AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MENGATASI KESULITAN SISWA MEMAHAMI KONSEP EKONOMI POKOK BAHASAN KETANAGAKERJAAN Siti Yamah MAN 1 Pangandaran sitiyamah648@gmail. Abstrak Kesulitan siswa dalam memahami pembelajaran Ekonomi materi ketenagakerjaan adalah masalah pembelajaran yang mesti dicarikan solusinya. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah bagian dari obat/solusi mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Masing-masing siklus tediri dari empat tahapan, yaitu perencanaan . , tindakan . , pengamatan dan mengevaluasi hasil tindakan . dan melakukan refleksi . sampai perbaikan dan peningkatan yang diharapkan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IIS 2 di MAN 1 Pangandaran dengan jumlah peserta didik 30 orang. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengatasi kesulitan pemahaman siswa yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan 10% dibandingkan dengan pra-tindakan. Hasil belajar pada siklus I pertemuan ke 2 meningkat sebesar 30% menjadi 70% pada siklus II pertemuan ke 1. Demikian pula, hasil belajar pada siklus II pertemuan ke 1 meningkat sebesar 20% menjadi 90 % pada akhir siklus II pertemuan ke 2. Kata Kunci: Efektifitas. Pembelajaran. Kooperatif. STAD Abstract The difficulty of students in understanding the learning material of employment Economics is a learning problem that must be found a solution. The application of the STAD-type cooperative learning model is part of the remedy / solution to overcome students' difficulties in understanding the This research uses Classroom Action Research (PTK) or Classroom Action Research. Each cycle consists of four stages, namely planning, acting, observing and evaluating the results of the action . and reflecting until the expected improvement and improvement. The population of this study were all students of class XI IIS 2 in MAN 1 Pangandaran with 30 students. The results of the study indicate that the use of the STAD type cooperative learning model can overcome student difficulties and improve student learning outcomes in Economics. This is evidenced by a 10% increase compared to pre-treatment. Learning outcomes in the first cycle of the second meeting increased by 30% to 70% in the second cycle of the first meeting. Similarly, learning outcomes in the second cycle of the first meeting increased by 20% to 90% at the end of the second cycle of the second Keywords: Effectiveness. Learning. Cooperative. STAD Pendahuluan Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 24 Siti Yamah Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks di mana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebut di antaranya adalah guru, guru merupakan komponen pengajaran yang memegang penting dan utama, karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh guru, tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi antara guru dengan siswanya, ketidaklancaran komunikasi membawa akibat terhadap tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Proses belajar mestinya berjalan menyenangkan untuk anak-anak didik. adalah hal yang sesungguhnya sangat mendasar dari sebuah proses belajar. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD yang bisa digunakan oleh siapa saja selain siswa dan guru karena memberikan gambaran untuk mendalami apa saja dengan cara mantap dan berkesan. Caranya, seorang pembelajar harus mengetahui terlebih dahulu gaya belajar, gaya berpikir, dan situasi dirinya. Perubahan pendidikan tidak cukup dengan perubahan kurikulum, baik struktur maupun prosedur perumusannya, pembaruan kurikulum akan lebih bermakna bila diikuti oleh perubahan praktek pembelajaran didalam maupun diluar Indikator pembaruan kurikulum ditujukan dengan adanya perubahan pola kegiatan pembelajaran pemilihan media pendidikan, penentuan pola penilaian yang menentukan hasil pendidikan. Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks antara komponen yang satu dengan berbagai komponen yang lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistemik. Artinya masing-masing komponen memiliki peran sendiri-sendiri, tetapi memiliki hubungan yang saling Kegiatan pembelajaran suatu bidang studi intinya dapat dikatakan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru berusaha menyampaikan sesuatu hal yang disebut pesan. Sebaliknya dalam belajar siswa juga berusaha memperoleh sesuatu Pesan atau sesuatu hal tersebut berupa pengetahuan, wawasan, keterampilan atau isi ajaran yang lain seperti kesenian, kesusilaan dan agama. Karakterstistik pembelajaran di Madrasah Aliyah akan terinternalisasi dalam perubahan perilaku peserta didik serta menjadi nilai moral tersendiri. Nilai tersebut dapat terintegrasi dengan perubahan tingkah laku jika tingkat pemahamannya tinggi yang dibuktikan dengan hasil belajar yang tinggi dan bermutu. Akan tetapi, jika pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran pada materi ketenagakerjaan rendah, yang dibuktikan dengan hasil keterampilan belajar yang rendah, maka diperlukan tindakan khusus untuk meningkatkan hasil belajar tersebut. Sebagaimana hal ini terjadi pada siswa kelas XI IIS 2 di MAN 1 Kabupaten Pangandaran. Saat ini siswa kelas XI IIS 2 di MAN 1 Kabupaten Pangandaran. Dari 30 siswa, ditemukan hanya 6 orang . %) yang berhasil mencapai KKM Sisanya 24 siswa atau sebesar 80 % tidak berhasil mencapai atau melampaui Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 25 Siti Yamah KKM. Artinya, 80 % siswa kelas XI IIS 2 mengalami kesulitan dalam memahami materi ketenagakerjaan. Rendahnya kemampuan siswa pada materi ketenagakerjaan tersebut ditandai dengan hal-hal berikut: C Kurang perhatian pada saat mengikuti pembelajaran C Siswa masih bingung melaksanakan perintah guru C Siswa tidak banyak mengajukan pertanyaan C Jawaban masih jauh dari konsep yang tepat C Hasil tes awal menunjukan bahwa masih banyak siswa yang niainya di bawah KKM yang ditentukan Untuk melaksanakan kegiatan diagnosis kesulitan belajar harus ditempuh beberapa tahapan kegiatan. Tahapan tersebut meliputi: . Mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Melokalisasikan kesulitan belajar. Menentukan faktor penyebab kesulitan belajar. Memperkirakan alternatif . Menetapkan kemungkinan cara mengatasinya. Tindak lanjut. Guna mengatasi masalah kesulitan dalam memahami materi ketenagakerjaan tersebut, penulis menggunakan alternatif pemecahannya menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model ini diduga efektif dan dapat mengatasi kesulitan beajar siswa, terutama dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dalam memahami materi ketenagakerjaan mata pelajaran Ekonomi di kelas XI IIS 2 MAN 1 Pangandaran. Menurut Gunawan, model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran konstektual. Sistem pengajaran cooperative learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/belajar kelompok yang 2 Sementara itu, menurut Suprijono, menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. 3 Dari pengertian diatas maka dapat dinyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Menurut Trianto, terdapat 6 langkah utama dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif yaitu: . Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam mata pelajaran yang dipelajari dan memberikan motivasi Warkitri, dkk. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar, (Jakarta: Universitas Terbuka, 1. , 8. Gunawan. Kajian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa di SMAN 18 Bandung (Studi kasus tentang pokok bahasan Jurnal Umum Kelas XI MATEMATIKA . (Bandung: Universitas Pasundan, 2. , hlm. Agus Suprijono. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. (Yogyakrta: Pustaka Pelajar, 2. , hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 26 Siti Yamah belajar kepada peserta didik, . Guru menyampaikan informasi kepada peserta didik dengan demonstrasi . , . Siswa dikelompokkan dalam kelompokkelompok belajar, . Bimbingan kelompok-kelompok belajar pada saat siswa mengerjakan tugas, . Setiap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui penguasaan materi pelajaran oleh peserta didik yang telah dipelajari, . Guru memberikan penghargaan untuk menghargai upaya dan hasil belajar individu maupun kelompok. Tipe model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini ialah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Langkah-langkah penerapan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diterapkan dalam penelitian ini adalah 6 langkah sebagai berikut: . pembagian kelompok, . penyampaian materi, . diskusi kelompok, . pemberian kuis /pertanyaan, . penyimpulan, . pem-berian penghargaan. Rendahnya kemampuan siswa pada materi ketenagakerjaan jika tidak segera diperbaiki dan mesti ada alternatif pemecahan pembelajaran melalui komponen pendidikan, salah satunya ialah dengan Penelitian Tindakan Kelas. Atas dasar masalah tersebut, masalah penelitian ini penting untuk diteliti. Maka fokus penelitian ini ialah pada AuEfektifitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam mengatasi kesulitan siswa memahami konsep matematika pokok bahasan ketenagakerjaan pada kelas XI IIS 2 MAN 1 PangandaranAy. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran Ekonomi pada siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Besar harapan dengan diberikan tindakan, dapat meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas terhadap proses belajar mengajar dengan menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terdiri dari beberapa siklus. 6 Penelitian Tindakan Kelas bersifat partisifatif dalam arti bahwa penelitian terlibat dalam penelitan, bersifat kolaboratif karena melibatkan orang lain (Kolaborato. dalam penelitiannya, dan bersifat kualitatif. Analisis dan pengolahan data hasil pengamatan, wawancara maupun tes dilakukan dengan teknik dan kriteria pengukuran sebagai berikut: Pertana, data Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif Konsep. Landasan Dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2. , hlm. Wibowo. Rahmat. Wahyudi. , & Ngatman. Penerapan Model Kooperatif Tipe STAD dalam Peningkatan Pembelajaran Bangun Datar pada Siswa Kelas V SD. Kalam Cendekia PGSD Kebumen, (Onlin. , 4. : 1 Ae 7. ttp://jurnal. id/index. php/pgsdkebumen/article/view/2. , diakses 7 November 2016. Arikunto. Suharsimi dkk. Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , hlm. Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 27 Siti Yamah hasil pengamatan proses pembelajaran. Data hasil pengamatan proses pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dianalisa dan diolah dengan menghitung rata-rata, kemudian dikategorikan dalam 4 3,1 Ae 4,0 = sangat baik, 2,1-3,0 = baik, 1,1-2,0 = cukup, 0,1 Ae 1,0 = kurang. Kedua, data hasil pengamatan aktivitas siswa. Data hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dianalisis dan diolah dengan menghitung rata-rata, kemudian dikategorikan dalam 4 kategori. 3,1 Ae 4,0 = sangat aktif, 2,1-3,0 = aktif, 1,1-2,0 = kurang aktif, 0,1 Ae 1,0 = tidak aktif. Ketiga, data hasil belajar siswa. Data hasil belajar tentang konsep manusia dalam mengenali perkembangan lingkungannya dengan menggunakan metode model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dianalisis dan diolah dengan menghitung jumlah siswa yang mencapai standar KKM . secara individual maupun klasikal. Keempat, data hasil wawancara. Data tentang kesan siswa dalam pembelajaran diklasifikasikan dalam kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali. Peningkatan rata-rata kesan siswa dari siklus I ke siklus selanjutnya diukur dengan persentase (%), kemudian ditafsirkan untuk menjawab pertanyaan rumusan masalah dan membuktikan hipotesis tindakan. Persentase Ketuntasan Belajar Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaandi kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebelum diberikan tindakan dapat disajikan dalam grafik berikut ini: Pretest 6 ORANG 24 0rang 6 ORANG 24 0rang Jumlah Siswa Grafik 1 Hasil Belajar Pra-tindakan Hasil belajar pra-tindakan menghasilkan nilai yang kurang dari harapan. Hal ini dapat di lihat dari siswa yang mempunyai nilai di atas KKM . hanya 6 orang, 24 orang lagi membutuhkan tindakan untuk meningkatkan hasil belajarnya. Kendati Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 28 Siti Yamah demikian diperluka tindakan yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pemberian tindakan tersebut, dapat diperhatikan dari hasil pembelajaran pada Siklus I. Siklus 1 Pada siklus pertama ini terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Perencanaan (Plannin. Peneliti dan guru bidang studi Ekonomi membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), meyusun lembar observasi dan menyusun alat evaluasi Tindakan (Actin. Pelaksanaan tindakan meliputi tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan Pada kegiatan pendahuluan ini guru mengucap salam dan berdoa bersama, mengkondisikan peserta didik kemudian dilanjutkan dengan mengabsen dan memotivasi siswa mengenai pentingnya kompetensi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti guru menyampaikan materi secara sistematis dan menjelaskankan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemudian guru membagi siswa ke dalam 5 kelompok. berkelompok siswa mendiskusikan topik permasalahan yang sudah dipersiapkan Kemudian peserta didik dibimbing untuk menganalisis masalah tersebut, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dengan mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Kemudian peserta didik dibimbing untuk merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya dan peserta didik mengambil atau menarik Selanjutnya setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil kesimpulan yg telah didiskusikan dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi tiap-tiap pendapat kelompok. Setelah itu guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok tentang permasalahan yang baru dipecahkan. Kegiatan Penutup Guru mengadakan evaluasi yaitu tes akhir siklus mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemudian guru memberikan penugasan untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan mengucapkan lafaz hamdalah Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 29 Siti Yamah dan memberisalam kepada peserta didik. Observasi Observasi atau pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran dan tindakan Peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Hasil pengamatan bahwa peserta didik belum terbiasa dengan belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, banyak peserta didik yang belum memahami dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Refleksi Setelah seluruh proses pembelajaran pada siklus pertama selesai dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STADdan melaksankan tes. Peneliti dan guru bidang studi mendiskusikan hasil pengamatan untuk menemukan kekurangan yang terdapat pada siklus pertama. Selanjutnya hasil temuan dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan tindakan pada siklus Adapun hasil diskusi tersebut adalah sebagai berikut: Peserta didik belum terbiasa dengan belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, karena selama ini pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran ceramah. Guru harus lebih mengarahkan peserta didik agar lebih aktif dalam mengeluarkan pendapat. Hasil belajar peserta didik sebagian sudah mencapai KKM hanya saja siswa belum terlihat aktif, hal ini terlihat saat guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah peserta didik terlihat kurang berminat dan kurang antusias dalam mengikuti Untuk memperbaiki kekurangan pada siklus pertama ini maka peneitian dilanjutkan pada siklus ke dua. Pengamatan dilakukan oleh pengamat pada waktu bersamaan saat peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Pangandaran pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan hasil pengamatan dan tes yang dilakukan pada akhir siklus I, diperoleh dan ditemukan data tentang gambaran hasil belajar siswa pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaandengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagaimana disajikan pada grafik 2 berikut ini: Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus I pertemuan ke-1 9 ORANG 21 ORANG 9 ORANG Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . 21 ORANG Jumlah Siswa Page 30 Siti Yamah Grafik 2 Hasil Belajar Pada Siklus I pertemuan ke-1 Berdasarkan data yang disajikan grafik 2 di atas, menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada siklus I peretemuan I menunjukan Hal ini ditunjukan dengan pencapaian rata-rata sebesar 51 jika dibandingkan dengan pra tindakan. Demikian pula siswa yang mencapai ketuntasan Individu . meningkat menjadi 9 orang, meningkat menjadi 30% atau mengalami peningkatan 10% jika dibandingkan dengan pra tindakan. Meskipun hasil belajar siswa pada Siklus I pertemuan I mengalami kenaikan 10%, maka untuk meningkatkan kembali hasil belajarnya dengan materi yang sama Siklus sebagaimana pada grafik 3 di bawah ini: Persentase Ketuntasan Siswa Hasil Belajar Pada Siklus I pertemuan ke-2 18 orang 18 orang 12 orang 12 orang Jumlah Siswa Grafik 3 Hasil Belajar Pada Siklus I pertemuan ke-2 Berdasarkan data yang disajikan pada grafik 3 di atas, menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaandi kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada siklus I peretemuan 2 menunjukan peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan pencapaian rata-rata sebesar 67,5 jika dibandingkan dengan pertemuan ke I. Demikian pula siswa yang mencapai ketuntasan Individu . meningkat menjadi 18 orang, meningkat menjadi 60% atau mengalami peningkatan 30% jika dibandingkan dengan Siklus I pertemuan ke I. Namun, meskipun hasil belajar siswa telah mengalami adanya peningkatan, hasil belajar siswa pada pembelajaran ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dengan adanya indicator-indikator hasil belajar siswa yang masih belum memenuhi Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 31 Siti Yamah harapan, di antaranya. dari 30 siswa, yang telah mencapai ketuntasan individu (KKM= . baru mencapai 18 orang atau 60 %. Sejumlah 12 orang siswa . %) perlu perbaikan Nilai rata-rata hasil tes baru mencapai 64, masih jauh dari standar rata-rata. Secara Klasikal, ketuntasan baru mencapai 60%, masih jauh di bawah ketuntasan klasikal yang ideal yaitu minimal 85%. Masih adanya siswa yang belum memahami konsep ketenagakerjaan. Oleh karena itu, peneliti akan mencoba melakukan perencanaan dan pelaksanaan ulang untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tersebut pada siklus berikutnya. Memperhatikan data-data hasil pembelajaran pada siklus I yang belum optimal, maka peneliti memandang perlu melakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus berikutnya yaitu siklus II. Siklus II Pada siklus kedua ini terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Perencanaan (Plannin. Peneliti dan guru bidang studi Ekonomi membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), meyusun lembar observasi dan menyusun alat evaluasi Tindakan (Actin. Pelaksanaan tindakan meliputi tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan Pada kegiatan pendahuluan ini guru mengucap salam dan berdoa bersama, mengkondisikan peserta didik kemudian dilanjutkan dengan mengabsen dan memotivasi siswa mengenai pentingnya kompetensi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti guru menyampaikan materi secara sistematis dan menjelaskankan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemudian guru membagi siswa ke dalam 5 kelompok. berkelompok siswa mendiskusikan topik permasalahan yang sudah dipersiapkan Kemudian peserta didik dibimbing untuk menganalisis masalah tersebut, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dengan mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Kemudian peserta didik dibimbing untuk merumuskan hipotesis, yaitu langkah Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 32 Siti Yamah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya dan peserta didik mengambil atau menarik Selanjutnya setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil kesimpulan yang telah didiskusikan dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi tiap-tiap pendapat kelompok. Setelah itu guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok tentang permasalahan yang baru dipecahkan. Kegiatan Penutup Guru mengadakan evaluasi yaitu tes akhir siklus mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemudian guru memberikan penugasan untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan mengucapkan lafaz hamdalah dan memberisalam kepada peserta didik. Observasi Observasi atau pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran dan tindakan Peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Hasil pengamatan bahwa peserta didik belum terbiasa dengan belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, banyak peserta didik yang belum memahami dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Refleksi Setelah seluruh proses pembelajaran pada siklus pertama selesai dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan melaksankan tes. Peneliti dan guru bidang studi mendiskusikan hasil pengamatan untuk menemukan kekurangan yang terdapat pada siklus pertama. Selanjutnya hasil temuan dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan tindakan pada siklus Adapun hasil diskusi tersebut adalah sebagai berikut: Peserta didik belum terbiasa dengan belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, karena selama ini pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran ceramah. Guru harus lebih mengarahkan peserta didik agar lebih aktif dalam mengeluarkan pendapat. Hasil belajar peserta didik sebagian sudah mencapai KKM hanya saja siswa belum terlihat aktif, hal ini terlihat saat guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah peserta didik terlihat kurang berminat dan kurang antusias dalam mengikuti Untuk memperbaiki kekurangan pada siklus pertama ini maka peneitian dilanjutkan pada siklus kedua. Pengamatan dilakukan oleh pengamat pada waktu bersamaan saat peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IIS 2 MAN 1 Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 33 Siti Yamah Pangandaran pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan hasil pengamatan dan tes yang dilakukan pada akhir siklus I, diperoleh dan ditemukan data tentang gambaran hasil belajar siswa pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaandengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagaimana disajikan pada grafik 4 berikut ini: Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus II pertemuan ke-1 21 orang 9 orang 21 orang 9 orang Jumlah Siswa Grafik 4 Hasil Belajar Pada Siklus II pertemuan ke-1 Berdasarkan data yang disajikan pada grafik 4 di atas, menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada siklus II peretemuan I menunjukan Hal ini ditunjukan dengan pencapaian rata-rata sebesar 72 jika dibandingkan dengan Siklus I pertemuan 2. Demikian pula siswa yang mencapai ketuntasan Individu . meningkat menjadi 21 orang, meningkat menjadi 70% atau mengalami peningkatan 10% jika dibandingkan dengan Siklus I pertemuan 2. Meskipun hasil belajar siswa pada Siklus II pertemuan I mengalami kenaikan 10%, maka untuk meningkatkan kembali hasil belajarnya dengan materi yang sama dapat dilihat pada Siklus II pertemuan ke 2, sebagaimana pada grafik 5 di bawah ini: Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus II pertemuan ke-2 27 orang 3 orang 27 orang 3 orang Jumlah Siswa Grafik 5 Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 34 Siti Yamah Hasil Belajar Pada Siklus II pertemuan ke-2 Berdasarkan data yang disajikan pada grafik 5 di atas, menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada siklus II peretemuan 2 menunjukan Hal ini ditunjukan dengan pencapaian rata-rata sebesar 82,3 jika dibandingkan dengan pertemuan ke I. Demikian pula siswa yang mencapai ketuntasan Individu . meningkat menjadi 27 orang, meningkat menjadi 90% atau mengalami peningkatan 20% jika dibandingkan dengan Siklus II pertemuan ke I. Hasil belajar siswa telah mengalami adanya peningkatan, hasil belajar siswa pada pembelajaran ini sudah optimal. Hal ini terlihat dengan adanya indikatorindikator hasil belajar siswa yang masih belum memenuhi harapan, di antaranya. dari 30 siswa, yang telah mencapai ketuntasan individu (KKM= . mencapai 27 orang atau 90 %. Nilai rata-rata hasil tes mencapai 80, jauh dari standar rata-rata. Secara Klasikal, ketuntasan mencapai 90%, secara klasikal yang ideal di atas minimal 85%. Pembahasan Berdasarkan data gambaran peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada pra-tindakan. Siklus I dan siklus II, gambaran peningkatan hasil belajar siswa dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1 Gambaran peningkatan Hasil belajar siswa (Pada pra-tindakan. Siklus I dan siklus II) No Uraian Hasil Belajar Pra Siklus I Siklus II Siswa Tindakan Skor Rata-rata Jumlah Siswa Yang di atas KKM Persentase Gambaran peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaandi kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada pra-tindakan. Siklus I dan siklus II, secara visual dapat digambarkan dalam grafik 6 berikut ini: Hasil Belajar Siswa Pretest. Siklus I, dan Siklus II PRETEST 6 orang SIKLUS I 18 orang SIKLUS II 27 orang se Ketuntasan Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 35 Siti Yamah Grafik 6 Gambar peningkatan hasil belajar siswa Pretest. Siklus I, dan Siklus II Berdasarkan data di atas, menujukan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Ekonomi pada Konsep Ekonomi pokok bahasan ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, menunjukan peningkatan dari siklus ke siklus. Hal ini terlihat dengan peningkatan rata-rata skor dari 46,7 pada pra tindakan menjadi 67,5 pada siklus I atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 40%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus II dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 82,3 atau dengan kata lain meningkat 50%. Hal tersebut membuktikan bahwa proses Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut sejalan dengan teori Donald P Ely . yang dikutip oleh Sudirman Danim, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan produktivitas pendidikan, memberikan kemungkinan pembelajaran bersifat individual, memberi dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan, pembelajaran lebih mantap, memungkinkan belajar secara seketika dan penyajian pendidikan lebih luas. Sehingga warga belajar dalam dalam mengikuti pembelajaran tidak cepat bosan dan dalam dirinya muncul dorongan atau minat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara sungguh-sungguh. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti merumuskan simpulan sebagai berikut: Pembelajaran Matematika pada konsep ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, menunjukan peningkatan dari siklus ke siklus. Hal ini terlihat dengan peningkatan rata-rata skor dari 46,7 pada pra tindakan menjadi 67,5 pada siklus I atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 40%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus II dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 82,3 atau dengan kata lain meningkat Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 36 Siti Yamah Hal tersebut membuktikan bahwa proses pembelajaran Matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa yang ditinjau dari hasil Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa yang dtinjau dari hasil belajar siswa pada materi konsep ketenagakerjaan di kelas XI IIS 2 pada MAN 1 Pangandaran. Daftar Pustaka