PENGARUH PENGAWASAN. MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KLUNGKUNG Oleh : I Nyoman Ruspawan. Ida Ayu Putu Sri Widnyani* ABSTRACT The Klungkung Regency Communication and Information Office formed based on Regent of Klungkung Regulation Number 35 of 2016 concerning Position. Organizational Structure. Duties and Functions and Work Procedures for Regional Devices has the main task of carrying out regional household affairs in the field of Information Technology (IT). The objectives to be achieved in this study are . to determine the effect of supervision on the performance of Civil Servants at the Klungkung Regency Communication and Information Service, . to determine the effect of Motivation on the performance of Civil Servants at the Klungkung Regency Communication and Information Agency, . ) to find out the effect of Discipline on the performance of Civil Servants at the Communication and Information Office of Klungkung Regency, . To find out which variables are more dominant influence on the Performance of Civil Servants at the Communication and Information Office of Klungkung Regency, . To find out the variables of Supervision. Motivation and Discipline together - equally affect the Performance of Civil Servants at the Communication and Information Office of Klungkung Regency. The type of research used is a quantitative method with a population of all civil servants of the Communication and Information Office of Klungkung Regency being made as respondents, namely 31 people. Based on the results of the study concluded that supervision has a positive and significant effect on the performance of civil servants at 0. 384 or 38. Motivation has a positive and significant effect on the performance of civil servants at 0. 365 or 36. Discipline has a positive and significant influence on the performance of civil servants at 0. 342 or 34. Supervision, motivation and discipline together explain the variable performance of civil servants at 71. while the remaining 28. 2% is explained by other variables not examined in this study or the research model. Keywords: Supervision. Motivation. Discipline and Performance *Magister Ilmu Administrasi. Universitas Ngurah Rai. Denpasar Email : ruspawanboy@gmail. com, dayusriwid@gmail. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 18 Pendahuluan Reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan . Berbagai permasalahan atau hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan diperkirakan tidak berjalan dengan baik harus ditata ulang atau Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik . ood governanc. Penataan urusan pemerintah dari berbagai level ini, tidak saja memperjelas kewenangan dan hubungan antar pemerintah, tetapi juga lebih tertuju pada upaya meningkatkan kinerja pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah (Sandiasa & Agustana, 2017: . Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung merupakan salah satu lembaga daerah di Kabupaten Klungkung yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan rumah tangga daerah di bidang Teknologi dan Informasi (TI). Untuk menjalankan tugas pokok tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung memiliki cukup sumber daya manusia yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Namun Demikian dalam laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tahun 2017, prosentase rata-rata target kinerja yang ditetapkan masih belum mencapai 100% sehingga dikatakan belum optimal . esuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 . Salah satu faktor yang mempengaruhi pegawai adalah pengawasan, menurut Priyono . Aypengawasan merupakan faktor kunci bagi tolok ukur kinerjaAy dengan demikian suatu pengawasan merupakan upaya koreksi dalam proses yang sedang berjalan sehingga dapat memperkecil terjadinya penyimpangan dalam pencapaian tujuan organisasi. Pengawasan pegawai dapat menggunakan berbagai macam model pendekatan pengawasan, hal ini disebabkan karena tidak ada satu sistem pengawasan yang sama untuk semua institusi, ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi institusi tersebut. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 19 Kinerja yang ditunjukkan oleh pegawai tidak terlepas dari motif yang ingin dicapai. Gorda . menyatakan Aymotif atau motivasi yang ditunjukan oleh pegawai adalah merupakan alat penggerak yang dapat digunakan untuk memperoleh kinerja yang lebih tinggiAy. Pengaruh potensial motivasi atas kinerja dapat memberikan perubahan pada kemampuan karyawan, sehingga apabila motivasi rendah maka kinerja para karyawan juga menurun seakan-akan rendah. Menurut Mitchell (Winardi,2004 :. Aymotivasi merupakan penyebab langsung perilaku sehingga bila saja perilaku efektif maka akibatnya adalah kinerja yang Motivasi Kerja adalah pendorong bagi seseorang untuk berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya dan merupakan tenaga emosional yang sangat penting untuk sesuatu pekerjaan baru. Motivasi Kerja sangat penting karena dengan adanya Motivasi Kerja karyawan akan lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas yang diberikan dan dapat meningkatkan Kinerja Karyawan. Tujuan Motivasi Kerja adalah . Untuk mengubah perilaku karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan, . Meningkatkan gairah dan semangat kerja, . Meningkatkan disiplin kerja, . Meningkatkan prestasi kerja, . Meningkatkan rasa tanggung jawab, . Meningkatkan produksivitas dan efisiensi, . Menumbuhkan loyalitas karyawan pada perusahaan. Kurangnya Motivasi Kerja akan berpengaruh pada menurunnya semangat kerja karyawan, sehingga Kinerja mereka dapat menurun. Kinerja juga dipengaruhi oleh faktor disiplin. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah meningkatkan disiplin Disiplin yang dimaksud mencakup unsur-unsur kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, besarnya rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan, serta sanggup menjalankan dan tidak mengelak untuk menerima sanksi dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh apabila melanggar tugas dan wewenang. Pada dasarnya jiwa kedisiplinan tersebut mutlak harus dimiliki, ditanamkan dan dipupuk oleh setiap Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur birokrasi dalam pelaksanaan berbagai rutinitas keseharian, hal ini mengingat Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 20 eratnya hubungan antara disiplin dalam kerja dengan motivasi kerja yang berimbas pada produktivitas dan pelayanan prima pada masyarakat yang juga merupakan tujuan dari reformasi birokrasi. Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 sebagai pembaharuan dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil diharapkan menjadi suatu landasan hukum yang mampu menciptakan aparatur yang profesional dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Berdasarkan gejala-gejala tersebut diatas, maka penulis melihat bahwa kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung masih kurang optimal dan perlu untuk ditingkatkan . Untuk itu penulis sangat tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Kajian Pustaka Pengertian Pengawasan Pengertian pengawasan menurut beberapa sumber dapat didefinisikan sebagai berikut: Handoko . 3 : . berpendapat pengawasan . adalah Aypenemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkanAy. Sujamto dalam Harahap . menyatakanAoAoPengawasan adalah segala usaha dan kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas atau kegiatan apakah sesuai dengan yang semestinya atau tidakAy, dari kutipan diatas dapat diartikan pengawasan merupakan alat yang dapat digunakan untuk menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang dibuat berkesinambungan melakukan kegiatan pengawasan tersebut. Pengertian Motivasi Salah satu pokok dalam suatu organisasi adalah bagaimana memotivasi pegawai agar bisa bekerja dengan kreativitas dan imajinasi yang tinggi sesuai Baik buruknya suatu kinerja di latar belakangi oleh motivasi kerja Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 21 pegawai tersebut. Pengertian motivasi menurut Handoko . Aymotivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan organisasiAy. Arep dan Tanjung . mengatakan: Aymotivasi adalah suatu yang pokok yang menjadi dorongan seseorang untuk bekerja Ay. Seseorang akan termotivasi jika ia hidup dalam suatu cara yang sesuai dengan peran yang lebih ia sukai, diperlukan sesuai dengan tingkatan yang lebih ia sukai serta dihargai sesuai cara yang mencerminkan penghargaan seseorang atas kemampuannya. Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan, makin jelas tujuan yang diharapkan atau yang akan dicapai, maka semakin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil apabila tujuan jelas dan didasari oleh yang di motivasi. Oleh karena itu setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan serta keribadian orang yang akan dimotivasi. Salah satu yang dapat dijadikan indikator motivasi pegawai adalah disiplin kehadiran. Displin kehadiran merupakan langkah awal bagi seorang pegawai untuk dapat berprestasi atau tanpa disiplin seseorang tidak akan bisa menghasilkan sesuatu. Pengertian Disiplin WebsterAoS New Collegiate Dictionary, yang dikutip oleh Sukarna . mengatakan : AuDiscipline berasal dari bahasa latin disciplina atau disclipulus yang berasal dari kata discere yang berarti to learn atau belajar. Disiplin adalah latihan rohaniah dan watak, latihan pengembangan dan pengendalian perasaan, pikiran dan kehendak . spek-aspek rokhoania. dan watakAy. Dari uraian tersebut menyatakan bahwa melatih diri sendiri agar tidak membiasakan terhadap sesuatu yang tidak baik/ negatif yang dapat diterima secara umum . Di dalam suatu organisasi disiplin ini mutlak diperlukan untuk jalannya organisasi, dimana para anggota organisasi harus tunduk pada rambu-rambu organisasi yang disepakati dan bertanggung jawab tanpa paksaan. Sedangkan disiplin menurut Manulang . 8 : . berpendapat AuDisiplin adalah Melaksanakan apa yang telah disetujui bersama antara pimpinan Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 22 dengan para pekerja baik persetujuan tertulis, lisan ataupun berupa peraturanperaturan dan kebiasaan-kebiasaan. Ay Pengertian Kinerja Kinerja atau prestasi kerja berasal dari kata AyJob performance atau Actual Performance Ayyang artinya prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai Gibson, dkk . menyebutkan kinerja atau prestasi kerja adalah hasil yang diharapkan setiap pegawai yang berkaitan langsung dengan tugas-tugas pekerjaan dan yang diselesaikan untuk mencapai sasaran suatu pekerjaan. Kinerja adalah keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan (AsAoad, 1. , sedangkan menurut Gillbert (Siagian,2005:. Kinerja adalah apa yang dapat dikerjakan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Mangkunegara . mengatakan bahwa pengertian kinerja atau prestasi kerja adalah Ayhasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan padanyaAy Jadi kinerja merupakan hasil dari usaha yang dicapai seorang baik berupa produk atau jasa, sesuai dengan beban kerja atau pekerjaan yang diberikan organisasi. Menurut Amstrong dan Baron dalam Wibowo . 7 : . pengertian kinerja mempunyai makna lebih luas, bukan hanya menyatakan sebagai hasil kerja, tetapi juga bagaimana proses kerja berlangsung. Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Pengertian Pegawai Negeri Sipil Menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian menyatakan yang dimaksud dengan : Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 23 Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Hakikat pengawasan menurut Siagaan . 5:126-. adalah melakukan pengawasan terhadap perencanaan yang menyebabkan terjadinya kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Pengawasan dilakukan pada waktu kegiatan sedang berlangsung dengan menyadari manusia tidak sempurna sehingga pengawasan dilakukan secara simultan, disamping itu proses pengawasan yang diketahui oleh orang yang diawasi dapat menimbulkan ketaatan sehingga secara langsung maupun tidak langsung pengawasan yang diberikan dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai, dengan demikian pengawasan yang baik akan membawa dampak pada efisiensi, efektifitas dan kualitas. Dengan adanya pengawasan yang cukup baik maka kualitas perencaan yang telah disusun dapat diarahkan secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain pengawasan yang baik akan mempengaruhi produktifitas pegawai untuk meningkatkan kinerja. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Dalam sebuah organisasi agar dapat berjalan dengan sempurna diperlukan adanya suatu motivasi yang tinggi dari pimpinan organisasi, motivasi sesuatu yang harus dilakukan oleh pimpinan agar pegawai mau bekerja dengan penuh tanggung jawab. Motivasi kerja merupakan motor penggerak organisasi, karena dengan motivasi kerja yang baik akan mendorong pegawai atau karyawan untuk melakukan hal-hal yang diinginkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pengaruh Disiplin terhadap Kinerja Disiplin menurut Manulang . 8 : . berpendapat bahwa : AuDisiplin adalah Melaksanakan apa yang telah disetujui bersama antara pimpinan dengan para pekerja baik persetujuan tertulis, lisan ataupun berupa peraturan-peraturan dan kebiasaan-kebiasaan. Ay Disiplin juga tidak kalah pentingnya dengan prinsipprinsip lainnya, artinya disiplin setiap pegawai selalu mempengaruhi hasil prestasi Oleh sebab itu dalam setiap organisasi perlu ditegaskan disiplin pegawaipegawainya. Melalui disiplin yang tinggi produktivitas kerja pegawai pada pokoknya dapat ditingkatkan. Oleh sebab itu perlu ditanamkan kepada setiap pegawai disiplin yang sebaik-baiknya. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 24 Kerangka Berfikir PENGAWASAN (X. r = X1 Y MOTIVASI (X. r = X2 Y KINERJA (Y) r = X3 Y DISIPLIN (X3 ) R = X 1 X2 X3 Y Hipotesis Penelitian Berdasarkan landasan teori, hasil penelitian sebelumnya dan kerangka berpikir, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini, sebagai berikut : Pengawasan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Disiplin berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Faktor Pengawasan berpengaruh lebih dominan terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Pengawasan. Motivasi dan Disiplin secara bersama Ae sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 25 Metode Penelitian 1 Pendekatan Penelitian dan Lokasi Penelitian Metode Penelitian dalam hal ini merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif bersifat Asosiatif antara variable X dengan Variabel Y. Penelitian ini menekankan pada upaya memberikan bukti empiris dan mendiskripsikan atau memberikan gambaran yang jelas tentang Pengawasan. Motivasi. Disiplin dan Kinerja pegawai saling mempengaruhi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung, maka sumber data utama yang dipergunakan adalah data primer. Sumber data primer merupakan sumber data yang dihimpun langsung dari responden dengan menggunakan instrumen daftar pertanyaan atau pernyataan . Dalam penelitian ini mengambil lokasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Adapun populasi dalam penelitian ini seluruh pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diamati dan peneliti akan menarik kesimpulan atas populasi berdasarkan sampel, hal ini disebut penelitian sampel (Gorda,1997:. Gorda . mengatakan bahwa: AuPada prinsipnya tidak ada ketentuan yang ketat atau aturan yang mutlak mengenai penentuan besarnya sampel, peneliti sendirilah yang harus mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan permasalahan dan tujuan penelitian yang ditetapkanAy. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian populasi / sensus/ sampel jenuh, yaitu seluruh populasi sebagai subyek / Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 26 responden penelitian. Namun untuk lebih menjamin obyektivitas, maka unsur peneliti sendiri tidak diteliti, sehingga jumlah responden dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 31 orang. Tabel. Jumlah Populasi dan Sampel Pegawai Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung No. Bidang Sekretariat Bidang Komunikasi Bidang Telematika Bidang Persandian JUMLAH Populasi Sampel Instrumen Penelitian dan Metode Pengumpulan Data Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan indikator penelitian masing-masing variabel sehingga terdapat tiga kuesioner dalam penelitian ini yaitu kuesioner Pengawasan, kuesioner Motivasi, kuesioner Disiplin dan kuesioner Kinerja pegawai. Kuesioner yang disusun menggunakan skala interval, skala interval tersebut berpedoman pada aturan Likert. Tabel skor jawaban skala Likert seperti di bawah ini : Tabel 3. Skor jawaban Skala Likert Skala Jawaban Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Cukup Setuju Setuju Sangat Setuju Nilai Sedangkan metode pengumpulan data, yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, kuesioner dan penelusuran data online. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 27 Teknik Analisis Data Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan membandingkan r-hitung dengan r-tabel pada taraf signifikan 95 % atau = 0,05. Menurut Santoso . , kriteria validitas untuk setiap pernyataan adalah sebagai berikut: Jika pernyataan memiliki r-hitung positif dan r-hitung> r-tabel, maka butir pernyataan tersebut valid. Jika butir pernyataan memiliki r-hitung < r-tabel, maka pernyataan tersebut tidak Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan r-Alpha dengan r-tabel pada taraf signifikan 95 % atau = 0,05. Menurut Santoso . 4:285-. , kriteria reliabilitas untuk setiap pernyataan adalah sebagai berikut: Jika pernyataan memiliki r-Alpha positif dan r-Alpha> r-tabel, maka butir pernyataan tersebut reliabel. Jika butir pernyataan memiliki r-Alpha < r-tabel, maka pernyataan tersebut tidak Hasil Penelitian Dan Pembahasan Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Pengawasan Tabel 4. Hasil Validitas Pengawasan P10 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 28 P11 P12 Tabel 4. Hasil Reliabilitas Pengawasan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa 12 butir pernyataan untuk variabel pengawasan adalah valid, karena semua nilai r-hitung (Corrected Item-Total Correlatio. lebih besar dari nilai r-tabel yang sebesar 0,300 (Pearson Product Momen. Untuk uji reliabilitas, karena diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,946 lebih besar dari nilai r-tabel yang sebesar 0,300 dikatan reliabel. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Motivasi Tabel 4. Hasil Validitas Motivasi M10 M11 M12 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Tabel 4. Hasil Reliabilitas Motivasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa 12 butir pernyataan untuk variabel motivasi adalah valid, karena semua nilai r-hitung (Corrected Item-Total Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 29 Correlatio. lebih besar dari nilai r-tabel sebesar 0,300 (Pearson Product Momen. Untuk uji reliabilitas, karena diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,937 lebih besar dari nilai r-tabel yang sebesar 0,300 dikatan reliabel. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Disiplin Tabel 4. Hasil Validitas Disiplin D10 D11 D12 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Tabel 4. Hasil Reliabilitas Disiplin Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa 12 butir pernyataan untuk variabel disiplin adalah valid, karena semua nilai r-hitung (Corrected ItemTotal Correlatio. lebih besar dari nilai r-tabel sebesar 0,300 (Pearson Product Momen. Untuk uji reliabilitas, karena diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,907 lebih besar dari nilai r-tabel yang sebesar 0,300, dikatan reliabel. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai Tabel 4. Hasil Validitas Kinerja Pegawai Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 30 K10 K11 K12 Tabel 4. Hasil Reliabilitas Kinerja Pegawai Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa 12 butir pernyataan untuk variabel kinerja adalah valid, karena semua nilai r-hitung (Corrected ItemTotal Correlatio. lebih besar dari nilai r-tabel (Pearson Product Momen. Untuk uji reliabilitas, karena diketahui nilai Cronbach's Alpha 0,814 lebih besar dari nilai r-tabel yang sebesar 0,300, dikatan reliabel. Uji Asumsi Klasik Koefisien statistik yang diperoleh pada hasil analisis regresi sederhana maupun regresi linier sederhana perlu diuji lebih lanjut dengan beberapa uji asumsi klasik. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Korelasi Antar Variabel Independen Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 1 (Constan. Dependent Variable: K Model Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 VIF | 31 Dari hasil di atas, dapat diketahui bahwa masing-masing variabel bebas mempunyai nilai Tolerance > 0. 10 dan nilai Variance Inflantion Factor (VIF) < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Uji ini digunakan untuk mengetahui, apakah pada model regresi yang dihasilkan terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi ini digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pada t-1 . Tabel 4. Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. M Dependent Variable: K Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 32 Uji Normalitas Analisis ini digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi mempunyai variabel bebas atau variabel terikatnya berdistribusi normal atau Uji Korelasi Pearson Uji Korelasi Pearson (Nugroho, 2005:. adalah pengujian yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Pearson Correlations Pearson Correlation Sig. -taile. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 33 Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. Digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menerangkan keragaman pada variabel terikat. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R. berada antara nol dan satu. Tabel 4. Adjusted R Square Model Summaryb Model Adjusted R Square R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. M Dependent Variable: K Uji Pengaruh Secara Simultan (Uji F) Uji F bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh simultan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 4. Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variable: K Predictors: (Constan. M Uji Pengaruh Secara Parsial . Hasil pengujian secara parsial . dapat dilihat pada tabel coefficients di kolom Sig. Jika nilai signifikansi uji t (Si. < A A 0. 05 , maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel bebas signifikan berpengaruh terhadap variabel Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 34 Tabel 4. Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Standardi Coefficie Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: K Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui persamaan regresi yang berguna untuk memprediksi nilai Kinerja pegawai berdasarkan nilai Pengawasan. Motivasi dan Disiplin dapat digunakan persamaan regresi : Y A a A b1 X 1 A b2 X 2 A b3 X 3 A. Tabel 4. Nilai-Nilai Persamaan Regresi Berganda Unstandardized Coefficients Std. Error Model 1 (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: K Berdasarkan tabel di atas, dari ketiga variabel yaitu Variabel Pengawasan. Variabel Motivasi dan Variabel Disiplin yang paling dominan berpengaruh adalah variabel pengawasan yaitu sebesar 38,4%, sedangkan variabel Motivasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 36,5% dan variabel Disiplin berpengaruh terhadap kinerja sebesar 34,2%. Pengaruh Pengawasan terhadap Kinerja Pegawai Hasil analisis regresi berganda Pengawasan terhadap Kinerja pegawai menunjukan adanya pengaruh positif Pengawasan terhadap Kinerja pegawai secara signifikan, hal ini berarti apabila Pengawasan ditingkatkan akan meningkatkan Kinerja pegawai demikian pula pada Dinas Komunikasi dan Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 35 Informatika Kabupaten Klungkung apabila Pengawasan menurun akan menurunkan Kinerja pegawai. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Hasil analisis-analisis regresi berganda Motivasi terhadap Kinerja pegawai menunjukan adanya pengaruh positif Motivasi terhadap Kinerja pegawai secara signifikan, hal ini berarti apabila Motivasi ditingkatkan akan meningkatkan Kinerja pegawai demikian pula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung apabila Motivasi menurun akan menurunkan Kinerja pegawai. Pengaruh Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Hasil analisis-analisis regresi berganda Disiplin terhadap Kinerja pegawai menunjukan adanya pengaruh positif Disiplin terhadap Kinerja pegawai secara signifikan, hal ini berarti apabila Disiplin ditingkatkan akan meningkatkan Kinerja pegawai demikian pula pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung apabila Disiplin menurun akan menurunkan Kinerja Pengaruh Pengawasan. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Pegawai Hasil analisis-analisis regresi berganda pengawasan, motivasi dan disiplin secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai menunjukan adanya pengaruh pengawasan, motivasi dan disiplin secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai secara signifikan, hal ini berarti apabila pengawasan, motivasi disiplin secara bersama-sama ditingkatkan akan meningkatkan kinerja pegawai demikian pula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung apabila pengawasan, motivasi dan disiplin secara bersama-sama menurun akan menurunkan kinerja pegawai. Penutup Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Bahwa pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai adalah positif dan signifikan yaitu sebesar 38,4%. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 36 Bahwa pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai adalah positif dan signifikan yaitu sebesar 36,5%. Bahwa pengaruh Disiplin terhadap Kinerja pegawai adalah positif dan signifikan yaitu sebesar 34,2%. Bahwa dari ketiga variabel yaitu Variabel Pengawasan. Variabel Motivasi dan Variabel Disiplin yang paling dominan berpengaruh adalah variabel pengawasan sebesar 38,4%. Pengawasan. Motivasi dan Disiplin secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung sebesar 71,8 %. Saran-saran Untuk meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil melalui peningkatan pelaksanaan pengawasan sebaiknya indikator pengawasan melekat. Melalui peningkatan pelaksanaan motivasi diadakan motivasi sebaiknya lebih dua arah dengan mengadakan rapat-rapat rutin yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas-tugas dan mencari solusi atau pemecahan kendala-kendala yang dihadapi. Untuk meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil melalui peningkatan pelaksanaan disiplin sebaiknya dilakukan dengan cara penyelesaian tugas yang diberikan oleh atasan secara efektif dan efisien. Untuk meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil, pengawasan melekat dari pimpinan kepada bawahan memiliki peran yang paling dominan sehingga pimpinan diharapkan lebih meningkatkan pengawasan tersebut kepada seluruh pegawai negeri sipil. Untuk meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupten Klungkung, pimpinan diharapkan mampu untuk meningkatkan pengawasan, motivasi dan disiplin karena ketiga indikator tersebut sangat penting, selain itu juga perlu diteliti lebih dalam lagi untuk variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 37 Daftar Pustaka