Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Website Jurnal : http://ojs. id/index. php/jimik/ ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Respon Media Atas Polemik Tes PCR (Tinjauan atas Konten Majalah Tempo dan Media Online Tempo. Media Response To PCR Test Polemic (Overview of the Content of Tempo Magazine and Tempo. co Online Medi. Nurdin Sibaweh Universitas Sahid. Jakarta. Indonesia Alamat: Jl. Prof. DR. Soepomo No. RT. 7/RW. Menteng Dalam. Kec. Tebet. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870. Indonesia Email korespondensi: nurdinsihermes@gmail. Diterima : 30 Mei 2022 || Revisi : 7 Juni 2022 || Disetujui : 28 Juni 2022 Abstract This research is aimed to explain how Tempo magazine edition 1 November 2021 and Tempo. Co on 17 November 2021 coverage responded to the PCR test policy, considering that the policy has caused polemics and has become a discourse that grabbed the public attention. This study used a qualitative approach to content analysis which was carried out on Tempo Magazine and Tempo. Co on 1-7 November 2021. Before conducting content analysis, the researcher first grouped the news carried out by Tempo Magazine and Tempo. co on that date. The results show that the content of Tempo magazine 1 November 2021 edition presented opinions and news from the investigation that the PCR test business was controlled by government officials, politicians and big businessmen who were suspected of taking advantage in the midst of the Covid-19 pandemic, and business interest was indicated in the requirements for taking PCR test before flight. Meanwhile Tempo. co, from 1-7 November 2021, presented news content that was quite intensive and also critical of the PCR test policy, emphasizing the involvement of two ministers involved in the PCR business, namely Luhut Binsar Panjaitan as the Coordinating of Minister for Maritime Affairs and Investment of the Republic of Indonesia and Erick Thohir as the Minister of State-owned Enterprises (BUMN). Keywords: PCR. Tempo. Business. Pandemic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemberitaan majalah Tempo edisi 1/11 2021 dan Tempo. Co tanggal 1-7 November 2021 dalam merespon kebijakan tes PCR, mengingat kebijakan tersebut menimbulkan polemik dan menjadi wacana yang menyita perhatian publik. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif analisis isi yang dilakukan terhadap Majalah Tempo dan Tempo. Co pada tanggal 1-7 November 2021. Sebelum melakukan analisis isi, peneliti terlebih dahulu mengelompokkan pemberitaan yang di lakukan pada Majalah Tempo dan Tempo. Co ditanggal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan konten majalah Tempo edisi 1/11 2021 menyajikan berita hasil investigasi bahwa bisnis tes PCR dikuasai oleh para pejabat pemerintahan, politikus dan pengusaha besar yang diduga mengambil keuntungan di masa pandemi Covid-19, dan ada indikasi pemberlakuan tes PCR sebagai syarat melakukan penerbangan terdapat kepentingan bisnis. Sementara Tempo. co, dari tanggal 1-7 November 2021 menyajikan isi berita yang cukup intensif dan juga kritis terhadap kebijakan Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. ISSN : 2614-1272. e-ISSN : 2720-9857 Respon Media Atas Polemik Tes PCR tes PCR, dengan menekankan keterlibatan dua menteri yang terlibat dalam bisnis PCR, yaitu Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Marves RI dan Erick Thohir selaku Menteri BUMN RI. Kata kunci: PCR. Tempo. Bisnis. Pandemi PENDAHULUAN Dalam perkembangan terakhir (OktoberNovember 2. , pandemi Covid-19 di Indonesia diwarnai dengan permasalahan tes polymerase chain reaction (PCR), baik terkait harganya maupun sebagai syarat melakukan penerbangan. Permasalahan ini kemudian menjadi wacana yang menyita perhatian publik. Setelah terbit Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 pada tanggal 18 Oktober 2021, yang antara lain berisi aturan untuk membatasi kegiatan masyarakat sesuai level yang telah ditetapkan, terjadi kesimpang siuran mengenai syarat tes PCR bagi masyarakat yang akan naik pesawat. Hal ini dikarenakan, dalam instruksi Mendagri tersebut, dinyatakan juga bahwa tes PCR merupakan salah satu syarat untuk melakukan penerbangan dan setidaknya harus diambil dua hari sebelum waktu penerbangan Di sisi lain. Kemenhub RI menyampaikan bahwa selama ini aturan persyaratan merujuk kepada Surat Edaran Satgas Covid-19, yang membolehkan hanya hasil tes Antigen bagi yang sudah vaksin kedua . co, 20/10/2. Kesimpang siuran ini menyebabkan masyarakat tidak mendapatkan kepastian mengenai syarat penerbangan dan ditambah biaya tes PCR yang mahal. Persoalan kesimpang siuran dan mahalnya biaya tes PCR direspon oleh Pemerintah melalui instruksi Presiden kepada jajarannya agar menurunkan biaya tes PCR menjadi Rp300. co, 26/10/2. Rencana turunnya biaya tes PCR tersebut, tidak secara otomatis menyelesaikan masalah, namun justru melahirkan permasalahan baru, karena biaya tes PCR yang selama ini mahal, di atas satu juta, dinilai tidak transparan dan melahirkan berbagai spekulasi publik akan adanya manipulasi terkait harga tes PCR. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kesehatan dan Keadilan, menyampaikan pandangan terkait penurunan harga tes PCR tidak mencerminkan asas akuntabilitas dan transparansi. Bahkan Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kebijakan tersebut hanya untuk membela kepentingan kelompok yang memiliki bisnis alat kesehatan . co, 31/10/2. Polemik semakin mengemuka dalam wacana publik ketika majalah Tempo edisi 1/11 2021, menyajikan hasil investigasi layanan PCR dengan berita utama AuPara Penikmat Cuan PCRAy. Majalah Tempo edisi ini antara lain mengungkap para pejabat pemerintah, politikus, dan pengusaha yang mengambil keuntungan serta terlibat dalam bisnis PCR. Majalah Tempo merupakan salah satu media dari Kelompok Tempo Media. Indonesia. Kelompok Tempo Media merupakan salah satu perusahaan pers terbesar di Indonesia, dimana dalam perkembangannya, manajemen Kelompok Tempo Media telah melakukan perubahan dari media cetak menjadi media digital, salah satu bentuk media digitalnya adalah Tempo. Menurut Setri Yasra . 8/3/2. Tempo. co mengedepankan kecepatan dan kelengkapan. Disamping artikelnya harus berkualitas untuk berita newsnya. Tempo. co juga menjadi etalase pembaca guna masuk ke Majalah Tempo dan Koran Tempo. Tulisan atau artikel yang ada di Tempo. co dapat dilihat secara mendalam di Koran Tempo, dan story behind peristiwanya diulas dan muncul di majalah Tempo. Lebih lanjut Yasra menjelaskan, untuk menjaga kualitas Tempo. co dan produk Tempo lainnya, maka transformasi kemampuan selalu dilakukan, dimana tim yang berada di platform Kelompok Tempo Media terus mengalami rotasi dengan tujuan untuk mewujudkan kemampuan tim yang merata. Tempo. co sejak 1995 mendeklarasikan sebagai pionir portal berita, dan sejak 2008 Tempo. co memberikan sajian berita yang berkualitas dan penampilan baru. Aplikasi Tempo. co bukan hanya bisa diakses melalui komputer pribadi, melainkan juga melalui peranti lain seperti iPad, iPhone. Blackberry, ponsel, dan komputer tablet Android. Kelompok Tempo Media merupakan media yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi, dimana Kelompok Tempo Media mampu melakukan transformasi media sebagai dampak perubahan teknologi dalam sistem komunikasi manusia dan bisnis media saat ini. Hal inilah yang dalam perkembangan kajian media disebut sebagai mediamorphosis, dimana Fidler . memahaminya sebagai transformasi media komunikasi yang secara umum ditimbulkan sebagai akibat hubungan timbal balik yang cukup rumit antara berbagai kebutuhan yang dirasakan. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. tekanan persaingan dan juga tekanan politik, serta munculnya berbagai inovasi sosial dan teknologi. Kelompok Tempo Media, berdasarkan riset Yanuar Nugroho dkk. pada Maret 2012 . alam Wildan Hakim, 2016:. merupakan salah satu dari dua belas korporasi media yang ada di Indonesia yang mengendalikan hampir seluruh kanal media yang ada di Indonesia. Adapun sebelas korporasi media lainnya menurut Nugroho dkk. yaitu Kelompok Kompas Gramedia. Visi Media Asia. MNC Group. Group Jawa Pos. CT Group. Elang Mahkota Teknologi. Mahaka Media. Group Media Berita Satu Media Holdings. Femina Group, dan MRA Media. Dalam konteks industri media. Kelompok Tempo Media, sebagai salah satu korporasi media di Indonesia, selain mampu melakukan tranformasi media, dalam konten-kontennya juga tetap menyajikan berita-berita dan opini yang kritis terhadap fenomena yang terjadi, khususnya dalam hal kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah, seperti kebijakan tentang tes PCR. Kajian mengenai respon Majalah Tempo dan Tempo. co terhadap polemik tes PCR menarik untuk dikaji karena mengungkap isu-isu strategis dan krusial yang diduga melibatkan nama pejabat atau tokoh yang berada di kekuasaan, dan permasalahan tes PCR ini semakin kuat menjadi polemik yang terangkat ke permukaan serta hadir menjadi wacana publik. Respon Majalah Tempo dan Tempo. diangkat dalam penelitian ini karena polemik mengenai tes PCR banyak menyita perhatian publik dan mendapat respon dari berbagai media, seperti majalah Tempok dan Tempo. Terkait dimensi konten, menurut Shoemaker dan Reese . dalam Ishadi . 4: 14-. yang memengaruhi isi media terdapat lima faktor: . media routines level. individual level. extra media level. organization level. ideological level. Kelima faktor ini dapat dijelaskan, bahwa media routines level terkait dengan perspektif organisasi media. level terkait sisi profesional jurnalis. extra media level terkait beberapa faktor yang ada di luar media yang berhubungan dengan tiga faktor utama, yaitu sumber penghasilan media, narasumber, dan lembaga lain di luar media. organization level terkait dengan faktor struktur organisasi dari suatu media. dan Ideological level merupakan kerangka-kerangka referensi yang Dari kelima faktor tersebut, yang memiliki relevansi dengan penelitian ini yaitu individual level, yang terkait dengan aspek profesionalisme jurnalis, dimana hal itu terjadi antara lain karena didukung oleh latar belakang pendidikan dan keterampilan jurnalis dalam menyajikan berita yang tepat. hal ini juga mendukung Kelompok Tempo Media sebagai media yang memiliki perspektif kritis-obyektif terhadap kebijakan pemerintah. Beberapa penelitian yang relevan dengan tulisan ini antara lain penelitian yang dilakukan oleh Nurhajati dan Wijayanto . 9: 1-. yang meneliti tentang Kepemilikan Media dan Isi Pemberitaan Koran Tempo. Penelitian ini berangkat dari kondisi kepemilikian media di Indonesia menunjukkan terjadinya pemusatan kepemilikan yang menjadikan keberagaman isi media tidak terjadi dan sulit Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana Koran Tempo dapat bersikap berimbang menyiarkan pemberitaan yang berkaitan dengan kepentingan para pemiliknya, dengan menggunakan pendekatan kualitatif-konstruktivis serta strukturasi Giddens sebagai teorinya. Hasil penelitian ini menunjukan, isi Koran Tempo tidak semata-mata memublikasi apa-apa yang diharapkan oleh pemilik modal. Namun tetap patuh dan menjunjung tinggi rapat redaksi, ide serta gagasan dari para anggota redaksi, serta tidak semata-mata mengamini keinginan pemilik modal. Dari penelitian yang dilakukan Nurhajati dan Wijayanto ini, dalam pandangan penulis menunjukkan jurnalis Koran Tempo, sebagai bagian dari Kelompok Tempo Media menjunjung tinggi profesionalisme dan kebebasan dalam menyajikan berita. Relevansi dengan penelitian yang dilakukan penulis terletak pada subjeknya yaitu koran Tempo sebagai salah satu bagian dari Kelompok Tempo Media, dan objeknya mengenai isi pemberitaan, serta hasil penelitiannya yang menunjukkan obyektivitas dari Kelompok Tempo Media. Penelitian lain dilakukan oleh Kurniawan . 6: 49-. tentang Kajian Makna Di Balik Sampul Majalah Tempo (Studi Kasus AuSampul Rekening Gendut Perwira PolisiAy, edisi Senin, 28 Juni 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik dari strukturalisme Roland Barthes, dengan subjek penelitiannya adalah majalah tempo dan objek penelitiannya yaitu visualisasi dari sampul depan majalah Tempo dan bertuliskan Aurekening gendut perwira polisiAy. Hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa visualisasi celengan babi di sampul depan majalah Tempo dipandang meyinggung dan menghina institusi kepolisian. Relevansi dengan penelitian ini, karena subjek penelitiannya yaitu majalah Tempo, dimana dalam penelitian penulis juga menjadikan majalah Tempo sebagai subjek Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. Selain kedua penelitian di atas, penelitian lain yang relevan yaitu penelitian Nusa . tentang Halaman Muka Majalah Tempo (Studi Analisis isi Perbedaan Halaman Muka Sebagai Representasi Tajuk Utama Majalah Tempo Edisi Tahun 1993/1994 dengan Tahun 2009/2. Penelitian ini mengkaji kecenderungan dari pemberitaan majalah Tempo melalui bagian halaman muka di dua periode yang secara karakteristik dua periode tersebut memiliki sistem politik yang cenderung berseberangan. Penelitian Nusa ini menggunakan pendekatan analisis isi dan bersifat deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini antara lain menunjukkan bahwa majalah Tempo periode I dan periode II ada perbedaan pemberitaan, dimana isu-isu mengenai politik dan korupsi lebih sedikit dibandingkan dengan periode II yang banyak memberitakan isu-isu mengenai keterlibatan oknum-oknum yang ada Relevansi penelitian Nusa ini terletak pada subjek penelitiannya yaitu majalah Tempo, dan pendekatannya yang sama-sama menggunakan analisis isi. dan media online Tempo. Co pada tanggal 1-7 November 2021, merespon polemik tes PCR. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberitaan Majalah Tempo dan Tempo. terkait PCR Pemberitaan majalah Tempo dan media online Tempo. co mengenai polemik tes PCR merupakan salah satu respon media terhadap isu kekinian, yang diproses dalam ruang redaksi, dimana hal tersebut merupakan bagian dari manajemen media. Respon ini secara umum dapat dilihat dari judul-judul pemberitaan, opini atau laporan hasil investigasi yang disajikan. Mengenai polemik tes PCR ini, majalah Tempo menyajikan opini dan laporan utama sebagai Tabel 1. Pemberitaan Majalah Tempo terkait PCR Kolom Halaman Judul Laporan Colok Hidung Pendulang Utama Dari beberapa penelitian yang telah disebutkan diatas, yang menjadi perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan penulis yaitu pada fokus penulis yang akan mengkaji isi berita mengenai polemik tes PCR yang disajikan majalah Tempo edisi 1/11 2021 dan Tempo. tanggal 1-7 November 2021. METODE Kajian dalam tulisan ini akan memfokuskan bagaimana dimensi konten pada majalah Tempo dan Tempo. co dalam kurun waktu pemberitaan 17 November 2021 ketika merespon polemik tes PCR. Analisis isi . ontent analysi. akan digunakan dalam menganalisis dimensi konten. Menurut Kerlinger . alam Nusa, 2. analisis isi merupakan suatu metode untuk mengamati dan mengukur isi komunikasi. Sebelum dilakukan analisis isi, penulis terlebih dahulu melakukan langkah-langkah mengelompokkan pemberitaan yang disajikan oleh Majalah Tempo dan Tempo. Co yang akan dijadikan fokus amatan penelitian. Subjek kajian ini adalah majalah Tempo dan media online Tempo. Co, sementara obyek kajiannya adalah isi berita tentang polemik tes PCR. Adapun alasan menggunakan kedua media ini sebagai subjek kajian dan isi berita tentang polemic tes PCR sebagai objeknya, karena konten pemberitaan Kelompok Tempo Media, khususnya melalui Majalah Tempo dan Tempo. co, bersuara kritis terhadap berbagai kebijakan tes PCR. Secara praksis, kajian ini akan melihat bagaimana konten pemberitaan majalah Tempo 1/11 2021 Untung Kongsi Pencari Rezeki Laris Manis Bisnis Tes Usap Tes Mahal Sonder Komponen Lokal Adapun media online Tempo. co, sejak tanggal 17 November 2021 menyajikan berita mengenai tes PCR cukup intensif, dengan beberapa judul berita sebagai berikut: Tabel 2. Pemberitaan Tempo. Co terkait PCR Tang Judul Berita 1/11/ Penyedia Tes Swab di Bandung Mulai Pajang Harga PCR Baru Terkini Bisnis: Penumpang Pesawat Tak Wajib Tes PCR. Bunga Deposito 4 Bank Besar Penumpang Pesawat Cukup Tes Antigen. Sandiaga: Agar Tak Bebani Masyarakat 2/11/ Tarif PCR Turun. HIPMI: Seharusnya Juga Memperhatikan Suara Pengusaha. Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan ke KPK Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. Tang Judul Berita Tang Judul Berita Simak Syarat Terbaru Naik KA Jarak Dugaan Pejabat Terlibat Tes PCR. Pakar Jauh. Bisa Pakai Tes Cepat Antigen Hukum: Cek Data Impor dan Faktur Pajak Luhut Soal Bisnis PCR: Saya Selalu Jubir Luhut Tampik Ada Pembagian Mendorong Harga Tes Diturunkan Keuntungan Tes PCR di PT GSI TERPOPULER BISNIS: INGGRIS AKAN Jubir: Luhut Donasi Lebih Dari Rp 60 INVESTASI USD 9,29 M. LUHUT Miliar Untuk Fasilitas Tes PCR DIDUGA BERBISNIS PCR Syarat Penerbangan Bandara Lombok. Bisa Pakai Antigen atau PCR TES PCR TAK LAGI JADI SYARAT PENERBANGAN. TAPI MASIH 4/11/ Menilik Potensi Cuan Bisnis PCR Selama TUNGGU ATURAN TEKNIS Pandemi Covid-19 Luhut Buka Suara Soal Bisnis PCR: Tidak GONTA-GANTI ATURAN PCR Ada Sedikitpun Keuntungan Pribadi PENUMPANG PESAWAT. INI AWAL Luhut Soal Bisnis PCR: Saya Selalu MULANYA Mendorong Harga Tes Diturunkan LEBIH DARI 93. 000 PENUMPANG Simak Syarat Baru Naik Kereta Api Jarak. INTERNASIONAL TES PCR DI Bisa Pakai Tes Cepat Antigen BANDARA SOEKARNO-HATTA Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan ke PENUMPANG JARAK 250 KM WAJIB KPK ANTIGEN/PCR. YLKI: Tarif PCR Turun. HIPMI: Seharusnya MENGGELIKAN DAN MENGADA- Memperhatikan Juga Suara Pengusaha ADA ORGANDA MINTA PEMERINTAH TETAP 5/11/ Ketua KPK sebut Tak Akan Pandang Bulu Soal Laporan Tes PCR GRATISKAN TES ANTIGEN DI Erick Thohir Dilaporkan Ke KPK soal TERMINAL Bisnis PCR. Stafsus Menteri BUMN: Absurd 12 LANGKAH JALANI TES PCR DENGAN KPK Telaah Laporan PRIMA soal Dugaan BENAR Bisnis PCR Luhut dan Erick Thohir BISA PAKAI TES CEPAT ANTIGEN, Dilaporkan ke KPK soal Bisnis PCR. Luhut SIMAK SYARAT PENERBANGAN TERBARU PASIEN COVID-19 DKI JAKARTA HARI INI NAIK 77 ORANG Tenangkan Isteri: Tak Ada yang Salah 7/11/ Kemenkes Gandeng BPKP Cegah Tarif PCR Merugikan Masyarakat Jejak Mantan Menteri dan Kader Partai Luhut Buka Suara Soal Bisnis PCR: Tidak Dalam Lingkaran Bisnis PCR Ada Sedikitpun Keuntungan Pribadi 3/11/ Pelaku Perjalanan Internasional Sudah Vaksinasi Wajib Karantina 3 Hari Mulai 3 November. Naik Kereta Api Tak Perlu tes PCR Dari judul-judul berita yang disajikan majalah Tempo dan media online Tempo. co di atas, kedua media tersebut memberikan respon secara kritis terhadap kebijakan tes PCR dan polemik yang hadir di publik. Respon kritis ini. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. merupakan salah satu karakteristik media yang berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi. Dalam konteks ini. Gazali . dalam Slamet gatekeeper atau channel yang strategis dalam membangun dan memperkuat demokrasi karena media memiliki kemampuan dalam meng-amplify efek dari sebuah pesan politik. Konten Majalah Tempo Majalah Tempo melalui kolom opininya yang berjudul AuPokoknya Cuan Rame-Rame (PCR)Ay . menyampaikan bahwa tes PCR yang diserahkan kepihak swasta merupakan logika yang sesat pikir, dimana seharusnya tes PCR dikelola oleh pemerintah. Hal ini ditambah dengan temuan adanya pejabat dan keluarga pejabat serta beberapa politikus yang terlibat . aca juga: bermai. dalam bisnis tes PCR. Dalam kolom opini ini disebutkan beberapa pejabat pemerintah yang terlibat antara lain Luhut Binsar Panjaitan (Menko Marve. dan Erick Thohir (Menteri BUMN). Sementara politikus dan pengusaha yang terlibat antara lain Enggartiasto Lukito (Politikus Nasde. dan Arsjad Rasjid (Ketua KADIN). Lebih lanjut, dalam kolom opininya, majalah Tempo menegaskan bahwa Aosetiap regulasi yang berpotensi memberikan keuntungan tak wajar untuk pebisnis di masa pagebluk ini patut dicurigaiAo. Majalah Tempo dalam laporan utamanya mengangkat temuan yang disajikan dalam empat judul besar yaitu AuColok Hidung Pendulang UntungAy. AuKongsi Pencari RezekiAy. AuLaris Manis Bisnis Tes UsapAy, dan AuTes Mahal Sonder Komponen LokalAy. Laporan utama dengan judul AuColok Hidung Pendulang UntungAy . Tempo secara singkat menggambarkan dinamika kebijakan pemerintah mengenai harga tes PCR sampai menurunkan harga. Namun penurunan harga tes PCR tersebut masih mengindikasikan adanya bisnis PCR yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah, politikus dan pengusaha Laporan ini menyebutkan bahwa diawal pandemi biaya tes PCR mencapai kurang lebih 2 juta, lalu turun menjadi Rp900 ribu pada Oktober 2020, dan turun lagi menjadi Rp495 ribu mulai Agustus 2021. Padahal modal yang dikeluarkan untuk satu kali tes PCR hanya berkisar 200 ribu. Selain itu, dalam laporan ini merujuk hasil kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebutkan bahwa penyedia jasa PCR yang dimulai dari Oktober 2020 sampai Agustus 2021 setidaknya mencapai keuntungan 10,46 Triliun. Jumlah keuntungan ini tidak termasuk keuntungan importir, mengingat biaya untuk masuknya alat kesehatan . di tengah masa pandemi tidak dipungut pajak. Bahkan disebutkan juga, dalam laporan ini, pebisnis PCR mendapat keuntungan paling banyak saat varian Delta masuk ke Indonesia pada pertengahan 2021. Disebutkan juga dalam laporan ini, pandangan Ketua YLKI, bahwa pemerintah harusnya mengatur batas keuntungan tes PCR, karena aturan yang berlaku saat ini justru melegalkan kartel bisnis PCR. Laporan utama dengan judul AuKongsi Pencari RezekiAy . , menyebutkan sejumlah politikus dan konglomerat yang memiliki laboratorium tes PCR dan mendulang untung di tengah pandemi Covid-19. Nama-nama yang terlibat yaitu Luhut Binsar Panjajaitan (Menko Marve. Garibaldi Thohir (Kakak Erick Thohir Menteri BUMN), dan Arsjad Rasjid (Ketua Umum KADIN). Ketiga nama ini terkait dengan Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) sebagai pemilik sahamnya. Laboratorium GSI yang didirikan bulan April 2020 dan beroperasi mulai Agustus 2020, menunjukkan telah meraup keuntungan sebesar Rp3,29 Miliar. Selain ketiga nama tersebut, politikus yang melakukan bisnis PCR yaitu Enggartiasto Lukita . olitikus Nasde. sebagai pendiri PT. Intibos Persada Sejahtera, yang memiliki unit usaha tes PCR Intibos Lab & Klinik. Laboratorium ini beroperasi sejak Agustus Di laporan utama yang berjudul AuLaris Manis Bisnis Tes UsapAy . Tempo menegaskan sejumlah nama politikus dan pengusaha besar yang terjun ke bisnis PCR selama pandemi Covid19. Bahkan disebutkan juga ada indikasi pemaksaan tes PCR oleh Pemerintah untuk penumpang pesawat, meskipun libur Natal dan Tahun Baru 2021 masih sekitar dua bulan lagi, merupakan bagian dari kepentingan bisnis PCR. Berikut nama perusahaan dan para pejabat pemerintahan, politikus, dan pengusaha yang terjun ke bisnis PCR. Tabel 3. Perusahaan dan tokoh/pejabat yang terjun ke bisnis PCR Nama Perusahaan Pejabat/Politikus/Pengusah a Terkait PT. Indika Energy Arsjad Rasjid (KADIN) Tbk PT. Toba Sejahtera Luhut Binsar Panjaitan (Menko Marve. PT. Toba Energy Bumi Luhut Binsar Panjaitan (Menko Marve. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. PT. Adaro Energy G. Thohir (Saudara dari Tbk Menteri BUMN) Northstart Group Patrick Walujo dan Glenn Sugita. PT. Inti Bois Enggartiasto Lukita (Pendiri Persada Sejahtera Perusahaa. PT. Budiman Maju Jack Budiman dan Audrey Budiman Mega Farmasi Tempo juga merilis keuntungan bisnis tes PCR dalam laporan utamanya sebagaimana data Dengan demikian, majalah Tempo telah menunjukkan sebagai media yang independen. Untuk menunjukkan independensi Tempo, dapat dilihat antara lain hasil penelitian Susanto . yang menjelaskan bahwa bahwa keputusan rapat redaksi merupakan keputusan tertinggi, yang tidak dapat diubah tanpa melalui mekanisme meeting yang serupa. Selain itu, dalam melahirkan produk, berita yang dilahirkannya dirumuskan lewat rapat dengan menjaring masukan dan pandangan anggota redaksi, mulai dari reporter, redaktur, sampai pemimpin redaksi, yang semuanya hadir dalam rapat perencanaan konten. Independensi ini ditunjukkan juga dengan peran para aktor di dapur Sementara produksi berita diawali dari perdebatan mengenai perspektif sebuah informasi, dimana Ide-ide dan gagasan di ruang redaksi didialogkan secara dialektis. Sampai pada akhirnya, gagasan yang didukung oleh data dan argumentasi yang kuat serta berdampak kepada publiklah yang kemudian disepakati sebagai Konten Tempo. Gambar 1. Sumber: Majalah Tempo, 1/11 tahun 2021. Sementara laporan utama dengan judul AuTes Mahal Sonder Komponen LokalAy . Tempo menyajikan berita bahwa komponen PCR yang impor menjadi alasan tes PCR menjadi Hal ini berimpliksi kepada beberapa layanan kesehatan PCR seperti Rumah Sakit Unggul Karsa Medika di Kabupaten Bandung, menghentikan operasinya karena biaya PCR yang diturunkan, sehingga menyebabkan keuntungan berkurang dari tes PCR ini. Dari opini dan laporan utama yang disajikan majalah Tempo 1/11 tahun 2021 ini, menurut penulis. Tempo telah menghadirkan data dan wacana ke publik mengenai adanya penguasaan bisnis PCR yang dilakukan oleh para menteri, politikus dan pengusaha tertentu, dimana penguasaan bisnis tersebut memberikan peluang serta dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar. Sementara dari aspek manajemen media, dalam pandangan penulis, redaktur majalah Tempo telah menyajikan informasi dan data yang selama ini menjadi kecurigaan dan keingintahuan publik terhadap adanya bisnis PCR yang dikuasai oleh para pejabat dan kelompok tertentu. Selain majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021 menyajikan opini dan laporan utamanya tentang polemik tes PCR, media online Tempo. co juga sangat intensif menyajikan berita dengan konten mengenai tes PCR. Dalam portal beritanya di https://w. co sampai tanggal 14 November 2021 masih menyajikan #Tes PCR sebagai topik terhangat yang pertama. Dari beritaberita yang disajikan pada tanggal 1-7 November 2021. Tempo. co menyajikan berita antara lain tentang perubahan kebijakan syarat PCR untuk naik pesawat dan juga mengenai turunnya harga tes PCR. Selain berita mengenai hal tersebut, menurut penulis terdapat beberapa berita yang keterlibatan dua pejabat pemerintahan, yaitu Luhut Binsar Panjaitan, selaku Menko Marves, dan Erick Thohir, selaku Menteri BUMN, dalam bisnis PCR dan mengambil keuntungan di masa pandemi Covid-19. Beberapa berita yang mengarahkan keterlibatan Menko Marves dan Menteri BUMN, antara lain berita tanggal 2 November 2021, dengan judul AoTerpopuler Bisnis: Inggris Akan Investasi USD 9,29 M. Luhut Diduga Berbisnis PCRAo, dalam berita tersebut dikemukakan Nama Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Marves yang diduga ada di dalam lingkaran bisnis PCR. Majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021 menuliskan adanya dua perusahaan yang terafiliasi dengan Luhut Binsar Panjaitan, yaitu PT. Toba Sejahtera dan PT. Toba Bumi Energi, dimana dua Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. perusahaan tersebut tercatat mengempit saham di PT. Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Selanjutnya, pada tanggal 3 November 2021. Tempo. co juga menyajikan berita dengan judul AoDugaan Pejabat Terlibat Tes PCR. Pakar Hukum: Cek Data Impor dan Faktur PajakAo yang menyebutkan nama Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Marves yang diduga ada di dalam lingkaran bisnis polymerase chain reaction atau PCR. Majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021 menuliskan adanya dua perusahaan yang terafiliasi dengan Luhut Binsar Panjaitan, yaitu PT. Toba Sejahtra dan PT Toba Bumi Energi, dimana dia perusahaan tersebut tercatat mengempit saham di PT. Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Masih dalam berita ini, disebutkan juga pandangan Ketua Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia yang menjelaskan bahwa "Bila dapat dibuktikan afliasi atau group perusahaan ini ternyata ada hubungannya dengan jabatannya dan dengan sarana jabatan tersebut dijadikan peluang menyalahgunakan kewenangan ini, jelas dapat dikenakan sanksi dalam Pasal 3 UU Tindak Pidana korupsi,". Dari berita tanggal 2 dan 3 November 2021 ini. Tempo. co mengarahkan kepada Luhut Binsar Panjaitan sebagai pejabat pemerintah yang terlibat bisnis PCR. Pada berita tanggal 4 November 2021. Tempo. co menyajikan berita dengan judul AoMenilik Potensi Cuan Bisnis PCR Selama Pandemi Covid-19Ao, dimana kontennya antara lain mengungkapkan adanya perusahaan yang memiliki peran dalam bisnis PCR yaitu PT. Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Disebutkan juga dari penelusuran majalah Tempo, bahwa sebagian saham yang ada di PT. Genomik Solidaritas Indonesia dimiliki oleh PT. Toba Bumi Energi dan PT. Toba Sejahtera. Kedua perusahaan ini diketahui terafiliasi dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Selain kedua perusahaan tersebut, pemilik saham GSI Lab lainnya diketahui adalah Yayasan Adaro Bangun Energi, sebuah organisasi yang bersifat nirlaba dan berada di bawah PT. Adaro Energy Tbk, milik Garibaldi Thohir, yang merupakan saudara atau kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir. Sementara pemberitaan pada tanggal 5 November 2021. Tempo. co menyajikan tiga berita yang mengarahkan dua nama pejabat pemerintahan yang terlibat. Berita yang berjudul AoKPK Telaah Laporan PRIMA soal Dugaan Bisnis PCR Luhut dan Erick ThohirAo menjelaskan bahwa KPK akan membaca dan menelaah laporan yang disampaikan oleh Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengenai tes PCR. Dalam hal ini. PRIMA melaporkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Dalam laporannya. PRIMA mengadukan kedua menteri tersebut atas dugaan terlibat dalam bisnis tes PCR. Selain itu, berita tanggal 5 November 2021 yang berjudul AoErick Thohir Dilaporkan Ke KPK soal Bisnis PCR. Stafsus Menteri BUMN: AbsurdAo menyebutkan PRIMA melaporkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ke KPK atas dugaan terlibat dalam bisnis tes PCR. Sementara staf khusus Erick Thohir. Arya Sinulingga, mengemukakan dan menganggap laporan yang disampaikan PRIMA tidak jelas. Pada tanggal 5 November 2021, terdapat juga berita yang berjudul AoKetua KPK Sebut Tak Akan Pandang Bulu Soal Laporan Tes PCRAo. Konten beritanya berisi tentang Ketua KPK yang mengatakan lembaganya sedang bekerja memeriksa laporan tentang bisnis tes PCR, dan siapapun pelakunya akan ditindak tegas. Dari pemberitaan yang disajikan Tempo. penulis berpandangan bahwa pemberitaan Tempo. co tanggal 1-7 November 2021 tentang tes PCR memperkuat opini dan laporan utama majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021, namun dengan menekankan dan mengarahkan berita mengenai keterlibatan dua Menteri, yaitu Luhut Binsar Panjaitan (Menko Marve. dan Erick Thohir (Menteri BUMN), dalam bisnis PCR di masa pandemi Covid-19. Dalam opini dan laporan utama majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021, menyebutkan beberapa pengusaha dan politikus yang terlibat bisnis PCR, namun dalam Tempo. co hanya mengerucutkan pemberitaan kepada dua menteri tersebut. Konten. Industri Media dan Demokrasi Berdasarkan opini dan laporan utama majalah Tempo, serta pemberitaan Tempo. co dari tanggal 1-7 November 2021, dalam pandangan penulis, manajemen Kelompok Tempo Media telah memainkan strategi dalam industri media dan politik. Hal ini dikarenakan pemilik media, khususnya media swasta secara umum mempunyai kepentingan baik finansial maupun kepentingan strategis lainnya yang melahirkan upaya dalam rangka memengaruhi pengambilan keputusan politik (McQuail, 2011:. Strategi dan Industri media sendiri, menurut Lucy Kung . merupakan bagian dari manajemen media, dan secara teoritis tugas inti manajemen media adalah membangun jalan penghubung antara disiplin teori umum manajemen dan industri media dari kekhususannya. Dalam Industri media, menurut Picard . dalam Kung . menerapkan prinsip dan konsep Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. ekonomi serta telah mendominasi analisis ilmiah dari sektor media. Ekonomi media cenderung bekerja di sektor industri atau tingkat pasar, dengan melihat kondisi dan struktur di industri, pasar media, dan berfokus pada penyebaran sumber daya, terutama keuangan, untuk memenuhi kebutuhan audiens, pengiklan, dan Lebih Kung 7:27-. menjelaskan bahwa manajemen media telah tumbuh dalam bayang-bayang ekonomi media. Ketika manajemen media tidak berada di bawah payung ekonomi media, maka manajemen media akan lebih dominan menjadi bagian dari ilmu ekonomi politik. Bidang ini, menurut Cottle . dalam Kung . menggabungkan perspektif dari ekonomi, politik dan sosiologi untuk menganalisis struktur industri media dan isu-isu peraturan dan kebijakan, terutama melihat faktor-faktor kepemilikan dan kesetiaan politik. Dalam konteks ini. McQuail . menyebutkan bahwa media selalu memiliki aspek relasional dengan ekonomi yang kuat dan struktur kekuatan politik. Dari sisi media, diakui memiliki kekuatan yang terdiri dari dua model yang saling berlawanan, yaitu: pertama, model of dominan media, dimana media dipandang sebagai kekuatan yang merepresentasikan lembaga yang kuat, yang dikontrol atau dikuasai oleh sejumlah elit terbatas yang memiliki kepentingan dan berkuasa serta memiliki jenis dan tujuan yang hampir sama. Kedua, pluralist model, dimana dalam model kedua ini tidak ada elit kecil yang dominan, justru lebih banyak keragaman dan kemungkinan, yang pada akhirnya memungkinkan adanya kontrol demokratis dan terjadinya perubahan (McQuail, 2011:94-. Berdasarkan dua model ini, maka merujuk kepada opini dan laporan utama majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021 dan pemberitaan Tempo. co tanggal 1-7 November 2021 tentang tes PCR, dalam pandangan penulis, kedua media ini masuk dalam model kedua, yaitu pluralist model. Dalam konteks pluralist model inilah konten media dari majalah Tempo dan Tempo. co dapat diarahkan untuk penguatan demokrasi di Indonesia. Diskusi tentang demokrasi di Indonesia, selama ini lebih banyak mengangkat isu-isu mengenai proses pergantian kekuasaan seperti pilpres ditingkat nasional dan pilkada ditingkat daerah, serta isu tentang pilleg pada semua Demokrasi seolah-olah hanya membicarakan ketiga momen tersebut. Padahal diskursus tentang demokrasi sesungguhnya memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk bagaimana keterlibatan masyarakat dalam suatu kebijakan pemerintah, menyampaikan aspirasi dan kebebasan berpendapat. Dalam konteks ini, demokrasi menurut Simarmata . 4: . membutuhkan warga negara yang memiliki kesadaran politik, karena hal tersebut merupakan sebuah kekuatan bagi demokrasi itu sendiri. Sementara demokrasi di Indonesia sendiri menurut Zuhro . pada kurun waktu 21 tahun terakhir . , masih berada pada posisi demokrasi prosedural daripada substantif. Pada posisi ini, masih memerlukan upaya dan kerja keras untuk mewujudkan demokrasi yang Diantara upaya ke arah tersebut, berpendapat perlu terus didorong, termasuk kebebasan berpendapat oleh media. Seiring dinamika demokrasi, media semakin menunjukkan peran dan posisinya yang sangat strategis, khususnya ketika demokrasi dan media direlasikan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang parkembangannya semakin pesat. Dalam hal ini. Morrisset . menjelaskan bahwa di tahun-tahun awal abad 21, pertumbuhan teknologi komunikasi dengan media komputer muncul sangat hebat, khususnya dalam bentuk layanan online. Lalu lintas internet tumbuh dengan kecepatan yang mengejutkan, yang diperkirakan meningkat dua kali lipat setiap Shudson 3:49-. menyampaikan pandangan dengan mengajukan bahwa media digital dapat meningkatkan demokrasi, namun demokrasi yang harus berakar pada visi progresif tentang citizenship. Konsep demokrasi seperti ini berpusat pada informasi. Dalam konteks ini, jika informasi lebih lengkap, lebih luas disebarkan dan dimanfaatkan oleh warga negara, termasuk oleh media, maka demokrasi bisa berkembang. Akan tetapi, hal ini tergantung pada visi dan versi demokrasinya, karena ada kehawatiran bahwa penggunaan media digital terpenjara oleh konsep demokrasi yang ada selama ini. Oleh karena itu, apabila media digital baru ingin diintegrasikan ke dalam demokrasi politik baru untuk penguatan politik, maka harus dikaitkan dengan pemahaman yang serius tentang Menurut Frederick . alam Rucht, 2004:. , teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang perkembangannya sangat pesat, khususnya melaklukan revolusi strategi media dalam melakukan gerakan sosial. Bahkan Wim van de Donk et. dalam kerangka yang lebih jauh mengemukakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara efektif dapat digunakan tidak hanya dalam upaya membangun Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 Juni 2022 https://doi. org/10. 56873/jimik. dan memelihara organisasi yang terpusat serta kuat, melainkan juga dapat didedikasikan menjadi instrumen yang efektif dalam upaya membangun dan mengoperasikan jaringan terdesentralisasi yang memungkinkan untuk menyuarakan pandangan mereka, termasuk dalam konteks ini yaitu untuk memobilisasi komunitas, baik secara fisik maupun virtual. Sampai disini, konten media yang disajikan majalah dan Tempo. co dapat menjadi informasi bagi masyarakat untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah mengenai polemik tes PCR. SIMPULAN Dari pemberitaan majalah Tempo dan Tempo. co mengenai polemik tes PCR pada kurun waktu 1-7 November 2021, menunjukkan respon media ini terhadap isu kekinian, yaitu kebijakan dan polemik tes PCR di masa pandemi Covid-19. Respon ini secara umum dapat dilihat dari juduljudul pemberitaan, opini atau laporan hasil investigasi yang disajikan, yang selanjutnya dapat dilihat secara jelas melalui isi beritanya. Setelah pemberitaannya dikelompokkan dan isi beritanya dianalisis, dapat ditarik tiga simpulan. Pertama, konten majalah Tempo edisi 1/11 tahun 2021 menyajikan opini dan berita hasil investigasi bahwa bisnis tes PCR dikuasai oleh para pejabat pemerintahan, politikus dan pengusaha besar yang diduga mengambil keuntungan di tengah Covid-19, pemberlakuan tes PCR sebagai syarat melakukan penerbangan terdapat kepentingan bisnis dari pejabat pemerintahan, politikus dan pengusaha besar tersebut. Kedua, tidak adanya ketentuan harga tes PCR dari awal dan lebih dominan diserahkan ke swasta menunjukkan regulasi yang ada melegalkan kartel bisnis PCR. Dengan demikian, dari sisi konten, majalah Tempo telah menyajikan konten yang kritis terhadap kebijakan dan peraturan mengenai tes PCR, mulai dari kebijakan harga sampai dijadikannya sebagai syarat perjalanan. Sementara Tempo. co, dari tanggal 1-7 November 2021 menyajikan isi berita yang cukup intensif dan juga kritis terhadap kebijakan tes PCR, dengan menekankan serta mengarahkan keterlibatan dua menteri dalam bisnis PCR di masa pandemi Covid-19, yaitu Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir selaku Menteri BUMN RI. Ketiga, dari konten berita majalah Tempo dan Tempo. informasi dan data yang disajikannya dapat berkontribusi dalam meningkatkan demokrasi, khususnya dalam konteks kebebasan berpendapat dan membangun kesadaran atas kondisi adanya bisnis tes PCR yang dilakukan dan dikuasi oleh para pejabat pemerintahan, pengusaha besar. SARAN Berdasarkan kajian ini, penulis memberikan saran akademik dan praktis. Secara akademik penulis memberikan sara agar ada peneliti lain yang melakukan penelitian terhadap media lain selain majalah Tempo dan Tempo. Co dalam periode dan obyek kajian yang sama, apakah konten media lain juga mengkritisi kebijakan PCR atau sebaliknya. Sementara saran praktisnya, penulis memberikan saran agar media di Indonesia untuk terus meningkatkan perannya dalam memperkuat demokrasi di Indonesia dengan menyajikan konten-konten berita yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Dengan demikian, dimensi idiil media akan lebih kuat dibandingkan dengan dimensi komersilnya. DAFTAR PUSTAKA