POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR Supriadi1. Pancong SyafiAoi2. Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar E-Mail: supriadi@ddipolman. id, pancongsyafiAoi014@iai. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan antara lain. Untuk mengetahui pola komunikasi guru agama dalam pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar . Dan untuk mengetahui efektifitas Pola Komunikasi Dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP DDI Polewali Mandar. Penelitian merupakan penelitian lapangan . eiled researc. bersifat kulitatif yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara systematis dengan mengangkat yang ada di lapangan, populasi dalam penelitian ini sebanyak 3 orang guru agama dan 19 siswa yang mengikuti kegiatan rohis. Jenis sampel yang penulis gunakan adalah purposive sampiling. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode interview, metode obsevasi, dan metode dokumentasi untuk analisis data penulis menggunakan analisa kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan pola komunikasi yang digunakan oleh guru agama dalam pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar adalah komunikasi kelompok kecil indikasi ini dilihat dari guru agama menyampaikan kepada siswa dan didengarkan dengan seksama pesan yang disampaikan oleh guru Agama. Simpulan hasil penelitian ini bahwa pola komunikasi yang digunakan oleh guru agama Islam dalam pembinaan akhlak, sudah tercipta dengan baik karna bisa dilihat dari singkat kedisiplinan dan tanggung jawab mereka yang sudah menerapkan akhlak yang baik di lingkungan sekolah. Dan juga didukung dengan kegiatan atau program-program yang mendukung dalam pembinaan akhlak. Kata kunci :Komunikasi Guru. Pembinaan Akhlak. Latar Belakang Berkomunikasi kebutuhan setiap manusia dalam hidupnya, bahkan hampir tidak mungkin lagi jika ada seseorang yang dapat berkomunikasi dengan orang lain (KBBI. Sebab tanpa berkomunikasi manusia tidak akan bisa menjalankan fungsinya sebagai pembawa amanah dari Allah di muka bumi . Komunikasi ialah Auhubungan kontak langsung maupun tidak langsung antar manusia, baik itu individu maupun Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, komunikasi adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia melakukan komunikasi dalam pergaulan dan kehidupannya. Pada umumnya komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi melakukan sesuatu hubungan, karena manusia adalah makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri-sendiri melainkan satu sama lain saling membutuhkan (Budiyatna. Hubungan individu yang satu dengan yang lainnya dapat dilakukan Dengan komunikasi, manusia mencoba untuk melaksanakan kewajibannya (Cangara. Dalam komunikasi tidak terlepas dari unsurunsur komunikasi. Widjaya . dalam bukunya Komunikasi dan Hubungan Masyarakat mengatakan bahwa unsur-unsur komunikasi terdiri atas sumber . rang, lembaga, buku, dokumen, dan lain sebagainy. , komunikator . rang, kelompok, surat kabar, radio. TV, film dan lain-lai. isa melalui lisan, tatap muka langsun. , saluran media umum dan media massa . edia umum seperti radio. HP, dan lain-lain, sedangkan media massa seperti pers, radio, film, dan TV), komunikan . rang, kelompok atau negar. , efek atau pengaruh Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR . erbedaan antara apa yang dirasakan atau apa yang dipikirkan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesa. Efek inilah yang menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya proses Perlu disadari bahwa peran komunikasi sangat diperlukan dalam kehidupan bersosialisasi, bahkan pada proses belajar mengajar. Karena hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan . melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan . Pesan dikomunikasikan adalah bahan atau materi pelajaran yang ada dalam Sumber pesannya bisa guru, siswa, dan lain sebagainya. Salurannya penerimanya adalah siswa Komunikasi dalam pendidikan dan pengajaran berfungsi sebagai pengalihan ilmu pembentukan akhlak dan keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan. Fungsi komunikasi tidak hanya sebagai pertukaran informasi dan pesan, tetapi sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar menukar data, fakta, dan ide. Agar komunikasi berlangsung efektif dan informasi yang disampaikan oleh seorang pendidik dapat dipahami oleh peserta didik dengan baik, maka seorang pendidik perlu menerapkan pola kumunikasi yang baik pula. Salah satu aspek fungsi komunikasi ialah untuk meningkatkan kualitas berpikir pada pelajaran sebagai komunikan dalam situasi instruksional yang terkondisi. Misalnya guru di samping sanggup mengajar untuk memberikan instruktur kepada pelajar, penyampaian pesan atau materi kepada pelajar (Effendi, 2. Komunikasi lebih mengarah kepada pendidikan dan pengajar memiliki kerja sama dengan siswanya, sehingga pesan atau materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Pada umumnya proses belajar mengajar merupakan suatu komunikasi tatap kelompok yang relatif kecil, meskipun komunikasi antara guru dan siswa dalam kelas itu termasuk komunikasi mengubahnya menjadi komunikasi interpersonal dengan menggunakan metode komunikasi dua arah atau Terjadi komunikasi dua arah ini ialah apabila para pelajar bersifat responsif, mengetengahkan pendapat atau mengajukan pertanyaan diminta atau tidak diminta. Jika si siswa pasif saja, atau hanya mendengarkan mengekpresikan suatu pernyataan atau komunikasi itu bersifat tatap muka, tetaplah berlangsung satu arah dan tidak efektif. SMP DDI Polewali Mandar merupakan salah satu lembaga yang memunyai peran penting dan befungsi sebagai media dalam mengembangkan bakat-bakat anak-anak sekolah dalam proses belajar mengajar dan berbagai macam ekstrakurikuler. Dalam proses belajar mengajar terdapat banyak bidang pelajaran yang dikembangkan baik pelajaran umum maupun agama. Akan tetapi penulis hanya terfokus pada mata pelajaran agama Islam. Karena pada zaman sekarang ini perlu ditekankan untuk anak-anak khususnya remaja. Dan pendidikan agama itu juga termasuk peran dalam berdakwah. Dengan latar belakang tersebut penulis terdorong Pola Komunikasi Guru Agama Dalam Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR Pembinaan Akhlak Siswa SMP DDI Polewali Mandar melihat fenomena di atas cukup penting sekali pola komunikasi guru dalam suatu kegiatan menggangkat permasalahan tersebut dalam penelitian dengan judul: AuPola Komunikasi Guru Agama Dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP DDI Polewali MandarAy Metode Penelitian Jenis penelitian Penelitian ini termasuk penelitian lapangan . eiled researc. yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan mengangkat yang ada di lapangan. Di mana yang menjadi objek penelitian adalah SMP DDI Polewali Mandar. Penelitian lapangan dimaksudkan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu kelompok, lembaga, dan masyarakat (Sugiyono. Berkaitan dengan penelitian ini objek penelitian di SMP DDI Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan prilaku yang diamati (Arikunto, 2. Atau dengan kata lain penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengkaji data secara mendalam tentang semua kompleksitas yang ada menggunakan skema berpikir statistik. Maka dengan penelitian kualitatif ini, penulis bertujuan mendiskripsikan atau menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai pola Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP DDI Polewali Mandar. Fokus penelitian ini meneliti tentang pola komunikasi yang di lakukan guru agama (DaAo. dengan para siswa-siswi (MadAo. Penelitian lapangan di SMP DDI Polewali Mandar dilakukan dengan langkah-langkah, dimulai dari menyusun perencanaan penelitian atau kerangka peneliitian secara konseptual, selanjutnya peneliti mengamati langsung ke lapangan untuk memeroleh data empirik dalam kegiatan belajar mengajar guru agama di SMP DDI Polewali Mandar, dengan penelitian yang sesuai dengan alat pengumpul dan analisis data lapangan yang didasarkan atas landasan teoritis dalam penelitian ini. Jenis Data dan Sumber Data Data Primer Data primer adalah data utama Data tersebut berupa informasi dari guru agama Islam dan siswa-siswi kelas VII. Vi. IX yang aktif mengikuti kegiatan rohis . ohani Isla. yang dididik oleh guru di SMP DDI Polewali Mandar. Informasi tersebut diperoleh dari instrumen penelitian yang dibagikan ke guru dan siswa. Data Sekunder Data sekunder adalah data penunjang dalam penelitian. Data tambahan yang memperkuat adanya data primer. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen SMP DDI Polewali Mandar yang berhubungan dengan penelitian. Data yang dihasilkan merupakan data yang bersumber dari wawancara dengan narasumber yakni guru dan siswa SMP DDI Polewali Mandar Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Selain itu, data juga diperoleh dari buku pustaka terkait tentang pola komunikasi yang di lakukan guru agama dan penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan pada penelitian ini dan sumber-sumber data online atau internet. Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR Informan Penelitian Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang meliputi Guru agama yang ada di SMP DDI Polewali Mandar. Siswa di SMP DDI Polewali Mandar yang mengikuti kegiatan Rohis (Rohani Isla. Berdasarkan keriteria di atas, maka rincian informan dalam penelitian ini adalah: Guru yang bertugas mengajar rohis dan agama islam 3 orang Siswa pengurus Unit Kegiatan rohani islam (Rohi. 6 orang Siswa yang aktif mengikuti kegiatan Rohis 5 orang Aktif rohis selama 10 bulan 5 Metode Pengumpulan Data Untuk pengambilan data lapangan penulis pengumplan data sebagai berikut: Observasi peninjaun secara cermat dan Dalam hal ini peneliti dengan berpedoman kepada mengunjungi lokasi penelitian langsung berbagai hal atau kondisi yang ada dilapangan. Dalam penelitian ini observasi yang digunakan adalah observasi non partisipan (Sayuti, 2. Metode dokumentasi Penelitian lapangan yang akan dilaksanakan, informasi yang relevan karena tipe informasi ini bisa menggunakan berbagai bentuk dan dijadikan sebagai sumber data yang eksplisit. Adapun jenis-jenis dokumen tersebut seperti buku profil sekolah, kliping-kliping yang baru dan artikel yang muncul di media peristiwa lainnya. Dokumentasi yang digunakan pada penelitian ini untuk menghimpun data tentang profil SMP DDI Polewali Mandar, stuktur, dan kegiatankegiatan mengenai guru agama dalam membina Akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar. Metode interview Peneliti melakukan tanya jawab secara langsung dengan orangorang yang terlibat sebagai guru agama di SMP DDI Polewali Mandar mendapatkan keterangan secara jelas berupa pola komunikasi sesuai dengan tujuan dalam penelitian ini. Tanya jawab ini tidak hanya dilibatkan kepada guru saja, tetapi kepada siswa guna sebagai cross check. Sedangkan wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara bebas terpimpin. Jadi wawancara hanya membahas pokok-pokok masalah yang akan diteliti, selanjutnya dalam proses mengikuti situasi, pewawancara harus pandai mengarahkan yang diwawancarai apabila terjadi Peneliti akan melakukan tanya jawab dengan orang-orang terlibat sebagai guru agama di SMP DDI Polewali Mandar dan siswa/siswinya, dengan tujuan mendapatkan dalam proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan penelitian Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR Analisis data Untuk memeroleh hasil yang digunakan metode analisa kualitatif. Hal ini mengingat data yang dihimpun bersifat kualitatif, yaitu digambarkan kata-kata kemudian dipisah-pisahkan menurut kategori untuk diambil sutu kesimpulan (Sugiyono. Setelah penganalisaan dilakukan, maka langkah dengan cara berpikir induktif, yaitu mengambil kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Dalam hal ini kesimpulan yang diambil sesuai dengan masalah yang berkaitan dengan penelitian penulis yaitu tentang pola komunikasi guru agama dalam pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar. Hasil dan Pembahasan Pola Komunikasi Dalam Pembinaan Akhlak Dikarenakan penulis melakukan penelitian berdasarkan masalah yang ada di lapangan, maka analisa yang penulis lihat adalah hal-hal yang berkaitan dengan masalah bentuk komunikasi yang digunakan oleh guru agama Islam dalam membina Akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar. Pada penelitian ini, penulis menemukan beberapa pola macam komunikasi yang terjadi di SMP DDI Polewali Mandar. Pola komunikasi dua arah, yaitu sebagai pemberi pesan dan penerima pesan (Asnawir, 2. Demikian sebagai penerima pesan dan bisa pula sebagai pemberi Dalam proses pengajaran tersebut, baik guru agama maupun siswa SMP DDI Polewali Mandar dapat berperan ganda sebagai pemberi dan penerima pesan atau komunikasi ini bisa dikatakan sebagai komunikasi komunikator dan komunikan langsung dapat diketahui. Pola komunikasi banyak arah, yaitu komunikasi tidak hanya melainkan kepada banyak orang. Disini komunikan dituntut lebih aktif dari komunikator. Proses komunikasi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu bentuk kegiatan komunikasi kelompok kecil, indikasi ini komunikan lebih dari tiga orang atau lebih (Supadie, 2. Meskipun komunikasi antara guru dan siswa dalam kelas tersebut termasuk komunikasi kelompok kecil. DaAoi . uru agam. bisa mengubahnya komunikasi dua arah atau dialog, yakni guru menjadi komunikator dan siswa menjadi komunikan. Terjadi komunikasi dua arah ini ialah apabila para pelajar bersifat responsif, mengetengahkan pendapat atau mengajukan pertanyaan diminta atau tidak diminta. Jika si siswa pasif saja, atau hanya mendengarkan tanpa adanya gairah atau tanggapan untuk mengekspresikan pernyataan ataupun pertanyaan, komunikasi itu komunikasinya bersifat satu arah serta tidak efektif dalam belajar mengajar. Adapun pola komunikasi yang efektif menurut guru agama Islam ialah pola komunikasi dua arah yaitu komunikasi yang bersifat antarpersonal seorang komunikan bisa menjadi komunikator begitu juga sebaliknya dan Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR pola komunikasi banyak arah yang komunikasi ini berbentuk komunikasi kelompok kecil (Daradjat, 2. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas ini dilakukan secara langsung bertatap muka antara Guru agama dan siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar dan seorang guru berperan sebagai seorang DaAoi yang menyampaikan ajaran-ajaran Islam dan siswa-siswi berperan sebagai seorang MadAou yang menerima ajaran-ajaran yang disampaikan oleh DaAoi (Guru Agam. Dan dalam hal tersebut timbulah feedback atau umpan balik dari siswa-siswi, apakah dia mengerti atau tidak. Ilmu agama yang dimiliki oleh DaAoi (Guru Agam. setidaknya menjadi bekal awal dalam proses penyampaian materi untuk membina akhlak siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar. Pola komunikasi guru agama di SMP DDI Polewali Mandar memunyai ciri-ciri komunikasi kelompok, jika dilihat dari segi dan situasi. Adapun cirinya sebagai berikut: Proses pembicara pada khalayak dalam jumlah yang lebih besar pada Hal menunjukan adanya seorang pembicara, dalam hal ini seorang guru agama yang menjelaskan pada khalayak atau siswasiswinya dalam jumlah yang Komunikasi berlangsung secara Hal ini sesuai dengan program suatu kurikulum dalam sekolah yang mempunyai jadwal yang pasti dan berlangsung secara terus menerus. Pesan terencana . dan bukan spontanitas untuk segmen khalayak tertentu. Maksud dari ciri-ciri ini adalah seorang komunikator atau DaAoi . alam hal ini seorang gur. harus terencana atau sebuah disiapkan Bukan spontanitas, karena hal tersebut harus dipertanggung jawabkan oleh komunikator terhadap kurukulum yang dibebankan. Proses komunikasi yang terjadi dalam kegiatan pembinaan Akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar merupakan salah satu bentuk komunikasi kecil. Indikasi ini terlihat ketika komunikator yang menyampaikan pesannya kepada komunikan yang berjumlah lebih dari tiga orang atau lebih kemudian, komunikator menunjukan pesannya berupa bentuk pikiran bukan perasaan Dalam hal ini setelah komunikator menyampaikan pesannya kepada komunikan maka timbulah beberapa pertanyaan yang diajukan komunikan, ketika mereka tidak paham mengenai hal-hal yang disampaikan komunikator dan ketika itu komunikator bisa merubah bentuk komunikasi Penyampaian disampaikan oleh guru agama islam memang sudah terencana dalam sebuah RPP (Rencana Program Pembelajara. dan materi ajaran islam yang terdapat di yayasan SMP DDI Polewali Mandar yaitu PAI (Pendidikan Agama Isla. Pola komunikasi guru agama dapat dikatakan efisien ketika guru agama Islam menyampaikan dengan bahasa lisan kemudian siswa-siswinya mendengarkan dan menerima materi tersebut dengan menggunakan media LCD proyektor (Zainal, 2. Setelah itu guru agama memberikan peluang bagi para siswa- siswinya bertanya yang sudah dibahas oleh Da,i (Guru Agam. supaya MadAou . iswa-sisw. SMP DDI Polewali Mandar apa yang Dengan demikian, proses belajar mengajar lebih efisien. Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR Membina akhlak seseorang bisa dikatakan tidak begitu mudah, karena akhlak merupakan perilaku baik yang dimiliki dalam setiap individu, seorang guru agama yang hanya memiliki waktu kurang lebih 2 jam dalam setiap pertemuan dan 2 kali dalam seminggu. Merupakan waktu yng sangat minim. Dan untuk mengatasi masalah tersebut yayasan SMP DDI Polewali Mandar memunyai program kegiatan yang mendukung dalam membina akhlak siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar. Adapun menurut hasil interview penulis menemukan program-progam kegiatan yang mendukung dalam membina akhlak siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar seperti, tadarus satu minggu sekali dihari JumAoat, sholat berjamaah yang dilakukan setiap hari. Istighosah setiap mau menjelang sholawat 2 minggu sekali, praktek pengalaman ibadah, pelatihan tausiah Rohis . ohani Isla. dilaksanakan seminggu sekali pada hari selasa sore. Adapun solusi apabila dalam membina akhlak siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar ini masih saja terdapat siswa-siswi yang akhlaknya kurang baik, atau belum berhasil dalam membina akhlaknya. Maka seorang guru agama Islam melakukan sebuah pendekatan persuasif. Menggunakan komunikasi antarpribadi, dalam bentuk komunikasi antarpribadi sangat ampuh dibanding bentuk komunikasi lainnya. Alasannya komunikasi berlangsung secara tatap muka oleh karena itu komunikator dengan komunikan saling bertatap muka, maka terjadilah kontak Misalnya pribadi guru agama menyentuh pribadi siswanya. Dengan menggunakan metode bil hikmah menasehati kekeliruan yang dialami siswa dengan lemah lembut serta memberikan contoh kepasa siswasiswanya. Dalam proses pembinaan akhlak yang ada di SMP DDI Polewali Mandar tersebut, penulis menemukan beberapa unsur-unsur komunikasi, yakni guru agama yang merupakan sebagai komunikator dalam menyampaikan pesan . ateri pelajaran/pembinaan akhla. kepada para siswanya. Adapun pesannya itu adalah berupa materi pelajaraan/pembinaan akhlak yang dilakukan oleh guru agama Islam kepada siswa didiknya. Dan siswanya penerima pesan. Sedangkan yang menjadi medianya adalah sekolah tempat terjadinya komunikasi antara guru dengan siswa. Maka dari situlah timbul efek komunikasi di mana seorang guru menjadi teladan yang baik bagi siswanya dalam bersikap, sehingga para siswa-siswi dapat mencontohnya dalam kehidupan sehari-hari mereka baik terhadap diri sendiri, orang lain, dan dengan lingkungan masyarakat. Menurut penulis berdasarkan teori mata pelajaran dan programprogram kegiatan yang mendukung dalam membina akhlak siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar, yang dilakukan oleh guru agama dan pihak yayasan SMP DDI Polewali Mandar tidak terlepas dari bentuk-bentuk komunikasi guru dan dakwah guru Islam. Bentuk-bentuk komunikasi dakwah guru agama Islam akan menentukan timbul atau tidaknya suatu umpan balik . antara guru agama dengan siswa-siswi SMP Polewali Mandar dalam menyampaikan pesan dakwah. Sehingga guru agama dituntut mampu menerapkan teknik komunikasi yang pas untuk mencapai tujuan dakwah. Efektifitas Pola Komunikasi Dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP DDI Polewali Mandar Tentang pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar. Dalam penganalisaan Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR tersebut penulis menganalisa tentang hal yang mengenai apakah seorang guru (DaAo. mampu memberikan materi dalam pembinaan akhlak melalui komunikasi antarpribadi dan kelompok terhadap siswa SMP DDI Polewali Mandar dan sejauh mana suatu pesan dakwah membangkitkan tanggapan yang dikehendaki guru Agama dalam rangka meningkatkan pengetahuan Berkaitan dengan sejauh mana pesan atau materi yang membangkitkan tanggapan yang dikehendaki DaAoi . uru agam. dalam rangka pembinaan akhlak-akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar dalam berakhlak, baik dengan diri sendiri, orang lain dan masyarakat Yang dimaksud efektifitas disini adalah bentuk keberhasilan pola pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar. Dengan adanya penyampaianpenyampaian materi ajaran agama islam dan program-program yang mendukung pembinaan akhlak yang berkesinambungan sedikit demi sedikit tentunya akan membuahkan hasil. Berdasarkan crosscheck antara guru agama dengan siswa-siswi pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar. Maka komunikasi yang cocok diterapkan dalam bentuk penyampaian materi ajaran islam adalah bentuk komunikasi antarpribadi . ua ara. dan komunikasi kelompok . anyak ara. Indikasi ini menyampaikan pesan dakwah kepada siswa-siswi, dan siswa-siswi pun mendengarkan dengan seksama materi apa yang disampaikan oleh guru agama feedbeck atau umpan balik dari siswasiswi SMP DDI Polewali Mandar itu Hal-hal yang berkaitan erat menyampaikan ajaran islam . lazim disebut sebagai faktor-faktor yang memengaruhi dakwah, baik faktor dari dalam yang melekat pada kegiatan dakwah itu sendiri. Faktor dari dalam disebut juga aspek-aspek dakwah, diantaranya: aspek sumber. aspek tujuan dakwah. aspek sasaran dakwah. aspek alat atau media. Sedangkan aspek luar adalah sebagai kelengkapan dakwah yang layak diperhatikan keberadaannya seperti: faktor bahasa. faktor metode . trategi pendekatan Metode bil hal dengan menjadi suri tauladan untuk para siswasiswinya, seperti berdasarkan observasi penulis seorang guru agama mengajak sholat dzuhur berjamaAoah untuk para siswa-siswi berjamaAoah. Pesan atau materi komunikasi dalam pembinaan akhlak siswa SMP DDI Polewali Mandar menentukan adanya keberhasilan suatu menyeluruh, terutama pada tujuan yang hendak dicapai dalam penyampaian ajaran agama islam dalam pembinaan akhlak siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar menyampaikan ajaran yang telah terencana sebelumnya sesuai dengan kurikulum yang diterapakan, dan dalam pelajaran dan konteks yang akan Komponen dari pola komunikasi dakwah adalah efek dari pesan yang telah disampaikan kepada siswa-siswi SMP DDI Polewali Mandar. Untuk mengetahui efek dari pesan ajaran islam yang telah disampaikan oleh guru agama islam, penulis mengumpulkan data obsevasi penulis sendiri dan Halaman POLA KOMUNIKASI GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA SMP DDI POLEWALI MANDAR siswa-siswi. Adapun efektifitas yang dapat diperoleh dalam temuan lapangan adalah siswasiswi cukup baik mengaplikasikan ajaran yang disampaikan, meskipun disampaikan langsung diterapkan oleh anak didik. Terutama dalam akhlak siswasiswi SMP DDI Polewali Mandar, berdasarkan wawancara dengan Bpk. Ahmad yang menjadi guru agama selama 6 tahun. Menurut penilaiannya bahwa akhlak atau perilaku baik siswasiswi meningkat disetiap tahunnya sampai saat ini. Permasalahan siswa yang menjadi PR para guru agama serta guru yang lainnya, ialah siswa yang suka membolos, mencuri barang teman, melawan guru, dan lain-lain, siswa yang terlibat dalam hal tersebut sekitar 15 %. Dalam artian keberhasilan dalam membina akhlak sedikit sudah mulai meningkat. Dengan penulis, proses belajar-mengajar yang diterapkan oleh guru agama Islam dalam menyampaikan sebuah materi atau pesannya, sudah bisa dikatakan cukup baik. Hal ini disebabkan materi terencana atau dirancang yang biasa disebut dengan RPP (Rencana program Selanjutnya jika melihat pola komunikasi yang berlangsung dalam kegiatan belajar-mengajar tersebut, melakukan pola komunikasi yang sangat efektif dan efesien untuk melangsungkan kegiatan hambatan-hambatan terjadi pada diri siswa, misalnya hambatan dari lingkungan tempat tinggal siswa dan psikologi yang dialami Dikatakan tersebut berjalan efektif, indikasi ini dilihat pada proses penyampaian . , di mana hal tersebut terjadi ketika sering guru agama menyampaikan Dan menyampaikan materi, guru agama terlebih dahulu merencanakan pesan . ateri disampaikan kepada siswa didiknya, dengan pesan-pesan yang terencana, komunikasi yang baik dan mudah dimengerti oleh seorang siswa. Pada hal lain, dikatakan komunikasi yang baik jika seorang guru dan siswa mengadakan kesamaan makna dan arti. Dikatakan efisien, indikasi ini terjadi pada proses pembelajaran atau praktek, ketika terdapat beberapa disebabkan siswa tersebut kurang memahami dasar-dasar atau basic pada suatu materi yang berlangsung. Oleh sebab itu seorang guru agama memerintahkan kepada siswa yang sudah mengerti untuk memberitahu atau menerangkan kepada siswa yang belum paham. Dengan begitu proses kegiatan belajar mengajar menjadi Daftar Pustaka