Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PERAN GURU TPQ DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA AL-QURAoAN PADA ANAK DI TPQ AS-SALAFIYAH JOGOMERTAN PETANAHAN Alfi MaAounah. Atim Rinawati Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: alfimaunah34@gmail. Abstract Increasingly advanced technological developments have both positive and negative impacts on children, the negative impact for children of learning the Al-QurAoan is that children prefer it spend hours playing on cellphones rather than studying Al-QurAoan. Therefore, the role of TPQ AsSalafiyah Jogomertan is really needed learning the Al-Qur'an because at TPQ the learning method uses a fun method so that children are more enthusiastic about learning the Koran plus habituation activities such as memorizing daily prayers, memorizing short letters, practice ablution and prayer. The purpose of this research is to determine the role of TPQ teachers in improving the quality of Al-Qur'an reading skills in children at TPQ As-Salafiyah. This study used qualitative research Data collection techniques, namely interviews, observations, and documentation. The data analysis used is data reduction, presenting data, and drawing conclusions. The researcher concluded, it can be concluded that the role of TPQ teachers in improving the quality of the ability to read the Al-Qur'an in TPQ As-salafiyah, namely the teacher's role as educator, teacher, guide, director, trainer and evaluator of his students. The teacher gives knowledge about how to do it read the Al-Qur'an properly and correctly according to the rules of tajwid science and methods The learning used is the qira'ati method with classical teaching groups, individuals and sometimes through habituation. Keywords: Role. Teacher. Al-Qur'an Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin maju, menimbulkan dampak positif dan negatif pada anak, adapun dampak negatif bagi anak untuk belajar Al-Qur'an yaitu anak lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermaian handphone dibandingkan untuk belajar Al- Qur'an. Oleh karena itu peran TPQ As-salafiyah Jogomertan sangat dibutuhkan dalam pembelajaran Al-QurAoan karena di TPQ tersebut metode pembelajarannya menggunakan metode yang menyenangkan sehingga anak lebih semangat dalam belajar Al-QurAoan ditambah kegiatan pembiasaan seperti hafalan doa harian, hafalan surat pendek, praktik wudhu dan shalat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan baca Al-QurAoan pada anak di TPQ AsSalafiyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menyimpulkan bahwa peran guru TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan membaca Al-QurAoan di TPQ As-salafiyah yaitu guru berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih serta pengevaluasi anak didiknya. Guru memberikan ilmu tentang bagaimana cara membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode qiraAoati dengan pengajaran secara klasikal kelompok, individu dan adakalanya melalui pembiasaan. Kata Kunci: Peran. Guru. Al-QurAoan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan firman Allah yang tidak ada tandingannya atau . yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nash, dan ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir . rang banya. serta mempelajarinya merupakan suatu 1 Allah menurunkan Al-QurAoan supaya dijadikan pedoman untuk umat manusia, sebagai umat Islam hendaknya bisa membaca Al-QurAoan, mengingat Al-Quran adalah pedoman hidup dan sumber hukum umat islam, maka dalam membaca Al-QurAoan harus sesuai dengan ketentuanketentuan ilmu tajwid untuk dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar, yang mana dalam hal ini sebaiknya diajarkan sedini mungkin. Adanya perubahan perkembangan zaman yang sangat pesat, menimbulkan dampak terhadap berbagai bidang secara umum. Pengaruh tersebut ada yang positif, dan ada pula yang negatif, dampak positifnya yaitu semakin majunya teknologi informasi maka semakin maju pula perkembangan pendidikan, khususnya terkait dengan mutu dan kualitas. Perkembangan teknologi juga membawa dampak negatif bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur'an, karena anak lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau handphone untuk bermain game dibandingkan dengan belajar Al-Qur'an. 3 Peran guru sangatlah dibutuhkan dalam hal mendidik dan mengajar tentang bacaan Al-Quran pada anak didiknya terutama bagi anak didik yang keluarganya minim dalam pendidikan agama, guru yang berkualitas dan penuh daya juang yang efektif juga inovatif sangat diperlukan dan diharapkan, karena dalam perkembangan anak didik hal tersebut sangatlah penting, dalam membaca Al-Quran tidak hanya lancar membacanya tetapi juga harus mengetahui ilmu tajwid nya. Perkembangan Pendidikan Al-QurAoan yang semakin pesat dengan berbagai macam variasinya menandai bahwa tingginya tingkat kesadaran masyarakat muslim di Indonesia terhadap bekal pendidikan Al-QurAoan sejak dini, salah satunya yaitu TPQ yang sedang penulis teliti saat ini. TPQ merupakan lembaga pendidikan non formal yang bergerak di bidang kegiatan-kegiatan Khoiriyah. Saniyatul. Siti Fatimah, and Faisal Faisal. "Penerapan Metode Tahsin dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur'an Santri TPQ Al Barokah Seling. " Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2, no. Mawarni. Subarkah. , & Fatimah. Penggunaan Metode Talaqqi Melalui Pembiasaan untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al QurAoan Kelas 3 di SD Negeri Kambangsari Kecamatan Alian. Kebumen. In Social. Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series (Vol. No. 2, pp. Ali Ash Shabuni Muhammad. Studi Ilmu Al-QurAoan, (Bandung:CV. Pustaka Setia:1. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. agamis,5 begitu juga dengan TPQ As-salafiyah yang berada di desa Jogomertan Petanahan yang merupakan lembaga pendidikan non formal yang berperan dalam mendidik dan melahirkan generasi muslim yang cinta dan mengamalkan ajaran islam yang sesuai dengan syiAoar Islam dalam hal pendalaman membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan makharijul khuruf dan ilmu tajwidnya serta kegiatan agama lainnya seperti doa sehari-hari, wudhu, shalat, dan surat-surat pendek, sesuai dengan visi, misi, dan tujuan dari taman pendidikan Al-Quran tersebut. Macam-Macam Metode Belajar Al-QurAoan Metode Al-Baghdadi Metode ini berasal dari negara Iraq, tepatnya kota Baghdad sehingga disebut Al- Baghdadi dan tidak diketahui kapan munculnya metode ini, namun sebelum 1980an metode al-Baghdadi dapat ditemukan di Indonesia. Dalam kitab qowaidah bagdadiyah maAoa juz Aoama, terdapat metode pembelajaran Al-QurAoan dengan menggunakan metode Al-Baghdadi. Yang mana terdapat beberapa tahap yang telah ditetapkan untuk dipelajari peserta didik agar dapat membaca Al-QurAoan dengan baik dan lancar yaitu: Tahap pengenalan huruf hijaiyah Tahap pengenalan huruf dengan harakat Tahap pengenalan huruf sambung Tahap pengenalan juz Aoama Metode Al-Barqy Metode Al-Barqy pertama kali di sosialisasikan pada tahun 1991, pencetus metode Al- Baqry adalah Drs. Muhadjir Sulthon. Dalam metode ini berusaha menggunakan metode yang dikhususkan kepada anak-anak agar tidak berasa asing dengan bahasa yang sesuai dengan perkembangan Metode IqroAo Metode Iqro adalah metode Al-QurAoan bentuk syaufiyah yang dirancang untuk anak sekolah, terdiri dari jilid 1 smpai dengan Metode IqroAo ini disusun oleh KH. AsAoad Human yang berdomisili di Yogyakarta. Metode Tartil Metode Tartil merupakan salah satu metode pembelajaran Al-QurAoan yang lebih praktis dan lebih cepat untuk membantu peserta didik dalam belajar membaca Al-QurAoan. Pada tahun 1988, metode ini disosialisasikan oleh Hj. Gazali. MIQ. Dalam metode qiroati terdapat 2 pokok dasar yang perlu diperhatikan, yaitu membaca Al-QurAoan secara langsung dan membiasakan dalam Aliwar. Penguatan Model Pembelajaran Baca Tulis QurAoan dan Manajemen Pengelolaan Organisasi (TPA),Vol 9 No 1 Januari-Juni 2016. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. membaca Al-QurAoan dengan tartil sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid. Metode ini dikatakan sebuah motede membaca Al- QurAoan khas Indonesia yang terlepas dari pengaruh Arab. Metode Ummi Metode ummi lahir pada awal tahun 2011, metode ini hadir dengan metode baru diantara metode-metode lain yang telah lama ada dan memposisikan sebagai mitra terbaik sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan dalam menjamin kualitas bacaan Al- QurAoan bagi siswa dan siswa mereka. Ditengah pesatnya pengguna, metode Ummi juga menerapkan sistem penjamin mutu yang terus dikembangkan agar dapat menjaga mutu kualitas proses dan produknya. Metode QiroAoati Metode qiroati adalah metode belajar membaca Al-Qur'an yang langsung memasukkan tanpa dieja, dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid. Metode YanbuAoa Metode yanbuAoa disusun oleh tim yang diketuai KH. Ulil Albab Arwani, putra dari ahli Al- QurAoan dari Kudus, yaitu KH. Arwani Amin. Metode ini dinamakan yanbuAoa sesuai dengan nama Pondok Tahfidz Al-QurAoan di Kudus yang cukup terkenal, yaitu yanbaAoul QurAoan. Selain belajar bagaimana membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar, metode yanbuAoa juga mengajarkan menulis Al-QurAoan dengan menggunakan Rasm Ustmani atau mushaf yang ditulis pada zaman kekhalifahan sahabat Ustman bin AoAffan. Kemampuan Kualitas Membaca Al-QurAoan Dalam proses pembelajaran, kemampuan anak dalam menguasai meteri pelajaran adalah salah satu tujuan yang hendak dicapai. Kemampuan membaca adalah kesanggupan atau kemampuan untuk dapat memahami informasi yang ada dalam bacaan untuk mencapai tujuan dari kegiatan membaca. 9 Sebagai seorang muslim kita harus bisa dan mampu membaca dan memahami isi Al-QurAoan, maka dari itu kita perlu mempelajarinya terlebih dahulu supaya bisa membaca dan Adapun seseorang dapat dikatan mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku yakni apabila seorang tersebut mampu membaca dengan memenuhi aspekaspek berikut: Kusuma Yuanda,Model-Model Perkembanagan Pembelajaran BTQ di TPQ/TPA di Indonesia. Vol. 5 No. Juli- Desember 2018 Mahdali Fitriyah. Analisis Kemampuan Membaca Al-QurAoan Dalam Perspektif Sosiologi Pengetahuan. Mashdar: Jurnal Studi al-Quran dan Hadis. Vol. 2 No. 2 2020 . Khoiriyah. Fatimah. , & Faisal. Penerapan Metode Tahsin dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur'an Santri TPQ Al Barokah Seling. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2. , 372-380. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Tajwid Makharijul Huruf Shifatul Huruf Kelancaran/At-Tartil. Adab Membaca Al-QurAoan Berikut merupakan Adab dalam memca Al-QurAoan : Berguru secara Musyafahah Niat Membaca dengan Ikhlas Dalam Keadaan Bersuci Memilih Tempat yang Pantas dan Suci. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan tujuan menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti merupakan sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel atau data dilakukan dengan cara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulannya dengan trianggulasi . , analisis datanya berupa induktif/kualitatif dengan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Penelitian ini menekankan pada pandangan mengenai gambaran yang dibentuk oleh kata-kata ilmiah. 10 Dalam kaitanya dengan sifat dan jenis penelitian ini maka penulis bermaksud ingin mengungkap dan menggambarkan bagaimana peran guru TPQ dalam meningkatkan kemampuan baca Al-QurAoan pada anak di TPQ As-salafiyah Jogomertan Petanahan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang peneliti lakukan bahwa. Peran Guru TPQ As-salafiyah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan pada anak didiknya adalah sebagai berikut: Peran guru sebagai pembimbing. Sebagai seorang pembimbing, guru harus mampu merumuskan pembelajaran secara jelas. Hendrayani Ade. Peningkatan Minat Baca dan Kemampuan Membaca Peserta Didik Kelas Rendah Melalui Penggunaan Reading Corner. Jurnal Penelitian Pendidikan, 17. : 235-248 Sholihatin. Aan. Peningkatan Kemampuan Membaca AL-QurAoan Melalui Permainan Huruf Kartu Hijaiyah. Syafei Abdullah,Natsir Nanat Fatah dkk. Pengaruh Khatam Al-QurAoan dan Bimbingan Guru Terhadap Kemampuan Membaca Al-QurAoan di MTs Nurul Ihsan Cibinong Bogor. Volume 2 Nomor 2 2020, 28. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mengatur waktu pembelajaran, menetapkan jalan yang hendak di tuju, serta menggunakan petunjuk perjalanan, yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak didasarkan pada pengetahuan dan 11 Contohnya ketika ada anak yang salah dalam melafalkan bacaan, maka gurunya langsung melakukan pembenahan dengan membacakan bacaan yang benar meskipun anak didiknya ada yang masih kesulitan karena mungkin faktor usia yang masih kecil guru harus sabar dan tlaten mengajari mereka, sampai bacaan Al-QurAoannya benar, pembelajaran untuk kelas pra tk menggunakan alat praga metode qiraAoati dengan proses pembelajaran belajar sambil bermain karena rata-rata anak pra tk usianya mulai dari 3 tahun, di Taman Pendidikan Al-QurAoan Assalafiyah Jogomertan pembelajarannya mulai dari kelas pra tk, jilid 1 sampai jilid 6, juz 27. AlQurAoan A,B,C dan Kelas Finishing. Guru sebagai pengarah. Sebagi seorang pengarah guru harus mampu memberikan pengarahan kepada peserta didiknya dalam memecahkan berbagai permasalahan yang di hadapi dan mengarahkan peserta didik dalam mengambil Salah satu peran guru dalam meningkatkan kualitas membaca Al-QurAoan yaitu guru harus mampu mengjarkan santrinya dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi anak didiknya dan mengarahkan anak didiknya dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri anak didiknya. 13 Peran guru sebagai pengarah yaitu mengajarkan anak didiknya dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi serta mengarahkan anak didiknya dalam dalam membaca Al- QurAoan supaya sesuai dengan ilmu tajwidnya, contohnya para guru TPQ melakukan pembagian kelas dan juga penyesuaian materi pembelajaran anak didiknya sesuai dengan kemampuan dan kondisi anak didiknya, sehingga materi yang di berikan itu sesuai dengan kemampuan anak didiknya. Peran Guru Sebagi Pelatih. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di TPQ As-salafiyah bahwa seorang guru memiliki tugas melatih anak didiknya dalam pembentukan kompetensi anak didiknya dan memperhatikan perbedaan individual anak didiknya dalam membaca Al-QurAoan. 14 Hal ini dibuktikan dengan pengamatan peneliti ketika ibu Siti Fatimah mengajar. Ibu siti Fatimah menyuruh santriya untuk untuk membuka jilid sesuai dengan yang dikartu prestasi, kemudian menyuruh anak didiknya membaca bacaan yang akan di setorkan. Banyak atau tidaknya bacaan yang disetorkan santri tergantung pada gurunya karena yang mengetahui tingkat kemampuan dan kecerdasan anak didiknya adalah gurunya. Ketika anak belum lancer dalam membaca Al-QurAoan maka tidak ada kenaikan halaman dan akan di AL-Achmad Ibrahim Mikdad. Wahidin Unang. Upaya Guru TPQ Dalam Pembelajaran AlQurAoan Di Rukun Warga (R. 8 Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Prosa PAI : Prosiding Al-Hidayah Pendidikan Agama Islam, 2020,2. 2 :65-78 Hasil wawancara dengan Fitriyatun Khasanah selaku guru TPQ pada tanggal 10 Juni 2023 Hasil wawancara dengan Siti Fatimah selaku kepala TPQ pada tanggal 10 Juni 2023 Hasil wawancara dengan Fitriyatun Khasanah selaku guru TPQ pada tanggal 10 Juni 2023 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. beri catatan mengulang di kartu prestasinya, karena di Taman Pendidikan Al- QurAoan As-salafiyah Jogomertan guru sangat mengutamakan kelancaran dan kebenaran dalam membaca Al-QurAoan anak Sebagaimana yang dilakukan oleh guru TPQ As-salafiyah yakni memberikan tugas untuk membaca dan mengulang-ulang bacaan, dan banyak atau tidaknya yang dibaca anak didiknya tergantung kepada gurunya, artinya anak dilatih untuk sering membaca Al-QurAoan sehingga menimbulkan kebiasaan, ketika di rumah pun anak disuruh untuk tetap membaca Al-QurAoan supaya nantinya timbul sebuah kebiasaan dan memudahkan anak dalam belajar membaca Al-QurAoan. Peran guru sebagai penilai dan pengevaluasi. Kegiatan evaluasi merupakan hal yang paling utama dalam proses pembelajaran untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan anak didiknya, guru harus memahami teknis penilaian untuk menilai kemampuan anak didiknya mengingat banyaknya aspek-aspek yang dinilai maka guru perlu memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. Dalam hal ini peneliti menggali informasi melalui observasi dan wawancara. Evaluasi menurut jenisnya dibedakan menjadi dua yakni evaluasi formatif dan sumatif, untuk melihat penilaian secara formatif peneliti mengamati proses pembelajaran yang berlangsung di TPQ As-salafiyah. Setelah salah satu anak membaca kemudian guru melakukan penilaian di kartu prestasi anak, di kartu tersebut tertulis sebuah nilai apakah anak sudah bisa atau belum lalu di beri catatan untuk meneruskan bacaan atau Dalam melakukan perannya sebagai pengevaluasi guru TPQ As-salafiyah melakukan evaluasi individu setiap hari untuk mengetahui kemampuan anak didiknya dalam membaca AlQurAoan dan melakukan penilaian setiap tahun untuk anak yang sudah sampai pada tahap finishing, kelas finishing ini kelas yang di khususkan untuk anak yang akan menghadapi IMTAS, adapun penilainnya dilakukan di lembaga lalu ke Korcam dan terakhir di Korcab, yang menentukan lulus atau tidaknya dari Korcab karena Korcab yang menurunkan ijasah. Adapun kriteria penilaian metode qiraAoati sebagai berikut: Hasil wawancara dengan Siti Fatimah selaku kepala TPQ pada tanggal 10 Juni 2023 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. NO Aspek yang di nilai Fashahah Tartil Deskripsi Makharijul huruf Shifatul huruf Murotul harakah Volume Murotal tajwid. Murotal kalimah Mizanul mad wal qoshor Kelancaran Materi gharib Materi tajwid Doa harian Praktik bacaan gharib Teori atau uraian gharib musykilat Praktek membaca Al-QurAoan Teori atau uraian tajwid Doa harian dari bangun tidur sampai tidur Surah pendek Surah pendek dari As-syams sampai Annas Sholat Praktek dan bacaan sholat Wudhu Praktek dan bacaan wudhu Faktor pendukung dan penghambat guru TPQ As-salafiyah dalam meningkatkan kualitas kemampuan membaca Al-QurAoan anak didiknya yaitu : Faktor Pendukung Faktor pendukung yang paling utama yaitu minat anak itu sendiri. Ketika didalam diri anak sudah ada minat untuk membaca Al-QurAoan maka guru TPQ akan lebih mudah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan anak didiknya. Faktor yang ke dua yaitu dukungan orang tua, karena dukungan dan motivasi orangtua sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam membaca Al-QurAoan, anak tidak hanya membaca Al-QurAoan di TPQ tetapi ketika di rumah orangtua juga harus mengajak anaknya untuk membaca Al- QurAoan bersama-sama sehingga otomatis anak akan semangat membaca Al-QurAoan ketika dirumah. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Adanya keterbatasan waktu antara guru dan anak didiknya dalam proses pembelajaran, maka orang tua lah yang sepenuhnya harus memberikan dukungan dan motivasi pada anak untuk membaca AlQurAoan khususnya ketika dirumah. Faktor pendukung yang ketiga yaitu pengelolaan kelas dan kreatifitas guru TPQ. Dari hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa peneliti menemukan sebelum memulai pembelajar di kelas para santri dan guru TPQ berkumpul semua di halaman untuk berdoa bersama, membaca surahAesurah pendek, doa-doa harian dan membaca Asmaul husna selama 15 menit sebelum pembelajaran di mulai, dan di lanjutkan dengan proses pembelajaran adapun pembelajarannya dilakukan secara klasikal awal selama 15 menit, dilanjut dengan pembelajaran secara individu dan terakhir pembelajaran secara klasikal akhir, selanjutnya setiap 2 minggu sekali anak-anak belajar wudhlu dan sholat. Faktor pendukung yang keempat yaitu melakukan penilaian. Berdasarkan hasil observasi peneliti di TPQ As- salafiyah setiap anak yang sudah selesai mengaji guru akan memberikan penilaian pada buku prestasi anak untuk mengetahui kemajuan dan kemampuan anak dalam membaca Al- QurAoan, dalam hal ini dinamakan penilaian harian dan ketika anak mau naik jilid anak juga harus di evaluasi terlebih dahulu oleh kepala TPQ, jika sudah lolos maka baru bisa naik jilid berikutnya. Faktor Penghambat Dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan anak didiknya guru juga mengalami hambatan-hambatan dari berbagai sisi diantaranya yaitu kemampuan anak yang berbeda-beda ada anak yang belum lancar, sedang, dan sudah lancar guru harus tetap memantau perkembangan dan memberikan perhatian khusus kepada anak- anak yang belum lancar dalam membaca Al-QurAoan. Kurangnya dorongan dan motivasi orang tua supaya anak membaca Al-QurAoan ketika di rumah karena kesibukan orangtua sehingga tidak terlalu memperdulikan perkembangan anaknya dalam hal membaca Al-QurAoan, orangtua sepenuhnya mempercayakan anaknya belajar di TPQ. Banyak anak yang rumahnya jauh dari TPQ karena yang mengaji di TPQ As-salafiyah tidak hanya anak yang berdomisili di desa Jogomertan tetapi ada yang dari desa sebelah seperti. Klirong. Grogol Penatus. Grogol Beningsari dll, sehingga ketika orangtuanya sibuk anak tidak bisa berangkat mengaji sendiri. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 213-223 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. KESIMPULAN Dari hasil penelitian tentang peran guru TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan membaca Al-QurAoan anak di TPQ As-salafiyah Jogomertan dapat disimpulkan peran guru TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan membaca Al-QurAoan di TPQ As-salafiyah Jogomertan yaitu guru berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih serta pengevaluasi anak didiknya. Guru memberikan ilmu tentang bagaimana cara membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, makhorijul huruf dan sifatul huruf, metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode qiraAoati dengan pengajaran secara klasikal kelompok, individu dan adakalanya melalui pembiasaan, pemberian motivasi dan keteladanan. Faktor pendukung guru TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan membaca Al- QurAoan di TPQ Assalafiyah Jogomertan diantaranya adanya minat dalam diri anak untuk belajar Al-QurAoan, adanya dukungan dari orang tua, adanya pengelolaan kelas dan kreativitas guru TPQ dan juga melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan anak dalam membaca Al-QurAoan. Adapun faktor penghambatnya adalah kemampuan anak yang berbeda-beda, kurangnya dorongan dan motivasi dari orang tua supaya anak membaca Al-QurAoan ketika dirumah, banyak anak yang rumahnya jauh dari TPQ, untuk mengatasi permasalahan tersebut guru TPQ memberikan solusi yakni dengan memberi perlakuan khusus terhadap peserta didik yang kurang faham, selalu melakukan mentoring dan evaluasi. DAFTAR PUSTAKA