Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol. No. April 2026, pp. Studi Bibliometrik terhadap Inklusi Keuangan dalam Literatur Keuangan dan Perbankan . 0 - 2. Loso Judijanto IPOSS Jakarta. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan riset inklusi keuangan dalam literatur keuangan dan perbankan menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari database Scopus dengan rentang waktu publikasi tahun 2000Ae2026 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan co-authorship, struktur kutipan, serta pola kemunculan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan menjadi topik yang semakin penting dan berkembang pesat, dengan keterkaitan yang kuat terhadap pembangunan ekonomi, sistem keuangan, dan pengurangan ketimpangan. Analisis kutipan mengungkap bahwa penelitian dengan pengaruh tinggi banyak membahas determinan inklusi keuangan, seperti literasi keuangan, faktor institusional, serta teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, ditemukan adanya pergeseran tren penelitian ke arah transformasi digital, yang ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap fintech, blockchain, kecerdasan buatan, dan keuangan terdesentralisasi sebagai sarana untuk memperluas akses keuangan. Analisis coauthorship juga menunjukkan adanya pola kolaborasi yang kuat antar peneliti, institusi, dan negara, dengan negara berkembang seperti India. Indonesia, dan China memainkan peran yang signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa studi inklusi keuangan bersifat multidisipliner dan dinamis, serta memiliki peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut, terutama dalam integrasi inovasi teknologi dengan sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Received Apr, 2026 Revised Apr, 2026 Accepted Apr, 2026 Kata Kunci: Inklusi Keuangan. Fintech. Keuangan Digital. Analisis Bibliometrik. Vosviewer Keywords: Financial Inclusion. Fintech. Digital Finance. Bibliometric Analysis. Vosviewer ABSTRACT This study aims to analyze the development of financial inclusion research within the finance and banking literature using a bibliometric The data were collected from the Scopus database covering the period 2000Ae2026 and analyzed using VOSviewer to visualize coauthorship networks, citation structures, and keyword co-occurrence The results show that financial inclusion has become a central and rapidly evolving research topic, closely associated with economic development, financial systems, and inequality reduction. Citation analysis reveals that highly influential studies focus on determinants of financial inclusion, including financial literacy, institutional factors, and information and communication technology (ICT). Furthermore, the findings indicate a significant shift in research trends toward digital transformation, highlighting the growing role of fintech, blockchain, artificial intelligence, and decentralized finance in expanding financial The co-authorship analysis demonstrates a strong collaborative structure among authors, institutions, and countries, with emerging economies such as India. Indonesia, and China playing a prominent Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jekws A 265 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science This study highlights that financial inclusion research is increasingly multidisciplinary and dynamic, offering substantial opportunities for future research, particularly in integrating technological innovation with inclusive and sustainable financial This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Dalam dua dekade terakhir, inklusi keuangan telah menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan ekonomi global. Konsep ini merujuk pada upaya memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok yang kurang terlayani . nbanked dan underbanke. , memiliki akses terhadap layanan keuangan yang terjangkau, aman, dan berkualitas. Inklusi keuangan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan individu, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap layanan keuangan dapat mendorong produktivitas usaha mikro, mengurangi ketimpangan pendapatan, serta meningkatkan stabilitas sistem keuangan (Dewi & Purwantini, 2023. Hidayat et al. , 2. Perkembangan teknologi digital turut mempercepat transformasi inklusi keuangan secara Inovasi seperti mobile banking, fintech, dan sistem pembayaran digital telah membuka peluang baru dalam menjangkau masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan keuangan formal. Di negara berkembang, teknologi ini menjadi katalis utama dalam memperluas jangkauan layanan keuangan tanpa harus bergantung pada infrastruktur fisik yang mahal. Studi oleh (Az Zahra & Ajija, 2. menunjukkan bahwa penggunaan layanan keuangan digital seperti mobile money mampu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah Hal ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan tidak lagi terbatas pada sistem perbankan konvensional, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem keuangan digital yang kompleks. Namun demikian, meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam akses keuangan, kesenjangan inklusi keuangan masih menjadi tantangan utama di berbagai negara. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, literasi keuangan, kondisi geografis, serta regulasi yang belum optimal sering kali menjadi hambatan dalam mencapai inklusi keuangan yang merata. Selain itu, masih terdapat ketimpangan akses antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan bukan hanya persoalan ketersediaan layanan, tetapi juga terkait dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut secara efektif (Afonso & Blanco-Arana, 2024. Gunawan & Somantri, 2. Penelitian mengenai inklusi keuangan telah berkembang pesat dan mencakup berbagai perspektif, mulai dari ekonomi pembangunan, perbankan, hingga teknologi keuangan. Namun. Vol. No. April 2026, pp. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science A 266 perkembangan literatur ini sering kali tersebar dan tidak terstruktur secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu memetakan tren penelitian secara komprehensif, salah satunya melalui analisis bibliometrik. Analisis bibliometrik memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola publikasi, kolaborasi antar penulis, jaringan sitasi, serta perkembangan topik penelitian dari waktu ke waktu (Donthu et al. , 2. Dengan demikian, pendekatan ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah dan dinamika penelitian inklusi keuangan. Selain itu, periode waktu 2000 hingga 2026 merupakan rentang yang sangat penting dalam perkembangan inklusi keuangan, karena mencakup berbagai perubahan besar, seperti globalisasi ekonomi, krisis keuangan global 2008, serta revolusi digital dalam sektor keuangan. Periode ini juga ditandai dengan meningkatnya perhatian dari lembaga internasional seperti World Bank dan IMF terhadap pentingnya inklusi keuangan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. Oleh karena itu, analisis bibliometrik terhadap literatur dalam periode ini menjadi relevan untuk memahami evolusi konsep, pendekatan, dan fokus penelitian dalam bidang inklusi keuangan secara global. Meskipun jumlah penelitian mengenai inklusi keuangan terus meningkat, masih terdapat kesenjangan dalam pemetaan literatur yang komprehensif dan sistematis yang mampu menggambarkan perkembangan penelitian secara menyeluruh, termasuk pola kolaborasi, pengaruh sitasi, serta tren topik utama dalam bidang ini. Sebagian besar studi sebelumnya cenderung berfokus pada analisis empiris atau studi kasus tertentu, sehingga belum memberikan gambaran makro mengenai struktur dan dinamika penelitian inklusi keuangan dalam literatur keuangan dan Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang mampu mengintegrasikan berbagai penelitian tersebut ke dalam suatu peta ilmiah yang terstruktur dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan perkembangan literatur mengenai inklusi keuangan dalam bidang keuangan dan perbankan selama periode 2000Ae2026 menggunakan pendekatan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis perkembangan literatur mengenai inklusi keuangan dalam bidang keuangan dan perbankan selama periode 2000Ae Data penelitian diperoleh dari database Scopus karena cakupannya yang luas, kredibilitas tinggi, serta kemampuannya menyediakan metadata lengkap seperti penulis, afiliasi, sitasi, dan kata Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan seperti Aufinancial inclusion,Ay Aubanking inclusion,Ay dan istilah terkait lainnya, yang disaring berdasarkan jenis dokumen . rtikel jurna. , bahasa (Inggri. , serta rentang waktu publikasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diekspor dalam format CSV untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan VOSviewer, yaitu perangkat lunak yang dirancang khusus untuk memvisualisasikan jaringan Analisis dilakukan melalui beberapa teknik utama, yaitu co-authorship analysis untuk mengidentifikasi pola kolaborasi antar penulis, citation analysis untuk menilai pengaruh publikasi, serta keyword co-occurrence analysis untuk memetakan tren dan perkembangan topik penelitian. Hasil analisis disajikan dalam bentuk peta visualisasi jaringan . etwork visualizatio. , overlay visualization, dan density visualization guna memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur dan dinamika penelitian inklusi keuangan secara global (Donthu et al. , 2021. van Eck & Waltman, 2. Vol. No. April 2026, pp. A 267 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Co-Authorship Analisis co-authorship dalam studi bibliometrik ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kolaborasi antar penulis dalam penelitian terkait inklusi keuangan selama periode 2000Ae2026. Melalui pendekatan ini, dapat dipetakan jaringan kolaborasi ilmiah yang terbentuk, termasuk aktoraktor utama, kelompok peneliti yang dominan, serta tingkat keterhubungan antar penulis dalam komunitas akademik. Analisis ini juga memberikan gambaran mengenai intensitas kerja sama lintas institusi maupun lintas negara, yang menjadi indikator penting dalam perkembangan dan difusi pengetahuan di bidang keuangan dan perbankan. Visualisasi di Level Penulis Gambar co-authorship menggunakan VOSviewer untuk memetakan jaringan kolaborasi antar penulis dalam penelitian inklusi keuangan. Setiap node merepresentasikan penulis, sedangkan garis penghubung menunjukkan hubungan kolaboratif berdasarkan publikasi bersama. Visualisasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur jaringan ilmiah, aktor-aktor utama dalam kolaborasi, serta tingkat keterhubungan antar peneliti dalam bidang keuangan dan perbankan. Gambar 1. Visualisasi Penulis Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan kolaborasi antar penulis memiliki tingkat keterhubungan yang cukup tinggi dan cenderung membentuk satu klaster besar tanpa fragmentasi yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa para peneliti dalam bidang inklusi keuangan relatif saling terhubung dan aktif berkolaborasi satu sama lain. Beberapa penulis seperti Schramm. Catherine. Chabannon. Christian, dan Kurtzberg. Joanne tampak berada di posisi yang lebih sentral, yang mengindikasikan peran mereka sebagai penghubung utama dalam jaringan Vol. No. April 2026, pp. A 268 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Posisi sentral ini biasanya mencerminkan kontribusi yang tinggi serta keterlibatan dalam berbagai penelitian kolaboratif lintas tim atau institusi. Selain itu, kepadatan garis yang menghubungkan antar node menunjukkan intensitas kolaborasi yang kuat di antara para penulis. Tidak terlihat adanya kelompok kecil yang terisolasi, yang berarti penelitian dalam topik ini berkembang secara kolektif dan terintegrasi. Hal ini mengindikasikan bahwa bidang inklusi keuangan memiliki karakteristik kolaboratif yang tinggi, di mana pertukaran ide dan kerja sama lintas peneliti menjadi faktor penting dalam pengembangan Struktur jaringan seperti ini juga memperlihatkan potensi difusi pengetahuan yang lebih cepat serta peluang terbentuknya kolaborasi baru di masa mendatang. Visualisasi di Level Institusi Gambar berikut menampilkan hasil analisis co-authorship berbasis institusi yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer dalam konteks penelitian inklusi keuangan. Setiap node merepresentasikan institusi atau organisasi, sedangkan garis penghubung menunjukkan adanya kolaborasi penelitian antar institusi. Visualisasi ini digunakan untuk memahami pola kerja sama kelembagaan, mengidentifikasi institusi yang berperan sentral, serta melihat sejauh mana kolaborasi lintas organisasi berkontribusi dalam pengembangan literatur keuangan dan perbankan. Gambar 2. Visualisasi Institusi Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan kolaborasi antar institusi memiliki tingkat keterhubungan yang tinggi dengan pola yang relatif terpusat. Beberapa institusi seperti Assistance PubliqueAeHypitaux de Paris. INSERM U1138 Paris Descartes, dan Institut PaoliCalmettes tampak berada pada posisi yang lebih sentral dalam jaringan. Hal ini menunjukkan bahwa institusi-institusi tersebut memainkan peran penting sebagai penghubung dalam kolaborasi penelitian, sekaligus menjadi pusat produksi pengetahuan dalam bidang yang dikaji. Keterlibatan Vol. No. April 2026, pp. A 269 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science mereka dalam berbagai hubungan kolaboratif mengindikasikan kapasitas penelitian yang kuat serta jaringan akademik yang luas. Selain itu, kepadatan hubungan antar node menunjukkan bahwa kolaborasi antar institusi berlangsung secara intensif dan tidak terbatas pada satu atau dua mitra Tidak terlihat adanya institusi yang benar-benar terisolasi, yang berarti penelitian dalam bidang ini berkembang secara kolektif melalui kerja sama lintas lembaga. Pola ini mencerminkan adanya integrasi yang baik dalam komunitas penelitian, yang memungkinkan pertukaran pengetahuan dan sumber daya secara lebih efektif. Visualisasi di Level Negara Gambar berikut menyajikan hasil analisis co-authorship berdasarkan negara dalam penelitian inklusi keuangan yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Setiap node merepresentasikan negara, sedangkan garis penghubung menunjukkan adanya kolaborasi penelitian antar negara. Visualisasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kerja sama internasional, negara-negara yang berperan dominan, serta struktur jaringan global dalam pengembangan literatur keuangan dan perbankan selama periode 2000Ae2026. Gambar 3. Visualisasi Negara Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa jaringan kolaborasi internasional dalam penelitian inklusi keuangan cukup kompleks dan membentuk beberapa klaster yang saling Negara seperti India. Indonesia. China, dan United Kingdom tampak memiliki ukuran node yang lebih besar, yang mengindikasikan kontribusi publikasi yang tinggi sekaligus peran penting dalam jaringan kolaborasi. India terlihat sebagai salah satu pusat utama dengan banyak koneksi ke berbagai negara, menunjukkan posisinya sebagai aktor dominan dalam pengembangan riset inklusi keuangan, khususnya di negara berkembang. Selain itu, terbentuknya beberapa klaster berwarna menunjukkan adanya pengelompokan kolaborasi regional atau tematik, seperti Vol. No. April 2026, pp. A 270 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science keterhubungan antara negara-negara Asia. Afrika, dan Eropa. Negara seperti South Africa. United Arab Emirates, dan Morocco juga menunjukkan peran sebagai penghubung antar wilayah, meskipun dengan tingkat kontribusi yang lebih kecil dibandingkan negara inti. Di sisi lain, terdapat negara seperti Ukraine yang terlihat lebih perifer dengan koneksi terbatas, menandakan tingkat kolaborasi internasional yang masih relatif rendah. 2 Analisis Kutipan Analisis kutipan dilakukan untuk mengidentifikasi kontribusi ilmiah yang paling berpengaruh dalam literatur inklusi keuangan. Tabel 1. Dokumen yang Paling Sering Dikutip Citations Authors and year (Tchamyou et al. (Zins & Weill, (Schuetz & Venkatesh, 2. (Allen et al. , 2. (Hasan et al. , 2. (Mhlanga, 2. (Diniz et al. , 2. (Meniago & Asongu, 2. (Kapoor, 2. (Abedifar et al. Source: Scopus, 2026 Title Inequality. ICT and financial access in Africa The determinants of financial inclusion in Africa Blockchain, adoption, and financial inclusion in India: Research Fintech. Cryptocurrencies, and CBDC: Financial Structural Transformation in China How does financial literacy impact on inclusive finance? Financial inclusion in emerging economies: The application of machine learning and artificial intelligence in credit risk assessment Triggers and barriers to financial inclusion: The use of ICT-based branchless banking in an Amazon county Revisiting the finance-inequality nexus in a panel of African countries Financial inclusion and the future of the Indian economy Islamic banking and finance: Recent empirical literature and directions for future research Tabel tersebut menunjukkan bahwa literatur paling berpengaruh dalam penelitian inklusi keuangan didominasi oleh tema-tema utama seperti ketimpangan ekonomi, peran teknologi (ICT dan fintec. , serta faktor perilaku seperti literasi keuangan. Artikel dengan sitasi tertinggi oleh (Tchamyou et al. , 2. dan (Zins & Weill, 2. menegaskan bahwa isu inklusi keuangan sangat erat kaitannya dengan ketimpangan dan determinan struktural, khususnya di kawasan Afrika. Sementara itu, munculnya studi seperti (Schuetz & Venkatesh, 2. serta (Allen et al. , 2. menunjukkan pergeseran fokus ke arah transformasi digital melalui blockchain, fintech, dan mata uang digital, yang menjadi pendorong baru inklusi keuangan di negara berkembang seperti India dan China. Selain itu, penelitian terkait literasi keuangan (Hasan et al. , 2. dan penerapan teknologi canggih seperti machine learning (Mhlanga, 2. mengindikasikan bahwa faktor individu dan inovasi teknologi semakin mendapat perhatian dalam memperluas akses keuangan. 3 Analisis Keyword Co-Occurrence Analisis keyword co-occurrence digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama serta tren penelitian dalam literatur inklusi keuangan. Dengan menganalisis kemunculan bersama kata kunci dalam berbagai publikasi, dapat diketahui hubungan antar topik serta klaster penelitian yang Vol. No. April 2026, pp. A 271 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami arah perkembangan riset, mengidentifikasi fokus kajian yang dominan, serta menemukan peluang penelitian baru berdasarkan celah yang masih terbuka dalam literatur keuangan dan perbankan. Visualisasi Jaringan Gambar berikut menampilkan hasil analisis keyword co-occurrence yang divisualisasikan menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam penelitian inklusi Setiap node merepresentasikan kata kunci yang sering muncul dalam publikasi, sedangkan garis penghubung menunjukkan keterkaitan atau kemunculan bersama antar kata kunci dalam satu dokumen. Visualisasi ini bertujuan untuk memetakan struktur konseptual penelitian, mengidentifikasi klaster topik, serta memahami arah perkembangan riset dalam literatur keuangan dan perbankan selama periode 2000Ae2026. Gambar 4. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa kata kunci financial inclusion menjadi pusat utama dalam jaringan, ditandai dengan ukuran node yang paling besar dan jumlah koneksi yang tinggi dengan berbagai kata kunci lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan merupakan tema inti yang menghubungkan berbagai subtopik dalam penelitian. Kata kunci seperti finance, economic development, dan financial system juga berada dalam posisi yang relatif sentral, mencerminkan keterkaitan kuat antara inklusi keuangan dengan pembangunan ekonomi dan sistem keuangan secara keseluruhan. Selain itu, terdapat klaster berwarna merah yang didominasi oleh tema-tema makro seperti financial inclusion, finance, economic development, sustainable development, dan sustainability. Klaster ini menggambarkan pendekatan penelitian yang menekankan peran inklusi keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Hubungan yang kuat antar kata kunci dalam klaster ini menunjukkan bahwa inklusi Vol. No. April 2026, pp. A 272 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science keuangan sering dianalisis dalam konteks dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Di sisi lain, klaster berwarna hijau menunjukkan fokus penelitian yang berkaitan dengan teknologi keuangan, seperti financial technology, blockchain, artificial intelligence, machine learning, dan decentralized finance. Klaster ini mencerminkan tren baru dalam literatur yang menyoroti peran inovasi digital dalam memperluas akses keuangan. Keterhubungan yang tinggi antar kata kunci dalam klaster ini menunjukkan bahwa teknologi menjadi faktor penting dalam transformasi layanan keuangan, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan inklusivitas. Selanjutnya, klaster berwarna biru menggambarkan aspek perilaku dan aksesibilitas, dengan kata kunci seperti financial literacy, mobile banking, digital finance, dan banking services. Klaster ini menunjukkan bahwa selain faktor teknologi dan ekonomi makro, penelitian juga banyak menyoroti aspek individu dan penggunaan layanan keuangan. Visualisasi Overlay Gambar berikut menampilkan hasil analisis overlay visualization dari keyword cooccurrence menggunakan VOSviewer dalam penelitian inklusi keuangan. Berbeda dengan visualisasi sebelumnya, peta ini tidak hanya menunjukkan hubungan antar kata kunci, tetapi juga menggambarkan perkembangan temporal berdasarkan tahun publikasi. Warna pada node mencerminkan periode kemunculan kata kunci, mulai dari warna biru . ebih lam. hingga kuning . ebih bar. , sehingga memungkinkan identifikasi tren penelitian yang berkembang dalam literatur keuangan dan perbankan selama periode 2000Ae2026. Gambar 5. Visualisasi Overlay Sumber: Data Diolah Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa kata kunci seperti financial inclusion, finance, dan financial system cenderung berwarna biru hingga hijau, yang menunjukkan bahwa Vol. No. April 2026, pp. A 273 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science topik ini telah menjadi fokus utama dalam penelitian sejak periode awal dan terus berkembang hingga saat ini. Posisi sentral kata kunci tersebut mengindikasikan bahwa inklusi keuangan merupakan fondasi utama dalam berbagai kajian yang menghubungkan aspek ekonomi, sistem keuangan, dan pembangunan. Hal ini mencerminkan konsistensi perhatian akademik terhadap pentingnya akses keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif. Terlihat bahwa beberapa kata kunci seperti financial literacy, digital finance, mobile banking, dan microfinance berada pada spektrum warna hijau, yang menandakan bahwa topik-topik ini berkembang secara signifikan pada periode menengah. Fokus penelitian mulai bergeser ke arah pemahaman perilaku individu, penggunaan teknologi digital dalam layanan keuangan, serta mekanisme inklusi melalui instrumen keuangan yang lebih spesifik. Hal ini menunjukkan adanya perluasan perspektif penelitian dari aspek makro menuju pendekatan yang lebih aplikatif dan berbasis pengguna. Di sisi lain, kata kunci seperti blockchain, artificial intelligence, machine learning, dan decentralized finance cenderung berwarna kuning, yang menunjukkan bahwa topiktopik ini merupakan tren terbaru dalam penelitian inklusi keuangan. Kemunculan tema-tema ini mengindikasikan adanya transformasi digital yang semakin kuat dalam sektor keuangan, di mana teknologi menjadi pendorong utama dalam memperluas akses dan efisiensi layanan keuangan. Visualisasi Densitas Gambar berikut menampilkan hasil density visualization dari analisis keyword cooccurrence menggunakan VOSviewer dalam penelitian inklusi keuangan. Visualisasi ini menunjukkan tingkat kepadatan kemunculan kata kunci dalam literatur, di mana warna yang lebih terang . mengindikasikan frekuensi dan keterkaitan yang lebih tinggi, sedangkan warna yang lebih gelap . menunjukkan intensitas yang lebih rendah. Peta ini digunakan untuk mengidentifikasi area penelitian yang paling dominan serta fokus utama dalam pengembangan literatur keuangan dan perbankan selama periode 2000Ae2026. Gambar 6. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah Vol. No. April 2026, pp. A 274 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Berdasarkan visualisasi tersebut, terlihat bahwa area dengan kepadatan tertinggi berada pada kata kunci financial inclusion, financial inclusions, dan finance, yang ditunjukkan dengan warna kuning terang di bagian pusat peta. Hal ini menunjukkan bahwa topik inklusi keuangan menjadi inti utama dalam literatur dan memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan berbagai konsep lain. Selain itu, kata kunci seperti financial service, financial system, dan economic development juga berada di sekitar area dengan intensitas cukup tinggi, menandakan bahwa penelitian banyak berfokus pada hubungan antara inklusi keuangan dengan sistem keuangan serta pembangunan ekonomi. Di sisi lain, area dengan kepadatan yang lebih rendah . arna hijau hingga bir. mencerminkan topik-topik yang relatif lebih spesifik atau masih berkembang, seperti blockchain, artificial intelligence, machine learning, dan decentralized finance. Meskipun intensitasnya belum setinggi topik inti, keberadaan kata kunci ini menunjukkan arah perkembangan penelitian yang mulai mengintegrasikan teknologi digital dalam konteks inklusi keuangan. Pembahasan Studi bibliometrik ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan merupakan bidang penelitian yang berkembang secara signifikan dan multidimensional dalam literatur keuangan dan perbankan. Hasil analisis mengindikasikan bahwa topik ini tidak hanya berfokus pada akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga telah meluas mencakup dimensi pembangunan ekonomi, pengurangan ketimpangan, serta stabilitas sistem keuangan. Dominasi kata kunci seperti financial inclusion, finance, dan economic development dalam berbagai visualisasi menegaskan bahwa inklusi keuangan dipandang sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya di negara berkembang. Dari sisi struktur intelektual, analisis kutipan menunjukkan bahwa penelitian terdahulu banyak menyoroti determinan inklusi keuangan, seperti literasi keuangan, teknologi informasi, serta faktor institusional. Studi-studi dengan sitasi tinggi menunjukkan bahwa isu ketimpangan dan akses keuangan masih menjadi fokus utama, terutama dalam konteks negara-negara Afrika dan Asia. Namun demikian, terdapat pergeseran yang cukup jelas dalam arah penelitian, di mana literatur terbaru mulai menekankan peran inovasi teknologi seperti fintech, blockchain, dan kecerdasan buatan sebagai pendorong utama inklusi keuangan modern. Hasil analisis co-authorship baik pada tingkat penulis, institusi, maupun negara menunjukkan bahwa penelitian dalam bidang ini memiliki karakter kolaboratif yang kuat. Jaringan kolaborasi yang padat dan terintegrasi mengindikasikan bahwa pengembangan pengetahuan dalam inklusi keuangan sangat bergantung pada kerja sama lintas aktor dan lintas wilayah. Negara-negara seperti India. Indonesia. China, dan United Kingdom muncul sebagai aktor dominan dalam jaringan global, yang menunjukkan bahwa kontribusi penelitian tidak hanya berasal dari negara maju, tetapi juga dari negara berkembang yang memiliki kebutuhan dan dinamika inklusi keuangan yang tinggi. Dari perspektif tematik, analisis keyword co-occurrence dan overlay visualization menunjukkan bahwa penelitian inklusi keuangan mengalami evolusi dari pendekatan tradisional menuju pendekatan yang lebih berbasis teknologi. Pada fase awal, fokus penelitian lebih banyak berkaitan dengan sistem keuangan, layanan perbankan, dan pembangunan ekonomi. Namun, seiring perkembangan waktu, muncul topik-topik baru seperti digital finance, mobile banking, financial literacy, serta teknologi canggih seperti artificial intelligence dan decentralized finance. Hal ini mencerminkan transformasi digital yang semakin memengaruhi cara layanan keuangan diakses dan didistribusikan. Vol. No. April 2026, pp. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science A 275 Hasil density visualization memperkuat temuan bahwa meskipun topik inti seperti inklusi keuangan dan sistem keuangan masih mendominasi, terdapat potensi besar untuk pengembangan penelitian di area teknologi dan inovasi. Topik-topik seperti blockchain, machine learning, dan fintech masih berada pada tingkat kepadatan yang lebih rendah, yang menunjukkan bahwa bidang ini masih terbuka luas untuk eksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat difokuskan pada integrasi teknologi digital dengan pendekatan inklusi keuangan, serta mengeksplorasi dampaknya terhadap efisiensi, aksesibilitas, dan keberlanjutan sistem keuangan secara global. KESIMPULAN Studi ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai inklusi keuangan dalam literatur keuangan dan perbankan mengalami perkembangan yang signifikan dan semakin kompleks selama periode 2000Ae2026. Inklusi keuangan terbukti menjadi tema sentral yang terhubung erat dengan pembangunan ekonomi, sistem keuangan, serta pengurangan ketimpangan. Selain itu, terjadi pergeseran fokus penelitian dari pendekatan tradisional menuju integrasi teknologi digital seperti fintech, blockchain, dan kecerdasan buatan sebagai pendorong utama perluasan akses keuangan. Pola kolaborasi yang kuat antar peneliti, institusi, dan negara juga mencerminkan bahwa bidang ini berkembang secara global dan kolektif. Hasil studi ini menegaskan bahwa inklusi keuangan merupakan bidang penelitian yang dinamis dan multidimensional, dengan peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut terutama dalam konteks inovasi teknologi dan keberlanjutan sistem DAFTAR PUSTAKA