VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Agung Gunawan1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan agung@stiebalikpapan. Artikel Masuk: 25 Juni 2025 | Artikel di revisi: 13 Oktober 2025 | Artikel Di terbitkan : 30 Oktober 2025 Visioner : Jurnal Manajemen dan Bisnis by STIE Balikpapan is licensed under CC BY 4. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas . urrent rati. , leverage . ebt to equity rati. , profitabilitas . eturn on asset. , dan ukuran perusahaan (Ln total ase. terhadap nilai perusahaan . rice earning rati. pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu 95 perusahaan sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sampel penelitian sebanyak 25 perusahaan. Analisis data menggunakan program IBM SPSS versi 25 dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning ratio. Debt to equity ratio secara parsial tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap price earning ratio. Return on assets secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning Ln total aset secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap price earning ratio. Selanjutnya current ratio, debt to equity ratio, return on assets, dan Ln total aset secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap price earning Kata Kunci: Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Assets. Ln Total Aset dan Price Earning Ratio Abstract This research aims to determine the effect of liquidity . urrent rati. , leverage . ebt to equity rati. , profitability . eturn on asset. and firm size (Ln total asset. on company value . rice earning rati. of the food and beverage sub sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2019-2023. This research employs a quantitative approach. The sampling technique chosen as the research sample. Data analysis was conducted using IBM SPSS version 25, incorporating descriptive statistical analysis, classical assumption test, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The research results shows that the current ratio partially has a positive and significant effect on the price earning ratio. The debt to equity ratio partially has no negative and insignificant effect on the price earning ratio. Return on assets partially has a positive and significant effect on the price earning ratio. Ln total assets does not partially have a positive and insignificant effect on the price earning ratio. Futhermore, the current ratio, debt to equity ratio, return on assets and Ln total assets simultaneously and significantly influence the price earning ratio Keywords : Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Assets. Ln Total Assets, and Price Earning Ratio PENDAHULUAN Saat ini perkembangan ekonomi di Indonesia merupakan fokus utama yang terjadi dalam dunia bisnis. Perkembangan ini muncul sebagai reaksi terhadap permintaan pasar dan persaingan bisnis yang kuat. Perubahan permintaan dan tingkat persaingan mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan performa Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Keadaan ekonomi yang semakin tumbuh dan berkembang akan membuat perusahaan mendapatkan kepercayaan yang kuat dari masyarakat dan para pemegang saham. Hal itu akan membuat perusahaan dapat berkomitmen dalam mendukung keberlanjutan ekonomi yang lebih baik. Keberhasilan ekonomi yang berkembang juga dipengaruhi oleh keberadaan masyarakat dalam kegiatan penempatan modal melalui pasar modal, seperti investasi dalam saham. Aktivitas ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, investasi yang dilakukan dalam pasar modal juga berperan dalam mendukung bisnis untuk berkembang dan memperluas jaringan usaha sehingga mampu mendukung stabilitas ekonomi negara. Bursa efek merupakan tempat bertemunya antara pihak yang memiliki surplus dana dan pihak yang memerlukan dana melalui kegiatan jual beli sekuritas (Sudarmadji, 2022:. Pasar modal menyediakan tempat dalam melakukan kegiatan jual beli sekuritas antara investor dengan perusahaan. Kegiatan ini memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam mencari sumber modal baru dari investor. Investor memberikan modal kepada perusahaan dengan mengharapkan keuntungan lebih tinggi dengan risiko yang relatif lebih rendah. Tingkat keuntungan dan risiko dapat mencerminkan ialah corporate terjadi pertumbuhan semakin baik. Perusahaan akan sedang mengalami masa berkembang yang semakin baik dapat menarik minat dan memberikan kepercayaan kepada investor unruk melakukan investasi. Investasi yang dilakukan oleh investor tentunya melalui penilaian yang akan mencerminkan keuntungan perusahaan. Keuntungan yang tinggi menunjukkan perusahaan dapat mengelola keuangan dan menciptakan nilai yang sangat tinggi bagi pemegang modal. Selain itu, keuntungan yang cukup dapat membuat badan usaha memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian dan menciptakan daya saing perusahaan. Penelitian ini berfokus pada perusahaan yang tergolong dalam subsektor makanan dan minuman di Indonesia mengalami fluktuasi permintaan dan penawaran. Perubahan tersebut disebabkan karena semakin tinggi tingkat aktivitas, produktivitas masyarakat dan pengaruh dari kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Dimana prospek industry pengolahan makanan dan minuman di Indonesia yang sangat menjanjikan, ditandai dengan pertumbuhan dan peningkatan daya saing di pasar domestik maupun global. yang tergolong dalam subsektor makanan dan minuman mengalami perkembangan cukup signifikan didukung dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga. Faktor pendorong utama pertumbuhan penjualan adalah kenaikan pendapatan individu atau bertambahnya pengeluaran untuk produk makanan dan minuman, khususnya dari segmen kelas menengah yang terus berkembang (Kanwil DJKN, 2. Perkembangan yang pesat telah menciptakan lingkungan dimana perusahaan-perusahaan lokal menunjukkan ambisi dan berhasil mentransformasi diri menjadi eksportir dengan jangkauan global. Sehingga bagi perusahaan, keadaan ini membuat perusahaan yang tergolong dalam subsektor makanan dan minuman semakin giat meningkatkan kapasitas kompetitif dan beradaptasi dengan meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan untuk mempertahankan nilai perusahaan yang lebih baik. Hal yang dapat diperhatikan dalam mengetahui kondisi keuangan perusahaan dapat tercermin pada nilai Nilai perusahaan identik dengan nilai yang ditentukan oleh pasar, karena kemakmuran pemegang saham dapat tercapai secara maksimal apabila nilai perusahaan meningkat melalui kenaikan harga saham (Fadrul. Budiyanto. Asyik, 2020:. Nilai perusahaan mencerminkan kondisi perusahaan yang tercermin melalui harga saham sebagai hasil dari persepsi dan tingkat kepercayaan investor. Perbedaan harga saham antar perusahaan menunjukkan dampak krusial yang mampu mempengaruhi investor mengakses, menginterpretasi dan memanfaatkan informasi investasi, serta berperan penting dalam Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 membetuk pola keputusan saat melakukan investasi, serta berperan penting dalam membentuk pola keputusan saat melakukan transaksi pembelian saham. Dalam pola investasi yang semakin dinamis, fundamental nilai perusahaan dapat dimanfaatkan untuk menentukan kelayakan saham yang membuat investor meminimalkan potensi risiko dengan memaksimalkan peluang keuntungan sesuai dengan finansial yang telah ditetapkan. Sehingga untuk memperoleh estimasti nilai yang tepat terkait harga saham, price earning ratio dapat digunakan sebagai metode perhitungan yang telah dilakukan dalam melakukan analisis keuangan dan praktik investasi oleh perusahaan. Price earning ratio adalah proporsi yang menandingkan perbandingan harga per ekuitas dengan laba per saham (Hidayat, 2018:. Price earning ratio diaplikasikan sebagai tolak ukur harga per ekuitas dengan laba per saham. Hasil yang diharapkan tentunya memiliki nilai yang tinggi sehingga akan mempengaruhi peningkatan laba. Apabila terjadi penurunan nilai yang memiliki pengaruh terhadap kemajuan perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan rumus: Harga Per Saham Price Earning Ratio = Laba Per Saham Rasio PER dengan nilai di bawah lima belas artinya harga saham suatu perusahaan menjadi relatif lebih murah dibandingkan laba per sahamnya, sekaligus menunjukkan bahwa pasar memiliki ekspektasi rendah terhadap prospek pertumbuhan di masa depan. Investor akan menilai perusahaan memiliki potensi pengembangan bisnis yang terbatas dan sedang menghadapi tantangan dalam industri. Perusahaan tersebut sedang mengalami fase bisnis yang sudah matang dengan peluang ekpansi yang minimal, artinya: PER > 15 = Tidak Bermasalah PER < 15 = Bermasalah Berikut ini disajikan data yang memberikan gambaran mengenai perkembangan pengukuran nilai perusahaan menggunakan PER pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang tercatat di BEI periode 2019Ae2023: Tabel 1. 1 Price Earning Ratio Sub Sektor Food and Beverage di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023 KODE PERUSAHAAN NAMA PERUSAHAAN PER PER PER PER PER AALI PT Astra Agro Lestari Tbk 115,16 26,55 0,88 8,62 12,43 ADES PT Akasha Wira International Tbk 73,49 63,43 73,03 115,97 144,20 AGAR PT Asia Sejahtera Mina Tbk -144,60 6154,06 AISA PT FKS Food Sejahtera Tbk 0,36 1,55 104,80 -21,20 71,34 ALTO PT Tri Banya Tirta Tbk -35,67 -64,25 -39,26 -6,79 -4,84 AMMS PT Agung Menjangan Mas Tbk ANDI PT Andira Agro Tbk 37,42 -48,73 -149,77 -43,34 -8,35 ANJT PT Austindo Nusantara Jaya Tbk -47,25 71,60 5,37 6,77 84,37 ASHA PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk 31,70 -12,15 AYAM PT Janu Putra Sejahtera Tbk 45,67 BEEF PT Estika Tata Tiara Tbk 19,02 -0,86 -0,79 -1,33 2,18 BEER PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk BISI PT Bisi International Tbk 14,02 6,75 9,22 7,50 5,41 BOBA PT Formosa Ingredient Factory Tbk 15218,69 19,80 10,51 BTEK PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk -27,60 -4,54 -21,72 -17,34 -20,29 BUDI PT Bumi Strach & Sweetener Tbk 0,01 0,01 BWPT PT Eagle High Plantations Tbk -0,42 -4,10 -1,65 162,18 10,64 CAMP PT Campina Ice Cream Industry Tbk 28,67 27,12 17,06 14,85 18,57 CBUT PT Citra Borneo Utama Tbk CEKA PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 30,53 38,24 4,61 5,84 5,98 5,34 7,15 Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 CLEO PT Sariguna Primatirta Tbk 50,02 45,19 31,21 34,05 26,29 CMRY PT Cisarua Mountain Dairy Tbk 34,14 31,80 25,62 COCO PT Wahana Interfood Nusantara Tbk CPIN PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 0,03 0,03 0,03 0,03 0,04 CPRO PT Central Proteina Prima Tbk -8,54 7,81 2,56 8,44 7,56 CRAB PT Toba Surimi Industries Tbk 41,26 31,72 CSRA PT Cisadane Sawit Raya Tbk 10,65 3,95 4,63 6,62 DEWI PT Dewi Shri Farmindo Tbk 54,52 DLTA PT Delta Djakarta Tbk 17,13 27,27 15,88 13,29 14,16 DPUM PT Dua Putra Utama Makmur Tbk -1,38 -0,58 -2,62 -4,57 -1,09 DSFI PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk 21,95 -25,94 12,11 7,90 10,45 DSNG PT Dharma Satya Nusantara Tbk 27,37 13,52 7,95 4,36 6,99 ENZO PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk 76,44 90,34 10,61 66,55 -26,89 FAPA PT FAP Agri Tbk 28,59 20,83 118,98 FISH PT FKS Multi Agro Tbk 10,32 4,15 8,40 6,34 6,88 FOOD PT Sentra Food Indonesia Tbk 9,77 -3,89 -5,90 -3,27 -3,21 GOLL PT Golden Plantation Tbk -2,68 -0,48 GOOD PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk 25,57 38,24 39,32 37,13 26,38 GRPM PT Graha Prima Mentari Tbk 377,83 GULA PT Aman Agrindo Tbk 217,67 108,11 GZCO PT Gozco Plantations Tbk -0,51 -1,64 29,01 6,41 301,76 HOKI PT Buyung Poetra Sembada Tbk 21,55 48,09 179,14 11005,64 -496,69 IBOS PT Indo Boga Sukses Tbk 96,33 422,98 ICPB PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 24,26 15,05 12,84 20,38 14,57 IKAN PT Era Mandiri Cemerlang Tbk -111,96 49,49 24,15 44,60 INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk 11,79 0,69 0,50 6,42 4,93 IPPE PT Indo Pureco Pratama Tbk 0,16 JARR PT Jhonlin Agro Raya Tbk JAWA PT Jaya Agra Wattie Tbk -1,23 -1,20 -5,72 -1,31 -2,24 JPFA PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk 9,56 14,06 9,47 10,19 14,63 KEJU PT Mulia Boga Raya Tbk 14,38 16,80 12,28 18,28 21,56 LSIP PT PP London Sumatra Indonesia Tbk 0,04 0,01 0,01 0,01 0,01 MAGP PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk MAIN PT Malindo Feedmill Tbk 14,76 -42,53 24,84 55,08 18,25 MAXI PT Maxindo Karya Anugerah Tbk MGRO PT Mahkota Group Tbk MKTR PT Menthobi Karyatama Raya Tbk MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk 28,18 70,21 MYOR PT Mayora Indah Tbk 22,47 28,88 NASI PT Wahana Inti Makmur Tbk NAYZ PT Hassana Boga Sejahtera Tbk Ns PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk OILS PT Indo Oil Perkasa Tbk PANI 124,56 -58,26 33,56 -86,09 -14,51 25,01 35,04 25,89 20,39 15,31 37,66 28,37 17,16 339,53 79,01 171,68 33,20 2011,48 25,61 14,43 0,31 PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk 420,96 44,58 98,09 PGUN PT Pradiksi Gunatama Tbk -12,31 50,47 28,47 22,09 PMMP PT Panca Mitra Multiperdana Tbk 7,87 8,21 PSDN PT Prasidha Aneka Niaga Tbk PSGO PT Palma Serasih Tbk -14,72 53,21 11,97 6,71 2,87 PTPS PT Pulau Subur Tbk ROTI PT Nipon Indosari Corprindo Tbk 340,03 49,90 36,38 18,89 21,35 SGRO PT Sampoerna Agro Tbk 114,58 -15,32 4,45 3,67 8,29 SIMP PT Salim Ivomas Pratama Tbk -10,43 19,13 5,30 4,25 6,29 SIPD PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk 14,27 83,09 -227,41 -8,75 -104,41 SKBM PT Sekar Bumi Tbk SKLT PT Sekar Laut Tbk 24,74 25,42 19,78 14,44 2,49 Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 SMAR PT SMART Tbk SOUL PT Mitra Tirta Buwana Tbk 13,23 7,74 4,43 2,58 12,52 SSMS PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk STAA STRK STTP PT Siantar Top Tbk TAPD TAYS TBLA 666,17 20,50 6,02 7,58 19,20 PT Sumber Tani Agung Resources Tbk PT Lovina Beach Brewery Tbk 12,22 19,80 16,02 16,05 13,90 PT Triputra Agro Persada Tbk 10,10 4,37 6,51 PT Jaya Swarasa Agung Tbk 39,83 66,22 -5,76 PT Tunas Baru Lampung Tbk 7,52 5,77 5,63 4,63 6,84 TGKA PT Tigaraksa Satria Tbk 10,40 13,96 13,36 13,64 13,43 TGUK PT Platinum Wahab Nusantara Tbk TLDN PT Teladan Prima Agro Tbk 13,08 12,90 TRGU PT Cerestar Indonesia Tbk 6,82 170,59 UDNG PT Agro Bahari Nusantara Tbk ULTJ PT Ultra Jaya Milk & Trading Company Tbk 16,86 14,99 12,79 15,89 12,93 UNSP PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk -0,03 -0,16 1,27 0,19 5,93 WAPO PT Wahana Pronatural Tbk -22,31 -56,74 -135,26 -76,29 516,64 WINE PT Hatten Bali Tbk WMPP PT Widodo Makmur Perkasa Tbk 15,59 -6,87 -1,67 WMUU PT Widodo Makmur Unggas Tbk RATA-RATA Price Earning Ratio PER TAHUN 37,00 9,32 266,16 165,15 143,34 JUMLAH Price Earning Ratio < 15 (BERMASALAH) JUMLAH Price Earning Ratio > 15 (TIDAK BERMASALAH) Sumber: w. id dan annual report, data di olah oleh peneliti . Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat sembilan puluh lima perusahaan sub sektor food and beverage di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun riset dengan ratarata PER yang mengalami peningkatan pada tahun 2021. Sedangkan pada tahun 2020, tahun 2022, tahun 2023 mengalami penurunan. Untuk mengetahui pergerakan rata-rata PER subsektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 hingga 2023 pada grafik di bawah ini: Gambar 1. 1 Rata-Rata Price Earning Ratio Sub Sektor Food and Beverage di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023 Sumber: w. id dan annual report, data oleh diolah peneliti . Berdasarkan grafik di atas menunjukkan rata-rata price earning ratio pada perusahaan subsektor makanan dan minuman periode 2019-2023 kondisinya fluktuasi. Perusahaan sub sektor food and beverage bisa dilihat dari rata-rata yang mengalami penurunan pada dua periode di akhir penelitian. Pada tahun 2019 Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 nilai rata-rata PER ialah 37,00 yang disebabkan tekanan pandemi covid-19. Pada tahun 2020 mengalami penurunan nilai rata-rata PER menjadi 9,32 akibat adannya penurunan mobilitas dan penurunan daya beli. Peningkatan yang signifikan nilai rata-rata PER tahun 2021 yaitu 266,16 yang didorong oleh pelonggatran pembatasan social dan program vaksinasi sosial. Pada tahun 2022 nilai rata-rata PER kembali mengalami penurunan menjadi 165,15 ditengah inflasi bahan baku. Periode 2023 mengalami pernurunan menjadi 143,34 yang menjadi masa penyesuaian dimana terjadi pertumbuhan konsumsi domestik dan ekspansi ke pasar ekspor. Secara keseluruhan, meskipun industri menghadapi berbagai dinamika yang mengakibatkan fluktuasi pada nilai rata-rata price earning ratio sepanjang periode penelitian. Perusahaan sub sektor food and beverage tetap menunjukkan ketahanan yang bai katas pemulihan pasca pandemi terutama pada emiten besar seperti INDF. ICPB. MYOR yang mampu mempertahankan valuasi yang relative stabil. Keberhasilan mempertahankan stabilitas ini mencerminkan fundamental bisnis yang kuat. Penurunan PER menjadi masalah dalam riset ini karena perusahaan dengan PER yang tinggi, berarti mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi. Hal ini menunjukkan ialah pasar modal menginginkan pertumbuhan laba di masa mendatang. Sebaliknya perusahaan dengan price earning ratio yang rendah akan mempunyai tingkat pertumbuhan yang rendah (Adnyana, 2020:. Berikut ini gambar yang menyajikan data jumlah perusahaan sub sektor food and beverage yang memiliki price earning ratio di bawah lima belas periode 2019-2023: Gambar 1. 2 Jumlah Perusahaan Sub Sektor Food and Beverage yang Memiliki Price Earning Ratio di Bawah Lima Belas Sumber: w. id dan annual report, data di olah oleh peneliti . Berdasarkan gambar 1. 2 menunjukkan price earning ratio di bawah lima belas pada perusahaan sub sektor food and beverage dari lima tahun mengalami peningkatan sejak awal periode hingga tahun ke empat dan terjadi penurunan di akhir periode. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa perusahaan sub sektor food and beverage memiliki kinerja keuangan yang menurun dan dapat mempengaruhi nilai price earning ratio. Terlihat pada tahun 2019 perusahaan sub sektor food and beverage dengan price earning ratio di bawah lima belas sebanyak 29 perusahaan, kemudian naik menjadi 33 perusahaan pada tahun 2020. Meningkat kembali tahun 2021 sebanyak 37 perusahaan dan tahun 2022 sebanyak 45 perusahaan. Tahun 2023 terjadi penurunan menjadi 44 perusahaan dengan price earning ratio di bawah lima belas. Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Tingkat penilaian price earning ratio akan memberikan gambaran mengenai kondisi suatu Perusahaan yang memiliki nilai price earning ratio lima belas memiliki arti bahwa harga saham itu bernilai lima belas kali dari laba per saham. Sehingga price earning ratio dengan nilai yang semakin tinggi membuat harga saham menjadi semakin mahal. Sedangkan price earning ratio dengan nilai di bawah lima belas artinya harga saham suatu perusahaan menjadi semakin murah (Nagari. Pekerti. Dewi. Ihsan. Khodijah. Irawan. Surachman. Haryanto. Maradidya. Maheresmi. Maryati. Nusantiri. Meliana. Tanjung. Annas. Anggraini, 2024:. Perusahaan dengan nilai price earning ratio 15x artinya apabila suatu perusahaan menghasilkan laba per saham sebesar 1. 000 rupiah sehingga harga saham perusahaan menjadi 15. Investor bersedia membayar nilai price earning ratio dengan nilai di atas 15. Overvalue menunjukkan bahwa harga saham perusahaan bernilai di atas lima belas. Keadaan ini pada batas harga standar dari price earning ratio yang dihasilkan oleh perusahaan. Sedangkan undervalue menunjukkan tanda apabila harga saham di bawah lima belas. Keadaan ini menunjukkan bahwa perusahaan di pasar mengalami penurunan pada price earning ratio di bawah lima belas yang akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Sehubungan dengan hal itu yang menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian dengan menggunakan price earning ratio pada perusahaan sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Dalam menilai price earning ratio ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilainya seperti rasio likuiditas, leverage, profitabilitas dan ukuran perusahaan. Likuiditas adalah rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek . yang jatuh tempo kurang dari setahun (Siswanto, 2021: . Rasio ini sebagai metode dalam pengukuran kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendek perusahaan pada periode tertentu. Current ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur ketersediaan aset lancer yang bisa digunakan untuk melunasi kewajiban lancar. Rasio ini menggambarkan bagaimana perusahaan dengan jumlah aset lancar yang tersedia dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban lancar (Agit. Paryanti. Nuansari. Aryandika. Adif. Prameswari. Nurmala. Nugrahani. Amos. Rini. Citradewi. Burhanuddin. Kurniawati. Sapiri. Hasanatina, 2023:. Perkembangan current ratio pada perusahaan sub sektor food and beverage dalam periode penelitian 2019-2023 berfluktuasi. Pada tahun 2019 rata-rata current ratio sebesar 22,77 sedangkan tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 3,67. Pada tahun 2021 rata-rata current ratio kembali mengalami penurunan menjadi 3,18. Tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 2,76 dan tahun 2023 rata-rata current ratio mengalami kenaikan menjadi 3,62. Rata-rata current ratio pada tahun 2023 mengalami peningkatan dibandingkan dengan rata-rata tahun 2022. Dapat diartikan pada tahun 2023 dengan current ratio yang Akan tetapi pada tahun 2023 jumlah perusahaan yang memiliki price earning ratio < 15 mengalami Nilai rata-rata industri current ratio pada perusahaan sub sektor food and beverage di Indonesia yaitu sebesar 1,6. Hal itu menunjukkan bahwa tingkat standar likuiditas perusahaan sub sektor food and beverage yang umumnya harus dipertahankan dalam pengelolaan aset lancar terhadap kewajiban lancar yang dimiliki Maka dari itu current ratio yang tinggi membuat aset lancar yang dimiliki perusahaan tidak dikelola dengan optimal. Hal itu dapat menurunkan nilai price earning ratio. Current ratio yang tinggi menggambarkan perusahaan tidak dapat mengelola aset lancar secara optimal. Aset lancar yang dimiliki oleh perusahaan seperti kas, piutang dan persediaan. Kas yang tinggi mengharuskan perusahaan untuk Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 menyimpan di tempat yang lebih aman seperti bank. Namun, kas yang disimpan di bank akan menimbulkan biaya administrasi yang harus ditanggung oleh perusahaan. Biaya administrasi ini membuat jumlah saldo yang disimpan berkurang dan berdampak pada jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Apabila kas yang dipegang perusahaan semakin banyak akan membuat kas menjadi dana menganggur . dle cas. yang tidak dimanfaatkan perusahaan. Kondisi itu menunjukkan bahwa manajemen perusahaan tidak melakukan pengelolaan kas dengan baik. Kas yang semakin tinggi juga akan menimbulkan potensi kerugian bagi perusahaan sehingga sumber keuntungan semakin berkurang. Pengelolaan kas yang tidak optimal akan menurunkan laba yang didapatkan perusahaan dan pembagian laba kepada investor juga Laba yang menurun membuat pembagian dividen menjadi rendah. Hal itu akan mempengaruhi harga saham perusahaan menjadi semakin rendah dan nilai price earning ratio menjadi turun. Komponen aset lancar selanjutnya adalah piutang. Piutang muncul atas adanya kegiatan bisnis perusahaan, seperti kebijakan kredit dan penjualan harta perusahaan. Jika piutang ini tidak dikelola dalam kesepakatan akan menimbulkan masalah. Apabila piutang semakin tinggi akan meningkatkan potensi adanya pembayaran tidak pasti yang akan menjadi piutang tak tertagih dan menimbulkan biaya kerugian Hal itu akan menimbulkan potensi kerugian yaitu membuat laba yang didapatkan perusahaan menurun dan pembagian dividen kepada investor juga menurun. Sehingga harga saham semakin rendah dan nilai price earning ratio menjadi turun. Komponen aset lancar lainnya yaitu persediaan. Persediaan barang yang melimpah akan menimbulkan biaya penyimpanan dan biaya pemeliharaan yang harus dibayar oleh perusahaan. Persediaan barang yang berlebihan tentunya mengindikasi adanya masalah dalam proses Persediaan juga akan menyebabkan risiko penyusutan barang yang akan menyebabkan nilai jual suatu barang menjadi turun. Kondisi ini membuat barang akan menumpuk dan tidak dapat dijual kembali. Proses penjualan yamh bermasalah akan membuat laba yang didapatkan perusahaan menurun dan pembagian dividen kepada investor juga menurun. Hal itu akan mempengaruhi harga saham menjadi semakin rendah dan nilai price earning ratio menjadi turun. Hal ini sejalan dengan penelitian menurut (Aulia Zuhra Nasution. Jamaluddin. Jane Caterine Sihombing. Chery Adita Anjani Beru Sinulingga, 2. bahwa Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Sedangkan bertolak belakang menurut penelitian (Magrita Krisantini Werang. Gendro Wiyono. Pristin Prima Sari, 2. Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Leverage merupakan rasio yang mengukur seberapa banyak perusahaan menggunakan dana dari hutang (Irnawati, 2021:. Rasio ini digunakan untuk mengukur dan mengetahui jumlah kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi mempengaruhi perusahaan dalam pembayaran tingkat bunga yang ikut menjadi lebih besar. Sehingga tingkat leverage dan pembayaran beban bunga yang akan dibayarkan sangat perlu diperhatikan dalam suatu perusahaan. Debt to Equity Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kredit dibandingkan dengan equity (Hasan. Elipsah. Sabtohadi. Nurwahidah. Abdullah. Fachrurazi, 2022:. Debt to equity ratio digunakan untuk menganalisis jumlah biaya yang harus dibantu untuk dibiayai oleh pemilik modal dengan membandingkan ekuitas. Perkembangan debt to equity ratio pada perusahaan sub sektor food and beverage dalam periode penelitian 2019-2023 berfluktuasi. Pada tahun 2019 rata-rata debt to equity ratio sebesar 1,01 sedangkan tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 2,65. Pada tahun 2021 rata-rata debt to equity ratio mengalami Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 penurunan menjadi 1,76. Tahun 2022 kembali mengalami penurunan menjadi 1,63 dan tahun 2023 ratarata debt to equity ratio mengalami kenaikan menjadi 13,04. Rata-rata debt to equity ratio pada tahun 2023 mengalami peningkatan dibandingkan dengan rata-rata tahun 2022. Dapat diartikan pada tahun 2023 dengan debt to equity ratio yang tinggi. Akan tetapi pada tahun 2023 jumlah perusahaan yang memiliki price earning ratio < 15 mengalami penurunan. Maka dari itu debt to equity ratio yang tinggi membuat utang dapat digunakan untuk kegiatan produktif. Hal itu dapat meningkatkan nilai price earning ratio. Debt to equity ratio yang meningkat menunjukkan bahwa tingkat utang yang dimiliki perusahaan semakin besar. Penggunaan utang yang dilakukan dengan baik akan mendorong tingkat efektivitas Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan dan perluasan usaha akan membuat perusahaan menjadi lebih produktif. Utang yang digunakan untuk kegiatan produktif tentunya akan membuat volume penjualan semakin meningkat dan laba yang dihasilkan perusahaan semakin besar. Laba yang semakin besar menggambarkan bahwa tingkat pengembalian dividen yang diterima oleh investor akan semakin tinggi. Pengembalian dividen yang tinggi akan memberikan dampak pada harga saham menjadi lebih mahal. Hal itu juga akan mempengaruhi nilai price earning ratio perusahaan yang akan semakin meningkat. Hal ini di dukung oleh penelitian (Yuliana. Jocelyn. Alex Kurniawan, 2. bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Jika utang yang digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif seperti untuk melakukan pembayaran utang lain dan pembiayaan kegiatan operasional akan membuat uang perusahaan menjadi tidak dikelola dengan efektif. Pengelolaan yang tidak efektif akan mengakibatkan perusahaan membayar utang dan beban bunga yang semakin besar, sehingga dapat memperburuk kondisi keuangan perusahaan dalam mendapatkan laba. Kondisi perusahaan yang buruk akan membuat investor melakukan pertimbangan dalam melakukan kegiatan penempatan modal atau melakukan Hal itu membuat pengembalian yang diterima investor semakin berkurang membuat harga saham perusahaan dan nilai price earning ratio menurun. Hal ini sejalan menurut penelitian (Nagari, 2. debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki seperti aktiva, modal atau penjualan (Siswanto, 2021:. Rasio profitabilitas digunakan untuk menilai tingkat pengembalian modal dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan bisnis dengan menggunakan aset, penjualan dan modal yang sudah ada. Return On Assets adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak (Siswanto, 2021:. Return on assets mengindikasi seberapa besar perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dengan menggunakan seluruh Perkembangan return on assets pada perusahaan sub sektor food and beverage dalam periode penelitian 2019-2023 berfluktuasi. Pada tahun 2019 rata-rata return on assets sebesar 2,56 sedangkan tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 0,02. Pada tahun 2021 rata-rata return on assets Kembali mengalami penurunan menjadi 0,07. Tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 0,52 dan tahun 2023 rata-rata return on assets mengalami penurunan menjadi 0,05. Rata-rata return on assets pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan dengan rata-rata tahun 2022. Dapat diartikan pada tahun 2023 dengan return on assets yang rendah. Akan tetapi pada tahun 2023 jumlah perusahaan yang memiliki price earning ratio < Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 15 mengalami penurunan. Maka dari itu return on assets yang rendah menghasilkan laba bersih yang lebih Hal itu dapat menurunkan nilai price earning ratio. Tinkat return on assets yang tinggi dalam perusahaan menunjukkan bahwa laba bersih yang dihasilkan perusahaan dalam melakukan pengelolaan total aset yang efektif. Laba yang meningkat membuat laba bersih yang dihasilkan perusahaan semakin meningkat. Apabila laba bersih meningkat perusahaan dapat memberikan sinyal yang positif untuk menarik investor untuk melakukan investasi. Investasi yang dilakukan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan yang membuat pendapatan semakin bertambah dan investor akan menerima dividen yang lebih tinggi. Dividen yang tinggi dapat mempengaruhi harga saham yang dapat meningkatkan nilai price earning ratio. Hal ini sejalan dengan penelitian penelitian (Mira Firdiyanti & Hani Fitria Rahmani, 2. bahwa Return On Assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Sedangkan bertolak belakang menurut penelitian (Irwan Jayadi. Irma Novida. Adi Musharianto, 2. Return On Assets berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Ukuran perusahaan adalah suatu skala untuk mengklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara, antara lain dengan total aset, total penjualan, nilai pasar saham dan sebagainya (Hery, 2017:. Ukuran perusahaan dapat ditentukan dari seberapa besar aset, penjualan dan nilai pasar saham yang akan menggambarkan kondisi perusahaan yang lebih stabil. Dalam ukuran perusahaan perhitungan ukuran perusahaan dapat menggunakan Ln total aset. Ln total aset adalah transformasi logaritma natural dari total aset perusahaan yang sering digunakan sebagai ukuran size effect dalam analisis keuangan, memungkinkan perbandingan yang lebih baik anatara perusahaan dengan skala aset yang berbeda secara signifikan (Brigham & Houston, 2019:. Ln total aset merupakan perubahan bentuk sistematis dari jumlah seluruh aset perusahaan yang umum digunakan sebagai pengukur efek ukuran dalam analisis keuangan, kemungkinan perbandingan lebih efektif di antara perusahaan dengan besara aset yang jauh Perkembangan Ln total aset pada perusahaan sub sektor food and beverage dalam periode penelitian Pada tahun 2019 rata-rata Ln total aset sebesar 28,09 sedangkan tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 28,08. Pada tahun 2021 rata-rata Ln total aset kembali mengalami penurunan menjadi 27,83. Tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 27,87 dan tahun 2023 rata-rata Ln total aset mengalami kenaikan menjadi 28,06. Rata-rata Ln total aset pada tahun 2023 mengalami kenaikan dengan rata-rata Dapat diartikan pada tahun 2023 dengan Ln total aset yang tinggi. Akan tetapi pada tahun 2023 jumlah perusahaan yang memiliki price earning ratio < 15 mengalami penurunan. Maka dari itu Ln total aset yang tinggi memiliki nilai total aset yang lebih tinggi. Hal itu dapat meningkatkan nilai price earning Total aset dalam sebuah perusahaan menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam dunia industri. Investor akan tertarik ketika total aset yang dimiliki mengalami peningkatan dalam melakukan kegiatan Semakin tinggi total aset yang dimiliki perusahaan maka semakin besar skala perusahaannya. Perusahaan dengan total aset yang besar memudahkan perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha. Kegiatan ekspansi dapat mengurangi risiko terjadinya kebangkrutan pada perusahaan. Hal itu menyebabkan meningkatnya laba yang akan didapatkan oleh perusahaan. Laba yang meningkat membuat perusahaan dapat memberikan dividen kepada investor lebih besar. Hal ini akan membuat harga saham perusahaan dan nilai price earning ratio perusahaan menjadi lebih tinggi. Hal ini Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 sejalan dengan penelitian (Tarida Marlin Surya Manurung & Muhammad Wildan, 2. bahwa Ln Total Aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Sedangkan bertolak belakang menurut penelitian (Alifatul Laili Fajriah. Ahmad Idris. Umi Nadhiroh, 2. Ln Total Aset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio. Hasil penelitian variabel Likuiditas. Leverage. Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan yang dilakukan adanya perbedaan perbedaan hasil terhadap nilai perusahaan. Pada penelitian ini variabel Likuiditas diwakili dengan Current Ratio. Leverage diwakili dengan Debt to Equity Ratio. Profitabilitas diwakili dengan Return On Assets dan variabel Ukuran Perusahaan yang diwakili dengan Ln Total Aset. Sehingga peneliti ingin melakukan penelitian agar hasil yang didapat mampu menjadi informasi yang penting bagi masyarakat dengan judul AuPengaruh Likuiditas Leverage Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek IndonesiaAy. Perumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: . Apakah Current Ratio secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage? . Apakah Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage? . Apakah Return On Assets secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage? . Apakah Ln Total Aset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage? . Apakah Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Assets dan Ln Total Aset secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage? Tujuan dari penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui dan menganalisis Current Ratio secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage. Untuk mengetahui dan menganalisis Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage. Untuk mengetahui dan menganalisis Return On Assets secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage. Untuk mengetahui dan menganalisis Ln Total Aset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Earning Ratio pada sub sektor Food and Beverage. II. METODE Jenis penelitian menurut tujuannya yaitu penelitian deskriptif dan penelitian eksplanatori. Jenis penelitian menurut analisis datanya, penelitian ini termasuk pada kategori jenis penelitian kuantitatif. Jenis penelitian menurut sumber data, penelitian ini termasuk kedalam kategori penelitian yang menggunakan data sekunder. Objek penelitian ini yaitu perusahaan sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Peneloitian ini mengumpulkan data melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs website w. id dan annual report dari website resmi pada perusahaan sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023 yaitu sebanyak 95 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdapat pada perusahaan sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023 yang memiliki nilai price earning ratio di bawah lima belas selama tiga tahun Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 berturut-turut sebanyak 25 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pada penelitian kuantitatif penggunaan teknik purposive sampling sesuai dengan menentukan spesifikasi berdasarkan kriteria yang telah dievaluasi oleh peneliti. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisa data dalam penelitian ini sebagai berikut: . Analisis Statistik Deskriptif . Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas dan Uji Autokorelas. Analisis Regresi Linear Berdanda (Koefisien Determinasi dan Koefisien Korelas. Uji Hipotesis (Uji Parsial dan Uji Simultan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 4. 1 Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics PER DER ROA LnTotalAset Valid N . Minimum Maximum -227,41 115,16 ,00 50,30 -4,86 1069,26 -,58 ,68 24,65 32,86 Mean ,4565 3,0602 11,0500 ,0287 29,2409 Std. Deviation 34,16816 7,52801 95,84718 ,16006 1,71970 Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berdasarkan tabel di atas variabel price earning ratio memiliki nilai minimum sebesar -227,41 yang di dapatkan pada perusahaan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) pada tahun 2021. Nilai maksimum sebesar 115,16 yang didapatkan pada pada perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada tahun 2019. Nilai rata-rata . price earning ratio sebesar 0,4565 dan nilai standar deviasi sebesar 34,16816. Hasil pengujian ini menunjukkan nilai rata-rata . lebih kecil dari nilai standar deviasi . ,4565 < 34,16. yang artinya bahwa price earning ratio bersifat heterogen . ifat data bervarias. Variabel current ratio memiliki nilai minimum sebesar 0,00 yang didapatkan pada perusahaan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) pada tahun 2019. Nilai maksimum sebesar 50,30 yang didapatkan pada perusahaan PT Bisi International Tbk (BISI) pada tahun 2023. Nilai rata-rata . current ratio sebesar 3,0602 dan nilai standar deviasi sebesar 7,52801. Hasil pengujian ini menunjukkan nilai rata-rata . lebih kecil dari nilai standar deviasi . ,0602 < 7,52. yang artinya bahwa current ratio bersifat heterogen . ifat data bervarias. Variabel debt to equity ratio memiliki nilai minimum sebesar -4,86 yang didapatkan pada perusahaan PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF) pada tahun 2021. Nilai maksimum sebesar 1069,26 yang didapatkan pada perusahaan PT Andira Agro Tbk (ANDI) pada tahun 2023. Nilai rata-rata . debt to equity ratio sebesar 11,0500 dan nilai standar deviasi sebesar 95,84718. Hasil pengujian ini menunjukkan nilai rata-rata . lebih kecil dari nilai standar deviasi . ,0500 < 95,84. yang artinya bahwa debt to equity ratio bersifat heterogen . ifat data bervarias. Variabel return on assets memiliki nilai minimum sebesar -0,58 yang didapatkan pada perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) tahun 2019. Nilai maksimum sebesar 0,68 yang didapatkan pada perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada tahun 2021. Nilai rata-rata . return on assets Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 sebesar 0,0287 dan nilai standar deviasi sebesar 1,16006. Hasil pengujian ini menunjukkan nilai rata-rata . lebih kecil dari nilai standar deviasi . ,0287 < 1,16. yang artinya bahwa return on assets bersifat heterogen . ifat data bervarias. Variabel Ln total aset memiliki nilai minimum sebesar 24,65 yang didapatkan pada perusahaan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) tahun 2023. Nilai maksimum sebesar 32,86 yang didapatkan pada perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada tahun 2023. Nilai rata-rata . Ln total aset sebesar 29,2409 dan nilai standar deviasi sebesar 1,71970 Hasil pengujian ini menunjukkan nilai rata-rata . lebih besar dari nilai standar deviasi . ,2409 > 1,71. yang artinya bahwa Ln total aset bersifat homogen . ifat data relatif sam. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 4. 2 Hasil Uji Normalitas Menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov (Sebelum Outlie. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Unstandardized Residual ,0000000 33,39773200 ,243 ,205 -,243 ,243 ,000c Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Tabel di atas memperlihatkan data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak terdistribusi normal. Nilai Asymp. Sig . -taile. dalam penelitian ini yaitu 0,000. Nilai signifikan pada uji normalitas yaitu 0,05, sehingga nilai 0,000 < 0,05. Uji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov tidak terdistribusi normal karena terdapat data yang memiliki nilai yang ekstrim. Hal itu dapat diatasi dengan melakukan eliminasi atau menghilangkan dengan cara outlier. Tabel 4. 3 Hasil Uji Normalitas Menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov (Sebelum Outlie. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Unstandardized Residual ,0000000 4,92466226 ,066 ,066 -,050 ,066 ,200c,d Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Tabel diatas memperlihatkan data yang diperoleh setelah dilakukan outlier. Hasil uji normalitas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Asymp. Sig . -taile. yaitu 0,200 > 0,05 yang artinya data terdistribusi normal dan penelitian layak untuk dilakukan pengujian selanjutnya. Berikut dapat disajikan kembali hasil dari pengujian uji normalitas dengan grafik histogram dalam penelitian ini: Gambar 4. 1 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Grafik histogram di atas membentuk lonceng dan tidak condong ke kanan atau ke kiri sehingga uji normalitas dengan grafik histogram tersebut dapat dinyatakan terdistribusi normal. Uji normalitas lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan model normal probability-plot. Berikut dapat disajikan kembali hasil dari pengujian uji normalitas dengan menggunakan model normal probability-plot dalam penelitian ini: Gambar 4. 2 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Normal Probability-Plot Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Gambar probability-plot menunjukkan bentuk lengkungan berada di sekitar garis regresi yang artinya data menyebar di sekitar garis dan mengikuti garis. Uji normalitas dengan normal probability-plot berdistribusi normal yang memenuhi syarat asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 4. 3 Hasil Uji Multikolinearitas Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Coefficientsa Model (Constan. DER ROA LnTotalAset Dependent Variable: PER Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta -4,862 8,106 1,334 ,608 ,169 -,043 ,117 -,028 44,165 7,123 ,503 ,201 ,284 ,057 -,600 2,194 -,366 6,200 ,709 Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF ,550 ,030 ,715 ,000 ,480 ,932 ,922 ,844 ,850 1,073 1,084 1,184 1,176 Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas pada tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel current ratio (CR) dengan nilai tolerance 0,932 > 0,1 dan nilai VIF 1,073 < 10, sehingga pada variabel current ratio tidak terjadi masalah multikolinearitas. Variabel debt to equity ratio (DER) dengan nilai tolerance 0,922 > 0,1 dan nilai VIF 1,084 < 10, sehingga pada variabel debt to equity ratio tidak terjadi masalah multikolinearitas. Variabel return on assets (ROA) dengan nilai tolerance 0,844 > 0,1 dan nilai VIF 1,184 < 10, sehingga pada variabel return on assets tidak terjadi masalah multikolinearitas. Variabel Ln total aset dengan nilai tolerance 0,850 > 0,1 dan nilai VIF 1,176 < 10, sehingga pada variabel Ln total aset tidak terjadi masalah multikolinearitas. Sesuai dengan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada variabel current ratio, debt to equity ratio, return on assets dan Ln total aset memiliki nilai tolerance > 0,01 dan nilai VIF < 10 yang artinya tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 4. 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Grafik Scatterplot Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Gambar scatterplot di atas menggambarkan bahwa pada titik-titik tidak terdapat pola tertentu serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 dan sumbu Y yang menunjukkan tidak terjadi masalah Tabel 4. 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Uji Glejser Coefficientsa Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. ,748 4,913 ,979 ,369 DER -,019 ROA LnTotalAset Beta Sig. ,152 ,879 ,239 2,656 ,009 ,071 -,025 -,271 ,787 6,026 4,318 ,132 1,396 ,165 ,065 ,172 ,036 ,378 ,706 Dependent Variable: ABS_RES Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berdasarkan tabel di atas nilai variabel current ratio dengan nilai signifikan 0,009 < 0,05, debt to equity ratio dengan nilai signifikan 0,787 > 0,05, return on assets dengan nilai signifikan 0,165 > 0,05. Ln total aset dengan nilai signifikan 0,706 > 0,005. Variabel debt to equity ratio, return on assets dan Ln total aset memiliki nilai signifikan > 0,05, artinya tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Sedangkan pada variabel current ratio memiliki nilai signifikan < 0,05, artinya terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 4. 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square ,578a ,334 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,312 5,00607 Durbin-Watson 2,032 Predictors: (Constan. LnTotalAset. DER. CR. ROA Dependent Variable: PER Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi tabel di atas dapat dijelaskan bahwa nilai durbin-watson yaitu 2,032. Nilai dU dan dL dapat dilihat dari tabel durbin-watson dengan nilai signifikansi 0,05, dengan jumlah data . sebanyak 125 dan jumlah variabel independen . Nilai dU diperoleh 1,7745 dan dL diperoleh 1,6426. Apabila 4-dU . -1,7. yaitu 2,2255 dan 4-dL . -1,6. yaitu 2,3574. Hasil untuk pengambilan keputusan yaitu dL < dU < d < 4-dU < 4-dL dengan pengambilan keputusan dU < d < 4-dU atau 1,7745 < 2,032 < 2,2255 yang artinya tidak terjadi autokorelasi dalam penelitian ini. Berikut ini kurva dari hasil uji autokorelasi durbin-watson: Gambar 4. 4 Kurva Uji Autokorelasi Durbin-Watson Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 4. 5 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. DER ROA LnTotalAset Dependent Variable: PER -4,862 1,334 -,043 44,165 ,201 Std. Error 8,106 ,608 ,117 7,123 ,284 Standardized Coefficients Beta ,169 -,028 ,503 ,057 -,600 2,194 -,366 6,200 ,709 Sig. ,550 ,030 ,715 ,000 ,480 Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Tabel di atas menggambarkan hasil dari analisi regresi linear berganda yang dapat dirumuskan persamaan analisis regresi linear berganda sebagai berikut: Y = yu1 X1 yu2 X2 yu3 X3 yu4 X4 A PER = -4,862 1,334 X1 Ae 0,043 X2 44,165 X3 0,201 X4 8,106 Berdasarkan persamaan analisis regresi linear berganda di atas dapat diuraikan mengenai interpretasi hasil dari persamaan tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif: Nilai konstanta () sebesar -4,862, artinya apabila konstanta bernilai -4,862 sedangkan koefisien current ratio (X. , debt to equity ratio (X. , return on assets (X. , dan Ln total aset (X. nilainya tetap atau sama dengan 0, maka nilai price earning ratio (Y) sebesar -4,862. Nilai koefisien regresi current ratio (X. sebesar 1,334, artinya apabila current ratio (X. meningkat satu-satuan, sedangkan variabel debt to equity ratio (X. , return on assets (X. , dan Ln total aset (X. nilainya tetap . atau sama dengan 0, maka nilai price earning ratio (Y) bertambah 1,334. Nilai koefisien regresi debt to equity ratio (X. sebesar 0,043, artinya apabila debt to equity ratio (X. meningkat satu-satuan, sedangkan variabel current ratio (X. , return on assets (X. , dan Ln total aset (X. nilainya tetap . atau sama dengan 0, maka nilai price earning ratio (Y) menurun 0,043. Nilai koefisien regresi return on assets (X. sebesar 44,165, artinya apabila return on assets (X. meningkat satu-satuan, sedangkan variabel current ratio (X. , debt to equity ratio (X. , dan Ln total aset (X. nilainya tetap . atau sama dengan 0, maka nilai price earning ratio (Y) bertambah 44,165. Nilai koefisien regresi Ln total aset (X. sebesar 0,201, artinya apabila Ln total aset (X. meningkat satu-satuan, sedangkan variabel current ratio (X. , debt to equity ratio (X. , dan return on assets (X. nilainya tetap . atau sama dengan 0, maka nilai price earning ratio (Y) bertambah 0,201. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 4. 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Model Summaryb Model R Square ,578 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,334 ,312 Durbin-Watson 5,00607 2,032 Predictors: (Constan. LnTotalAset. DER. CR. ROA Dependent Variable: PER Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berdasarkan tabel di atas nilai Adjusted R Square yang menunjukkan bahwa besarnya kontribusi current ratio, debt to equity ratio, return on assets, dan Ln total aset yaitu 0,312 atau 31,2% dengan price earning ratio sedangkan sisanya 68,88% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini. Uji Koefisien Korelasi . Tabel 4. 6 Hasil Uji Koefisien Korelasi . Model Summaryb Model R Square ,578a Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,334 ,312 Durbin-Watson 5,00607 2,032 Predictors: (Constan. LnTotalAset. DER. CR. ROA Dependent Variable: PER Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berdasarkan tabel di atas nilai koefisien korelasi . sebesar 0,578 yang memiliki tanda positif . ubungan seara. yang artinya apabila ada kenaikan pada satu variabel menyebabkan variabel lainnya ikut mengalami kenaikan dan memiliki korelasi yang berada diantara nilai interval 0,40 Ae 0,599 dengan korelasi Hubungan variabel current ratio, debt to equity ratio, return on assets dan Ln total aset memiliki hubungan yang sedang terhadap price earning ratio. Uji Parsial (Uji . Tabel 4. 6 Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji . Coefficientsa Model (Constan. DER ROA LnTotalAset Dependent Variable: PER Unstandardized Coefficients -4,862 1,334 -,043 44,165 ,201 Std. Error 8,106 ,608 ,117 7,123 ,284 Standardized Coefficients Beta ,169 -,028 ,503 ,057 -,600 2,194 -,366 6,200 ,709 Sig. ,550 ,030 ,715 ,000 ,480 Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Berikut penjelasan pengaruh variabel independen terhadap dependen secara parsial: Current ratio (X. memiliki nilai unstandardized coefficients yaitu 1,334, nilai thitung 2,194 > ttabel 1,980 dan nilai signifikan 0,030 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa current ratio (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning ratio. Debt to equity ratio (X. memiliki nilai unstandardized coefficients yaitu -0,043, nilai thitung -0,366 > ttabel -1,980 dan nilai signifikan 0,715 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio (X. tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap price Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 earning ratio. Return on assets (X. memiliki nilai unstandardized coefficients yaitu 44,165, nilai thitung 6,200 > ttabel 1,980 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa return on assets (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning ratio. Ln total aset (X. memiliki nilai unstandardized coefficients yaitu 0,201, nilai thitung 0,709 < ttabel 1,980 dan nilai signifikan 0,480 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ln total aset (X. tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap price earning ratio. Uji Simultan (Uji F) Tabel 4. 6 Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 1506,408 376,602 Residual 3007,285 25,061 Total 4513,693 15,028 Sig. ,000b Dependent Variable: PER Predictors: (Constan. LnTotalAset. DER. CR. ROA Sumber: Output IBM SPSS Versi 25, data diolah oleh peneliti . Nilai Fhitung 15,028 > Ftabel 2,45 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka H5 diterima dan H0 Sehingga dapat disimpulkan bahwa current ratio, debt to equity ratio, return on assets dan Ln total aset secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap price earning ratio pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. IV. SIMPULAN Current ratio secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning ratio pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Debt to equity ratio secara parsial tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap price earning ratio pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Return on assets secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning ratio pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Ln total aset secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap price earning ratio pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Current ratio, debt to equity ratio, return on assets, dan Ln total aset secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap price earning ratio pada sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Perusahaan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) merupakan perusahaan dengan nilai price earning ratio yang terendah sebesar -227,41 pada tahun 2021. Nilai tersebut berada di bawah standar nilai rata-rata price earning ratio yaitu 15, artinya perusahaan ini memiliki harga standar price earning ratio yang rendah. Perusahaan dapat meningkatkan nilai price earning ratio melebihi batas rata-rata untuk menunjukkan performa kinerja keuangan perusahaan yang semakin baik. Nilai current ratio yang semakin tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat mengelola aset lancar dengan efektif. Pada perusahaan PT Bisi International Tbk (BISI) pada tahun 2023 dengan nilai sebesar 50,30. Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi current ratio selama periode penelitian. PT Bisi International Tbk (BISI) menghasil aset lancar tinggi sehingga untuk dapat menghasilkan aset lancar yang sesuai dengan batas standar rata-rata current ratio industri sub sektor food and beverage sebesar 1,6. Pada perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 Tbk (UNSP) tahun 2019 dengan nilai sebesar -0,58. Bagi perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Tbk perlu mengimplementasikan strategi yang efektif untuk meningkatkan kapasitas operasional dalam menghasilkan laba bersih. Bagi investor untuk melakukan identifikasi return dan risiko sebelum melakukan pembelian saham dengan memperhatikan variabel return on assets yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu melihat factorfaktor di luar perusahaan seperti pertumbuhan pasar yang dapat mempengaruhi nilai price earning ratio pada sub sektor food and beverage. Bagi peneliti selanjutnya dapat memperhatikan penggunaan variabel yang dapat mempengaruhi nilai price earning ratio pada sub sektor food and beverage dengan melihat perkembangan industri. DAFTAR RUJUKAN Adnyana. Manajemen Investasi Dan Portofolio (Melati . )). Lembaga Penerbitan Universitas Nasional. Agit. Paryati. Nuansari. Aryandika. Adif. Prameswari. Nurmala. Nugrahani. Amos. Rini. Citradewi. Burhanuddin. Kurniawati. Sapiri. , & Hasanatina. Manajemen Keuangan Bisnis (L. Mutmainah . )). PT Penamuda Media. Brigham. , & Houston. Fundamentals of Financial Management. Cengage Learning. Fadrul. Budiyanto, & Asyik. Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan (D. Winarni . Issue Jul. CV. Eureka Media Aksara. Fajriah. Idris. , & Nadhiroh. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan. Pertumbuhan Perusahaan. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 7. , 1Ae12. https://doi. org/10. 38043/jimb. Firdiyanti. , & Rahmani. Pengaruh Return On Asset Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Price Earning Ratio. 160Ae171. https://doi. org/https//doi. org/10. 30640/akuntansi45. Hasan. Elpisah. Sabtohadi. Nurwahidah. Abdullah, & Fachrurazi. Manajemen Keuangan (FachrurazI . )). CV. Pena Persada. Hery. Kajian Riset Akuntansi (A. Pramono . )). PT Grasindo. Hidayat. Dasar-Dasar Analisa Laporan Keuangan (F. Fabri . )). Irnawati. Nilai Perusahaan dan Kebijakan Deviden Pada Perusahaan Contruction and Engineering Pada Bursa Efek Singapura. In T. Seto (Ed. Penerbit CV Pena Persada. Jayadi. Novida. , & Musharianto. Pengaruh Debt To Equity Rasio. Return On Asset Dan Total Asset Terhadap Price Earning Rasio Pada Perusahaan Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei Periode 2018-2022. Jurnal Maneksi, 13. , 378Ae385. https://doi. org/10. 31959/jm. Kanwil DJKN. Kondisi Industri Pengolahan Makanan dan Minuman di Indonesia. Kanwil Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia VISIONER: Jurnal Manajemen dan Bisnis Website: https://ejurnal. id/jmbv Volume : 14 No. 02 Bulan Oktober , 2025 Doi: https://doi. org/jmbvV14. ISSN : 2252-4835/ EISSN: 2597-747 Halaman : 77 - 97 DJKN. Manurung. , & Wildan. Pengaruh Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahan Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei Periode . Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 11. , 83Ae90. https://doi. org/10. 37641/jimkes. Nagari. Pekerti. Dewi. Ihsan. Khodijah. Irawan. Surachman. Haryanto. Maradidya. Maheresmi. Maryati. Nusantoro. Meliana. Tanjung. Annas, , & Anggraini. Manajemen Investasi (M. Kurnia . )). PT Sada Kurnia Pustaka. Nagari. Analisis Pengaruh Debt To Equity Ratio. Return On Equity. Current Ratio. Dan Price To Book Value Terhadap Price Earning Ratio Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2019. Nasution. Jamaluddin. Sihombing. , & Sinulingga. Pengaruh Struktur Modal. Current Ratio. Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektormakanan Dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2018. Jurnal Akuntansi AKTIVA, 1. , 83Ae95. https://doi. org/10. 24127/akuntansi. Siswanto. Buku Ajar Manajemen Keuangan Dasar. Universitas Negeri Malang. Sudarmadji. Buku Ajar Analisis Investasi (L. Samryn . Edisis Pe. Tanri Abeng University Press. Werang. Wiyono. , & Sari. Analisis Pengaruh Likuiditas. Solvabilitas dan Profitabilitas Terhadap Price Earning Ratio pada Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2020. J-MAS (Jurnal Manajemen Dan Sain. , 8. , 119Ae128. https://doi. org/10. 33087/jmas. Yuliana. Joeclyn, & Kurniawan. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Debt to Equity Ratio. Current Ratio. Dan Return On Asset Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa efek Indonesia Periode 2017-2020. 6, 1428Ae1433. Agung Gunawan Pengaruh Likuiditas. Leverage. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Food and Beverage Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia