JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI, Vol. No. 1 ,Juli 2024 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. Opi Puspitasari1. Tjahjaning Poerwati2 Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang JL. Kendeng. No. Bendanduwur. Gajah Mungkur. Bendan Duwur. Kec. Gajahmungkur. Kota Semarang. Jawa Tengah 50233, e-mail: opipuspita26401@gmail. Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang JL. Kendeng. No. Bendanduwur. Gajah Mungkur. Bendan Duwur. Kec. Gajahmungkur. Kota Semarang. Jawa Tengah 50233, e-mail: tjahjaning. poerwati@edu. ARTICLE INFO Article history: Received 30 Mei 2023 Received in revised form 2 Juni2023 Accepted 10 Juni 2023 Available online 1 Juli 2023 ABSTRACT This research aims to test and find empirical evidence that strengthens the research model as well as analyzing and serving as teaching material regarding the influence of sales volatility, operating cash flow volatility and debt levels on profit persistence . mpirical study on consumer cyclicals sector companies listed on the IDX for the 20202020 perio. The method used in sampling is Purposive Sampling. The data used is secondary data in the form of financial reports of companies listed on the IDX from 2020 to 2022. The number of samples used in this research was 105 data. The results obtained in this research show that the Sales Volatility variable has an effect on Profit Persistence. Operating Cash Flow Volatility has an effect on Profit Persistence. Debt Level has an effect on Profit Persistence in Consumer Cyclicals Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2020 - 2022 Period. Keywords: Sales Volatility. Operating Cash Flow Volatility. Debt Level. Profit Persistence Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris yang memperkuat model penelitian serta menganalisis dan sebagai bahan ajar tentang pengaruh volatilitas penjualan, volatilitas arus kas operasi dan tingkat hutang terhadap persistensi laba . tudi empiris pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2020-2. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Data yang digunakan adalah Received Mei 23, 2024. Revised Juni 2, 2024. Accepted Juni 22, 2024 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2020 hingga 2022. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 105 data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah menunjukkan bahwa variabel Volatilitas Penjualan terhadap Persistensi Laba. Volatilitas Arus Kas Operasi berpengaruh terhadap Persistensi Laba. Tingkat Hutang Persistensi Laba Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020 - 2022. Kata Kunci : Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi. Tingkat Hutang. Persistensi Laba Pendahuluan Persistensi laba suatu perusahaan adalah topik yang masih sangat menarik untuk diteliti, karena laba masih sebagai acuan prioritas dari para investor dalam menentukan dan menetapkan keputusan, dalam menilai kinerja manajemen, pembagian dividen pemegang saham dan sebagainya. Dalam laporan keuangan, laba oleh manajemen perusahaan sering dimanfaatkan dalam memikat calon investor, bahkan terkadang manajemen sering melakukan rekayasa terhadap laba yang tujuannya memberi pengaruh keputusan investor menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Persistensi laba dapat dijadikan indikasi dari pendapatan yang berkualitas karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan laba yang diperoleh dari waktu ke waktu, serta mencerminkan perusahaan tidak akan melakukan tindakan yang berpotensi menyesatkan pengguna informasinya, dimana laba perusahaan tidak mengalami fluktuasi secara tajam. Pada tahun 2021 BEI resmi mengganti klasifikasi industri yang digunakan, yang sebelumnya Bursa Efek Indonesia menggunakan Jakarta Stock Exchange Industrial Classification (JASICA), maka pada tanggal 25 Januari 2021 Bursa Efek Indonesia resmi mengganti klasifikasinya menjadi IDX Industrial Classification (IDX-IC). IDX-IC yang terdiri dari 4 tingkat klasifikasi, yaitu : Tabel 1 IDX Industrial Classification (IDX-IC) Keterangan Jumlah Sektor Sub-Sektor Sub-Sektor Industri Sub-Industri Sumber:cnnindonesia. Sektor Consumer Cyclical atau yang sering disebut barang konsumen non primer adalah industri yang memproduksi dan mendistribusikan produk dan jasa yang memiliki sifat sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Cyclical Stock adalah kelompok saham yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan siklus bisnis perusahaan. Industri yang masuk dalam Consumer Cyclical di antaranya adalah : otomotif, entertainmen, ritel dan perumahan. Industri sangat terpengaruh dengan kondisi resesi yang dapat menyebabkan penurunan pendapatan dan laba. Kategori ini bisa dibagi lagi menjadi kelompok barang tahan lama dan tidak tahan lama. Contoh untuk produk tahan lama, misalnya kendaraan dan terkait produk fisik yang bisa digunakan berulang kali. Sedangkan produk yang tidak tahan lama, misalnya: makanan dan minuman, produk perawatan tubuh dan perlengkapan kebersihan . Kondisi ekonomi pada sektor Consumer Cyclical mengalami naik turun . Kondisi ekonomi yang menurun dialami oleh emiten di sektor ini contohnya, di masa Covid-19 industri ritel mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi pada penjualan PT. Ramayana Lestari Sentosa. Tbk di tahun 2020 yang menyebabkan kinerja keuangan menurun. Sehingga hal tersebut juga JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 32 Ae 47 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n berdampak pada total asetnya yang mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai Untuk menemukan bukti empiris, memperkuat model penelitian dan menganalisis pengaruh volatilitas penjualan terhadap persistensi laba pada perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2020-2022. Untuk menemukan bukti empiris, memperkuat model penelitian dan menganalisis pengaruh volatilitas arus kas operasi terhadap persistensi laba pada perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2020-2022 Untuk menemukan bukti empiris, memperkuat model penelitian dan menganalisis pengaruh tingkat hutang terhadap persistensi laba pada perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2020-2022. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan dari uraian tinjauan pustaka diatas dan hasil dari penelitian terdahulu, maka peneliti akan menguji pengaruh volatilitas penjualan, volatilitas arus kas operasi dan tingkat hutang terhadap persistensi laba dengan rumusan hipotesis berikut: Pengaruh Volatilitas Penjualan terhadap Persistensi Laba Teori keagenan adalah teori yang menerangkan hubungan antara prinsipal dan agen, dalam kondisi ini manajemen bertindak sebagai agen dan investor bertindak sebagai prinsipal. Dan penjualan dapat dijadikan salah satu faktor utama yang dapat menghasilkan laba bagi Fluktuasi angka penjualan pada perusahaan menjadikan fokus utama bagi para insvestor karena jika terjadi fluktuasi yang tajam terhadap penjualan maka resiko yang dihadapi perusahaan juga tinggi, hal ini menyebabkan rendahnya persistensi laba . Volatilitas penjualan yang tinggi menandakan informasi penjualan memiliki kesalahan estimasi yang lebih besar pada informasi penjualan di lingkungan operasi, maka laba yang diperoleh perusahan tersebut tidak persisten dan tidak dapat dijadikan acuan untuk memprediksi laba pada periode selanjutnya . Semakin tidak stabil penjualan yang ditunjukkan melalui tingginya volatilitas penjualan, maka semakin rendah persistensi laba. Penelitian yang dilakukan oleh . , dan . menemukan bukti empiris bahwa volatilitas penjualan berpengaruh negatif terhadap persistensi laba. Berdasarkan teori yang dugunakan dan temuan empiris pada penelitian sebelumsebelumnya, maka hipotesis yang diajukan adalah bahwa : H1:Semakin tinggi Volatilitas Penjualan, maka semakin rendah persistensi laba. Pengaruh Volatilitas Arus Kas Operasi terhadap Persistensi Laba Hubungan antara volatilitas arus kas operasi dengan persistensi laba dapat dijelaskan menggunakan teori agensi. Masalah keagenan dapat timbul karena adanya asimetri informasi antara pihak pemilik dengan pihak manajemen yang mempunyai informasi yang lebih mendalam mengenai perusahaan. Pada perusahaan yang memiliki tingkat volatilitas penjualan tinggi, maka tingkat volatilitas arus kas perusahaan tersebut akan cenderung tinggi pula. Tingginya volatilitas penjualan dan volatilitas arus kas merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Hal tersebut dikarenakan tingginya tingkat volatilitas penjualan maupun volatilitas arus kas merupakan pertanda bahwa laporan keuangan pada perusahaan tersebut tidak menggambarkan keadaan operasional perusahaan yang sebenarnya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa volatilitas arus kas berpengaruh terhadap persistensi laba. Penelitian yang dilakukan oleh . menemukan bukti empiris bahwa volatilitas arus kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persistensi laba. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat ditarik hipotesis bahwa : H2:Semakin tinggi volatilitas arus kas operasi, maka semakin rendah persistensi laba. Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. (Opi Puspitasar. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Pengaruh Tingkat Hutang terhadap Persistensi Laba Tingkat utang menggambarkan banyaknya utang yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan yang mempunyai tingkat utang yang tinggi akan memotifasi manajemen dalam meningkatkan kinerja sehingga kewajiban Ae kewajiban dapat di bayarkan dengan tepat waktu. Adanya kewajiban yang ditanggung oleh perusahaan , maka manajemen akan berupaya untuk mengkatkan laba yang di hasilkan perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya . Penghematan pajak dapat menjadikan laba yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar. Penelitian yang dilakukan oleh . , dan . menemukan bukti empiris bahwa tingkat utang berpengaruh positif terhadap persistensi laba. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat ditarik hipotesis bahwa : Semakin tinggi tingkat hutang, maka semakin tinggi persistensi laba Model Penelitian Metode Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 Ae 2022. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling atau berdasarkan kriteria tertentu. Adapun pertimbangan atau kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk pemilihan sampel adalah sebagai JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 32 Ae 47 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Tabel 2 Seleksi Sampel Penelitian Tahun 2020-2022 No. Keterangan Jumlah Populasi : Data Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020 Ae Pengambilan seleksi sampel berdasarkan kriteria . urposive samplin. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dengan tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember dan disajikan selama 3 tahun tidak berturut-turut. Perusahaan yang mengalami kerugian selama 3 tahun berturut-turut. Sampel Penelitian Total Sampel . x periode penelitia. x 3 tahu. Pengukuran Variabel Persistensi Laba Penelitian ini menggunakan perhitungan persistensi laba seperti yang menggunakan rumus sebagai berikut. PL = Laba sebelum pajak t Oe laba sebelum pajak t Oe 1 ycNycuycycayco yaycyceyc ycnyc Keterangan : : Persistensi Laba Laba sebelum pajak t : Laba sebelum pajak tahun ini Laba sebelum pajak t Ae 1 : Laba sebelum pajak tahun sebelumnya Total aset it : Total aset pada tahun i pada tahun t Volatilitas Penjualan Penelitian ini mengukur volatilitas penjualan menggunakan standar deviasi penjualan selama periode penelitian dibagi dengan total aset. VP = E(Penjualan Selama Tahun Pengamata. t ycNycuycycayco yaycyceyc ycnyc Keteranagan: : Volatilitas Penjualan : Standar deviasi Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. (Opi Puspitasar. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Penjualan : Jumlah penjualan tahun 2020 - 2022 Total Aset : Total aset perusahaan i pada tahun t Volatilitas Arus Kas operasi Penelitian ini mengukur volatilitas arus kas menggunakan standar deviasi arus kas operasi selama periode penelitian dibagi dengan total aktiva tahun berjalan. VAKO = E(CFO)t ycNycuycycayco yaycyceyc ycnyc Keteranagan: VAKO : Volatilitas arus kas operasi : Standar deviasi (CFO)t : Jumlah arus kas operasi pada tahun 2020 - 2022 Total Aset : Total aset perusahaan i pada tahun t Tingkat Hutang Penelitian ini dalam mengukur tingkat utang menggunakan rumus Debt to total asset ratio (DAR) sebagai berikut: Keteranagan: DAR : Debt to asset ratio, rasio hutang dan aset Total Hutang : Total hutang periode berjalan Total Aset : Total aset periode berjalan Teknik Analisis Data Program SPSS versi 24 adalah alat analisis yang digunakan pada penelitian ini untuk mengolah Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Statistik Deskriptif Metode deskriptif bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, mengenai fakta-fakta serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Pada penelitian ini, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha menganalisis peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah aktual yang terjadi pada perusahaan sektor Consumer Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020 - 2022. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, baik variabel dependen maupun variabel independen, keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah, model regresi yang mempunyai distribusi normal atau mendekati normal . Cara untuk melihat normalitas data yaitu dengan melihat dari hasil uji Skewness dan Kurtosis dari JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 32 Ae 47 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n nilai residual. Model regresi dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Skewness dan Kurtosis dengan nilai kritis A2. 58 untuk alpha 0. 01 dan nilai kritis A1. 96 untuk alpha 0. Nilai z statistik untuk Skewness dapat dihitung dengan rumus : Zskewness = Skewness Oo6/ycA Sedangkan nilai z kurtosis dapat dihitung dengan rumus : Zurtosis = Oo24/ycA Dimana N adalah jumlah sampel, jika nilai Z hitung > Z tabel, maka distribusitidak normal. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji kelayakan atas model regresi yang digunakan serta memastikan bahwa pada model regresi yang diuji memiliki data yang bebas dari multikolenieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Penelitian ini menggunakan model regresi yang bebas multikolienieritas. Pedoman yang dilakukan dalam pengambilan kesimpulan adalah sebagai berikut . Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10 dan nilai tolerance > 0,1. maka tidak terjadi . Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) > 10 dan nilai tolerance < 0,1. maka terjadi Uji Heterokedasitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika tetap, maka disebut homokedastistas, tetapi jika berbeda maka disebut heterokedastisitas . Salah satu metode untuk menguji heterokedastisitas adalah dengan menggunakan Uji Glejser. Jika hasil uji heteroskedastisitas nilai signikfikannya > 0,05 maka data tersebut tidak terdapat gejala Sebaliknya, jika nilai signifikan < 0. 05 maka dikatakan terdapat Model regresi linear yang baik adalah yang tidak terindikasi terjadi Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada penyimpangan pada periode t-1 . dengan kesalahan pengganggu pada periode t . Untuk mendeteksi adanya autokorelasi yaitu dengan menggunakan metode besaran DurbinWatson. Berikut ketentuan dalam melakukan uji Durbin -Watson: Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. (Opi Puspitasar. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Tabel 3 Ketentuan Autokorelasi Durbin-Watson Ketentuan Keterangan Keputusan 0 < dw < dl Tidak ada autokorelasi positif Tolak dl O dw O du Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada 4 Ae dl < dw < 4 Tidak ada autokorelasi negatif Tolak 4 Ae du O dw O 4 Ae dl Tidak ada autokorelasi negatif Tidak ada du < dw < 4 Ae du Tidak ada autokorelasi positif atau Tidak di Keterangan : : batas atas : batas bawah : hasil tes Durbin Watson Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti meramalkan bagaimana keadaan naik turunnya variabel dependen, bila dua atau lebihvariabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi . inaik turunkan nilainy. Model analisis ini digunakan karena dapat menjelaskan hubungan fungsional antara satu variabel dependen dan lebih dari satu variabel independen. Adapun model persamaan untuk menguji hipotesis secara keseluruhan yang digunkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 0 1X1 2X2 3X3 u Keterangan: Persistensi laba Koefisien regresi variabel independen Volatilitas Penjualan Volatilitas Arus Kas Operasi Tingkat hutang 1, 2, 3 Koefisien regresi variabel independen Batas toleransi kesalahan. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 32 Ae 47 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Uji Ketepatan Model ( Uji Fit Model ) Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinansi (R. digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisiensi determinasi adalah antara nol dan satu, nilai Adjusted (R. yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas, nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2021 : . Pengujian Hipotesis (Uji . Uji t digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial guna menunjukkan pengaruh tiap variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan. Dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah sebagai berikut . H1:diterima, jika thitung > ttabel dan koefisien negatif atau probabilitas < tingkat signifikansi . ig < 0,. , dimana volatilitas penjualan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persistensi laba. H2:diterima, jika thitung > ttabel dan koefisien negatif atau probabilitas < tingkat signifikansi . ig < 0,. , dimana volatilitas arus kas operatif berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persistensi H3:diterima, jika thitung > ttabel dan koefisien positif atau probabilitas < tingkat signifikansi . ig < 0,. , dimana tingkat hutang berpengaruh positif dan signifikan terhadap persistensi laba. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Deskripsi Data (Analisis Data Deskripti. Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran data yang dilihat melalui nilai minimum, nilai maksimum, mean, standar deviasi . Penelitian ini menghasilkan sampel 105 data Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2022. Hasil pengujian statistik deskriptif data dapat dilihat pada 2 berikut: Tabel 4 Hasil Uji Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Volatilitas Penjualan ,01 2614711,67 190500,7526 439979,12530 Volatilitas Arus Kas Operasi ,00 379254,60 30688,1310 76918,88039 Tingkat Hutang ,01 677136,78 47091,1011 134171,65370 Persistensi Laba -1,00 765840,40 15443,9588 85882,59797 Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. (Opi Puspitasar. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Valid N . Sumber : Data Sekunder yang diolah, . Berdasarkan tabel 4 di atas, tabel tersebut menyajikan analisis statistik deskriptif setelah dilakukan outlier dengan jumlah (N) 105 perusahaan sebagai berikut : Volatilitas Penjualan Hasil Deskriptif variabel Volatilitas Penjualan pada perusahaan diketahui bahwa jumlah data yang masuk sebanyak 105 dengan N valid atau data yang terproses sebanyak 108 dan N missing atau data yang tidak terproses sebanyak 0. Mean atau rata-rata Volatilitas Penjualan sebesar 190500,7526. Berdasarkan hasil standart errors of mean dapat ditentukan rentang data populasi minimum dan maksimum. Rasio minimum Volatilitas Penjualan sebesar 0,1 sedangkan rasio maksimum Volatilitas Penjualan sebesar 2614711,67 untuk nilai Standar Deviationnya adalah 439979,12530. Volatilitas Arus Kas Operasi Hasil Deskriptif variabel Volatilitas Arus Kas Operasi pada perusahaan diketahui bahwa jumlah data yang masuk sebanyak 105 dengan N valid atau data yang terproses sebanyak 105 dan N missing atau data yang tidak terproses sebanyak 0. Mean atau rata-rata Volatilitas Arus Kas Operasi sebesar 30688,1310. Berdasarkan hasil standart errors of mean dapat ditentukan rentang data populasi minimum dan maksimum. Rasio minimum Volatilitas Arus Kas Operasi sebesar 0,00 sedangkan rasio maksimum Volatilitas Arus Kas Operasi sebesar 379254,60 untuk nilai Standar Deviationnya adalah 76918,88039. Tingkat Hutang Hasil Deskriptif variabel Tingkat Hutang pada perusahaan diketahui bahwa jumlah data yang masuk sebanyak 105 dengan N valid atau data yang terproses sebanyak 105 dan N missing atau data yang tidak terproses sebanyak 0. Mean atau rata-rata Tingkat Hutang sebesar 47091,1011. Berdasarkan hasil standart errors of mean dapat ditentukan rentang data populasi minimum dan maksimum. Rasio minimum Tingkat Hutang sebesar 0,01 sedangkan rasio maksimum Tingkat Hutang sebesar 677136,78 untuk nilai Standar Deviationnya adalah 134171,65370. Persistensi Laba Hasil Deskriptif variabel Persistensi Laba pada perusahaan diketahui bahwa jumlah data yang masuk sebanyak 105 dengan N valid atau data yang terproses sebanyak 105 dan N missing atau data yang tidak terproses sebanyak 0. Mean atau rata-rata Persistensi Laba sebesar 15443,9588. Berdasarkan hasil standart errors of mean dapat ditentukan rentang data populasi minimum dan maksimum. Rasio minimum Persistensi Laba sebesar -1,00 sedangkan rasio maksimum Persistensi Laba sebesar 765840,40 untuk nilai Standar Deviationnya adalah 85882,59797. Deskripsi Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, baik variabel dependen maupun variabel independen, keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah, model regresi yang mempunyai distribusi normal atau mendekati normal . Uji Normalitas Residual adalah sebagai berikut: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 32 Ae 47 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Skewness Statistic Unstandardized Residual Valid N . Statistic Kurtosis Std. Error 6,203 ,239 Statistic 4,588 Std. Error ,474 Sumber : Data Sekunder yang diolah, . Berdasarkan tabel 5 dapat dihitung nilai Skewness dan Kurtosis. Berikut hasil nilai perhitungan uji normalitas: Nilai z statistik untuk Skewness dapat dihitung dengan rumus: Zskewness = 6,203Oe0=0,0604 Oo6Oe105 Sedangkan nilai z kurtosis dapat dihitung dengan rumus : Zurtosis = 45,588Oe0=-0,4554 Oo24Oe105 Berdasarkan perhitungan di atas, dapat di simpulkan bahwa nilai Skewness sebesar 0,0604<1,96 dan nilai kurtosis sebesar -0,4554<1,96, sehingga output data penelitian ini di kategorikan sebagai data residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas UjiYMultikolinearitas bertujuanYuntuk melihat apakah korelasiantara variabel bebas . Cara mengetahuiYaadanya multikolinearitas didalam model regresi yaituYdengan melihat nilai toleranceYdan variance inflation factor (VIF). HalYini menunjukkan variableYbebas dijelaskan olehYtoleransi > 0,10 dan factorYvarians (VIF) < 10. Hasil ujiYmultikolinearitas adalah sebagaiYberikut : Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Volatilitas Penjualan ,338 2,955 Volatilitas Arus Kas Operasi ,364 2,746 Tingkat Hutang ,673 1,486 Dependen Variabel: Persistensi Laba Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. (Opi Puspitasar. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Sumberb: Databsekunder yangbdiolah, b . Berdasarkanytabel 6 di atas dapat dilihat bahwayvariabel Volatilitas Penjualan menunjukkan nilai toleranceysebesar 0,338. Volatilitas Arus Kas Operasi 0,364, dan Tingkat Hutang y0,673. Hal ini menunjukkanybahwa tidak adayvariabel independen yang memilikiynilai tolerance > 0,100. Sedangkan dilihat dari nilaiyVIF bahwa variable Volatilitas Penjualan sebesar 2,955. Volatilitas Arus Kas Operasi 2,746, dan Tingkat Hutang 1,486, ymenunjukkan VIF < 10,00. Dengan demikianydapat disimpulkan bahwa tidak yterjadi gangguan multikolinieritas sehingga data tersebut dapatyditeliti. Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalahbyang Berikuthini hasilhuji yglejser: Tabel 7 Hasil Uji Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. ,214 ,070 Volatilitas Penjualan -,086 ,049 Volatilitas Arus Kas Operasi -,351 Tingkat Hutang ,416 Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. 3,043 ,003 -,163 -1,737 ,086 ,078 -,391 -1,507 ,180 ,111 ,351 3,747 ,303 Dependen Variabel: abs Sumber : Data sekunder yang diolah, . Berdasarkany tabel 7 di atasydapat dilihat bahwaynilai signifikanydari variabel Volatilitas Penjualanysebesar 0,086. Volatilitas Arus Kas Operasi 0,180, dan Tingkat Hutang 0,303, berdasarkan dataytersebut menunjukkan nilai sigydari variabel > 0,05 yang dapatydisimpulkan bahwaytidak terjadi gejala heteroskedastisitas dan model regresiyyang layak digunakan. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 . dengan kesalahan pengganggu pada periode t . Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel 7 berikut : Tabel 8 Hasil Uji Autokorelasi Model ,454a R Square ,206 Adjusted R Square ,182 Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 77698,37631 1,714 Predictors: (Constan. Tingkat Hutang . Volatilitas Arus Kas Operasi . Volatilitas Penjualan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 32 Ae 47 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Dependen Variabel: Persistensi Laba Sumber : Data sekunder yang diolah, . Berdasarkan data tabel 8 hasil Uji autokorelasi menggunakan Durbin-Watson dengan signifikansi 5%, jumlah sampel . sebanyak 105 dan jumlah variabel 4 (K=. Maka dari table Durbin-Watson didapatkan nilai dL sebesar 1. 6038 dan nilai dU 1. 7617 Tabel 4. 7 hasil uji autokorelasi menggunakan Durbin-Watson pada model regresi diketahui nilai dw sebesar 2,200. Jumlah tersebut terletak diantara dL dengan nilai,ysignifikan 0,045 < 0,05. Hasil tersebut dapatydisimpulkan bahwayH3 diterima yaitu,y Tingkat Hutang berpengaruh positif dan signifikanyterhadap Persistensi Laba Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2022. Artinya bahwa semakin tinggi tingkat hutang, maka semakin tinggi persistensi laba. Tingkat hutang suatu perusahaan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persistensi laba. Secara umum, tingkat hutang yang wajar dapat meningkatkan return atas ekuitas pemegang saham karena perusahaan menggunakan dana yang lebih murah . untuk mendanai operasinya. Jika dikelola dengan baik, leverage keuangan ini dapat meningkatkan laba, yang pada gilirannya dapat meningkatkan persistensi laba. Peningkatan laba yang dihasilkan dari hutang dapat digunakan untuk investasi dalam proyek-proyek yang dapat menghasilkan arus kas positif di masa depan, membantu mempertahankan persistensi laba. Tingkat utang menggambarkan banyaknya utang yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan yang mempunyai tingkat utang yang tinggi akan memotifasi manajemen dalam meningkatkan kinerja sehingga kewajiban Ae kewajiban dapat di bayarkan dengan tepat waktu. Adanya kewajiban yang ditanggung oleh perusahaan , maka manajemen akan berupaya untuk mengkatkan laba yang di hasilkan perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya . Penghematan pajak dapat menjadikan laba yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar. Penelitian yang dilakukan oleh . , dan . menemukan bukti empiris bahwa tingkat utang berpengaruh positif terhadap persistensi laba. Kesimpulan Berdasarkanypembahasan yangutelah dijelaskanysebelumnya yang menguji dan menganalisis Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi dan Tingkat Hutang terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020 Ae 2. , maka hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan, sebagai berikut: Volatilitas Penjualan berpengaruh terhadap Persistensi Laba. Volatilitas Arus Kas Operasi berpengaruh terhadap Persistensi Laba. Tingkat Hutang berpengaruhyterhadap Persistensi Laba. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persistensi laba. Penelitian tentang Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi, dan Tingkat Hutang dapat membantu dalam memahami bagaimana variabelvariabel ini memberikan pengaruh pada kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kinerja Pengaruh Volatilitas Penjualan. Volatilitas Arus Kas Operasi Dan Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Periode 2020 Ae 2. (Opi Puspitasar. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n keuangannya dari waktu ke waktu. Hasil penelitian ini dapat memberikan dukungan bagi pengambilan keputusan manajemen. Manajemen dapat menggunakan temuan ini untuk mengidentifikasi area-area perbaikan atau perubahan yang diperlukan dalam manajemen penjualan, arus kas operasi, atau struktur modal perusahaan guna meningkatkan persistensi Temuan penelitian ini dapat memiliki implikasi terhadap kebijakan perusahaan, terutama dalam pengelolaan risiko dan kebijakan keuangan. Daftar Pustaka