreatifan mahasiswa dalam pembelajaran menulis puisi masih dalam kategori kurang, baik dalam proses maupun hasil pembelajaran, kemampuan menulispuisi belum mencapai KKM=80. Setelah diterapkan model pembelajaran pedagogi genre dalam dua siklus, hasil penelitian menunjukkan: keaktifan dan kekreatifan mahasiswa meningkat dalam proses pembelajaran: tercipta suasana gembira dalam melaksanakan setiap tahapan pembelajaran terutama pada tahapan mengonstruksi-bersama, terjadi sfaffolding yang bermakna, antarkelompok terjadi komunikasi yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran, nilai rata-rata mahasiswa 26,2 jika dimodifikasi ke sistem penilaian di Unwidha berada pada kisaran 80 Ae 89, dalam kategori nilai AB. Sukini Sukini. Bayu Indaryanto. Abdul Rozak: Penerapan Model Pedagogi Genre dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Mahasiswa PBSI Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . Juli 2022 DOI: 10. 33603/deiksis. -ISSN 2355-6633, e-ISSN 2548-5. Persentase mahasiswa yang memenuhi KKM dalam menulis puisi mencapai 88,2 % dan pembelajaran tuntas. Pembelajaran menulis puisi dengan model Pedagogi Genre pada mahasiswa PBSI dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis puisi. Daftar Pustaka