279 Pesat: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Februari 2025 Peran Kepemimpinan dalam Pemeliharaan Lingkungan Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai Latip1. Suherman2. Sutrisno3. Wahyu Andika4. Putravestu Rizqi Nugroho5 Prodi Ilmu Administrasi Negara. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning E-mail: latip. stiadmi@gmail. Abstract Cleanliness, waste management, and greening activities in Bintan Urban Village. Dumai City are collaborative efforts aimed at creating a clean, healthy, and sustainable Waste management is carried out by cleaning staff who are divided into two groups: environmental cleaning staff who clean up waste in residents' yards, and ditch cleaning staff who deal with waste in water channels and gutters. The collected waste is then transported using a waste collection vehicle . and disposed of at a temporary Waste Disposal Site (TPS) located behind the Dumai City Fire and Rescue Office. In addition, the greening program is also carried out by planting trees in various public areas to improve air quality, expand green open spaces, and create a more beautiful environment. Through collaboration between the government, community, and private sector, this activity aims not only to maintain environmental cleanliness, but also to increase public awareness of the importance of nature conservation and good waste management. Keywords: cleanliness, waste management, greening. Abstrak Kegiatan kebersihan, pengelolaan sampah, dan penghijauan di Kelurahan Bintan Kota Dumai merupakan upaya kolaboratif yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah dilakukan oleh petugas kebersihan yang terbagi dalam dua kelompok: petugas kebersihan lingkungan yang membersihkan sampah di pekarangan rumah warga, dan petugas kebersihan parit yang mengatasi sampah di saluran air dan selokan. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan kendaraan pengangkut sampah . dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang terletak di belakang Kantor Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Dumai. Selain itu, program penghijauan juga dilaksanakan dengan menanam pohon di berbagai area publik untuk meningkatkan kualitas udara, memperluas ruang terbuka hijau, dan menciptakan lingkungan yang lebih asri. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam dan pengelolaan sampah yang baik. Kata kunci: kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan. Pendahuluan Kepemimpinan merupakan salah satu faktor kunci yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam menjaga dan memelihara lingkungan. Di berbagai tingkat pemerintahan lokal, seperti di Kelurahan Bintan. Kota Dumai, kepemimpinan yang efektif dibtuhkan untuk mengarahkan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan. Permasalahan lingkungan, seperti pengelolaan sampah yang tidak memadai, kurangnya penghijaun, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingya kebersihan dan kelestarian lingkungan, sering menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius. Kinerja birokrasi publik ialah hasil dari kerja yang dilakukan pegawai pada organisasi tersebut dan pencapaiannya tentu bisa dilihat (Jannah. Hijeriah, and Anggraini 2. Hal ini tentu teragntung kepemimpinan dari organisasi. Kepemimpinan di tingkat kelurahan harus mampu mengajak dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pemeliharaan lingkungan. Pemimpin yang memiliki visi dan komitmen terhadap kebersihan dan pelestarian lingkuingan akan mampu menciptakan perubahan yang signifikan. Namun, masih banyak daerah yang belum memiliki sistem kepemimpinan yang terorganisir dalam hal pemeliharaan lingkungan, sehingga berbagai masalah lingkungan kerap muncul. Di Kelurahan Bintan, peran pemimpin lokal seperti lurah, tokoh masyarakat, serta perangkat kelurahan sangat pentig dalam mengelola dan memfasilitasi berbagai program lingkungan, seperti gotong royong membersihkan area publik, pengelolaan sampah rumah tangga, dan inisiatif penghijauan. Peran pemimpin dalam hal ini tidak hanya sebagai pengarah kebijakan, tetapi juga sebagai fitur yang mampu menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Partisipasi masyarakat menjadi penting dalam pembangunan, melibatkan masyarakat dalam kegiatan merupakan bentuk dari partisipasi, bisa berupa tenaga, fikiran maupun biaya (Sari et al. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan hasil pembangunan (Wahyuni et al. Harapannya masyarakat bisa ikut andil dalam kegiatan ini dan tentunya kepemimpinan sangat diperlukan untuk memotivasi agar bisa menggerakkan Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberi judul AuPeran Kepemimpinan dalam Pemeliharaan Lingkungan Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota. Kota Dumai. Permasalahan yang diketengahkan dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota. Kota Dumai dari aspek peranan kepemimpinan dalam pemeliharaan lingkungan di Kelurahan Bintan: . Kurangnya kesadaran partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan di Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kot, . Keterbatasan sarana dan prasarana lingkugan yang ada di Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota Berdasarkan rumusan permasalah diatas, yang menjadi tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu: . Untuk mengkaji peran kepemimpinan dalam pemeliharaan lingkungan di Kelurahan Bintan. Kota Dumai, dan . Untuk memberikan solusi dalam bentuk strategi kepemimpinan yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup secara lebih baik. Pendekatan Pelaksanaan program Pada bagian tinjauan pustakan ini tema pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota. Kota Dumai mengemukkanan pendapat para ahli tentang peran, kepemimpinan, peran kepemimpinan, pemeliharaan lingkungan, dan upaya pemeliharaan lingkungan di Kelurahan Bintan yang dijadikan sebagai landasan keilmuan dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Partisipasi perguruan tinggi dalam lingkungan kehidupan di kelurahan menjadikan suatu kegiatan yang positif. Berkembang di lingkungan kelurahan yang sehat dengan tertatanya mekanisme kerja yang baik mampu menciptakan kondisi yang baik pula (Sari, et al 2. Peran Teori peran . ole theor. adalah konsep yang digunakan dalam ilmu sosial untuk memahami bagaimana individu berperilaku dalam konteks sosial berdasarkan peran yang mereka jalani. Menurut Mead . adalah seorang filsuf dan sosiolog yang dikenal sebagai salah satu pendiri interaksionisme simbolik. Ia berpendapat bahwa individu membangun identitas dan perilaku mereka melalui interaksi sosial dan peran yang mereka mainkan dalam masyarakat. Merton . mengembangkan konsep peran dalam konteks teori fungsi dan disfungsi sosial. Ia memperkenalkan istilah Aurole setAy . erangkaian peran yang dipegang individ. dan Aurole conflictAy . onflik antara peran yang berbed. dalam analisis sosiologis. Sedangkan Van der Meer . mengembangkan konsep Aurole behaviorAy yang menekankan pentingnya konteks sosial dan situasional dalam pembentukan perilaku individu berdasarkan peran yang Kepemimpinan Kepemimpinan menurut Siagian, . merupakan seni mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama melalui komunikasi yang Kepemimpinan juga merupakan tindakan dan sikap yang bertujuan untuk memengaruhi bawahan agar dapat bekerja sama, menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan memperhatikan aspek efisiensi dan efektivitas, guna mencapai tingkat produktivitas kerja sesuai dengan target yang telah ditentukan (Abijaya et al. Kepemimpinan pada asasnya berhubungan dengan kemahiran, kebolehan serta tahapan pengaruh yang dimiliki oleh seseorang, karena itu kepemimpinan bisa dimiliki juga oleh orang lain yang buka seorang pemimpin (Latip. Ramli and Musa 2. Menurut Hutahean . kepemimpinan adalah sebuah kemampuan atau kekuatan di dalam diri seseorang untuk memimpin dan mempengaruhi orang lain dalam hal bekerja, dimana adalah tujuannya untuk mencapai target . yang telah ditentukanAy. Sedangkan menurut Hapudin . 2:2-. kepemimpinan adalah suatu prilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan Bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu maupun organisasi, sehingga dalam organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting. Peran Kepemimpinan Peran kepemimpinan dalam perubahan organisasi tercermin melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan pemimpin, yaitu: . Merencanakan perubahan, . Mengorganisasikan implementasi perubahan dalam organisasi, dan . Menggerakkan sarta mengarahkan sumber daya organisasi untuk melakukan perubahan (Pertiwi & Atmaja, 2. Menurut Hamalik . seorang pemimpin dalam melaksanakan peran-peran kepemimpinan antara lain yaitu: . Peran sebagai katalisator: Pemimpin harus menumbuhkan pemahaman dan kesadaran orang-orang yang dipimpinnya supaya yakin, bahwa tindakan yang dia lakukan adalah untuk kepentingan semua anggota organisasi. Para anggota supaya merasa, bahwa hasil kerja kepemimpinannya bukan semata-mata menguntungkan semua anggota organisasi secara . Seorang pemimpin harus berupaya mendorong dan menumbuhkan kesadaran para anggota organisasi yang dipimpinnya supaya melakukan perubahan yang diharapkan untuk meningkatkan organisasi. Pemimpin tidak hanya berperan sebagai pemrakarsa saja, melainkan aktif memberikan berbagai kemudahan bagi para . Peran sebagai pemecah masalah: Seorang pemimpin harus mampu bertindak cepat, tepat dan tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi oleh organisasi, dan berusaha memecahkan masalah tersebut. Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2024 pukul 08:00 WIB s/d selesai. Pelaksanaan kegiatan ini secara administrasi akan dilakukan oleh tim pengabdian. Selanjutnya penyampaian materi terkait peran kepemimpinan dan kegiatan gotong-royong akan dilakukan di Jalan Sudirman Kota Dumai. Adapun yang menjadi sasaran ataupun capaian yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu: . Mengkaji peran kepemimpinan dalam pemeliharaan lingkungan di Kelurahan Bintan. Kota Dumai, dan . Memberikan solusi dalam bentuk strategi kepemimpinan yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup secara lebih baik. Refleksi Capaian Program Peran kepemimpinan yang dilakukan Lurah Bintan Kota Dumai dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan Masyarakat sepert: pengelolaan sampah yang ada di masyarakat, melakukan penghijauan dan melakukan pembibitan tanaman untuk kepentingan Masyarakat Kelurahan Bintan Kota Dumai. Pengelolaan Sampah Pengelolaan sampah di Kelurahan Bintan Kota Dumai dilakukan oleh petugas kebersihan yang terdiri dari petugas kebersihan lingkungan dan petugas kebersihan parit yang bekerja di sekitar masyarakat. Terdapat enam petugas kebersihan lingkungan dan delapan petugas kebersihan parit. Salah satu dari delapan petugas kebersihan parit ditempatkan secara khusus di Kantor Lurah Bintan. Petugas kebersihan lingkungan bertugas untuk membersihkan sampah di pekarangan rumah warga, kemudian mengumpulkan sampah tersebut dan memuatnya ke dalam kendaraan pengangkut sampah . untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang terletak di belakang Kantor Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Dumai, dapat diliahat pada gambar 1. Gambar 1. 1 Proses pembuangan sampah Penghijauan Penghijauan di Kelurahan Bintan Kota Dumai merupakan upaya untuk memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kualitas udara di daerah tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan menanam pohon di sepanjang Jalan Bintan, yang merupakan salah satu jalan utama di Kelurahan Bintan Kota Dumai. Penanaman pohon di sepanjang jalan ini bertujuan untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang dapat menyerap polusi udara, memberikan keteduhan, serta memperindah pemandangan lingkungan sekitar. Selain itu, penghijauan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Selain penghijauan, di Kelurahan Bintan Kota Dumai juga dilakukan kegiatan pembibitan tanaman sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang Pembibitan tanaman ini bertujuan untuk menyediakan bibit pohon yang nantinya dapat digunakan untuk kegiatan penghijauan atau reboisasi di area lain yang Proses pembibitan melibatkan penanaman benih atau bibit di lokasi khusus seperti kebun bibit yang dirawat dengan baik hingga siap ditanam di lahan Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan tanaman untuk penghijauan, tetapi juga bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam merawat dan mengelola tanaman sejak tahap awal pertumbuhannya. Dengan pembibitan tanaman yang dikelola secara terencana, diharapkan dapat mendukung kelestarian alam, meningkatkan jumlah pohon yang ditanam, dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Pembibitan tanaman di Kelurahan Bintan Kota Dumai dilakukan di sebuah lokasi yang disebut Rumah Bibit, yang terletak di rumah Ketua RT setempat. Rumah Bibit ini dibangun sebagai hasil dari bantuan pemerintah Provinsi Riau dalam upaya mendukung program penghijauan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di daerah Lokasi ini berfungsi sebagai pusat pembibitan tanaman, di mana benih atau bibit pohon ditanam dan dirawat hingga siap ditanam di area penghijauan atau lahan terbuka lainnya. Dengan adanya Rumah Bibit, masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses perawatan tanaman dari tahap awal, yang memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Bantuan dari pemerintah Provinsi Riau ini sangat penting dalam memastikan keberlanjutan kegiatan penghijauan, karena menyediakan fasilitas yang memadai untuk menghasilkan bibit pohon yang berkualitas dan siap ditanam. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan serta memper Penutup Kegiatan kebersihan, pengelolaan sampah, dan penghijauan yang dilaksanakan di Kelurahan Bintan Kota Dumai menunjukkan sinergi yang efektif dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan sehat. Pengelolaan sampah yang baik membantu mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan, sementara kegiatan penghijauan memberikan manfaat dalam memperbaiki kualitas udara, meningkatkan estetika lingkungan, serta mendukung keberlanjutan ekosistem lokal. Selain itu, pembibitan tanaman yang dilakukan di Rumah Bibit memberikan kontribusi positif dalam menyediakan bibit pohon yang berkualitas, yang nantinya akan digunakan untuk mendukung penghijauan di wilayah tersebut. Semua kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar, yang didorong oleh dukungan dari pemerintah dan kerjasama yang solid antara masyarakat dan instansi terkait. Untuk meningkatkan keberhasilan kebersihan, pengelolaan sampah, dan penghijauan, diperlukan dua langkah utama. Pertama, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat melalui edukasi intensif tentang pemilahan sampah dan pengelolaan ramah lingkungan, yang dapat dilakukan melalui pelatihan dan kampanye. Kedua, memperkuat kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam program penghijauan, dengan dukungan kebijakan pemerintah dan program CSR sektor Kolaborasi ini akan memastikan penghijauan yang efektif, berkelanjutan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Daftar Pustaka