Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025. Pages 52-59 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Penggunaan Metode Whole Language dalam Pengembangan Keterampilan Bahasa Arab Anak Usia Dini di TK Kusuma Mulia Sukoharjo Nunik Zuhriyah1. M Zunaidul Muhaimin2 Info Artikel Abstract Keywords: Whole Language. Arabic. Early Childhood Education. The purpose of this study is to describe the use of the Whole Language method in developing Arabic language skills in early childhood at Kusuma Mulia Kindergarten Sukoharjo. The Whole Language method is a language learning approach that emphasises the integration of listening, speaking, reading and writing skills as a whole. This research presents a specific local and religious context at Kusuma Mulia Sukoharjo Kindergarten so as to enrich the distinctive Arabic language learning methods in the realm of early childhood Islamic education. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The strategies used by teachers include singing and storytelling activities. The research subjects consisted of class teachers, principals, and group B students. Data analysis was done by data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that the application of the Whole Language method was able to increase children's interest and basic Arabic language skills, such as the introduction of hijaiyah letters, simple vocabulary and listening and speaking skills. Kata kunci: Whole Language. Bahasa Arab. Pendidikan Anak Usia Dini. Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan metode Whole Language dalam pengembangan keterampilan bahasa Arab pada anak usia dini di TK Kusuma Mulia Sukoharjo. Metode Whole Language merupakan pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan integrasi keterampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis secara menyeluruh. Penelitian ini menghadirkan konteks lokal dan religius yang spesifik di TK Kusuma Mulia Sukoharjo sehingga memperkaya khas metode pembelajaran bahasa Arab di ranah pendidikan Islam anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Strategi yang digunakan guru meliputi kegiatan bernyanyi dan bercerita. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas, kepala sekolah, dan peserta didik kelompok B. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Whole Language mampu meningkatkan minat dan keterampilan dasar berbahasa Arab pada anak, seperti pengenalan huruf hijaiyah, kosakata sederhana dan kemampuan menyimak serta berbicara. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 30 Mei 2025 03 Juni 2025 07 Juni 2025 08 Juni 2025 Cara Mensitasi Artikel: Zuhriyah. , & Muhaimin. Penggunaan metode whole language dalam pengembangan keterampilan bahasa Arab anak usia dini di TK Kusuma Mulia Sukoharjo. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 52-59, https://doi. org/ 10. 53398/arraihanah. Pendidikan Bahasa Arab. IAI Badrus Sholeh. Kediri. Indonesia Email: nunikzuhriyah@gmail. Manajemen Pendidikan Islam. IAI Faqih AsyAoari. Kediri. Indonesia Email: muhaimin. po@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Korenpondensi Penulis: Nunik Zuhriyah, nunikzuhriyah@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Bahasa Arab sebagai bahasa Al-QurAoan memiliki kedudukan yang istimewa dalam dunia pendidikan Islam. Penguasaan Bahasa Arab sejak dini menjadi dasar penting bagi peserta didik untuk memahami ajaran agama secara lebih mendalam (Amelia, 2. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang awal yang sangat strategis untuk menanamkan dasar-dasar keterampilan berbahasa (Hanum & Rahmawati, 2. Anak usia dini berada dalam fase perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam aspek bahasa. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan mereka (Fitria FItrotul Azizah, 2. Di berbagai lembaga PAUD, termasuk TK Kusuma Mulia Sukoharjo, pembelajaran Bahasa Arab masih didominasi oleh pendekatan yang konvensional. Umumnya, anak-anak diajarkan untuk menghafal kosakata secara terpisah tanpa pemahaman konteks yang memadai (Sri Nur Andini dkk. Pola ini menyebabkan anak cenderung menghafal secara verbal tanpa mampu menggunakannya dalam komunikasi nyata. Hal ini tentu menjadi kendala dalam pengembangan kompetensi berbahasa secara komprehensif (Nunik Zuhriyah dkk. , 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan bagi anak (Salsabila dkk. , 2. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah metode Whole Language. Metode ini menekankan pembelajaran bahasa sebagai suatu kesatuan yang utuh dan bermakna, tidak terbagi-bagi dalam komponen kecil (Mutiara, 2. Dalam pendekatan ini, anak-anak belajar bahasa melalui kegiatan sehari-hari yang menyenangkan, seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan membaca gambar. Dengan kegiatan yang terintegrasi ini, anak dapat menangkap makna kata dalam konteks yang nyata (Hs & Suriningsih, 2. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih alami dan efektif bagi perkembangan bahasa anak (Khoiriyah dkk. Penerapan metode Whole Language juga sesuai dengan prinsip belajar anak usia dini yang berbasis pengalaman dan bermain. Anak-anak cenderung belajar lebih baik ketika mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran (Firdaus dkk. , 2. Interaksi verbal yang terjadi selama kegiatan bermain dan bercerita memungkinkan mereka untuk memperkuat pemahaman kosakata secara praktis (Mutiara, 2. Selain itu, suasana belajar yang menyenangkan akan menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab (Afroni, 2. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap perkembangan keterampilan berbahasa secara umum. Dalam konteks TK Kusuma Mulia Sukoharjo, metode Whole Language dapat menjadi alternatif pembelajaran Bahasa Arab yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Melalui penerapan metode ini, guru dapat mengintegrasikan unsur bahasa dalam berbagai aktivitas tematik yang menarik bagi anak. Kegiatan seperti menyimak dongeng Islami berbahasa Arab atau menyanyi lagu-lagu sederhana dalam Bahasa Arab dapat memperkaya pengalaman bahasa anak. Selain itu, metode ini juga memungkinkan adanya penguatan nilai-nilai karakter Islami secara bersamaan (Munawwarah & Hibana, 2. Dengan demikian, pembelajaran menjadi tidak hanya bermakna secara akademik, tetapi juga spiritual dan sosial. Literatur review yang sesuai dengan penelitian ini ialah menurut (Khorida Filasofa & Assakinah, 2. dengan judul Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Whole Language hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa yang dicapai peserta didik kelompok A di TK di Semarang lebih meningkat dibandingkan sebelumnya Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dimana perkembangan awal bahasa anak hanya sedikit tercapai namun, setelah dilakukan praktik penelitian tindakan kelas melalui pendekatan whole language, pada siklus pertama mengalami kenaikan yang signifikan, penelitian yang senada diatas ialah menurut (Wahyuni dkk. , 2. tentang Pengembangan Buku Cerita Berbantu Pendekatan Whole Language Untuk Memfasilitasi Keterampilan Membaca Anak Usia Dini, hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kebutuhan fundamental yang diperlukan dalam merancang buku cerita dengan pendekatan Whole Language akan menjadi acuan utama dalam penyusunan desain produk pengembangan buku cerita tersebut guna mendukung keterampilan membaca anak usia dini. Persamaan penelitian sebelumnya ialah samasama meneliti tentang metode Whole Language sedangkan perbedaannya ialah pada penelitian diatas meneliti pengembangan Whole Language sedangkan pada penelitian ini terfokus pada konteks lokal dan religius yang spesifik yakni di TK Kusuma Mulia Sukoharjo, sehingga memperkaya khasanah kajian metode pembelajaran bahasa Arab di ranah pendidikan Islam anak usia dini. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode ini mampu meningkatkan aspek reseptif dan ekspresif anak dalam menggunakan bahasa Arab. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap inovasi pembelajaran Bahasa Arab di tingkat PAUD. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih holistik dan kontekstual. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (Agustin & Setyawan, 2. suatu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam dengan cara menelusuri makna, pola, serta pemahaman subjektif yang dialami oleh individu atau kelompok dalam konteks sosial tertentu (Balista dkk. , 2. dengan desain penelitian yakni studi kasus . ase stud. , di mana peneliti mengamati dan menganalisis secara intensif (Ritonga, 2. pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab dengan metode Whole Language di satu lokasi, yaitu TK Kusuma Mulia Sukoharjo. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mengenai penerapan metode Whole Language dalam proses pembelajaran bahasa Arab anak usia dini di TK Kusuma Mulia Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah studi kasus eksploratif yang bertujuan untuk menggali secara intensif praktik pembelajaran bahasa Arab dengan metode Whole Language. Fokus diarahkan pada proses, dinamika interaksi guru dan anak, serta perubahan keterampilan berbahasa Arab anak secara Lokasi penelitian adalah TK Kusuma Mulia Sukoharjo, subyeknya ialah guru kelas, kepala sekolah dan kelas TK B. Analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data dan mengambilan kesimpulan. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan dan mengecek konsistensi informasi yang diperoleh dari berbagai narasumber, yaitu guru kelas, kepala sekolah, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Sedangkan, triangulasi teknik dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi (Munawwarah & Hibana. Instrumen dalam observasi dan wawancara yakni tentang aktivitas pembelajaran, integrasi keterampilan berbahasa dan interaksi antara guru dan anak dalam proses belajar. wawancara mencakup implementasi metode dalam kegiatan belajar sehari-hari dan respon anak terhadap pembelajaran. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Integrasi Keterampilan Bahasa secara Holistik yakni penerapan metode Whole Language di TK Kusuma Mulia Sukoharjo menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat dilakukan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 secara terpadu, mencakup keterampilan menyimak . , berbicara . , membaca . iraAoa. , dan menulis . Hal ini sejalan dengan pandangan (Amelia, 2. yang menekankan bahwa pendekatan holistik memungkinkan pengajaran keempat keterampilan bahasa secara menyeluruh, menciptakan pembelajaran yang aplikatif dan efektif. Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini dengan hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbahasa Arab anak-anak setelah penerapan metode Whole Language. Anak-anak lebih aktif dalam menyimak cerita, berbicara menggunakan kosakata baru, serta mulai mengenal huruf dan kata dalam bahasa Arab. Penelitian oleh (Ritonga, 2. mendukung temuan ini, di mana pendekatan Whole Language meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini secara bertahap dan signifikan. Peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yakni guru di TK Kusuma Mulia berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi bahasa secara Mereka menggunakan berbagai media seperti cerita bergambar, lagu, dan permainan untuk memperkaya pengalaman belajar anak. Hal ini sesuai dengan temuan (Firdaus dkk. yang menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran bahasa Arab yang kontekstual dan bermakna melalui pendekatan Whole Language. Implikasi Praktis bagi Pendidikan Anak Usia Dini yakni implementasi metode Whole Language di TK Kusuma Mulia memberikan implikasi praktis bagi pendidikan anak usia dini, yaitu pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan bahasa dan pengalaman bermakna. gtersebut senada dengan pendapat (Hanum & Rahmawati, 2. Guru perlu didukung dengan pelatihan dan sumber daya yang memadai untuk menerapkan pendekatan ini secara efektif. PEMBAHASAN PENELITIAN Implementasi Metode Whole Language dalam Keterampilan Bahasa Arab Penerapan metode Whole Language di TK Kusuma Mulia Sukoharjo dilakukan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran bahasa Arab harian. Guru menggunakan berbagai media yang mendukung keterlibatan anak secara aktif, seperti buku cerita bergambar, lagu anak-anak berbahasa Arab, serta permainan interaktif. Kegiatan pembelajaran dikemas dalam bentuk tematik yang menyatu dengan pengalaman hidup anak. Guru tidak mengajarkan keterampilan bahasa secara terpisah, melainkan mengintegrasikan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam satu rangkaian kegiatan. Anak-anak diperkenalkan kosakata baru melalui konteks cerita yang familiar. Guru juga berperan sebagai fasilitator yang memberi ruang eksplorasi bahasa secara alami. Hasil observasi menunjukkan bahwa pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membebani anak. Dalam aspek keterampilan menyimak, anak-anak menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis Whole Language. Ketika guru membacakan cerita dalam bahasa Arab, anak-anak dapat menangkap makna melalui intonasi, ekspresi, dan ilustrasi yang digunakan. Respons anak terhadap instruksi verbal dalam bahasa Arab meningkat seiring berjalannya waktu. Mereka juga mampu membedakan kata-kata dan frasa yang sering diulang dalam cerita. Proses penyimakan yang terjadi secara berulang dan bermakna memungkinkan anak memahami struktur kalimat dan kosakata sederhana. Dalam kegiatan kelompok, anak dapat merespons cerita dengan menyebutkan tokoh, tempat, atau peristiwa yang Teknik mendongeng yang digunakan guru terbukti efektif dalam membentuk pemahaman mendengarkan. Aktivitas ini menumbuhkan perhatian dan antusiasme anak dalam memahami pesan secara keseluruhan. Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru TK B yakni AuSaya merasa metode Whole Language ini sangat cocok untuk anak-anak usia Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dini, karena mereka bisa belajar bahasa Arab sambil bermain dan bercerita. Anak-anak jadi lebih aktif dan tidak merasa terbebaniAy. Kemampuan berbicara anak mengalami perkembangan yang nyata dalam penggunaan kosakata bahasa Arab sehari-hari. Anak mulai terbiasa menyapa, menyebut benda, dan menyusun frasa sederhana dalam interaksi dengan guru dan teman. Pembiasaan ini terjadi karena metode Whole Language memberi ruang kepada anak untuk mengekspresikan diri secara alami dalam berbagai kegiatan. Anak menggunakan ungkapan yang didengar dari cerita atau lagu yang dipelajari untuk mengungkapkan perasaan dan ide. Guru juga memberikan kesempatan bagi anak untuk memerankan tokoh cerita, yang mendorong keberanian berbicara. Kesalahan bahasa yang dilakukan anak tidak langsung dikoreksi, namun ditanggapi secara positif untuk menjaga motivasi. Kegiatan bermain peran terbukti efektif dalam menumbuhkan keberanian dan kelancaran Dengan konteks yang bermakna, anak belajar bahasa tanpa tekanan dan lebih Pengenalan membaca dalam metode Whole Language tidak dilakukan secara fonetik terlebih dahulu, melainkan melalui pengenalan bentuk kata dan kalimat dalam konteks cerita. Anak mulai memahami hubungan antara gambar dan kata-kata dalam buku cerita yang digunakan. Guru menunjuk kata sambil membacakannya, sehingga anak menangkap pola visual kata secara Anak juga diajak menebak kata berdasarkan konteks cerita dan ilustrasi yang Aktivitas ini memperkuat kemampuan prediksi dan asosiasi kata yang penting dalam tahap awal membaca. Sebagian anak mulai mengenali huruf hijaiyah dalam konteks kata yang bermakna, bukan sebagai simbol terpisah. Proses membaca dilakukan dalam suasana interaktif dan menyenangkan, tidak dalam bentuk tes atau pengulangan hafalan. Dengan pendekatan ini, anak mulai tertarik untuk membuka buku sendiri dan berusaha membaca gambar serta tulisan. Aspek menulis diperkenalkan secara bertahap melalui aktivitas menggambar dan menyalin kata-kata sederhana dalam bahasa Arab. Anak diperkenalkan huruf dan kata melalui kegiatan menyalin nama tokoh dalam cerita atau kata benda dari gambar yang mereka buat. Guru tidak menekankan pada kerapian tulisan, melainkan pada proses mengenali dan mencoba menuliskan kata-kata yang bermakna bagi anak. Anak menunjukkan antusiasme ketika menulis nama mereka dalam bahasa Arab atau menyalin ucapan seperti assalamuAoalaikum. Menulis dianggap sebagai bagian dari permainan dan ekspresi, bukan sebagai tugas wajib. Pendekatan ini memperkuat koneksi antara keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terpadu. Hasil dokumentasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dan pengenalan huruf secara bertahap. Guru memberikan dukungan emosional dan pujian, yang berkontribusi pada motivasi anak untuk mencoba menulis. Gambar 1: Pembelajaran Dengan Whole Language Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Guru bahasa Arab di TK Kusuma Mulia Sukoharjo menunjukkan antusiasme dalam mengimplementasikan metode Whole Language. Dalam wawancara, guru menyatakan bahwa metode ini lebih sesuai dengan gaya belajar anak usia dini karena tidak memisahkan keterampilan Guru merasa metode ini memberikan keleluasaan dalam merancang kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Tantangan yang dihadapi guru antara lain adalah keterbatasan referensi bahan ajar dalam bahasa Arab yang sesuai dengan prinsip Whole Language. Oleh karena itu, guru berinisiatif membuat sendiri bahan ajar berbasis cerita dan pengalaman sehari-hari anak. Pelatihan lanjutan dan kolaborasi antar guru sangat dibutuhkan untuk mengembangkan metode ini secara Guru juga menyatakan bahwa anak-anak menunjukkan perubahan perilaku yang positif terhadap pembelajaran bahasa Arab. Keterlibatan guru sebagai fasilitator menjadi kunci dalam keberhasilan implementasi pendekatan ini. Implementasi metode Whole Language tidak hanya berdampak pada aspek keterampilan bahasa, tetapi juga membentuk pemahaman nilai-nilai Islami dan budaya lokal. Cerita-cerita yang digunakan dalam pembelajaran seringkali mengandung pesan moral dan religius yang memperkuat karakter anak. Anak belajar kata-kata dalam bahasa Arab yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka, seperti salam, nama hewan, benda-benda di rumah, dan kegiatan Konteks lokal digunakan untuk menjembatani pemahaman antara bahasa Arab dan realitas yang dialami anak-anak. Hal ini membantu anak memahami bahasa Arab bukan sebagai bahasa asing yang terpisah, tetapi sebagai bagian dari kehidupan dan identitas mereka sebagai Nilai-nilai sosial seperti kerja sama, tanggung jawab dan sopan santun juga disisipkan dalam proses pembelajaran. Integrasi antara bahasa dan budaya. Faktor Penghambat dalam Implementasi Metode Whole Language Terdapat beberapa faktor yang menghambat dalam pelaksanaan metode Whole Language yakni diantaranya ialah: Keterbatasan kompetensi guru yakni salah satu faktor penghambat utama dalam penerapan metode Whole Language adalah masih rendahnya pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran bahasa. Banyak guru masih cenderung menggunakan pendekatan tradisional dalam kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Hal ini menandakan perlunya adanya program pelatihan guru dengan fokus pada pembelajaran Kurangnya literasi yang adaptif juga menunjukkan minimnya akses terhadap inovasi Ketersediaan media dan sumber belajar yang terbatas yakni penggunaan metode Whole Language memerlukan bahan ajar kontekstual seperti buku cerita bergambar, media visual, rekaman audio, serta alat permainan edukatif. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Kusuma Mulia masih memiliki keterbatasan dalam pengadaan media pembelajaran yang mendukung pendekatan ini secara optimal. Oleh karena itu, perlu kolaborasi antara lembaga pendidikan terutama TK Kusuma Mulia dan ikatan Guru PAUD untuk mengembangkan media ajar yang sesuai dengan prinsip Whole Language dan berbasis budaya lokal. Keterbatasan lingkungan bahasa Arab di luar kelas menjadi hambatan lain dalam penguatan keterampilan berbahasa anak. Sebagian besar anak hanya mendapatkan pembelajaran bahasa Arab selama waktu belajar di sekolah. Tidak ada stimulasi lanjut dirumah atau lingkungan sekitar anak-anak. Sehingga dibutuhkan strategi untuk pembiasaan lingkungan bahasa, misalnya melalui program Aulingkungan berbahasaAy yang mendukung praktik bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari dirumah. Kurangnya kolaborasi antara guru dan orang tua yakni implementasi metode Whole Language menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi proses belajar anak, khususnya Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dalam kegiatan membaca bersama di rumah. Namun, temuan lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua belum memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam mendukung keterampilan bahasa anak. Maka, diperlukan upaya sosialisasi dan pelatihan bagi orang tua agar mereka memahami pentingnya keterlibatan dalam mendampingi anak belajar secara aktif. Kurikulum pembelajaran di beberapa lembaga PAUD, termasuk TK Kusuma Mulia, masih terlalu fokus pada capaian kognitif dan kurang memberikan ruang untuk metode pembelajaran berbasis pengalaman seperti Whole Language. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan kurikulum yang memberikan ruang fleksibilitas dan berorientasi pada proses, bukan sematamata hasil kognitif. KESIMPULAN Penerapan metode Whole Language dalam pembelajaran bahasa Arab di TK Kusuma Mulia Sukoharjo terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa anak usia dini secara Pendekatan ini mampu mengintegrasikan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih antusias, aktif serta memiliki kemampuan berbahasa Arab yang meningkat secara bertahap melalui kegiatan-kegiatan yang terstruktur namun fleksibel. Metode ini juga memberikan ruang bagi guru untuk berperan sebagai fasilitator yang kreatif, serta mendorong penggunaan media dan aktivitas yang kontekstual. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan kompetensi guru, kurangnya media pembelajaran, rendahnya pembelajaran bahasa di lingkungan rumah, serta minimnya kolaborasi antara guru dan orang tua. penelitian ini memperkuat relevansi pendekatan Whole Language dalam konteks pembelajaran bahasa arab untuk anak-anak, khususnya bahasa Arab. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembelajaran berbasis pengalaman dan teori konstruktivisme yang menekankan pada pentingnya makna dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Hasil penelitian ini juga memperkaya kajian pendidikan anak usia dini dalam multibahasa dengan menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab dapat ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak. DAFTAR KEPUSTAKAAN Afroni. Pendekatan Holistik Dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Arab. Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan. Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab, 1. , 1Ae14. https://doi. org/10. 32764/lahjah. Agustin. , & Setyawan. Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Pendekatan Whole Language Pada Siswa Kelas 1 Sdn Tanjung Jati 2. PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum, 1. , 52Ae57. https://doi. org/10. 59966/pandu. Amelia. Penerapan Metode Whole Language Terhadap Kemampuan Membaca dan Berbicara Siswa Kelas Vi. Journal of Innovative and Creativity (Joec. , 4. , 19Ae27. https://doi. org/10. 31004/joecy. Balista. Mudzanatun, & Duwi Nuvitalia. Penerapan Pendekatan Whole Language Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Komponen Silent Reading Menggunakan Media Cerita Rakyat. JANACITTA, 6. , 115Ae123. https://doi. org/10. 35473/jnctt. Firdaus. Wijaya. , & Qomariyah. Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Mambaul Ulum Tulupari Tiris Probolinggo. AS-SABIQUN, 772Ae786. https://doi. org/10. 36088/assabiqun. Fitria FItrotul Azizah. Journal of Arabic Learning and Teaching (Terakreditasi Sinta . Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Hanum. , & Rahmawati. Implementasi Pendekatan Fungsional Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Metode Community Language Learning. A( EAIAIAALISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya, 9. , 327. https://doi. org/10. 22373/ls. Hs. , & Suriningsih. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Permainan Roda Putar Pada Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Di Taman KanakAiKanak. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , 291Ae303. https://doi. org/10. 24042/ajipaud. Khoiriyah. Latifah. , & Enawar. Analisis Kesulitan Belajar Membaca Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN Kunciran 5 Kota Tangerang. Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran , 8. , 255. https://doi. org/10. 33394/jtp. Khorida Filasofa. , & Assakinah. Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Whole Language. ASGHAR : Journal of Children Studies, 1. , 94Ae109. https://doi. org/10. 28918/asghar. Munawwarah. , & Hibana. Implementasi Pengenalan Kosakata Bahasa Arab pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 6. , 5454Ae5462. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Mutiara. Penerapan Pendekatan Whole Language Dalam Pengajaran Literasi Anak Usia Dini. Anakta : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2. , 115Ae123. https://doi. org/10. 35905/anakta. Nunik Zuhriyah. Yulin Nada, & M Zunaidul Muhaimin. Pengembangan Media Educaplay Untuk Meningkatkan Mufrodat Siswa Di Sekolah Dasar. Al-Muttaqin : Jurnal Studi. Sosial, dan Ekonomi, 6. , 65Ae75. https://doi. org/10. 63230/almuttaqin. Ritonga. Desain Bahan Ajar Bahasa Arab Sains Dengan Pendekatan . Salsabila. Utami. , & Martono. Efektivitas Penerapan Kolaborasi Pendekatan Savi (Somatis. Auditori. Visual. Intelektua. Dan Pendekatan Whole Languange Terhadap Hasil Belajar Teks Negosiasi Kelas X Di Smk Unitomo Surabaya Tahun Pelajaran 2020/2021. Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 9. , 1. https://doi. org/10. 25273/widyabastra. Sri Nur Andini. Joko Sulianto, & Mudzanatun. Analisis Keterampilan Berbahasa Ekspresif Pada Kegiatan Literasi Dengan Pendekatan Whole Language Pada Peserta Didik Kelas 4 Sd N Sendangguwo 02 Semarang Semester Genap 2022/2023. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9. , 822Ae836. https://doi. org/10. 36989/didaktik. Wahyuni. Elan. , & Sumardi. Pengembangan Buku Cerita Berbantu Pendekatan Whole Language Untuk Memfasilitasi Keterampilan Membaca Anak Usia Dini. JURNAL PAUD AGAPEDIA, 5. , 129Ae140. https://doi. org/10. 17509/jpa.