Kualitas Informasi pada Sistem Informasi Manajemen dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 KUALITAS INFORMASI PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 Abstrak Pada era globalisasi saat ini, sistem informasi manajemen berbasis tehnologi sangat dibutuhkan sebuah institusi, terkhusus dalam hal peningkatan aliran informasi, kecepatan pelayanan serta kepuasan Penelitian ini bertujuan: . memperoleh gambaran tentang kualitas informasi pada SIM RS di RSUD kabupaten Sinjai dengan melihat 9 indikator kualitas informasi dari SIM yang ada. mengkaji penggunaan output serta laporan SIM RS serta pemanfaatannya bagi pimpinan dan pihak manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan metode kualitatif dan observasi langsung. Penelitian ini menggunakan 33 orang responden/informan. Pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIM RS di RSUD Kabupaten Sinjai dalam tataran praktisnya digunakan untuk billing sistem atau transaksi pembayaran dan pendaftaran pasien. Kualitas data/informasi yang dihasilkan belum sepenuhnya dengan melihat dari 9 indikator berupa relevancy, accuracy, completenes, time lines, reliability, accessibility, understandable, currency, security. Kata Kunci : kualitas data, output data, . ata/Informas. THE INFORMATION QUALITY IN THE MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM AT HEALTH GUARANTEE SERVICE Abstract In the current era of globalization , technology -based management information system is needed an institution , especially its in terms of improving the flow of information , speed of service and satisfaction pelanggang . This research aimed to obtain a picture of the information quality at SIM RS in the Local General hospital. Sinjai Regency by looking at 9 indicators of the information quality of the existing SIM. The reseach also aimed to study the utility of the output and the report of SIM RS and its utilization by the leader and the management. The reseach method was the qualitative approach. The design used was the case study, supported by the qualitative metode and direct observation. The research was conducted on the 33 respondentsinformants. The data were collected throughinterviews and The research results indicated that the aplication of SIM RS in the local general hospital (RSUD). Sinjai regency was used in its practise level for a billing system or payment transaction and the patients registration. The data/information quality produced had not yet been produced by looking at the 9 indicators, such as the relevance, accuracy, completenes, timeliness, reliability, accessibility, understandability, currency and security. Keyword: data quality, the output data . ata/informatio. tusi, organisasi atau perusahaan, terkhusus dalam PENDAHULUAN Saat ini, bangsa kita merupakan salah satu hal peningkatan aliran informasi, kecepatan pela- Negara yang hidup dalam lingkungan global, sehi- yanan serta kepuasan pelanggang. Ledakan Infor- ngga harus terlibat juga dalam kemajuan penggu- masi timbul akibat dari perkembangan ilmu penge- naan iptek untuk kepentingan bangsa. Pada era tahuan dan tehnologi yang sangat pesat. Pening- globalisasi saat ini, sistem informasi manajemen katan Proporsi ledakan informasi tersebut akan berbasis tehnologi sangat dibutuhkan sebuah insti- mememberi pengaruh pada peranan informasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 dalam tata kehidupan seseorang, suatu organisasi. Kebutuhan sistem informasi pada rumah suatu Negara dan dunia akan terasa pula maka Sakit bahkan telah ditetapkan sebagai suatu kewaj- akan muncul suatu masyarakat yang disebut iban, seperti yang tertuang pada Undang-Undang masyarakat informational. No 44 Tahun 2009 Tentang rRumah sakit, pasal 52 Perusahaan atau organisasi yang telah mela- ayat 1: AuSetiap Rumah Sakit wajib melakukan kukan otomatisasi pada setiap lini manajerialnya pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan perlu sebuah tindak lanjut dengan Membangun penyelenggaraan rumah sakit dalam bentuk Sistem sistem informasi manajemen (SIM) yang integral Informasi Manajemen Rumah SakitAy. Berdasarkan dan terpadu. Sistem informasi manajemen akan hal tersebut di atas. Direktorat Jenderal yang sangat membantu instansi atau perusahaan-perusa- menyelenggarakan urusan di bidang bina upaya haan dalam mengintegrasikan data mempercepat kesehatan Kementerian kesehatan memandang dan mengestimasi data pengolahan, meningkatkan kualitas informasi dan control manajemen, mendo- . dan perangkat lunak . rong terciptanya produk-produk terbaru, peningka- aplikasi sistem informasi rumah sakit yang bersifat tan layanan dan control, pengoptimalan sebagian sumber terbuka umum . pen source generi. untuk pekerjaan rutin serta menyederhanakan alur kerja. Rumah Sakit di Indonesia. Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia Sistem informasi berbasis teknologi adalah telah dan akan mengalami 3 pembagian masa, salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk yaitu era manual . , era Transisi mendukung proses pelayanan kesehatan yang . ahun 2005-2. dan era komputerisasi . ulai cepat, tepat, dan akurat. Sistem informasi mempu- Sebagai salah satu bentuk fasilitas pelaya- nyai 3 peranan penting dalam mendukung proses nan kesehatan yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan seperti mendukung proses kesehatan, rumah sakit sering mengalami kesulitan dan operasi pelayanan kesehatan, mendukung dalam pengelolaan informasi baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal. sehingga perlu diupaya- pimpinan. Mendukung berbagai strategi untuk kan peningkatan pengelolaan informasi yang keunggulan kompetitif menurut (OAoBrien, 2. efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, ter- Pada hakekatnya sistem informasi merupa- padu dan akuntabel. Sistem Informasi dapat kan suatu tatanan yang berurusan dengan pengum- dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan data dan pulan data, penyajian informasi, analisis data informasi dengan lebih produktif, transparan, penyimpulan informasi serta penyampaian infor- tertib, cepat, mudah, akurat, terpadu, aman dan masi yang dibutuhkan menurut (Sabarguna, 2. efisien, khususnya membantu dalam memperlancar Selanjutnya Moekijat . , sendiri menyatakan dan mempermudah pembentukan kebijakan dalam bahwa informasi adalah data yang penting dan meningkatkan sistem pelayanan kesehatan khusus- memberikan pengetahuan yang berguna. Namun nya dalam bidang penyelenggaraan rumah sakit di dengan semua kendala-kendala yang ada maka Indonesia. perlu adanya pembenahan terhadap semua itu. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Kualitas Informasi pada Sistem Informasi Manajemen dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 Untuk penyelesaian semua kendala itu maka perlu aspek yang sulit dianalisis dengan metode kuan- dicarikan solusinya. titatif dan hasilnya berupa data deskriptif bukan Salah satu fasilitas kesehatan yang menja-lin data numeric. Penelitian ini juga mengungkapkan kerja sama dengan jaminan sosial dalam hal ini rincian yang lebih kompleks mengenai fenomena BPJS, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai. yang sulit diungkapkan menggunakan metode Rumah Sakit Umum Sinjai adalah rumah sakit Pendekatan kualitatif dapat bekerja umum kelas C milik Pemerintah daerah dan telah dengan baik untuk menganalisa sesuatu dalam terakreditasi untuk 2012. Komitmen Rumah Sakit rangka memperoleh suatu pemahaman tentang untuk memberikan pelayanan kesehatan yang pola/rangka dalam suatu permasalahan. bermutu, maka Rumah Sakit dituntut untuk Pertanyaan mengapa dan bagaimana yang mengembangkan dirinya menjadi suatu lembaga bersifat lebih eksplanatoris dinilai cocok dalam yang mampu bersaing dalam pelayanan perumah- penelitian ini. Hal ini disebabkan oleh pertanyaan- sakitan dan mempunyai keunggulan komparatif. pertanyaan seperti itu berkenaan dengan kaitan- Untuk itu diperlukan perencanaan dan pengem- kaitan operasional yang menuntut pelacakan waktu bangan yang komprehensif untuk menjadi rumah tersendiri dan bukan sekedar frekuensi atau sakit umum kelas B. Penelitian ini juga bertujuan untuk menge- Waktu dan Lokasi Penelitian tahui tersedia tidaknya suatu informasi saat diper- Lokasi penelitian dilaksanakan di Rumah lukan, benar-benar tersaji bagi yang berhak, dan Sakit umum Kabupaten Sinjai jalan Jenderal juga untuk mengetahui bahwa informasi yang Sudirman No. 47 Sinjai utara mengingat bahwa diberikan dalam aplikasi disajikan secara akurat, rumah sakit tersebut telah menerapkan SIMRS handal, dan tepat waktu sesuai yang dikemukakan sejak tahun 2013 dan variabel penelitian adalah oleh (Nugroho, 2. Tujuan penelitian ini adalah kualitas informasi, berupa: relevansi . , untuk memperoleh gambaran tentang kualitas akurat . , kelengkapan . Informasi pada SIM RS di RSUD Kabupaten tepat waktu . , handal . Sinjai dengan melihat 9 indikator kualitas infor- kemudahan akses . , mudah Dipahami masi dari SIM yang ada dan bertujuan untuk . , kekinian . dan keama- mengkaji penggunaan output serta laporan SIM RS nan . sebagai serta pemanfaatannya bagi pimpinan dan Informan Penelitian pihak manajemen Informan dalam Penelitian ini adalah orangorang yang berkaitan dengan Sistem informasi BAHAN PENELITIAN pada pelayanan jaminan Kesehatan di Rumah Sakit umum Sinjai, meliputi: Direktur Rumah Sakit Jenis Penelitian Tipe yang digunakan dalam penelitian ada- Umum Sinjai. Bagian Pelayanan Medik dan Kepe- lah deskriptif kualitatif . eskriptive qualitativ. rawatan Rumah Sakit Umum Sinjai. Kepala Insta- Pendekatan ini dipilih karena menyangkut berbagai lasi SIMRS Rumah Sakit umum Sinjai. Bagian Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 Unit Rekam Medis Rumah sakit Umum Sinjai merupakan sistem informasi yang masuk kategori (Petugas loket dan Petugas pendaftara. Verifika- atau klasifikasi system pemrosesan transaksi saja. tor dan Pengklaiman peserta BPJS Rumah Sakit Sistem pemrosesan transaksi adalah sistem infor- Umum Sinjai. Beberapa Pasien peserta jaminan masi yang memproses transaksi bisnis, pemasok, kesehatan di Rumah Sakit Umum Sinjai dan Dinas pembayaran, dan rekan kerja. Kesehatan terkait penelitian ini. Teknik pengumpu- Pada tahun 2013. Rumah Sakit mulai lan data yang digunakan yakni wawancara, obser- mengembangkan software aplikasi SIMRS dan vasi, dan dokumentasi. SIK berbasis elektronik yang terintegrasi ke semua Unit Analisis Sejalan dengan pengembangan itu maka pada Dalam penelitian ini terdapat dua unit anali- tahun yang sama, dengan menggunakan dana sis yang akan diuraikan oleh peneliti, yakni tentang APBD RSUD Kabupaten Sinjai. Rumah Sakit kualitas informasi dari penerapan sistem informasi mengadakan hardware berupa 27 buah komputer manajemen pada pelayanan jaminan kesehatan di client, 1 buah computer server, beserta pembuatan Rumah Sakit Umum Sinjai dan peneliti ingin men- Local Area Network (LAN). getahui faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem Kualitas Data/Informasi pada SIM RS Rumah Sakit Umum Sinjai Informasi Manajemen dalam pelayanan Jaminan Dalam mengukur kualitas informasi diguna- kesehatan di Rumah Sakit Umum Sinjai. kan alat ukur berupa importance, relevance. HASIL PENELITIAN Penerapan SIM RS di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai Penerapan sistem informasi di RSUD di setiap daerah-daerah dengan basis teknologi informasi sudah dimulai sejak tahun 2006, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan pihak terkait yang dengan nama Cumputerized Billing System (CBS) yang program ini diterapkan serentak disebagian rumah sakit daerah tipe C di Indonesia. Aplikasi ini berbasis client-server menggunakan 1 komputer server dengan beberapa komputerclient (RM. Keuangan. Kasi. Aplikasi CBS masih berjalan sampai saat di RSUD Kabupaten Sinjai dengan banyak kendala karena dibangun tanpa perencanaan mendalam dan tanpa masukan-masukan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Aplikasi CBS readability, clarity, format, appearance, content, timeliness,uniqueness, quantitativeness, freedom from bias. Kualitas informasi ditentukan oleh 3 hal berikut: relevancy, informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memberikan manfaat bagi pemakainya. accuracy, informasi harus mencerminkan maksud yang terkandung didalamnya, tidak bias atau menyesatkan, serta bebas dari kesalahan-kesalahan. Untuk itu informasi harus lengkap . dan aman . serta tepat waktu . , informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data tidak boleh terlambat . , sehingga untuk itu dibutuhkan teknologi-teknologi terbaru untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Kualitas Informasi pada Sistem Informasi Manajemen dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 Hasil pengamatan dan wawancara yang telah nya yang ada. RSUD Sinjai selain membutuhkan dilakukan menunjukkan bahwa output data yang sistem informasi kesehatan juga sangat membutuh- dihasilkan menggambarkan kualitas data dari kan informasi billing system. SIMRS pada Rumah Sakit Umum Sinjai. Sikap Pihak rumah sakit merasakan bahwa banyak Informan tentang kualitas informasi menunjukkan keinginan yang tidak terakomodasi dengan baik bahwa kualitas informasi SIM-RS di RSUD Sinjai yang disebabkan ketidaktahuan seberapa jauh dari secara umum dalam kategori Lumayan baik, ada kontrak kerja yang telah disepakati oleh vendor yang telah berjalan baik, namun masih ada yang dan pihak terkait sebagai pemberi kerja termasuk butuh pembenahan. didalamnya pembuat aplikasi tersebut. Vendor Output SIM Keputusan dianggap sangat patuh pada pemberi kerja, sehi- sebagai Bahan Pengambilan ngga banyak input dari rumah sakit yang diabai- Sebuah sistem informasi mempunyai dua Ini merupakan salah satu contoh nyata fungsi dalam suatu organisasi, pertama sebagai pengembangan sistem informasi yang vendornya cerminan untuk mengamati aksi-aksi dalam sistem sangat patuh kepada pemilik sumber dana, operasi, yaitu dalam memproses, mencatat, dan sehingga sedikit banyak mengabaikan kebutuhan melaporkan kegiatan operasional, dan yang kedua yang diinginkan penerima aplikasi, dalam hal ini sebagai sistem informasi yang mendukung kegia- RSUD Kabupaten Sinjai. Latar belakang di atas tan manajerial dalam pengambilan keputusan. sangatlah penting diungkapkan karena faktor Dapat dikatakan sistem informasi mempunyai tersebut menjadi salah satu penyebab aplikasi fungsi yang sangat vital. Untuk itu ouput yang sistem ini menjadi kurang baik. dihasilkan sistem informasi harus berkualitas sehingga keputusan yang diambil cepat dan tepat. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas Informasi pada Rumah Sakit Umum Sinjai Pelaksanaan SIM RS di RSUD Sinjai telah berjalan dalam kondisi yang diharapkan meskipun belum maksimal, hal ini banyak dilatarbelakangi karena faktor pengadaan aplikasi yang sangat berbeda dengan harapan rumah sakit sebagai pengguna. Aplikasi ini awalnya merupakan sebuah proyek pengembangan dan peningkatan Rumah Sakit Sinjai dan didukung oleh Pemda setempat. Tujuan utama yang ingin dicapai untuk mengembangankan Sistem Informasi Kesehatan melalui dana APBD Rumah Sakit sendiri ditambah Pemda dan pihak yang terkait. Dengan melihat kenyataan- PEMBAHASAN Hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan menunjukkan bahwa output data yang dihasilkan menggambarkan kualitas data dari SIM RS pada Rumah Sakit Umum Sinjai. Seperti halnya David . , dalam kerangka dasar sistem informasi manajemen melihat bahwa sistem dapat abstrak maupun fisik. Sebuah sistem abstrak adalah suatu susunan dari gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Kualitas informasi . nformation qualit. adalah mengukur keluar sistem informasi. Berkualitas tidaknya sistem informasi tergantung pada baik atau tidak baiknya keluaran dari sistem informasi (Jogiyanto, 2. Sikap Informan tentang kualitas Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 informasi menunjukkan bahwa kualitas informasi hanya persoalan kesalahan SDMnya sebagai SIM-RS di RSUD Sinjai secara umum dalam operator yang menjalankannya. kategori Lumayan baik, ada yang telah berjalan Kelengkapan (Completenes. baik, namun masih ada yang butuh pembenahan. sistem informasi menunjukkan kualitas pro- Pendapat lain menyebutkan bahwa kualitas suatu duksinya sedangkan kualitas informasi menun- informasi tergantung dari 3 hal yaitu informasi juk pada kualitas dari produk yang dihasilkan. harus akurat . , tepat waktu . Salah satu Indikator kualitas informasi yaitu dan relevan . (Sutabri, 2. Hal kelengkapan . Adapun kesalahn- senada juga dikatakan oleh Kristanto . , yaitu kesalahan seperti ketidaklengkapan output data bahwa untuk dapat menghasilkan informasi yang yang dihasilkan SIMRS terlihat dari banyaknya dapat dipergunakan sebagai alat pengambil kepu- laporan-laporan yang sebenarnya sangat dibu- tusan yang tepat maka informasi harus mempunyai tuhkan oleh pengguna tetapi tidak disediakan di dalam SIMRS tersebut. Ini menjadi salah satu Beberapa Indikator dalam melihat bagaimana kualitas informasi yang dihasilkan oleh SIM RS Rumah Sakit Umum Sinjai sebagai berikut: penyebab sehingga pengguna terkadang sangat kesulitan memanfaatkan output SIMRS. Ketepatan waktu (Timelines. menjadi salah Relevansi (Relevanc. berdasarkan wawancara satu faktor penting dalam kualitas informasi. yang dilakukan, relevansi dari kualitas infor- Ketepatan waktu dalam akan banyak berpenga- masi masuk dalam kategori kurang baik. Arti- ruh terhadap pengambilan keputusan. Apabila nya bahwasanya hasil wawancara yang dilaku- data atau informasi yang disampaikan tidak kan terhadap informan memandang kualitas tepat waktu maka akan menjadi kurang berguna informasi pada indikator ini masih kurang bagi para pengambil kebijakan, karena data Informasi yang memiliki kualitas sudah usang. Informasi yang sudah usang tidak tinggi sangat menentukan sekali efektifitas akan mempunyai nilai lagi (Jogiyanto, 2. keputusan-keputusan yang akan diambil oleh Berdasarkan hasil observasi ketidaktepatan waktu output data yang dihasilkan SIM RS di Akurasi (Accurac. merupakan ketersediaan RSUD Sinjai disebabkan entri data yang tidak dila- data yang bebas dari kesalahan atau tepat kukan secara langsung, terutama untuk poliklinik (Sutabri, 2. Sikap dan pernyataan informan yang memiliki kunjungan pasien yang banyak. tentang akurasi data atau informasi yang Kehandalan . dengan Melihat dari dihasilkan sudah baik meskipun masih terka- sisi kehandalan berdasarkan hasil Wawancara dang mengalami sedikit kesalahan. Artinya untuk kualitas informasi atau data SIMRS menun- sebahagian besar dari informan memandang jukkan indikator kehandalan yang menggambarkan kualitas informasi sudah cukup akurat. Sebuah bahwa data yang dihasilkan dalam sistem infor- ketidakakuratan yang terjadi pada data SIMRS masi ternyata belum sepenuhnya bisa dikatakan handal digunakan. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Kualitas Informasi pada Sistem Informasi Manajemen dalam Pelayanan Jaminan Kesehatan (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 Sebagai bahan pengambilan nya disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit. Hasil cek dokumen menunjukkan adanya perbe- bukan rumah sakit yang menyesuaikan dengan daan yang sangat jauh antara hasil manual dan software yang sudah ada. hasil dari output SIMRS tapi perbedaan itu tidak Kekinian (Currenc. adalah Sebuah Infor- signifikan ataupun berulang kali. Misalnya pada masi akan bernilai baik apabila pengambil keputu- laporan pendapatan harian rumah sakit di bagian san dapat mengambil keputusan secara optimal. keuangan, atau pada resume pelayanan yang Salah satu unsur yang dapat mengoptimalkan dilakukan oleh bagian Rekam Medik, yang kadang pengambilan keputusan tersebut berupa adanya menunjukkan hasil yang berbeda antara laporan ketersediaan data yang selalu up to date. Hasil manual dengan output SIMRS namun hal ini hanya wawancara di atas memberikan penjelasan bahwa terkadang terjadi. data yang dihasilkan sudah belum dapat diperoleh Kemudahan Akses (Accessibilit. Salah satu secara real time. Kelalaian user atau human error indikator terpenting dalam kualitas informasi ada- sehinnga entri data tidak dilakukan secara benar lah kemudahan untuk diakses . dan rutin oleh operator, menyebabkan form yang Accessibility merupakan aspek pemenuhan kemu- ada dalam aplikasi kadang tidak diisi dengan dahan untuk mengambil informasi yang dibutuh- Inilah biasanya penyebab Data menjadi kan, sehingga informasi yang dihasilkan cepat tidak up to date karena keterlambatan proses entri dapat digunakan sebagai bahan pengambilan kepu- Dari beberapa hasil Wawancara Informan Keamanan (Securit. merupakan kualitas data dalam suatu sistem informasi juga bisa dilihat . ini memperlihatkan sudah memuas- dari atribut keamanannya. Bagaimana suatu sistem kan namun masih ada beberapa kekurangan yang informasi yang dihasilkan aman dan bebas dari sering terjadi. kerusakan dan selalu dilakukan back up data, serta Kemudahan untuk Dipahami (Understan- apakah sistem informasi yang ada digunakan oleh dabl. merupakan sebuah Output data yang diha- yang berhak, adalah bagian dari kualitas indikator silkan dalam suatu sistem informasi seharusnya untuk segi keamanan output dari SIM RS. menunjukkan tingkat kejelasan informasi. Infor- Pada sistem informasi RSUD Sinjai, apa- masi itu hendaknya terbebas dari istilah-istilah bila dilihat dari sisi penggunaan password, untuk yang tidak jelas. Kemudahan dimengerti dari suatu mengakses aplikasi SIM masih digunakan secara sistem informasi juga sangat penting untuk menilai bersama-sama untuk tiap user akan tetapi telah data yang dihasilkan tersebut berkualitas atau berbeda-beda Laporan yang dihasilkan dalam SIMRS sulit Database juga telah di back up, sehingga bisa untuk dimengerti, ketidakmengertian itu bersumber meminimalisir resiko kehilangan data yang dibu- pada perbedaan format yang baru, serta adanya tuhkan apabila terjadi kerusakan. Selain itu bagian istilah-istilah baru dalam laporan yang ada. Res- admin telah mengatur pembatasan dalam penggu- ponden beranggapan bahwa software ini seharus- naan untuk beberapa user jadi penggunaan yang Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Oleh: Sukarno Hatta1. Sulaiman Asang2 & Hasniati3 ada sesuai kebutuhan masing-masing unit dengan SIMRS, berupa analis sistem, beberapa program- alasan user tidak memanfaatkan fasilitas yang mer, dan beberapa teknisi. Bagi Dinas Kesehatan, dinas yang terkait pada Pemda dan pihak luar sebagai pemilik dana, sebaiknya lebih memperhati- KESIMPULAN DAN SARAN kan kebutuhan rumah sakit sebagai organisasi Berdasarkan hasil kajian data dan pemba- pengguna aplikasi, sehingga aplikasi yang diguna- hasan di atas dapat ditarik kesimpulan. Pada kan benar-benar merupakan otomatisasi dari umumnya penggunaan aplikasi SIMRS di RSUD prosedur administrasi yang dulu dilakukan manual Kabupaten Sinjai sudah dapat berjalan, tetapi menjadi elektronik. Kebutuhan pengguna aplikasi masih pada fase-fase yang harus dijalankan untuk adalah yang paling utama, bukan hanya kepen- melakukan perbaikan. Menu-menu yang lain tingan sepihak dari pemilik dana saja. Perlu dilaku- belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. kan penelitian lebih lanjut mengingat penelitian ini Mengingat tingkat ketergantungan terhadap apli- hanya berkisar pada masalah kualitas data dari kasi ini cukup tinggi untuk penggunaan transaksi informasi SIMRS. dasar, aplikasi ini cukup layak untuk dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Proses input data harus diperhatikan dan dibenahi. Petunjuk atau arahan manual SIM semestinya dibuat dan dibagikan ke seluruh opertator. Ketelitian dan kelengkapan input data akan menjamin akurasi data yang dihasilkan. Kelambatan akses harus segera dicari penyebabnya apakah itu dari jaringan, hardware, atau software. Format laporan sebaiknya disesuaikan dengan format laporan yang selama ini digunakan. Backup data sebaiknya dilakukan secara rutin dengan menggunakan media yang telah disediakan. Hak akses ditata sesuai dengan kewenangan masingmasing pengguna. Sampai saat ini alur integrasi ke beberapa aplikasi di RSUD sulit untuk dilakukan mengingat masing-masing sistem terisolasi satu sama lain. Banyaknya software yang dengan bebas dapat didownload untuk melakukan konversi data, paling tidak masih dimungkinkan untuk melakukan DAFTAR PUSTAKA Aswar S. Sikap Manusia. Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka