STUDI ARAB: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab P-ISSN: 2086-9932 E-ISSN: 2502-616X Volume 10. Nomor 1 Juni 2019 Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Madrasah Ibtidaiyyah Fathi Hidayah. Riza Faishol Institut Agama Islam Ibrahimy Banyuwangi hidayahfathi@gmail. com, riezha09@iaiibrahimy. Received: April 13th 2019 Revised: May 25th 2019 Accepted: June 29th 2019 Abstrak: The method of learning Arabic continues to change from time to time. Teachers as producers of learning methods must always choose the right learning methods for their students. Arabic is not a sacred language used as a means to convey God's language, but Arabic can also be delivered in a pleasant packaging. The Islamic Elementary School as a basic level in learning Arabic must help create the impression that Arabic is a language that is fun and important to learn. The 2013 curriculum in Arabic subjects has facilitated teachers to design innovative and student-centered learning. This makes it easier for teachers to choose the latest learning models to deliver the material, one example is cooperative learning. This study aims to determine the effectiveness of the application of the Think Pair Share type of cooperative learning in Arabic subjects in The Islamic Elementary School. This learning model is used with the aim of improving student learning outcomes that have not yet reached the minimum completeness value. Keyword: think pair share type. Arabic language, learning outcomes Pendahuluan Bahasa Arab adalah salah bahasa asing yang sudah sejak lama dipelajari di Indonesia. Usia pembelajaran Bahasa Arab sendiri bersamaan dengan masuknya Islam di bumi Nusantara, apalagi dengan banyaknya pesantrenpesantren sebagai lembaga non-formal yang melestarikan perkembangan pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia. Indonesia dengan warga negara mayoritas Islam, tentunya mempunyai motivasi yang kuat untuk mempelajari Bahasa Arab karena sumber-sumber ajaran agama Islam sebagian besar berbahasa Arab, terutama Al QurAoan dan Hadis. ThuAoaimah . t:31-. menyebutkan bahwa motivasi utama seseorang belajar Bahasa Arab adalah karena motivasi agama, orang Islam mewajibkan dirinya belajar bahasa Arab karena Al QurAoan sebagai sumber ajaran utamanya berbahasa Arab, begitu juga Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 40 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 dengan Hadis. Selain dipelajari di lembaga non-formal. Bahasa Arab juga dipelajari di lembaga-lembaga formal terutama yang berlatar belakang pendidikan Islam (Madrasa. Kurikulum Madrasah sendiri dimulai sejak zaman Hindia Belanda, dengan adanya Staasblaad 1905 No. 550, yang menyatakan bahwa guru madrasah wajib mempunyai izin dari penguasa dan materi kurikulum harus dilaporkan kepada pemeritah Hindia Belanda. Pada masa Orde Baru, kurikulum Madrasah dimulai sejak dikeluarkannya keputusan Menteri Agama No. 52 Tahun 1971 yang melahirkan kurikulum Madrasah 1973 (Maksum,1999:. Sejak saat itu, kurikulum Madrasah di Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa, seperti kurikulum 1984, kurikulum 1994, kurikulum 2004, kurikulum 2006 dan terakhir kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mengacu pada pembelajaran saintifik dan mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan mata pelajaran Bahasa Arab masuk di dalam kurikulum ini. Menurut peraturan Keputusaan Menteri Agama RI nomor 165 tahun 2014 bahwa dalam rangka penjaminan mutu pendidikan pada madrasah agar sesuai dengan standar nasional pendidikan perlu Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Mata pelajaran Bahasa Arab yang tercantum dalam pedoman kurikulum ini mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyyah hingga Madrasah Aliyah. Pembelajaran bahasa arab dianggap penting diajarkan pada siswa Madrasah IbtidaAoiyah karena Bahasa Arab sangat erat hubungannya dengan agama secara luas, contoh untuk memahami arti dalam AlqurAoan, hadist dan bacaan dalam sholat, doAoa, dll, selain itu juga agar siswa dapat terbiasa mengenal, memahami baik secara tulisan maupun bacaan. Akan tetapi di sisi lain, pengajaran Bahasa Arab sampai saat ini masih dianggap rumit dan tidak menyenangkan. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi pengajaran Bahasa Arab seaakan rumit dan itu-itu saja, diantaranya adalah pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Kebanyakan guru masih menggunakan metode kaidah dan terjemah dalam menyampaikan materi Bahasa Arab. Al Khuli . menjuluki thariqah al qawaid wa al tarjamah/metode kaidan terjemah sebagai metode tradisional. Metode ini memang merupakan metode klasik dalam pembelajaran bahasa asing, yakni metode yang menekankan pada analisa tata bahasa, penghafalan kosakata, penerjemahan wacana, dan latihan menulis (Hermawan, 2014:. Kurikulum 2013 pembelajaran Bahasa Arab di MI yang notabene merupakan pembelajaran saintifik dan berpusat pada siswa tentunya menuntut guru untuk menjadi pembelajar yang inovatif. Menurut Azhar Arsyad . Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 41 metode pembelajaran bahasa asing inovatif yang dimaksud adalah metodemetode yang terkini pasca metode audio-lingual seperti suggestopedia, counselling learning, dan the silent way. Sementara itu. Abdul Wahab . menuturkan tentang metode pembelajaran Bahasa Arab ditinjau dari pendekatan yang dipilih menjadi, metode umum dan khusus, ditinjau dari karakteristik materi yang Metode pembelajaran Bahasa Arab juga bisa mengadopsi metodemetode pembelajaran klasik dan modern yang melahirkan metode pembelajaran alternative seperti contextual and creative teaching and learning (CCTL). Metode ini dipandang sebagai metode yang bisa dipilih oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Arab dalam format Kurikulum 2013 di Indonesia. Selanjutnya, peneliti mengumpulkan data tentang penyajian Bahasa Arab di MI. Data yang didapatkan berupa. pengajaran Bahasa Arab disajikan dengan mengajarkan teori yang terdapat pada buku teks, memberikan contohcontoh yang masih dianggap abstrak oleh siswa, dan memberikan latihan. Pembelajaran yang demikian menandakan bahwa proses pembelajaran masih didominasi oleh guru, dan hampir tidak ada interaksi antar siswa. Dengan kata lain di sini siswa menjadi subjek pasif dalam mengikuti apa yang disampaikan guru, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa ada respon dari siswa untuk mengajukan pertanyaan. Padahal, menurut Kurikulum 2013 pembelajaran Bahasa Arab harus disajikan dengan penyampaikan yang melibatkan siswa. MI Salafiyah 2 Setail Genteng Banyuwangi tempat peneliti melakukan observasi pada tanggal 21 Maret 2019 pada mata pelajaran Bahasa Arab, pembelajaran dilaksanakan dengan metode ceramah dan terjemah. Pengenalan kosakata bahasa Arab disampaikan dengan cara menuliskan mufrodat di papan tulis yag kemudian ditulis kembali oleh siswa. Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode tersebut juga tidak dianggap efektif. Hal tersebut dikarenakan masih banyak siswa yang kurang bisa menyerap dengan sempurna pembelajaran Bahasa Arab, sehingga minat dan motivasi siswa terhadap hasil belajar tidak begitu menggembirakan. Akibatnya sebagian besar siswa masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau dengan kata lain hasil belajar siswa masih rendah. Berdasarkan data tersebut, peneliti mencoba untuk menerapkan salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu Think Pair Share. Menurut Zubaedi . 1: . pembelajaran kooperatif model Think Pair Share merupakan model yang di rancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan efektif meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Arab khususnya dalam penguasaan mufrodat siswa Madrasah Ibtidaiyyah. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 42 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 Kajian Teori Teori Model Think Pair Share Dalam penelitian ini metode pembelajaran yang digunakan adalah berupa model Think Pair Share. Berikut akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan pengertian, langkah-langkah penggunaan, serta kelebihan dan kelemahan dari Think Pair Share. Pengertian Think Pair Share Pertama Thinking, pembelajaran ini diawali dengan pelajaran yang bertujuan untuk dipikirkan oleh peserta didik. Guru memberi kesempatan kepada mereka memikirkan jawabannya. Kedua adalah Pairing, pada tahap ini guru meminta peserta didik berpasangan-pasangan. Beri kesempatan kepada pasangan-pasanagan itu untuk berdiskusi. Diharapkan diskusi ini dapat memperdalam makna dari jawaban yang telah dipikirkannya dengan Ketiga adalah Sharing, hasil diskusi dari tiap-tiap pasangan hasilnya Model pembelajaran Think Pair Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model ini mengedepankan siswa untuk berperan aktif bersama dengan teman kelompoknya dengan cara berdiskusi untuk memecahkan suatu permasalahan. Menurut Frank Lyman sebagaimana dikutip oleh Arends . Think Pair Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membentuk variasi suasana diskusi kelas. Model pembelajaran Think Pair Share merupakan salah satu model pembelajaran yang jarang di terapkan oleh guru di dalam kelas. Menurut Ibrahim . 0: . langkah-langkah Think Pair Share ada tiga yaitu: Berpikir (Thinkin. , berpasangan (Pairin. , dan berbagi (Sharin. , berikut Thinking . Kegiatan pertama dalam Think Pair Share siswa diminta berfikir secara mandiri mengenai pertanyaan atau masalah yang diajukan. Pada tahapan ini siswa menuliskan jawaban mereka karena guru tidak dapat memantau semua jawaban siswa sehingga melalui catatan tersebut guru dapat mengetahui jawaban yang harus diperbaiki atau diluruskan diakhir Dalam menentukan batasan waktu untuk tahapan ini, guru harus mempertimbangkan kemampuan dasar siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan, serta jadwal pembelajaran untuk setiap kali Pada tahap think ini mempunyai kelebihan dimana adanya Authink timeAy atau waktu berfikir yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir mengenai jawaban mereka sebelum pertanyaan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 43 tersebut dijawab oleh siswa lain. Selain itu guru dapat mengurangi masalah dari adanya siswa yang mengobrol, karena setiap kali siswa memiliki tugas untuk dikerjakan sendiri. Pairing . Pada tahap ini guru meminta siswa duduk berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah difikirkannya pada tahap pertama sehingga dapat saling bertukar pikiran. Setiap pasangan saling berdiskusi mengenai hasil jawaban mereka sebelumnya sehingga hasil akhir yang didapat menjadi setingkat lebih baik, karena siswa mendapat tambahan informasi dan metodologi pemecahan masalah yang lain. Pada tahap ini, tidaklah diharuskan bahwa ada dua orang siswa untuk setiap Langkah ini dapat berkembang dengan meminta pasangan lain untuk membentuk kelompok berempat dengan tujuan memperkaya pemikiran mereka sebelum berbagi dengan kelompok yang lebih besar . Sharing . Pada tahap akhir guru meminta kepada pasangan untuk berbagi jawaban dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka diskusikan. Tahap ini merupakan tahap penyempurnaan tahap-tahap sebelumnya, dalam arti menolong agar semua kelompok berakhir pada titik yang Kelompok yang belum menyelesaikan permasalahannya diharapkan menjadi lebih memahami pemecahan masalah yang diberikan berdasarkan penjelasan kelompok yang lain. Hal ini juga agar siswa benar- benar mengerti ketika guru memberikan koreksi maupun penguatan diakhir pembelajaran. Kegiatan Auberpikir, berpasangan, berbagiAy dalam model Think Pair Share memberikan keuntungan yaitu siswa secara individu dapat mengembangkan pemikirannya masing-masing dan siswa mampu bekerjasama dengan kelompok kecil maupun kelompok besar . Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share menurut Trianto . adalah sebagai berikut : Langkah 1 : Berpikir (Thinkin. Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta peserta didik menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri jawaban atau masalah. Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian berpikir. Langkah 2 : Berpasangan (Pairin. Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 44 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan. Langkah 3 : Berbagi (Sharin. Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan. Berdasarkan pendapat beberapa ahli tersebut, maka langkah Ae langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dapat disimpulkan sebagai Langkah ke 1: Guru menyampaikan pertanyaan Aktifitas: Guru melakukan apersepsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menyampaikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikan. Peserta didik berpikir secara individual Langkah ke 2: Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik Aktifitas: untuk memikirkan jawaban dari permasalahan yang disampaikan guru. Langkah ini dapat dikembangkan dengan meminta peserta didik untuk menuliskan hasil pemikiranyya masing-masing. Setiap peserta didik mendiskusikan hasil pemikiran Langkah ke 3: masing-masing dengan pasangan Aktifitas: Guru mengorganisasikan peserta didik untuk berpasangan dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mendiskusikan jawaban yang menurut mereka paling benar atau paling meyakinkan. Guru memotivasi peserta didik untuk aktif dalam kerja Pelaksanaan model ini dapat dilengkapi dengan LKS sehingga kumpulan soal latihan atau pertanyaan yang dikerjakan secara kelompok. Langkah ke 4: Peserta didik berbagi jawaban dengan seluruh kelas Aktifitas: Peserta didik mempresentasikan jawaban atau pemecahan masalah secara individual atau kelompok didepan kelas. Langkah ke 5: Menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah Aktifitas: Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 45 atau evaluasi terhadap hasil pemecahan masalah yang telah mereka diskusikan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode yang yang digunakan peneliti adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperime. AuMetode penelitian kuantitatif merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan kesimpulan agar dapat memahami, menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan keadaanAy Syamsuddin dan Damayanti . Adapun pelaksanaan quasi eksperimen ini dilakukan dengan menggunakan desain Aupretest posttest one group design. Penulis menggunakan design penelitian ini karena dirasa cocok dengan judul penelitian yang diambil. Menarik kesimpulan dari pendapat Arikunto bahwa penulis memberikan tes awal . pada peserta didik untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dimiliki peserta didik mengenai pembelajaran menyunting teks negosiasi berfokus pada penggunaan kaidah struktur kalimat efektif. Setelah diberikan tes awal, peneliti melakukan eksperimen dengan memberikan perlakuan model pembelajaran Think Pair Share Selain itu, penelitipun juga memberikan lembar kerja siswa (LKS) yang dilaksanakan secara berkelompok agar siswa mendapat gambaran mengenai pembelajaran yag berlangsung. Tindakan akhir yang dilkukan peneliti adalah dengan memerikan tes akhir . tujuannya untuk mendapatkan perbandingan data dari tes awal . ke tes akhir . Berikut rancangan the one group pretest-posttest design. Berikut model Tes awal-tes akhir kelompok tunggal (The one group pretestposttest desig. The one group pretest-posttest design O1 X O 2 Sumber: Syamsuddin dan Damayanti . O1 = Nilai pretest . ebelum diberi perlakua. X = Perlakuan (Treatmen. O2 = Nilai post-test . etelah diberi perlakua. Paradigma desain penelitian ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Penelitian ini mengambil lokasi di MI Salafiyah 2 Setail Genteng Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 46 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 Banyuwangi dengan subjek penelitian siswa kelas V berjumlah 21 siswa. Materi yang diajarkan menggunakan model Think Pair Share adalah materi AUoe A. Hasil Penelitian Deskripsi Data Hasil Pretest dan Postest Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dari pretest dan postest memberikan gambaran pengaruh penerapan model Think Pair Share pada pembelajaran bahasa arab materi di Kantin. Berdasarkan data pretest dan postest tersebut maka diperoleh data peningkatan . kemampuan siswa. Deskripsi data pretest, postest dan peningkatan . dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 21. Data Pretest Data pretest memberikan gambaran kemampuan awal siswa sebelum memperoleh perlakuan. Data hasil pretest kelas eksperimen diperlihatkan pada 1 berikut: Tabel 4. 1 Data Hasil Pretest Siswa Pretest Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 47 Dari data hasil pretest siswa yang disajikan pada tabel di atas. Dapat dibuat deskripsi data berkaitan dengan data tersebut yang disajikan pada tabel Tabel 4. 2 Deskripsi Data Pretest Berdasarkan Kelas Keterangan Hasil Pretest Jumlah Sampel Skor minimum Skor maksimum Jangkauan Rata-rata 72,85 Standar deviasi 10,07 Dari tabel 4. 2 dapat dijelaskan bahwa, dengan jumlah sampel 21 diperolah skor terendah 55 dan skor tertinggi 85dan diperoleh rata-rata sebesar 72,85 dengan standar deviasi 10,07. Data Posttest Data postest memberikan gambaran kemampuan akhir siswa setelah penerapan model think pair share . Data postest ini diperoleh dari tes tertulis dengan jenis tes dan jumlah soal sama seperti pada pretest. Data hasil postest disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4. 3 Data Hasil Postest Siswa No. Absen Pretest Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 48 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 Dari data hasil postest di atas di analisis data dan diperoleh data skor minimal, skor maksimal, jangkauan, rata-rata, dan standar deviasi yang disajikan pada tabel berikut: Tabel 4. 4 Deskripsi Data Postest Berdasarkan Kelas Keterangan Hasil Postest Jumlah Sampel Skor minimum Skor maksimum Jangkauan Rata-rata 88,09 Standar deviasi 9,93 Dari tabel 4. 3 dapat dijelaskan bahwa, dengan jumlah sampel 21 diperoleh skor terendah 65 dan skor tertinggi 100 dan diperoleh rata-rata sebesar 88,09 dengan standar deviasi 9,93. Analisis Data Analisis data penelitian dimaksudkan untuk mengetahui data-data kuantitatif yang telah diperoleh selama penelitian. Adapun langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Uji Validitas Sebelum soal digunakan untuk penelitian, soal di uji coba terlebih dahulu pada siswa MI An-Nidhom Kebunrejo Kelas V sebanyak 30 siswa. Pertanyaan dalam soal tersebut berupa pertanyaan jawaban pilihan ganda dengan skor untuk soal benar 1 dan soal salah 0. Selanjutnya hasil skor soal di tabulasi dan digunakan untuk uji validitas. Uji validitas menggunakan rumus pearson product moment menggunakan program komputer SPSS 21. Soal dinyatakan valid apabila nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel. Dalam hal ini r tabel dilihat pada jumlah sampel 30 sehingga df=30 menghasilkan r tabel 0. 361 dan taraf signifikasinya harus <0,05. Berikut ini Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 49 disajikan hasil uji validitas dengan 25 item soal yang diujicobakan pada 30 siswa sebagai berikut: Tabel 4. 5 Hasil Uji Validitas Item r hitung r tabel Keterangan Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Sumber: Hasil pengolahan SPSS 21. Interpretasi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Cukup Tinggi Cukup Cukup Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Cukup Tinggi SangatTinggi SangatTingg Rendah Cukup Berdasarkan tabel di atas, dari uji validitas terhadap item soal instrumen yang berjumlah 25 soal yang diujikan terdapat lima item soal yang tidak valid. Item soal yang tidak valid adalah item soal nomor 4, 15, 17, 18 dan 24. Untuk item soal yang tidak valid, maka peneliti membuang soal-soal tersebut. Untuk item soal yang valid digunakan untuk pretest dan postest. Uji Reliabilitas Berdasarkan hasil perhitungan nilai r alpha adalah 0, 914 yang berarti r alpha lebih dari 0,8. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian dinyatakan reliabel. Berdasarkan kriteria kualitas butir soal, soal Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 50 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 tersebut mempunyai reliabilitas yang baik dan merupakan instrument yang dapat Pengujian Hipotesis Setelah dilakukan uji reliabilitas, langkah selanjutkan dilakukkan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis ini diawali dengan uji prasyarat analisis Uji prasyarat analisis data meliputi uji tingkat normalitas dan homogenitas. Berikut disajikan hasil uji normalitas dan homogenitas sebagai berikut: Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji tingkat kenormalan data. Jika signifikasinya >0,05 maka data tersebut dinyatakan normal. Begitu pula Berikut hasil uji normalitas pada data hasil pretest dan postest penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Mean ,0000000 Normal Parameters Std. 6,63491927 Deviation Absolute ,120 Most Extreme Positive ,088 Differences Negative -,120 Kolmogorov-Smirnov Z ,550 Asymp. Sig. -taile. ,923 Test distribution is Normal. Calculated from data. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh signifikasi 0, 923 yang berarti bahwa uji normalitas lebih besar dari 0,05 atau 0,923>0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal dan dapat digunakan untuk pengujian data selanjutnya. Uji Homogenitas Selain uji normalitas data, terdapat pula uji homogenitas varians dengan bantuan program SPSS 21. 00 agar dapat diketahui bahwa data tersebut menunjukkan varians yang homogen. Syarat sebuah varians dikatakan homogen apabila signifikasinya >0,05. Berikut hasil uji homogenitas pada data hasil pretest dan postest penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 51 Test of Homogeneity of Variances Hasil pretest Levene Sig. Statistic 1,103 ,402 ANOVA Hasil pretest Sum of Mean Square Squares Between 1423,214 237,202 Groups Within 605,357 14 43,240 Groups Total 2028,571 20 Sig. 5,486 ,004 Berdasarkan tabel tes homogenitas di atas, diperoleh data signifikasi yaitu 0, 402 yang artinya signifikasi lebih besar dari 0,05 atau 0, 402>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut bersifat homogen. T-test Setelah uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan, langkah selanjutnya adalah menghitung T-test. T-test digunakan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab pada hasil belajar siswa. Adanya pengaruh ditandai jikalau signifikasi <0,05. Sedangkan jika signifikasi >0,05 maka hal tersebut berarti tidak ada pengaruh yang dihasilkan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Auada pengaruh penerapan model think pair share pada mata pelajaran bahasa arab hasil belajar siswaAy. Rumus statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah uji-t dengan menggunakan komputer program SPSS 21. Hasil penghitungan selengkapnya tentang pengujian hipotesis tersebut dengan menggunakan uji-t dapat dilihat pada lampiran. Adapun rangkuman hasil perhitungan uji-t disajikan dalam tabel Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 52 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 PRETES Pair 1 POSTES Paired Samples Statistics Mean Std. Deviation 72,8571 10,07118 88,0952 Std. Error Mean 2,19771 9,93431 2,16784 Paired Samples Correlations PRETEST POSTEST Pair 1 Mean PRETE ST Pair 1 POSTE 15,23 Correlatio ,744 Sig. ,000 Paired Differences T df Sig. Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper 7,15475 1,561 - 20 ,000 29 18,4949 11,9812 9,7 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau signifikasi 0,000<0,05. Sedangkan hasil uji t-test nya diperoleh hasil t hitung sebesar 9,760 dan sedangkan t tabel nya sebesar 2,080. Berarti hasil t hitung lebih besar daripada t tabel. Artinya ada pengaruh penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab pada hasil belajar siswa. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 53 Pembahasan Penerapan Model Think Pair Share pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Hasil penelitian yang telah diuraikan mengenai penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab pada hasil belajar siswa. sudah dapat dikategorikan layak, namun perlu beberapa pembenahan dan penyempurnaan. Kelayakan model think pair share dapat dilihat dari keberhasilan postest pada kelas eksperimen yang memperoleh peningkatan hasil belajar dibanding hasil pretest sebelum perlakuan. model think pair share terus diperbaiki untuk mendapatkan hasil yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa arab. Penggunaan model think pair share siswa akan merasa senang sehingga materi pembelajaran mudah untuk diserap. Pengembangan model think pair share sebagai penunjang pembelajaran di kelas V. Model think pair share disajikan bisa menjadikan siswa lebih antusias karena model ini jarang dilakasanakn atau bahkan tidak pernah dilakukan model ini melibatkan siswa aktif bersama teman unruk memecahkan atau menjawab pertanyaan yang deberikan oleh guru utamanya materi mufrodat/kosa kata dalam bahasa arab MI kelas V. Dari pengembangan penerapan model think pair share pembelajaran kooperatif telah diterapkan dalam penelitian di MI Salafiyah 2 Setail Kecamatan Genteng dapat disimpulkan bahwa penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pengaruh Penerapan model think pair share pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui bahwa penerapan media model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Untuk mengetahui pengaruh model think pair share tersebut dengan membandingkan hasil pretest dan postest yang dilakukan sebelum dan setelah mendapat perlakuan. Sebelum diberikan perlakuan, kelas eksperimen diberikan pre-test dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal masing-masing siswa pada setiap kelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil kemampuan awal rata-rata siswa untuk kelas eksperimen adalah sebesar 72,85. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan kelas eksperimen pada mata pelajaran Bahasa Arab tergolong Setelah diberikan pre-test, kemudian kelas diberikan treatment atau sebuah perlakuan yaitu penerapan model think pair share yang diajar oleh guru PAI mata pelajaran bahasa arab . Setelah diberikan perlakuan, maka siswa diberikan post-test bertujuan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberikan sebuah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 54 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 Untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan penerapan model think pair share menggunakan uji t. Sebelum mengadakan uji t test peneliti mengadakan pengujian normalitas dalam rangka menguji tingkat kenormalan soal yang diberikan kepada Diperoleh data signifikasi 0, 923 yang berarti bahwa uji normalitas lebih besar dari 0,05 atau 0,923 >0,050. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan tergolong normal. Langkah selanjutnya, dilakukan uji homogenitas data yang diperoleh data signifikasi yaitu 0, 402 yang artinya signifikasi lebih besar dari 0,05 atau 0, 402>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut bersifat homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas dilakukan, langkah terakhir adalah menguji dengan uji t-test yang dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan yang berarti adanya pengaruh penerapan media konkret pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan. Uji t-test menghasilkan data yaitu signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau signifikasi 0,000<0,05. Sedangkan hasil uji t-test nya diperoleh hasil t hitung sebesar 9,760 dan sedangkan t tabelnya sebesar 2,080. Berarti hasil t hitung lebih besar daripada t Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model think pair share pada mata pelajaran bahasa arab pada hasil belajar Yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil penelitian di atas, menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat setelah mendapat perlakuan berupa penerapan model think pair share pada mata pelajaran bahasa arab. Sebelum menggunakan model think pair share pada mata pelajaran bahasa arab, rata-rata hasil belajar siswa tergolong rendah yaitu 72,85. Hal ini terlihat dari hasil belajar yang diperoleh melalui pembagian soal pretest pada siswa yang dilakukan sebelum siswa diberi perlakukan berupa penerapan model think pair share. Setelah diberi perlakuan oleh guru kelasnya, terlihat bahwa rata-rata hasil belajar siswa meningkat yaitu 88,09. Model think pair share yang digunakan oleh guru dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tugas atau menjawab pertanyaan soal-soal ujian. Penutup Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya serta dengan mengacu pada perumusan masalah,maka dapat diambil sebuah kesimpulan sebagai berikut bahwa terdapat pengaruh model think pair share terhadap hasil belajar siswa sebelum mendapat perlakukan dan setelah mendapat perlakuan berupa penerapan model think pair share pada mata pelajaran Bahasa Arab pada siswa kelas V. Pengaruh hasil belajar siswa ini dapat dilihat dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 | 55 peningkatan rata-rata siswa. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum mendapat perlakuan adalah 72,85 dan setelah mendapat pelakuan adalah 88,09. Terdapat perbedaan yang siginifikan pada hasil belajar siswa sebelum mendapat perlakuan berupa penerapan model think pair share pada mata pelajaran bahasa arab materi di Kantin pada siswa kelas V dengan hasil belajar siswa setelah mendapatkan Hal ini ditunjukan dengan hasil perhitungan uji-t yang memiliki nilai t hitung> t tabel . ,760 >2,. dan p < 0,05 . = 0,000 < 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share efekstik dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Arab khususnya pada materi pengenalan mufrodat. Daftar Referensi Abdul Wahab. Muhbib. Epistemologi dan Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Jakarta: UIN Jakarta Press. Al Khuli. Muhammad Ali. Asaalib Tadris al Lughah al Arabiyyah. Riyadh: al Mamlakah al Arabiyyah as SuAoudiyyah. Azhar Arsyad. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Cet-i. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hermawan. Acep. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Ibrahim. Dan Nana Syaodih. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: RinekaCipta. Maksum. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Syamsuddin dan Damayanti. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya. ThuAoaimah. TaAolim al Lughah al Arabiyyah li Ghairi an Nathiqina Biha Manhajuhu wa Asalibuhu. Ribath: Isesco. Trianto. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrukstivistik. Jakarta: Pustaka Publiser. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab 56 | Volume 10. Nomor 1. Juni 2019 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Yudharta Pasuruan https://jurnal. id/v2/index. php/studi-arab