JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Eksistensi Kampung Kota Melalui Pemberdayaan Masyarakat: Studi di Kampung Ondomohen. Kota Surabaya Wildan Rochmania. Annisa MuAoawanah Sukmawati. , . Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Teknologi Yogyakarta Jl. Glagahsari No. Warungboto. Umbulharjo. Kota Yogyakarta 55164 Email : wildarahmania65@gmail. , annisa. sukmawati@staff. ABSTRAK Eksistensi kampung kota tidak terlepas dari peran serta masyarakat sebagai penghuninya untuk menghidupkan kampung dan disesuaikan dengan kapasitas masyarakat. Eksistensi Kampung Ondomohen di tengah perkembangan Kota Surabaya tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam setiap prosesnya. Pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dilatarbelakangi oleh persoalan pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh beberapa warga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal dan berkeinginan membuat kampung agar lebih nyaman dan asri untuk ditinggali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dalam kerangka meningkatkan eksistensi kampung kota. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada lima informan menggunakan teknik purposive sampling, observasi lapangan, dan telaah Penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberdayaan masyarakat diperlukan partisipasi masyarakat dan peran kelembagaan lokal. Kampung Ondomohen memiliki kelembagaan lokal, seperti keberadaan kader lingkungan, fasilitator lingkungan. RT dan RW berhasil menggugah partisipasi masyarakat dalam melestarikan kampung kota melalui aktivitas-aktivitas lingkungan dan eknonomi berupa UMKM. Pemberdayaan masyarakat melalui aktivitas sosial dan ekonomi yang berfokus pada penanganan permasalahan lingkungan berfungsi sebagai wahana untuk mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat untuk menjaga kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan Pemberdayaan masyarakat menjadikan eksistensi Kampung Ondomohen semakin kuat di tengah perkembangan Kota Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan dikembangkannya konsep sister kampung bagi Kampung Ondomohen dengan beberapa kampung kota lainnya di Kota Surabaya, dimana Kampung Ondomohen menjadi kampung percontohannya. Kata Kunci : Eksistensi. Kampung Kota. Kampung Ondomohen. Pemberdayaan Masyarakat ABSTRACT The existence of an urban kampung is related to the participation of the community in reviving the kampung. conciliates with the community's capacity. The existence of Kampung Ondomohen amidst the development of Surabaya City cannot be separated from the community's participation in every process. Community empowerment in Kampung Ondomohen was motivated by the issue of waste management which was initiated by several residents who were concerned about the environment where they lived and desired to make the kampung more comfortable and This research aims to describe the forms of community empowerment in the Kampung Ondomohen community related to improving the existence of urban kampung. The research uses qualitative methods with qualitative descriptive analysis techniques. Data collection was conducted by interviewing five informants using purposive sampling techniques, field observations, and document review. Research shows that the community empowerment process requires community participation and the role of local institutions. Kampung Ondomohen has local institutions, such as the presence of environmental cadres, environmental facilitators. RT and RW have successfully inspired community participation in preserving the urban kampung through environmental and economic activities by MSMEs. Community empowerment through social and economic activities that focus on handling environmental problems serves as an effort for encouraging community creativity and independence to maintain the comfort and sustainability of the kampung environment. Community empowerment makes the existence of Kampung Ondomohen stronger amidst the development of the Surabaya City. It is demonstrated by developing the sister village concept for Kampung Ondomohen with several other urban kampung in Surabaya City, in which Kampung Ondomohen as the model kampung. Keywords : Existence. Urban Kampung. Kampung Ondomohen. Community Empowerment JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 PENDAHULUAN Kampung kota adalah salah satu wujud permukiman informal di Indonesia yang muncul dan berkembang sejalan dengan historis dan dinamika kehidupan sebuah kota. Permukiman kampung merupakan bentuk permukiman tradisional yang terlebih dahulu muncul sebelum permukiman formal. Kampung merefleksikan identitas, kreativitas, dan memiliki nilai sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi karakter masyarakat yang bermukim di dalamnya (Nugroho, 2009. Putra, 2013. Sukmawati & Yuliastuti. Kampung seringkali identik dengan permukiman kumuh dan memiliki keterbatasan fasilitas. Namun, kehidupan kampung juga hendaknya dilihat sebagai penunjang kehidupan sebuah kota karena di dalamnya terdapat livelihood, menjadi lokasi bermukim yang terjangkau bagi sekitar 70% warga kota, dan menjadi tempat berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi informal (Setiawan, 2010. Shirleyana et al. Perkembangan kota dapat mengancam eksistensi kampung kota. Padahal kampung kota sarat akan nilai historis. Setiawan . menganalogikan kampung dan kota seperti koin, dimana kota dapat hidup karena keberadaan kampung-kampungnya sedangkan kampung dapat hidup didukung oleh aktivitas kota. Kampung kota juga dihuni oleh komunitas yang di dalamnya terdapat berbagai geliat kehidupan sebagai usaha untuk tetap eksis di lingkungan tempat tinggalnya (Nur et al. , 2. Lebih lanjut, eksistensi kampung juga merefleksikan kekuatan kampung untuk bertahan di tengah perkembangan kota menggunakan nilainilai kehidupan yang masih dilestarikan oleh penghuninya dan tercermin dalam aktivitas keseharian warganya maupun keterikatan secara ekologis (Joshua et al. , 2022. Sukmawati & Yuliastuti, 2. Eksistensi kampung tidak terlepas dari kearifan lokal yang dimiliki, dimana dibutuhkan peran masyarakat untuk melestarikannya (Palapin, 2014. Sukmawati, 2. Untuk itu, perlu untuk memahami bagaimana sebuah kampung kota dapat eksis di tengah perkembangan kota karena eksistensi mencerminkan bagaimana sebuah kota tumbuh. Dalam kasusnya di Kota Surabaya. Shirleyana et al. menjelaskan bahwa kemunculan kampung kota disebabkan oleh urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi di pusat kota yang berlangsung cepat. Keberadaan kampung kota mendominasi sebanyak 60% penggunaan ruang kota dan turut menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Surabaya. Kampung kota memiliki lokasi yang strategis karena berada di antara kawasan perdagangan dan jasa Kota Surabaya dan mampu menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan kota (Elviana & Lesmana, 2. Eksistensi kampung kota tidak terlepas dari peran serta masyarakat sebagai penghuninya untuk menghidupkan kampung dan disesuaikan dengan kapasitas masyarakat. Studi di Kampung Pelangi. Kota Semarang menunjukkan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk materi, tenaga, dan keterlibatan dalam kegiatan masyarakat (Fitriani & Wijaya, 2. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik kehidupan masyarakat kampung kota yang masih mencirikan ciri pedesaan dengan rasa memiliki dan ikatan sosial yang masih dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari (Fitriani & Wijaya, 2023. Pawitro, 2. Keberadaan organisasi lokal masyarakat juga berperan penting dalam menumbuhkan partisipasi Begitu pula studi Indarto . di Kampung Jodipan. Kota Surabaya menunjukkan bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan dalam keterlibatan dalam kegiatan fisik, uang atau barang, dukungan untuk pembangunan kampung, pengambilan keputusan, dan partisipasi representatif dengan memberikan kepercayaan pada pihak terkait untuk membangun kampung. Partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi, sarana dan prasarana kelembagaan serta peran pemerintah. Partisipasi masyarakat perlu didukung oleh keberadaan penggerak, seperti dukungan pemerintah dan pihak lain untuk meningkatkan kapasitas masyarakat (Muwifanindhita & Idajati, 2. Partisipasi masyarakat tersebut tidak lain untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti dampak bagi kesejahteraan, perekonomian lokal, dan meningkatkan kemampuan masyarakat (Mahagarmitha, 2. Partisipasi masyarakat merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merujuk pada upaya untuuk membangun kapasitas masyarakat. Dalam proses pemberdayaan masyarakat diperlukan upaya pembinaan untuk membangun komunitas dan menarik JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 partisipasi masyarakat agar ikut terlibat untuk memperkuat kapasitas masyarakat (Rossing & GlowackiDudka, 2. Lebih lanjut. Rozikin et al. menyatakan bahwa ada dua kata kunci dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu membangun komunitas dan membangun hubungan, membangun koneksi melalui kepemimpinan. Hal ini memperlihatkan bahwa keberadaan kepemimpinan lokal berperan penting untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat. Studi berlokasi di Kampung Ondomohen Kota Surabaya. Kampung Ondomohen adalah salah satu kampung kota yang berlokasi di pusat Kota Surabaya sehingga memiliki posisi yang strategis. Kampung Ondomohen dapat menjangkau dengan mudah kantor-kantor pemerintahan termasuk sarana dan prasarana di Kota Surabaya. Kampung Ondomohen juga terletak dekat dengan Sungai Kalimas dan beberapa taman ikonik, seperti Taman Prestasi dan Taman Ekspresi dan kebun yang memiliki nilai strategis bagi eksistensi Kampung Ondomohen. Kampung Ondomohen memiliki sejarah kaitannya dengan penjajah Belanda. Hal tersebut terlihat dari penyebutan nama kampung AuOndomohenAy yang dalam Bahasa Belanda berarti mekar. Kampung Ondomohen berasal dari kata AuGemohAy yang juga dikenal sebagai kampungnya tempat pengrajin kerajinan tangan (Syrafira, 2. Kampung Ondomohen adalah salah satu kampung kota yang berhasil menangani permasalahan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Telah ada beberapa studi yang mengambil lokasi di Kampung Ondomohen untuk meningkatkan potensi yang dimiliki Kampung Ondomohen. Seperti studi Amifia et al. yang menemukan bahwa untuk mendukung pengembangan hidroponik di Kampung Ondomohen memerlukan optimalisasi pemanfaatan Begitu juga penelitian Ghozali & Rahaju . yang menunjukkan bahwa Kampung Ondomohen menjadi model percontohan kampung yang berhasil dalam mengatasi permasalahan terkait lingkungan hidup dan menjadi kampung wisata edukasi berbasis pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini tidak terlepas dari tiga proses pemberdayaan masyarakat di dalamnya, yaitu enabling, empowering, dan Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi penelitian yang telah ada sebelumnya. Berbeda dengan studi Ghozali & Rahaju . yang lebih berfokus pada proses pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kampung wisata Ondomohen, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentukbentuk pemberdayaan masyarakat Kampung Ondomohen kaitannya dengan upaya meningkatkan eksistensi kampung di tengah perkembangan kota. Eksistensi Kampung Ondomohen di tengah perkembangan Kota Surabaya tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam setiap prosesnya. Penelitian sebelumnya di Kampung Ondomohen menekankan pada bagaimana upaya para aktor dalam pemberdayaan masyarakat yang mencakup tiga proses pemberdayaan, yaitu (Ghozali & Rahaju, 2. Penelitian ini untuk melengkapi penelitian sebelumnya, dimana penelitian ini bertujuan untuk DATA DAN METODE Metode Penelitian Penelitian mengambil kasus di Kampung Ondomohen Kota Surabaya. Secara administratif Kampung Ondomohen terletak di RT 08. RW 07. Kelurahan Ketabang. Kecamatan Genteng. Kota Surabaya. Pada tahun 2022, jumlah penduduk di Kampung Ondomohen sejumlah 114 jiwa. Peta lokasi Kampung Ondomohen terlihat di Gambar 1. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 (Sumber: Google Maps, 2. Gambar 1. Peta Lokasi Kampung Ondomohen Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yang berupaya menemukan informasi secara deskriptif dari para informan. Tujuan pemilihan metode kualitatif adalah untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat dalam eksistensi Kampung Ondomohen. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah Wawancara mendalam dilakukan dengan teknik purposive sampling kepada lima informan, meliputi Ketua RT 08 Kampung Ondomohen . , kader lingkungan Kampung Ondomohen . , fasilitator lingkungan Kampung Ondomohen . , dan motivator lingkungan Indonesia di Kampung Ondomohen . Observasi lapangan dilakukan untuk mengamati kondisi fisik kampung dan produk hasil pengelolaan lingkungan oleh masyarakat kampung. Telaah dokumen dilakukan untuk mencari berbagai referensi artikel jurnal dan berita online terkait Kampung Ondomohen. Teknik Analisis Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan sebagaimana tahapan analisis kualitatif yang diungkapkan Miles & Huberman . yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, peneliti menuangkan hasil wawancara ke dalam JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 transkrip wawancara, melakukan koding, dan membentuk tema-tema hasil wawancara untuk melakukan penggolongan dan pengorganisasian data. Pada tahap penyajian data, data disajikan secara deskriptif yang didukung oleh kutipan hasil wawancara sebagai penguat deskripsi. Pada tahap penarikan kesimpulan dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data yang mengkombinasikan temuan dari hasil wawancara, observasi lapangan, dan telaah dokumen untuk memverifikasi temuan hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Eksistensi kampung tidak terlepas dari peran serta masyarakat untuk mengupayakan agar kampung tersebut tidak tergerus perkembangan zaman. Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat. Ini karena dalam kehidupan kampung kota tidak terlepas dari corak dan kearifan kehidupan sehari-hari masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang merujuk pada keterlibatan aktif masyarakat dalam prosesproses pembangunan atau perkembangan atau pemeliharaan lingkungan tempat tinggalnya. Potensi Kampung Ondomohen Pada mulanya, tujuan pembangunan Kampung Ondomohen adalah untuk pengelolaan lingkungan kaitannya dengan pengurangan sampah. Dahulu. Kampung Ondomohen terasa kumuh, kotor, panas, dan Hingga dimulai pada tahun 2004 ada beberapa orang, yaitu Bu Endang Sriwulansari dengan tetangganya berinisiatif untuk menggugah keinginan warga untuk mengelola sampah. Kegiatan kepedulian ini dimulai saat Bu Endang Sriwulansari bersama dengan tetangganya memiliki kegemaran mengoleksi bunga adenium yang saat itu sedang tren. Namun kegiatan tersebut memiliki kendala karena kurangnya lahan kosong di Kampung Ondomohen. Akhirnya Bu Endang memiliki inisitaif untuk menitipkan sebagian bunganya kepada beberapa tetangga sekitar untuk mengisi lahan kosong tersebut. Melihat beberapa tanaman tersebut tumbuh dengan baik, membuat beberapa warga lainnya tertarik untuk memiliki tanaman adenium seperti yang ditanam oleh Bu Endang, almarhum Pak Heri, dan Pak Musmulyono. Namun saat itu untuk memiliki tanaman ini. Bu Endang mensyaratkan menukarkannya dengan sampah plastik. Kemudian hasil penjualan dari sampah plastik tersebut di gunakan untuk membeli tanaman lagi. Pada akhirnya. Kampung Ondomohen berhasil mendapatkan beberapa penghargaan terkait perlombaan lingkungan oleh pemerintah Kota Surabaya, seperti Merdeka Dari Sampah pada tahun 2016. Surabaya Green and Clean tahun 2016, 2017, dan 2018, serta Surabaya Smart City tahun 2019 (Ghozali dan Rahaju, 2. AuKampung ini tadinya kumuh, kotor, panas, dan gersang. Setelah itu ada beberapa orang dimulai sejak tahun 2004, itu saya sama tetangga saya, waktu itu saya ingat itu waktu musim nya bunga kamboja jepang, adenium. Nah saya itukan koleksi, nah tempat saya inikan ndak panas jadi saya titipkan tetangga saya. Terus orang-orang kan pada senang. Kita kalau belikan mahal, akhirnya saya bilang gini. Kalau kita mau merawat tanaman, saya minta sodaqoh sampahnya aja. Jadi orang-orang ini kalau punya sampah kemudian dikasihkan ke saya lalu saya jual. Saya belikan potnya dan lain-lain. Kebetulan pada waktu itu juga, ada program di kelurahan Ausatu jiwa, satu pohonAy Nah. Sama pihak kelurahan kan selalu diserahkan ke pihak RW. Nah. kalau di RT lain tidak ada yang mau ambil, jadi akhirnya saya Jadi ya akhirnya sekarang tambah besar tanamannya. Tetapi saya baru mengikuti lomba pada tahun 2015, waktu itu saya ada lurah baru di sini, dia datang ke tempat saya. Ay (Wawancara ES/ Kader Lingkungan/ 13-03-2. AuKalau sejarahnya kampung itu pasti awalnya tidak seperti ini. Maksudnya kalau sekarang yang dilihat ini bisa dijadikan prefensi untuk kegiatan lingkungan dan edukasi ya tentunya awalnya itu kan tidak berangkat dari seperti ini kondisinya. Ya bukan kita itu meremehkan warga yang sebelumnya. Tetapi kesadaran untuk berkegiatan fokus terhadap lingkungan itu masih kurang karena masih menganggap yang penting tempat saya bersih. Akhirnya tumbuh banyak dan saya semakin tertantang untuk mengembangkannya. Ay (Wawancara MM/ Fasilitator Kampung/ 14-03-2. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Potensi yang sudah dikembangkan, yaitu tanaman hidroponik yang menghasilkan beberapa sayursayuran dari hasil urban farming (Gambar 2. , bricket arang dari batok kelapa, ternak ikan dengan memanfaatkan selokan yang diberi IPAL grey water untuk digunakan sebagai kolam ikan (Gambar 2. , budidaya maggot, budidaya jamur, dan membuat kursi dari bahan botol plastik bekas . Dengan adanya potensi tersebut, beberapa sudah berhasil menjadi sebuah produk UMKM yang menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Ondomohen. Ini tidak terlepas dari kolaborasi peran serta masyarakat dan pemerintah menjadi memberdayakan masyarakat di Kampung Ondomohen dan menjadi praktis baik. Keberhasilan Kampung Ondomohen dalam memberdayakan masyarakat terutama dalam pengelolaan sampah menjadikan kampung ini pernah mendapat kunjungan dari salah seorang akademisi Jepang. Hal tersebut lantas mendorong motivasi masyarakat untuk terus berkembang (Herdianariestianto & Pradana, . Gambar 2. Potensi Kampung Ondomohen . Urban Farming, . Budidaya Lele dan Nila di Saluran Air (Dokumentasi Narasumber ES, 2. Bentuk Pemberdayaan Masyarakat Kampung Ondomohen Dalam rangka menggugah keterlibatan masyarakat, perlu langkah kreatif dari penggerak kampung. Hal ini terkait dengan ditentukannya tujuan pembenahan kampung dengan yang programnya dirancang untuk mengatasi masalahnya dan sesuai kebutuhan kampung. AuJadi kita awalnya menanamnya dari hal-hal kecil dulu, kita tanam bunga-bunga dulu yang waktu itu lagi tren, misalnya bunga adenium dan kita ngikutin. Akhirnya tumbuh banyak dan saya semakin tertantang untuk bagaimana cara mengembangkannya. Dari situlah bahwa ternyata dengan menanam, membersihkan, menjaga lingkungan ini manfaatnya itu banyak dan salah satunya orang itu akan semakin betah untuk ibaratnya keluar rumah meskipun di depan rumahnya sendiri. Karena merasa ada sesuatu yang enak dilihat dan ada sesuatu yang enak dirasakan otomatis, ketika banyak nya tanaman ada udara yang cukup. NahA dari situ warga disini semakin termotivasi. Ay (Wawancara MM/ Fasilitator Kampung/ 14-03-2. Program harus melibatkan masyarakat dalam pelaksanannya. Hal ini selain menjadikan masyarakat sebagai sasaran program juga turur mengenali kemampuan masyarakat dan memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat dalam melaksanakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan program yang Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri terkait bagaimana membuat agar pengelolaan kampung dapat berlangsung secara berkelanjutan. AuYang paling penting adalah menjaga ini tetap sustainable berkelanjutan untuk pekerjaan rumah kita yang sangat berat. Karena di program ini jujur kalau tidak diberi inovasi-inovasi contoh nih misal didatangi tamu, kami ikut lomba yang ada juga kami sharing kepada kabupaten kota yang lain. Titik jenuhnya di program itu sangat tinggi, kalau mereka sudah berada di atas mereka akan sudah mentok dan bingung mau ngapain lagi, kita sudah mentok JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 kampungnya sudah menang, kampungnya sudah bersih. Ay (Wawancara AC/ Motivator Lingkungan/ 14-03-2. Dalam memberdayakan masyarakat, dilakukan dengan pendekatan kelompok karena ada perbedaan kondisi latar belakang masyarakat. Pendekatan kelompok ini paling efektif dan dilihat dari penggunaan sumber daya juga lebih efisien. Dalam hal ini masyarakat Kampung Ondomohen tanpa sadar sudah melakukan pemberdayaan masyarakat dengan baik. Dengan cara menciptakan program di setiap inovasinya dan membuat masyarakat Kampung Ondomohen mau ikut berpartisipasi dalam acara kerja bakti atau gotong royong secara bersama-sama. Adapun lebih lanjut bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dijabarkan sebagai berikut: Pemberdayaan Masyarakat dalam Aspek Sosial Pada awal tahun 2005 masyarakat Kampung Ondomohen mulai melakukan pembenahan kampung untuk membuat masyarakat sekitar kampung agar lebih nyaman. Secara tidak langsung mulai dari adanya permasalahan lingkungan yang gersang, kotor, dan panas membuat masyarakat ikut berpartisipasi membangun sebuah kampung yang lebih baik. Dalam hal ini kepedulian masyarakat tumbuh dan kampung mulai mengadakan kerja bakti secara gotong royong. AuKita ada swadaya masyarakat. Kita pertengahan bulan selalu ada kerja bakti, saya selalu buat pengumuman melalui grup WA. Jika ada yg tidak datang, kita meminta mereka untuk menyumbang makanan untuk yang kerja bakti. Kita juga memberikan orang proyek yang untuk membersihkan gorong-gorong bantuan dari cipta karya, tapi kita selalu memberikan makanan untuk mereka yang bekerja juga. Ay (Wawancara EK/ Ketua RT/ 04-03-2. AuPasti ada. Meskipun tidak sebulan sekali. Kita mau ada kunjungan, selalu mengadakan kerja Ya walaupun begitu Alhamdulillah warganya luar biasa yang penting rukun, guyub, kompak, udah itu nomer satu yang penting sehat. Ay (Wawancara RS/ Kader Lingkungan/ 0403-2. AuDengan mengajak secara pelan-pelan, jadi kita memberikan contoh seperti kita mengajak untuk bersikap sosial yang sudah ada dari jaman dulu yaitu gotong royong. Jadi semua lingkungan entah itu lingkungan kumuh atau apapun itu pasti ada kegiatan yang sifatnya gotong royong, ada kerja bakti, ada kegiatan arisan warga. Dari disitu kita mengajak dengan adanya gotong royong atau kerja bakti itu otomatis yang dikerjakan yaitu merawat lingkungan atau kerja bakti sebagai alat untuk mengedukasi warga. Ay (Wawancara MM/ Fasilitator Kampung/ 14-03-2. Dalam kegiatan sosial, masyarakat dapat berpartisipasi sesuai kemampuan, misal dalam bentuk tenaga atau makanan. Kegiatan sosial oleh masyarakat tidak terlepas dari nilai kehidupan sosial guyub rukun yang masih dimiliki warga. Melalui kegiatan sosial tersebut, kelembagaan lokal juga sekaligus dapat mengedukasi warga sebagai bagian upaya untuk menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan. Gambar 3 menunjukkan kegiatan kerja bakti masyarakat Kampung Ondomohen dalam pemeliharaan tanaman di lingkungan kampung. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Gambar 3. Kegiatan Kerja Bakti Perawatan Tanaman oleh Warga Kampung Ondomohen (Dokumentasi Narasumber ES, 2. Pemberdayaan Masyarakat dalam Aspek Ekonomi Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah upaya untuk mengubah suatu keadaan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan. Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan suatu upaya untuk membangun daya masyarakat dalam perekonomian khususnya dengan mendorong, memotivasi, dan menggali potensi yang dimiliki. Pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan cara penguatan kemampuan masyarakat untuk dapat mandiri dalam meningkatkan kualitas hidupnya, baik melalui peningkatan keterampilan yang sifatnya material maupun penguasaan Kampung Ondomohen memiliki program UMKM yang dihasilkan dari menanam sayuran hidroponik hasil urban farming, ternak ikan, membuat briket arang, dan souvenir. Dengan adanya produk UMKM diharapkan dapat membantu masyarakat dari segi ekonomi dan juga bagai pemasukan untuk pembenahan Hal ini bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi para ibu rumah tangga yang mencoba untuk membantu ekonomi keluarga. Terlepas dari pemberdayaan masyarakat secara ekonomi, masyarakat tanpa sadar mampu untuk membuat kemandirian pada keterampilan potensi yang sudah mereka miliki melalui pelatihan yang diadakan maupun dari hasil belajar bersama dengan masyarakat kampung. AuKetika pandemi itukan segala sesuatu itukan mahal terutama isu kelangkaan pangan, ketika kita bisa menumbuhkan minimal sayur dan buah di kampung kita sendiri dan ada ikan. Otomatis masyarakatkan jadi berpikir, oh. ternyata program lingkungan itu asik ya. Nanti diurusan sampah kita kembangkan lagi, nanti diurusan urban farming selesai kita mau apa? Nanti kita bisa adakan kegiatan pariwisata, kemudian kita mainan UMKM. Masih banyak lagi hal-hal yang bisa diinovasikan tujuannya apa? Memberikan kemanfaatan seluas-luasnya bagi Ay (Wawancara AC/ Motivator Lingkungan/ 14-03-2. Dalam proses pemberdayaan masyarakat, keberadaan kelembagaan berperan bagi pencapaian dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi lingkungan, membangun inovasi masyarakat, serta memelihara dan meningkatkan fungsi lingkungan berbasis masyarakat. Kampung Ondomohen memiliki kelembagaan formal berupa struktur kepengurusan RT (Ketua. Wakil Ketua. Sekretaris, dan Bendahar. serta kader lingkungan yang bertugas untuk membantu masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berperan dalam proses pemberdayaan masyarakat. Selain itu, kader lingkungan juga bertanggung jawab untuk menggerakkan masyarakat, khususnya yang ada di Kampung Ondomohen untuk tetap menjaga lingkungan. Guna menyukseskan kegiatan UMKM, kader dibentuk untuk menggugah partisipasi masyarakat, seperti kader budidaya maggot, kader pembuatan briket arang, kader pengelolaan sampah plastik, dan kader pengelolaan air IPAL menjadi kolam ikan. Kampung Ondomohen juga memiliki kader lingkungan untuk mempermudah pengawasan dalam menjaga potensi di Kampung Ondomohen. Keberadaan kader tersebut juga berfungsi dalam memberikan semangat dan edukasi kepada warga. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Adanya peran kelembagaan tersebut mampu mendorong masyarakat Kampung Ondomohen untuk melakukan inovasi di setiap program yang akan dijalankan, termasuk menjadikan suatu kampung yang hijau dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan di lingkungan kampung, seperti kerja bakti pembenahan kampung. Masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan rapat warga guna menemukenali permasalahan kampung dan merumuskan alternatif solusi secara bersama-sama. Kampung Ondomohen dikenal sebagai kampung oase karena berhasil membangun suasana hijau di dalam kampung dengan memanfaatkan potensi atau aset yang dimiliki. Dilansir dari Jawa Pos . dan Ghozali & Rahaju . Kampung Ondomohen dikembangkan dengan menggunakan konsep sister kampung bersama dengan Kampung Pintar Tembok Gede menjadi Kampung Wisata Oase Surabaya yang berfokus pada wisata edukasi berbasis lingkungan. Dalam perjalanannya. Kampung Dolly juga menggunakan konsep sister kampung dengan Kampung Ondomohen kaitannya untuk memotivasi pengembangan pertanian perkotaan di Kampung Dolly (Hastijanti & Widyaswara, 2. Hal ini menjadikan eksistensi Kampung Ondomohen di tengah pembangunan Kota Surabaya semakin menguat melalui pemberdayaan masyarakat. Kampung Ondomohen dapat eksis di tengah pembangunan kota oleh adanya pemberdayaan Dalam hal ini, partisipasi masyatakat juga menjadi salah satu hal yang turut menyukseskan pemberdayaan masyarakat tersebut. Meskipun kelembagaan lokal telah berperan aktif dan inovatif dalam membangun kampung, partisipasi masyarakat berperan dalam pemeliharaan dan menjamin keberlanjutan Partisipasi masyarakat erat dengan rasa kepemilikan dan kepeduliannya dengan tempat Hal ini terlihat dari partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan sosial berupa kerja bakti baik membersihkan lingkungan maupun perawatan tanaman dan telah melembaga dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini sejalan dengan Fitriani & Wijaya . dan Sukmawati & Yuliastuti . bahwa eksistensi kampung kota tidak terlepas dari peran serta masyarakat sebagai penghuninya untuk menghidupkan kampung dan disesuaikan dengan kapasitas masyarakat. KESIMPULAN Pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen berangkat dari permasalahan lingkungan terkait Dalam proses pemberdayaan masyarakat diperlukan partisipasi masyarakat dan peran kelembagaan lokal. Dalam kasus di Kampung Ondomohen, kelembagaan lokal, seperti keberadaan kader lingkungan, fasilitator lingkungan. RT dan RW berhasil menggugah partisipasi masyarakat dalam melestarikan kampung kota melalui aktivitas-aktivitas lingkungan. Partisipasi masyarakat tersebut juga beragam, sesuai dengan kemampuan masyarakat. Keberhasilan pemberdayaan masyarakat di Kampung Ondomohen dimulai oleh adanya orang-orang yang peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya, merumuskan kegiatan atau program untuk meminimalisir permasalahan lingkungan, memberikan contoh baik, dan mengajak masyarakat untuk terlibat. Dampak lainnya adalah munculnya UMKM yang dapat menjadi sumber ekonomi tersendiri bagi masyarakat yang menggelutinnya. Keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam praktik pengelolaan lingkungan tersebut menjadikan eksistensi Kampung Ondomohen semakin kuat di tengah perkembangan Kota Surabaya. Hal ini terlihat dari dikembangkannya konsep sister kampung antara Kampung Ondomohen dan Kampung Kampung Pintar Tembok Gede menjadi Kampung Wisata Oase Surabaya serta Kampung Ondomohen dan Kampung Dolly dalam memotivasi pengembangan urban farming. Selain itu. Kampung Ondomohen juga mendapat kunjungan dari akademisi Jepang untuk melihat best practice dalam pengelolaan sampah. Kedepannya, diperlukan peningkatan kemitraan dengan kelembagaan lain yang juga berfokus dengan lingkungan untuk meningkatkan branding kampung. DAFTAR PUSTAKA