A AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam Volume. Nomor. 2 Mei 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 11-20 DOI: https://doi. org/10. 59841/al-mustaqbal. Tersedia: https://ibnusinapublisher. org/index. php/AL-MUSTAQBAL Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Literatur pada MI Ridogali. Mamat Rahmat1*. Adelia Sapitri2. Ai Nuni Risnawati3. Siti Nurjannah4. Tati Latipah5. Pujiawati6 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah As-saAoidiyyah Cipanas Cianjur. Indonesia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah As-saAoidiyyah Cipanas Cianjur. Indonesia Email: mamat@unsur. id 1, adeliasappitri12@gmail. com 2, sitiainunadawiyah1@gmail. com 3, okaibaek29@gmail. com 4, latipahtati5@gmail. com 5, fuzifuziah623@gmail. 2,3,4,5,6 *Penulis Korespondensi: mamat@unsur. Abstract. This study aims to analyze the values of Civic Education (PK. in learning at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school. through a literature study approach. This study uses a qualitative method with a library research type, utilizing various written sources such as scientific journals, reference books, and academic articles as primary data. Data collection techniques are carried out through documentation studies by reviewing various relevant literature, while data analysis techniques use content analysis to identify, categorize, and interpret the values contained in Civic Education learning. The results of the study indicate that Civic Education learning plays a strategic role in instilling character values in students, such as responsibility, tolerance, cooperation, and love of the homeland. These values are not only conveyed theoretically, but also internalized through a contextual and values-based learning process. This approach has proven effective in increasing students' understanding and awareness of the importance of civic values in everyday life. However, the implementation of Civic Education learning still faces several obstacles, such as a lack of variety in learning methods and limited supporting resources. Therefore, more interactive and creative learning strategy innovations are needed to improve the quality of Civics learning in Madrasah Ibtidaiyah. Keywords: Character Values. Civic Education. Learning. Literature Study. Madrasah Ibtidaiyah. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan (PK. dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yang memanfaatkan berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel akademik sebagai data utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menelaah berbagai literatur yang relevan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi . ontent analysi. untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menginterpretasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran PKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik, seperti tanggung jawab, toleransi, kerja sama, serta cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasikan melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan berbasis nilai. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai-nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, implementasi pembelajaran PKn masih menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya variasi metode pembelajaran dan keterbatasan sumber daya Oleh karena itu, diperlukan inovasi strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Kata kunci: Madrasah Ibtidaiyah. Nilai Karakter. Pembelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan. Studi Literatur. LATAR BELAKANG Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik sebagai warga negara yang baik. Secara teoretis dan normatif. PKn tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran PKn diarahkan untuk menumbuhkan sikap demokratis. Naskah Masuk: 17 Februari 2026. Revisi: 23 Maret 2026. Diterima: 28 April 2026. Tersedia: 30 April 2026 Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Literatur pada MI Ridogali. tanggung jawab, serta kesadaran berbangsa dan bernegara sejak usia dini. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial yang kuat (Fauziah, 2023. Murtiningsih et al. , 2. Namun demikian, kondisi ideal tersebut belum sepenuhnya tercapai dalam praktik pembelajaran di lapangan. Fenomena yang berkembang menunjukkan bahwa pembelajaran PKn seringkali kurang diminati oleh peserta didik dan dianggap sebagai mata pelajaran yang monoton serta kurang relevan dengan kehidupan nyata. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tujuan ideal PKn dengan realitas implementasinya di sekolah dasar. Bahkan, kurangnya inovasi dalam metode pembelajaran menyebabkan nilai-nilai kewarganegaraan tidak tersampaikan secara optimal kepada peserta didik (Firdausi et al. , 2025. Rahmat et al. , 2. Selain itu, dinamika sosial dan perkembangan globalisasi turut memperkuat urgensi penguatan pendidikan kewarganegaraan. Berbagai permasalahan seperti menurunnya sikap nasionalisme, rendahnya kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila, serta melemahnya etika sosial di kalangan generasi muda menjadi indikator penting bahwa pendidikan karakter melalui PKn perlu ditingkatkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan formal, tetapi juga memerlukan dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat (Nurhalisyah et al. , 2. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji peran dan implementasi PKn dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa PKn memiliki kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, toleransi, dan sikap Selain itu, kajian terhadap materi PKn di tingkat MI juga mengungkap adanya distribusi nilai karakter yang beragam, seperti percaya diri, kerja sama, dan kepedulian sosial yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran (Damayanti & Rahmawati, 2. Di sisi lain, pendekatan pembelajaran berbasis nilai, seperti diskusi reflektif dan pembelajaran kontekstual, terbukti efektif dalam memperkuat internalisasi nilai kewarganegaraan pada peserta didik (Febrianti et al. , 2. Meskipun demikian, penelitian-penelitian tersebut masih cenderung berfokus pada aspek implementasi praktis di lapangan dan belum banyak mengkaji secara mendalam integrasi nilainilai kewarganegaraan dalam pembelajaran dari perspektif konseptual berbasis kajian literatur (Banks, 2008. Kerr, 1. Oleh karena itu, penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menitikberatkan pada analisis nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan studi literatur. Pendekatan ini memungkinkan adanya AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 11-20 sintesis teoritis yang komprehensif terhadap berbagai temuan penelitian sebelumnya (Creswell & Creswell, 2018. Print, 2007. Winataputra, 2. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya merumuskan kembali konsep dan strategi pembelajaran PKn yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Dengan memahami secara mendalam nilai-nilai kewarganegaraan yang terkandung dalam pembelajaran PKn, diharapkan dapat ditemukan formulasi yang lebih efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter di tingkat dasar. Hal ini menjadi krusial mengingat peran pendidikan dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran kebangsaan, tanggung jawab sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global (Murtiningsih et al. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah melalui pendekatan studi literatur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian tentang pendidikan kewarganegaraan, serta secara praktis menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran PKn yang lebih bermakna dan kontekstual bagi peserta didik. KAJIAN TEORITIS Pendidikan Kewarganegaraan (PK. merupakan salah satu bidang studi yang memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan identitas kebangsaan peserta didik. Secara konseptual. PKn tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga menekankan pada internalisasi nilai-nilai Pancasila seperti nasionalisme, tanggung jawab, demokrasi, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan dasar, khususnya Madrasah Ibtidaiyah, pembelajaran PKn menjadi sarana strategis dalam menanamkan nilai moral dan sosial sejak dini (Fauziah, 2023. Murtiningsih et al. , 2. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis nilai . alue-based learnin. dipandang efektif dalam mengembangkan karakter peserta didik melalui aktivitas reflektif, diskusi, dan pembelajaran kontekstual (Indri Febrianti et al. , 2. Secara teoretis, keberhasilan pembelajaran PKn sangat dipengaruhi oleh keterkaitan antara proses pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik, akan mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara variabel pembelajaran PKn dan pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi dapat berkembang secara optimal apabila Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Literatur pada MI Ridogali. diintegrasikan secara sistematis dalam proses pembelajaran (Damayanti & Rahmawati, 2. Dengan demikian, pembelajaran PKn yang efektif akan berimplikasi langsung terhadap terbentuknya karakter peserta didik sebagai warga negara yang baik. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji berbagai aspek terkait pendidikan kewarganegaraan di tingkat dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKn memiliki kontribusi signifikan dalam membangun karakter peserta didik melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah lainnya. Selain itu, penelitian juga mengungkap bahwa pendekatan pembelajaran yang variatif dan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran PKn (Firdausi et al. Indri Febrianti et al. , 2. Di sisi lain, masih ditemukan permasalahan seperti kurangnya minat siswa terhadap PKn serta terbatasnya inovasi pembelajaran yang berdampak pada kurang optimalnya pencapaian tujuan pendidikan kewarganegaraan (Firdausi et al. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disusun suatu kerangka pemikiran bahwa pembelajaran PKn yang berorientasi pada nilai-nilai kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran diyakini dapat meningkatkan kesadaran kebangsaan, tanggung jawab sosial, serta sikap demokratis siswa. Dengan demikian, penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa semakin optimal penerapan nilai-nilai dalam pembelajaran PKn, maka semakin kuat pula karakter kewarganegaraan yang terbentuk pada peserta didik. Kerangka ini menjadi dasar dalam menganalisis nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan melalui pendekatan studi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Penelitian kepustakaan merupakan metode penelitian yang memanfaatkan berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen relevan lainnya sebagai sumber utama data. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengkaji secara mendalam konsep, teori, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah tanpa harus melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan (Wada et al. , 2. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional maupun internasional, buku ajar, serta publikasi akademik lainnya yang mendukung kajian penelitian. Teknik pengumpulan data AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 11-20 dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara menelusuri, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan sumber-sumber yang sesuai dengan fokus penelitian. Selanjutnya, data yang telah terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan secara sistematis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap topik yang dikaji (Wada et al. , 2. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi . ontent analysi. , yaitu suatu teknik yang digunakan untuk mengkaji dan menginterpretasikan makna dari berbagai sumber literatur yang telah dikumpulkan. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema utama, mengelompokkan konsep-konsep yang relevan, serta menyusun sintesis dari berbagai temuan penelitian terdahulu. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang sistematis dan mendalam mengenai nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Wada et , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, ditemukan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut meliputi tanggung jawab, kedisiplinan, toleransi, kerja sama, serta rasa cinta tanah air. Nilai-nilai ini tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diintegrasikan dalam aktivitas pembelajaran yang bertujuan membentuk perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai kewarganegaraan dalam pembelajaran PKn di tingkat dasar lebih efektif ditanamkan melalui pendekatan yang kontekstual dan berbasis pengalaman. Peserta didik cenderung lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai ketika pembelajaran dikaitkan dengan situasi nyata di lingkungan sekitar mereka. Oleh karena itu, pembelajaran yang melibatkan diskusi, simulasi, serta kegiatan kelompok menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Hasil lainnya menunjukkan bahwa pembelajaran PKn tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik. Hal ini terlihat dari adanya upaya pembentukan sikap dan perilaku peserta didik melalui pembiasaan, keteladanan, serta kegiatan yang mendukung nilai-nilai sosial. Dengan demikian, pembelajaran PKn memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. Selanjutnya, ditemukan bahwa keberhasilan penanaman nilai-nilai kewarganegaraan sangat dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Strategi yang variatif Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Literatur pada MI Ridogali. dan inovatif mampu meningkatkan minat serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Sebaliknya, penggunaan metode yang monoton cenderung membuat peserta didik kurang tertarik, sehingga nilai-nilai yang disampaikan tidak terserap secara optimal. Terakhir, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam implementasi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah, seperti keterbatasan sumber belajar, kurangnya variasi metode pembelajaran, serta rendahnya keterlibatan peserta didik. Namun demikian, peluang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran PKn tetap terbuka melalui pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada nilai. Dengan demikian, pembelajaran PKn memiliki potensi besar dalam membentuk karakter peserta didik apabila didukung oleh strategi yang tepat. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di Madrasah Ibtidaiyah berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik. Temuan ini sejalan dengan kajian yang mengungkap bahwa nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi merupakan bagian integral dalam materi PKn di tingkat dasar. Distribusi nilai-nilai karakter yang beragam menunjukkan bahwa pembelajaran PKn memiliki cakupan yang luas dalam membentuk kepribadian peserta didik secara holistik (Damayanti & Rahmawati, 2. Lebih lanjut, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan tidak hanya terjadi melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik nyata dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini diperkuat oleh temuan bahwa implementasi nilainilai Pancasila di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas, seperti pembelajaran di kelas, kegiatan keagamaan, serta aktivitas sosial budaya. Dengan demikian, pembelajaran PKn tidak bersifat teoritis semata, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik (Junaidi & AssyaAobani, 2. Selain itu, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran PKn memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik sebagai warga negara yang Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa PKn berfungsi sebagai sarana utama dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan etika berdasarkan Pancasila. Pembelajaran PKn tidak hanya membentuk aspek kognitif, tetapi juga menanamkan sikap dan perilaku yang mencerminkan karakter bangsa (Fauziah, 2. Dari sisi strategi pembelajaran, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis nilai menjadi faktor kunci dalam keberhasilan internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan. Strategi seperti diskusi, simulasi, dan pembelajaran AL-MUSTAQBALAe VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 3064-0970, p-ISSN: 3064-1519. Hal 11-20 berbasis pengalaman terbukti mampu meningkatkan pemahaman serta keterlibatan peserta Pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran serta memahami nilai-nilai kewarganegaraan secara lebih mendalam (Indri Febrianti et al. , 2. Namun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PKn masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan, sehingga pembelajaran cenderung monoton dan kurang menarik bagi peserta didik. Hal ini berdampak pada rendahnya minat belajar serta kurang optimalnya penyerapan nilai-nilai yang diajarkan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang mengungkap bahwa keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sumber daya menjadi faktor penghambat dalam implementasi pendidikan kewarganegaraan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran PKn tidak hanya bergantung pada materi yang diajarkan, tetapi juga pada dukungan sistem pendidikan secara keseluruhan (Utami & Sanjaya, 2. Selain tantangan, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn melalui pengembangan strategi yang lebih inovatif dan adaptif. Penggunaan metode pembelajaran berbasis nilai yang interaktif, serta integrasi kegiatan kontekstual dalam pembelajaran, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas Dengan kewarganegaraan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, pembahasan ini menunjukkan bahwa pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah memiliki potensi besar dalam membentuk karakter peserta didik. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penguatan pembelajaran PKn menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran kewarganegaraan yang tinggi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, toleransi, kerja sama, dan cinta tanah air dapat diinternalisasikan melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan Selain itu, keberhasilan penanaman nilai-nilai kewarganegaraan sangat Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Literatur pada MI Ridogali. dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan, di mana pendekatan yang kontekstual dan berbasis nilai terbukti lebih efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Namun demikian, implementasi pembelajaran PKn masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan metode pembelajaran yang variatif, rendahnya minat belajar peserta didik, serta kurangnya dukungan sumber daya pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih optimal dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan interaktif agar nilai-nilai kewarganegaraan dapat tersampaikan secara maksimal. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran menjadi sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan bermakna bagi peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pendidik dapat mengembangkan metode pembelajaran PKn yang lebih kreatif dan berbasis pengalaman nyata sehingga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, lembaga pendidikan perlu memberikan dukungan berupa pelatihan bagi guru serta penyediaan sumber belajar yang memadai. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih lanjut implementasi nilai-nilai kewarganegaraan melalui pendekatan empiris di lapangan guna memperkaya hasil penelitian yang telah ada. UCAPAN TERIMA KASIH