EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH TSANAWIYAH Hartono. Heldy Ramadhan Putra Pembangunan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Email : tonoh6336@gmail. ABSTRAK Penerapan Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 15 Boyolali bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Penelitian ini dilakukan karena masih minimnya kajian terkait penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah, termasuk kesiapan guru yang membutuhkan pelatihan spesifik serta kurangnya pemahaman mendalam tentang respon siswa dan orang tua yang cenderung masih berpola pikir tradisional, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tiga aspek utama, yaitu kesiapan guru, pembelajaran berdiferensiasi, dan penyusunan perangkat Kesiapan Guru ditingkatkan melalui pelatihan dan workshop, yang berfokus pada pemahaman konsep Kurikulum Merdeka dan penerapan metode pembelajaran inovatif. Pembelajaran berdeferensiasi diterapkan dengan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dan minat, serta penggunaan metode yang bervariasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan menarik. Selain itu, perangkat pembelajaran disusun secara fleksibel, mencakup alur tujuan pembelajaran dan modul Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi kelas dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahawa penerapan atau implementasi kurikulum ini kurang maksimal disebabkan beberapa faktor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi atas beberapa masalah yang ditemukan agar implementasi kurikulum ini bisa lebih maksimal di Madrasah. Kata kunci: Kurikulum Merdeka, kesiapan Guru, pembelajaran berdeferensiasi, perangkat pembelajaran. ABSTRACT The implementation of Merdeka Curriculum at MTs Negeri 15 Boyolali aims to create a learning environment that is adaptive and oriented to student needs. This research was conducted because there is still a lack of studies related to the implementation of the Independent Curriculum in madrasas, including the readiness of teachers who require specific training and the lack of in-depth understanding of the responses of students and parents who tend to still have a traditional mindset, so this study aims to explore three main aspects, namely teacher readiness, differentiated learning, and preparation of learning tools. Teacher readiness is improved through training and workshops, which focus on understanding the concepts of Merdeka Curriculum and applying innovative learning methods. Differentiated learning is implemented by grouping students based on ability and interest, and using varied methods to create relevant and interesting learning In addition, learning tools are arranged flexibly, including the flow of learning objectives and teaching modules. This research uses qualitative methods, with data collection techniques of interviews, classroom observations and document studies. The results of this study show that the application or implementation of this curriculum is less than optimal due to several faktors. This research is expected to provide solutions Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational to some of the problems found so that the implementation of this curriculum can be maximized in Madrasah. Keywords: Independent Curriculum. Teacher readiness, differentiated learning, learning tools. PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu andalan untuk menyediakan sumber daya manusia yang baik. Sering kali, dalam konteks Indonesia, kebijakan dan kurikulum pendidikan berubah untuk memenuhi kebutuhan zaman dan perkembangan global (Ningsih et al. Zhang & Ma, 2. Perombakan terbesar dari sistem pendidikan di Indonesia adalah penerapan Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia (Damayanti et al. , 2023. Rani Oktavia et al. , 2. Kurikulum ini berfokus pada pembelajaran yang fleksibel, berbasis minat, dan berorientasi pada proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang idealnya akan mengembangkan kompetensi siswa secara holistik (Yunaini et al. , 22 C. ) . Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan keleluasaan bagi sekolah dan guru untuk mengembangkan program pembelajaran yang lebih relevan dan adaptif terhadap kebutuhan dan potensi siswa (Riyan Rizaldi & Fatimah, 2. Selain itu, kurikulum ini juga mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana siswa didorong untuk lebih aktif dan mandiri dalam mengeksplorasi materi pembelajaran (Noptario et al. , 2. Namun, meskipun kurikulum ini membawa banyak harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, implementasinya di lapangan tidak selalu berjalan mulus (Pakpahan et al. , 2023. Woodcock et al. , 2. Penerapan Kurikulum Merdeka bukan tanpa tantangan, meski menawarkan banyak peluang (Akbar et al. , 2. Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah dihadapkan pada permasalahan mulai dari masalah teknis sampai pada implementasinya pada proses pembelajaran. (Astuti et , 2. Fenomena ini tidak hanya terjadi di MTs Negeri 15 Boyolali yang menjadi obyek dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Juharyanto et al. dalam konteks penerapan kurikulum baru, kesiapan Guru dan dukungan infrastruktur menjadi kendala utama. Banyak sekolah yang belum siap dari segi sumber daya manusia untuk mengimplementasikan kurikulum yang menuntut kreativitas dan inovasi ini (Nurzen, 2. Hal ini juga terjadi di MTs Negeri 15 Boyolali, di mana ada beberapa masalah yang dihadapi Guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Masalah tersebut antara lain kurangnya pemahaman yang mendalam tentang konsep dan tujuan kurikulum merdeka. Kemudian kurang siapnya guru dan siswa dalam pembelajaran berderefensiasi serta kurangnya pemahanan tentang membuat konsep perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka. Dalam pelaksanaanya, ketiga hal tersebut adalah masalah yang paling menonjol. Lebih lanjut, studi yang dilakukan oleh Ta . menunjukkan bahwa sekolahsekolah yang menerapkan program baru sering kali mengalami kesulitan dalam mengadaptasi kurikulum dengan kebutuhan lokal dan konteks spesifik. Dalam kasus MTs Negeri 15 Boyolali, masalah adaptasi ini juga disebabkan oleh perbedaan latar belakang sosial dan budaya siswa yang beragam, sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan ritme yang sama. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Meskipun banyak penelitian telah membahas implementasi kurikulum baru, studi yang berfokus pada madrasah, khususnya di level MTs, masih sangat terbatas. Penelitian ini ingin mengisi kesenjangan tersebut dengan fokus pada implementasi Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 15 Boyolali, yang memiliki tantangan berbeda dari sekolah umum karena adanya muatan pendidikan agama. Dalam penelitian sebelumnya. Nuryanto et al. , . menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam memberikan pelatihan berkelanjutan bagi Guru agar mereka dapat mengadopsi kurikulum baru secara Urgensi dari penelitian ini terletak pada pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah, khususnya di tingkat MTs. MTs Negeri 15 Boyolali, sebagai salah satu madrasah yang mencoba mengimplementasikan kurikulum ini, menghadapi tantangan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang muncul serta solusi yang dapat diambil untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum tersebut. Beberapa gap yang mendasari penelitian ini dilakukan diantaranya . Kurangnya Studi tentang Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah: Sebagian besar penelitian yang ada berfokus pada penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah umum. Padahal, madrasah memiliki karakteristik unik, di mana terdapat integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan agama, . Minimnya Studi Empiris tentang Kesiapan Guru di Madrasah: Studi empiris yang mendalam mengenai kesiapan Guru madrasah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka masih sangat terbatas. Sebagian besar penelitian tentang kesiapan Guru berfokus pada sekolah umum, sementara madrasah memiliki kebutuhan pelatihan yang lebih spesifik, terutama terkait integrasi pendidikan agama dan umum. Fenomena Perbedaan Respon Siswa dan Orang Tua di Madrasah. Belum banyak penelitian yang mengeksplorasi secara detail bagaimana respon siswa dan orang tua di madrasah terhadap Kurikulum Merdeka. Pola pikir orang tua tentang pendidikan sering kali masih tradisional, sehingga perlu studi lebih lanjut tentang bagaimana keterlibatan orang tua dapat dioptimalkan dalam mendukung pembelajaran siswa. Dalam hal pemilihan objek. MTs Negeri 15 Boyolali dipilih karena belum adanya penelitian yang serupa di MTs Negeri 15 Boyolali, tempat strategis dan terjangkau oleh peneliti serta karena ingin tahu seberapa jauh Pelaksanaan Penerapan kurikulum Merdeka di MTs Negeri 15 Boyolali. Selain itu, pemilihan MTs Negeri 15 Boyolali sebagai objek penelitian juga memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya kajian tentang penerapan kurikulum baru di lembaga pendidikan keagamaan, yang belum banyak dieksplorasi dalam literatur. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi kritis terhadap penerapan Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 15 Boyolali dengan menggali problematika yang ada, menganalisis sejauh mana tingkat pemahaman Guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka, bagaimana menerapkan pembelajaran berdefernsiasi dalam kurikulum merdeka dan penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan di madrasah, khususnya terkait adaptasi kurikulum baru yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal dan ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian kualitatif yaitu penelitian penelitian dengan cara menafsirkan dan memahami kenyataan, fakta dan makna yang relevan secara mendalam (Raco, 2. Secara garis besar penelitian kualitatif tidak dihasilkan melalui kuantifikasi, perhitungan, statistik atau cara-cara yang berhubungan dengan angka, tetapi berupa kata kata atau data deskriptif dari responden maupun sumber- sumber yang relevan (Creswell,n. Sedangkan penelitian kualitatif menurut (Olsson, 2. ialah penelitian yang tujuannya untuk menafsirkan suatu kondisi dengan cara mendeskripsikan secara mendalam dan rinci mengenai suatu masalah yang alami mengenai apa yang terjadi pada sebuah studi lapangan. Penelitian kualitatif menekankan ada kualitas bukan kuantitas dan data-data yang dikumpulkan bukan dari kuisioner melainkan berasal dari wawancara, observasi langsung dan dokumen resmi yang terkait lainnya. Penelitian kualitatif juga lebih mementingkan segi proses daripada hasil yang didapat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru-guru yang bertugas dan juga Kepala Sekolah di MTs Negeri 15 Boyolali. Selain melalui wawancara dengan informan, penelitian ini juga mengumpulkan pendapat dari ahli yang diperoleh melalui tulisan ilmiah sebagai sumber utama. Dengan demikian, dalam bagian hasil dan pembahasan, tim peneliti dapat mengembangkan sudut pandang yang komprehensif mengenai tema penerapan kurikulum merdeka di Madrasah Tsanawiyah. Proses analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga tahap: reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan HASIL DAN PEMBAHASAN Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan kurikulum merdeka, salah satu diantaranya adalah kesiapan guru. Kesiapan Guru memainkan peran penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum. Guru yang dipersiapkan dengan baik akan lebih mudah memahami struktur, tujuan, dan hasil dari sebuah kurikulum serta menyelaraskan strategi pengajaran mereka dengan tujuan-tujuan tersebut (Hadisaputra et al. , 2. Tanpa persiapan yang baik, kurikulum yang dirancang dengan baik sekalipun dapat gagal mencapai hasil yang diharapkan (Poedjiastutie et al. , 2. Hal ini dikarenakan Guru berperan sebagai jembatan antara kurikulum dan siswa, menerjemahkan konten kurikulum ke dalam pengalaman belajar. Oleh karena itu, pemahaman mereka tentang materi pelajaran dan pedagogi sangat penting untuk penyampaian yang efektif. Faktor kesiapan Guru ini meliputi . Pemahaman mendalam tentang konsep kurikulum merdeka. Konsep kurikulum merdeka sama dengan pendidikan humanistic yang menekankan pada kebebasan, pilihan, kepekaan dan tanggung jawab peserta didik. Pendidikan humanistic menerapkan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian peserta didik, dan berfokus pada potensinya untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka miliki (Ikhwanul Muslimin, 2. Pembelajaran berdeferensiasi dalam kurikulum merdeka. Pembelajaran berdiferensiasi (Tomlinson, 2. adalah upaya untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar masingmasing siswa. Dalam istilah lain, pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan logis . ommon sens. yang dibuat oleh Guru dengan fokus pada kebutuhan . penysusunan perangkat pembelajaran oleh Guru. Penyusunan perangkat pembelajaran dalam program merdeka belajar dilakukan dengan tujuan untuk Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational menghasilkan produk perangkat pembelajaran yang baik, sesuai dengan langkah-langkah pada model pengembangan (Ermida, 2019. Nasution, 2022. Ndiung & Menggo, 2. Penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan Media dan Sumber belajar. Perangkat Penilaian, dan Skenario pembelajaran (Masitah. Selain pengetahuan konten, persiapan Guru juga membekali para pendidik dengan keterampilan pedagogis yang diperlukan untuk menyesuaikan kurikulum dengan gaya belajar dan pengaturan kelas yang berbeda. Guru harus mampu melibatkan siswa yang beragam, menangani berbagai tingkat pengetahuan sebelumnya, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif (Langelaan et al. , 2. Persiapan ini juga mempengaruhi kemampuan Guru untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum secara kritis. Guru yang dipersiapkan dengan baik dapat menilai apakah kurikulum tersebut memenuhi kebutuhan siswa, mengidentifikasi bidang-bidang yang memerlukan adaptasi, dan memberikan umpan balik untuk revisi di masa mendatang. (Brown et al. Guru yang secara aktif terlibat dalam proses pengembangan atau perbaikan kurikulum sering kali menunjukkan investasi yang lebih besar dalam keberhasilan implementasi kurikulum. Pendekatan partisipatif dalam manajemen kurikulum ini memastikan bahwa Guru tidak hanya mengikuti pedoman, namun juga berkontribusi dalam membuat kurikulum menjadi lebih efektif. (Heikkily, 2. Faktor kedua adalah kesiapan sarana dan prasarana. Peralatan berkualitas di dalam kelas serta fasilitas yang terpelihara dengan baik . uang kelas modern, laboratorium, perpustakaa. dapat membantu siswa untuk lebih terlibat dengan materi pembelajaran Sumber daya teknologi, termasuk komputer dan perangkat keras lainnya, serta proyektor dan papan tulis interaktif di ruang kelas sendiri dapat membantu mendukung penyampaian pelajaran yang dinamis dan melibatkan siswa dalam pengalaman belajar interaktif yang melampaui cara-cara tradisional yang biasa dilakukan Guru sebelumnya. (Herawati et al. , 2. Dari gambaran faktor yang mempengaruhi penerapan kurikulum merdeka diatas kemudian menjadi temuan masalah atau problem yang terjadi dilapangan dalam implementasi kurikulum merdeka. Secara garis besar dapat dirinci sebagai berikut: Kurangnya Pemahaman mendalam tentang konsep kurikulum merdeka. Kurangnya pemahaman Guru tentang konsep Kurikulum Merdeka menjadi tantangan signifikan dalam penerapannya di MTs Negeri 15 Boyolali. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait isu ini adalah: Aspek Pengetahuan Banyak Guru yang belum sepenuhnya memahami dasar-dasar dan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, seperti fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan berfokus pada siswa. Tanpa pemahaman yang kuat. Guru kesulitan menerjemahkan teori ke dalam praktik pembelajaran yang efektif. Pelatihan yang Tidak Memadai Pelatihan yang tersedia sering kali tidak cukup mendalam atau terfokus, sehingga Guru tidak mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kurikulum dan kesulitan dalam menerapkan konsep yang telah dipelajari di kelas. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Resistensi terhadap Perubahan Guru yang terbiasa dengan metode tradisional mungkin merasa sulit untuk beradaptasi dengan pendekatan baru yang ditawarkan oleh Kurikulum Merdeka. Dampak terhadap Pembelajaran Kekurangpahaman ini dapat menyebabkan pembelajaran yang tidak efektif, di mana siswa tidak mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Sehingga ketika Guru tidak dapat menerapkan konsep dengan baik, siswa mungkin kehilangan minat dan motivasi untuk belajar. Penerapan deferensiasi pembelajaran yang belum sepenuhnya mampu dilakukan oleh beberapa Guru. Dari hasil observasi lapangan kurangnya kemampuan Guru dalam menerapkan pembelajaran berdeferensiasi di MTs Negeri 15 Boyolali dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah analisis mengenai tantangan tersebut: Kurangnya Pemahaman Konsep Banyak Guru mungkin belum sepenuhnya memahami apa itu pembelajaran berdeferensiasi, termasuk prinsip dan strategi yang harus diterapkan. Keterbatasan Keterampilan Praktis Sebagian besar Guru mengalami kesulitan dalam mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan dan gaya belajar memerlukan karena harus melalui tahab observasi yang cermat, yang bisa jadi menantang bagi Guru yang tidak Guru kurang memiliki keterampilan untuk merancang kegiatan yang sesuai dengan beragam kebutuhan siswa, seperti tugas yang bervariasi berdasarkan kemampuan dan minat. Waktu dan Sumber Daya yang Terbatas Guru sering kali dihadapkan pada banyak tugas administratif dan pengajaran, sehingga sulit untuk merancang pembelajaran yang berdeferensiasi. Minimnya akses ke materi pembelajaran yang beragam dan alat bantu mengajar yang mendukung pembelajaran berdeferensiasi juga menjadi kendala. Kurangnya kemampuan pembuatan modul ajar sesuai dengan kurikulum Kurangnya kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 15 Boyolali dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain Kurangnya Pemahaman tentang Kurikulum Merdeka Konsep yang Belum Jelas: Banyak Guru yang masih belum sepenuhnya memahami prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berbasis proyek, penilaian autentik, dan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan siswa yang mengakibatkan kesulitan menerjemahkan konsep-konsep tersebut ke dalam perangkat pembelajaran yang konkret. Fleksibilitas: Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan dalam pembelajaran, namun hal ini juga bisa membingungkan guru dalam menentukan pendekatan dan strategi yang paling tepat. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Perbedaan Kebutuhan Siswa: Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Menyesuaikan modul untuk memenuhi kebutuhan semua siswa bisa menjadi KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang baik mengenai konsep Kurikulum Merdeka sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Negeri 15 Boyolali. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa banyak guru masih kurang memahami prinsip-prinsip dasar kurikulum, yang berdampak negatif pada pelaksanaan pembelajaran berdeferensiasi dan penyusunan modul ajar. Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang fleksibel dan adaptif sesuai dengan kebutuhan siswa, namun tantangan dalam hal pengetahuan dan keterampilan menghambat efektivitas implementasinya. Solusi untuk masalah yang di hadapi : Pelatihan dan Pengembangan Profesional Mengadakan pelatihan rutin dan berkelanjutan yang fokus pada konsep Kurikulum Merdeka, strategi pembelajaran berdeferensiasi, dan teknik penyusunan modul ajar. Pelatihan ini harus melibatkan praktek langsung agar guru dapat lebih mudah memahami dan menerapkan materi. Mentoring dan Kolaborasi Membentuk program mentoring di mana guru yang lebih berpengalaman dapat memberikan bimbingan kepada rekan-rekan mereka. Selain itu, mendorong kolaborasi antar guru untuk saling berbagi ide dan sumber daya dalam menyusun modul ajar dan menerapkan pembelajaran berdeferensiasi. Penyediaan Sumber Daya Menyediakan akses ke materi pembelajaran, panduan, dan contoh modul ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Ini akan membantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang lebih efektif. Evaluasi dan Umpan Balik Melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran dan penyusunan modul ajar. Memberikan umpan balik yang konstruktif untuk membantu guru memperbaiki praktik mengajarnya. Dengan menerapkan solusi-solusi ini, diharapkan pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka dapat meningkat, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di MTs Negeri 15 Boyolali. DAFTAR PUSTAKA