Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 EFEKTIVITAS PELAPORAN PELAYANAN KESEHATAN HEWAN PADA ISIKHNAS DI PUSKESWAN KOTA BATU Debora Melin Keitrin. Roro Merry Chornelia W. Firman Firdausi . Prodi S1 Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Indonesia . Dosen Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Indonesia . Dosen Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Indonesia deboramerin@gmail. com, . chornelia@yahoo. com, . 88@gmail. Abstrak Pelayanan kesehatan hewan merupakan aspek penting dalam mendukung sektor peternakan berkelanjutan dan menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan One Health, dimana di Indonesia pelaporan pelayanan kesehatan hewan telah didigitalisasi melalui sistem ISIKHNAS yang dirancang untuk menyediakan data akurat, cepat, dan real-time, namun pelaksanaannya di Puskeswan Kota Batu terkendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kesadaran petugas dalam melakukan pelaporan secara rutin masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaporan kesehatan hewan pada ISIKHNAS di Puskeswan Kota Batu dan mengidentifikasi faktor penghambat serta pendukung yang mempengaruhi efektivitas pelaporannya. Penelitian dilaksanakan di Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu. Jalan Mojopahit Selatan. Mojorejo. Kecamatan Junrejo. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles. Huberman, dan Saldana. Fokus penelitian adalah efektivitas pelaporan pelayanan kesehatan hewan pada ISIKHNAS. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan hewan di Puskeswan Kota Batu sudah berjalan baik dengan program pelayanan dan vaksin gratis yang memenuhi kebutuhan masyarakat, namun pelaporan pada ISIKHNAS belum berjalan efektif dengan faktor penghambat berupa kurangnya sumber daya manusia, petugas yang belum bisa menggunakan ISIKHNAS, kurangnya kesadaran masyarakat untuk vaksinasi dan pelaporan, serta belum terbentuknya UPT, sementara faktor pendukung meliputi kemudahan pelaporan melalui pelapor desa, ketersediaan peralatan memadai, dan pelayanan keliling. Kata Kunci: Efektivitas. Pelayanan Kesehatan. Puskeswan Abstract Animal health services are an important aspect in supporting sustainable livestock farming and maintaining public health through the One Health approach. In Indonesia, animal health service reporting has been digitized through the ISIKHNAS system, which is designed to provide accurate, fast, and real-time data. However, its implementation at the Batu City Animal Health Center still faces obstacles such as limited human resources and a lack of awareness among officers in conducting routine reporting. This study aims to analyze the effectiveness of animal health reporting on ISIKHNAS at the Batu City Animal Health Center and identify the inhibiting and supporting factors that influence the effectiveness of reporting. The study was conducted at the Batu City Animal Health Center. Jalan Mojopahit Selatan. Mojorejo. Junrejo District. The type of research used was qualitative research with a case study design. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles. Huberman, and Saldana. The focus of the study was the effectiveness of animal health service reporting at ISIKHNAS. The results of the study indicate that animal health services at the Batu City Animal Health Center are running well with free service and vaccination programs that meet the needs of the community. However, reporting to ISIKHNAS has not been effective due to several obstacles, including a lack of human resources, officers who are not yet able to use ISIKHNAS, a lack of public awareness of vaccination and reporting, and the fact that a technical implementation unit (UPT) has not yet been established. while supporting factors include the ease of reporting through village reporters, the availability of adequate equipment, and mobile services. Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 Keywords: Effectiveness. Health Services. Animal Health Center PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan hewan berperan penting dalam mendukung peternakan berkelanjutan dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan One Health. Di Indonesia, pelaporan kesehatan hewan telah didigitalisasi melalui ISIKHNAS untuk menyediakan data yang akurat, cepat, dan real-time dalam mendukung pengendalian penyakit hewan. Pelaporan ISIKHNAS dapat dilakukan melalui portal daring. SMS, spreadsheet, dan sistem real-time berbasis internet. Keberhasilan penerapan ISIKHNAS sangat bergantung pada tingkat pemahaman pengguna, yaitu kemampuan individu dalam memahami dan mengolah informasi setelah dipelajari (Sudijono, 2. UU No. 18 Tahun 2009 menegaskan bahwa pengendalian dan penanganan penyakit hewan merupakan bagian dari penyelenggaraan kesehatan hewan yang dilakukan secara Penyelenggaraan kesehatan hewan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat melalui Sistem Kesehatan Hewan Nasional, dengan Puskeswan sebagai salah satu penyedia layanan strategis yang perannya belum sepenuhnya optimal. Berdasarkan hasil observasi, efektivitas pelaporan ISIKHNAS di Puskeswan Kota Batu masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia serta rendahnya kedisiplinan pelaporan petugas lapangan. Padahal, sebagai daerah agribisnis dan wisata dengan populasi ternak yang besar. Kota Batu memerlukan pelaporan yang efektif. Oleh karena itu. Puskeswan perlu meningkatkan efisiensi pelaporan ISIKHNAS, termasuk melalui penambahan administrator, agar pendataan dan respons pelayanan kesehatan hewan dapat berjalan Puskeswan Kota Batu dipilih sebagai lokasi penelitian karena perannya yang strategis dalam pelayanan dan pelaporan kesehatan hewan, didukung sistem administrasi yang relatif tertata serta kondisi Kota Batu sebagai daerah agraris dengan sektor peternakan Aksesibilitas dan dukungan instansi turut mendukung penelitian ini, meskipun masih diperlukan evaluasi administrasi pelaporan dan penambahan petugas agar pelaporan lebih tepat waktu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengangkat judul Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 AuEfektivitas Pelaporan Pelayanan Kesehatan Hewan pada ISIKHNAS di Puskeswan Kota BatuAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswa. Kota Batu yang berlokasi di Jalan Mojopahit Selatan. Kelurahan Mojorejo. Kecamatan Junrejo, pada rentang waktu 25 Agustus 2025 hingga 9 Januari 2026. Data primer dan data sekunder merupakan sumber data dalam penelitian ini, dengan penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara secara mendalam, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles. Huberman, dan Saldana. Penelitian ini berfokus pada efektivitas pelaporan pelayanan kesehatan hewan pada sistem ISIKHNAS di Puskeswan Kota Batu. HASIL DAN PEMBAHASAN Efektivitas Pelaporan Pelayanan Kesehatan Hewan Pada ISIKHNAS . Keberhasilan Program Menurut Firdaus . , keberhasilan program ditunjukkan oleh kemampuan teknis dalam melaksanakan kegiatan sesuai tujuan yang ditetapkan, sehingga efektivitas menjadi tolok ukur capaian organisasi. Dalam hal ini. Pusat Kesehatan Hewan menjalankan program pelayanan kesehatan, penanganan kasus, vaksinasi, dan pelaporan yang perlu diukur serta dievaluasi agar sesuai dengan standar dan target yang ditetapkan. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, program pelayanan kesehatan hewan dan program vaksin yang dilakukan Pusat Kesehatan Hewan telah terlaksana dengan baik serta sejalan dengan target yang telah ditentukan. Sumber daya yang tersedia di Pusat Kesehatan Hewan mampu menjalankan pelayanan meskipun jumlahnya terbatas, dengan pelaksanaan program yang berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan tenaga pelaksana menunjukkan kinerja yang cukup optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau peternak sesuai Meskipun masih terdapat keterbatasan tenaga medis untuk melakukan pelaporan. Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 namun secara keseluruhan kegiatan pelayanan kesehatan dan vaksin telah terlaksana secara optimal serta mampu memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam peningkatan kesehatan hewan di wilayah kerja Pusat Kesehatan Kota Batu. Program yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Hewan dapat dilihat dan langsung didata pada ISIKHNAS sehingga memudahkan proses pendataan dan pemantauan. Program pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi, dan pelaporan yang dilakukan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, dengan data pelaksanaan program vaksin yang langsung didata pada ISIKHNAS agar dapat dipantau secara real-time. ISIKHNAS berfungsi untuk mencatat dan mengelola data secara real-time, menghubungkan data dari petugas lapangan dengan laporan penyakit, serta memberikan gambaran lengkap tentang status kesehatan hewan di wilayah, sehingga keberhasilan program pelayanan sesuai dengan kebijakan dan prosedur Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu. Keberhasilan Sasaran Menurut Firdaus . , keberhasilan sasaran diukur dari tingkat ketercapaian tujuan melalui keluaran . yang mendukung tujuan organisasi. Dalam penelitian ini, indikator tersebut digunakan untuk menilai optimalisasi pelaksanaan program di Pusat Kesehatan Hewan, dimana laporan masyarakat ditindaklanjuti oleh petugas dengan dukungan sumber daya manusia dan peralatan yang memadai sesuai kebijakan yang berlaku. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pusat Kesehatan Hewan sudah menjalankan program dengan baik dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, meliputi pelayanan kesehatan hewan, vaksin rabies, dan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pusat Kesehatan Hewan telah melakukan pelayanan sesuai dengan kebijakan dan tujuan yang ditetapkan sehingga sudah tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan melaksanakan kegiatan kunjungan atau keliling untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Vaksin rabies dilaksanakan satu tahun sekali saat memperingati rabies day, sedangkan vaksin PMK dilakukan untuk mencegah dan mengatasi penyakit pada hewan agar tidak mengurangi populasi hewan terutama pada sapi, dimana vaksin yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Hewan dilaksanakan secara gratis tanpa adanya pungutan biaya kepada masyarakat. Hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa keberhasilan sasaran pada Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu sudah tepat, dimana kegiatan pelayanan hingga pelaksanaan lapangan yang Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 diberikan kepada masyarakat sudah baik dan tepat sasaran. Kegiatan vaksin rabies maupun vaksin PMK yang dilakukan Pusat Kesehatan Hewan kepada masyarakat membantu dalam pencegahan penyakit pada ternak sehingga sasaran Pusat Kesehatan Hewan sudah berhasil terutama kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, pengobatan, hingga penanganan pada ternak. Pelayanan vaksin yang dilakukan sesuai dengan prosedur, kebijakan, dan tujuan yang ditetapkan oleh Pusat Kesehatan Hewan. Kepuasan terhadap Program Menurut Firdaus . , kepuasan merupakan indikator kemampuan program dalam memenuhi kebutuhan pengguna melalui kualitas pelayanan yang diberikan. Di Pusat Kesehatan Hewan, pelayanan yang cepat dan tindak lanjut langsung terhadap laporan masyarakat telah meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja petugas. Kesimpulan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi program pelayanan yang dilakukan terdapat masyarakat maupun peternak sebagai penerima layanan di pusat kesehatan hewan kota batu telah berjalan dengan baik dan memberikan tingkat kepuasan yang tinggi bagi Program pelayanan di pusat kesehatan hewan kota batu telah efektif dan memuaskan masyarakat, baik dari segi kualitas pelayanan, sikap petugas maupun hasil layanan yang Namun, masih perlu adanya upaya peningkatan penyuluhan obat agar kebutuhan obatobatan di pusat kesehatan hewan Kota Batu sesuai sudah cukup dengan kebutuhan pusat kesehatan kota batu. Observasi berdasarkan hasil dari peneliti kepuasan masyarakat terhadap program-program yang dilasanakan oleh petugas pusat kesehatan hewan sanggat baik sehingga kepuasaan terhadap program yang diberikan sangat tinggi. Program pelayanan yang di pusat kesehatan hewan kota batu telah efektif dan memuaskan masyarakat baik dari segi kualitas pelayanan, sikap petugas terhadap masyarakat yang melakukan laporan, maupun hasil pelayanan yang diberikan . Tingkat Outpu dan Input Menurut Firdaus . , efisiensi program dinilai dengan membandingkan input dan output, dimana kegiatan dinilai efisien apabila hasil yang dicapai lebih besar dari sumber daya yang digunakan. Di Pusat Kesehatan Hewan, input berupa sumber daya manusia, sarana Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 prasarana, dan sistem pendukung dimanfaatkan untuk menghasilkan output pelayanan, yang didukung oleh ketersediaan fasilitas seperti kendaraan operasional dan ruang pemeriksaan hewan. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi bahwa sumber daya yang ada pada pusat kesehatan hewan sudah dikelola dengan baik namun dari segi fasilitas masih ada keterbatasan karena ada yang hilang dan rusak, dari segi sumber daya manusia masih terdapat keterbatasan maka perlu adanya penambahan para medis dan pengadaan fasilitas untu menganti fasilitas yang rusak maupun hilang. Sumber daya yang ada dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pusat kesehatan hewan seperti sistem kerja, alur pelayanan serta pengunaan sarana prasarana berjalan cukup efektif. Dari fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pusat kesehatan hewan telah mempunyai kesiapan lembaga dalam memberikan pelayanan yang efektif dan profesional meskipun tetap diperlukan pemeliharaan rutin agar fasilitas dapat berfungsi optimal. Tingkat input yang baik menghasilkan output yang optimal, ketersediaan tenaga kerja petugas yang kompeten, sarana prasarana yang memadai serta sistem pelaporan yang berbasis teknologi menjadi faktor utama yang mendukung kerberhasilan Observasi berdasarkan hasil peneliti tingkat input dan output di pusat kesehatan hewan menunjukkan bahwa pelaksanaan program yang didukung oleh sumber daya yang memadai. Tingkat input yang baik menghasilkan output yang optimal, ketersediaan tenaga kerja petugas yang kompeten, sarana prasarana yang memadai serta sistem pelaporan yang berbasis teknologi menjadi faktor utama yang mendukung kerberhasilan program. Output berupaya meningkatkan jumlah pelayanan, pelaporan yang cepat, dan kepuasaan masyarakat yang menunjukkan bahwa program pusat kesehatan hewan berjalan efektif dan efisien. Pencapaian Tujuan Menurut Firdaus . , pencapaian tujuan organisasi tercermin dari pelaksanaan fungsi dan efektivitasnya dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Di Pusat Kesehatan Hewan, pencapaian tujuan menyeluruh terlihat dari pelaksanaan program pelayanan, vaksinasi, dan pelaporan yang berjalan baik dengan dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sistem pelaporan digital, sehingga mendukung peningkatan kesehatan hewan. Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 Kesimpulan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi pusat kesehatan hewan telah menajalankan program pelayanan dengan baik serta berhasil mecapai tujuan secara menyeluruh, pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan rencana kerja,adanya keterlibatan aktif petugas dalam memberikan pelayanan. laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah menunjukkan bahwa pusat kesehatan hewan telah menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparan dalam pelakasanaan programnya. Melalui laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dapat diketahui bahwa capaian kinerja dan hasil program telah dilaporkan secara terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan dengan demikian pusat kesehatan hewan telah berhasil mencapai tujuan Observasi berdasarkan hasil peneliti pusat kesehatan hewan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan telah berjalan dengan baik serta sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan tujuan pusat kesehatan hewan telah tercapai dengan baik. Pusat kesehatan mampu menjalankan peran utama sebagai penyedia layanan kesehatan hewan yang profesional dan Melalui laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dapat diketahui bahwa capaian kinerja dan hasil program yang dijalankan dilaporkan secara terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pusat kesehatan hewan telah berhasil mencapai tujuan Faktor Penghambat dan Pendukung yang mempengaruhi Efektivitas Pelaporan Pelayanan Kesehatan Hewan Pada ISIKHNAS Di Puskeswan Kota Batu Berdasarkan hasil triangulasi data, pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan di Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu telah berjalan dengan baik sesuai tujuan. Namun, efektivitas pelaporan melalui ISIKHNAS masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia, kemampuan petugas dalam menggunakan ISIKHNAS, rendahnya partisipasi dan literasi teknologi masyarakat, keterbatasan sarana pelaporan, serta belum terbentuknya UPT karena belum adanya peraturan daerah. Efektivitas pelaporan pelayanan kesehatan hewan pada ISIKHNAS di Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu didukung oleh kemudahan akses pelaporan melalui WhatsApp. ISIKHNAS, pelapor desa, maupun laporan langsung, serta ketersediaan pelayanan dan peralatan yang Copyright A 2025. Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Ae e-ISSN: 3108-9070 Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 1 No. 2 Tahun 2025 memadai, termasuk pelayanan keliling. Faktor pendukung ini perlu dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai hambatan dalam pelaksanaan pelaporan sesuai prinsip efektivitas program. KESIMPULAN DAN SARAN Pelayanan kesehatan hewan di Pusat Kesehatan Hewan Kota Batu berjalan dengan baik, tertata, dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pelayanan serta vaksinasi gratis. Pelaporan pelayanan kesehatan hewan dapat dilakukan melalui ISIKHNAS atau secara langsung ke pusat kesehatan hewan, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif karena pelaporan ISIKHNAS masih dilakukan oleh petugas setelah kegiatan lapangan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kemampuan petugas dalam menggunakan ISIKHNAS, rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait vaksinasi serta pelaporan, serta belum terbentuknya UPT karena belum adanya peraturan daerah. Sementara itu, faktor pendukung antara lain kemudahan pelaporan melalui pelapor desa atau langsung ke pusat kesehatan hewan, ketersediaan peralatan yang memadai, serta adanya pelayanan kesehatan hewan keliling. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan Menambah tenaga administrasi khusus untuk penginputan dan pengecekan laporan ISIKHNAS agar pelaporan tepat waktu. Melakukan sosialisasi rutin ke desa dan kelompok peternak tentang pentingnya vaksinasi Mengadakan pelatihan berkala penggunaan aplikasi ISIKHNAS untuk meningkatkan kemampuan pelaporan masyarakat. Mengusulkan pembentukan UPT dengan menyiapkan analisis jabatan dan struktur organisasi yang jelas untuk efektivitas pelayanan. REFERENSI